Menengok Sekilas Kegiatan Ubudiyyah Santri Gontor

0
1072

Suasana masih gelap, kunang-kunang berkedap-kedip beterbangan di kampung damai. Di tengah kesunyian malam, jiwa-jiwa yang mengharap ridho Ilahi telah beranjak dari tidur,  menengadahkan tangan dan menghadap kepada-Nya. Bintang dan bulan tak pernah bosan menyaksikan ketaatan hamba pada Tuhannya, sehingga langit sepertiga malam di bumi Darussalam selalu berikan ketenangan pada tiap insan yang menyaksikannya.

Setiap harinya, para santri bangun sekitar 30 menit sebelum adzan shubuh sehingga mempunyai waktu untuk qiyamul lail dan juga membaca Al-Quran. Sebagian dari mereka ada juga yang duduk khusyu’ di atas sajadah, berdzikir mengagungkan nama Allah lalu menerbangkan harapan ke langit doa.

Jikalau waktu shalat tiba, maka setiap kamar akan mengumandangkan adzan yang memenuhi tiap sudut  Pondok Moder Darussalam Gontor (PMDG). Bagi santri kelas 1-4 KMI, lima waktu shalat selain maghrib didirikan di asrama masing-masing dengan imam dari teman sebaya mereka secara bergantian sesuai jadwal dengan pengawalan dan bimbingan pengurus asrama. Hal ini bertujuan supaya mereka terbiasa dan siap menjadi imam ketika berkiprah di masyarakat kelak.

Sedangkan untuk santri kelas 6 dan kelas 5 non pengurus rayon, mereka mendirikan shalat lima waktu di masjid jami’ diimami oleh kelas 6 yang mendapatkan jadwal imam. Karena kelas 6 adalah calon alumni dan akan segera mengabdi, maka mereka dibiasakan mengimami di masjid jami’ supaya mentalnya terbentuk dan juga siap apabila diminta mengimami di masjid-masjid besar setelah lulus dari KMI nanti.

Selain itu, setelah shalat subuh, ashar dan maghrib para santri juga dibiasakan untuk membaca Al-Quran sebelum melanjutkan aktivitas mereka seperti berolahraga, berpramuka ataupun kegiatan ekstakulikuler lainnya. Dengan demikian, spiritual mereka terus ditempa dan diasah. Walaupun memiliki kemampuan dan bakat yang beranekaragam tetapi mereka tetap berjiwa santri.

Begitupun dengan sore hari, pukul 17.00 WIB seluruh santri dari kelas 1-6 KMI harus sudah berada di masjid menunggu waktu shalat dengan tilawah Al-Quran. Bahkan ada beberapa kelas yang mengaji bersama dengan wali kelasnya untuk menyetorkan hafalan Juz Amma’.

Selain itu, para santri juga memiliki waktu lain untuk menyetorkan hafalan kepada wali kelas sesuai dengan waktu yang mereka sepakati. Adapun bagi santri yang hafizh Al-Qur’an, mereka bisa bergabung dengan Jamiyyatul Huffazh (JMH) supaya bisa memuroja’ah secara intensif dan menyetorkannya hafalannya ke pengurus JMH.

Itulah sekelumit kegiatan ubudiyyah santri Gontor, dari mulai terbukanya mata hingga terpejam kembali. Tentu selain bentuk ubudiyyah yang kita bahas secara sekilas dalam tulisan ini, masih banyak lagi bentuk lainnya yang belum kita bahas, seperti puasa Senin Kamis, shalat Dhuha, serta berbagai bentuk kegiatan ubudiyyah yang sifatnya swakarsa ataupun dengan arahan wali kelas, mudabbir, ataupun organisasi lainnya.

Lebih dari itu, segenap aktivitas belajar di dalam maupun luar kelas, akademis maupun non-akademis, selalu diniatkan sebagai ibadah lillahi ta’ala. Semoga Allah selalu memudahkan langkah hambaNya untuk beribadah mendekatkan diri padaNya dan berusaha menggapai ridhaNya.

(Berita: Ridzky, Foto: Chauza, Reviewer: Taufiq Affandi.)

Related Articles:

Pentingnya Pengetahuan Ibadah Haji Bagi Santri, PMDG Adakan Praktik Manasik Haji

Memaksimalkan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan

Mudaarasatu-l-Quran; Bagian dari Ibadah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here