Home Blog Page 209

Usai Dilantik, PBR Langsung Susun Proker

0

RIMBO PANJANG – Santriwati kelas lima yang saat ini bermukim di pondok, sedang ditempa untuk menjadi santriwati kelas enam yang militan, cerdas, dan tangguh. Berbagai suplemen kegiatan pendidikan disiapkan untuk menstimulus keterampilan dan kemampuan mereka. Salah satunya adalah Panitia Bulan Ramadhan (PBR).

Selasa (21/4), bertempat di mushala, PBR dilantik oleh Bapak Wakil Pengasuh. Adilla Wildayani (5C/Kampar) dan Miftahul Jannah (5D/Indragiri Hilir) dinobatkan sebagai ketua PBR, diharapkan mampu mengajak 137 anggotanya mengisi Ramadhan dengan aktivitas yang bermanfaat dan membangun. Farouq

Maklumat Pimpinan PMDG Terkait Perubahan Waktu Liburan Santri & Pendaftaran Calon Pelajar

0

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu‘alaikum, Wr. Wb.

Memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi akhir-akhir ini, serta penambahan masa darurat nasional Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyampaikan maklumat sebagai berikut:

Demikian maklumat ini disampaikan, agar menjadi maklum adanya.

Wassalamu‘alaikum, Wr. Wb

 

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor,

K.H. Hasan Abdullah Sahal

Pondok Berdiri Bersama Kultum Shubuh

0

Kultum Subhuh bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Kultum Shubuh bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

 Pondok Berdiri Bersama Kultum Shubuh

Memasuki hari pertama pada bulan suci Ramadhan, shalat Shubuh berjamaah di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu diikuti dengan kajian kultum. Adapun dalam kultum Shubuh pertama sekaligus pembuka pada hari Jum’at (24/4) pagi tadi, yang mengisi adalah Bapak Pimpinan langsung, yaitu K.H. Hasan Abdullah Sahal. Iftitāhan lil Muhādharāt ash-Shubhiyyah. Begitulah beliau menamakannya, ketika menyampaikan kultum di depan keluarga besar PMDG yang masih bermukim pada bulan Ramadhan ini. Di antaranya adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 Kulliyyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI), serta sebagian bapak guru KMI.

Adapun poin-poin penting yang beliau sampaikan dalam kultum Shubuh tersebut dirangkum ke dalam ringkasan sebagai berikut:

Sejarah dan Posisi Kultum Shubuh

  • Kultum Shubuh berdiri bersama dengan berdirinya pondok; bersamaan pula dengan kegiatan-kegiatan lain seperti Panggung Gembira (PG), pramuka kepanduan, sepak bola, Drum Band, dll.
  • Pondok pada pertama kali berdirinya tidak dengan mendirikan asrama dan kelas-kelas, tapi dengan mengumpulkan anak-anak sekitar yang gemar bermain (dulu bermain petasan) untuk diajarkan banyak hal tentang keislaman.
  • Ketika itu selama satu bulan, tiga puluh hari penuh kultum dipimpin dan diisi langsung oleh Pak Sahal (Alm. K.H. Ahmad Sahal, red.). Lama-lama karena semakin tua, kemudian bergantian dengan Pak Zar (Alm. K.H. Imam Zarkasyi, red.) dan Pak Shoiman (Alm. K.H. Shoiman Luqmanul Hakim, red.) serta guru-guru lainnya pada waktu itu.
  • Semuanya dimulai dari berjiwa besar; bukan hanya mulut besar, kepala besar, ataupun omong besar.
  • Dulu ada ungkapan, “kalau mau lihat Gontor, lihatlah bulan Ramadhan (ketika Ramadhan di Gontor)”. Karena itulah, fardhu ‘ain bagi setiap santri Gontor untuk mukim selama Ramadhan. Bahkan Pak Badri (Alm. K.H. Imam Badri, red.) pernah mengatakan, “Syarat menjadi santri Gontor adalah pernah bermukim!”
  • Gontor itu kurikulumnya 24 jam kehidupan. Seperti halnya Man Jadda Wajada itu tidak hanya diajarkan di kelas saja, tapi bahkan sampai di rayon-rayon, di lapangan, di pramuka, dan lain-lain. diajarkan ‘amaliyyandalam kehidupan sehari-hari.
  • Itulah yang dimaksud dengan Gontor bukan pondok pelajaran, tapi pondok kehidupan. Karena mendidik kehidupan, kehidupan yang benar. Pendidikan kehidupan.

