Home Blog Page 255

Pembacaan Hasil Ketetapan Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka

0

Untuk mengoptimalkan kinerja anggota Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) serta Koordinator dan Gugus Depan Gerakan Pramuka, Kamis (1/8) diadakan pembacaan hasil ketetapan musyawarah kerja yang bertempat di mini hall Gontor Putri Kampus 2. Adapun yang dibacakan merupakan proram kerja baru dan lama hasil dari musyawarah atas kesepakatan bersama seluruh santriwati kelas 5 dan para pembimbing pada bulan Ramadhan lalu.

            Pembacaan hasil ketetapan musyawarah kerja ini bertujuan agar seluruh santriwati tau dan faham betul secara detail seluruh disiplin pondok yang harus ditaati. Selain itu, untuk sosialisai program kerja baru yang belum pernah ada sebelumnya.hasnab

80% Persiapan Panggung Drama Arena 594 Tuntas

0

Gontor – Persiapan background Drama Arena (DA) 594 yang dari tadi pagi di kerjakan oleh santri-santei kelas 5 akhirnya hampir 80% telah selesai. Hampir kurang lebih 8 jam mereka bekerja keras untuk menata panggung lokasi pagelaran seni kelas 5 yang esok malam baru akan dipentaskan.

Baca: Persiapan Panggung Drama Arena 594

Panggung yang pagi tadi pukul 11.30 Wib masih terlihat kosong pada sore hari ini sudah terpasang 80% menyisakan background lini kedua yang berada di tengah. Sementara untuk sound sistem pada sore hari ini terdapat 2 tambahan sound gantung pada sisi utara dan selatan menghadap ke arah barat dimana penonton berada dan juga meja operator yang berada di tengah bangku penonton menghadap ke arah timur.

KH. Hasan Abdullah Sahal juga terlihat duduk santai di sebuah panggung kecil di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) memantau langsung kesibukan para santri kelas 5 didampingi oleh putra beliau ustadz Hammas, disisi lain terlihat bagian diesel dari kelas 5 juga sibuk dengan pemasangan tambahan lighting pada sisi utara & selatan panggung bagian depan dibimbing langsung oleh para wali kelas dalam mempersiapkan panggung, sampai terlihat ustadz Zahidpun turut memanjat rangka panggung.

Totalitas kerja, itulah jiwa semangat yang biasanya ditanamkan Kyai pada santri dan gurunya, jadi dalam bekerja tidak lagi setengah hati, mereka harus mencurahkan seluruh tenaganya saat mengerjakan sesuatu. Tidak hanya bekerja, dalam belajarpun santri harus total, para guru dalam mengajar juga harus total, sehingga banyak hal akan terlihat maksimal.

Persiapan Panggung Drama Arena 594

0

Gontor – Persiapan background pagelaran seni Drama Arena (DA) 594 sydah terlihat sejak 3 hari yang lalu, terlihat di sisi selatan gedung madrasah Pondok Modern Darussalam Gontor potongan-potongan bambu berikut talinya sudah siap dipasang. Beberapa orang pekerja Pondokpun terlihat menggali beberapa titik fondasi untuk digunakan dasar berdisinya background pagelaran seni DA 594.

Hari ini (31/07/19) menjelang digelarnya Drama Arena Kelas 594 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kurang lebih 118 orang santri kelas 5 diizinkan untu tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) di pagi hari sebagai gantinya mereka bekerja keras untuk menyelesaikann tatanan panggung terutama background yang sudah diselesaikan designnya oleh tim dekorator kelas 5. Potongan-potongan triplek yang telah disusun rapi dan diberi list kayu ditiap sisinya juga terlihat sudah siap di halaman depan gedung aligart dan siap untuk dinaikkan.

Selain persiapan background, santri-santri kelas 5 juga mempersiapkan sound sistem pada 2 sisi panggung utara dan selatan, ada pula yang mempersiapkan lighting di 2 sisi panggung utara dan selatan terlihat 2 stand besi yang cukup tinggi dengan 4 buah lampu besar diatasnya. Sedangjan lighting yang berada dj atap panggung sudah dipersiapkan pada hari sebelumnya. Sound sistem, Lighting dan kerangka panggung yang digunakan dalam acara Drama Arena esok hari sudah tidak lagi menyewa dari pihak luar, semua dipersiapkan secata mandiri dan hampir tiap tahun di sempurnakan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. “Kerangka panggung ini pertama kali dicoba untuk pentas Drama Arena 594 tahun ini, karena memang baru tahun ini dibuat dan disimpan peralatannya di gudang dekat garasi Bis Gontor yang ada di barat Gontor Stadium”, ungkat ustadz Mahbub Al-Aziz.

