Home Blog Page 157

Al-Ustadz Muhammad Sutikno Berpulang ke Rahmatullah

0

Berita Duka

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنا لله وإنا إليه راجعون

Telah berpulang ke Rahmatullah Al-Ustadz H. Muhammad Sutikno, B.A. pada hari Senin, 16 Sya’ban 1442/29 Maret 2021 pukul 16.50 WIB di RSU ‘Aisyiyah, Ponorogo.

Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Allahumma Aamiin.

Untuk informasi selanjutnya segera menyusul.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sekretaris Pimpinan PMDG

Video Motivasi Terakhir Ustadz Sutikno

 

UJIAN TULIS AKHIR TAHUN (PROSES MENUJU KESUKSESAN)

0

DARUSSALAM (22 maret 2021), pagi. Barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan kesuksesan, seperti pepatah dalam mahfudzot ini, dalam mencari ilmu kita harus bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam mendapatkannya. Seluruh santriwati Gontor Putri kampus 2 berkumpul di di sahatu-taa-si untukmengikuti pembukaan  ujian tulis akhir tahun, dimulai dengan Taujihat dan pengarahan oleh Bapak Wakil pengasuh Al-Ustadz Umar Said Wijaya,M.Pd serta Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz Lc. M.A.

            Ujian tulis ini dilaksanakan dari 22 Maret 2021-4 April 2021 dengan satu hari mencakup 3 pelajaran, serta di adakan dengan 2 pengawas dari ustdzah dan 1 pengawas dari santriwati kelas 6 di setiap ruang ujian. seluruh santriwati untuk fokus dalam belajar dan mengerjakan ujian tulis ini tanpa memikirkan suatu hal selain mata pelajaran dan tidak lupa untuk berdo’a dan menjaga kesehatan agar terhindar dari suatu hal yang tidak diinginkan dan tetap sehat wal afiyat.

            Maka persiapan yang ketat untuk menjawab soal ujian harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum datang nya masa ujian tulis. Karena sangat tidak memungkinkan kalau hanya dalam waktu semalaman mempelajari 3 mata pelajaran sekaligus.

            karena diadakan ujian tulis ini untuk penentuan kenaikan kelas dan peningkatan derajat santriwati dalam menuntut ilmu. Disini lah kita mengetahui bagaimana santriwati belajar dengan ijtihad dan ibadaha mereka yang meningkat beserta untum menambah ozon keberkahan di pondok ini.  Karena Masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini

Pembukaan Ujian Tulis, Mengawali Perjuangan Santriwati

0

Gontor Putri Kampus 3 – Tepat pada hari Senin ( 22/04)  diadakannya pembukaan ujian tulis siswi kelas 1–5 KMI guna untuk mengawali perjuangan santriwati dalam melaksanakan ujian akhir tahun dan berlangsung pada pukul 06.00 WIB – 06.45 WIB.  Gontor selalu mengajarkan guru-guru dan santri-santrinya agar selalu memulai pekerjaan dengan niat yang baik. Maka seluruh kegiatannya selalu dimulai dengan niat dan doa beserta pengarahan dan nasehat dari bapak pimpinan ataupun diwakili oleh bapak wakil pengasuh masing-masing kampus.

Suasana santriwati pembukaan ujian akhir tahun

Acara ini dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri 3, Al-Ustadz H. Suwarno TM., S.Ag., beliau berkata, “ Perbanyaklah doa, perbanyaklah belajar, perbanyaklah istirahat, dan makanlah dengan secukupnya, karena apabila hanya makan saja yang kamu dapatkan hanyalah tarbiyyah jismiyyah saja, apabila keempat tersebut dilaksanakan dengan seimbang maka kamu akan mendapatkan tarbiyyah jismiyyah, tarbiyyah khuluqiyyah, tarbiyyah ruhiyyah, tarbiyah ‘aqliyah”, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Drs. Muhammad Fauzi, M.Ud. yang kemudian dilanjutkan dengan do’a mengharapkan akan kemudahan dan perlindungan dari Sang Kuasa. Selanjutanya sebelum berakhirnya pembukaan ujian akhir tahun, dibacakan arti tanda-tanda bel berbunyi. Seusai Pembukaan, santriwati memasuki ruang-ruang ujian sesuai dengan bangku dan ruangan yang telah dibagikan sebelumnya, di papan pengumuman panitia ujian. Waf-Azz

Kiai Gontor Rilis Lagu Baru; ‘Akankah Dunia Rela’

0

DARUSSALAM –Pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 yang telah merebak sejak akhir 2019 lalu merupakan salah satu dari banyak fenomena alam yang terjadi akhir-akhir ini. Tidak hanya berhenti pada pandemi saja, bahkan di tengah-tengah masyarakat yang sedang gencar menerapkan protokol kesehatan tersebut mereka dihadapkan dengan banyak fenomena yang kian berdatangan. Sebut saja gempa Sulawesi Barat, banjir Kalimantan, erupsi gunung berapi, serta berbagai macam bencana alam lainnya.