العلم للحياة.

  • Filsafat kita adalah sesuai dengan ayat Al-Qur’an:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِي الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ (التوبة: 122)

Kita belajar, kita dididik, agar kelak kita kembali ke masyarakat untuk memperingatkan mereka. Liyundziruu qawmahum. Kalau memang santri Gontor terpaksa jadi menteri, maka jadilah menteri tapi yang Liyundziruu menteri-menteri lainnya. Bahkan kalau memang terpaksa menjadi presiden, maka jadilah presiden tapi yang Liyundziruu presiden-presiden lainnya.

  • Begitulah fungsi dan status kuliah Shubuh di Gontor. Maka sampai kapanpun, kuliah Shubuh tetap tidak boleh dihapuskan.

 

Penjelasan Al-Fatihah

  • Bertahun-tahun saya mencoba memahami Al-Fatihah, namun ternyata sulit. Tepiannya tidak habis-habis.
  • Di atas bumi ini hanya ada tiga dan sampai kapanpun akan tetap menjadi tiga golongan, yaitu الذين أنعمت عليهم, المغضوب عليهم, dan الضالّون. Dalam beragama, bahkan dalam menghadapi pandemi Corona saat ini.
  • Al-Fatihah adalah induk dari surat-surat dalam Al-Qur’an.
  • اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
  • Yang dimaksud dengan mustaqimitu adalah satu. Bertuhan Yang Satu, Yang Esa. Itu tauhid. Bukannya tidak ada tuhan, apalagi bertuhan banyak.
  • كلّ مولود يولد على الفطرة فأبواه يهوّدانه وينصّرانه ويمجّسانه … الخ (الحديث)
  • Yang dimaksud dengan fithrah di situ adalah Islam, kemanusiaan penuh. Bukan agama-agama yang lain.

أَلْهٰــــكُمُ التَّكَاثُرُ

  • Ayat ini sangat sesuai untuk menggambarkan kondisi sekarang.

Banyak manusia yang kaya, kuat, tapi lupa dengan Allah.

  • Apa solusinya? Solusinya adalah dengan bertaubat. Kembalilah (kepada Allah)!

فَفِرُّوا إِلَى اللهِ (الذاريات: 50)

  • Kalau kita mau merenungkan Al-Qur’an, pasti akan tahu ada di mana posisi kita sebenarnya.
  • Ada beberapa penyakit orang berilmu: Ujub, Takabbur, Riya’, Hasad (dengki). Disingkat Juburiyah.

من آفة العلماء

  • Ada satu lagi yang mirip dengan takabbur atau riya’ yaitu sum’ah. Yusammi’ nafsah, ingin didengar dan ingin diperhatikan. Ingin terkenal. Ini juga yang salah, tidak boleh.
  • Yang paling tahu tentang dirimu ya kamu sendiri. Jangan lirik orang lain, jangan silau dengan pujian, gelar dan jabatan. Apalagi ilmu kita belum ada apa-apanya.
  • Segala sesuatu yang bisa dibeli itu murah. Dibeli dengan harta, dengan barang, bahkan dibeli dengan dunia. Tapi In Syaa Allaah, seluruh kel-bes, keluarga besar PMDG; ya kiainya, ya direkturnya, ya santri-santrinya, ya ustadz-ustadznya, ya alumni-alumninya, adalah termasuk golongan orang-orang yang tidak bisa dibeli oleh keduniaan.

Lagu dan Musik dari Kiai Gontor

0

Bukan karya yang pertama lagu “Kembalilah” oleh Kiai Gontor.

Di Pondok Modern Darussalam Gontor, seni (musik, beladiri, kaligrafi, teater, merangkai janur, kertas, landscaping, grafis, drama, tari, dll) ada dan dibina dengan biaya bimbingan oleh yang lebih senior. Sampai-sampai salah jika ada yang bertanya “Di Gontor ada apa?” Harusnya,  pertanyaan itu berbunyi “Apa yang tidak ada di Gontor?”