Sementara target yang ingin dicapai hari ini adalah menyelesaikan susunan background panggung yang berada di sisi timur Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) sembari menunggu tambahan personil kelas 5 yang sebagian besar masih mengikuti proses belajar mengajar di KMI pagi ini, dan target siswa kelas 5 setelah dzuhur background panggung harus sudah terpasang.

Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal Gontor Putri Kampus 2

0

Seiring dengan berakhirnya bulan Syawwal maka berakhirlah masa kepanitiaan Panitia Bulan Syawwal. Selasa (30/7) di laksanakan pembacaan Laporan Pertangggungjawaban oleh tiap-tiap bagian Panitia Bulan Syawwal. Laporan Pertanggungjawaban yang berlangsung selama dua hari ini di adakan di mini hall Gontor Putri Kampus 2

            Panitia Bulan Syawwal beranggotan seluruh Siswi Akhir KMI dengan ketua Fazati Afida El-Aqwami/6C dan Yasmin Fadhilah/ 6B. Dengan di adakannya PBS ini bertujuan untuk pemerataan kepernahan bagi seluruh santriwati Kelas 6 dan untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab atas amanah yang pondok berikan.

Serah Terima Amanat dari PBS ke OPPM

            Dengan berakhirnya kepengurusan Panitia Bulan Syawwal maka tugas dan tanggung jawab program-program akan di emban kembali oleh Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan  Koordianator dan Gugus Depan Gerakan Pramuka. Oleh karena itu, Laporan Pertanggungjawaban di lanjutkan dengan serah terima amanat dari Panitia Bulan Syawwal ke OPPM dan Koordianator dan Gugus Depan Gerakan Pramuka, Rabu (31/7) lalu. hasnab

Gugus Depan 15089-13 Juara Umum LP3 XXX1

0

GONTOR-Kegiatan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) merupakan salah satu dari rentetan acara Khutbatu-l-Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada pelaksanaannya yang ke-31 kali ini, lomba tahunan tersebut mengambil tema “Modern Islamic Scout” dengan maskot burung Merak.

Acara yang diselenggarakan mulai hari Rabu–Senin, (24-29/7) ini dibuka oleh Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung M.A., M.L.S. di depan Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor. Adapun peserta dalam perlombaan LP3 tahun ini berjumlah 40 kontingen Penggalang dan 39 kontingen Penegak dari seluruh Indonesia dengan total 800 orang.

Perlombaan disuguhkan dalam beberapa kategori; skill, ketangkasan, ketrampilan, kesenian, dan wawasan. Adapun beberapa  lomba seperti; outbound, paint ball, memanah, sniper shoot, dan golf  diadakan di salah satu objek wisata Magetan, yakni di Telaga Sarangan.

Hasil akhir penilaian tim juri Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak tahun ini adalah:

Juara penggalang: Juara 1 : Al-Istiqomah Ngatabaru, Juara 2  : 15089-01, Juara 3  : 15089-13, Juara Harapan 1  : PMDG Kampus 2, Juara Harapan 2  : PMDG Kampus 3, dan Juara Harapan 3  : 15089/11.

Juara Penegak: Juara 1  : Darunnajah 2 Cipinang, Juara 2  : Ar-Ridho Sentul, Juara 3  : Gontor 3, Juara Harapan 1  : Darul Ulum Lido, Juara Harapan 2  : 15089-05, Juara Harapan 3  : PMDG Kampus 2.

Dan juara Umum adalah Gugus Depan 15089-13, dan Juara Favorit adalah  PMDG Kampus 2

Diharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan ini, Gontor dapat Menjadi Garda terdepan dalam membina ummat bangsa, dan mempertahankan peradaban. AbuFariz.

Kursus Komputerisasi Gontor Putri Kampus 2

0

Sabtu (13/7), merupakan awal kursus komputer setelah libur panjang akhir tahun lalu. Kursus komputer dilakukan ketika santriwati tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, yaitu usai makan siang dan ketika jam belajar malam untuk hari efektif belajar. Kursus komputer difokuskan untuk kelas 4, kelas 3 Intensif, serta kelas 5. Santriwati akan diperkenalkan pada tool yang terdapat dalam program Ms.Word dan Ms.Excel. Selain perkenalan terhadap beberapa tool pada kedua program tersebut, santriwati juga praktek secara langsung bagaimana cara membuat surat resmi (menggunakan Ms.Word) dan anggaran belanja (menggunakan Ms.Excel).

Santriwati sangat antusias dalam mengikuti kursus komputer ini, terbukti dengan keseriusan mereka ketika mendengarkan penjelasan ustadzah tentang bagaimana cara membuat anggaran yang baik dan benar. Mereka juga tidak sungkan untuk bertanya ketika tidak paham dengan rumus formula pada Ms.Excel atau tidak menemukan tool yang akan digunakan.

