Home Blog Page 2

Ribuan Hadirin Memadati Lapangan Hijau PMDG Dalam Tabligh Akbar 100 Tahun PMDG

0

Pondok Modern Darusslam Gontor (PMDG), mengadakan Tabligh Akbar pada Senin (08/06), yang bertempat di lapangan sepak bola Gontor kampus pusat. Kegiatan ini merupakan rentetan peringatan 100 tahun umur PMDG, yang dihadiri oleh Al-Ustaz H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Al-Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., Al-Ustadz H. Luqmanulhakim, S.E.I., M.M. dan Al-Ustadz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar, L.c., B.Sh., M.A., Ph.D.. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah dan kontribusi Gontor selama 100 tahun, namun juga momentum strategis untuk memperkuat peranannya dalam membangun peradaban Islam yang unggul dan berkelanjutan.

Dalam pidato pembukannya K.H Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bhawasanya semua yang ada di Gontor tidak lain kecuali untuk pendidikan, “Di gontor ini semuanya adalah untuk mendidik, menyanyi untuk mendidik, pidato untuk mendidik, menulis untuk mendidik. Tidak ada satu katapun tidak untuk mendidik, tidak ada satu sepeserpun tidak untuk mendidik, tidak ada seorangpun tidak untuk mendidik, tidak ada waktu sedetikpun tidak untuk mendidik, tidak ada satu pelajaranpun tidak untuk mendidik.”

Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian hingga acara berakhir. Kehadiran ribuan jamaah menjadi bukti besarnya perhatian masyarakat terhadap peran pesantren dalam membangun kehidupan beragama dan sosial yang harmonis.

Tabligh Akbar ini menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan 100 Tahun PMDG, sekaligus menegaskan komitmen pondok untuk terus berkontribusi dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat di masa mendatang.

Kontributor : Tim Humas PMDG, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

PMDG kirimkan 8 Delegasi Dalam BPSARA Di Singapura

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), PMDG mengukir sejarah baru. Sebanyak 8 orang santri PMDG kelas 4, 5, dan 6 dari Kampus Pusat dan Kampus 2 menjadi delegasi dalam Madrasah Aljunied for Syed Abdul Rahman Aljunied Arabic Debating Championship, (BPSARA). Ini merupakan sebuah ajang kompetisi debat tahunan bertaraf internasional yang digagas oleh Madrasah Aljunied Al-Islamiah, Singapura.

Selama 3 hari, (9-11/6) Kontingen PMDG akan berkompetisi melawan belasan tim dari negara-negara jiran. Melalui sistem gugur, mereka akan bertahan mengadu argumen dalam berbagai topik seperti sosial, teknologi, pendidikan, hingga fenomena media sosial. Mulai dari memberi dan mempertahankan argumen, menginterupsi, hingga menyanggah semua harus dilakukan dalam bahasa arab yang fasih.

Al-Ustadz Fariz Istiqlal Harahap S.I.Kom, selaku pembimbing menyatakan bahwa tujuan utama kompetisi ini adalah untuk meningkatkan mutu PMDG, Pendidikan dan Pengajaran, serta Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Qur’an. Selain itu, kompetisi juga bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman interaksi antar bangsa pada para peserta. Beliau juga menegaskan bahwa para santri tidak dituntut untuk menjadi juara, melainkan pengalaman dan ilmu yang didapatlah yang utama.

“Seperti apa yang dikatakan Kyai Akrim Mariyat saat pelepasan di Kantor Pimpinan kemarin, ‘Mau kamu menang, mau kamu kalah, itu tidak penting. Tapi pengalamanmu mengikuti kompetisi ini jauh lebih penting daripada apapun” maka kita tidak menargetkan juara pada mereka, tapi kami mau, kompetisi ini membuka lebih luas pikiran dan pandangan mereka.” Ujarnya.

Meski persiapan secara intensif baru dilaksanakan 1 bulan terakhir, para peserta optimis dapat menghadapi kompetisi ini dengan lancar. Mereka berharap kompetisi ini dapat membuka pintu lebih luas ke kompetisi-kompetisi lain dengan taraf lebih tinggi. Serta mampu mengangkat nama Indonesia dan Pesantren dalam kancah internasional.

Kontributor : Haniya, Dejuan

Editor :Johansyah, Faza

Makna Kepemimpinan dalam Lakon Parikesit Dadi Ratu

0

Pagelaran wayang kulit dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Sabtu, (6/6), menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon Parikesit Dadi Ratu. Lakon tersebut mengisahkan proses Parikesit sebagai pewaris takhta yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin kerajaan.

Dalam cerita, Parikesit menjalani berbagai tahapan pembentukan karakter sebelum menerima amanah sebagai raja. Ia meninggalkan kenyamanan istana, menghadapi berbagai kesulitan hidup, serta menjalani laku spiritual untuk memperoleh Wahyu Cakraningrat. Berbagai ujian yang dihadapi bertujuan membentuk kedewasaan, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan diri sebagai syarat kepemimpinan.

Salah satu nilai utama yang ditampilkan adalah pengendalian hawa nafsu. Melalui bimbingan Semar, Parikesit memahami bahwa kemampuan memimpin orang lain harus diawali dengan kemampuan memimpin diri sendiri. Setelah berhasil melewati berbagai ujian, Parikesit memperoleh legitimasi sebagai pemimpin dan mempraktikkan kepemimpinan yang tegas sekaligus bijaksana.

Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan sistem pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Proses pembentukan karakter santri dilaksanakan melalui kehidupan yang sederhana, disiplin, dan teratur. Kesederhanaan yang menjadi salah satu unsur Panca Jiwa mengajarkan santri untuk tidak bergantung pada kemewahan dan membiasakan diri menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ki MMP Bayu Aji saat mendhalang di atas panggung

Selain itu, penerapan peraturan dan disiplin pondok bertujuan melatih pengendalian diri, tanggung jawab, serta kedewasaan dalam bertindak. Sistem kaderisasi yang diterapkan juga memiliki kesamaan dengan proses regenerasi kepemimpinan dalam kisah Parikesit, yaitu pemberian amanah kepada generasi berikutnya setelah melalui proses pendidikan dan pembinaan yang memadai.

Dengan demikian, lakon Parikesit Dadi Ratu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan budaya, tetapi juga mengandung nilai pendidikan yang sejalan dengan tujuan pembentukan karakter dan kepemimpinan santri di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Kontributor : Nawwaf, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah, Faza

Ribuan Penonton Padati Pagelaran Wayang Kulit 100 Tahun Gontor

0

Dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), panitia penyelenggara menghadirkan pagelaran Wayang Kulit. Ini merupakan bagian dari seni dan budaya yang menyemarakkan momentum 100 tahun perjalanan PMDG. Pagelaran ini menghadirkan dalang kondang, Ki Bayu Aji, yang dikenal sebagai maestro dalang wayang kulit kenamaan asal Surakarta (Solo), Jawa Tengah.

Pagelaran Wayang Kulit 100 Tahun Gontor mengusung tema “Mensyukuri Masa Lalu dengan Nilai-Nilai Abadi dan Membekali Masa yang Akan Datang dengan Berbagai Tantangan” dengan lakon “Parikesit Dadi Ratu”. Dipilihnya lakon ini sebagai sarana menanamkan nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan keteladanan kepada santri serta masyarakat.

Pimpinan PMDG menyampaikan pidatonya saat pembukaan wayang kulit 100 tahun PMDG.

Pimpinan PMDG K.H Akrim Mariyat Dipl.A.Ed menyampaikan bahwa PMDG merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan kehidupan, begitu juga wayang kulit sama-sama mengajarkan kehidupan. Dengan diadakanya pagelaran wayang kulit ini menunjukan keseriusan pondok dalam mensyi’arkan nilai-nilai falsafah pondok bagi Masyarakat sekitar.

penyerahan parikesit, sebagai simbol dibukanya acara wayang kulit 100 tahun PMDG.

“Pondok modern adalah lembaga pendidikan, begitu juga wayang sama-sama mengajarkan pendidikan kehidupan, Pertunjukan ini adalah konsumsi bagi Masyarakat sekitar dan kita, sebagai contoh kehidupan yang baik” ujarnya. Melalui lakon dan pesan moral yang disampaikan, masyarakat diajak merefleksikan makna kehidupan serta nilai-nilai kebajikan Islam. Ini merupakan salah satu cara melestarikan budaya khas Indonesia tanpa meninggalkan agama.

Meriahnya malam kala itu, lebih dari 2.000 orang turut hadir dalam pagelaran wayang kulit yang dihadiri mulai dari santri, guru-guru, hingga masyarakat Ponorogo. Walau malam semakin larut, akan tetapi tidak mengurangi rasa antusias mereka saat menyaksikan pagelaran seni ini.

