Home Blog Page 250

Meningkatkan bahasa santri dengan Tasyji’ul lughoh

0

Mantingan (Ahad, 18-08-19)- “Al lughotu taaju-l-ma’hadi” bahasa adalah mahkota pondok, inilah kurikulum yang diterapkan Pondok Modern Darussalam Gontor kepada seluruh santrinya, bilingual language (bahasa arab dan inggris) pokok bahasa yang digunakan pada keseharian santri gontor.

Tasyji’ul lughoh adalah salah satu sarana bagi santriwati untuk meningkatkan bahasa, khususnya kelas 1 dan 1 intensive. Acara ini diadakan di pagi hari pada jam pelajaran pertama dan kedua tepatnya pukul 06.55-08.30.

Santriwati terlihat antusias dalam mengikutinya, acara ini diawali dengan penambahan kosakata, pengenalan dhomir dan melatih percakapan dengan 2 bahasa.

Asatidz dan ustadzat pun ikut berperan penting dalam acara ini demi memajukan serta meningkatkan bahasa santri, semoga seusainya acara ini ada perubahan peningkatan bahasa santri, vina

Sejumlah Anggota Badan Wakaf Kunjungi PP. Baitul Hidayah

0

BANDUNG–Sebanyak 4 orang anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren (PP) Baitul Hidayah yang berlokasi di Kab. Bandung Barat pada Ahad (18/8). Sejumlah anggota Badan Wakaf tersebut adalah K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., dan K.H. Masyhudi Subari, M.A. selain itu, turut hadir pula Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., dan Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka memenuhi undangan resepsi pernikahan salah satu putra dari wakif pondok tersebut, Alfonsius Dimas Adhi Prasetyo bin Martono dengan Ninik Puspita Ayu binti Edi Suharto. Selain itu, kunjungan ini juga merupakan momen silaturrahim antara PMDG dan PP. Baitul Hidayah.

Acara akad dilangsungkan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 09.30 WIB, dilanjutkan dengan resepsi pernikahan hingga pukul 12.30 WIB. Pondok yang berlokasi di puncak bukit Panyandaan tersebut pun otomatis ramai dipenuhi para pengunjung dari pihak pondok, keluarga mempelai, dan tamu yang berbahagia.

Menjelang akhir resepsi pernikahan, setiap dari anggota Badan Wakaf memanjatkan do’a untuk kedua mempelai.

Kehadiran 4 orang anggota Badan Wakaf tersebut dilatarbelakangi optimisme akan berkembangnya pondok pesantren tersebut. Walaupun tidak terlalu jauh dari kawasan perkotaan, para tamu yang hendak berkunjung ke PP. Baitul Hidayah diharuskan melewati jalur menanjak yang cukup tinggi untuk mencapai lokasi. Lokasi pondok yang berada di atas bukit ini juga merupakan salah satu keunggulan pesantren ini. 

Hari Pramuka: Gelorakan Semangat Berkarya Demi Bangsa

0

RIMBO PANJANG – Perayaan Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. PM Gontor Putri Kampus 7 Riau pun melaksanakannya bersama seluruh santriwati dan dewan guru, di Lapangan Utama, Rabu (14/8) sore.

Perayaan ini sekaligus mengingatkan kembali peristiwa sejarah bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan. Karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan peristiwa semangat berjuang melawan penjajahan, anti kolonial, yang saat itu menguasai Asia Tenggara.

Sejauh mata memandang, Hari Pramuka ini lahir dari hasil perjuangan para pendahulu bangsa ini. Berawal pada tahun 1961, setelah Keputusan Presiden (Keppres) no 238 1961 berhasil ditandatangani oleh Djuanda lewat persetujuan Ir. Soekarno.

Pada akhirnya, dilakukan Pelantikan Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwarnas, Kwarnari di Intana Negara, dilanjutkan dengan penagnugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan di hadapan masyarakat, diikuti sekitar 10 ribu Pramuka.

Dengan sekilas sejarah ini, Al-Ustadz Ma’ruf menyampaikan dalam nasehatnya, bahwa pramuka merupakan pemersatu gerakan-gerakan pemuda dari berbagai elemen, “1961, menjadi satu pandu disebut pramuka. Tidak ada pandu non-muslim, muslim. Tapi, satu, pandu pramuka,” paparnya di hadapan para santri putri dan dewan guru. Elmaliki

Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG

0
Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG
Acara ini dipimpin langsung oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal selaku Inspektur upacara.
Suasana Pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibra
Penyerahan Sang “Merah Putih” oleh Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal kepada Paskibra
Suasana Pengibaran Bendera Merah Putih
Ribuan santri dan guru PMDG ikut hadir dalam Upacara HUT RI ke-74 di depan BPPM

Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG berjalan lancar

0

GONTOR-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan upacara  dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Sabtu (17/08). Acara ini dipimpin langsung oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal selaku Inspektur upacara.

Upacara kemerdakaan dimulai tepat pukul 07.00 ditandai dengan pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

Bagaimana galeri Suasana Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG? cek selengkapnya: Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG

Setelah K.H Hasan Abdullah Sahal membacakan teks Pancasila beliau juga membacakan teks Pancajiwa Pondok Modern Darsussalam Gontor dalam upacara kemerdakaan HUT RI ke 74.

Dalam Pidatonya Kiai Hasan menjelaskan bahwa upacara ini adalah pendidikan dan pelajaran, pendidikan kemerdakaan bagi seluruh santri dan pelajaran kewarganegaraan untuk semuanya. Agar anak anak dan (bangsa ini) terutama tokoh-tokohnya bertambah cerdas.

Baca juga: Kiai Hasan: “Ini Pendidikan, Ini Pelajaraan Kenegarawanan!”

Upacara ini dihadiri sekitar 4500 orang dari guru, santri dan wali santri yang berada di pondok. Setelah acara selesai, para santri pun kembali masuk ke kelas dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya.Diazmuhamad 

 

Tulisan terkait:

Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG

Puisi Kemerdekaan Karya Santri Gontor: Merah Putih Suci

Puisi Kemerdekaan: Di bawah Kibaran Merah Putih

Disiplin, Terampil Dan Gembira Bersama Di Perkemahan Akbar Gontor Putri Kampus 3

0

Gontor Putri Kampus 3 – Alunan Yeling antar gugus depan mengiringi derap langkah para andika Darussalam Gontor Putri Kampus 3. Tepat pada Selasa, (13/9), Gerakan Pramuka Koordinator yang juga dibimbing oleh seluruh Majelis Pembimbing Koordinator menyelenggarakan perkemahan akbar yang mana acara ini diikuti oleh seluruh adhika Darussalam. Acara ini diadakan guna mengenalkan kepada para andika baru ramu dan amsus tentang gerakan pramuka yang ada di Gontor Putri Kampus 3 khususnya dan untuk menambah pengalaman tentang kekompakan, kebersamaan dan keterampilan untuk seluruh andika Darussalam, bahkan tak luput sebagai sebuah pendidikan untuk para panitia – calon-calon kakak pembimbing kepramukaan dari kelas 5 – acara ini. Kepanitian besar yang mengenalkan kepada mereka tentang apa itu amanah dan makna kata “Mau Dipimpin dan Siap Memimpin.”

            Acara ini dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag, pukul 07.00 WIB bertempat di lapangan depan Auditorium. Dalam acara ini, dibentuk dalam 8 unit (sebanyak jumlah gugus depan) yang didalamnya terdapat 21- 22 Kavling. Tak cukup hanya dengan menetap bersama ditenda, namun acara ini juga memberikan kesempatan para andikanya untuk melaksanakan cross country yang dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Agustus 2019. Cross Country merupakan perjalanan intensitas ringan yang dilakukan di alam terbuka guna mengenalkan kepada para adhika tentang alam dan hal-hal yang ada didalmnya. Secara psikologis, acara ini memberikan manfaat dalam menghilangkan beban dan pikiran penat yang ada. Sedangkan, secara biologis, kegiatan ini bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

            Setelah melakukan perjalanan Cross Country, pada Kamis malam, hadir pula kegiatan upacara api unggun yang didalamnya menampilkan kolaborasi ide-ide kreatif dan inovatif dari kekompakan dan kebersamaan tiap unit, juga se. Kekompakan, kreatifitas, kebersamaan dan kedisiplinan didalam perkemahan akbar ini berakhir dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba perkemahan, pada hari Jum’at, 16 Agustus 2019. –Arum Setyowati-

Kiai Hasan: ”Ini Pendidikan, Ini Pelajaraan Kenegarawanan!”

0

DARUSSALAM–“Ini pendidikan, ini pelajaraan kenegarawanan, supaya anak anak sekalian menjadi kewarganegaraan yang baik dan benar” tegas K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), di hadapan ribuan peserta upacara yang terdiri dari: santri, guru, dan wali santri di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dalam Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Sabtu (17/8)

Buka juga: Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG

“Baca sejarah baik-baik dengan mengaktifkan “potensi” penuh. Jangan tinggalkan nurani; buka mata, buka telinga dan seterusnya. Bangsa ini sangat memerlukan “banget” mata pelajaran: Kemerdekaan dan Penjajahan, agar (bangsa ini) terutama tokoh-tokohnya bertambah cerdas”

“Kita mengerahkan tenaga membangun bangsa, demi melanjutkan Amanat para pendahulu, menegakkan pilar-pilar Kebangsaan. Kita keluarga besar PMDG sudah memilih hasil ijtihad mengisi kemerdekaan Republik ini dengan pendidikan pesantren. harga mati! sampai mati!”

“Jangan ada yang merasa berjasa, mengharap balas jasa, apalagi minta balas jasa, itu sampah perjuangan! Tidak ada untungnya yang hakiki, hanya fatamorgana yang menipu, mengecoh. Berjasalah, jangan merasa berjasa, karena yang Maha Berjasa (sumber jasa) bagi santri dan kaum bertuhan, hanya Allah SWT”.

