Home Blog Page 189

Kaderisasi Melalui Pelantikan Pengurus Rayon

0

Mantingan-Mengestafetkan amanah kepada pengurus baru menjadi salah satu sarana pendidikan yang di terapkan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor untuk seluruh santriwati.Khususnya kelas 5,yang bertugas dalam membimbing rayon, mengatur konsulat, sekaligus menjadi Pembina pramuka “patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh sebelum hilang sudah berganti”, “Siap memimpin dan siap  dipimpin”. Dalam semboyan ini menjelaskan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor mempunyai pegangan yang filosofis tentang kaderisasi.

Pelantikan pengurus rayon yang terbagi menjadi dua waktu, yaitu pelantikan bagi pengurus rayon anak-anak lama yang dilaksanakan pada Kamis (25-06). Dan untuk pelantikan pengurus santriwati baru dilaksanakan pada Jum’at (26-06). Masing-masing diadakan di depan rayon dan disaksikan oleh seluruh anggota beserta pembimbing. Yang disertai dengan adanya pengarahan tentang tugas dan kewajiban di setiap masing-masing bagian oleh pengurus rayon lama.

Tanggung jawab serta amanah yang besar yang diberikan kepada para santriwati guna melatih ruh kepemimpinan dan memperkenalkan tentang suatu organisasi. Untuk bekal di masyarakat kelak. 

-Tiarala

Fathul Kutub : Ajang Pengaplikasian Bahasa Arab Santri

0

Darul Ma’rifat – (19/09/20) Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi siswa kelas enam Virtuous Generation, kenapa tidak?, hari ini dibukanya acara fathu-l-kutub, acara ini akan menjadi ajang penerapan Bahasa Arab secara tulisan maupun lisan dengan intensif. Pembukaan fathu-l-kutub tahun ini bertepatan  dengan berdirinya pondok Gontor, yang menambah spesialnya hari ini yaitu bertepatan juga dengan ulang tahun salah satu pimpinan pondok Gontor yaitu Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi MA, (Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah). Amin.

Pada kesempatan kali ini, fathu-l-kutub kelas enam sedikit berbeda, karna dibuka secara online (Zoom Meeting), dan diikuti oleh seluruh kampus seluruh indonesia, acara dibuka secara resmi oleh ayahanda K. H. Hasan Abdullah sahal, beliau berpesan agar seluruh santri senantiasa menekuni dunia membaca dan menulis, karena sejatinya membaca adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak boleh hilang, seperti yang dikatakan dalam pepatah arab, لَا خَيْرَ فِي عِلمٍ لَيْسَ فِيْهِ تَفَقُّهٌ  (tidak ada kebaikan dalam suatu ilmu yang tidak didalami (pembelajarannya) ) dan K. H. Masyhudi Subari MA Selaku direktur KMI (kulliyyatu-l-Muallimin Al-islamiyah) juga menambahkan motivasi dan arahan bagi santri-santri kelas enam, beliau berpesan kepada santri kelas enam agar menjadi generasi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia, dengan cara banyak membaca.

Fathu-l-kutub di Pondok Gontor Kampus 3 diadakan di BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern) selama satu minggu, pagi dan malam hari, guna melatih santri kelas enam dalam membaca dan memahami ‘kitab kuning’, adapun materi yang akan dipelajari diantaranya, Aqidah, Tafsir, Hadits dan Fiqih. Antusias kelas enampun sudah nampak saat acara pembukaan berlangsung, semua memperhatikan dan menulis apa yang disampaikan oleh para asatidz dan pembimbing, karna bagi kelas enam sendiri, fathu-l-kutub bukanlah hal yang baru, karna sebelumnya, ketika mereka duduk di bangku kelas enam mereka sudah dikenalkan dengan kitab kuning, meki hanya pengenalan, setidaknya mereka sudah memiliki pengalaman sebelumnya.