 

Dalam menyikapi bencana alam tersebut, Gontor ingin menyampaikan pesan penting kepada masyarakat luas. Semua bencana yang melanda akhir-akhir ini seakan menjadi ‘isyarat’ alam untuk manusia, bahwasannya mereka sudah terlewat batas. Manusia harus segera menyadari kesalahan serta kelalaiannya terhadap makhluk hidup lain serta alam sekitar, sehingga mereka dapat memperbaiki apa yang telah mereka rusak dan kembali ke jalan yang benar. Pesan itu pertama kali disampaikan melalui sebuah lagu ciptaan Kiai Gontor berjudul “Kembalilah”, yang rilis pada April 2020 lalu.

 

Kali ini Kiai Gontor, K.H. Hasan Hasan Abdullah Sahal, kembali merilis sebuah lagu yang berjudul “Akankah Dunia Rela”. Lagu ini adalah bagian kedua dari Kembalilah Trilogy, yang merupakan refleksi atas berbagai fenomena yang terjadi saat ini. Fenomena tersebut muncul untuk mengajak manusia supaya bersyukur atas segala nikmat yang telah diterimanya, meninggalkan segala kejahatan, kezaliman, maksiat dan dosa, serta memperbanyak berbuat kebaikan di muka bumi.

 

Produksi lagu dan video klip lagu ini melibatkan berbagai elemen dari berbagai kota serta negara. Lagu ini seolah mengajak pada kita untuk menyatukan langkah untuk bersama menghadapi tantangan global yang kita hadapi saat ini.

 

Dengan semakin dekatnya kita menuju bulan Ramadhan, lagu “Akankah Dunia Rela” ini sekaligus menjadi bahan renungan kita untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengan momen puasa yang penuh pintu rahmat-Nya dan diikuti dengan perenungan atas nikmat-Nya, pesan dalam lagu ini diharapkan bisa menjadikan batu loncatan bagi kita agar meninggalkan kekhilafan yang selama ini telah dilakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja, untuk kemudian kembali kepada fitrah penciptaan manusia yang sesungguhnya.zahrulmuhsinin

 

Official Music Video:

 

Related Articles:

Renungi Penyebab dan Solusi Corona, Kiai Gontor tulis lagu “Kembalilah”

Lagu dan Musik dari Kiai Gontor

Puncak Acara Siswi Akhir KMI Pekan Kreatifitas SantriwatiI

0

Gontor Putri Kampus 3 – Tepat pada hari Jum’at (18/10) pada pukul 20.00 WIB – selesai diadakannya Pekan Kreatifitas Santriwati (PKS) di Auditorium, yang merupakan puncak acara siswi akhir KMI kelas 6, Virtous Generation dengan tema Avengers. Acara ini diawali dengan sambutan bapak wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz H. Suwarno TM., S.Ag. di dalam sambutannya bahwa dalam acara ini harus berdasarkan 4E, pertama elegant, yaitu harus tertata dengan rapi, kedua enjoyment dengan maksud sederhana, ketiga entertaintment, yaitu hiburan bukan untuk politik, keempat education dimaksud di sini apa yang kita lihat apa yang kita rasakan adalah pendidikan. Kemudian dibuka secara simbolis dengan memukul gong, karena gong adalah sebagian dari jantung kita karena semua akan bergetar. Santriwati Darussalam sangat antusias dalam melihat puncak acara siswi akhir KMI Virtous Generation.

Penampilan dari setiap klub-klub bagian di OPPM

            PKS bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas santriwati Darussalam sekaligus sebagai akhir penghujung acara siswi KMI kelas 6 di masa keorganisasian virtous generation. Di samping itu terdapat perlombaan Me and Mom yang telah diwakili oleh 3 Rayon yaitu Cordova B, Syiria 2B, dan Andalusia B. Juara 1 dalam perlombaan Me and Mom diraih oleh rayon Cordova B. Waf-Azz

Tingkatkan Pengetahuan dengan Program Kaderisasi Ulama (PKU) angkatan ke-14 Universitas Darussalam Gontor

0

Gontor Putri Kampus 3 – Kedatangan para tamu yang  luar biasa yaitu kaderisasi ulama yang berjumlahkan 48 orang dan diwakilkan oleh 9 orang bertepatan pada Jum’at (04/12) ke kampus kami di Aula Mini Gontor Putri Kampus 3. Acara ini berlangsung dengan hikmat mulai pukul 20.00 WIB – Selesai, serta dihadiri oleh seluruh mahasisiwi guru Gontor Putri Kampus 3. Untuk mengawali acara program kaderisasi ulama ini maka bapak wakil direktur KMI Al-Ustadz Drs. Muhammad Fauzi, M.Ud  memberikan sambutan bahwa “Islam sebagai sesuatu yang sakral maka dari perlu kita dalami pengetahuan dengan materi yang akan dijelaskan pada malam hari ini” yang kemudian dilanjutkan oleh dosen pembimbing program kaderisasi ulama Al-Ustadz Nofriyanto, M.Ag.

            Di dalam acara Program Kaderisasi Ulama terdapat moderator yaitu Al-Ustdzah Emas Rahayu, S.Pd.I, S.Sos, pembicara pertama yaitu Al-Ustadzah Apriyanti Kartika Agustin, S.Sos, dan pembicara kedua yaitu Al-Ustadzah Nunik Kurniawati, S.Pd.  Materi pertama yang disampaikan kali ini adalah Materialisme dan Problem Konsep Kekayaan dalam Ekonomi Kontemporer oleh Al-Ustadzah Apriyanti Kartika Agustin yang menjelaskan mengenai persoalan konsep kekayaan yang dipandang secara materialistis sebatas pada aspek harta dan kebendaan. Dan beliau menyebut kekayaan menjadi persoalan bermula pada paham kapitalisme yang mendudukkan kekayaan hanya sebagai kepemilikan yang terbatas pada pribadi semata. Dan materi kedua adalah Dekontruksi Feminisme Terhadap Institusi Keluarga telaah konsep Marital Rape oleh Al-Ustadzah Nunik Kurniawati, S.Pd yang menjelaskan mengenai Marital Rape lahir dari sebuah peradaban yang tidak memiliki aturan, sehingga asas yang digunakan dalam memandang institusi keluarga adalah asas kecurigaan, tidak mungkin ada perkosaan jika asas yang digunakan adalah kelembutan sebagaimana Islam telah mengatur bagaimana hubungan laki-laki dengan perempuan.

PERFOTOAN BERSAMA MAHASISWI GURU GONTOR PUTRI KAMPUS 3

            Setelah pemateri menjelaskan dan memaparkan materi dengan jelas kemudian moderator membuka sesi pertanyaan kepada mahasiswi guru Universitas Darussalam Gontor Putri Kampus 3 yang kemudian dijawab oleh pemateri secara singkat dan jelas. Sebagai penyempurna acara Program Kaderisasi Ulama (PKU)  terdapat epilog yang disampaikan oleh Al-Ustadz Nofriyanto, M.Ag. Waf-Azz

Ujian Tulis Siswa Akhir KMI: Perjuangan Panjang Penentu Kelulusan

0

GONTOR—Ahad (14/2) merupakan hari permulaan dimana siswa akhir KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dihadapkan pada salah satu ajang penentu kelulusan mereka. Bagaimana tidak? Mulai pada hari itu, ujian tulis akhir dalam masa pembelajaran mereka di pondok ini resmi dimulai. Dibuka langsung oleh Direktur KMI, K. H. Masyhudi Subari, M.A., bertempat di Gedung Olah Raga (GOR). Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Pimpinan PMDG berikut Wakil Direktur KMI, dan juga guru-guru senior, serta asatidz pembimbing kelas 6.

Bersamaan dengan dilantunkannya kalimat “basmalah”, beranjaklah 713 siswa kelas 6 menuju tempat ujian tulis mereka masing-masing yang telah ditentukan oleh Panitia Ujian Siswa Akhir KMI. Tempat ujian terbagi menjadi dua yaitu, Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan Gedung Olah Raga (GOR), dengan pembagian kelas sebagai berikut: kelas 6-B s. d. 6-G bertempat di BPPM, sedangkan 6-H s. d. 6-S bertempat di GOR.

