Home Blog Page 190

Renovasi Gedung Asrama Indonesia 4 dan Ninxia; Bukti pondok tidak pernah berhenti bergerak.

0

Mantingan – ‘Alma’hadu Laa Yanaamu Abadan’, meski dunia sedang di gemparkan oleh wabah atau virus mematikan yang menular, yang belakangan ini dikenal dengan COVID-19. Namun pandemik kini tidak menjadi penghalang bagi para orangtua untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak yang mendaftar pada tahun ini.

Sehingga, jumlah santriwati yang ada di pondok semakin bertambah dan penduduk darussalam semakin padat. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah seluruh warga darussalam yang kini mencapai 4.192 santriwati. Namun, dengan adanya kepadatan tersebut, tidaklah menjadi suatu kendala bagi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 untuk tetap dapat mengambil keputusan terbaik serta mampu menanggulangi keadaan yang ada. Panca Jangka dalam Darussalam tetaplah berjalan, maka inilah jawaban bagi padatnya penduduk warga darussalam. yaitu, diadakannya program pembangunan yang sistematis dan terus ditingkatkan demi terciptanya lingkungan yang kondusif dan dinamis.

Tahun 2019 lalu, Gedung asrama Indonesia 1 dan 2 telah selesai direnovasi menjadi Gedung asrama berlantai dua, dan disusul dengan selesainya pembangunan Gedung Indonesia 3. Adapun dua proyek pembangunan yang tengah dilakukan, yaitu perenovasian Gedung Indonesia 4 yang telah dimulai pada (03/12) dan Gedung Ninxia pada tanggal (26/04). Santriwati yang menetap di kedua bangunan tersebut dialokasikan untuk sementara waktu ke Gedung Mufadhol dan Gedung asrama Indonesia 3 atas.

Proyek pembangunan Gedung asrama Indonesia 4 ini dikerjakan oleh 42 pekerja yang dimandori oleh Pak Edi. Kedua gedung ini akan dibangun menjadi dua lantai yang akan terdapat 4 kamar pada setiap lantai. Dari awal pembangunannya, hingga saat ini proyek ini telah berjalan 50%. Sedangkan proyek pembangunan Gedung Ninxia dimandori oleh Pak Eri, dengan jumlah pekerja 57 orang gedung ini juga akan dibangun menjadi dua lantai, akan ada 7 ruangan di lantai satu dan 6 ruangan di lantai dua. Adapun, dari awal pembangunannya hingga sekarang, proyek ini sudah berjalan 40%. Rencananya, kedua proyek ini akan segera diselesaikan tahun ini, agar dapat dipakai sebagaimana fungsinya. “Setelah proyek Indonesia 4 dan Ninxia selesai, maka rencana penggunaan masing-masing Gedung akan langsung difungsikan, yaitu Rayon Indonesia 4 sebagai Rayon santriwati dan Ninxia sebagai Klinik Pratama” jelas Bagian Pembangunan Gontor putri kampus 1.

Ama

Pembangunan Gedung Ninxia (1)
Pembangunan Gedung Ninxia (2)
Pembangunan Gedung Indonesia 4

Ulangan Umum; bukti adanya ‘Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian’.

0

MANTINGAN- Tepat pada awal pekan (22/08) silam, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 mengadakan ulangan umum bagi seluruh santriwati darussalam yang juga didampingi dan diawasi oleh para wali kelas dan asisten di masing-masing kelasnya. Diselenggarakannya ulangan umum tersebut, dapatdiibaratkan sebagai ‘Sedia payung sebelum hujan’, yang mana seluruh santriwati diuji kemampuan dan pemahaman yang mereka miliki terlebih dahulu sebelum dihadapkannya ujian awal semester. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut, yakni agar santriwati dapat meningkatkan kepahamannya dalam pelajaran, memiliki target belajar yang lebih baik, serta membakar semangat mereka untuk kembali belajar dengan sungguh-sungguh.

