Home Blog Page 210

Ujian Untuk Belajar, Bukan Belajar Untuk Ujian (Bag.1)

0

RIMBO PANJANG – Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian. Demikian bunyi slogan yang sering digaungkan saat ujian digelar. Agar santriwati tidak salah niat, bahwa keberadaan mereka di Gontor adalah untuk ibadah menuntut ilmu bukan sekedar mendapatkan nilai dan lembar ijazah.

Proses kegiatan belajar mengajar telah usai. Untuk mendapatkan gambaran pencapaian dan evaluasi proses pembelajaran, KMI mengadakan ujian. Diawali dengan ujian lisan. Dalam proses ini, mental dan kemampuan akademis para santriwati diuji kekuatannya. Mereka harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh dua hingga lima orang penguji.

Ujian lisan berlangsung selama 11 hari (11-21/3). Sebanyak 163 orang guru dikerahkan untuk menjadi penguji dan bertugas di beberapa sektor. Dengan dikawal oleh guru-gurunya, Siswi Akhir KMI pun juga dilibatkan untuk ikut menguji sebagai media latihan.

Usai diberi arahan tentang tata cara menguji, seluruh penguji diminta untuk menunjukkan persiapan mengujinya di hadapan dewan guru senior. Hal itu sebagai upaya pondok untuk mengawal jalannya ujian sehingga tujuan pelaksanaan ujian dapat tercapai. Saat proses menguji berlangsung pun, Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur sesekali berkeliling ruang-ruang ujian. Farouq

Santriwati mengantri untuk setor hafalan pelajaran di hadapan seorang ustadzah

Gali Potensi, Mabikori Adakan GSS

0

RIMBO PANJANG – Sebagai usaha mencetak santriwati yang memiliki banyak kompetensi di berbagai bidang, Mabikori (Majelis Pembimbing Koordinator Harian) Gerakan Pramuka mengadakan kegiatan Gontor Scout Smart (GSS). Kegiatan ini sejenis perlombaan kepramukaan yang melibatkan seluruh adika pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7.

Perlombaan ini terbagi menjadi 3 gelombang. Gelombang pertama adalah ujian tulis tentang wawasan kepramukaan. Bagi adika yang mendapatkan nilai tinggi berhak untuk melanjutkan ke gelombang kedua. Pada tahap ini, para peserta diuji untuk mempraktikkan beberapa teknik pramuka. Adika yang lolos pada tahap ini, didaulat menjadi finalis gelombang ketiga.

Gelombang ketiga dihelat cukup meriah. Menggunakan panggung yang berlokasi di dua tempat berbeda. Lapangan utama untuk para penegak, sedangkan sahah taasi untuk para penggalang.

Rentetannya yang panjang membuat pelaksanaannya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu 14 hari (14-27/2). Dari perlombaan tersebut, diperoleh enam orang pemenang. Farouq

Para Juara Gontor Girls Smart
Penggalang
Juara 1: Maulidina Aisyah 3B
Juara 2: Sania Rahma 3B
Juara 3: Fatimah Deswina 3B
Penegak
Juara 1: Nursita Juliana 4B
Juara 2: Mutiara Nabila 4D
Juara 3: Rintari Rastra 4C

Pembukaan Ujian Tulis Akhir Tahun Ajaran 2019-2020

0

DARUSSALAM-Pada Kamis (26/03) Pagi, bersama Al-Ustadz KH.Umar Said Wijaya, M.Pd sebagai Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 dan Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, L.c M.A sebagai Bapak Wakil Direktur KMI yang dihadiri oleh para asatidz dan madamat yang berpakaian resmi dan juga seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 yang dimana siswi kelas 6 yang berjumlah 187 orang.

Acara ini diawali oleh pembukaan pesan dan nasehat yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDGP 2, Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd yang berisikan untaian rasa syukur atas nikmat dan kesehatan yang diberikan Allah SWT kepada kami semua sehingga dapat berkumpul bersama dalam acara ini dengan sehat wal afiyat dan tetap dalam naungan pondok suci nan damai ini.Seterusnya dilanjutkan taujihad yang berisikan tentang tata cara dan peraturan tentang ujian tulis akhir tahun bahwasannya diperkenankan terhadap seluruh santriwati untuk fokus dalam belajar dan mengerjakan ujian tulis ini tanpa memikirkan suatu hal selain mata pelajaran dan tidak lupa untuk berdo’a dan menjaga kesehatan agar terhindar dari suatu hal yang tidak diinginkan dan tetap sehat wal afiyat.

