Home Blog Page 246

GBS Juarai “Arabic Drama Contest” 1441

0

Darussalam-Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Arabic Drama Contest yang tiap tahunnya dilaksanakan bertepatan dengan 1 Muharram, untuk tahun ini Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat mengadakan acara ini pada hari Jum’at, 6 September 2019/6 Muharram 1441. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan skill bahasa santri PMDG, yang diikuti oleh 21 asrama; dikelompokkan menjadi 2, rayon kibar dan rayon shigor. Acara ini diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Pondok Modern Darussalam Gontor.

Acara dibuka pada pukul 07.30 oleh Al Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa acara Arabic Drama Contest ini, merupakan ajang bagi para santri untuk meningkatkan skill bahasanya, disamping merupakan salah satu usaha pondok untuk menjaga mahkotanya, yaitu Bahasa. Sebagaimana kalimat yang sering disampaikan berkali-kali kepada para santri, “  اللغة تاج المعهد  “ yang artinya, “Bahasa adalah mahkota Pondok”.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana judul drama ditentukan oleh panitia penyelenggara, kali ini masing-masing asrama bebas untuk menentukan cerita yang akan dibawakan. Para pengurus rayonpun berlomba-lomba untuk mencari cerita terbaik, mulai dari kisah-kisah para sahabat Nabi, hingga cerita-cerita di buku pelajaran Muthola’ah yang digubah sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Setelah semua peserta menampilkan kemampuan terbaiknya, dewan juri membacakan hasil penilaiannya sebagai berikut:

Hasil perlombaan Drama Contest antar rayon :

Kategori Shighor :

  Juara 1 : GBS

  Juara 2 : Indonesia 4

  Juara 3 : Wisma Hadi

Kategori Kibar.  :

  Juara 1 : Syanggit

  Juara 2 : Saudi 1.3

  Juara 3 : Sholihin 2

 The Best Actor.  :

  Shighor : Faiq Fatahillah  INA 4

  Kibar.   : Alfian Albar Saudi 1.3

The Best Narator:

 Shighor : Wisma Hadi

 Kibar.    : Sholihin 2

Juara Favorit :

Rayon SYANGGIT

Juara Umum :

Rayon GBS

Dengan terselenggaranya acara ini, Pondok berharap agar para santri senantiasa meningkatkan kecintaannya terhadap bahasa, karena bahasa merupakan salah satu identitas Pondok Modern Darussalam Gontor yang harus dilestarikan. Reyzin

Tahsin Qira’ah Kembali Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Santri

0

DARUSSALAM- Gontor kembali tingkatkan kualitas bacaan Al-qur’an santri. Hal itu dengan diadakannya acara Tahsin Qiroah yang rutin diadakan setiap tahun pada awal bulan Muharram. Dan pada tahun ini acara diadakan dari hari Jum’at (6/9) sampai hari Selasa (10/9).

Hari pertama dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Wakil Direktur Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah Al-Ustadz H. Farid Sulistyo, Lc. beserta beberapa tutor yang akan mengajari bacaan santri selama acara berjalan, yaitu Al-ustadz Muhammad Fikri, Lc., M.A., Al-Ustadz Andriana, Lc., M.Pd.I., Al-Ustadz Suhaili, M.Pd.I., dan beberapa tutor yang berasal dari guru KMI.

Tahsin Qiroah pada tahun ini diikuti oleh peserta dari santri kelas 5, kelas 6, dan beberapa anggota Jam’iyyatul Qurro wal Huffadz (JMQH). Untuk kelas 5 mereka berjumlah 42 santri yang diambil dari 2 orang ketua setiap rayon dan penanggung jawab peribadahan rayon, kemudian kelas 6 diambil dari 10 orang setiap kelas yang bacaan Al-qur’annya masih memerlukan peningkatan, dan sisanya dari anggota JMQH sebanyak 86 orang. Sehingga total semuanya adalah 235 orang.

Jumlah para tutor adalah 14 orang, terdiri dari 3 orang non guru KMI dan 11 orang lainnya guru KMI. Pengajaran diadakan di beberapa tempat, yaitu Masjid Jami’ untuk malam hari dan Sebagian kelas di gedung Rabithah untuk pagi hari.

Acara yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas bacaan al-qur’an santri, Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil akhir kualitas bacaan peserta yang mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Dan semoga dengan adanya acara ini, Gontor bisa mencetak alumni-alumni yang qur’ani dan bisa menjadi tauladan bagi masyarakat kelak nanti. Akmal

Duta Gudep Gelombang Ke-2

0

Kamis, (5/9) – Sebuah titik temu dalam pengetahuan mengenai hal berbau kepramukaan maupun wawasan lainnya kini diapresiasikan. Seantero penghuni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 pun, sangat antusias demi mengikuti ajang kepramukaan nan bergengsi ini. Morse, semaphore, maupun macam-macam sandi lainnya adalah kunci kesuksesan nan jitu demi meraih nilai unggul.

Kegiatan yang dilakukan satu tahun dalam sekali ini, diikuti oleh lintas angkatan. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 4. Kompetisi yang mempunyai 3 gelombang dilakukan dengan cara : tertulis, lisan juga hinga babak final nantinya.

Dan pada kompetisi Duta Gudep Gelombang ke-2 ini, para peserta dari perwakilan masing-masing Gugus Depan bersaing demi meraih kemenangan mutlak pada babak final di atas panggung nantinya. Pada Kompetisi Gugus Depan Gelombang Ke-2 ini, masing-masing gugus depan akan memberikan peluang kepada 5 orang anggotanya. WANDA

Tahun ini, PMO Hadirkan Materi Baru

0

GONTOR-Tahun ini, acara Penataran Manajemen dan Keorganisasian (PMO) menghadirkan materi baru yaitu Public Relation atau Perhumasan.

Materi tersebut disampaikan langsung oleh staf Sekretariat Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Senin (3/9/19) malam di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Hadir pada acara tersebut seluruh ketua, sekretaris, dan bendahara dari tiap-tiap organisasi santri di PMDG.

Materi Public Relation atau Perhumasan yang disampaikan meliputi pengertian umum, fungsi, tugas, serta perannya dalam organisasi.

Public Relation atau Perhumasan merupakan unsur penting bagi suatu organisasi, ia bagaikan jembatan yang menyambung antara satu pihak dengan lainnya. Dengan adanya materi baru ini diharapkan bisa menambah wawasan segenap pengurus organisasi dan meningkatkan kinerja mereka di setiap sektornya. Sand88

Mahasiswi IZU Turki adakan Silaturrahim bersama Pimpinan PMDG

0

Gontor- Dua bulan pun berlalu begitu cepat, 11 orang mahasiswi Istanbul Sabahattin Zaim Universitesi (IZU), Turki beserta 2 dosen pembimbingnya. Mengadakan silaturrahim sekaligus berpamitan kepada Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan (3/9) di kantor pimpinan untuk kembali ke negara asalnya.

Mereka telah bermukim di Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) selama 2 bulan, dimulai dari 22 Juni 2019 – 29 Agustus 2019, di bawah koordinasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT), Pusat Bahasa, Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Tim Islamisasi. Mereka belajar tentang Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan juga Studi Islam, serta pengetahuan tentang keindonesiaan dan keputrian. Selain itu, sesuai dengan prinsip utama PUSDIKLAT UNIDA Gontor, para mahasiswi dibekali pelatihan kepemimpinan dan pembinaan akhlak yang sesuai dengan visi misi PMDG

Satu persatu mahasiswi Turki yang hadir diminta untuk memberikan kesan dan pesan oleh pimpinan menggunakan bahasa arab. “Alhamdulillah, kita dapat merasakan pendidikan di tempat ini yang belum pernah kita rasakan sebelumnya, bagaimana secara 24 jam kami dididik dan dibina oleh para dosen dan guru” tutur salah satu Mahsiswa Turki kepada pimpinan pondok.AbuFariz

Kepemimpinan DEMA Divisi Mantingan Berganti, Mengestafetkan dari Generasi ke Generasi Selanjutnya

0

Gontor Putri Kampus 1-Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti. Itulah salah satu filsafat pondok yang telah lama ditanamkan oleh para Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Nilai-nilai pondok tersebut selalu diestafetkan dari generasi ke generasi, agar pondok senantiasa hidup meskipun telah ditinggal oleh para pendirinya. Nilai inilah salah satu diantara semua nilai yang masih dipegang teguh oleh pondok. Termasuk dalam keorganisasian, seperti Organisasi Dewan Mahasiswa (DEMA). DEMA Wilayah Mantingan adalah organisasi yang mengurus dan membina semua kegiatan mahasiswi UNIDA Wilayah Mantingan Gontor Putri 1.

Begitupun organisasi DEMA yang selalu berganti tiap tahunnya, selalau mengestafetkan dari generasi ke generasi selanjutnya, sehingga dinamika pondok tetap berjalan dengan dinamis dan lancar. Masa kepengurusan DEMA tahun ajaran 1439-1440 H telah berganti, yang bertepatan pada tanggal 10 Agustus 2019 dan bertempat di Aula Kulliyatu-l Banat Gontor Putri Kampus 1. Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswi UNIDA Gontor Putri Kampus 1dan dibuka oleh sambutan Bapak Pengasuh Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pdi.

Sebelum dipilihnya calon ketua DEMA ini, diadakannya terlebih dulu orientasi atau pengenalan visi-misi dari para calon ketua DEMA. Agar para mahasiswi UNIDA mengetahui visi-misi kedepannya dari tiap calon ketua dan dapat menilai calon ketua dari visi-misi yang mereka bawakan. Adapun calon ketua dipilih dari mahasiswi semester 7 dari setiap prodi (Programstudi) yang mewakili menjadi calon ketua DEMA, mereka ialah:

  1. Citra Eka Wulandari (PAI)
  2. Wiwik Dwi (PBA)
  3. Desi Fitria (SAA)
  4. Mirza Andini Saputri (AFI)
  5. Nurul Isti’anah (IQT)
  6. Dita Nur Amaliatul (HES)
  7. Nur Inna Rahmawati (EI)

Adapun DEMA tahun ini berjumlah 63 orang yang terdiri dari 15 bagian kepengurusan, yang diketuai oleh Mirza Andini (AFI) dan Dita Nur Amaliatul (HES). Selain itu, yang bertugas sebagai panitia dalam acara ini ialah mahasiswi UNIDA Gontor Mantingan Semester 5. Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar seperti yang diinginkan.

“Gerakan-gerakan untuk mahasiswi DEMA ini adalah; Tadabbur, tafakkur, tadzakkur dan juga tasyakkur. Tadabbur dan tafakkur itulah yang utama, jadi dimensi kegiatan yang harus lebih banyak adalah dari sisi keilmuan, tapi bukan berarti menafikkan kegiatan-kegiatan olahraga”. Ujar Bapak Pengasuh Al-Ustazdz K.H Ahmad Suharto, M.Pdi dalam sambutannya di acara pelantikan DEMA baru ini. Beliau mengharrapkan agar DEMA tahun ini dapat mengerjakan kegiatan-kegiatannya dengan lebih baik dari DEMA sebelumnya dan lebih mengutamakan sisi-sisi kelimuan dari sisi yang lain.

Begitulah organisasi di Gontor Putri Kampus 1, selalu mengestafetkan dari generasi ke generasi selanjutnya, sehingga dinamika pondok tetap berjalan dengan dinamis dan lancar. Andi Ghariza

Sambut Tahun Baru dengan Semangat yang Baru

0

Semangat baru menyelimuti perasaan Santriwati Darussalam Gontor Putri Kampus 2 dalam merayakan Tahun Baru Hijriah, yang bertepatan pada Hari Sabtu,31 Agustus 2019 M atau 1 Muharram 1441 H. Kata ‘Muharram’ sendiri memiliki arti ‘Terlarang’ dan berasal dari kata ‘Haram’ yang berarti berdosa. Bulan Muharram ini dianggap bulan paling suci kedua setelah Bulan Ramadhan. Hari ke sepuluh pada bulan Muharram disebut juga dengan Hari Asyura, kebanyakan muslim berpuasa pada Hari Asyura. Karena tercatat dalam Hadits yang mana Nabi Musa A.S dan kaumnya memperoleh kemenangan atas Fir’aun pada 10 Muharram. Seperti yang tertera dalam Hadits :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللًّيْلِ

Yang artinya : ‘Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah Puasa pada Syahrullah (Bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam’

Dan pada Kesempatan kali ini, kami berkumpul dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah. Dan mendengarkan Pidato dari Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz K.H. Umar Said Wijaya, M. Pd. Yang dilanjut dengan Do’a oleh Bapak Wakil Direktur Kulliyatul Mu’alimat Al-Islamiyah Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc. Pada Pidatonya beliau menjelaskan ‘Mengapa dan Untuk apa diadakannya Perkumpulan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam?’ Karena Pada Bulan Muharram terdapat banyak sejarah yang perlu kita ketahui bersama. Salah satunya adalah tentang Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Kota Madinah pada 622 M.suciyaqiluh

Markas Khot Adakan Workshop Ebru Pertama di Gontor

0

Ahad (1/9) Gontor penuh kegiatan. Selain Expo tahunan yang diselenggarakan di depan gedung Aligarh, juga terdapat beberapa kegiatan lainnya. Di antara kegiatan tersebut adalah workshop seni ebru (melukis di atas air) yang diselenggarakan oleh markas khot Gontor. Bapak direktur KMI, K.H Masyhudi Subari MA dalam sambutannya di awal acara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini. Beliau juga menekankan kepada peserta pentingnya terus membekali diri dengan keterampilan maupun kemampuan lainnya. Diakhir sambutan, beliau berharap peserta workshop mengambil banyak ilmu dan mengembangkannya nanti.

Workshop yang diinisiasi oleh markas khot Darussalam ini diikuti oleh 40 peserta dari unsur santri dan beberapa orang asatidz dari Gontor pusat dan beberapa kampus cabang. Workshop dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pagi hari dari jam 08.30 hingga 12.00 untuk penyampaian materi sekaligus praktik bagi para santri. Sementara asatidz mendapatkan kesempatan untuk mencoba alat ebru pada siang hari dan malam hari lepas insya. “Seni ini sangat indah, pun memiliki nilai yang membanggakan karena tumbuh dan berkembang di tangan orang-orang muslim, di antaranya di daerah Turki, sehingga seni ini juga disebut disebut Turkish paper”, demikian Al-Ustadz Alim Gema Alamsyah mengawali penyampaian materi workshop. Alumni Gontor 2000 (laviola) dan juga alumni Al-Azhar Cairo ini belajar Ebru dari ahli Ebru Turki, Al-Ustadz Hayati Tosuner. Di akhir sesi beliau mengungkapkan kesannya yang sangat mendalam atas sambutan serta partisipasi aktif seluruh peserta. “Saya yakin, ebru insya Allah akan berkembang dan semakin dikenal melewati peran Gontor” demikian pungkasnya. #emnoer

Toko Bangunan La Tansa Mantingan Ngawi

0

Ngawi – Toko Bangunan La Tansa yang terletak di samping toko Darussalam
Distributor Center (DDC) dan sebelah utara Gontor Putri Kampus 2. Tujuan
dibangunnya proyek ini adalah untuk menunjang kebutuhan bahan material dan alat untuk pembangunan Gontor Putri Kampus 1, 2, 3 serta Universitas Darussalam (UNIDA) yang semakin banyak dan sebagai pendukung pendidikan dan pembelajaran, dan juga ikut serta sarana dalam melayani dan membantu masyarakat sekitar.

