Al Imtihaanu
Yukramu-l-Mar u au Yuhaanu- Ujian akhir adalah rangkaian ujian berbasis
lisan dan tulis yang di adakan khusus untuk seluruh Siswi Akhir KMI. Dan
menjadi salah satu tolak ukur kelulusan bagi Siswi Akhir KMI di Pondok Modern
Darussalam Gontor. Seusainya menghadapi Ujian Lisan pada 16-28 Februari lalu,
kini Guardian Generation di hadapkan dengan ujian yang tidak kalah beratnya
yakni, Ujian Tulis Gelombang Kedua. Dengan materi yang di ujikan meliputi
materi dari kelas 1 hingga kelas 6. Para calon khirijah 2019 itupun, rela
lembur bahkan tidak tidur untuk menguasai materi pelajaran yang akan di ujikan
esok hari. Hal ini di lakukan agar mereka mampu menyelesaikan soal-soal dalam
ujian tulis gelombang kedua.
Ujian Tulis yang
dilaksanakan pada, Ahad 26 Jumadal Akhir 1440H/ 3 Maret 2019 sampai dengan Ahad
17 Rajab 1440H/ 24 Maret 2019 ini diadakan di dua tempat yaitu, Mini Hall
dan Aula Gedung Baru. Ujian ini dilaksanakan kurang lebih selama 15 hari dan
diikuti oleh 251 calon khirijah 2019. Segenap asatidz dan guru
senior serta beberapa guru tahun keempat dikerahkan untuk mengawasi ujian tulis
akhir tersebut.
Usai ujian
tulis, Siswi Akhir KMI akan dihadapkan dengan rentetan ujian selanjutnya yang merupakan
ujian non akademis yakni ujian mental. Dimana para Siswi Akhir KMI akan menjadi
penguji ujian lisan bagi siswi kelas 1 hingga kelas 5 KMI. Selain menguji
mereka akan menjadi pengawas ujian tulis akhir tahun. Rentetan kegiatan
tersebut akan berlanjut dengan Rihlah Al-Iqtishodiyah yang dilaksanakan
di beberapa kota dan pembekalan sebelum menjadi khirijah selama kurang
lebih satu minggu. Hingga akhirnya, mereka akan menjalani Resepsi Khataman dan Yudisium
Siswi Akhir KMI yang dilaksanakan di Gontor Putri Kampus 1.hasnab
GONTOR PUTRI– Gontor Music Talent
yang dilaksanakan Jumat (1/3) lalu, berlangsung dengan semarak. Ajang
pembuktian diri tiap angkatan dalam dunia musik ini untuk pertama kalinya
digelar di Aula pertemuan Gontor Putri Kmpus 2. Acara dihadiri oleh wakil pengasuh dan asatidz dan seluruh
santriwati Gontor Putri kampus 2. Dengan penanggungjawab acara ini adalah pembimbing
bagian kesenian dan dibantu kelas 5 untuk menghias acara malam itu, dekorasi
yang bertemakan music menambah suansa lebih ceria dan energic.
Gontor Music Talent ini menampilkan 7 grup musik yang terdiri dari
angkatan kelas satu hingga angkatan kelas
5. Adapun Lagu-lagu yang ditampilkan dalam GMT ini merupakan lagu-lagu islami .
Dan tidak sama sekali menampilkan lagu yang tidak sesuai dengan alam pendidikan
Gontor. Tampil sebagai juara dalam GMT ini; Juara 1; Angkatan kelas 1 intensif, Juara 2; Angkatan kelas 5,
dan Juara 3; Angkatan kelas 3, juara 4;angkatan kelas 1, juara 5; angkatan
kelas 3 intensif, juara 6;angkatan kelas 2, juara 7; angkatan kelas 4.
Dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi. Tetapi, untuk membangun nilai-nilai kebersamaan dalam mengembangkan seni musik di PMDG Putri Kampus 2. Dan akan terus berlanjut untuk tahun-tahun yang akan mendatang. fani
penampilan kelas 1 intensif dalam gontor Music Talentpenampilan kelas 3 dalam Gontor Music Talent penampilan kelas 4 dalam Gontor Music Talent
Dosen Pembimbing Lapangan sedang menjelaskan materi pokok KKN
UNIDA Divisi Mantingan – Menjelang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata mahasiswi semester 6 membekali 13 materi ekslusif yang hanya ditemukan di 6 bulan sebelum KKN. Pembekalan dilakukan secara intensif sebanyak dua kali, pembekalan pertama yang dilaksanakan pada awal bulan Januari (13-18/1) sebanyak 12 materi yang disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan Kampus UNIDA Putri, dan pembekalan kedua (15/3) sebanyak 1 materi khusus mengenai pembelajaran Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) bersama Bapak Wuntat Wawan Sembodo, S.Ag. Kegiatan Pembekalan ini dilakukan di Kulliyatu-l-BanaatMeeting Hall di Gontor Putri Kampus 1.
Dalam pembekalan ini di jelaskan mengenai pokok pokok materi kemasyarakatan, visi misi KKN beserta tujuannya, selain itu juga dibahas tentang berita gambaran apa dan bagaiamana yang harus dilakukan mahasiswi selama mengikuti kegiatan KKN yang InsyaAllah akan diselenggarakan di bulan Ramadhan mendatang. Berkisar 286 mahasiswi siap menjalankan tugas emas di 3 desa sekitar Ngawi, yaitu desa Jagir, Tulakan dan Sumbersari, Kecamatan Sine. Mahasiswi tersebut adalah gabungan dari 4 Kampus UNIDA Putri yang mencakup dari Fakultas Tarbiyah, Ushuluddin, Ekonomi Islam, Syari’ah, Farmasi, Gizi dan Humaniora.
Mahasiswi sedang melakukan simulasi pemetaan permasalahan, yang menjadi salah satu materi pokok pembekalan KKN
Kegiatan KKN bukan untuk menggugurkan kewajiban matakuliah KKN, melainkan sebagai bentuk partisipasi mahasiswi dalam pengabdian kepada masyarakat, yang diharapkan adalah proses pembangunan mental masyarakat desa dapat berjalan dengan efektif sehingga menghasilkan perubahan yang signifikan. Perubahan yang diharapkan adalah perubahan cara berfikir, bersikap, dan tingkah laku sehingga dapat bertahan eksis dalam kehidupan yang serba modern ini.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswi UNIDA merupakan kegiatan yang sangat urgensi sebagai media pemberdayaan masyarakat, perekat umat dan juga menjadi sarana dakwah syiar Islam . Audita_90
“KKN kita bukan sekedar mengerjakan tugas sebagai Mahasiswi di masyarakat, tetapi KKN UNIDA mempunyai banyak tujuan, yaitu: cenderung lebih banyak mengenal masyarakat, karna kita akan kembali ke masyarakat, dengan tujuan syiar atau Dakwah. Maka,dalam KKN sebagai peserta harus benar-benar menjadi duta pondok atau perwakilan Pondok.”
Setelah
menghadapi Tarbiyah Amaliyah (Praktek Mengajar) yang cukup menguras
tenaga, hati dan juga fikiran, kini Siswi Akhir KMI 2019 di hadapkan dengan
Ujian Lisan yang akan di laksanakan selama 12 hari di mulai pada Sabtu, 11
Jumadal Akhir 1440 sampai dengan Kamis, 23 Jumadal Akhir 1440.
Teknik
pelaksanaan ujian lisan Siswi Akhir KMI sedikit berbeda dengan adik-adik
kelasnya, jumlah materi yang di ujikanpun jauh berbeda. Siswi kelas 1-5
memasuki ruang ujian satu persatu. Berbeda dengan Siswi Akhir KMI yang memasuki
ruang ujian berpasangan. Hal ini menghadirkan persaingan yang ketat di dalam
ruang ujian untuk berkompetisi menjawab soal ujian yang di berikan oleh
penguji. Meski begitu, persaingan berjalan secara profesional.
Materi
pelajaran yang di ujikan merupakan materi dari kelas 1 hingga kelas 6, yakni :
Bahasa Arab I : Al-Muhadatsah, Al-Muthola’ah, Nahwu, Shorf
Tarbiyah : Ushulu al Tarbiyah, Tarbiyah Amaliyah, Psikologi Umum, Psikologi Pendidikan
Al-Qur’an : Tilawatu Al Qur’an, Tajwid, Hifdzu Juz Amma
Bahasa Inggris : Conversation, Reading, Grammar
Ujian Siswi Akhir KMI adalah ujian yang berat. Karena, menjadi salah satu tolak ukur kelulusan bagi siswi Pondok Modern Darussalam Gontor. Oleh karena itu, bimbingan, pengawasan dan pengarahan selalu dikerahkan oleh para pembimbing Guardian Generation.hasnab
Seminar yang
diadakan pada hari Rabu(13-03-19), dibawakan oleh Al-Ustadz Sumito Anas, S.Ag.
Dengan menyampaikan perihal mengenai “Keajaiban terapi Al-Qur’an untuk
penyembuhan pesakit fisik dan psikis.” Dan dihadiri oleh segenap Asatidz dan
Ustadzat tepat di Aula Beirut.