Membaca kitab kuning tidaklah mudah, santri dituntut untuk tekun dan memiliki pengetahuan yang luas khususnya  dalam Bahasa Arab, termasuk penguasaan materi yang harus mereka tulis berikut penjelasannya nantinya. Kelas enam dibagi menjadi 24 kelompok, setiap kelompok terdiri dari sembilan sampai sebelas santri, dan setiap kelompok didampingi oleh satu pembimbing. Selain belajar, fathu-l-kutub juga menjadi ajang kebersamaan dan menambah kedekatan antara guru pembimbing dengan santri kelas enam Virtuous Generation. HasanHabiby

SCIENCE SHOW: Meningkatkan Bakat Terpendam Santri

0

(18/09/20) Pondok dengan segala dinamika yang ada mendidik santri. Apa yang kau lihat, apa yang kau dengar, apa yang kau rasakan itu semua pendidikan. Begitulah slogan Pendidikan ala pondok Gontor. Pada jum’at ini bagian laboratorium unjuk gigi. Kali ini mereka mengadakan pameran Science Friday Fun, diadakan di lapangan depan gedung Syiria. Acara ini disambut dengan antusias yang tinggi dari para santri. Dimulai pukul 8 pagi, para santri asisten yang tergabung dalam Omega (Omniscience Gontor Tiga) adalah ekstrakulikuler untuk santri dalam minat MAFIKIB (matematika, fisika, kimia dan biologi). Mereka unjuk gigi dengan melakukan berbagai eksperimen, salah satunya roket api, gunung meletus, hand fire, dan masih banyak lagi.
Selain itu dalam acara ini para santri disuguhkan dengan patung-patung anatomi manusia dan hewan. Mulai dari anatomi otak, saluran pernafasan, saluran pencernaan dan juga ada anatomi hewan mulai dari anatomi katak, anatomi kelinci, kuda dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, juga terdapat berbagai permainan menarik seperti catur kilat, Roket air, rubik, stacko dan permainan lainnya. Ada juga teleskop, miskroskop, lup (kaca pembesar), rangkaian listrik, juga lensa-lensa.
Ada juga olimpiade sains, lomba teka teki, cerdas cermat sains. Di pameran ini juga disuguhkan video-video pendidikan fisika, biologi dan kimia. Seluruh santri dengan semangat mengikuti acara ini dan bahkan tempat yang disediakan oleh panitia tidak mencukupi untuk seluruh santri yang datang. Menunjukkan antusias santri, meskipun datang dengan penuh antusias para santri tidak melupakan protokol kesehatan yaitu memakai masker dan menjaga jarak.
“Jadilah profesor-profesor dalam segala bidang, jadilah ulama yang intelek bukan intelek yang tau agama”.ArramadhanAbad

Bahasa Resmi, Mahkota Santriwati

0

            MANTINGAN-(17/09/20)”Language is Our Crown”Santriwati yang belajar di Gontor diwajibkan untuk menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris dalam berbicara kesehariannya. Untuk memudahkan mereka, setiap santri diwajibkan untuk mengikuti acara ini, usai sholat shubuh berjamaah di masjid, yaitu kegiatan rutin muhadatsah pagi. Maksudnya muhadatsah disini adalah belajar kosakata baru dalam bahasa arab dan bahasa inggris yang disampaikan oleh pengurus rayon di depan rayon masing-masing.

            Setelah diberi beberapa kosakata, santriwati diwajibkan untuk membuat kalimat dari kosakata tersebut.Untuk memudahkannya, santriwati diwajibkan untuk membawa kamus bahasa inggris dan bahasa arab. Inilah kegiatan rutin santriwati pada pagi hari. Meskipun hanya tiga kosakata di setiap paginya, tetapi diharapkan kegiatan ini bisa menambah jumlah kosakata yang diketahui santriwati dan bisa digunakan dalam kesehariannya.