Setelah pesan dan nasehat yang diberikan oleh Bapak Wakil Pengasuh, acara ini diteruskan oleh taujihad yang disampaikan oleh Bapak Wakil Direktur Kulliyatu-l Mu’allimat Al-Islamiyyah yang berisikan tentang tata cara ujian tulis dan tata cara belajar yang baik yang diharapkan pada akhir tahun ini Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mendapatkan nilai rata-rata 6,00 yang dimana ingin mencetak idealisasi seperti 5 tahun yang lalu dalam pondok ini.

Acara ini diakhiri oleh untaian do’a yang dipimpin oleh Bapak Wakil Pengasuh dengan penuh tunduk dan khusyuk.Setelah itu diwajibkan kepada seluruh santriwati kelas 1 sampai kelas 5 untuk segera beranjak dan memasuki ruang ujian masing-masing, bagi siswi kelas 6 untuk segera pergi ke tempat bertugas masing-masing.

Maklumat Pimpinan PMDG Terkait Penyelenggaraan Resepsi Khataman dan Yudisium

0

GONTOR–Dalam rangka melindungi dan menjaga santri, guru, serta keluarga besar pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dari risiko penyebaran Coronavirus Diseas (Covid-19) di lingkungan PMDG, Pimpinan Pondok menetapkan bahwa Penyelenggaraan Resepsi Khataman, Yudisium Siswa Akhir KMI 2020, dan Yudisium Siswa Kelas 5 KMI tidak mengundang wali santri dalam acara tersebut.

Maklumat tersebut dikeluarkan oleh Pimpinan PMDG pada hari Rabu, 25 Maret 2020, Pukul 20.00 WIB. #brada

Ujian Lisan, Menguji Mental dan Intelektual

0

Karangbanyu – Rabu, (11/03) lalu Ujian Akhir Tahun Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) di Gontor Putri Kampus 3 sudah resmi dimulai. Pelaksanaan ujian lisan merupakan tahap awal yang dilalui oleh seluruh santri se-Darussalam. Inilah salah satu potret kesibukan yang tengah terjadi sehingga juga menjadi pertanda bahwa semester kedua tahun ajaran 1441/2020 akan segera usai.

Ujian lisan akhir tahun kali ini berlangsung selama 10 hari, yaitu sejak hari Rabu, (11/03) sampai dengan hari Senin, (23/03). Adapun materi pelajaran yang diujikan pada ujian lisan adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Al-Qur’an. Ujian lisan ini bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan intelektual santri dan mengetahui hasil pembelajarannya selama satu semester ini, selain itu ujian ini juga bertujuan untuk melatih rasa percaya diri dan mental santri ketika berhadapan dengan para penguji.

Salah satu santriwati sedang di Uji dengan mata pelajaran Bahasa Arab

Pelaksanaan ujian lisan ini diikuti oleh seluruh guru dan santri. Seluruh warga Darussalam saling merasakan suasana ujian yang sedang berlangsung. Kali ini Ujian Akhir Tahun diikuti oleh 2123 peserta ujian dari siswi kelas 1–5, 438 siswi akhir kelas 6 sebagai penguji dan pembantu panitia ujian dan 152  penguji dari asatidz dan ustadzat. Adapun ruangan kelas yang dipakai untuk tempat menguji ujian lisan sebanyak  69  ruangan yang seluruhnya bertempatkan di gedung Al-Azhar dan Madinah. Terdapat pula ruangan ujian di luar kelas seperti di sekitar Guest House dan depan Rumah Baru.

