Date:

Share:

Ikraamu-l-‘Ilmi wa-l-‘Ulama, Memuliakan Ilmu dan Ulama

Related Articles

Ilmu merupakan cahaya yang menerangi kehidupan manusia untuk sampai kepada rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah sangat memuliakan ilmu dan para ulama. Dalam Islam, ilmu menempati derajat yang agung, begitu pula ulama yang menjadi pewaris para nabi. Karena itu, umat Islam mesti memuliakan ilmu dan para ulama karena hal itu merupakan bagian dari adab Islami yang utama dan merupakan bentuk penjagaan terhadap warisan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُوا الْأَلْبَابِ (الزمر: 9)

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar ayat 9)

إِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ (فاطر: 28)

Artinya: “Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun”  (Fathir ayat 28)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْعَلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. (رواه أبو داود)

Artinya; “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak. (HR. Abu Dawud)

Dua ayat Alquran dan sebuah hadis di atas adalah sebagian dari sekian banyak dalil mengenai kemuliaan ilmu dan ulama. Hal ini menunjukkan ketinggian derajat ilmu dan ulama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan hal ini, penting bagi setiap muslim menerapkan Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama dalam kehidupan sehari-hari.

Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. menegaskan urgensi mengggaungkan penerapan Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama (memuliakan ilmu dan para ulama) sebagai dasar kehidupan santri dan seluruh umat Islam. Kemuliaan santri dan umat Islam terletak pada adabnya terhadap ilmu dan ulama.

Akan tetapi, bentuk memuliakan ilmu dan para ulama harus senantiasa ditempatkan dalam bingkai keilmuan yang benar karena banyak umat Islam yang keliru dalam memaknai penghormatan kepada para ulama. Banyak umat Islam yang tidak menghormati ulama sama sekali dan banyak pula yang terlalu memuliakan hingga berubah menjadi pengkultusan.

Karena itu, umat muslim harus menghormati dan mengamalkan ilmu dengan Ikhlas serta memuliakan ulama karena ilmu yang dimilikinya. Konsep Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama dapat menjadi ruh yang memberikan semangat keikhlasan kepada santri, wali santri, guru, hingga kiai dalam menjalankan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam pidatonya, Drs. KH. M Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. menyampaikan:

“Kita perlu menyebarkan Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama karena banyak yang belum melakukannya. Ada yang tidak menghormati ulama, ada juga yang malah memuja secara berlebihan. Padahal yang benar, ilmu itu harus dihormati dengan mencari, mempelajari, dan menjadikan ilmu tersebut dasar dalam bertindak. Begitu pula ulama, kita harus menghormatinya karena mereka pembawa ilmu agama. Itulah makna dari Ikraamu-l-‘Ilmi wa al-‘Ulama.”

(Penulis : Akmal, Nashrul Haq | Foto : Dejuan | Penyunting : Taufiq, Winka)

Related Articles :

“Semua Adalah Mujahid”: Amanat Pimpinan PMDG dalam Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy

Pentingnya Literasi dalam Bingkai Pendidikan PMDG

Pesantren Bersinergi Menciptakan Pendidikan Islam Demi Terwujudnya Cita-Cita Indonesia Emas 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles