Home Blog Page 156

Kuliah Shubuh: Mari Tingkatkan Ketaqwaan Di Bulan Ramadhan

0

Selasa, 9 Ramadhan 1442 H/ 21 April 2021, usai shalat Shubuh di Masjid Jami’ PMDG diadakan kuliah Shubuh. Kuliah Shubuh kali ini disampaikan oleh H. Farid Sulistyo, Lc beliau menyampaikan tentang “Meningkatkan Ketaqwaan di bulan Ramadhan!”. Berikut ringkasan beberapa poin kuliah yang disampaikan oleh beliau:

 

  • Ramadhan dapat kita bagi menjadi 3:
  1. 10 hari yang pertama adalah Rahmah (Kasih Sayang)
  2. 10 hari yang kedua adalah Magfirah (Ampunan)
  3. 10 hari yang terakhir adalah Khalqon Min An-nar (Terbebas dari neraka)

 

  • Sebagaiman yang kita ketahui dari gol terakhir itu Laalakum Tattakun “agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa”, kita tidak tahu nantinya kita akan menjadi orang yang bertaqwa atau tidak itu semua tergantung diri kita masing-masing, itulah yang dijanjikan oleh Allah.

 

  • Semua orang itu berproses di dalam Ramadhan, tetapi didalamnya semua orang berproses tidak sama antara satu dan yang lain, meskipun kurikulumnya sama, terrmasuk didalamnya kurikulum wajib yaitu: puasa dan kurikulum lain yang dianjurkan seperti beramal shale, berinfak dll. Itu semua tergantung diri kita masing-masing yang mengambil materi itu.

 

  • Yang wajib kita ambil dari kurikulum itu adalah puasa, itupun masih dipertanyakan bagaimana kita berpuasa, apakah puasa kita dapat diterima oleh Allah atau tidak karena puasa itu.

 

الصوم لي

 

  • Karena yang tahu kita berpuasa hanya 2, yaitu diri kita dan Allah sendiri. Yang tau kita berpuasa hanya diri kita sendiri apakah kita minum atau makan di tempat yang tidak terlihat dll.

 

  • Untuk mencapai kualitas puasa yang baik itu tidak mudah, karena disamping kita menahan lapar, haus, merokok dan disamping itu semua orang yang berpuasa itu mampu menahan nafsu untuk tidak terjerumus kepada nuansa yang berbau maksiat.

 

  • Maka kembali kepada devinisi taqwa sebelumnya, bahwa taqwa itu Wiqayahartinya pencegahan/menahan, menahan dari hal-hal yang merujuk kepada maksiat,  tidak terjerumus kepada hal-hal yang berujung dosa. Jika kita sudah mencapai tahan ini kita sudah sampai pada relatif keadaan yang lumayan bagus.

 

  • Disamping kita menahan makan dan minum, kita juga menahan dari hasrat pikiran kita yang dimana kita turuti akan menjerumuskan kepada hal yang dosa dan maksiat tetapi jika kita bisa manahan dari ini semua Insyaallahpuasa kita akan bagus.

 

  • Dan menahan ini teurs kita biasakan hingga pertahanan jiwa kita kuat, Insyaallah gelar orang yang bertaqwa itu akan kita raih. Maka yang menjadi pertanyaannya sejauh mana taqwa kita masing-masing dalam menjalani puasa pada tahun.
  • Nabi yusuf yang mempunyai taqwa yang sangat ideal, ia memiliki banyak sekali persediaan makanan di gudang kalau saja ia mau maka ia akan mengambil sepuasnya, sangat mudah sekali, tetapi ia tidak melakukan itu, ia mampu membendung jiwanya untuk tidak mengambil makanan itu.

 

  • Ada sesuatu yang kuat sekali dalam diri nabi Yusuf, “saya ini takut/khawatir kalau-kalau saya kenyang akan menjadi lupa terhadap orang-orang yang lapar”. Ini yang menjadi pendorong nabi Yusuf untuk tidak seenaknya, melanggar amanah. Inilah kualitas taqwa yang sangat tinggi.

 

  • Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hadits yang lain bersabda:

 

لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُتَّقِينَ حَتَّى يَدَعَ مَا لَا بَأْسَ بِهِ حَذَرًا مِمَّا بِهِ بَأْسٌ

 

Artinya: “Seorang hamba tidak akan sampai menjadi orang yang bertakwa sampai dia meninggalkan sesuatu yang tidak ada bahaya padanya (musytabihat) karena mewaspadai/takut akan melakukan sesuatu yang ada bahayanya (haram)”

 

  • Ini sampai kepada orang yang bertaqwa sampai seorang hamba meninggalkan sesuatu yang biasa tidak mengandung dosa, kenapa? Karena ia takut di dalamnya dapat menjadikannya dosa. Seperti orang yang menonton TV, ia takut jika ia menonton TV takut akan lalai dalam sholat. Jadi terdapat kekhawatiran di dalamnya. Maka taqwa itu terwujudkan di dalam tindakan itu

 

  • Jika kita di dalam bulan Ramadhan selalu melaksanakan ini maka akan tercipta keadaan yang baik, sudah terbentuk mental yang baik pula

 

  • Pembagian taqwa menurut Ali bin Abi Thalib:
  1. Al Khaufu Minal Jalil(takut kepada Allah yang Maha Agung)
  2. Al Amalu Bit Tanzil(beramal dengan dasar Al Qur’an)
  3. Al Qona’atu Bil Qolil(menerima (Qona’ah) terhadap yang sedikit.)
  4. Al Isti’dadu Li Yaumir Rakhil (bersiap-siap menghadapi hari akhir (hari perpindahan).

 

  • Jika perasaan takut sama Allah maka ia takut melakukan perbuatan maksiat karena ia tahu bahwa ia selalu di waspadai. Seperti halnya CCTV di dalam sebuah ruangan maka orang pun akan waspada/takut padanya.

 

  • Jika kita menanyakan pada diri kita masing-masing, berapa persen dari ajaran Al-Qur’an yang sudah kita amalkan? Tentu hanya sekian persen. Kalau kita mampu melakukannya itulah namanya ketaqwaan. Maka marilah kita tingkatkan ketaqwaan di bulan Ramadhan ini.

 

Related Articles

Kuliah Shubuh: Hikmah Dari Kepongpong Ramadhan

Kuliah Shubuh: Perbarui Iman Kalian!

Kuliah Shubuh: Allah Sebagaimana Prasangka Hamba-Nya

Kuliah Shubuh: Hikmah Dari Kepongpong Ramadhan

0

Selasa, 8 Ramadhan 1442 H/20 April 2021, usai shalat Shubuh di Masjid Jami’ PMDG diadakan kuliah Shubuh. Kuliah Shubuh kali ini disampaikan oleh H. Muhammad Hanif Hafidz, S.Ag beliau menyampaikan tentang “Hikmah dari Kepongpong Ramadhan”. Berikut ringkasan beberapa poin kuliah yang disampaikan oleh beliau:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكمْ لَعَلَّكُمْ تتَّقُونَ

 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S. Al-Baqarah ayat 183)

 

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim ayat 7)

 

  • Dari ayat diatas memiliki arti yang sungguh luar biasa di mana pada detik ini dan hari ini Allah SWT masih memberikan kita Anugrah yang sangat luar biasa, anugrah berbentuk iman, anugrah untuk kesehatan. Hingga pada saat ini kita masih mampu mengerjakan kewajiban kita sebagai umat Islam yaitu sholat trawih dan puasa, sungguh ini semua adalah anugrah yang harus di syukuri.

