Date:

Share:

Kuliah Shubuh 13 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Muhammad Syuja’i, S.Ag.

Related Articles

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al-Ustadz H. Muhammad Syuja’i, S.Ag., di Masjid Jami’ PMDG pada Senin, 13 Ramadhan 1447 H/2 Ramadhan 2026 M.

  • Supaya menjadi pemuda yang diharapkan, harus menjadi pemuda-pemuda yang berjiwa pejuang dan berdisiplin.
  • Maju mundurnya pondokmu tergantung kepada prestasi, dedikasi, loyalitas tanpa cacat (PDLT).
  • Peganglah erat-erat amanat kiai-kiaimu, guru-gurumu.
  • In ahsantum, ahsantum li anfusikum (jika kamu berbuat baik, kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri), kamu harus berkorban dan berjuang.
  • Tentenglah dengan hatimu, dengan jiwa perjuangan dan jiwa pengorbananmu untuk beribadah kepada Allah.
  • Jangan mengambil enaknya saja, jangan memuaskan diri dalam memperjuangkan nilai di pondok ini dan kehidupan ini.
  • Khairunnaasi anfa’uhum li-n-naasi¸ sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
  • Lihatlah perjuangan Bapak-Bapak Pimpinan, guru-guru, jadilah orang yang meneruskan perjuangan mereka.
  • Meraih kesuksesan adalah wujud perjuangan dan butuh perjuangan.
  • Bergeraklah tanpa batas.
  • Laksanakanlah puasa Ramadhan ini untuk ibadah, bukan untuk hal-hal yang lain, karena di Pondok ini kita sedang menjalani proses atau sedang dibentuk.
  • Kalian dibentuk di Pondok ini berupa diberi amanat ini dan itu sebagai wujud proses.
  • Udkhuluu fii Gontor kaaffah, masuklah kedalam Gontor dengan totalitas.
  • Jangan menjadi manusia ala kadarnya dan minimalis, jadilah manusia yang maksimalis, all out, menjadi manusia yang serba bisa.
  • Kuncinya adalah sabar, tawakkal, ikhlas, ridha.
  • Kita harus optimis di Gontor ini, all out, berbuat dan bekerja sebanyak banyaknya.
  • Kalian akan menjadi orang yang memiliki potensi, oleh karena itu harus maksimal dalam berbagai hal.
  • Nilai-nilai yang diambil di Gontor ini di antaranya adalah Panca Jiwa, motto, dan tujuan.
  • Supaya kalian menjadi manusia yang berkembang, meningkat dalam segala hal kalian harus berjuang dalam mencapai puncak di pondok ini.
  • Untuk apa kita berprestasi? Jawabnya adalah agar kita dapat bersyukur dan sadar kepada Allah SWT.
  • Dan identitas kita diukur melewati segala dinamika perjuangan, pergerakan, dan produktifitas kita.
  • Hidup ini diumpamakan dengan tetesan air dan makanan dari hasil buah perjuangan.
  • Perbanyaklah dalam melakukan amalan-amalan yang baik agar membuat sejarah yang baik, Karena masa depan ada di tangan pemuda.
  • Inna akramakum ‘indaallahi atqaakum, sesunguhnya orang yang paling mulia diantara kalian menurut Allah adalah yang bertakwa.
  • Jangan ugal-ugalan karena kalian masih diproses, sayangilah adik-adikmu maka adik-adikmu akan sayang kepadamu, dengan begitu adik-adikmu akan mencontoh perbuatanmu.
  • Kalau perbuatanmu baik, maka akan menjadi ‘amal jariyah. Karena, kunci pondok ini adalah perilaku dan akhlak santri-santrinya. Kalau perbuatanmu baik, in syaa Allah pondoknya juga akan baik atau bahkan lebih.
  • Perbuatan-perbuatanmu semuanya bermakna, berkualitas, maka kita harus menumbuhkan jiwa-jiwa harokiy.
  • Taharrak! (Bergeraklah!) Fa inna fi-l-harakati barakah (Maka, sesungguhnya di dalam pergerakan, ada keberkahan).
  • Yang dinilai di Pondok ini adalah prestasi, dedikasi, loyalitasmu.

Notulen: Hilmi, Cheviq

Related Articles:

Kuliah Shubuh 9 Ramadhan 1447 Al Ustadz Sabar, S.Ag., M.H.

Kuliah Shubuh 10 Ramadhan 1447 H, Al- Ustadz Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed.

Kuliah Shubuh 11 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles