Home Blog Page 212

Siswa Akhir KMI Adakan Haflatu Tasyakkur Usai Ujian Akhir

0

Siswa Akhir KMI Adakan Haflatu Tasyakkur Usai Ujian Akhir

DARUSSALAM– Ujian tulis gelombang kedua siswa akhir Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) yang berlangsung sejak pertengahan bulan Februari lalu berakhir pada hari ini, Ahad (8/3) pagi. Setelah selesainya pelaksanaan ujian pada pukul 08.45 WIB, para siswa bergegas menuju Masjid Jami’ untuk mengadakan sujud syukur bersama, sebelum kemudian dilanjutkan dengan haflatu tasyakkur yang diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Bapak Direktur KMI beserta wakilnya, dan beberapa dewan guru senior. Dalam sambutannya, Bapak Pimpinan menyampaikan bahwa dewasa ini sudah mulai banyak yang melirik untuk menjadi santri, dan kita selaku bagian dari keluarga besar pesantren harus bersyukur atas itu. “Sami’na wa atha’na nya santri kepada kiai itu karena naksir surga. Karena kiainya berijtihad, dan karena ada syara’. Karena kiai ada keteladanan dan ada kedisiplinan,” begitulah salah satu kutipan nasihat beliau, ketika menjelaskan keistimewaan kepatuhan seorang santri kepada kiainya.

Usai nasihat dari Bapak Pimpinan, sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Direktur KMI, KH. Masyhudi Subari, M.A., yang dalam pidatonya beliau menekankan bahwa meskipun ujian akhir sudah berlalu, namun ujian yang sesunguhnya masih akan terus berlanjut. “Setelah ini masih ada penulisan paper, kemudian ada pengecekan buku, dan berikutnya adalah rihlah tarbawiyyah. Kemudian dilanjut lagi dengan pembekalan, lalu sebelum malam terakhir antum di acara haflatul wada’, masih ada khutbatul wada” jelas beliau, mengurutkan semua rentetan kegiatan kelas enam setelah ujian akhir. Beliau juga menerangkan bahwa untuk tahun ini ada tambahan penilaian yang akan masuk ke dalam nilai kelulusan, yaitu nilai rihlah tarbawiyyah yang pada tahun-tahun sebelumnya tidak dinilai.

Perfotoan Siswa Akhir KMI Setelah Selesainya Ujian Nihaiy
Perfotoan Siswa Akhir KMI Setelah Selesainya Ujian Nihaiy

Jumlah keseluruhan siswa kelas enam yang mengikuti rentetan ujian akhir hingga hari ini berjumlah 3181 siswa, dengan rincian 1594 santri putra dan 1587 santriwati putri. Dalam ujiannya yang berlangsung selama total 51 hari sejak ujian gelombang pertama, semua rentetannya diadakan secara serempak di seluruh kampus Pondok Modern Darussalam Gontor, baik yang putra maupun yang putri, hingga hari akhir ujian sekaligus haflatu tasyakkur pada Ahad (8/3) pagi ini. Selain itu, selama ujian gelombang kedua berlangsung, tidak ada siswa kelas enam yang diuji dalam keadaan sakit. “Alhamdulillaah selama ujian gelombang kedua ini tidak ada yang sakit. Tidak ada yang harus melaksanakan ujian sambil berbaring di atas kasur. Itu berarti antum pintar membagi waktu, pintar memporsi kapan untuk belajar dan kapan untuk beristirahat,” ujar beliau, mengungkapkan rasa kesyukuran beliau yang sangat tinggi.

Setelah usai dari haflatu tasyakkur, acara dilanjutkan dengan perfotoan bersama seluruh siswa kelas enam dengan guru-guru senior dan dewan pembimbing di depan tangga Masjid Jami’, kemudian berkumpul dengan wali kelas masing-masing untuk pembagian konsumsi ringan, menjadi penghibur para siswa atas selesainya masa ujian yang panjang.

Sujud Syukur Tandai Selesainya Ujian Siswi Akhir KMI 2020

0

Gontor Putri Kampus 3 – Rentetan kegiatan ujian siswi akhir KMI yang dimulai dengan Amaliyatuttadris selama 10 hari, dilanjutkan ujian lisan selama 10 hari dan ujian tulis selama 12 hari telah selesai tepat hari ini, Ahad, (8/3). Pelajaran Nisaiyyah menjadi materi ujian tulis terakhir yang mereka ujiankan. Tepat pada pukul 12.30 WIB bel tanda berakhirnya ujian terdengar nyaring, mereka pun dengan segera mengumpulkan kertas jawaban kemudian kembali duduk untuk mendengarkan pengarahan oleh bapak wakil pengasuh Al-Ustazd Suwarno TM dan bapak wakil direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fauzi. Usai menerima pengarahan dari beliau, 483 siswi akhir KMI beserta guru-guru pengawas ujian dan pembimbing kelas 6 bersiap melangkahkan kaki menuju masjid Khodijah untuk melaksanakan sujud syukur atas berakhirnya seluruh rentetan ujian ini. Ujian yang cukup panjang tersebut tidak lain bertujuan untuk mempersiapkan generasi baru atau para alumni yang intelek, kuat mental dan siap menyebarkan ilmunya, meninggikan kalimat tauhid ke selruh Indonesia bahkan dunia.

Suasana Pengarahan usai ujian tulis siswi akhir KMI oleh Al-Ustadz Suwarno TM

Selesainya ujian tulis inipun bertepatan dengan hari akhir masuk kelas bagi siswi kelas1-5. Hal ini menandakan sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian akhir tahun sebagai penentu kenaikan kelas. Fikra91

Suasana Ujian Tulis Siswa Akhir KMI 62020 Gelombang Kedua

0

GONTOR – Kamis (20/02/2020) pagi, dimulailah babak baru ujian siswa akhir KMI Prominent Generation, yaitu ujian tulis gelombang kedua. Ujian yang bisa dikatakan paling memforsir banyak tenaga dan fikiran. Betapa tidak, santri kelas 6 harus membaca, memahami, dan menghafalkan seluruh materi dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 pada tiap pelajarannya.

Memang jika hanya memikirkannya saja, akan terasa begitu berat. Tapi mereka menjalaninya dengan penuh semangat, karena ada teman-teman yang merangkulnya, dan guru-guru yang senantiasa menemaninya, sembari percaya bahwa begitu banyak orang lain di luar sana yang mendoakannya.

Dunia adalah tempat ujian.
“Dialah yang menciptakan mati dan hidup, supaya menguji kamu, siapakah diantara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Mulk: 2)

Sesungguhnya dunia ini memanglah tempat untuk ujian, tempat lelah, serta tempat berbagai kesulitan dan masalah. Allah menguji hambaNya, siapakah diantara mereka yang paling baik amalnya. Orang kaya diuji dengan hartanya, orang pandai diuji dengan ilmunya. Begitu pula di pesantren, para penuntut ilmu diuji atas penguasaannya terhadap ilmu yang telah diajarkan. Mereka diuji, siapakah diantara mereka yang baik persiapannya, sungguh-sungguh belajarnya, serta kuat tirakatnya. Karena sejatinya dengan ujian ini, Allah akan menaikkan derajat hambaNya.

Ya Allah… Jadikanlah kami, santri-santri yang dapat menguasai ilmu-ilmu agama, bahasa, dan umum ini sehingga mampu berdiri kokoh dalam menegakkan kalimat-Mu. Allahumma Aamiin…

YAUM AL-KHOT AL-‘ARABYY: Ajang Santriwati Mengenal Seni Kaligrafi

0

Jum’at (28/2) pukul 09.00 WIB, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 menyelenggarakan acara “Yaum al-Khot al-Araby” yang melibatkan seluruh santriwati Darussalam.