Kian panasnya terik kala siang tak terasa dan terlampaui secara perlahan, hiruk pikuk kala itu pun tak memutuskan semangat para ustadzah dalam menyimak kalimat per kalimat yang dibawakan oleh Al-Ustadz Sumito Anas, S.Ag. Antusias para hadirin kala itu pun tak kalah meriahnya dengan lantunan hafalan para santriwati yang sedang melakukan rutinitas belajar siang kala itu.
Al-Qur’an yang kita kenal sebagai penyejuk hati, baik dari ayat yang terucap maupun lafadz yang kita simak. Namun, realitanya dapat juga dijadikan sebagai obat mujarab yang tidak menimbulkan efek samping, karenanya dapat dinyatakan pula sebagai terapi untuk penyembuhan pesakit fisik dan psikis.
Penyampaian
yang dibawakan dengan genre humoris dan sersan, tak luput dari alur cerita
kisah seminar ketika itu. Materi yang beliau sampaikan pun dapat di telaah
secara perlahan, berat memang. “Percayalah Terhadap Apa-Apa Yang Telah Ditetapkan
Oleh-Nya, Jangan Pernah Meragukan Kekuasaan-Nya” itulah kutipan yang beliau
lontarkan. Namun, kendatipun seperti itu, dapat kita aplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari dan juga dapat direalisasikan kepada pihak yang berkait. Karena
dari materi itu, dapat terjawab sudah segala macam pertanyaan mengenai hal yang
bersangkutan. Pelajaran dan pengetahuan baru nan bermanfaat pun sudah
didapatkan hanya dalam jangka waktu kurang lebih satu setengah jam.
Al-Ma’hadu laa Yanaamu Abadan–
Seiring dengan semakin mendekatnya ujian awal tahun di Kulliyatu-l-Mu’allimat
Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, maka
seluruh kegiatan ekstrakulikuler termasuk kegiatan kepramukaan resmi ditutup
sementara untuk meningkatkan kegiatan belajar yang efektif.
Tepat pada Kamis, 7 Maret 2019 seluruh anggota muda pramuka
Darussalam mengikuti ujian tulis yang di adakan oleh pengurus Koordinator
Gerakan Pramuka Gontor Putri Kampus 2, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana keaktifan dan keseriusan santriwati dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.
Di penghujung acara penutupan, pengurus Koordinator Gerakan Pramuka
Gontor Putri Kampus 2 membagikan hadiah bagi Gugus depan dengan pioneering
indah, gate terbaik, dan andika serta pembina tergiat dalam kegiatan pramuka
selama setengah tahun terakhir ini. hasnab
DARUL QIYAM – KH Drs Kafrawi Ridwan MA (almarhum) dalam beberapa
tahun terakhir mengalami sakit stroke serta jantung. Selama beberapa bulan
terakhir kondisi kesehatan beliau tidak stabil sehingga mengharuskan beliau
dirawat beberapa kali di pelbagai rumah sakit di Jakarta.
Kondisi kesehatan beliau menurun drastis sejak 28 Januari
2019. Saat itu beliau diharuskan menjalani perawatan intensif di RS Setia Mitra
Jakarta Selatan dikarenakan mendapat serangan stroke, bahkan mengalami kondisi
kritis bebrapa kali.
Selanjutnya guna mendapat penanganan lebih intensif dengan
peralatan medis khusus, beliau dirujuk ke RSUD Pasar Minggu Jakarta Selatan
pada 8 Februari 2019. Alhamdulillah, hingga pekan awal Maret 2019 kondisi
beliau stabil.
Terakhir, pada 12 Maret 2019 beliau kembali mengalami kondisi kritis hingga pada 13 Maret 2019, pukul 15.40 WIB beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
Setelah adanya mufakat antara keluarga, Beliau akan dimakamkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 6 Darul Qiyam. Rencana Jenazah akan dibawa melalui jalur darat. Tepat pada pukul 09.00 14 Maret 2019 ambulan yang membawa jenazah beliau tiba di PMDG Kampus 6.
Setibanya di PMDG Kampus 6, Jenazah langsung disholatkan oleh pihak keluarga di Rumah barat PMDG Kampus 6, dan juga disholatkan oleh para guru dan santri di masjid jami’. Setelah itu jenazah K.H Kafrawi dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada tidak jauh dari PMDG Kampus 6 Darul Qiyam.
INNAA LILLAAHI WAINNAA ILAIHI ROOJI’UUN.