Musik dikembangkan untuk mengasah kreativitas, mengisi dan menata jiwa santri. Melahirkan dan mengekspresikan multitalenta sebagai anak muda, sekalipun musisi walaakinnii muslim.   Tujuan untuk cari popularitas (syuhroh), menjadi selebriti, tidak dianjurkan. Seni harus dipandang sebagai anugerah Allah yang diberikan dalam fitrah manusia. Manusia hendaknya bisa mengelola jiwa seninya ini dengan baik dan benar.

Pendekatan yang dipakai untuk berseni, musik dan lainnya, itu dengan melihat Islam sebagai agama tauhid dan seni musik adalah tauhidul ashwaat (perpaduan suara). Dengannya orang menjadi senang, terhibur, dan akhirnya sehat dan kuat menjalankan ibadah yang luas aspeknya itu.

Tidak terpisah dengan tauhid itu bahwa Islam mengandung ajaran syumuliyah (kesempurnaan, kebersamaan, kemenyeluruhan). Oleh karena itu seni musik dibina juga dalam rangka seperti itu. Instrumennya, macam-macam bunyi dasarnya, pemainnya, sastranya, lirik, genre, dan harmoni-harmoni di dalamnya semua mengacu kepada syumuliyah.

Seni musik di PMDG juga tidak lepas dari aspek tawaazun (keseimbangan). Keseimbangan waktu latihan, waktu main atau pentas, semua harus seimbang dengan fungsi lain para pemainnya, yaitu santri yang juga harus pintar mengaji, bahasa asing, tholabul ilmi, membagi waktu dan tenaga. Seimbang dalam pengertian tahu papan empan kapan seni musik- khususnya-harus diaktifkan dan diefektifkan.

Adapula muruunah yang berarti fleksibel, tidak dibuat-buat, tidak terpaksa, tidak terikat oleh satu rutinitas, satu aliran musik. Di Gontor sendiri ada beberapa grup musik seperti: seni hadroh yang bernafaskan timur tengah, sidasa dan mahadasa band yang beraliran pop, ada pula yang beraliran keroncong, dangdut, dan lainnya.

Keindahan, keserasian, tentu juga diperhatikan tetapi lebih penting dari pada itu. Muusiiqo huwa fannun wa dzauqun wa mahaarotun wa ‘ibaadatun yang artinya: “musik adalah seni, rasa, ketrampilan, dan ibadah.”

Oleh karena itu tidak mudah untuk sampai kepada musik yang kualitas pesan di dalamnya tidak educate.  Dan bila dimainkan di panggung harus -setidaknya- bikin enjoy baik para pemainnya sendiri maupun penontonnya, bikin entertained (terhibur) semua, dan dimainkan dengan elegan.

Itulah catatan singkat saya tentang musik di PMDG.

Kiai Hasan Menampilkan Sebuah Lagu di Mahadasa Show 2018
Kiai Hasan Menampilkan Sebuah Lagu di Mahadasa Show 2018

Kiai sebagai “sentral figur” menjadi teladan bagi santri dan guru-guru bagaimana bermusik yang Islami, bersastra yang penuh hikmah, mauidhoh hasanah, berisi ahsanu qoulan min man da’aa ilallohi. Itulah sentral figurnya musik santri dan kIai Gontor.

Kalau sekarang, Kiai Hasan bin Kiai Sahal (salah satu Trimurti Pendiri Pondok Gontor) meluncurkan hit dengan judul “Kembalilah” dalam rangka mengajak ummat untuk taubat dari maksiat, bagi penulis adalah biasa.

Bukankah ustadz-ustadz terdahulu, zaman Trimurti masih sugeng,  juga telah pada bermain musik, diizinkan, dimotivasi, dilatih, difasilitasi. Kita tengok ke belakang. KH. Mahfudh Hakim (alm) mengarang lagu dgn judul Isro’ Mi’roj, Bulan Maulud. KH. Sutadji Tajuddin menterjemah Syi’ir Abi Nuwas ke dalam Bahasa Jawa dan juga didendangkan dengan hikmatnya. Dan, lebih dari itu Kiai Ahmad Sahal (alm) telah melahirkan puluhan lagu Syi’iran yang masih diajarkan sampai sekarang di Madrasah Tarbiyatul Athfal Gontor.