            Tidak hanya sampai disini, pada akhirnya santriwati juga harus mengikuti ujian yang bermaterikan kosakata yang mereka dapatkan di setiap paginya. Seperti biasa seusai sholat shubuh, setiap santriwati diwajibkan untuk pergi ke kelas masing-masing untuk mengikuti ujian kosakata. Ujian ini bertujuan agar santriwati bisa menggunakan apa yang telah diberikan oleh pengurus rayon tiap paginya, tidak hanya sebagai pengetahuan tetapi juga sebagai bekal mereka untuk masa depan.Aliefia

Ma’rifat Super League : Memadukan Otot & Otak dalam ranah Pendidikan

0

Darul Ma’rifat –  Sinar surya Jum’at pagi yang cerah ini menggelorakan semangat para santri dalam mengikuti beragam perlombaan dan games dari cabang olahraga dan juga PRAMUKA, dua jenis perlombaan ini membuat semua santri sibuk hingga tak ada yang berpangku tangan. Acara ini dimulai pada jam 08.30 pagi ini setelah semua santri selesai membersihkan area pondok secara menyeluruh guna menjaga kesehatan mereka di tengah Pandemi COVID-19.

Perlombaan olahraga diikuti oleh berbagai macam klub yang terdapat di pondok ini mulai dari Sepak bola, Basket, Takraw, Voli, Futsal, dsb. Hampir di segala penjuru pondok ini kita bisa melihat para santri bermandikan peluh dan keringat tapi antusias mereka untuk membawa klub mereka masing-masing ke puncak juara membuat semua lelah mereka sirna.

(18/09/20) Disamping perlombaan berbagai macam cabang olahrga yang memeriahkan jum’at pagi mereka ada juga games di bidang kepramukaan yang tak kalah meriah dengan perlombaan keolahragaan. Jika games sebelumnya mayoritas diikuti oleh santri lama karena santri baru belum diperbolehkan bergabung dalam klub atau kursus kecuali yang telah ditentukan, maka pada games kepramukaan ini dimeriahkan oleh semua kalangan santri, dari santri lama maupun baru. Tak hanya sorak sorai yang memeriahkan suasana perlombaan ini, tapi juga yel-yel ataupun lagu-lagu kepramukaan bergema mengobarkan semangat mereka. Tak peduli akan terik mentari yang semakin menggigit, tak peduli lelah yang semakin merasuk,kegembiraan mereka dalam perlombaan ini telah mengusir semua itu. Adapun games dari kepramukaan,diantaranya tarik tambang, ban bowling, ninja warrior, dsb.

Kegembiraan mereka di Jum’at pagi yang berkah ini juga sekaligus sebagai obat psikis dalam penanggulangan wabah COVID-19 ini, tak lupa juga para penonton dan suporter tetap mengikuti protokol kesehatan di New Normal ini yang mana mereka tidak boleh terlalu berdekatan atau yang kita sebut dengan social distancing. Tetapi disinilah Gontor sebagai lembaga pendidikan tidak hanya memperhatikan intelek dan kreativitas santri saja , tapi pendidikan jasmani juga merupakan salah satu tujuan dari pendidikan di Gontor. Dengan kepramukaan para santri belajar memimpin, berkreativitas, dsb yang juga diiringi dengan berbagai macam cabang olahraga di pondok ini, seperti kata pepatah ‘Al-Aqlu As-Saliimu Fii Al-Jismi As-Saliimi’ Akal yang Sehat terdapat di badan yang sehat pula.Aria Kamal

Pengurus Baru Dema UNIDA Gontor Resmi Dilantik

0

DARUSSALAM– Pengurus lama Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor periode 1440-1441/2019-2020, baik wilayah maupun pusat telah selesai dari masa tugasnya. Masing-masing kampus memusyawarahkan dan menetapkan pengurus baru Dema UNIDA Gontor untuk periode berikutnya, dan menghadiri acara pelantikan yang diadakan di PMDG Kampus pusat pada hari Jum’at (11/09) lalu.