Pengawasan Ulangan Umum Gontor Putri 1

Terlihat santriwati darussalam sangat berantusias dalam belajar demi menghadapi ulangan umum tersebut. Hal ini terbukti dengan adanya 2-3 materi perharinya, yang tak juga membuat mereka berputus asa. Santriwati darussalam terus terpacu dengan adanya hasil ulangan umum yang bisa langsung mereka lihat pada hari yang bersamaan. Sehingga, hal ini dapat dijadikan cerminan usaha santriwati dalam belajar setiap harinya. Hingga akhirnya tepat pada (26/08), ulangan umum di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 pun usai. Tepat 5 hari para santriwati diberi pemanasan dan kesempatan untuk mengasah dan menggali kembali pemahaman mereka.

Suasana ulangan umum Gontor Putri 1.

Adanya ulangan umum tersebut bukanlah sebagai ajang untuk melihat antara santriwati yang berhasil bahkan yang gagal. Namun, adanya hasil ulangan umum tersebut diharapkan agar dapat menjadi titik acuan dan juga mampu membangun motivasi yang lebih didalam diri setiap santriwati untuk kembali bersungguh-sungguh dalam belajar. Sehingga, dengan adanya ulangan tersebut, santriwati dapat mengambil pelajarannya. Bukan belajar hanya untuk mempersiapkan ujian.

Selmeddy.

Gerakan SATGAS COVID-19; Mari mencegah lebih awal, mengobati dan kembali mengawal santriwati Darussalam.

0

MANTINGAN- Mencegah lebih baik dari pada mengobati’, seperti itulah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 menetapkan semboyannya sebagai prinsip kesehatan di Darussalam. Berbagai hal yang telah dilakukan, diupayakan, di perjuangkan, dan juga diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam menanamkan penerapan hidup sehat ala pencegahan covid-19 terkini. Salah satu cara agar ide pokok pemikiran pencegahan ini dapat terealisasikan, maka dibentuklah adanya TIM SATGAS COVID-19 di Seluruh Pondok Modern Darussalam Gontor, salah satunya Gontor Putri Kampus 1. Hadirnya tim berikut dituntut dan diamanahi untuk mampu merealisasikan pencegahan covid-19 dan menyelenggarakan berbagai hal-hal yang mampu memperkuat imun dan stamina tubuh seluruh warga darussalam agar terhindar dari virus yang tidak diinginkan.

Gerakan pembiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah aktifitas.

Adapun tim berikut berjumlahkan 60 orang. Namun, bukan sepenuhnya tanggungjawab tim. Namun, tanggungjawab tersebut dibalikkan kembali kepada setiap individu untuk turut berkewajiban menerapkan pencegahan tersebut. Karena hal tersebut, merupakan tanggungjawab bersama bagi seluruh warga Darussalam terhadap kondisi tubuhnya masing-masing.  TIM SATGAS COVID-19 berusaha sebisa dan sebaik mungkin demi mengingatkan, memantau dan mengevaluasi adanya kegiatan pencegahan yang telah berjalan pada warga darussalam.

Senam social distancing bersama TIM SATGAS Covid-19.

Kegiatan-kegiatan maupun upaya tersebut, yakni dapat berupa; 1) slogan-slogan menarik yang berisikan ajakan penerapan langkah-langkah pencegahan Covid-19 seperti social distancing, menggunakan masker, menjaga wudhu, selalu mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas, dan lain hal sebagainya. 2) Adanya gerakan olahraga bersama pada jam 8 pagi dengan menerapkan social distancing dan juga penggunaan masker bagi seluruh warga darussalam. 3) Menyerukan gerakan peduli cuci tangan dengan mendirikan westafel/50 m di sepanjang jalan Pondok Mondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. 4) Pembagian cairan Probiotik bagi seluruh warga darussalam. 5) Meminimalisir perizinan keluar pondok, juga tidak menerima tamu hingga waktu yang tidak ditentukan. 6) Karantina mandiri bagi seluruh guru-guru dan murid yang telah melakukan perjalanan luar, dan masih banyak lagi upaya-upaya lainnya yang telah diterapkan.