Setelah di perkenalkan dan praktek terhadap beberapa tool pada Ms. Word dan Ms. Excel, para santriwati akan di uji dengan beberapa soal yang telah di siapkan untuk keesokan harinya.

Semoga program kursus komputer ini bisa menjembatani santriwati untuk mengenal lebih jauh tentang komputerisasi dan menjadi salah satu fasilitas yang dapat membantu santriwati untuk membuka jendela dunia.hasnab

Malam Pembagian Hadiah & Sidasa Band

0

Gontor – Kumandang adzan Isya’ mulai terdengar dari ujung pengeras suara Menara Gontor, para santripun bergegas mengambil air wudhu kemudian segera memasuki Masjid dan mengisi shaf terdepan di Masjid Jami’, siap untuk memenuhi panggilan-Nya. Begitulah sekilas suasana sholat Isya’ di kampung damai ini. Tetapi, pemandangan malam hari ini, Senin (29/07/2019), ada sedikit suasana yang berbeda. Terlihat raut wajah-wajah tegang dan tidak sabar dari para santri, dan tidak ada satupun yang membuat percakapan ringan seperti biasanya, masing-masing terlarut dalam do’a, memohon hasil yang terbaik kepada Allah SWT untuk kesuksesan rayonnya.
Ya, itulah malam detik-detik menjelang acara pembagian hadiah, yang menjadi penghujung rangkaian acara perlombaan antar rayon yang merupakan bagian dari acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PPKA). Acara ini sekaligus diisi penampilan group musik Siswa Darussalam Sanah Sadisah yang biasa dikenal dengan Sidasa Band.Band ini adalah kumpulan santri-santri kelas 6 yang memang memiliki passion dalam kreativitas seni musik. Tidak hanya sampai disitu, beberapa penampilan lainnya juga turut memeriahkan acara ini, seperti silat jawa, pantomim, lenong, dan serial drama ‘Tanah Seribu Mimpi’, yang seluruhnya ditampilkan oleh santri dari kelas tiga intensif dan kelas empat.
Hadiah-hadiah dalam acara ini dibagikan kepada para pemenang dari rangkaian perlomban Khutbatu-l-‘Arsy sebelumnya. Mulai dari Poetry Reading and Song Festival, Demonstrasi Bahasa, PORSENI, sampai perlombaan baris-berbaris antar rayon. Acara yang diketuai oleh Aqbil Fikri (3 int C), Ayyasi (4B), dan Abdullah Zaim (3 int B) ini mengusung tema “Bersama menjalin ukhuwah islamiyah, bersama menggapai cita-cita membentuk generasi yang unggul dan berprestasi”. Jadi, secara tidak langsung, Gontor mendidik santri-santrinya untuk terus meraih prestasi dalam rel-rel keislaman, tanpa melupakan nilai-nilai ukhuwah islamiyah.
Hal ini ditegaskan dalam sambutan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Agus Mulyana, selaku ketua panitia Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Beliau menyampaikan, “bahwa diadakannya acara semacam ini adalah untuk berdakwah, dan berdakwah itu tidak harus berdiri di mimbar masjid. Tapi, sebagai santri Gontor, harus bisa berdakwah di mana saja dan dengan cara apa saja”. Acara ini juga dihadiri oleh K.H. Masyhudi Subari dan Al-Ustadz Saiful Anwar selaku penyerah hadiah. Ditutup dengan pengumuman juara umum, acara ini berlangsung meriah sampai akhir. Rayon Solihin 1 pun tampil sebagai juara umum rentetan perlombaan Khutbatu-l-‘Arsy, sementara PORSENI dijuarai oleh rayon Wisma Hadi. #FachriR

Rapat Koordinasi II Panitia Idul Adha 1440-1441 H

0

Pelaksanaan Idul Adha kian terhitung oleh jari, karena itu diperlukan persiapan yang matang untuk menyambut hari besar Umat Islam ini. Demikian pula, dengan berjalannya rapat koordinasi ke-dua bagi panitia Idul Adha 1440-1441  turut berandil besar dalam menyukseskan acara tersebut.

Sabtu (27/7) Rapat Koordinasi Panitia Idul Adha ini bertempat di gedung Beirut, dan dihadiri oleh seluruh guru. Rapat diadakan guna membahas hasil usaha pada setiap bagian dalam waktu dekat ini juga, beberapa evaluasi agar kepanitiaan berjalan lancar tanpa hambatan berkala.