Kontributor : Zulfahmi , Tim Media PMDG

Editor : Johanysah, Faza

Perdalam Sistem Pendidikan Pesantren, PP. Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah Kunjungi Gontor Putri Kampus 3

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3, menerima kunjungan studi dari Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah Condong Tasikmalaya, pada (4/6)-(5/6). Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan sekaligus memberikan wawasan mengenai sistem pendidikan dan kehidupan kepesantrenan yang diterapkan di Gontor.

Selama kunjungan, peserta diajak mengenal berbagai sektor usaha guru yang menjadi bagian dari pendidikan kemandirian serta pengembangan keterampilan. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan, manajemen organisasi, dan tanggung jawab santri dalam menjalankan berbagai aktivitas pondok.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan kegiatan kepramukaan yang menjadi salah satu instrumen pembentukan karakter di Gontor. Melalui kepramukaan, santri dibina untuk memiliki kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan friendship match yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta menciptakan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Melalui kunjungan ini, kedua lembaga diharapkan dapat terus memperkuat hubungan kelembagaan dan saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan pesantren.

Kontributor : Natasya, siska

Editor : Johansyah, Faza

Pembukaan Latihan DASS Tandai Persiapan Peringatan 100 Tahun PMDG Fase 3

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) resmi membuka latihan Darussalam All Star Show (DASS) pada Kamis malam (4/6). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh seluruh santri dan segenap asatidz. Pembukaan latihan DASS menjadi langkah persiapan dalam rangkaian Peringatan 100 Tahun PMDG fase 3. Kegiatan ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Quran dan dilanjut dengan sambutan ketua Peringatan 100 tahun PMDG, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. khoirul Umam, M.Ec..

Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwasanya tahun ini merupakan tahun yang besar, karena DASS ini termasuk dalam rentetan 100 tahun PMDG. Tahun ini, tahun yang mendidik juga membina kader-kader pemimpin bangsa.

“Tahun ini akan menjadi tahun yang sangat istimewa, karena bertepatan dengan rangkaian peringatan seratus tahun Darussalam Gontor, seratus tahun Pendidikan, seratus tahun perjuangan, seratus tahun membentuk karakter, seratus tahun mengembangkan kepemimpinan, seratus tahun pengabdian kepada bangsa.”ujarnya.

DASS merupakan salah satu agenda yang dirancang untuk menyemarakkan peringatan 100 tahun berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor. Berbagai pertunjukan yang dipersiapkan yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai pendidikan, kedisiplinan, serta kreativitas yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan pondok.

Sebagai penutup acara, seluruh peserta mengikuti salat hajat bersama. salat hajat ini menjadi ikhtiar memohon kemudahan dan kelancaran kepada Allah SWT. Diharapkan, langkah awal tersebut membawa keberkahan bagi seluruh rangkaian kegiatan berikutnya.

Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum penting, Karena itu, berbagai persiapan terus dilakukan agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh penonton dan tamu yang hadir.

Dengan dimulainya latihan DASS, diharapkan setiap tahapan persiapan dapat berjalan lancar. Seluruh peserta pun berkomitmen untuk memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk kontribusi dalam menyambut 100 tahun PMDG.

Kontributor : Humas PMDG

Editor : Johansyah

Wujud Syukur Kelancaran Kurban, PMDG Gelar Tasyakuran di BPPM

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar acara tasyakuran kurban 1447 Hijriah, Kamis (04/06), bertempat di BPPM. Acara tersebut berlangsung khidmat, dihadiri oleh pimpinan pondok, para guru, santri, serta panitia pelaksana kurban PMDG kampus pusat Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Kegiatan tasyakuran digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran seluruh proses ibadah kurban. Rangkaian tersebut mulai dari penyembelihan hewan, pengolahan daging, hingga distribusi kepada yang berhak menerima.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan pimpinan pondok, serta doa bersama. Dalam sambutannya, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., menyampaikan bahwa kita berlajar banyak dari adanya ibadah kurban, hal ini merupakan sebuah pengalaman yang berharga.

“Kita dan panitia diajar banyak oleh kurban ini, kurban itu mengajar kita banyak, kita diajari dengan pengalaman, pengalaman dulu dan sekarang pasti berbeda, dulu baik Sekarang juga baik tapi cuman beda zaman saja,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi singkat bagi panitia kurban. Ketua panitia, H. Anwar Boyaman, melaporkan bahwa proses pelaksanaan Idul Adha 1447 H berjalan lancar dan terorganisir.

Acara tasyakuran kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana, yang diikuti oleh guru, ketua kelas, ketua klub, ketua rayon serta panitia. Suasana kebersamaan terlihat mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir acara.