Screening Suhu Badan Calon Santriwati sebelum Memasuki Pondok.

Semua hal tersebut dilakukan dengan tujuan semata-mata untuk mencegah adanya virus yang tidak diinginkan juga sebagai Perbaharuan langkah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dalam menyerukan gerakan peduli kebersihan juga peduli kesehatan secara totalitas. Diharapkan, semua hal yang telah diupayakan, diperjuangkan, dan direalisasikan dapat membantu menstabilkan kondisi badan santriwati, juga meningkatkan daya tahan tubuhnya kembali. Sehingga, seluruh warga darussalam dapat kembali beraktifitas, beribadah, bahkan belajar meski dalam kondisi pandemi terkini, dan tak lupa untuk selalu mengikuti aturan-aturan TIM SATGAS COVID-19 dalam penerapan hidup sehat. Karena hakikatnya, fikiran yang sehat hanya terletak pada badan dan jiwa yang sehat juga. Oleh karena itu, Mari mencegah lebih awal, mengobati dan kembali mengawal santriwati Darussalam dari adanya Covid-19. Salam Sehat!

-Selmeddy

TRAINING KESEKRETARIATAN DAN KEBENDARAHAAN; Media pembentukan mental dan skill santriwati

0

MANTINGAN- Tepat pada tanggal (01/08) silam, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 kembali mengadakan sebuah kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Auditorium Kulliyatu-l-Banaat (QB Meeting Hall). Dalam kesempatan ini, seluruh sekretaris dan bendahara dari setiap organisasi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 yang berjumlah +57 orang, turut serta menghadiri kegiatan tersebut. Adapun kegiatan ini, dibuka oleh Al-Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dengan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan peran dan tugas sebagai seorang sekretaris dan bendahara. Tujuan diselenggarakannya hal ini, yakni agar para sekretaris dan bendahara memahami dan dapat memahamkan bagaimana fungsi dan peran yang sedang mereka emban. Dengan demikian, peserta pun mampu mengerti betapa pentingnya kegiatan yang telah diselenggarakan.

Pada kesempatan ini, para peserta terlihat sangat antusias dalam memberikan pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri. Pemateri dalam kegiatan kesekretariatan diambil alih dan diawasi oleh Al-Ustadzah Sella Amadya Hernadija, S.E. dan kegiatan kebendaharaan diambil alih dan diawasi oleh Al-Ustadzah Tri Diana, S.Ag. Dalam kegiatan ini, banyak sekali ilmu yang bisa diserap dan dimengerti oleh para peserta dalam bidang kebendaharaan maupun kesekretariatan. Sehingga, apa yang diemban oleh santriwati sekarang, tidaklah hanya menjadi sekedar status. Namun, santriwati juga dituntut untuk mampu berperan dan menjadi yang terbaik, serta mampu membentuk mental dan menemukan jati diri mereka masing-masing.

Hal tersebut merupakan sebuah penerapan dari adanya konsep bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor hanya menyediakan umpan, dan semua itu akan berbalik kembali pada setiap diri santriwati darussalam yang ingin memakan umpan tersebut dengan banyak atau tidak menghiraukannya. Dengan itu, dapat menjadikan santriwati sadar dan memahami dengan baik fungsi dan peran-peran yang diembannya, serta standard yang harus dicapainya. Karena hakikat dari pribadi seorang sekretaris dan bendahara bila diumpamakan dalam organ tubuh manusia, ialah sebagai otak untuk berfikir persiapan yang dibutuhkan sebelum jalannya sebuah acara, sebagai telinga untuk mendengar keluhan dan masukan anggota, sebagai tangan kanan dan kiri untuk membantu visi-misi ketua, juga sebagai kaki untuk mendokumentasikan perjalanannya sebuah acara yang akan diselenggarakan.

Oleh karena itu, hal ini dapat menjadi bukti pentingnya kegiatan kesekretariatan dan kebendaharaan yang diselenggarakan, yakni sebagai media pembentukan mental dan skill santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1.