 

Ditulis oleh:

Al Ustadz H. Noor Syahid, M.Pd.I pada 18 April 2020.

 

Video dari lagu “Kembalilah” dapat dilihat melalui link di bawah ini:

 

Jelang Liburan, Santriwati Wajib Periksa Kesehatan

0

RIMBO PANJANG – Selama kurang lebih satu bulan, santriwati menghadapi ujian. Tiba saatnya bagi mereka untuk berlibur, kembali ke rumah, dan bertemu keluarga. Namun, menimbang kondisi lingkungan yang sedang tidak stabil akibat wabah corona membuat Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 7 memberlakukan beberapa kebijakan menjelang perpulangan. Diantaranya adalah pemeriksaan kesehatan dan mengubah proses penjemputan santriwati oleh para walinya.

Jum’at (10/4), sehari jelang perpulangan, bekerja sama dengan Puskesmas setempat, PMDG Putri Kampus 7 mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh guru dan santriwati. Pemeriksaan ini bersifat wajib, sehingga bagi santriwati yang belum memeriksakan kesehatannya akan dilarang pulang.

Sabtu sore (11/4), wali santriwati sudah mulai berdatangan dari berbagai daerah. Wali santriwati yang sebelumnya diperbolehkan memasuki komplek pondok, kali ini mereka harus menunggu di luar. Setelah berkonsultasi dengan pemerintah desa setempat, PMDG Putri 7 diperkenankan menggunakan lapangan desa sebagai lahan parkir. Sebelum masuk ke lokasi parkir, panitia melakukan penyemprotan disinfektan dan mengecek suhu tubuh tiap tamu menggunakan thermo gun.

Prosesi perpulangan dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Satu per satu kendaraan memasuki komplek pondok. Panitia mengarahkan tiap kendaraan untuk menuju gedung-gedung tempat berkumpulnya santriwati sesuai konsulat. Sesampainya disana, wali santriwati tidak diperkenankan turun dari kendaraan. Sebagai gantinya, panitia mengerahkan santriwati kelas lima dan enam untuk membantu adik-adiknya mengangkat barang bawaan ke kendaraan masing-masing. Farouq

Ujian Untuk Belajar, Bukan Belajar Untuk Ujian (Bag.2-Selesai)

0

RIMBO PANJANG – Mengukur kapasitas dan kualitas diri dan orang lain, hanya bisa dilakukan melalui ujian. Dalam dunia pendidikan, ujian merupakan kegiatan mutlak yang harus diadakan. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran dari capaian proses pembelajaran sekaligus evaluasinya.

Usai menghadapi ujian lisan selama sebelas hari, santriwati dihadapkan dengan ujian tulis. Selama lima belas hari (26/3-9/4), para santriwati menjalani proses ujian tulis. Seluruh ruang kelas digunakan untuk mengakomodir jalannya ujian, kecuali kelas-kelas di Gedung Palestina. Lokasinya yang terbilang jauh dari pusat pelaksanaan ujian menjadi pertimbangan panitia untuk tidak menggunakannya. Sebagai gantinya, Sahah Taasi disulap oleh panitia untuk dijadikan ruang ujian.

Kejujuran adalah materi mental yang dominan diuji. Cukup berat hukuman bagi santriwati dan pengawas yang menodai nilai kejujuran, minimal skorsing. Untuk menghindari hal tersebut, panitia membagi peserta ujian pada tiap kelas sehingga mereka tidak duduk sebangku dengan teman seangkatannya, apalagi teman sekelasnya. Tiap kelas diawasi oleh dua-tiga orang guru dan dua-tiga orang santriwati kelas 6. Laci meja dibalik membelakangi peserta ujian. Begitulah Gontor menanamkan nilai kejujuran.

Sehari menjelang pelaksanaan ujian tulis, seluruh guru dan santriwati kelas 6 berkumpul di Sahah Ta’asi guna mendengarkan arahan tentang cara mengawas yang baik dari Bapak Wakil Direktur KMI dan nasihat dari Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 7. Farouq

Renungi Penyebab dan Solusi Corona, Kiai Gontor tulis lagu “Kembalilah”

0

Pimpinan Gontor melihat fenomena COVID-19 (atau lebih sering disebut Corona) dan berbagai bencana yang ada saat ini menulis sebuah lagu yang mengajak manusia untuk kembali ke jalan yang benar.