Ujian tulis ini melibatkan seluruh wali kelas 6, asatidz pembimbing, serta guru-guru tahun ke-6 ke atas, dan beberapa asatidz senior yang berlaku sebagai pengawas ujian di masing-masing tempat yang telah ditentukan. Ujian panjang ini berakhir pada hari Rabu (3/3), ditutup dengan sujud syukur bersama Pimpinan Pondok, lalu foto bersama di depan Masjid Jami’ PMDG.

Berakhirnya masa kepengurusan siswa kelas 6 KMI dalam Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Koordinator Gerakan Pramuka, serta sektor-sektor Non OPPM dan Instansi diharapkan dapat membuat mereka lebih fokus dan serius dalam menjalani ujian ini.

          Tak ada kegiatan selain ibadah dan belajar,“Sebaik-baik teman duduk adalah buku”. Kata mutiara ini terbukti faedahnya dari keseharian para siswa kelas 6 yang tak pernah lepas dari buku; mandi, makan, dari pagi, siang, sore, bahkan sampai larut malam pun buku tak pernah absen dalam genggaman tangan mereka. Selain daripada itu, ibadah, do’a, dan dzikir tak henti-hentinya membanjiri lisan dan hati mereka, dengan keyakinan bahwasanya mereka hanyalah hamba Allah SWT yang hanya bisa berusaha dan berdo’a. Seperti halnya petuah Trimurti yang tak bosan-bosannya ditanamkan dalam diri mereka, “Usaha tanpa do’a berarti BOHONG, dan Do’a tanpa usaha berarti SOMBONG”.

Semoga dengan adanya ujian ini, santri-santri kelas 6 KMI 2021 Virtuous Generation dapat keluar sebagai alumni yang siap mental dan ilmunya untuk mewujudkan cita-cita Trimurti, yaitu menjadi Mundzirul Qoum yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi identitas Gontori. Amiin… #abdur91

Belajar Malam Keliling Tingkatkan Kualitas Belajar

0

DARUSSALAM – Setelah berakhirnya seluruh kegiatan ekstrakurikuler para santri dan mendekati masa ujian semester kedua, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan belajar malam keliling di sekitar lingkungan pondok untuk para santrinya.

 

Belajar malam keliling ini bertujuan untuk mengintensifkan pengawasan belajar serta meningkatkan kualitas belajar mereka, agar mereka lebih fokus kembali dalam menghadapi ujian. Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, diadakanlah pembukaan belajar malam keliling untuk para guru pada hari Sabtu (08/02) malam, yang bertempat di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

 

Pembukaan belajar malam keliling ini dimulai pada pukul 20.20 WIB yang dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Direktur Kuliyatu-l-Mualimin Al-Islamiyah (KMI), serta seluruh dewan guru KMI. Acara tersebut dibuka oleh Al-Ustadz H. Masyhudi Subari, M.A. kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Pimpinan PMDG Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A..

 

Beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa pengawasan guru terhadap belajar para santri memainkan peran penting dalam kesuksesan mereka menghadapi ujian. “Faedah belajar malam keliling ini adalah: agar apa-apa yang kurang dipahami para santri ketika belajar di kelas dapat ditanyakan ketika belajar malam keliling.” Ujar beliau dalam sambutannya.

 

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Bapak Direktur KMI Al-Ustadz H. Masyhudi Subari, M.A.. Beliau menekankan bahwa kegiatan guru pada malam hari hanya ada 3K; kuliah (bagi yang masih memiliki kuliah, kerja (apabila ada tanggungan pada sektor bagiannya), dan selain kedua kesibukan itu diwajibkan untuk keliling (menghadiri belajar malam).

 

“Yang masih kuliah tidak ada alasan untuk meninggalkan perkuliahan, dan begitu pun sebaliknya. 3 hal ini harus seimbang. Maka pada malam hari selama masa ujian lisan ini guru-guru harus menyebar kepada anak-anak.” jelas beliau dalam pidatonya.

 

Beliau juga turut mengingatkan agar para guru turut aktif berkeliling membimbing para santri. Adapun bagi yang masih memiliki perkuliahan dihimbau untuk dapat menyegerakan diri bergabung dengan para santri dan mengawasi belajar mereka setelah usai dari ruang kuliah.

 

Kemudian acara berlanjut kepada pembacaan doa yang disampaikan oleh Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed dan ditutup oleh Al-Ustadz Masyhudi Subari.