Pemilihan ketua pengurus pusat Dema UNIDA Gontor diadakan pada pagi harinya, bertempat di Aula Pertemuan Gedung Rabithah. Dimulai pada pukul 08.00 WIB, acara tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa aktif UNIDA kampus Gontor dan delegasi pengurus Dema wilayah dari seluruh kampus. Setelah pemilihan, acara dilanjutkan dengan rapat koordinasi pengurus Dema seluruh kampus yang dilaksanakan di gedung Rabithah ruangan 201.

Kandidat ketua Dema pusat yang akan dipilih oleh para mahasiswa pada pagi itu adalah sebanyak 5 orang. Dari para kandidat tersebut, yang terpilih sebagai ketua dari hasil pengumpulan suara terbanyak adalah Al-Ustadz Masau Dito Pendi, Al-Ustadz Sean Filo Muhammad, dan Al-Ustadz Falihuddin Hasan.

Acara di hari itu dilanjutkan pada malam harinya dengan laporan pertanggung jawaban pengurus lama dan pelantikan seluruh pengurus baru Dema UNIDA Gontor. Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Rektor II UNIDA Gontor Al-Ustadz Dr. Setiawan Bin Lahuri, Lc., M.A. yang menyampaikan sambutannya sekaligus melantik para pengurus baru.

Dalam sambutannya, beliau menekankan tentang betapa pentingnya bagi para mahasiswa-mahasiswi untuk memperbanyak pengalaman mereka di masa muda, terutama pengalaman keorganisasian sebagai pengurus Dema. “Usia itu bukan faktor penting. Jangan menunggu waktu dewasa untuk berkarya. Bila sudah waktunya untuk berjuang, untuk memberi, maka berikanlah yang terbaik, kontribusi untuk negara melalui pesantren. Maka beruntunglah kalian yang masih mendapat kesempatan untuk menjalankan amanat serta pendidikan ini.” jelas beliau.

Setelah laporan pertanggung jawaban pengurus lama kemudian sambutan dan pelantikan oleh Bapak Wakil Rektor, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus lama dan pengurus baru Dema UNIDA Gontor yang disampaikan oleh masing-masing ketua. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Related Articles:

Prodi Pendidikan Agama Islam Adakan Orientasi Khusus Bagi Mahasiswa Kampus Gontor

Pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Unida Gontor, Estafetkan Kader Pemimpin Umat

Seminar Akhir Tahun DEMA UNIDA Gontor Isi Kegiatan Mahasiswa Guru

Pembukaan Latihan Pidato; Estafetkan Perjuangan Dakwah

0

MANTINGAN-Seperti yang kita ketahui, dakwah atau menyeru kepada kebaikan harus menjadi tujuan hidup bagi seluruh muslim. Seperti ayat di bawah ini :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruhkepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 104)

Demi melanjutkan estafet perjuangan dakwah, Pondok Modern Darussalam Gontor sangat menekankan kegiatan latihan berpidato bagi seluruh santrinya.

Pembukaan Latihan Pidato ini diselenggarakan pada hari Kamis, (2/7/20) di Masjid Mu’allimat Gontor Putri Kampus 1. Antusias terlihat jelas diwajah santriwati kelas 1 dan 1 intensif dalam mengikuti acara ini. Acara yang memang diperuntukkan bagi santriwati baru ini diselenggarakan setiap awal tahun ajaran baru oleh Pembimbing bagianTa’lim dan Muhadharah, yang dibantu oleh bagian Pengajaran OPPM.

Dalam acara ini, JMK (Jumi’atu-l-Khotibaat) atau Klub Pidato Darussalam mempraktekkan kepada santriwati baru bagaimana cara berpidato dan menjadi pembawa acara dalam kegiatan berpidato dalam 3 bahasa, yaitu Bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Selain itu, para santriwati baru juga diperlihatkan beberapa video contoh berpidato. Hal ini dimaksudkan agar santriwati tidak monoton dan lebih inovatif dalam berpidato.

JMK (Jumi’atu-l-Khotibaat) sedang memberikan contoh berpidato 3 bahasa

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kegiatan pidato yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor kepada santriwatibaru. Juga, agar mereka dapat memahami tujuan diadakannya kegiatan ini, sehingga dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh.