Selmeddy.

SEMINAR PERTAMANAN DENGAN TEMA HYDROPONIK

0

Mantingan, (Ahad, 13-09-2020) Bagian Pertamanan OPPM Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengadakan seminar pertamanan dengan peserta seminar dari angkatan kelas 3 2021. Pengisi acara tersebut adalah Al-Ustadzah Enik Akhiriani, S.P, M.P, salah satu dari Dosen Universitas Darussalam Gontor. Seminar dibuka oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc. M.A yang dilanjutkan oleh do’a.

Pada sesi pertama yang dibawakan oleh Al-Ustadzah Enik Akhiriani, S.P, M.P menyampaikan materi dengan tema yang berjudul “Tanaman Hydroponik” yang menjelaskan bagaimana tanaman itu bisa tumbuh dan bertahan tanpa menggunakan media tanah. Serta menjelaskan unsur-unsur pengganti media tanah tersebut.

Setelah penyampaian materi oleh Al-Ustadzah. Enik Akhiriani, S.P, M.P, dilanjutkan oleh sesii tanya jawab yang dibuka oleh 3 orang santriwati untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang apa yang belum dipahami tentang seminar pertamanan tersebut.

Dan diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh panitia. Dengan diadakannya seminar pertamanan diharapkan dapat menambahkan potensi dan inovasi peserta seminar dalam maslah pertamanan, serta dapat melestarikan tumbuhan di muka bumi.NADILA

PENGARAHAN FATHU-L-KUTUB; Navigator program pembelajaran santriwati.

0

MANTINGAN- Tepat pada (23/08), Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 kembali mengadakan program tahunan ‘fathu-l-kutub’ guna mengasah kemampuan santriwati. Program tahunan ini, merupakan sebuah program dimana santriwati diuji kemampuannya untuk dapat mencari, membuka, membaca dan memahami berbagai macam kitab kuning, serta mampu memperdalam skill santriwati dalam berbahasa arab hingga dapat diterapkannya dalam percakapan sehari-hari. Tak hanya demikian, program fathu-l-kutub juga menjadi salah satu sarana Gontor Putri Kampus 1 untuk mengenalkan berbagai macam kitab kuning kepada santriwatinya yang mencakup pada 4 materi penting. Materi tersebut adalah Fiqih, Hadist, Tafsir, dan Aqidah.

Sebelum diadakannya program tahunan ini, demi kelancarannya program pembelajaran, maka para pembimbing dengan jumlah 121 ustdadz/ah akan diberikan pengarahan guna mampu mengawasi dan membimbing jalannya acara dengan baik dan benar. Pengarahan tersebut diisi oleh bapak wakil direktur gontor putri kampus 1, Al-Ustadz K.H Fairuz Subakir Ahmad, MA. dan juga Al- Ustadz Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 1. Adapun arahan tersebut sangatlah penting, guna menjadi navigator atas berjalannya program dan kekhidmatannya kelak. Para pembimbing disetiap kelompok akan diberikan waktu selama +10 hari untuk mempersiapkan materi dan beberapa permasalahan yang akan dibahas dan didiskusikan nantinya bersama seluruh santriwati kelas 6.

Pembahasan pada tahun ini akan lebih diangkat dari beberapa permasalahan modern yang tak luput dari 4 materi inti (Fiqih, Hadist, Tafsir, dan Aqidah), sehingga menjadikan forum diskusi semakin menarik. Dengan itu, banyak hal yang bisa diambil dan ditarik kesimpulan dari adanya program tersebut. Karena hakekatnya, semua hal yang kita lihat, kita kerjakan, dan kita dengar di dalam Pondok Modern Darussalam Gontor Putri ini adalah pendidikan. 

