GONTOR-Para santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berdatangan di depan Masjid Atiq pada hari pertama Gontor Marching Band Competition (GMBC) untuk menyaksikan secara langsung penampilan individual percussion dan individual brass yang ditampilkan oleh para peserta dari seluruh pesantren di Indonesia dalam kompetisi penuh semangat dan kreativitas.
Kompetisi ketat dengan juri yang berkompeten membuat seluruh peserta GMBC 2025 berlatih keras untuk bisa bersaing dengan kontingen lain.
“Berbagai latihan yang kita lakukan mulai pagi, siang, hingga malam, akan tetapi, di samping latihan yang begitu menguras tenaga, kita juga selalu memperhatikan kesehatan para anggota dengan menjadwal latihan agar istirahat dapat teratur dengan baik,” ujar salah satu pelatih kontingen PMDG Kampus 7 Kalianda, Lampung, Al-Ustadz Nursyahid.

Sehabis shalat Dzuhur, suasana di depan Masjid Atiq dipenuhi semangat dan antusiasme. Sorakan penonton menggema saat penampilan ketujuh dari PMDG kampus 5 Darul Qiyam yang membuka sesi dengan pertunjukan bertema “Sholawat Nabi Muhammad”. Mereka sukses menampilkan musik elegan beralunan indah, serta permainan perkusi dan juga brass yang tak kalah mencuri perhatian.
Selain perlombaan individual brass yang digelar di depan Masjid Atiq, perlombaan juga digelar di Lapangan Hijau PMDG. Individual percussion merupakan perlombaan yang dimainkan satu orang dari setiap kontingen dengan salah satu alat perkusi seperti senar, tenor, bass, dan qwintom.
Kontingen Pondok Pesantren As-Salam tampil solid dengan alat qwintom yang dipukul oleh salah satu peserta dengan memadukan antara kecepatan dan ketepatan pukulan. Aksi tersebut membuat para penonton di sekitar lokasi terpukau.
“Bagus banget, excited untuk acara GMBC pada Peringatan 100 Tahun PMDG ini, (acara ini) dikemas dengan apik dan suasananya berbeda dengan yang lain” ujar salah satu pelatih kontingen Pondok Pesantern As-Salam, Al-Ustadz Allegra.

“Mungkin setiap kontingen ingin menjadi juara, yang penting dalam perlombaan ini adalah teman yang baru dan pengalaman yang baru,” ujar salah satu juri, menjelaskan tujuan utama dari perlombaan yang diselenggarakan pada siang hari ini, Selasa (16/09).
Di bawah naungan tenda yang teduh, atsmosfer keseruan perlombaan tak kurang sedikitpun. Para santri duduk di kursi yang telah disediakan sambil menikmati aneka jajanan yang tersedia di stan-stan terdekat.
Sementara di belakang penonton, para peserta kontingen berlatih bersama pendampingnya, mempersiapkan penampilan solo yang akan segera mereka tampilkan. Mereka semua bersemangat, tidak sabar memukau para penonton dengan ketukan irama drum yang memanjakan telinga. Beberapa membawa qwintom, sebagian membawa senar dan tenor, sehingga suasana siang hari itu semakin berwarna.
(Berita : Faza, Keano, Foto : Wisnu, Fathur, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :
Nada Santri Berpadu, GMBC 2025 Resmi Dibuka di Gontor
Menteri Agama: WMSJ 2025 Jadi Ajang Kaderisasi Generasi Bangsa