 

Untuk meningkatkan pengawasan serta kualitas belajar para santri, selama berjalannya belajar malam keliling ini disediakanlah pojok-pojok materi (zawaya mawad) yang dibagi menjadi beberapa divisi; yaitu Kauniyah (pelajaran umum), Islamiyah (pelajaran keislaman), Lughowiyah (pelajaran bahasa) dan Tahfidz (pelajaran hafalan). Di sana, mereka akan langsung bertemu dengan para guru-guru yang memang ahli di bidangnya.

 

Para santri dalam mengikuti belajar malam keliling ini diperbolehkan untuk belajar di sekitar kawasan pondok dengan batas-batas yang ditentukan; yaitu gedung “Abadi” di wilayah barat selatan, menara Masjid Jami’ di wilayah barat utara, gerbang gedung Indonesia 1 di wilayah utara, gerbang gedung Asia pada wilayah timur, serta gerbang gedung satelit pada wilayah selatan. Pembatasan ini dimaksudkan untuk mempermudah para guru dalam pengawasan, serta mencegah para santri dari potensi berbuat pelanggaran.Dinulcahya

Related Articles

Anjuran Untuk Belajar dalam Islam dan Doa Sebelum Belajar

Meningkatkan Kualitas Belajar dengan Pelajaran Sore dan Latihan Pidato

Belajar Kitab Kuning dengan Kegiatan Fathu Kutub Turast Al-Islami

Tingkatkan Pemahaman Islam Melalui Praktik Manasik Haji

0

DARUSSALAM – Demi meningkatkan pemahaman para santri tentang ajaran-ajaran di dalam agama Islam, maka Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan praktik manasik haji. Praktik ini dikhususkan untuk anak baru, dengan tujuan untuk memperdalam materi yang sudah mereka pelajari di dalam kelas.

“Tujuan diadakan praktik manasik haji ini adalah untuk menekankan pemahaman pelajaran Fiqh yang telah diajarkan di dalam kelas, supaya para santri dapat lebih mendalami lagi pelajaran tentang haji secara praktik.” Al-Ustadz Mohammad Rohman Hadi selaku staf Kuliyatu-l-Mualimin Al-Islamiyah (KMI).

Kegiatan praktik manasik haji ini dimulai pada hari Sabtu (13/02), diadakan pada jam pelajaran pertama dan kedua untuk siswa kelas 1 KMI serta pada jam pelajaran ketiga dan keempat untuk siswa kelas 1 intensif. Kegiatan ini berlangsung selama satu pekan sesuai dengan urutan jadwal yang sudah ditentukan, dan berakhir pada hari Sabtu (20/02) pekan berikutnya. Pada hari terakhir, praktik manasik haji diikuti oleh santri baru yang tidak mengikuti manasik haji pada giliran kelasnya karena beberapa uzur berhalangan hadir.

Acara ini dilaksanakan ketika pelajaran pagi agar para santri lebih nyaman dan mudah dalam melaksanakan kegiatan, serta agar suasana tidak terlalu panas. Penyesuaian tempat praktik manasik haji diatur sedemikian rupa oleh panitia sehingga sesuai dengan lokasi dan denah di tanah suci, agar menjadi gambaran yang cukup untuk para santri. Seluruh peserta yang mengikuti praktik manasik haji pun menggunakan baju ihram yang telah disediakan panitia.

Sebelum itu, para guru pengajar pelajaran Fiqh kelas 1 dan 1 intensif menghadiri kumpul koordinasi untuk mendapat pengarahan yang cukup terkait pelaksanaan praktiknya. Mereka dibimbing dengan sebaiknya-baiknya, diajari tentang tata cara yang ada dan berlaku dalam pelaksanaan haji sesungguhnya guna menyamakan serta memperdalam pemahaman. Para santri pun juga sempat menyaksikan bagaimana pelaksanaan rentetan ibadah haji bersama-sama, yang dilaksanakan satu hari sebelum mereka menjalankan praktik dan bertempat di Masjid Jami’ lantai 1.DinulCahya

Related Articles

Anjuran Untuk Belajar dalam Islam dan Doa Sebelum Belajar

Kulliyatu-l-Muallimin Al-Islamiyah (KMI) Cetak Guru Gontor yang Unggul dan Berkualitas dengan Al-Tarbiyah Al-Amaliyah

Ukhuwwah Islamiyyah; Tumbuhkan Persatuan dan Cinta

Senyummu, Ibadahmu

0

Hikmah – Suatu pekerjaan yang sangat sederhana dan mudah dilakukan, namun besar nilainya. Sebuah tindakan yang terkadang kita melupakannya, tetapi sangat berarti bagi orang lain. Itulah sebuah senyuman. senyummu tidak memerlukan tenaga yang besar atau pun harta dan jabatan yang kita miliki. Ia hanya memerlukan keikhlasan dari hati para pelakunya, yang dapat menularkan energi positif serta menebarkan kebahagiaan kepada orang-orang di sekitarnya.

