Date:

Share:

KML 2025: Di Bawah Langit Gontor Putri Kampus 3, Jiwa Pembina Ditempa

Related Articles

“Dengan kegiatan kepramukaan yang Islami, kita lahirkan pembina yang tangguh dan berakhlak karimah.”

Rabu malam (8/10), halaman Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 diterangi cahaya lampu dan barisan peserta yang berdiri rapi. Di bawah langit yang tenang, Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML) resmi ditutup, menandai berakhirnya perjalanan tujuh hari penuh disiplin, pelajaran, dan perenungan diri.

Kegiatan yang berlangsung sejak 2 Oktober ini merupakan wadah pembinaan karakter dan mental. Al-Ustadz Farisma Jiatrahman, M.Pd., Ketua Kerumahtanggaan KML, menegaskan,
“Kegiatan ini adalah media pendidikan bagi kita semua. Ia bukan rutinitas, melainkan wadah pembinaan karakter dan mental agar lahir pembina tangguh yang berakhlak karimah.”

Selama sepekan, sebanyak 314 peserta yang terdiri dari siswi kelas akhir KMI dan mahasiswi guru menjalani agenda padat: materi, praktik lapangan, hingga malam refleksi. Mereka belajar bukan hanya tentang tali-temali atau baris-berbaris, tetapi juga kepemimpinan, ketulusan, dan pengabdian.

Suasana Baru, Semangat Baru

Tahun ini menghadirkan nuansa berbeda. Jika sebelumnya kegiatan berpusat di dalam area kampus, kini sebagian agenda dipindahkan ke sekitar lapangan Bapenta. Udara terbuka memberi semangat baru bagi para peserta.

“Alhamdulillah, perubahan ini mendapat respons positif dari semua pihak,” ujar Ustadz Farisma.

Para pelatih mengakui antusiasme peserta yang luar biasa. Dari upacara pembukaan hingga penjelajahan lapangan, setiap momen dijalani dengan kesungguhan. Malam-malam panjang menjadi saksi tumbuhnya kedisiplinan dan persaudaraan.

Unggun Gembira dalam penutupan Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML) di PMDG Putri Kampus 3

Kesan yang Tak Terlupakan

Dalam sesi kesan dan kenangan, Erina Aristawidya Karsono mewakili peserta menyampaikan dengan suara bergetar:

“Kami tak mampu menggambarkan betapa bermaknanya waktu yang kita habiskan ini. Rasanya terlalu cepat berlalu. Terima kasih atas ilmu, nasihat, dan teguran yang begitu berharga.”

Ia menutup dengan kalimat penuh haru:
“Pertemuan dengan kakak-kakak pelatih akan selalu kami kenang sebagai bagian berharga dari perjalanan hidup kami.”

Tepuk tangan panjang pun menggema, menandakan rasa syukur dan kebersamaan yang terjalin di hati seluruh peserta.

Pesan Wakil Pengasuh: Menjadi Pramuka yang Menenangkan

Dalam sambutan penutupan, Al-Ustadz Dr. Nurul Salis Alamin, M.Pd.I., selaku Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 3, memberikan nasihat mendalam.

“Seorang pembina Pramuka sejati bukan hanya profesional dalam tugasnya, tetapi juga memiliki mentalitas dan kepribadian Islami yang kokoh.”

Beliau menegaskan pentingnya keseimbangan hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
“Tunjukkan hasil pendidikan ini dalam perilaku sehari-hari — jadilah pribadi yang menenangkan, menyenangkan, dan bermanfaat bagi orang lain.”

Tantangan dari Kwarcab Ngawi: Mengabdi Tanpa Batas

Penutupan resmi ditandai dengan sambutan Ketua Harian Kwartir Cabang Ngawi, Drs. Mahfudzi, M.Pd. Beliau menyampaikan kebanggaan atas lahirnya 314 pembina baru.

“Kelulusan ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian sesungguhnya.”

Beliau juga mengingatkan bahwa ijazah KML diakui secara nasional bahkan internasional.
“Jika suatu saat kalian mengabdi di luar negeri, ijazah ini tetap berlaku,” ucapnya disambut sorak gembira peserta.

Para Bintang KML 2025

Dari ratusan peserta, sembilan nama terpilih sebagai yang terbaik di masing-masing golongan.
Untuk Golongan Siaga, penghargaan diraih oleh Kak Nabila (172), Kak Dhia Nada (170), dan Kak Halwa Khoerun Nisa’ (168).
Di Golongan Penggalang, predikat terbaik diberikan kepada Kak Meutya Amalia (172), Kak Rahmania Eliza (166), dan Kak Nur Ika Salsabila (164).
Sementara itu, Golongan Penegak menempatkan Kak Hera Juli (180), Kak Mutiatul Afrida (172), dan Kak Nur Istiqomah (170) sebagai peraih nilai tertinggi.

Sorak gembira pun pecah ketika nama-nama itu disebut. Namun di balik tepuk tangan itu, tumbuh kesadaran bahwa setiap peserta telah memenangkan perjuangan terbesar—mengalahkan diri sendiri.

Refleksi Penutup: Dari KML Menuju Kehidupan

KML bukan hanya kursus, tetapi perjalanan spiritual dan intelektual. Ia menanamkan nilai-nilai Gontor: keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan yang bertanggung jawab.

Kegiatan ini melahirkan generasi pembina yang tak hanya sanggup memimpin regu, tetapi juga memimpin diri, menjaga integritas, dan menebar manfaat.

Ketika lampu mulai redup dan langit kembali hening, para peserta menyanyikan lagu penutup dengan mata berkaca-kaca. Di antara mereka mungkin ada yang berbisik pelan:

“Kami datang sebagai peserta,
pulang sebagai pembina —
dan lebih dari itu, sebagai manusia yang ditempa.”

KML 2025 membentuk pembina, melahirkan pemimpin, dan menanamkan nilai abadi di bawah langit Gontor Putri.

(Berita: Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH., Foto: Nurul, Drone: Siska, Alifa)


Related Articles:

Asah Jiwa Kepramukaan Lewat Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML)

Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan

Pelantikan Panitia KML Perdana Gontor Putri Kampus 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles