Gontor – “Tidak
mengharap imbalan, namun bersungguh – sungguh dalam bekerja.” Begitulah kiranya terjemahan bebas dari falsafah
Jawa di atas. Apa maksud dari falsafah itu? Dari falsafah tersebut, kita
diajarkan untuk bekerja maksimal tanpa terlalu mengharap imbalan dari pekerjaan
itu. Intinya adalah rasa ikhlas dalam segala hal.
Gontor kiranya sudah lama mengajarkan hal itu. Bila kita tengok ke
belakang, di awal bendirinya pondok ini pada tahun 1926, aura keikhlasan sudah
mulai muncul. Dengan fasilitas yang seadanya, Pak Sahal rutin mengajar santri –
santrinya di Tarbiyatul Athfal (sebelum KMI berdiri) setiap pagi dan petang.
Menurut riwayat yang ada, santri saat itu tidak dipungut biaya. Bahkan,
sampai hari ini pun, para pengajar yang ada di Pondok Gontor itu tidak dibayar.
Tujuannya agar ikhlas dalam bekerja, tanpa mengharap imbalan. Semua diniatkan
karena Allah saja.
Mungkin miliu keikhlasan tersebut memang sengaja dibentuk oleh para pendiri
Pondok Gontor. Sebab, dalam arah dan tujuan pondok modern disebutkan bahwa
tujuan pokoknya adalah ibadah tholabul ilmi. Tidak mengharap materi, tapi murni
ikhlas beribadah kepada Allah saja.
Segala aspek kehidupan di Pondok Gontor berjalan dalam suasana keikhlasan
yang mendalam. Kyai ikhlas mengajar santri, santri ikhlas dalam belajar, bahkan
lurah pondok (asisten) juga ikhlas dalam membantu. Sehingga akan muncul suasana
yang harmonis antara kyai yang disegani, dan santri yang taat dan penuh cinta
serta rasa hormat.
Dengan demikian, pembaca yang budiman, diharapkan seorang santri itu
mengerti betul dan sadar akan arti lillah, arti beramal, arti taqwa, dan
juga arti ikhlas. Mengapa? Karena mereka lah yang memang dipersiapkan untuk
berdakwah ke segala penjuru alam. Tidaklah dakwah itu berhasil tanpa rasa
ikhlas yang menyertainya.
Akhir kata, besar harapan agar jiwa keikhlasan ini dapat memancar ke segala
penjuru alam. Itu semua berawal dari Pondok Pesantren. Maka, akan mudah
dikatakan bahwa Pondok Pesantren ialah obor yang akan membawa cahaya penerangan
Islam di dunia. Ghozi Nafi