Malam Unggun Gembira, Acara Puncak LP3 2019

0

Gontor – Seiring berlangsungnya rentetan acara khutbatu-l-arsy, hari ini merupakan hari terakhir untuk acara Lomba Perkemahan Penegak dan Penggalang (LP3). Yang mana pada malam ini diadakan acara Unggun Gembira sebagai acara puncak LP3 XXXI, sebelum ditutup resmi LP3 ini esok hari. LP3 kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena diadakan di tempat yang baru yaitu di sebelah barat lapangan windu gontor. Acara kali ini dihadiri oleh Al-Ustadz Sunan Autad Sarjana sekaligus membuka acara Unggun Gembira kali ini. “Pada acara unggun gembira ini terdapat 13 acara yang ditampilkan dari berbagai pondok. Untuk mengadakan acara unggun gembira ini menghabiskan kira-kira 50 juta untuk menyewa rejing dan panggung, sedangkan sound system dan lighting semuanya dari pondok”, Ujara Aliwafa / 6J / sebagai penanggung jawab dari acara unggun gembira, saat diwawancarai oleh tim kontributor PKA 2019. Dan acara LP3 kali ini berbeda dari sebelumnya karna pindah dari Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ke lapangan windu, dan untuk acara yang ditampilkan pada unggun gembira kali ini lebih condong ke budaya Indonesia. “Dengan pindahnya tempat LP3 kali ini para peserta lebih merasa bersemangat dan lebih menarik karena ada stand-stand baru, disamping kesenangan para peserta ada juga kisah sedih dari mereka, yaitu apabila ketika mereka telah maksimal dalam lomba dan ternyata belum mendapat kemenangan”, ungkap Nizamuddin dan Naufal Fathan peserta yang berasal dari pondok Darul Hijrah Kalimantan, ketika di wawancarai.” #Fardan

Tak Ada Rotan Akarpun Jadi, Tak Ada Daging Tahu Tempepun Jadi

0

GontorSalam Pramuka….! Bumi perkemahan pagi ini (28/07) terlihat ramai karena hari ini kegiatan perlombaan yang dipertandingkan antar kontingen juga masih padat sehingga kakak pendamping masing-masing kontingen harus memutar otak agar cabang perlombaan yang dipertandingkan hari ini dapat diikuti seluruhnya. Ada perlombaan baris-berbaris, penjelajahan lokasi dengan menggunakan kompas dan juga lomba masak-memasak. Kegiatan kepramukaan ini sudah mulai terlihat pada pintu gerbang masuk Gontor yang ada di Gambia, disana terdapat beberapa anak sedang serius menulis koordinat sesekali diantara mereka menggunakan kompas untuk mengetahui arah yang pas, adik-adik kontingen dari penggalang dan penegak ini terlihat sangat enjoy dengan perlombaan ini. Di sisi yang lain juga terlihat beberapa peserta lomba yang duduk santai di pertigaan utara lapangan hijau Gontor dengan memegang sebuah pena dan juga kertas di tangan sedang menulis sesuatu dengan muka agak sedikit serius, kemungkinan dia memang fokus. Terlihat pula beberapa peserta berjalan mondar-mandir pada sisi utara lapangan dengan memegang sebuah tongkat tampak berjalan dari timur menuju barat dan bahkan sebaliknya.

Baca : Pramuka Menumbukan Pola Kerjasama Group Atau Tim Bukan Individu

Sedangkan di Bumi Perkemahan (BUPER) lapangan 8 windu Gontor lokasi Lomba Pramuka Penggalang dan Penegak (LP3) sedang berlangsung juga perlombaan yang tak kalah menarik, sekilas pada jalan masuk menuju bumi perkemahan akan terlihat puluhan adik-adik sedang asyik duduk di lantai paving Buper dengan memegang Suthil (alat goreng) menghadap wajan dan kompor terlihat tangan-tangan terampil adik-adik ini membolak-balik masakan yang ada diatas wajan. Ada diantara mereka yang menggoreng tempe, ada yang terlihat berhati-hati mengiris tahu yang kemudian diatasnya diberi sepotong daging tipis, ada juga yang terlihat sedang menggoreng tempe dengan dicampur dengan adonan tepung beras dan panir akan tetapi agak sedikit kekurangan minyak goreng sehingga hasil gorengannya tampak gosong.

Dalam kepramukaan prinsip “Tak Ada Rotan, Akarpun Jadi”, maka adik-adik ini saat memasak juga memegang prinsip “Tak Ada Daging, Tahu & Tempepun Jadi”. Memang tema yang diusung pada perlombaan kali ini adalah memasak bebas dengan bahan baku utama tahu dan tempe. “Dengan tahu dan tempe tersebut para adik-adik harus mampu mengolah dan menyajikan makanan yang paling enak dan diberi kebebasan untuk berkreasi dalam memasak dengan bahan tambahan yang diinginkan oleh peserta”, begitu ungkap Kak Akmal Firdaus, salah satu juri dalam perlombaan ini. Ada sedikitnya 5 orang juri yang keliling memantau hasil masakan para peserta dan tidak jarang kakak-kakak juri ini mengingatkan jika ada peserta yang cara memasaknya kurang maksimal.