SUMBER : TIM PERAWAT ALMARHUM KH. DRS. KAFRAWI RIDWAN, MA. DAN STAFF SEKRETARIS PMDG KAMPUS 6
Demi meningkatkan kualitas akademis santriwati, Gontor putri 1 tidak pernah berhenti dalam segala kegiatan. Setelah melewati ulangan umum, berbagai perlombaan diadakan untuk menambah kesemangatan santriwati dalam meningkatkan kualitas belajar mereka, salah satunya adalah Hifdzu Nushush.
Hifdzu Nushush adalah perlombaan
yang diadakan setiap semesternya setelah ulangan umum, yang mana diharapkan
dengan adanya perlombaan ini, bukan semata-mata untuk menentukan pemenang,
tetapi terlebih untuk meningkatkan jiwa kompetisi dan semangat belajar, khusunya
dalam pelajaran hafalan, selain itu, juga sebagai pendalaman materi yang
berhubungan dengan Al-Qur’an dan Hadist, seperti shorf, mahfudzot, tafsir dan hadist.
Perlombaan diadakan dalam dua babak; babak pertama (8/2) diadakan penyeleksian
di setiap kelas yang diambil 3 orang sebagai perwakilan dalam setiap kelasnya.
Sedangkan pada babak kedua atau final (14/2), di tempat-tempat yang telah
ditentukan oleh panitia, dalam babak final ini hanya diikuti oleh para
perwakilan dari setiap kelas yang dilombakan dalam setiap angkatan, diikuti
oleh kelas 1 samai kelas 5. Setiap angkatan dibagi menjadi dua kelompok dan masing-masing
kelompok memiliki juara.
Acara ini berlangsung dengan penuh antusias, baik peserta, penonton maupun para guru. Para peserta dapat menjawab dengan baik dan penuh semangat, pertanyaan yang dibacakan oleh dewan juri, meskipun ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh para peserta. Para penonton juga sangat antusias dan semangat dalam memberikan semangat kepada perwakilan kelasnya. Finkar
KANDANGAN, KEDIRI – Peduli akan tantangan generasi milenial di
masa mendatang, Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Darussalam (UNIDA) Kampus 5,
Kandangan, menggelar seminar bertajuk “Tantangan Generasi Milenial (Dari
Pemikiran Hingga Gerakan)”, Selasa (12/3) siang, di Gedung Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 5, Kandangan, Kediri. Pada seminar ini hadir Wakil
Rektor 1 UNIDA, Al-Ustadz Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., Ph.D
menjadi pembicara kunci.
Kesyukuran keluarga besar UNIDA Kampus 5 kepada Allah SWT tidak pernah berhenti. Pasalnya, pada periode ini, DEMA Kampus Kandangan berkesempatan untuk mengundang beberapa cendekiawan Muslim Indonesia, diantaranya Dr. Henry Shalahuddin — Direktur INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization) beserta istri, Elizabeth Diana Dewi, B.H.Sc., M.I.R. — Pejabat Dinas Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada 28 Desember 2018. Kemudian, disusul dengan kehadiran Dr. Syamsuddin Arif — Direktur INSISTS, pada 5 Januari 2019. Selanjutnya, kali ini kampus kedatangan Al-Ustadz Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., Ph.D — yang merupakan Wakil Rektor 1 UNIDA, Direktur Program Pascasarjana UNIDA, Ketua Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA, Direktur INSISTS, Ketua Pimpinan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), dan Pimpinan Redaksi Jurnal Islamia.
“Ustadz Hamid Mengisi Seminar Tentang Tantangan Generasi Milineal di Gdung Auditorium PMDG Putri Kampus 5, Selasa (12/3)”
“Problem yang dihadapi oleh generasi milenial sebenarnya
sama dengan generasi-generasi sebelumnya. Masalahnya terletak pada generasi
yang menghadapi, dan masalah yang dihadapi oleh generasi ini adalah masalah
diri sendiri (individual problem)”, ujar Ustadz Hamid, begitulah
beliau akrab disapa oleh mahasiswa dan guru lainnya, sebagai muqaddimah pemaparan beliau pada seminar kali ini.
Seminar yang diadakan oleh DEMA Kampus
Kandangan ini diikuti oleh seluruh mahasiswi UNIDA Kampus 5 dan beberapa
perwakilan mahasiswi dari Perguruan Tinggi sekitar daerah Pare, seperti Sekolah
Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pare, Egypt Boarding School Pare,
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah
Faqih Asy’ari (STISFA) Pare, yang juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin
UNIDA, Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.L.S., Kaprodi Studi
Agama-Agama (SAA) UNIDA, Al-Ustadz Asep Awaluddin, M.A., dan banyak lagi lainnya
dari Dosen Fungsionaris Fakultas Ushuluddin UNIDA.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin, Al-Ustadz Syamsul
Hadi Untung, M.A., M.L.S., turut berantusias dalam penyelenggaraan seminar ini.
“Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan, kita bisa
menghadirkan Bapak Wakil Rektor 1 di UNIDA Kampus 5,
Kandangan. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga”, ujar Ustadz Syamsul.
Selanjutnya, Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 5, Al-Ustadz Drs. H. Hamim
Syuhada’, M.Ud., juga turut berterima kasih kepada Ustadz Hamid, seluruh dosen, dan panitia acara
yang sudah berjuang untuk mengadakan acara ini.
Seminar yang bertajuk tentang ‘Generasi Milenial’ ini memang menjadi trending topic dalam wacana intelektual. Pasalnya, generasi yang hidup di dunia nyata dan dunia maya ini, hidup dalam segala kemudahan yang ada, dan tak jarang dari mereka yang terlena dan terlalu sibuk dengan dunia mayanya. Sehingga mereka melupakan nilai moral, nilai kemanusiaan, dan bahkan naluri manusia itu sendiri. Maka, perlu dikaji langkah-langkah yang harus dilakukan oleh generasi milenial ini dalam kontribusinya kepada Agama, Nusa dan Bangsa.
“Banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh generasi ini, diantaranya tantangan ekonomi bangsa, tantangan sosial budaya, tantangan pendidikan, tantangan perguruan tinggi, dan tantangan pemikiran dan ideologi. Tantangan terberatnya terletak pada tantangan pemikiran dan ideologi. Banyak paham yang melenceng dari Agama, dan sudah menjadi suatu gerakan massal, seperti praktek LGBT. Maka, dibutuhkan mahasiswa-mahasiswi milenial yang sholeh, adil dan bijak.”, tegas Ustadz Hamid.
Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat membangkitkan semangat mahasiswi untuk terus berkarya dan berjuang di jalan Allah SWT, karena orang yang mampu menyelesaikan masalah generasi milenial dan menyebarkan virus kebaikan kepadanya, tak lain dan tak bukan, adalah generasi milenial itu sendiri. Amiin. (Sek. DEMA Kampus 5)
Suasana pagi
di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 kala itu berbeda dengan
pagi-pagi sebelumnya. Faktanya, Jum’at, 24 Jumadal Akhir 1440H / 3 Maret 2019
pelataran Rayon Bosnia telah di penuhi barisan generasi pengawal nilai-nilai
Gontori dengan seragam birunya yang sudah siap dengan segala pernak-perniknya
guna berapresiasi dalam Perfotoan Angkatan Siswi Akhir KMI 2019.
Kegiatan ini
merupakan kegiatan tahunan yang di adakan di seluruh Pondok Modern Darussalam
Gontor guna pendokumentasian angkatan setiap tahunnya. Dengan tidak
meninggalkan pendidikan penting bagi santriwati yakni pelatihan berorganisasi
dalam mengatur angkatanya serta mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan
untuk acara besar.
Perfotoan
Siswi Akhir Tahun KMI kali berbeda dengan perfotoan-perfotoan sebelumnya.
Biasanya perfotoan di adakan bersama sama dengan Gontor Putri Kampus 1 di depan
Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Namun, perfotoan kali ini di adakan terpisah
di karenakan jumlah Siswi Akhir KMI yang bertambah banyak dengan penempatan
Gontor Putri Kampus 1 di depan Auditorium dan Gontor Putri Kampus 2 di depan
Rayon Bosnia. Setelah perfotoan bersama Bapak Pimpinan usai di lanjutkan dengan
perfotoan angkatan di Gontor Putri Kampus 2 yang bertempat di antara Gedung
Andalusia dan Gedung Alighart serta di depan Gedung Kairo untuk perfotoan antar
kelas.
Inovasi baru
pun terlihat dari segala sesuatu yang telah di siapkan oleh angkatan ini.
Seperti perfotoan dengan membentuk kata Guardian, A-l-jiil A-l-Haamii,
GP 2, 606, 693 dan yang terakhir El-Nihaie. Keceriaan dan kesemangatanpun
terlihat dari angkatan ini, betapa tidak pefotoan yang telah di nantikan selama
6 tahun kini benar-benar dapat terealisasikan. Ditemani dengan drone yang
mengupas tuntas pendokumentasian tersebut, kini merekan resmi
terdokukmentasikan sebagai Siswi Akhir KMI 2019 sebagai Guardian Generation
yang siap mengawal sistem dan nilai pesantren bagi kejayaan umat dan bangsa.hasnab