Pidato memang bukan satu-satunya metodeberdakwah. Namun, banyak sekali pendidikan yang diajarkan dalam kegiatan ini, diantaranya memperluas wawasan (khususnya dalam pembuatan teks pidato dan mendengarkan orang lain berpidato), melatih mental, bahasa, dsb. Dari sinilah, Gontor memandang betapa pentingnya pendidikan pidato bagi santri/santriwatinya. Dari kegiatan latihan pidato ini, diharapkan agar nantinya seluruh santri/santriwati dapat menjadi orang besar, yang dapat mendakwahkan Islam mulai dari pelosok hingga ke kancah internasional.Aya

Meningkatkan Intelektual Santriwati dengan Fathul Kutub

0

 Rabu (2/9) lalu, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 kembali adakan kegiatan  tahunan KMI yaitu Fathu-l-Kutub Turats Al-Islami. Bertujuan untuk meningkatkan intelektual santriwati dengan mempelajari kitab kuning, selain memahami isi kandungan kitab tersebut santriwati juga dapat mengetahui pengarangnya. Tak hanya itu, tujuan lain diadakannya Fathu-l-Kutub adalah untuk mengasah mental santriwati dalam mengemukakan permasalahan yang ada saat ini di hadapan teman-temanya tentunya dengan berlandasakan dan berasaskan atas apa yang telah mereka dapat dan bahas dalam kitab kuning.

Oleh karena itu, apabila ada anggapan bahwa Gontor tidak mengajarkan kitab kuning kepada santrinya. Maka itu adalah anggapan yang salah. Karena Gontor mengajarkannya kepada santriwati senior khususnya kelas 5 dan 6 KMI. Tentunya dengan cara yang berbeda. Gontor menekankan terlebih dahulu dalam penguasaan Bahasa Arab yang mana telah mereka dapat semenjak Kelas 1 dan 1 Intensif. Sebelum  pelaksanaan Fathu-l-Kutub pun diadakan pengarahan tentang tata cara membaca kitab kuning karya ulama terdahulu. Dilanjutkan dengan pemberian masalah atau pembahasan seputar tentang Fiqh, Tauhid, Hadits, dan Tafsir tiap-tiap kelompok  yang harus mencari penyelesaiannya dalam Kitab Kuning yang telah disediakan dan mendiskusikan dengan kelompoknya tentunya bersama ustadzah pembimbing yang mendampingi.

Kegiatan Fathu-l-Kutub berlangsung selama satu minggu, dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz K.H Hasan Abdullah Sahal bertempat di PMDG Putri Kampus 1. Dilanjutkan dengan pengarahan per materi di PMDG Putri Kampus 2. Padatnya kegiatan tak menghambat kesemangatan Siswi Akhir KMI Virtuous Generation khususnya dalam pencarian dan  pembahasan masalah yang diberikan oleh panitia.

Di akhir acara (10/9) diadakan Munaqosyah Amm atau diskusi umum dengan mosi كراهية التزيين للمرأة المتزوجة عند حفلة الزفاف” terlihat kesemangatan  setiap pembicara dan penonton, terbukti dengan banyaknya santriwati yang bertanya. Kegiatan Fathu-l-Kutub resmi ditutup Kamis (10/9) oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya, M.Pd. hasnab

Orientasi Penerimaan Tamu; Memberikan Panduan Tentang Etika Menerima Tamu dengan Baik

0

Mantingan, (Ahad, 13-09-2020) Seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari Akhir akan memuliakan tamunya dengan baik dan benar seperti yang disebutkan dalam hadist berikut ini; “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya (H.R. Bukhori Muslim), maka dari itu, Bagian Penerimaan Tamu Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengadakan Orientasi Penerimaan Tamu.