Selmeddy

Miss Sporto – Menikatkan Pengetahuan Dalam Bidang Olahraga

0

Gontor Putri Kampus 3–Tepat pada tanggal (28/8) Pagi di Auditorium. Untuk menguji kemampuan dan pengetahuan santriwati dalam bidang olahraga, Gontor Putri Kampus 3 mengadakan kompetisi Miss Sporto di setiap tahunnya. Para kandidat dalam kompetisi ini dipilih satu santriwati dari perwakilan di setiap masing-masing angkatan dengan cara seleksi melalui soal tertulis maupun praktek dalam olahraga-olahraga tertentu. Dari angkatan kelas 1 diwakili oleh Haffiena 1F, angkatan kelas 2 diwakili oleh Melinda Aliefi 2B, angkatan kelas 3 diwakili oleh Via Erli 3B, angkatan kelas 3 Intensif diwakili oleh Dewi Listiani 3 Intensif C, Dan angkatan kelas 4 diwakili oleh Abidah Saukina 4B.Dalam kompetisi ini dimenangkan oleh Abidah Saukina  perwakilan dari angkatan kelas 4 dan juara Favorite diraih oleh Haffiena perwakilan dari angkatan kelas 1.

Salah satu perlombaan-perlombaan dari kelima divisi –keilmuan, bahasa, kesenian, kepramukaan, dan olah raga- dalam Gontor Olimpyad PMDG Putri Kampus 3 ialah pemilihan duta-duta dari kelima divisi tersebut.  Setelah melewati beberapa penyeleksian, 6 orang kandidat yang mewakili angkatan masing-masing mengikuti Grand Final Miss Sporto Competition on the stage. Kompetisi ini teridiri dari 3 babak, yaitu babak soal amplop, babak soal rebutan, dan babak talent.  Acara ini dihadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz H.Suwarno, TM,S.Ag, para guru dan juga santriwati. Acara tersebut dimulai pada pukul 08.30-11.30 WIB. Para santriwati pun sangat berantusias dalam diadakannya acara tersebut.

 Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk menambah wawasan para santriwati dalam pengetahuan di bidang olahraga, menambah ketangkasan, keaktifan, dan kesemangatan santriwati dalam berolahraga. Terutama menambah Ukhuwah Islamiyah diantara santriwati. Meila Azany Q

PSC Kelas 5 Didik Orator Piawai Berbahasa

0

DARUSSALAM – Pendidikan yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bukan hanya dilakukan di dalam kelas saja, tetapi meliputi seluruh kegiatan yang ada di pondok selama 24 jam. Semua kegiatan tersebut dalam rangka membentuk karakter santri, salah satunya dengan kegiatan Public Speaking Contest (PSC) antar zona untuk kelas 5 KMI. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahasa para siswa, yang diadakan pada hari Kamis (10/09) malam di gedung Rabithah.

“Acara PSC antar zona untuk kelas 5 ini bertujuan sebagai tolak ukur bahasa mereka, karena kelas 5 di dalam pondok sebagai pengurus rayon sangat berperan penting untuk meningkat kualitas bahasa anggota. acara PSC ini juga sebagai pendidikan untuk mereka dalam hal berorganisasi.” ujar Al-ustadz Nanang Nurochim, salah satu staf Public Speaking and Discussion Advisory Council (PUSDAC).

Acara PSC antar zona kelas 5 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya acara PSC ini diadakan di gedung Sudan, tetapi untuk tahun ini diadakan di gedung Rabithah untuk memudahkan dalam pengontrolan acara dan tidak menggangu ruangan latihan pidato untuk anggota. Acara PSC antar zona ini sebagai seleksi pencarian peserta terbaik diantara banyak peserta, untuk nantinya menjadi peserta lomba final PSC yang akan diadakan di Balai Pertemuan pondok Modern (BPPM) pada akhir tahun.

Acara PSC ini dipanitiai oleh kelas 5 KMi yang kurang lebih berjumlah 200 orang, yang dilantik sejak 2 minggu sebelum acara. PSC antar zona kelas 5 ini terdiri dari 5 zona, yang berisikan 7 peserta di setiap zonanya. Setiap zona PSC menggunakan tema acara sesuai dengan yang sudah diarahkan oleh pembimbing; zona 1 bertemakan Arabik, zona 2 bertemakan Brazil, zona 3 bertemakan Atlantik, zona 4 bertemakan Eropa dan zona 5 bertemakan Jepang.