“Iringkanlah “jarrib dan fakkir”, فكّر قبل أن تعزم dan جرّب ولاحظ تكن عارفا bukan hanya omong sana, omong sini, kirim/sambung omongan sana, kirim/sambung omongan sini, dan akhirnya omong kosong sana, omong kosong sini”.

Baca juga: Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG berjalan lancar

“Saat ini banyak orang dan anak-anak belum berijtihad, belum berusaha, belum berjasa dalam perjuangan Kemerdekaan sudah terburu-buru ingin mengatur Negara, “laa ya’rif. Laa yadrii..!”.

“Waspadalah! Waspadalah! Bahwa kejahatan bukan karena kemauan yang ada, tapi  karena ada kesempatan. sekian, Walloohu ‘A’lam! Hamdalah, Sholawat, Wassalam!”Rakafadel

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019

0

17 Agustus 2019 – Hari dimana Negara Indonesia, memutar kehidupan tepat untuk yang ke-74 kalinya. Acara ini dilaksanakan tepat pada pukul 07.00 WIB, yang bertempat di Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 2.

Hentakan kaki pasukan pengibar bendera, barisan komandan pleton, pembacaan puisi, tarian daerah, lantunan choir, dan juga melodi kemerdekaan Indonesia bertumpah ruah demi memperingati acara Kemerdekaan Indonesia ini.

Penampilan Choir 17 Agustus

Pembacaan Prokmalasi Kemerdekaan pun turut hadir dalam acara ini, dan dibacakan oleh bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al – Ustadz. Umar Sa’id Wijaya, M. Pd. Peringatan acara kemerdekaan Indonesia ini adalah sebagai wujud rasa terimakasih kepada para pejuang negara Indonesia, juga untuk mengenang jasa – jasa pahlawan terdahulu. Agar kita sebagai generasi penikmat dapat mengetahui sebarapa besar perjuangan dan jerih payah mereka demi memerdekakan tanah air dari para penjajah. WANDA

HUT RI Ke- 74 : Mengenang para Syuhada’

0
pengibaran bendera merah putih memperingati HUT RI ke-74
Pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Gontor Putri Kampus 3 Memperingati HUT RI ke-74

Karangbanyu – 17 Agustus 2019, hari sakral dimana seluruh rakyat Indonesia melaksanakan upacara kemerdekaan di tiap-tiap sekolah, perkantoran dan balai-balai pemerintahan. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Islam, juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan HUT RI ke-74 ini.

            Upacara yang dilaksanakan di Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 3 ini dimulai pada pukul 07.00 WIB ditandai dengan pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pembawa bendera, diiringi dengan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Upacara diikuti oleh seluruh santriwati Darussalam Gontor Putri Kampus 3 beserta para Asatidz dan Ustadzat.

            Al-Usatdz H. Suwarno TM selaku inspektur upacara membacakan Teks Proklamasi dengan tegas dan semangat. Pembacaan Teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh santriwati menggetarkan gejolak semangat kemerdekaan 1945. Upacara dilanjutkan dengan penyampaian amanat tentang kemerdekaan Indonesia yang tidak akan pernah lepas dari perjuangan para Syuhada’ muslim yang berasal dari pesantren. Karena Syuhada’ adalah Pahlawan dan para pahlawan belum tentu Syuhada’. Upacara ini mengenalkan kita kembali akan kalimat “JAS MERAH” yang berarti “Jangan Pernah Melupakan Sejarah” yang mengajarkan bahwasanya belajar dari sejarah merupakan landasan menuju perubahan Indonesia yang lebih baik. Arum Setyowati

Galeri Kegiatan Art, Handycraft, Sport Show

0

Gontor-Dengan dibukanya Art, Handycraft, & Sport Show, Santri Gontor mampu menyaksikan secara langsung bakat dan keunggulan yang ditawarkan masing-masing klub dan kursus, sehingga nantinya mereka dapat menemukan wadah yang tepat untuk mengasah dan mengembangkan potensi sesuai bidangnya masing-masing.

Suasana Pembukaan Art, Handycraft, & Sport Show di depan Balai Pertamuan Pondok Modern (BPPM) Jum’at (16/6)
Al-Ustadz Masau Dito Pendi tengah menjelaskan salah satu bidang kesenian santri
Farrel, santri kelas 1 PMDG, memainkan drum di stand DAMS
Siswa Kelas 1 KMI tengah melihat berbagai kesenian tangan di stand Gastrada
K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor turut hadir dalam acara Art, Handycraft, & Sport Show
Santri Gontor tengah asyik bermain di salah satu stand bagian olahraga
Farhan Hibatullah, Siswa Akhir KMI 2020 tengah menyanyikan salah satu lagu ciptaan Iwan Fals di stand DAMS