 

  • Kalian tahu kupu-kupu? Kupu-kupu itu hewan yang indah, sebelum menjadi kupu-kupu itu menjadi apa? Sebelumnya itu menjadi ulat dimana semua orang itu jijik, takut dan menjauhi tetapi setelah melewati beberapa proses yang menyakitkan akhirnya berubah menjadi hewan yang begitu indah.

 

  • Banyak diantara kita sebelum ramadhan berbuat maksiat, lalai dalam sholat dll analogi ini sama seperti kupu-kupu dimana bulan ramadhan menjadi kepongpong tapi apa yang terjadi jika sudah melewati fase kepongpong? Setelah melewati semua proses yang berat, kita semua ini sedang menjalankan proses yang berat.

 

  • Maka marilah kita manfaatkan bulan ramadhan dengan sebaik-baiknya, untuk menghapus dosa-dosa kita sebelum ramadhan dengan cara melaksanakan banyak amal ibadah yang bermanfaat, membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya

 

  • Bulan suci ramadhan ini semua milik AllahDalam riwayat Ahmad dikatakan :

 

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

 

Artinya: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya ” )HR. Ahmad.( Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

 

  • Kalian tahu Umar bin Khatab, khalifah Islam ke-2? bagaimana keadaan beliau sebelum masuk Islam? pada suatu hari, beliau keluar dengan menghunus pedangnya bermaksud membunuh Rasulullah SAW. Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah al ‘Adawi, seorang laki-laki dari Bani Zuhrah.

 

  • Lelaki itu berkata kepada Umar bin Khattab, “Mau kemana wahai Umar?”
    Umar bin Khattab menjawab, “Dimana Muhammad?”

Lelaki itu berkata: “untuk apa kamu mencari Muhammad, wahai Umar?”

Umar bin Khattab menjawab: “Saya ingin membunuhnya?”

Lelaki itu berkata: “kenapa kamu ingin membunuhnya?”

Umar bin Khattab menjawab: “Muhammad telah memecah belah kita semua dan mengabaikan tuhan yang kita sembah.”

lelaki itu berkata: “sebelum kamu menemui Muhammad tanyakan dulu ke adikmu fatimah, temui dulu ia.

Umar menjawab: “kenapa saya harus menemuinya?”

Lelaki ia berkata: “adikmu telah masuk Islam”

 

  • Akhirnya Umar sangat marah sekali, yang sebelumnya ingin menemui nabi Muhammad sekarang ingin menemui adiknya, ketika mendekati rumahnya ia menemukan adiknya sedang membaca Al-Qur’an, lantunan Al-Qur’an yang dibacakan Fatimah menjadikan Umar bin Khatab kagum, tetapi kemarahannya masih memuncak.

 

  • Umar pun masuk kedalam rumah dan ditamparlah adiknya, keluarlah darah dari mulutnya fatimah, Umar pun Berakata: “apa yang kau baca, wahai Fatimah?”

Fatimah menjawab: “ini adalah ayat-ayat Allah, kitab Al-Qur’an.”

Umar berkata: “berikan kitab itu”

Fatimah menjawab: “engkau adalah orang yang najis, engkau tidak boleh memegang kita suci ini, kalau engkau ingin memegang maka mandilah!”

 

  • Di saat itu Fatimah melihat perubahan yang sangat besar sekali pada diri Umar bin Khatab. Umar pun berakata: “dimana Muhammad?” karena Fatimah melihat perubahan yang besar itu maka ditunjukanlah Muhammad itu dirumahnya Arqa.

 

  • Maka Umar pun menuju rumah sahabt nabi itu, dan ketika itu ia berteriak: “ya Muhammad”, ketika nabi sedang duduk bersama sahabatnya diantaranya terdapat Hamzah. Hamzah berkata kepada nabi: “ya nabi Muhammad itu adalah Umar bin Khatab, yang memusuhi Islam yang ingin membunuhmu.

Nabi Muhammad menjawab: “biarkanlah ia masuk, jika terjadi sesuatu saya yang akan menghadapinya”

 

  • Maka masuklah Umar ke dalam rumah, nabi pun berdiri dan memegang kerah Umar dan berkata: “sekarang ya Umar” dan Umar bin Khatab pun ketika itu membaca Syahadat.

 

  • Bahwa dari bacaan Al-Qur’an itu merubah hatinya yang dulunya orang paling bengis dan paling banyak membunuh umat Islam, tetapi dengan izin Allah ia pun masuk Islam bahkan menjadi Khalifah, bahkan jasadnya saat ini berada di samping makamnya orang yang paling mulia yaitu nabi Muhammad SAW.
  • Jika sebeuah ulat yang sebelumnya banyak orang yang jijik, kemudian mengalami proses yang luar biasa kemudian keluar dari kepongpong dan menjadi kupu-kupu yang begitu indah.

 

  • Sama seperti kita, kita memasuki kepongpongnya Ramadhan, kita bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah didalamnya sebagai bekal kita di akhirat. Maka yang sebelumnya jarang melaksanakan ibadah yang sunnah maka kerjakanlah, yang sebelumnya jarang membaca Al-Qur’an maka bacalah! Maka setelah kita keluar dari kepongpongnya ramadhan kita akan dicintai oleh umat Islam.

 

  • Orang yang beriman adalah orang yang hanya mempercayai rukun iman dan Islam tetapi orang yang bertaqwa adalah orang yang mempercayai dan mengamalkan seluruh ajaran islam.  Maka marilah kita menambah ketaqwaan kita.

 

  • Di bulan suci Ramadhan kita juga dilatih untuk menahan amarah, disini juga kita diajarkan untuk menahan nafsu dan selalu memberi maaf. Bulan ramadhan ini melatih kita untuk selalu menjadi lebih baik lagi dan lagi.

 

  • Ada 4 golongan di kehidupan kita:
  1. Orang yang bahagia dunia tetapi sengsara di akhirat.

Orang yang seperti ini memiliki kebahagiaan, memiliki harta yang banyak tetapi ia lupa bahwa harta yang miliki tidak akan ia bawa mati, ada juga yang sombong tidak mau beridabah, tidak sholat dan berpuasa apalagi zakat. Ia bahagia di dunia tetapi ia tidak berbuat baik maka ia akan sengsara di akhirat.

 

  1. Orang yang bahagia di dunia dan bahagia juga di akhirat

Mengerti bahwa semua harta yang kita miliki merupakan titipan, paham bahwa semua ini merupakan ujian, maka ia sabar dan Ikhlas karena ia mengerti untuk apa harta yang Allah berikan kepada kita, maka ia banyak bersyukur dan mengamalkan banyak ibadah.