Dengan lagu ini, Kiai Hasan ingin menyampaikan bahwa pandemi Corona dan berbagai bencana yang terjadi saat ini sejatinya bukan sekedar sebuah fenomena alam, namun itu karena ulah tangan manusia. Hal ini karena sebagian manusia dengan segala kenikmatan yang didapatnya lalu menjadi kufur, sombong dan congkak. Manusia mengira dengan hartanya bisa menguasai dunia. Karena itu Allah menurunkan berbagai bentuk bencana kepada manusia.

Dengan demikian, menurut beliau, solusi dari bencana Corona dan bencana lainnya adalah dengan kembali kepada Allah; meninggalkan apa yang dilarang Allah dan menjalankan perintah-Nya.

Dalam video klip berdurasi 5 menit tersebut, tampak dalam salah satu scene dua orang vokalis berjalan di antara hamparan piramida emas yang menjulang di sekitar mereka. Scene itu seolah berbicara, “Lihatlah Fir’aun dengan kekayaan dan kekuasaannya; piramida yang dibangunnya menjulang dengan megahnya. Apa yang kurang? Harta melimpah, emas bertumpuk menjulang, kekuasaan serasa tiada batas. Namun akhirnya Fir’aun hancur.”

Lagu tersebut pertama kali di-launching pada pesan dan nasehat sebelum perpulangan akhir tahun santri Gontor. Dalam pesan nasehatnya, Kiai Hasan mengingatkan para santri tentang kisah Nabi Yusuf. Nabi Yusuf dijebloskan ke sumur oleh saudara-saudaranya yang jumlahnya lebih banyak dari dirinya, lebih kuat dari dirinya, namun akhirnya kebenaran akan selalu menang.

Adapun lirik dari lagu tersebut adalah sebagai berikut:

Berlimpah sungguh nikmat yang kita terima
Semua terhampar indah Tak satupun cela
Langit curahkan rahmatnya lautpun mutiara
Dunia teramat lezat seakan di surga…

*
Namun sungguh malang, manusia merasa menang
Lupa akan kuasa Allah, kufuri nikmat-Nya
Semua kini penuh duri, terpasung nan perih
Itulah murkanya Allah, Sungguh keras azab-Nya…

Reff:
Kembalilah wahai manusia…
Tundukkan wajahmu pada Yang Maha Kuasa
Tengadahkan tanganmu dan mulailah berdoa
Niscaya nikmat-Nya selalu kan turun selamanya

Back to *

Brigde:
Malulah insan dengan dosa-dosa
Semua larangan yang tlah kau perbuat
Bila kita tak jua segera insaf
Bencana terbesar tiba….

Back to Reff

Video dari lagu tersebut dapat dilihat melalui link di bawah ini:

Persemar, Peristiwa Keji, Harap Tak Terjadi Lagi

0

RIMBO PANJANG – Mewakili Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al-Ustadz K.H. Akrim Mariyat, Dip.A.Ed. dan Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. menghadiri Peringatan Peristiwa Sembilan Belas Maret (Persemar) yang dihelat pada hari Ahad (15/3).

Persemar yang terjadi di PMDG pada tahun 1963 silam merupakan peristiwa yang sangat memilukan dan menyisakan duka mendalam. Santri yang merupakan tamu, datang ke Gontor hendak mengusir Kiai dari pondoknya sendiri, bahkan berusaha untuk membunuhnya. Gontor tidak ingin peristiwa tersebut kembali terulang. Oleh karenanya, acara seperti ini selalu diselenggarakan tiap tahun.

Acara dimulai dengan nasihat dan penanaman kepondokmodernan yang disampaikan oleh Ustadz Akrim. Dilanjutkan dengan pembacaan dokumen tertulis tentang Persemar oleh beberapa guru senior. Di hadapan seluruh santriwati dan guru, Ustadz Akrim memberikan penjelasan mendalam di sela-sela pembacaan dokumen tersebut. Farouq

Ujian Tulis, Masa-Masa Emas Santriwati

0

DARUSSALAM-(Kamis, 26/03/2020) pagi. Bondo Bahu Piker Lek perlu Sak Nyawane Pisan. Tepat pada pukul 06.00 seluruh santriwati yang akan melaksanakan ujian tulis dari kelas 1-5 KMI beserta panitia ujian dari kelas 6 dan para asatidz dan ustadzat berkumpul di sahatu-taa-si untuk membuka ujian tulis akhir tahun yang dimulai dengan taujihat dan pengarahan dari Bapak Wakil pengasuh Al-Ustadz Umar Said Wijaya,M.Pd serta Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz Lc. M.A.