Kontributor : Humas PMDG

Editor : Johansyah

Kepulangan K.H. Hasan Abdullah Sahal dari Tanah Suci

0

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H Hasan Abdullah Sahal, kembali ke pondok setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Rabu (03/06). Kedatangan beliau disambut hangat oleh para santri, guru, serta keluarga besar pondok di kampus pusat, Ponorogo, Jawa Timur.

Ibadah haji ini merupakan undangan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk K.H. Hasan Abdullah Sahal. Ini merupakan bagian dari program undangan khusus Kerajaan Saudi atau program Dhuuf Khadim al-haramain as-syarifain (tamu raja arab saudi) yang rutin diberikan kepada para tokoh,ulama, dan pemuka agama Islam dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Suasana haru dan khidmat mewarnai penyambutan yang berlangsung pada Kamis (4/6), bertempat di kantor pimpinan. Selepas magrib dengan tepat, berbondong-bondong para hadirin menyambut kedatangan beliau. Pada kesempatan yang berharga tersebut, beliau menyampaikan nasehat juga berbagai pengalaman yang beliau rasakan selama melaksanakan ibadah haji 1447 H.

“Haji kali ini betul-betul tidak terduga (extraordinary), maka saya harus bersyukur, dan alhamdulilah keadaan penertiban, tandzim perhajian dan perkotaan di mekah Madinah lebih baik dari pada tahun-tahun yang lalu,” ujar beliau.

Kepulangan KH Hasan Abdullah Sahal menjadi momentum yang dinantikan oleh keluarga besar pondok. Selama beliau berada di Tanah Suci, aktivitas pendidikan dan pengasuhan santri tetap berjalan sebagaimana mestinya di bawah koordinasi pimpinan dan jajaran pengasuh pondok.

Kontributor : Humas PMDG

Editor : Johansyah

Penyembelihan Hewan Kurban 1447 H Di PMDG Berjalan Dengan Tertib

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka hari raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai (27/05) hingga (30/05), dengan melibatkan guru senior, guru KMI, panitia kurban, serta para santri.

Pada pelaksanaan tahun ini, pondok menyembelih lebih dari 30 ekor sapi dan 105 ekor kambing secara bertahap dan terorganisasi di lingkungan pondok. Kegiatanini merupakan salah satu pendidikan bagi para santri dalam menanamkan nilai pengorbanan dan kepedulian sosial.

Ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan syariat Islam, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Semangat berkurban diharapkan dapat terus tumbuh dalam kehidupan para santri dan masyarakat.

Panitia kurban menyebut bahwa hewan kurban kali ini terdiri atas sapi dan kambing. Hewan-hewan tersebut berasal dari peserta kurban, baik individu maupun kolektif.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada para santri, guru senior, keluarga pondok, masyarakat sekitar hingga lembaga binaan pondok. Panitia memperkirakan lebih dari 7.000 penerima manfaat memperoleh distribusi daging kurban tahun ini.

Harapanya dengan adanya kurban ini kita bisa meneladani kisah Nabi Ibrahim As juga memperkokoh jallinan silaturahmi dalam upaya menopang ukhuwah islamiyah.

Kontributor : Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

Santri Gontor Tunjukkan Kreativitas Teknologi dalam Ajang Robovaganza 2026

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengirimkan para santrinya untuk mengikuti ajang robotika Robovaganza 2026, bertemakan “Race to the Finish!”. Kegiatan ini menjadi sarana bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan teknis, dan keterampilan pemrograman di bidang robotika modern.

Melalui Laboratorium KMI, PMDG terus mendorong penguasaan teknologi di kalangan santri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, sesuai prinsip “Ulama yang Intelek, bukan Intelek yang tahu Agama”. Keikutsertaan dalam kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keilmuan santri di bidang robotika dan elektronika.

Kompetisi kategori Line Follower dipilih karena memadukan logika matematika, algoritma pemrograman, dan teknik elektronika dalam satu sistem. Para peserta dituntut merancang robot yang mampu bergerak otomatis mengikuti jalur dengan presisi dan kecepatan tinggi.

Robot yang digunakan merupakan Robot Line Follower Digital dengan ukuran maksimal 20 cm × 20 cm × 20 cm. Robot bergerak otomatis tanpa remote control menggunakan mikrokontroler seperti Arduino Nano atau ESP32 serta sensor photodiode dan infrared.

Melalui ajang ini, para santri diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik Pondok Modern Darussalam Gontor dalam bidang teknologi dan inovasi robotika.

Kontrinbutor : Faza, Dejuan

Editor : Johansyah