 

  1. Orang yang sengsara di dunia tetapi bahagia di akhirat

Orang yang seperti ini banyak di uji di akhirat, diuji dengan harta benda, maka ia pun terus berdoa dan mengamalkan ibadah yang banyak. Sabar ikhlas dan istiqomah meskipun tidak bisa membantu dengan harta dapat membantu dengan tenaga.

 

  1. Orang yang sengsara di dunia dan sengsara di akhirat

Banyak orang yang seperti ini di dunia, sudah sengsara di dunia sengsara juga di akhirat, semoga kita dijauhi dari keadaan ini, sudah hidupnya pas-pasan ia pun jauh juga dengan ibadah.

 

Related Articles

Kuliah Shubuh: Allah Sebagaimana Prasangka Hamba-Nya

Kuliah Shubuh: Allah Sebagaimana Prasangka Hamba-Nya

Kuliah Shubuh: Maknailah Kehidupan Untuk Perubahan!

 

 

 

Kuliah Shubuh: Perbarui Iman Kalian!

0

Senin, 7 Ramadhan 1442 H/17 April 2021, usai shalat Shubuh di Masjid Jami’ PMDG diadakan kuliah Shubuh. Kuliah Shubuh kali ini disampaikan oleh H. Mulyono Jamal, M.A beliau menyampaikan tentang “perbarui iman kalian!”. Berikut ringkasan beberapa poin kuliah yang disampaikan oleh beliau:

 

 وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا قَالَ أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 

 Artinya: Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perbaharuilah iman kalian, ” maka ditanyakan kepada beliau; “Bagaimana kami memperbaharui iman kami wahai Rasulullah?” beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perbanyaklah mengucapkan, LAA ILAAHA ILLAALLAH.” (H.R. Ahmad) 

 

  • Bagaimana cara kita memperbarui niat? Yaitu dengan cara memperbanyak membaca kalimat LAA ILAAHA ILLAALLAH, apakah sudah cukup memperbarui niat hanya dengan mengucapkan LAA ILAAHA ILLAALLAHsaja? Tentunya tidak.

 

  • Definisi dari pada iman itu ada bermacam-macam, dalam ilmu Aqaid menerangkan:

 

الإيمان قول و عمل / الإيمان يذيد بالطاعة وينقص بالمعصية .

 

  • Berarti iman kita itu bisa pasang dan surut, kenapa? Karena iman itu hakikatnya buka hanya I’tiqaddalam hati. Dilihat dari definisi yang lain:

 

الإيمان إعتقاض بالقلب و الإكرار باللسان والأعمال بالجوارح والأعمال بالأركان

 

  • Maksud dari pengertian ini adalah marilah kita perbarui/ulang-ulang dengan cara memperbanyak mengucapkan LAA ILAAHA ILLAALLAH.Coba kita sadari bahwa iman itu terdapat perbuatan-perbuatannya, ucapannya dan aqidahnya.

 

  • Inti dari pada iman kita terdapat padaaqidah tauhid, apa saja aqidah tauhid itu? Aqidah tauhid itu memiliki 3 dimensi:
  1. Uluhiyah (ibadah)
  2. Rubbubiyah
  3. Dzatdan sifat

 

  1. Uluhiyah (ibadah)
  • Apa itu tauhid Uluhiyah? Uluhiyah dari kata Illah, Al-Illahartinya tuhan yang berhak disembah. Kalau LAA ILAAHA ILLAALLAH berarti tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, inilah yang dinamakan tauhid Uluhiyah (ibadah).

 

  • tauhid Uluhiyah (ibadah) maksudnya kita yakin seyakin yakinnya bahwa perbuatan menyembah itu hanya kepada Allah. Intinya semua kegiatan ibadah itu hanya bertujuan kepada Allah SWT.

 

  • Yang termasuk ke dalam ibadah itu seperti: Sholat, doa, puasa dan lain sebagainya, segala yang bersangkutan langsung kepada Allah dinamakan tauhid Uluhiyah atau tauhid Ibadah.

 

  • auhid Uluhiyah atau tauhid Ibadah juga termasuk di dalamnya Al-Ikhlas. Ikhlas itu artinya Lillahi Taala“hanya kepada Allah SWT”. Lillahi Taala banyak terdapat di dalam kegiatan ibadah, seperti niat dalam Sholat, berwudhu dan haji.

 

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

 

“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam”.)Q.S. Al-Imran: ayat 97)

 

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

 

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah……. (Q.S. Al-Baqarah: ayat 196)

 

  • Jadi haji dan umrah itu diakhiri dengan Lillah, maka disitulah tertulis Ikhlasul Al-Ibadah.

 

  • Pengertian Ikhlas dari segi bahasa artinya Kholisun, yaitu murni.Maksudnya niat kita itu murni hanya kepada Allah saja.

 

  • Kalau misalkan ada orang yang tidak pergi ke masjid untuk sholat berjama’ah berarti dipertanyakan tauhid Uluhiyah-nya, karena sholat di masjid itu kewajiban kita semua.

 

صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفرض بسبع وعشرين درجات

 

  1. Rubbubiyah
  • Rubbubiyah berasal dari kata Rabbul Al-Alamin ( tuhan semesta itu hanya Allah SWT), artinya kita yakin seyakin-yakinnya bahwa tuhan semesta itu hanya Allah SWT. Bahwa Allah adalah pencipta alam semesta ini, jadi segala sesuatu itu hanya berasal dari Allah seperti halnya rezeki kita.

 

  • Allah memelihara manusia dengan hukum-hukum syariah, Allah Rabbul Kainat“Allah menjaga semua benda-benda” artinya allah mengatur semua benda luar angkasa agar tidak menabrak satu sama lain.

 

  • Allah juga yang mengatur semua hukum-hukum dunia ini, ilmu yang kita pelajari berasal dari hukum-hukum yang Allah tetapkan. Seperti hukum grafitasi, tata surya, dll siapakah yang menciptakan hukum-hukum semua itu? Hanya Allah. Beginilah Allah mengatur kehidupan manusia.

 

  • Allah mengatur manusia itu ada 2 hukum yaitu hukum syariat Islam dan hukum pengetahuan umum.

 

  • Tauhid Rubbubiyah itu adalah keyakinan terhadap sesuatu itu hanya dari Allah SWT. Kalau tauhid Rubbubiyah ini diterapkan berarti semua manusia itu harus menjalankan kegiatan yang berisi hukum-hukum Allah. Berarti kalau ada manusia yang tidak menjalankan hukum Allah berarti dipertanyakan tauhid Rubbubiyah-nya?

 

  • Jika kita konsisten dengan ini segala kegiatan yang kita lakukan harus berlandaskan hukum Allah, seperti halnya ekonomi harus didasari hukum Allah, berpolitik juga harus didasari hukum Allah, semuanya harus dilakukan dengan hukum Islam.

 

  1. Dzatdan sifat
  • Tauhid Dzat dan sifat itu apa artinya? Bahwa kita yakin seyakin yakinnya bahwa dzat Allah itu hanya satu, Allah itu Maha Esa, hanya satu meskipun Allah sendiri memiliki banyak nama-nama yang baik yaitu Asmaul Al-Husna.