            Metamorfosa pondok dengan segala pergerakan membawa jiwa santriwati untuk mempersiapkan segala persiapan ujian tulis, setelah mental yang telah diuji dengan ujian lisan, istiqamah dalam belajar dan do’a akan membawa mereka dalam kemudahan dan kesuksesan, tidak hanya pena dan doa, namun ridho dari para guru tak luput mereka tinggalkan. Untuk  itu pondok menciptakan para mundziru-l-qaum nya dengan ujian panjang tanpa kedzaliman berupa contek mencontek serta daiadakan tertib dengan 2 pengawas dari ustadzah dan 1 pengawas dari kelas 6  disetiap ruang ujian. Ujian Tulis Akhir Tahun ini diadakan mulai hari Kamis, 26 Maret 2020 sampai dengan hari Kamis, 10 April 2020.

            Ujian akhir merupakan penentuan ajang kenaikan kelas dan peningkatan derajat santriwati. Dari sini ijtihad dan ibadah santriwati meningkat beserta meningkatnya miliu keberkahan pondok. Bil-imtihani-yukramu-l-mar’u aw yu-hanu, kehidupan memang lapangan perjuangan dengan ujian Allah akan meningkatkan derajat seseorang atau menghinakan seseorang yang melewatinya, tergantung bagaimana mereka dalam menyikapinya secara bijak.

Pembukaan Ujian Tulis Akhir tahun 2020/1441 Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3

0

Rabu, 25/03. Gontor selalu mengajarkan guru-guru dan santri-santrinya agar selalu memulai pekerjaan dengan niat yang baik. Maka seluruh kegiatannya selalu dimulai dengan niat dan doa beserta pengarahan dan nasehat dari bapak pimpinan ataupun diwakili oleh bapak wakil pengasuh masing-masing kampus. Hal itu bertujuan agar mendapatkan berkah dari doa bersama tersebut, serta untuk menyatukan persepsi dalam proses berjalannya acara. Begitu juga dengan Ujian Tulis pada Akhir Tahun ini, sebelum ujian tulis berlangsung, diadakan Pembukaan Ujian Tulis Akhir Tahun

Tepat pada jam 06.15-selesai, berlangsung Pembukaan Ujian Tulis di Gontor Putri 3. Pembukaan  Ujian Tulis ini sebagai  titik mula dimulainya ujian. Ujian yang diperuntukan bagi seluruh siswi kelas 1-5 KMI ini dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Suwarno TM, S.Ag dan Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri 3 Al-Ustadz Drs. Muhammad Fauzi, M.Ud, serta diikuti oleh seluruh santriwati dan guru KMI di depan aula Gontor Putri 3.

Sambutan Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri 3

Acara diawali dengan sambutan dan nasehat oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri 3, yang menyampaikan gambaran hiruk pikuk masyrakat diluar sebab virus corona yang menutup seluruh aktifitas termasuk belajar mengajar. Namun sebaliknya, di Gontor ini, dengan kuasa dan lindungan-Nya, seluruh santriwati tetap menjalankan ujian sebagi wujud jihad fi sabilillah. “Ketika yang lain disibukkan dengan gencarnya penyakit corona, justru di pondok digencarkan dengan kalimat qoro’na, sebagai wujud kesiapan santriwati-santriwati dalam menghadapi perang ujian ilmu” begitu ujarnya. Kemudian acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri 3 akan kemudahan dan perlindungan dari Sang Kuasa. Selanjutanya, sebelum ditutup, dibacakan arti tanda-tanda bel berbunyi. Seusai Pembukaan, santriwati memasuki ruang-ruang ujian sesuai dengan bangku dan ruangan yang telah dibagikan sebelumnya, di papan pengumuman panitia ujian. Gryselda91