Toko Bangunan La Tansa mulai dibangun pada tanggal 12 Januari 2019 dan selesai pada tanggal 30 Agustus 2019, dengan demikian lama pembangunan toko bangunan La Tansa adalah ( 231 hari 8 bulan ). Senin (02/09/2019) bertepatan dengan 2 Muharram 1441H, diresmikan oleh bapak pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan yang turut menandatangani Prasasti Peresmian.

Bangunan Toko La Tansa dibangun membujur dari utara ke selatan dan dari timur ke barat yang menempati area yang dibagi dua dengan bangunan Darussalam Distributor Center, dengan areal seluas ±3.619m2, (Luas: 59,87 m X 60,46 m -3.619 m2). Adapun rincian luas fisik toko bangunan LATANSA adalah sebagai berikut:
Toko: Luas 23,5 m X 14 m = 329 m2
Gudang: Luas 14 m X 36 m =504 m2
Mushola: Luas 5 m X 5 m= 25 m2
Luas keseluruhan= 60,46 m X 59,87 m 3.619,74 m2. Toko bangunan LATANSA Pondok Modern Darussalam Gontor terdiri dari 8 ruangan dan 2 lantai, dengan rincian sebagai berikut: Lantai 1: Ruang toko, ruang kantor, ruang sales, gudang material, dan mushola, Lantai 2: Kamar staff.

Menempati Rumah Singgah Gontor, Pimpinan PMDG Adakan Tasyakuran

0

Boyolali – Senin (2/9) Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan mengadakan tasyakuran atas selesainya pembangunan Rumah Singgah Gontor, di Perumahan Pondok Baru Permai IV, RT 03 RW 10 Dusun Ngesrep, Kec. Ngemplak, Boyolali.

Acara tasyakuran ini dimulai pukul 19.30 (2/9) di depan rumah tepat. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara berlangsung khidmat, Kiai Hasan selaku tuan rumah dari rumah singgah ini menyampaikan sambutan tentang Gontor dan anak-anak yang kedepannya akan tinggal di rumah ini, lalu selanjutnya sambutan dari tokoh masyarakat, hingga acara ditutup dengan doa oleh Kiai Syamsul, selepas acara selesai seluruh masyarakat yang hadir, diadakan acara ramah tamah bersama seluruh keluarga besar PMDG.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Badan Wakaf PMDG K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) Al-Ustadz H. Imam Shobari, S.Ag., Direktur Kuliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), K.H. Masyhudi Subari, M.A., juga Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Al-Ustadz Ismail Abdullah Budi Prasetyo. S.Ag. Wakil Pengasuh PMDG Kampus Putri 1,2, dan 3. Serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya Kiai Hasan menjelaskan bahwa Ia sangat bersyukur dengan selesainya pembangunan Rumah Singgah Gontor ini, “ini rumah singgah, saya bukan sohibul bait, kami Pimpinan Pondok dan yang lainnya akan hadir ke rumah ini, akan berganti setiap waktu, insyaAllah bisa senantiasa berhubungan dengan baik dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar” jelas Kiai Hasan.

Bapak Kateno, salah satu tokoh masyarakat Perumahan Pondok Baru Permai IV mengatakan “Kami ucapkan terimakasih dengan senang hati, semoga dengan adanya Rumah Singgah Gontor ini, perumahan Pondok Baru Permai IV bisa lebih damai, aman, dan amanah. Apalagi dengan kehadiran santri gontor nantinya, semoga bisa mengisi kegiatan pengajian di mushala kami”.

Rumah Gontor ini terletak di wilayah Desa Ngesrep yang mana terdapat komplek Pangkalan TNI Angkatan Udara dan Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo. Lokasinya yang strategis dengan bandara menjadi salah satu alasan dibelinya rumah ini. Rakafadel