Semoga dengan ujain lisan ini siswi KMI dapat menghidupkan kesemangatan belajar dan meningkatkan intelektual serta mental sehingga dapat menghadapi ujian tulis mendatang dengan kesiapan yang matang.QurrotulAini

UJIAN LISAN ( MEMBANGUN MENTAL YANG UNGGUL)

0

Dalam konsep Pendidikan  pasti nya, mengadakan ujian yang menguji seseorang ilmunya dan mental keberaniannya, seperti hal nya Gontor mengadakan Ujian lisan yang bertempat di Gontor Putri Kampus 2, Ujian di gontor pun harus mempunyai pertempuran yang ekstra karena disini tidak hanya menguji hasil belajar santriwati di kelas utuk mengaplikasannnya dalam ruang ujian, namun mental  yang kuat juga diuji untuk mengetahui potensi unngul santriwati dalam segi apapun, Bagaimana tidak, santriwati di tantang untuk menghadapi dua sampai lima penguji yang siap melontarkan pertanyaan dari berbagai sisi pelajaran. Dari sinilah akan terlihat sejauh mana keberanian dan persiapan santriwati dalam menghadapi ujian lisan ini. 

Ujian lisan diadakan selama 10 hari hari 12 maret 2020 sampai 22 maret 2020, Materi yang diujikan mencakup 3 materi utama pada kurikulum pembelajaran Pondok Modern Modern Darussalam Gontor yaitu, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Alqur’an. Tak heran jika persiapan yang dilakukan harus matang ini adalah hal utama untuk mengahadapi ujian digontor, kesiapan ini juga mencakup tiga elemen penting yang harus ada didalam hati para santriwati, yaitu belajar keras, beribadah keras, dan berdo’a, ini adalah langkah awal untuk mencapai kesuksesan dan hasilnya akan maksimal dan dapat tercapai atas ridho Allah SWT.

Ujian Lisan Akhir tahun ini melibatkan seluruh guru PMDG Putri Kampus 2 dan santriwati kelas 6. Adapun jumlah santriwati yang diuji pada akhir tahun ini berjumlah 1901 santri terdiri dari kelas 1 s.d. 5 KMI. Semoga dengan adanya ujian ini, santriwati lebih terlatih untuk lebih giat lagi belajar dan lebih giat lagi dekat dengan PenciptaNYA. FANI

Peringatan Persemar 2020. Kiai Hasan: Saya Berwasiat 2 Hal

0

GONTOR—Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menggelar peringatan Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar). Acara tersebut diadakan di seluruh kampus PMDG. Untuk kampus pusat, peringatan diselenggarakan tepat pada hari Kamis pagi, 19 Maret 2020 di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara tersebut wajib diikuti oleh seluruh santri dan guru KMI, bahkan para istri kader turut menghadiri acara tersebut.

Selain Pimpinan PMDG, beberapa guru senior yang menjadi saksi hidup kejadian Persemar juga menjadi pembicara dalam acara rutin tahunan ini, mereka adalah: K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, K.H. Syamsul Hadi Abdan, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Al-Ustadz H. Abdullah Rofi’i, Al-Ustadz H. Syarif Abadi, K.H. Akrim Mariyat, K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, dan Al-Ustadz H. Sutikno.

Persemar merupakan peristiwa memalukan yang terjadi di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo 53 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 Maret 1967, dimana beberapa santri melakukan demonstrasi kepada Bapak-bapak Kiai yang menjadi pendiri dan pengasuh Pondok Modern Gontor ketika itu. Demonstrasi tersebut didalangi oleh santri kelas 5 yang berasal dari kelas eksperimen (lulusan SMP/sederajat) dan beberapa guru praktek.

Peristiwa diawali dengan munculnya fitnah-fitnah terhadap Pondok, terutama yang ditujukan kepada Pengasuh Pondok Modern. Mulai dari protes mengenai lauk pauk, kesejahteraan guru, personal pimpinan Administrasi, hingga soal pribadi Pimpinan Pondok. Mereka berdemo dengan cara-cara yang di luar kepribadian santri yang telah belajar ilmu agama. Ada yang berteriak-teriak dengan kata-kata kotor, mencorat-coret serta merusak sarana dan prasarana, memukul-mukul bel dan piring, dan kelakuan yang tidak terpuji lainnya.