            Orientasi ini bertempat di aula Saudi dengan tutor Al-Ustadz Imam Kalimi, S.Ag, Al-Ustadz Mohammad Zaky Mubarok, S.Pd.I, dan Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc, M.A. peserta orientasi dari Bagian Penerimaan Tamu serta perwakilan dari sektor-sektor ustadzah. Dengan di bangunnya Masjid Baitul Abbas Thalib ada banyak tamu yang datang berkunjung atau sekedar memantau berlangsungnya pembangunan.

            Oleh karena itu diadakannya orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta bagaimana etika dalam penerimaan tamu yang baik dan benar. Al-Ustadz Imam Kalimi, S.Ag menyampaikan bahwa etika menerima itu haruslah Aruh (sapa, sambut, senyum), Gupuh (tergopoh-gopoh), Lungguh (orang yang baik, bersih, nyaman), Suguh (makanan nikmat, hangat, sesuai).

            Orientasi yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam itu diharapkan dapat menambah wawasan peserta dalam etika menerima tamu dan bisa bermanfaat serta diterapkan baik didalam pondok maupun di masyarakat nantinya.Margareth.

Renovasi Gedung Asrama Indonesia 4 dan Ninxia; Bukti pondok tidak pernah berhenti bergerak.

0

Mantingan – ‘Alma’hadu Laa Yanaamu Abadan’, meski dunia sedang di gemparkan oleh wabah atau virus mematikan yang menular, yang belakangan ini dikenal dengan COVID-19. Namun pandemik kini tidak menjadi penghalang bagi para orangtua untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak yang mendaftar pada tahun ini.

Sehingga, jumlah santriwati yang ada di pondok semakin bertambah dan penduduk darussalam semakin padat. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah seluruh warga darussalam yang kini mencapai 4.192 santriwati. Namun, dengan adanya kepadatan tersebut, tidaklah menjadi suatu kendala bagi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 untuk tetap dapat mengambil keputusan terbaik serta mampu menanggulangi keadaan yang ada. Panca Jangka dalam Darussalam tetaplah berjalan, maka inilah jawaban bagi padatnya penduduk warga darussalam. yaitu, diadakannya program pembangunan yang sistematis dan terus ditingkatkan demi terciptanya lingkungan yang kondusif dan dinamis.

Tahun 2019 lalu, Gedung asrama Indonesia 1 dan 2 telah selesai direnovasi menjadi Gedung asrama berlantai dua, dan disusul dengan selesainya pembangunan Gedung Indonesia 3. Adapun dua proyek pembangunan yang tengah dilakukan, yaitu perenovasian Gedung Indonesia 4 yang telah dimulai pada (03/12) dan Gedung Ninxia pada tanggal (26/04). Santriwati yang menetap di kedua bangunan tersebut dialokasikan untuk sementara waktu ke Gedung Mufadhol dan Gedung asrama Indonesia 3 atas.

Proyek pembangunan Gedung asrama Indonesia 4 ini dikerjakan oleh 42 pekerja yang dimandori oleh Pak Edi. Kedua gedung ini akan dibangun menjadi dua lantai yang akan terdapat 4 kamar pada setiap lantai. Dari awal pembangunannya, hingga saat ini proyek ini telah berjalan 50%. Sedangkan proyek pembangunan Gedung Ninxia dimandori oleh Pak Eri, dengan jumlah pekerja 57 orang gedung ini juga akan dibangun menjadi dua lantai, akan ada 7 ruangan di lantai satu dan 6 ruangan di lantai dua. Adapun, dari awal pembangunannya hingga sekarang, proyek ini sudah berjalan 40%. Rencananya, kedua proyek ini akan segera diselesaikan tahun ini, agar dapat dipakai sebagaimana fungsinya. “Setelah proyek Indonesia 4 dan Ninxia selesai, maka rencana penggunaan masing-masing Gedung akan langsung difungsikan, yaitu Rayon Indonesia 4 sebagai Rayon santriwati dan Ninxia sebagai Klinik Pratama” jelas Bagian Pembangunan Gontor putri kampus 1.

Ama

Pembangunan Gedung Ninxia (1)
Pembangunan Gedung Ninxia (2)
Pembangunan Gedung Indonesia 4