Acara ini merupakan acara perdana yang diselenggarakan oleh pembimbing Markaz Khot dalam meningkatkan kualitas dan efektifitas pembelajaran khot di dalam kelas, serta menumbuhkan kecintaan santriwati pada seni kaligrafi Islam khususnya pada pelajaran khot. Tidak terpaku pada teori, di dalamnya juga tersajikan galeri seni (karya-karya khot), pajangan artikel yang bewawasan tentang khot, bazar perlengkapan alat-alat, dan juga pemesanan penulisan nama-nama menggunakan kaidah khot tertentu.

Pembukaan acara berupa sambutan oleh Ustadz Zainul Arifin di depan masjid mengundang antusiasme dari seluruh santriwati.  “Yaum al-Khot al-Araby” diawali dengan adanya halaqoh khottiyyah antar-angkatan yang berlangsung selama 45 menit, di mana santriwati belajar langsung bersama pembimbing bagaimana menulis tulisan berbahasa Arab dengan kaidah penulisan khot yang baik dan benar. Pengampu materi dalam halaqah ini yaitu  Ustadzah Erika Rishan di bidang khot riq’ah untuk kelas 3; Ustadzah Raisa Anisah dan Ustadzah Sofiyatunnisa di bidang khot riq’ah kelas untuk 3 Intensive dan kelas 4; Ustadzah Rifa Rofiah di bidang khot naskh untuk kelas 1 Intensive dan 2; dan Ustadzah Fathimah Azzahra’ di bidang Kitabah I’tiyadiyyah untuk kelas 1.

Sesi akhir dalam halaqoh khottiyyah adalah dibukanya kesempatan bagi santriwati untuk mencontoh tulisan dari papan tulis dan mengumpulkannya kepada panitia. Tulisan para santriwati yang dikumpulkan akan diseleksi dan diapresiasi di depan umum sebagai motivasi santriwati yang belum terpilih agar dapat menulis lebih baik lagi.

Acara turut diramaikan dengan adanya perlombaan memotong handam dan juga stand bazaar yang menjual perlengkapan alat-alat khot di sepanjang depan gedung Alighart. Panitia juga menyediakan “ma’rodl atau galeri khot yang menarik minat banyak santriwati. Sedangkan di bagian lain, terjajar rapi meja-meja yang ditata sedemikian rupa untuk pemesanan penulisan nama-nama, santriwati. Dengan sukacita, para santriwati mengantri untuk memesan dan memperhatikan langsung penulisan nama – nama mereka secara seksama

Acara berlangsung meriah dan menarik perhatian para santriwati. Wajah-wajah mereka tampak sangat antusias dan dihiasi senyum kekaguman, mencerminkan ketertarikan hati mereka mereka pada khot. Santriwati akhirnya bisa melihat secara lengkap proses penulisan khot, alat-alat dalam seni kaligrafi, dan hal-hal yang tidak mereka ketahui seebelum diadakannya acara ini.

“Tujuan diadakannya acara ini diantaranya adalah menumbuhkan jiwa cinta Islam yang tercurahkan melalui keindahan dan seni kaligrafi Islam, sedangkan sasarannya adalah meningkatkan kualitas santriwati Darussalam khususnya tulisan arab, serta menumbukan semangat menulis khott araby sebagaimana yang dilakukan oleh para kuttabu-l-wahyi dahulu.” Ujar ketua panitia, Al-Ustadzah Nadya Els Silmy dan Al-Ustadzah Jusmidar.