 

Tersenyum tidak akan membuat kita rugi atau pun malu; melainkan sebaliknya, jika kita selalu murah senyum kepada orang lain maka akan banyak orang yang ingin berteman dengan kita. Karena tersenyum membuat mereka percaya bahwa kita dapat membuat mereka nyaman meski hanya dengan berada di sisi kita.

 

Seperti halnya seorang ibu. Jika ia menemukan anaknya sedang menangis, maka ia akan memberikan kasih sayang dengan penuh kecintaan. Ia akan menghibur anaknya dengan sebuah senyuman, agar anaknya merasa nyaman dan tidak bersedih kembali. Karena senyuman dapat mendatangkan ketenangan kepada orang lain.

 

Dalam Islam sendiri, kita dianjurkan untuk memperbanyak senyum karena senyum itu sendiri merupakan sebuah ibadah. Setiap kebaikan yang kita berikan merupakan ibadah; dan salah satunya adalah dengan sebuah senyuman. Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadisnya:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ وَإِنَّ الْمَعْرُوْفَ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ وَأَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ أَخِيْكَ

Artinya: Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Setiap kebaikan adalah sedekah. Sesungguhnya di antara kebaikan adalah bertemu dengan saudaramu dengan wajah tersenyum, dan menuangkan apa yang tersisa di embermu dalam bejana saudaramu. (H.R Tirmidzi)

 

Sebuah kebaikan tidak selalu memerlukan sebuah tindakan yang besar. Kebaikan bahkan dapat ditunaikan meski dengan tindakan yang kecil seperti senyummu. Rasulullah bersabda, diriwayatkan dalam hadist Muslim, yang berbunyi:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

 

Artinya: Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun hanya dengan bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri-seri. (H.R. Muslim)

 

Senyum juga merupakan salah satu dari sifat Rasulullah SAW. Beliau selalu murah senyum bahkan terhadap orang kafir atau pun selain umat Islam. Dijelaskan dalam hadisnya:

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: مَا حَجَبَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ، وَلاَ رَآنِي إِلاَّ ضَحِكَ‏

Artinya: Dikisahkan oleh Jarir bin Abdullah: Rasulullah SAW tidak pernah menolak untuk menerima saya sejak saya memeluk Islam, dan setiap kali ia melihat saya, dia akan tersenyum (H.R. Bukhari)

 

Dengan tersenyum, kita juga dapat menjaga sikap kita agar dapat menjadi lebih baik sebagaimana ajaran Rasulullah SAW. Demikian pula dalam menanggapi hal-hal yang lucu, Rasulullah tidak mencontohkan untuk menyikapinya dengan tertawa terbahak-bahak, namun cukup dengan sebuah senyuman.

حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ، قَالَ مَا كَانَ ضَحِكُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ تَبَسُّمًا  

Artinya: Dikisahkan oleh Abdullah bin al-Harits bin Jaz’in: Tidaklah Rasulullah SAW tertawa kecuali dengan senyuman.

 

Dengan senyummu, secara tidak sadar telah memberikan energi positif kepada orang-orang di sekitar kita, dan menjadikan mereka merasa senang lagi bahagia. Hal ini sebagaimana yang dipaparkan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi yang berbunyi:

 

Menampakkan wajah manis di hadapan seorang muslim akan meyebabkan hatinya merasa senang dan bahagia, dan melakukan perbuatan yang menyebabkan bahagianya hati seorang muslim adalah suatu kebaikan dan keutamaan”. (kitab “Tuhfatul ahwadzi” no. 6 hal 75-76). Ad-Dien.

Related Articles

Kiai Akrim: “Tujuan Utama Dari Pernikahan Adalah Ibadah”

Rentetan Kegiatan Hari Raya Ibadah Qurban Berjalan dengan Lancar

Mengembangkan Kemampuan Beribadah, FKTMD-PP. IKPM Adakan Pelatihan Adzan, Imamah, dan Tahsinul Qira’ah