Penilaan setiap zona terdiri dari beberapa kriteria; yaitu dalam hal tata letak ruangan, background, kekompakan, keaktifan peserta, dan kedisiplinan waktu. Peserta lomba PSC diambil dari setiap kelas dan ruagan latihan pidato, kemudian mereka diseleksi dan diwajibkan untuk menulis i’dad serta meminta tanda tangan kepada wali kelas mereka masing-masing, staf PUSDAC, dan bagian pengajaran. Peserta lomba PSC antar zona kelas 5 ini hanya dibolehkan mengunakan 2 bahasa yaitu bahasa Arab dan Inggris. Pembicara terbaik dinilai dari kepintaran dalam menyampaikan materi, kualitas bahasa, ketepatan waktu dan isi pidato. Juri dari PSC ini diambil dari beberapa Asatidz yang memiliki keahlian berbahasa yang baik.Dinulcahya

FATHU-L-KUTUB; Bak kebutuhan hidup primer santriwati darussalam

0

MANTINGAN- Tepat pada hari Rabu pagi hari (02/09) silam, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 (PMDGP 1) kembali meneruskan langkahnya dalam mengasah dan menggali wawasan santriwati dalam kemampuan mereka mempelajari kitab kuning. Tak hanya menggali wawasan, kegiatan ini juga bertujuan agar santriwati mampu mengasah kembali skill mereka dalam berbahasa Arab. Karena Bahasa Arab bagi kita adalah sejajar dengan makan dan minum,yaitu suatu kebutuhan, keperluan, dan kepentingan. Hal lain juga memicu tujuan diadakannya kegiatan fathu-l-kutub tersebut. Yaitu untuk mengasah mental santriwati darussalam agar mampu berbicara dan menjawab apa yang menjadi permasalahan saat ini. Adapun jawaban tersebut juga harus berlandaskan dan berasaskan pada apa yang telah dibahas dan didapatkan dalam kitab kuning. Kegiatan tersebut menjadi penting adanya, karena seperti yang dikiaskan oleh Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal selaku Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada awal pembukaan kegiatan Fathu-l-kutub silam. Bahwa,

“Bisa berbicara, tetapi tidak mau berbicara sama dengan bisu. Yang bisa membaca, namun tidak mau membaca sama dengan buta huruf”.

Ujar Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal

Sehingga, dengan adanya kegiatan Fathu-l-Kutub di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 ini lah menjadi sebuah sarana bak kebutuhan hidup primer bagi santriwati darussalam. Karena santriwati mampu untuk berbicara dan mengemukakan pendapat yang dimilikinya, namun tidak hanya mudah-mudah berfatwa.

 

Berdiskusi Materi Fathu-l-Kutub bersama pembimbing

sepekan kegiatan ini telah berlangsung, dengan sejumlah + 640 santriwati kelas 6 dan juga 121 pembimbing, kegiatan Fathu-l-Kutub di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dapat berjalan dengan lancar dan terlihat sangat khidmat. Hal ini dibuktikan dengan adanya 30 kelompok dalam kegiatan fathu-l-kutub tersebut, seluruh santriwati kelas 6 sangat antusias dalam mencari dan mencoba untuk memahami maksud dan materi yang terdapat dalam kitab kuning yang didapatkan. Sejumlah pembimbing turut mengawasi dan mengawal jalannya kegiatan tersebut dengan bertanggungjawab untuk memberikan pengarahan ataupun kesimulan materi pada setiap kelompok. Meski kegiatan tersebut terihat sangat padat, namun hal tersebut tidak akan melunturkan kesemangatan kelas 6 yang terus dan terus menggali wawasan mereka sepanjang pagi, siang dan malam yang silih berganti untuk membahas dan mendiskusikan materi yang didapatkan.