Mereka menuntut Pimpinan untuk turun dari jabatannya, lalu menggantinya dengan calon yang telah mereka siapkan. Benar-benar pemberontakan untuk mengambil alih Pimpinan Pondok Modern. Bahkan muncul ‘ide gila’, yaitu rencana untuk memaksa Pimpinan Pondok untuk menyerahkan kekuasaan dengan jalan kekerasan, kalau perlu dengan cara pembunuhan. Akibatnya, seluruh santri (kurang lebih 1500 anak) dan guru dipulangkan saat itu. Pondok diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan, menunggu suasana stabil kembali. Demikianlah, paparan ringkas tentang peristiwa yang memalukan umat Islam tersebut.

Dalam peringatan ini, dibacakan buku/dokumentasi tentang kejadian tersebut. Selain itu, Pimpinan PMDG juga menyampaikan beberapa nasehat dan wasiat kepada generasi yang akan datang tentang nilai-nilai Pondok. “Saya berwasiat agar acara ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya, karena ini menyangkut masa depan Pondok, dan kalau saya mati, tidak perlu ada yang mengirim karangan bunga,” tegas Kiai Hasan. #brada

IKPM Aceh Adakan Silaturahim Bersama Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

0

ACEH–Pada Senin (16/3) Malam, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.  menghadiri acara Silaturrahim bersama Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Aceh di Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U, Lamjampok, Kec. Ingin Jaya, Aceh Besar. Acara ini dihadiri oleh para alumni Gontor yang berasal dari Aceh, guru-guru pengabdian Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Aceh dan sekitarnya, serta santri dan santriwati kelas 6 PM. Al-Falah Abu Lam U yang berjumlah 73 orang.

Di awal acara Tgk. H. Saifuddin Sa‘dan, M.Ag. Pimpinan PM Al-Falah Abu Lam U, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas kehadiran Al-Ustadz Hidayatullah beserta rombongan di pondoknya, selain itu Wakil Ketua IKPM cabang Aceh, Al-Ustadz Mudzakkir M. Husain Ali juga bersyukur dengan terselenggaranya kegiatan silaturahim ini, “Terimakasih kepada anggota IKPM yang telah hadir, ini kemuliaan bagi IKPM dan keberkahan untuk masyarakat Aceh” tambah Ustadz Mudzakir.

Dalam pidatonya, Ustadz Hidayatullah menyampaikan banyak hal terkait nilai-nilai PMDG yang harus senantiasa dipegang oleh para alumni dimanapun berada. Tidak hanya itu, salah satu putra pendiri PMDG ini menjelaskan tentang eksistensi bahasa yang ada di PMDG: sejarah, penerapan sistem, metode yang digunakan, dsb. “Sanad Gontor termasuk dekat dalam pendidikan bahasa arab, Tahun 1930, Gontor sudah mengajarkan sistem pembelajaran Bahasa Arab modern, hal itu dibuktikan dengan metode yang dipakai yaitu Durusullughah” tambah Al-Ustadz Hidayatullah.

Di akhir, Dekan Fakultas Humaniora, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor ini berharap dan mendoakan agar para alumni di Aceh mampu mengajar walaupun sudah tamat dari Gontor. “Di manapun kamu berada, siapapun kalian berkeluarga, apapun posisimu, jangan lupa mengajar! Inilah pesan trimurti, Kata kata inilah yang saya ketahui ketika ke timur tengah, hadza wasiyyatul mujahid, ayyu mujahid man sayamut, waassil al-Jihaad. Teruskan perjuangan!” jelas Al-Ustadz Hidayatullah.

Cek juga: Peringatan Persemar di Kampus 8 Aceh

Acara silaturrahim ini berjalan lancar, para alumni yang hadir larut dalam acara, para santri dan santriwati pun aktif dalam menulis semua poin pidato yang disampaikan. Seusai acara, diadakan perfotoan bersama seluruh alumni yang hadir, serta santri dan santriwati PM Al-Falah Abu Lam U. Silaturahim ini diadakan dalam rentetan acara Peringatan Persemar di PMDG Kampus 8 Aceh, pada Senin pagi (16/3). Rakafadel

 

PMDG Kampus 8 Gelar Peringatan Persemar 1967

0

ACEH–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar Peringatan Peristiwa 19 Maret 1967 (Persemar) di PMDG Kampus 8 Aceh, Senin (16/3). Acara berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB, dihadiri langsung oleh utusan Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. dan didampingi oleh Al-Ustadz H. M. Badrun Syahir, M.A.