 

  • Berarti tauhid dzat dan sifat itu artinya bahwa Ar-Rahman (maha pengasih) itu hanya Allah, Ar-Rahim (maha penyayang) hanya Allah, Al-Maliku (Maha Kuasa), Al-Quddus (Maha Suci) hanya Allah, semua Asmaul Al-Husna itu hanya Allah.

 

  • Ada orang dia mengaku bahwa bahwa Allah Maha Esa, beragama Islam tetapi ia menyakini yang lain. Seperti ia menyakini suatu benda yang dapat membuatnya selamat, bahwa ia menyakini bahwa ada keselamatan yang berasal selain dari Allah, kita tidak boleh memakai segala jenis jimat.

 

  • Bahwa orang yang menyakini atau memakai jimat itu dipertanyakan tauhidnya?

 

  • Maka dari itu perbarui iman kalian! dengan cara membaca LAA ILAAHA ILLAALLAHdengan segala pengertiannya tadi, intinya adalah tauhid yang 3 tadi dan pengamalannya juga

Related Articles

Kuliah Shubuh: Allah Sebagaimana Prasangka Hamba-Nya

Kuliah Shubuh: Maknailah Kehidupan Untuk Perubahan!

Kuliah Shubuh: Berbuatlah Berdasarkan Ilmunya

Kuliah Shubuh: Allah Sebagaimana Prasangka Hamba-Nya

0

Ahad, 6 Ramadhan 1442/18 April 2021, usai shalat Shubuh di Masjid Jami’ PMDG diadakan kuliah Shubuh. Kuliah Shubuh kali ini disampaikan oleh Al-Ustadz H. Noor Syahid, M.Pd. di mana beliau menyampaikan tentang bagaimana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih kemuliaan; bahwa Allah ialah sebagaimana prasangka hamba-Nya kepada-Nya. Berikut ringkasan beberapa poin kuliah yang disampaikan oleh beliau:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي، إِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

  • Allah adalah sebagaimana prasangka kita kepada-Nya. Allah selalu membersamai mereka yang berdzikir, mengingat Allah dan berprasangka bahwa Allah selalu bersamanya. Bahkan bila kita mendekat kepada-Nya sejauh satu jengkal, Ia akan mendekat kepada kita sejarak satu hasta.
  • Allah akan membersamai hamba-hamba-Nya yang berdoa dan mendekatkan diri kepada-Nya. Firman Allah yang menyatakan itu:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

  • Ayat ini disebutkan di tengah-tengah ayat tentang puasa, yang berarti ketika puasa kita juga harus selalu ingat untuk memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT.

 

  • Berdoa kepada Allah yang dapat membuat kita semakin dekat kepada-Nya terikat dengan 3 hal; Waktu, Tempat, dan Cara (disingkat WTC).

 

  • Bila berkaitan dengan waktu: Allah SWT akan lebih memperhatikan doa-doa yang dipanjatkan ketika waktu-waktu yang memang Allah tentukan. Contoh:

قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًۭا. نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا

 

  • Bila berkaitan dengan cara: berdoa memiliki cara-cara yang ditunjukkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

  • Semua perintah yang ada di surat Al-Muzzammil disebutkan dengan shighatul mufrad (untuk satu orang), karena bila diwujudkan secara keseluruhan maka akan meraih kemuliaan dan kehormatan individu.

 

  • Ciri-ciri kemuliaan dan kehormatan bersama atau kolektif, dapat dilihat pada surat al-Insan:

إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍۢ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

  • Tidak berhenti ketika sudah meraih kemuliaan tersebut, tapi harus terus diikuti dengan istiqamah.zahrulmuhsinin

 

Related Articles:

Kuliah Subuh: Fenoma-Fenoma Yang Dijelaskan Di Dalam Al-Qur’an

Kuliah Shubuh: Maknailah Kehidupan Untuk Perubahan!

Kuliah Shubuh: Berbuatlah Berdasarkan Ilmunya

Kuliah Subuh: Fenoma-Fenoma Yang Dijelaskan Di Dalam Al-Qur’an

0

Sabtu, 5 Ramadhan 1442 H/17 April 2021, usai shalat Shubuh di Masjid Jami’ PMDG diadakan kuliah Shubuh. Kuliah Shubuh kali ini disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A, beliau menyampaikan tentang fenomena-fenomena yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Berikut ringkasan beberapa poin kuliah yang disampaikan oleh beliau:

 

  • Fenomena-fenomena yang terjadi sekitar Al-Qur’an:
  1. Ternyata anak-anak di belahan bumi ini ada daerah, ada suatu wilayah pada masa tertentu matahari tidak terbenam, bagaimana itu? Jadi matahari itu terus sepertinya mau terbenam tetapi terbit lagi, jadi untuk membedakan antara pagi dan sore itu tidak jelas. Dan ternyata ini sudah di jelaskan di dalam Al-Qur’an.

 

(Q.S. Al-Kahfi:89-90)ثُمَّ اَتْبَعَ سَبَبًا,حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلٰى قَوْمٍ لَّمْ نَجْعَلْ لَّهُمْ مِّنْ دُوْنِهَا سِتْرًا ۙ

 

  • Di sini timbullah pertanyaan, Siapa yang memberitahu nabi Muhammad dengan keadaan seperti itu? Wilayahnya jauh dari negara Arab tapi nabi Muhammad ada yang memberitahu, yang memberi tahu zat Yang Maha Tahu.

 

  • Yang penting bukan itu, mereka itu berpuasa, kita berpuasa 12 jam lah kalau mereka puasa beberapa jam, sahur dan buka menjadi 1 waktu. Bahkan suatu ketika ulama arab ingin membantu mereka berpuasa dengan benar, tetapi utusan dari mereka justru berpidato dengan menyayat hati.

 

  • “Bapak bapak yang kami cintai dan kami sayangi karena semuanya sudah menyayangi kami dan membicarakan kami bagaimana kami berpuasa. Sebetulnya kami tidak terlalu repot dan terlalu kesulitan untuk menjalankan puasa dan sudah kami jalankan sejak nenek moyang kami dulu dan kami tidak apa-apa.

 

  • Bayangkan sangat menyayat sekali sambutannya, karena memang puasa itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar percaya pada Allah, mereka-mereka yang beriman dan percaya pada Allah niscaya tidak akan mendapatkan masalah justru akan mendapatkan manfaat pada diri manusia baik pada rohani atau jasmani. Karena jelas:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

 

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al- Baqarah 2:183.)

 

  • Disini letaknya karena beriman menjalankan apa saja, orang lain merasa itu sulit kalau misalkan orang yang sudah tua melihat kalian di sini mereka merasa heran, sudah berpuasa kok masih saja berolahraga dan bekerja, tetapi kita yang di sini justru malah baik-baik saja.

 

  • Tapi ternyata beliau-beliau yang puasanya segitu justru malah tidak cukup 30 hari. Ingin menambah puasa 6 hari (pada bulan Syawwal), atau bahkan ditambah sepanjang tahun; satu hari berpuasa dan satu hari tidak (atau dinamakan puasa Daud).
  • Itu karena beriman kepada Allah, beriman kepada Al-Qur’an, dan mereka membaca ayat Al-Qur’an itu tadi, mereka sangat bangga sekali ternyata kita yang berada di dalam sini tertulis di dalam agama Islam.

 

  • Kita yang berpuasa 12 jam saja sahurnya banyak bahkan sampai 2 piring, minumnya pun juga banyak lah mereka berpuasa itu bahkan sampai 22 jam atau bisa lebih, ini kalau misalkan orang sudah dekat dengan Al-Qur’an semua itu akan sangat ringan.

 

  1. Dulu ketika 90-an, banyak media menuliskan tentang kemampuan anak SD untuk menerima informasi/merekam informasi. Singkatnya semua alur itu sama, yaitu anak SD itu jangan dibebani macam-macam, pelajaran anak SD saja sudah banyak maka jangan di bebani lebih dari itu.

 

  • Di sini masih belum terlihat, terlihat ketika itu lembaga pendidikkan Al-Qur’an mulai menjamur, kemudian muncul metode yang lain. Kalau di Gontor metodenya lebih lama lagi, dulu itu metodenya membaca huruf arab tetapi dijawa-kan. Dan ternyata sekarang ada aplikasi belajar Al-Quran dengan sistem jam-jaman.

 

  • Beliau berkata seperti itu dengan maksud polos, tetapi padahal maksudnya anak-anak SD itu agar tidak dibebani membaca huruf hijaiyah, ada di balai desa, di masjid semua ini menjamur, fenomena ini kalau kita ini dari keberkahan Al-Qur’an.

 

  • Ini dia orang yang ingin menghambat pembelajaran Al-Qur’an itu tidak berhasil, bahkan di tempat lain ada suatu wilayah mengeluarkan Perda (peraturan Daerah) daerah, perda ini ingin membutakan huruf Al-Qur’an, akhirnya Perda ini di batalkan, insyaallah tidak berhasil karena Al-Qur’an sudah di jaga oleh Allah SWT.

 

  • Kenapa tidak berhasil, anak SD hafal 30 juz, kemudian tamat SD ilmu SD dilahap, ternyata mereka tidak tahu siapa yang dilawan. Inilah I’jazul Al-Qur’an. Al-Qur’an sedang menunjukkan tanda-tandanya itu semua dari Allah SWT.

 

  • Dan ternyata sekian banyak usaha untuk membuat Al-Qur’an itu tidak disukai, tidak disenangi, itu sudah banyak usaha-usaha itu.

 

  • Dulu ketika tahun 60-an saya tinggal di kampung-kampung terjadi fenoma lagi, di sana itu baca Al-Qur’an itu tidak fasih, itu dulu. Suatu ketika ada seorang bapak-bapak meruqiyah, mengobati anaknya yang panas dengan bacaan seperti itu, sembuh. Padahal tidak fasih. Inilah Al-Qur’an menunjukkan tanda-tanda yang lain, kali ini Al-Qur’an bisa digunakan untuk mengobati.

 

  1. Ada fenomena-fenomena yang sekarang ini tidak bisa dipungkiri, orang pintar setingkat profesor, doktor-doktor, dan banyak para ahli lainnya. Satu persatu mereka masuk Islam karena Al-Qur’an.

 

  • Ada seorang ilmuan dari Perancis, itu sangat terkesan sekali dengan salah satu ayat di dalam Al-Qur’an:

فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ

Artinya: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Q.S. Yunus ayat 92.)

 

  • Ini cerita tentang Firaun, bahwa Allah berfirman “kali ini kami selamatkan jasadmu, untuk tanda bukti kebesaran ku dimasa masa yang akan datang”

 

  • Siapa yang memberitahu Muhammad akan hal ini, tentu saja Zat Yang Maha Tahu, apa yang terjadi, kebetulan ketika itu Mesir dijajah oleh Inggris, kalau penjajah ingin mengerut harta karun, ternyata di sana ada gunung keramat, kemudian di gali di sana ada lubang, ternyata di ruangan itu ada jebakan maka budak-budak disuruh masuk, kemudian jebakannya sudah habis mulai dibersihkan kembali.

 

  • Ternyata ada ruangan 2 kali lipat lebih besar dari ruangan ini, disitu tempat menaruh jasad Firaun, terdapat petinya didalamnya menyilangkan tangannya. Itu ditemukan. Kapan ditemukannya? Ternyata di temukannya 3000 tahun kemudian.

 

  • Mumi itu setelah dibawa ke museum ternyata ada jamur ingin diperbaiki dan diperiksa, kemudian dibawa ke Prancis, setelah dibawa ke Prancis disana diperiksa macam-macam salah satunya ada dukun-dukun takutnya ada jimatnya.

 

  • Tetapi yang namanya Moris Mogami, yang ditemukan ternyata ada zat garam yang ada di dalam tubuh Firaun itu, maka mereka yakin bahwa Firaun itu mati di laut, tetapi siapa yang memberitahukan nabi Muhammad tentang itu. Maka nabi Muhammad itu tidak bohong.

 

  • Ada fenomena yang lain lagi, ada ayat yang menjelaskan:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Q.S. Al-Hadid (52) ayat 25)

  • Jadi zat besi itu dulu bukan miliknya dunia, tapi zat besi ini didatangkan oleh Allah ke bumi ini, kemudian manusia bisa memanfaatkan. Film “Transformers“, mereka terinspirasi dari bacaan Al-Qur’an bahwa zat besi itu datang dari tempat yang lain bukan aslinya penduduk bumi tetapi Allah datangkan dari luar bumi. Akhirnya di kembangkan zat besi itu bisa berbicara, sama seperti handhphone kalian yang kecil itu besi berbicara dan merekam itu berasal dari bahan-bahan yang kecil kecil itu. DinulCahya

 

Related Articles

Kuliah Shubuh: Maknailah Kehidupan Untuk Perubahan!

Kuliah Shubuh: Berbuatlah Berdasarkan Ilmunya

Kuliah Shubuh: Meraih Gelar Taqwa di Bulan Ramadhan

Kuliah Shubuh: Maknailah Kehidupan Untuk Perubahan!

0

Kuliah Shubuh di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor pada hari Jum’at, 4 Ramadhan 1442/16 April 2021 disampaikan oleh Al-Ustadz H. Imam Shobari, S.Ag. yang menjelaskan tentang pentingnya memaknai kehidupan untuk perubahan kita menjadi lebih baik. Berikut ringkasannya:

  • Dalam menyikapi hidup ini, kita tidak boleh statis. Bahkan terhadap hal yang kecil sekalipun, kita harus memahami apa yang ada di balik itu. Karena Allah tidak pernah menciptakan sesuatu kecuali ada tujuannya.

ربّنا ما خلقت هذا باطلا

  • Perubahan sikap ke arah yang positif adalah untuk kebaikan diri kita sendiri.

 

  • Maknailah kehidupan yang kita jalani ini untuk perubahan. Hidup untuk perubahan; dari yang kurang menjadi lebih, dari yang tidak baik menjadi baik, bahkan dari yang baik masih bisa menjadi lebih baik lagi. Jangan sampai berubah ke arah yang lebih buruk.

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح

ومن كان يومه مثل أمسه فهو خاسر

ومن كان يومه شرا من أمسه فهو مغبون

 

  • Jangan melek walang! Melek yang tidak mau melihat, berfikir, apalagi merenungi. Ambillah pelajaran.

إنّ في خلق السموات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب

  • Kalau kita lihat dari ujung kepala sampai ujung kaki saja, banyak sekali yang bisa diambil manfaatnya. Kalau kita mau menelisik lebih dalam.

 

  • Jadilah mandiri. Berkiprah di masyarakat tanpa harus meminta-minta. Seperti yang diajarkan pondok: memperhatikan segala hal secara keseluruhan, dan mempunyai sikap berdikari.

 

  • Ketahui, kenali, dan kuasai dirimu. Kalau kamu tahu dirimu, maka kamu akan menjadi kamu (dirimu yang sebenarnya). Masalah yang ada sekarang adalah: banyak orang yang tidak tahu dirinya sendiri. Akhirnya kalau ada salah, malah menyalahkan orang lain. Padahal kesalahan itu datang dari dirinya.

 

  • Puasa mengajari kita untuk mengetahui diri kita sendiri. Apa kelebihan dan kekurangan kita. Di samping itu, puasa juga merupakan salah satu proses pembiasaan. Sebagaimana jelas disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Al-Furqon ayat 72:

والذين لا يشهدون الزور وإذا مرّوا باللغو مرّوا كراما

Ayat itu menjelaskan tentang orang-orang yang menjauhi perkataan dan perbuatan yang buruk atau kedustaan, serta orang-orang yang menjaga kehormatan dirinya dengan tidak mendekati perbuatan maksiat atau kebatilan yang tidak ada faedah. Dan semua itu bisa kita lalui dengan bersabar, yang dilatih selama kita berpuasa.

 

  • Kita pasti akan melalui dan menghadapi laghwun di dalam hidup kita. Maka ketika kita menghadapinya, jangan sampai kehilangan pedoman. Perbanyaklah berdzikir.
  • Ibadah yang kita lakukan dengan sebaik mungkin sangat memiliki kaitan dengan masa depan kita.

 

  • Pondok tidak mengajarkan kita untuk membenarkan kebiasaan, tapi untuk membiasakan kebenaran. Kebiasaan kita tentunya nanti akan dinilai oleh masyarakat, dan menjadi raport pondok. Inilah dakwah kita kepada masyarakat.
  • Ketika pulang nanti, jadilah orang yang berarti. Berguna, dan bermanfaat. Tidak statis atau mabni. Istiqamah terhadap apa saja yang sudah dipelajari di pondok.
  • Harus berani berubah menjadi lebih baik lagi. Jangan sampai rintangan menjadikan kita berhenti berkembang, apalagi sampai berlindung di zona aman. Keluarlah dari zona itu.

 

  • Puasa dapat menempa diri kita. Membuat kita menjadi orang yang sabar, mampu menghadapi kehidupan.
  • Sabar itu memang berat, tapi ia merupakan amalan yang lebih utama. Bahkan di dalam Al-Qur’an disebutkan sabar dahulu baru shalat, karena orang yang bersabar itu pasti menunaikan shalat dengan sebaik mungkin.

واستعينوا بالصبر والصلاة إنّ الله مع الصابرين

 

  • Jadikan puasa sebagai pelindung kita dari api neraka.

جُنّة يُستجنّ بها من النار

  • Berpuasa satu hari saja, kalau diniatkan dengan betul-betul, fii sabilillah,dapat menjaga kita dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun (waktu perjalanan).

من صام يوما في سبيل الله باعد الله وجهه عن النار سبعين خريفا

  • Semoga kita berpuasa dengan tetap mengingat tujuan utama kita menunaikannya, yaitu menggapai Ridha Allah.zahrulmuhsinin

 

Related Articles:

Kuliah Shubuh: berbuatlah berdasarkan ilmunya

Kuliah Shubuh: Meraih Gelar Taqwa di Bulan Ramadhan

Kuliah Shubuh: Sudah Ada Sejak Awal Berdirinya Pondok

Kuliah Shubuh: Berbuatlah Berdasarkan Ilmunya

0

Kuliah Shubuh di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor pada Kamis pagi, 3 Ramadhan 1442/15 April 2021 disampaikan oleh Al-Ustadz Syarif Abadi. Dalam kuliahnya, beliau membicarakan tentang bagaimana seorang muslim harus mengerjakan semua amalan berdasarkan dengan ilmu yang telah ia pelajari. Berikut ringkasannya.

  • Belajar ilmu itu penting, karena ia menjadi perhiasan bagi pemiliknya.
  • Belajar ilmu Fiqh juga merupakan sebaik-baik penuntun kepada kebajikan dan taqwa dalam amalan kita.
  • Jangan sampai mengerjakan sesuatu tanpa ilmu.
  • Mencari ilmu itu harus dengan kesungguhan.

تــعلم فإنّ العلم زيــن لأهله وفضــل وعنوان لكل المحــامــد

وكن مستفيدا كل يوم زيادة من العلم واسبح في بحور الفوائد

تفقّــه فإنّ الفقه أفضل قائــد إلى البرّ والتقوى وأعدل قاصــد

  • Amal yang tanpa ada ilmunya itu tidak diterima. Maka jika kita ingin mengerjakan sesuatu harus didasari dengan ilmunya. Ini kesyukuran bagi kita semua, karena menuntut ilmu sekarang lebih mudah, tidak seperti dulu yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk menutut ilmu.
  • Shalat 2 rakaat sebelum Shubuh apa hikmahnya?

ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها

  • Apa hikmah jama’ah sholat shubuh? Jamaah shalat shubuh itu mitslu qiyami-l-lail (sama dengan menghidupkan satu malam penuh), kalau isya sama dengan nishfu-l-lail (seperti menghidupkan setengah malam).

 

  • Berbuat amalan apapun itu harus punya dasar. Berbuat berdasarkan dalil, harus tahu dan belajar. Kalau sudah belajar tapi tidak diamalkan, maka akan diadzab. Bahkan ia diadzab sebelum para penyembah berhala.

فعالم بعلمه لم يعملن معذّب من قبل عبّاد الوثن

 

  • Kita adalah sebaik-baiknya umat, umatnya sebaik – baik nabi. Khoiru-l-Anbiya wa Imamu Ar-Rusul. Ketika nabi muhammad Isra (perjalan nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) ketika di pertengahan jalan banyak terjadi peristiwa. Seperti Ada orang yang sedang mengetam namun di belakangnya sudah tumbuh lagi, yang mana ini seperti orang bersedekah.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

 

  • Dari Masjidil Aqsa, naik ke atas sampai ke Sidrotul Muntaha itu dinamakan Mi’raj. Langit pertama bertemu dengan nabi Adam a.s., langit kedua bertemu dengan nabi Idris a.s., ketiga nabi Yusuf a.s., sampai ke langit keenam bertemu dengan nabi Musa a.s. dan langit ketujuh bertemu dengan nabi Ibrahim a.s., sampai di sini jibril tidak bisa naik.

 

  • Selanjutnya nabi Muhammad SAW sendiri yang naik ke atas. di sana ia mendapatkan perintah kewajiban mengerjakan shalat 50 rakaat. Nabi Kemudian turun dan bertemu nabi Musa a.s., kemudian nabi Musa a.s. meminta untuk dikurangi karena umat nabi Muhammad tidak akan sanggup jika mengerjakan 50 rakaat. Kemudian naiklah kembali nabi Muhammad SAW dan meminta keringanan, kemudian dikurangi 40. Nabi SAW bertemu kembali dengan nabi Musa a.s. dan ternyata masih terlalu berat, lalu dikurangi lagi menjadi 30, sampai berjumlah 5 rakaat. Bahkan ketika sudah 5 rakaat, nabi Musa a.s. pun masih meminta untuk dikurangi lagi, tetapi Allah SWT berkata:

هي خمس وهي خمسون

  • Jadi, shalat yang 5 waktu itu setara dengan 50 kali pahala shalat.

 

  • kita ini sebaik-baiknya umat, dengan mempunyai ciri-ciri khusus dari bekas sujud dan wudhu kita. Bahkan di akhirat kita seperti memakai pakaian yang indah dan mahal sekali, namanya ghurrah. Maka, mari kita laksanakan wudhu dan tunaikan shalat dengan sebaik-baiknya, agar nanti di akhirat menjadi tanda umat Muhammad SAW.dinulcahya

 

Related Articles:

Kuliah Shubuh: Meraih Gelar Taqwa di Bulan Ramadhan

Kuliah Shubuh: Sudah Ada Sejak Awal Berdirinya Pondok

Kiai Gontor Rilis Lagu Baru; ‘Akankah Dunia Rela’

Kuliah Shubuh: Meraih Gelar Taqwa di Bulan Ramadhan

0

Kuliah Shubuh di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor pada Rabu pagi, 2 Ramadhan 1442/14 April 2021 disampaikan oleh Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc.. Dalam kuliahnya, beliau membicarakan tentang bagaimana seorang muslim meraih gelar taqwa di bulan yang suci ini. Berikut ringkasannya.

  • Budayakan dan optimalkan bersyukur, apapun keadaan kita di dunia ini. Bahkan kalau kita lihat nikmat Allah kepada kita dari sejak lahir, jumlahnya tidak terhitung.
  • Umur kita berada pada genggaman Allah. Maka setiap kali kita temukan ada kesempatan hidup, kita patut bersyukur.

لإن شكرتم لأزيدنّكم

 

  • Setelah berpuasa, kita seharusnya mendapatkan gelar ‘orang yang bertaqwa’. karena taqwa adalah goal terakhir daripada puasa. Dan itu memerlukan proses yang panjang dan tidak mudah.

لعلّكم تتّقون

  • Taqwa secara bahasa: menjaga, menahan diri, membentengi diri dari hal yang bernuansa dosa. Dengan apa kita menahan diri? Dengan ibadah dan aktivitas hidup tertentu, agar tidak terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan.

 

  • Kalau diibaratkan, bulan puasa Ramadhan ini seperti sebuah madrasah. Lembaga pendidikan yang menggembleng para siswanya dengan kurikulum tertentu, dan nantinya akan diwisuda. Dan yang diwisuda, nantinya akan meraih gelar ‘taqwa’.
  • Kurikulum yang ada di madrasah Ramadhan ini ada yang wajib; yaitu puasa, dan ada juga yang sifatnya pilihan; hukumnya tidak wajib tapi bila dikerjakan akan mendapatkan pahala lebih. Contohnya seperti membaca Al-Qur’an, sedekah, memperbanyak dzikir, dan yang lainnya.

 

  • Puasa itu disebut juga imsak, yang artinya menahan.
  • Kenapa dinamakan imsak? Karena ternyata di dalam diri kita memang terdapat keinginan atau kecenderungan, yang kalau dituruti semuanya tanpa dibatasi maka akan menerjang rel-rel syariah dan menjerumuskan ke dalam jurang kemaksiatan. Untuk itulah, keinginan tersebut harus dibatasi dan direm. Harus di-imsak.
  • Kecenderungan apa itu? Itulah yang dinamakan dengan Hawa Nafsu. Keinginan yang selalu bergejolak.
  • Di dalam diri kita sebenarnya sedang terjadi peperangan besar nan mahadahsyat, yaitu antara diri kita dengan hawa nafsu.
  • Nafsu itu sifatnya cenderung kepada keburukan.

ميّالة إلى الشرّ، وفرّارة من الخير

 

  • Kalau puasa hanya sekedar menahan makan dan minum, itu masih terlalu mudah. Yang lebih sulit dan lebih hebat lagi, yaitu puasa yang tidak hanya menahan makan dan minum, tapi juga menahan gejolak jiwa yang jelek.
  • Contoh: menahan mulut untuk tidak ghibah, atau sekedar membicarakan yang jelek. Hal itu memang tidak mudah, tapi justru bila tidak ditahan maka akan merusak pahala puasa kita.

 

  • Dalam satu hadis disebutkan bahwa puasa itu seperti ‘perisai’. Puasa akan menjadi perisai yang kuat dan betul-betul menahan dari nafsu, selama ia tidak dirusak.

الصوم جُنّة، ما لم يخرقها

  • Bagaimanakah rusaknya puasa? Di dalam hadis yang sama disebutkan bahwa perbuatan yang dapat merusak ‘perisai’ orang yang berpuasa adalah berbohong atau berbuat ghibah.

بم يخرقها؟ قال: بكِذب أو غيبة

  • Bila perisai tersebut sudah rusak atau berlubang, maka perisai itu tidak berguna lagi.
  • Dengan demikian, puasa pada tingkat yang lebih tinggi adalah puasa yang tidak hanya menahan makan dan minum saja, tapi juga menahan gejolak nafsu dan tidak terjerumus kepada kemaksiatan. Puasa yang mampu dijadikan sebagai perisai, yang mampu menghindarkan dari bohong,ghibah, ataupun perbuatan tercela lainnya.

 

  • Kebiasaan baik selama di bulan Ramadhan harus dijaga dan dipertahankan bahkan hingga di luar bulan Ramadhan. Jangan sampai ketika Ramadhan mampu menahan diri, namun setelah Ramadhan selesai semua itu malah dilanggar. Ingatlah bahwa godaan nafsu itu tidak akan pernah berhenti. Kalau tidak ditahan, maka akan terus berkelanjutan bahkan semakin menjadi-jadi.

 

  • Terdapat sebuah ungkapan hikmah yang menggambarkan tentang kualitas taqwa, yaitu kisah tentang nabi Yusuf a.s. yang selalu kelaparan. Ketika ia ditanyai pertanyaan, “mengapa engkau memilih kelaparan, padahal engkau adalah bendaharawan negeri (dan engkau bisa saja mengambil walau sedikit dari persediaan yang ada supaya sekedar tidak merasa kelaparan)?” lalu pertanyaan itu dijawab oleh nabi Yusuf, “aku takut apabila aku merasakan kenyang, kemudian aku melupakan mereka yang kelaparan di luar sana”. Jawaban tersebut sekaligus menjadi bukti dari ketaqwaan nabi Yusuf, bahwa yang mendorongnya untuk merasa khawatir dengan keadaan tersebut adalah oleh sebab ketaqwaan di dalam dirinya.zahrulmuhsinin

قيل ليوسف عليه السلام: ما لك تجوع وأنت على خزائن الأرض؟ أجاب: أخاف أن أشبع فأنسى الجائعين

 

Related Articles:

Kuliah Shubuh: Sudah Ada Sejak Awal Berdirinya Pondok

Pondok Berdiri Bersama Kultum Shubuh

K.H. Hasan Abdullah Sahal Mengisi Kuliah Shubuh di Masjid Namira, Lamongan

Kuliah Shubuh: Sudah Ada Sejak Awal Berdirinya Pondok

0

Selasa, 1 Ramadhan 1442 H/13 April 2021, usai shalat Shubuh di Masjid Jami’ PMDG diadakan kuliah Shubuh. Kuliah Shubuh kali ini disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan PMDG. Berikut ringkasan beberapa poin kuliah yang disampaikan oleh beliau.

  • Berdirinya pondok ini bukan pakai proposal, yayasan, atau yang lainnya. Tapi berdirinya pondok ini dimulai dari pertunjukan petasan, kabaret, dan akrobat.
  • Kuliah Shubuh sudah ada bersamaan dengan berdirinya pondok ini.

 

  • Berdirinya pondok ini karena: 4) kemauan, 3) keterpanggilan, 2) nurani, 1) hidayah.
  • Menyebutnya dimulai dari nomor 4 karena yang tiga pertama tidak kelihatan, tidak bisa diuraikan.
  • Orang banyak yang bertitel, berkualitas, punya potensi, tapi kalau tidak punya kemauan maka tidak akan bisa mendirikan pondok.

 

  • Lebih baik mana; menjadi dosen, bertitel, lalu menjadi tokoh, baru membangun pondok, atau menjadi santri, mondok, lulus, menjadi tokoh, kemudian menjadi dosen?
  • Keduanya baik tapi kurang; karena yang pertama mendirikan pondok hanyalah pada sisa-sisa umurnya, dan yang kedua karena setelah menjadi tokoh kemudian dia lupa dengan pondok.
  • Apa yang bisa membuat santri lupa (dengan pondoknya)? Baju, jubah, titel di dunia.
  • Kenapa bisa melupakan pondok? Apa yang membuat lupa kepada Allah? Kepada pondok?

ما غرّك بربّك الكريم؟

  • Jangan lupakan Tuhanmu! Terutama karena predikatmu adalah sebagai santri.

 

  • Kalau tidak punya kemauan mendirikan pondok, lebih baik tidak usah. Kasihan santrinya.
  • Jangan mendirikan pondok karena tuntutan masyarakat, nanti bukannya jadi kiai tapi malah jadi pegawainya masyarakat.

 

  • Sekarang ini banyak yang bisa dibeli. Semua yang bisa dibeli dengan uang itu murah. Berapapun harganya, meskipun milyaran.
  • Gontor tidak bisa dibeli, karena Gontor tidak dijual! Inilah identitas dan jati diri Gontor.

ومن الناس من يشري نفسه ابتغاء مرضات الله

 

  • Doa yang terbaik adalah

اللهم أنت السلام ومنك السلام وإليك يعود السلام وأدخلنا الجنة دار السلام

  • Salaam: kedamaian, kesejahteraan, kerukunan, bahkan surga juga dinamakan dengan ‘Darussalam’.
  • Salam yang terbaik adalah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

  • Kala untuk kafir: السلام على من اتبع الهدى

 

  • Totalitas kita adalah: tidak ada jalan tertutup untuk menuju kesuksesan. Tidak ada jalan tertutup untuk terus membina umat.

 

  • Gontor tidak berekonomi praktis, tapi ekonomi yang mendidik. Gontor tidak berpolitik praktis, tapi tidak buta politik dan tidak bisa dipermainkan oleh politik.
  • Gontor bukan gerakan ekonomi atau sosial. Yang mengelola adalah santri, dan mereka tidak dibayar bahkan tetap membayar SPP. Karena mereka mengelola bukan untuk membesarkan diri, tapi untuk membesarkan pondok.

 

  • Kalau mau tahu Gontor, maka datanglah ke Gontor saat Ramadhan. Gontor tetap penuh kegiatan, bahkan setiap setelah Shubuh ada namanya ‘Kuliah Shubuh’. Itulah mengapa ada ungkapan, “Belum sah menjadi santri Gontor kalau belum merasakan mukim (ketika Ramadhan)”.

 

  • Kuliah Shubuh ini mahal sekali, maka beruntunglah bagi mereka yang bermukim di pondok. Kuliah Shubuh harus kita hidupkan terus.

 

  • Pondok ini mengajarkan kehidupan. Supaya diingat; أركان الدين: الإسلام، الإيمان، الإحسان. Tiga rukun itu, kalau salah satunya tidak tegak, maka akan ambruk.
  • Rukun pondok: kiai, santri, pelajaran, dan kehidupan. Bukan pondok namanya kalau tidak ada kehidupan. Santri-santrinya mau mabuk-mabukan, melanggar dll yang penting kiainya sudah mengajarkan.
  • 4 rukun utama itulah yang membentuk pondok. Adapun yang lainnya; masjid, rayon, dan sebagainya hanyalah sarana saja.

 

  • Tahun ini banyak keluarga pondok ataupun saudara muslim yang telah dipanggil oleh Allah SWT mendahului kita. Kita doakan semoga mereka husnul khotimah, dan kita yang ditinggalkan semoga bisa meneruskan amanah mereka.
  • Harus move on. Menangis boleh, tapi tidak boleh menangisi.zahrulmuhsinin

 

Related Articles:

Kuliah Shubuh: Meraih Gelar Taqwa di Bulan Ramadhan

Kuliah Shubuh: Berbuatlah Berdasarkan Ilmunya

Kuliah Shubuh: Maknailah Kehidupan Untuk Perubahan!

 

Al-Ustadz Adib Budi Kusuma berpulang ke Rahmatullah

0

البقاء لله وحده
إنا لله وإنا إليه راجعون

Telah berpulang ke Rahmatullah Al-Ustadz Adib Budi Kusuma, S.Th.I. pada hari Kamis, 20 Sya’ban 1442/1 April 2021 pukul 19.28 WIB di Klinik Rogojampi, Banyuwangi.

Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Allahumma Aamiin.

 

Info Pemakaman Alm. Adib Budi Kusuma, S.Th.I.

Jum’at, 20 Sya’ban 1442 / 2 April 2021

12.00-08.00: Almarhum diberangkatkan dari Banyuwangi menuju Ngabar.

09.00-sebelum Jum’atan: Almarhum disemayamkan di rumah kediaman.

11.00: Almarhum diberangkatkan menuju Masjid Jami PMDG.

Setelah shalat Jum’at: Almarhum dishalatkan di Masjid Jami’ PMDG.

Setelah shalat Jum’at-selesai: Almarhum dimakamkan di Pemakaman PMDG.