Mempresentasikan materi Fathu-l-Kutub dan pembahasan bersama para pembimbing.

Hingga sampailah pada hari akhir kegiatan ini berlangsung (10/09), diteruskan dengan pembacaan pengalaman yang telah didapatkan oleh seluruh santriwati kelas 6 selama kegiatan fathu-l-kutub tersebut. Banyak hal rintang dan tantangan yang harus dihadapi oleh santriwati dalam mencari buku, membahas, memahami, mencari kosakata dalam bahasa Arab, mempresentasikan apa yang didapatkan, dan juga menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan, serta mampu menarik kesimpulan dari materi yang dibahas. Namun, demikianlah warna-warni kehidupan santriwati selama berjalannya kegiatan tersebut.  Hal ini menjadi salah satu bukti yang tidak diragukan lagi, bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor selalu melihat keatas, kedepan dan maju demi sebuah kualitas santriwan/ti nya.

-Selmeddy

Motivasi menulis: Jadilah Produsen Pengetahuan Dengan Menulis!

0

GONTOR- “Keluarlah dari konsumen pengetahuan dan berubahlah menjadi produsen pengetahuan” tutur Al-Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud., pembimbing instansi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memberikan motivasi menulis dalam Pembukaan “Workshop Tulis Menulis”, Rabu (9/9) di Aula Rabithah PMDG.

Dalam ranah pengetahuan, menulis adalah puncak pengetahuan manusia, sedangkan dasarnya adalah mendengar, mendengar merupakan bentuk dasar dalam mendapatkan nutrisi pengetahuan, “Kemampuan melihat dari membaca, kalau anda masih membaca dan mendengar berarti menjadi konsumen pengetahuan, mengkonsumsi paling mudah adalah mendengar” tutur Ustadz Hasib.

Ustadz Hasib, dosen UNIDA Gontor ini, menambahkan, dengan dilaksanakannya workshop ini, diharapkan para santri mampu mengetahui tingkatan dalam menulis. “Level produksi tingkat pertama adalah dengan berbicara, anda akan tetap berbicara selama anda membaca dan mendengar, berbicara itu memproduksi pengetahuan, sedangkan menulis, menyaring apa yang sedang dipikirkan, menulis itu mengeluarkan pikiran dalam bentuk tulisan.” Tambah Ustadz Hasib.

Kemudian beliau melanjutkan, seorang penulis tidak harus menjadi penulis hebat, jadilah penulis yang mampu menyampaikan fikiran dengan baik. “Jangan pernah bermimpi untuk menjadi penulis hebat, bermimipilah untuk mudah dalam menggambarakan pikiran, gambaranmu dalam berpikir itu tergantung pada bacaanmu.

Menjadi penulis sama seperti menjadi pelukis, seorang pelukis yang baik adalah pelukis yang mampu menuangkan pikiranannya dalam bentuk lukisan, “Kalau anda masih masih melihat dan mencontoh lukisan atau tulisan maka dipertanyakan, apakah anda penulis sejati atau bukan.” Ucap Ustadz Hasib.

Sebelum menutup sambutannya, Ustadz Hasib menjelaskan rumus sederhana sebagai motivasi menulis: “Jangan menulis sesuatu yang tidak ada manfaatnya, niatkan untuk menulis setiap hari, mulailah dari hal kecil terlebuh dahulu. Tulis apa yang ada di pikiranmu dan di hatimu bukan yang lainnya, tulisalah apa yang dibicarakan dan bicaralah apa yang engkau tulis” Jelas Ustadz Hasib.

Related articles:

Workshop Tulis Menulis, Tingkatkan Literasi Santri

Kembangkan Bakat Menulis, UNIDA Gontor Putri Undang Kiai Hasan Sebagai Narasumber

Kiai Hasan: Bekal Masuk Gontor Adalah Menulis Arab dan Baca Al-Qur’an

Pelatihan Khat: Tingkatkan Kualitas Tulisan Guru

Puisi Kemerdekaan Karya Santri Gontor: Merah Putih Suci