Di awal acara, Al-Ustadz H. M. Husni Kamil Djaelani, M.Ag. Wakil Pengasuh PMDG Kampus 8 menyampaikan rasa syukur yang dalam dengan kehadiran Dekan Fakultas Humaniora Universitas Darussalam, Ustadz Hidayatullah, dan juga Wakil Ketua IKPM Pusat, Ustadz Badrun. “Pada pagi hari ini semua santri dan saya sangat bersyukur, diberikan kenikmatan lahir batin oleh Allah. Alhamdulillah, ahlan wa

 sahlan dan selamat datang di pondok ini, kita doakan semoga beliau-beliau diberikan kesehatan lahir batin, diberikan kemudahan, dan perlindungan dari Allah SWT” tutur Ustadz Husni.

Al-Ustadz Badrun dan Al-Ustadz Husni bergiliran membaca teks Persemar 1967 di hadapan 117 orang santri dan 25 orang guru PMDG Kampus 8 Aceh, di sela-sela

 

pembacaan Pidato Persemar, Al-Ustadz Hidayatullah menjelaskan sedikit demi sedikit peristiwa kelam yang dulu terjadi di PMDG. Selain itu, Al-Ustadz Hidayatullah memberikan sejumlah pertanyaan kepada para asatidz, santri kelas 5, bahkan santri kelas 1 tentang Peringatan Persemar 1967 yang sudah dipaparkan sebelumnya, hal ini dilakukan oleh Ustadz Hidayatullah untuk mencairkan suasana sekaligus untuk mengetahui kadar pemahaman mereka tentang Persemar.

Persemar kali ini berjalan lancar, seluruh guru dan santri tampak khidmat dalam menyimak seluruh penjelasan tentang persemar dari salah satu putra Trimurti, K.H. Imam Zarkasyi, yaitu Al-Ustadz Hidayatullah. Ia menjelaskan seluruh peristiwa dengan jelas, sesuai dengan apa yang beliau alami saat itu. Seusai acara, rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Ponorogo. Rakafadel

Ujian Lisan sebagai Sarana Pelatihan Mental Santriwati

0

Mantingan-(11/3) Kegiatan belajar mengajar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 ini telah usai, hal ini merupakan tanda bahwa ujian lisan dan ujian tulis akan berlangsung. Hal yang sangat ditunggu-tunggu, karena suasana pondok sangat berbeda dengan hari-hari biasanya. Ketekunan santriwati tampak terlihat ketika belajar, keseriusan santriwati pun tertera jelas di raut wajahnya. Demi membawa hasil yang memuaskan untuk kedua orang tuanya. Tak heran jika semangat belajar santriwati sangat berkobar di pekan terakhir ini.

            Ujian lisan tahun ajaran 1440-1441 H dimulai pada hari Rabu, (11/03.20). Seperti biasanya, penguji ujian lisan dari ustadzah dan santriwati kelas 6. Sedangkan pelaksana ujian adalah kelas 1 sampai kelas 5 KMI. Materi ujian adalah Al-Qur’an, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk materi yang diujikan dalam Al-Qur’an (qira’atul Qur’an, tajwid, ibadah qouliyah dan ibadah amaliyah), untuk materi Bahasa Arab (Muthala’ah, mahfudzot, nahwu, shorf, muhadatsah dan tarjamah), untuk materi Bahasa Inggris (reading, grammar, vocabularies, translation, dan dictation). Ujian lisanpun berakhir hingga Ahad, (22/03/20).

<

            Pendidikan di Gontor sangat melatih mental santriwati, salahsatunya di ujian lisan ini. Melatih mental yang mana membuat santriwati pede dalam menjawab pertanyaan dari penguji dan melatih juga agar santriwati berani dalam menjawab pertanyaan. Tak hanya itu, ujian lisan ini juga merupakan bekal santriwati dalam menghadapi ujian tulis.

Semangat santriwati akan berkobar dengan sendirinya ketika masa ujia tiba, dengan berprinsip “kalau tak sekarang kapan lagi?” Maka dengan ujian lisan ini, PMDG Putri 1 berharap yang terbaik untuk santriwati. Begitulah Gontor yang selalu mengedepankan pendidikan dan pengajaran santriwati. Andi Ghariza