Sebagai salah satu acara baru dalam daftar rutinitas tahunan, acara ini diharapkan dapat membangun motivasi yang konstruktif terhadap anak didik tentang wawasan khot yang lebih luas ranah pembelajarannya, juga sebagai bentuk penerapan khot di luar kelas, dilengkapi dengan praktek-praktek sederhana yang memperluas pemahaman santriwati terhadap keindahan khot. Els

Pembukaan acara oleh Ustadz Zainul Arifin
Sesi praktek menulis khot oleh beberapa santriwati
Pembukaan Yaum Al-khot Al-Arabyy di depan masjid

Ambalan Gembira Puncak Kegiatan Calon Pembina Pramuka

0

DARUSSALAM – Dalam rangka mempersiapkan pembina pramuka yang handal di tahun depan, Majelis Pembimbing Koordinator Harian (MABIKORI) dibantu oleh Koordinator Gerakan Pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor Gugus Depan 15089 mengadakan berbagai acara yang diikuti oleh adika pramuka dari kelas 4 dan 3 Intensif. Acara tersebut diawali dengan Praktik Pengayaan Lapangan (PPL), Musyawarah Gugus Depan (MUGUS), dan diakhiri dengan Ambalan Gembira (AG).

Acara Ambalan Gembira sendiri diadakan pada Kamis (27/2) di Lapangan 8 Windu dan dibuka oleh Al Ustadz Agung Setiawan, Lc. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa tibanya adika – adika ambalan dalam acara ini adalah puncak perjalanan panjang dari rentetan acara sebelumnya.

Selain penampilan kreasi seni dari adika-adika ambalan, dalam acara tersebut juga dibagikan beberapa hadiah bagi pemenang lomba yang telah diadakan sebelumnya. Perlu diketahui juga, di sela-sela penampilan, diadakan juga beberapa perlombaan guna memeriahkan acara tersebut.

Meski diterpa hujan yang lumayan deras, acara tetap berlangsung dengan lancar. Bahkan, suasana semakin meriah ketika hujan datang. Acara selesai pada pukul 15.45 WIB.

Pimpinan PMDG Hadiri Peletakan Batu Pertama Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam

0

ANCOL—Rabu sore (26/2), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam yang berlokasi di Pantai Timur Ancol, Jakarta Utara. Pada kesempatan tersebut turut menyertai Beliau, Wakil Rektor UNIDA Gontor, Dr. H. Abdul Hafidz Zaid, M.A.

Prosesi ini merupakan perwujudan dari kerjasama yang telah dijalin oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Liga Dunia Islam (World Islamic League) pada 30 Septermber 2019 lalu. Setelah dilakukan pengkajian, maka terpilihlah DKI Jakarta sebagai lokasi dimana museum sejarah Nabi ini akan dibangun.

Maka, pada 31 Januari 2020, Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla menandatangani nota kesepakatan dalam realisasi pembangunan museum sejarah Nabi pertama di luar Arab ini bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dalam hal ini, Anies sangat bersyukur Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah dalam pembangunan museum tersebut.

Terpilihnya Ancol sebagai lokasi pembangunan museum dikarenakan tempat ini sudah sejak lama dikenal sebagai tempat wisata tersohor. Akses masyarakat untuk bertandang ke museum juga dianggap lebih mudah. Selain itu, pemandangan pantai juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Beberapa pejabat negara yang hadir dalam acara tersebut diantaranya, Menteri Agama RI, Menteri BUMN, dan mantan Menteri PAN-RB. Selain itu, beberapa Rektor Universitas Islam, Pimpinan Pondok Pesantren, dan tokoh masyarakat turut menyaksikan acara bersejarah ini. #brada

Seleksi Calon Penerima 80 Beasiswa Universitas Al-Azhar Kembali Diadakan

0

Gontor–Tahun ini, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mempersiapkan para kadernya untuk berangkat ke Mesir, sebagaimana tahun sebelumnya, penentuan penerimaan beasiswa tersebut dengan seleksi. Ujian untuk penerima beasiswa period ke-5 ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 27 Jumadal Akhir 1441/21 Februari 2020. Seluruh kampus PMDG putra maupun putri dalam Jawa mengadakan Ujian di Kampus Pusat, bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), sedangkan kampus luar Jawa diadakan di kampus masing-masing, Ujian ini dibuka oleh Direktur Kulliyatul Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI) K.H. Masyhudi Subari, M.A.

Jumlah pendaftar tahun ini mencapai 368 mahasiswa/i yang terdiri dari 190 orang mahasiswa dan 178 orang mahasiswi, mereka merupakan guru yang sedang mengabdi di seluruh kampus PMDG. Dari sekian banyaknya peserta akan dipilih 80 orang untuk diberangkatkan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Adapun materi yang diujikan meliputi pelajaran Bahasa Arab (Nahwu, Shorof, dan Tamrin Lughoh). Pengoreksian lembar jawaban peserta akan dikoreksi secara masal di PMDG Kampus Pusat, Ponorogo. Penerima Beasiswa akan diumumkan setelah melihat hasil ujian peserta dan musyawarah para. Muis

Jum’at sehat: Jalan santai Bersama Pimpinan Pondok

0

Gontor–Jum’at (28/2), Dewan Mahasiswa (DEMA) Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan jalan santai bersama Pimpinan Pondok yang diikuti oleh seluruh guru. Jalan santai ini merupakan sarana olahraga ringan untuk menyehatkan badan dan mempererat kebersamaan antarguru KMI. Acara ini merupakan rutinitas tahunan Pondok bagi para guru di akhir semester.

Jalan santai bersama pimpinan pondok
Jalan santai bersama pimpinan pondok

Jalan santai kali ini mengambil rute yang lebih pendek dari sebelumnya, dimulai dari depan Kantor Pimpinan menuju ke arah barat (desa Mambil) dan diakhiri dengan perfotoan bersama seluruh guru KMI.

Men Sana In Corpore Sano (Akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat). Semboyan inilah yang menjadikan semangat bagi para guru KMI dan seluruh santri untuk selalu menjaga stamina dan kebugaran tubuh di samping padatnya rutinitas yang dijalani. Ghazna

Keseruan dalam Pembina Gembira

0

Gontor-Kamis siang (27/2), bertepatan dengan acara Ambalan Gembira, Mabikori (Majelis Pembimbing Koordinator) mengadakan acara Pembina Gembira bagi siswa kelas 5 KMI. Bertempat di depan Gedung Al-Azhar dan Syiria, acara ini diikuti oleh segenap pembina adika penegak sebagai peserta, dan pembimbing dari wali kelas sebagai juri.

Event ini digelar dengan berbagai macam perlombaan yang menguji skill kepramukaan, keterampilan, dan ketangkasan, seperti Pioneering, Table Soccer, Marble on The Board, Tarik Tambang, dan Duel Sarung. Tentunya semua ini mereka ikuti dengan penuh keceriaan, keseruan, dan kebersamaan. Di akhir acara diadakan sesi hiburan, yaitu perlombaan tarik tambang dan duel sarung antara pembina dengan para wali kelas. Suasana menjadi lebih sejuk dan hidup dikala rintik hujan mulai turun membasahi bumi. rukh

Penuh Dengan Kreasi, Galeri Perfotoan Siswa Akhir KMI 2020 Prominent Generation

0

GONTOR – Prominent Generation, Generasi Terkemuka, generasi yang mampu berjuang pada garda terdepan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai, ideologi, sistem, dan program-program Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Islam kini bukanlah kekurangan pemeluk, namun Islam kini kekurangan generasi yang ingin muncul ke permukaan menegakkan ajarannya dan terdepan dalam mendidik umatnya, Islam membutuhkan generasi “Mundzirul Qaum”.

Menjadi yang terdepan berarti memikul amanah yang tak ringan, menjadi yang terkemuka berarti harus menjadi suri tauladan yang sempurna. Bismillah, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala apa yang Pondok cita-citakan, serta apa yang kita hajatkan dan usahakan… Allahumma Aamiin…