GONTOR—Kegiatan Gontor Marching Band Competition (GMBC) antar pondok pesantren se-Indonesia berlanjut pada pagi hari ini, Rabu (17/9) dengan uji coba lapangan peserta untuk field show yang akan diadakan Kamis (18/9) di lapangan hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Para peserta dari seluruh kontingen dengan giat berlatih di bawah teriknya matahari pagi yang tidak melumpuhkan semangat mereka sedikitpun.
Setelah salat dzuhur, kompetisi dilanjutkan dengan perlombaan street parade. Street parade merupakan salah satu perlombaan marching band yang menilai kekompakan dalam baris-berbaris, kualitas musik, dan juga visual saat tampil sambil berjalan di rute yang telah ditentukan.
Rute street parade dimulai dari lapangan hijau menuju ke arah Gedung Saudi, lalu menuju Pondok Pesantren Muqoddasah dan berhenti di depan Gambia Department Store. Tidak seperti lomba yang lainnya, cabang perlombaan ini membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk pelaksanaannya.

Lomba street parade ini memiliki beberapa poin penting yang menjadi objek penilaian, seperti yang disampaikan oleh Bintang dari kontingen Marching Band Gema Nadaqu Pondok Pesantren Daarul Qur’an Tangerang.
“Penilaian lomba street parade itu dari kreativitas, tema, lagu, dan juga visualnya, yaitu gerakan yang kita pakai,” ujarnya.
Seluruh kontingen tampil sangat memukau berkat tabuhan drum, tiupan trompet, serta bendera yang dikibarkan dengan indah. Setiap dari mereka memiliki keunikannya tersendiri, seperti Marching Band Wahana Nada Muttaqien yang menggunakan face painting, Marching Band Alunan Nada Tazakka dengan topi koboi, serta Marching Band Bahana Nada Darul Qiyam dengan maskot harimaunya.
“Saya yang pasti sangat takjub karena Gontor dapat mengadakan event sebesar ini dan semeriah ini serta mengundang berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia,” jelas Ustadz Ahmad Syauqi, salah satu panitia penyelenggara kepada tim media Peringatan 100 Tahun Gontor.

Ia berharap, para santri bisa memanfaatkan momen ini untuk mengeksplorasi minat, dan mengembangkan bakat yang mereka miliki.
“Pesan saya untuk santri Gontor bahwasannya di Gontor tidak hanya belajar intrakulikuler saja, tetapi juga ekstrakulikuler, disitu kemampuan kita yang belum diketahui bisa dimunculkan dan dilatih seperti marching band ini.”
(Berita : Daniel, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :