GONTOR – Sains bukanlah sekadar kumpulan rumus dan teori. Di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), ilmu eksakta seperti Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia adalah sarana untuk mengenal ciptaan Allah SWT dan menguatkan iman. Dengan pendidikan integratif antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, Gontor meneguhkan perannya sebagai lembaga pencetak ulama intelek yang tidak sekadar paham agama, tapi menguasai berbagai cabang ilmu dan mampu bersaing dengan masyarakat global.

Semangat tersebut tergambar dalam Laboratory Science Expo (LSE) 2025 yang digelar pada Jumat (18/7) oleh Exact Club, salah satu ekstrakurikuler santri di bidang studi eksakta yang berada di bawah naungan staf Laboratorium Sains KMI. Bertempat di halaman Gedung Aligarh, acara dimulai dari pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Al-Ustadz Suyanto, S.Ag., M.M.
LSE adalah ajang tahunan yang bertujuan menggali dan mengembangkan potensi para santri dalam bidang sains dan teknologi. Tahun ini, dengan mengusung maskot rubah, LSE menampilkan beragam karya ilmiah dari santri kelas 1-5 KMI berupa eksperimen lapangan dan pameran dari berbagai bidang seperti Fisika, Biologi, dan Kimia.

Tahun ini, LSE mengusung maskot seekor rubah sebagai simbol kecerdasan, kelincahan berpikir, dan ketajaman analisis. Rubah menjadi representasi semangat ilmiah santri; gesit dalam riset, tajam dalam logika, dan tenang dalam eksperimen dan observasi.
Kegiatan ini lebih dari sekadar pameran dan menjadi ajang edukasi yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan juga merupakan jalan menuju ketakwaan. Dengan tema “Menjadi Ulama Intelek, Bukan Intelek yang Hanya Tahu Agama,” PMDG mengingatkan pentingnya mencetak kader-kader pemimpin umat yang berilmu luas dan berpijak pada nilai-nilai Islam.

(Berita : Adib, Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)
Related Articles :
PMDG Adakan Olimpiade Sains Antar Kampus
Dengan Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Sains, Santri Saintis Siap Membangun Peradaban Islam