Darul Qiyam, 13 Desember 2018 setelah sekian lama berikhtiar, akhirnya tanah depan gedung indonesia berhasil terbeli. Diatas tanah tersebut nantinya akan dibangun 2 buah proyek yaitu pembangunan Gedung Balai Pertemuan Gontor 6 dan Lapangan Sepak Bola.
Dalam pembangunannya, Gontor 6 membutuhkan 2 buah alat berat yang disewa dari kontraktor luar untuk meratakan tanah yang sebelumnya merupakan sawah dengan permukaan yang tidak rata. Lapangan yang akan dibangun memiliki luas 5.400 m2.
Adapun lapangan sepak bola yang sudah dimiliki Gontor 6 sebelumnya, akan dijadikan Penginapan untuk tamu/Wisma nantinya. Melihat adanya beberapa tamu dari walisantri dan beberapa tamu kunjungan yang tidak mendapatkan fasilitas menginap ketika mengunjungi Gontor 6.
Kedepannya, acara-acara seperti Khutbatu-l-‘Arsy, Drama Arena, Panggung Gembira, dan lainnya akan diadakan di lapangan sepak bola baru ini.
SURABAYA–Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bersama dengan Bank Indonesia resmi luncurkan International Centre for Awqaf Studies (ICAST) pada Rabu pagi (12/12) di Crystall Room Lt. 4, Grand City Mall & Convex, Surabaya.
ICAST merupakan pusat studi yang bertujuan untuk menciptakan pengelola/nadzir waqf profesional yang memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dengan cara berpikir yang sistematis, rasional, dan metodologis. ICAST sendiri dipimpin oleh Al-Ustadz Syahruddin, M.Sc.Fin., yang merupakan salah satu dosen di UNIDA Gontor.
Acara tersebut diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan dari tamu utama seperti Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA.; Menteri Agama RI yang diwakili oleh H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos, M.Sc.; dan Keynote Speech oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Drs. Erwin Rijanto, M.Sc.
Acara tersebut diresmikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selaku Presiden Unida Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, dengan pukulan gong disertai takbir. Usai peluncuran, Kiai Hasan menyampaikan pidato singkat dengan tema “Sejarah Berdirinya Gontor sampai kepada Wakaf Gontor, Ide, Falsafah, dan Sistem”.
Tujuan didirikannya ICAST adalah untuk memberikan kesempatan dan membantu para nadzir/pengelola wakaf dalam meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan wakaf, serta membentuk model wakaf yang sesuai untuk melaksanakan tujuan sosial ekonomi wakaf yang stabil. Sand88
Mantingan– Tak terasa liburan perkuliahan semester ganjil telah usai, Kampus UNIDA Mantingan kembali ramai oleh mahasiswinya yang sudah sangat bersemangat untuk melanjutkan perkuliahan pada semester genap. Tepat pada Rabu sore (05/12), Universitas Darussalam Gontor Kampus Mantingan mengadakan Kuliah Umum dan Pembukaan kembali aktivitas perkuliahan bagi mahasiswi pada semester genap di Aula Gontor Putri Kampus 1, dengan diikuti oleh seluruh mahasiswi Kampus Mantingan (Gontor Putri 1, 2 dan 3).
Acara dimulai pukul 16.15 dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan dibuka oleh Al-Ustadz DR. KH. Fairuz Subakir Ahmad, M.A selaku Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1, “Jangan bergerak setelah dimotivasi, tapi bergeraklah supaya anda termotivasi.” begitulah kutipan dari sambutan yang beliau sampaikan, bahwa mahasiswi guru harus terus bergerak agar termotivasi berkarya setinggi mungkin dan selalu menjadi uswatun hasanah terhadap anak didiknya. Karena selain berstatus mahasiswi, mereka juga mengajar di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dan 2 (Mantingan), serta Gontor Putri kampus 3 (Widodaren).
Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Kuliah Umum oleh Bapak Pengasuh UNIDA Kampus Mantingan, Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH sekaligus membuka aktivitas perkuliahan pada semester genap periode tahun ajaran 1439-1440/2018-2019. Dengan ini aktivitas perkuliahan Kampus Mantingan kembali aktif seperti sedia kala.
Dalam kuliah umum tersebut, beliau banyak menerangkan tentang Konstruk Epistimologi Sufi Masa Awal,
“Masalah epistimologi kontemporer (The Problem of Contemporary Epistimologi) adalah ketika epistimologi Barat itu masuk dalam tradisi bacaan kita terhadap wacana-wacana keilmuan Islam, menggunakan tradisi Barat dengan bacaan-bacaan. Ketika Barat kemudian meletakkan epistimologi baru dalam bangunan sekularisme dan liberalisme yang seperti itu, ini tidak benar. Ilmu-ilmu Islam, kajian-kajian dan metode-metode menjadi rancu sehingga worlview Islam dengan worldview yang sekelur itu tercampur. Itulah kemudian perlu dilakukan agenda, program atau kegiatan yang disebut dengan Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Islamisasi ilmu itu adalah islamisasi ilmu-ilmu kontemporer, sebab ilmu-ilmu yang ada dalam tradisi Islam klasik itu sudah based on right, based on muslim cultural tradition, itu sudah Islami. Sebagian besarnya yang kemudian terbangun dan terpengaruhi oleh worldview dan tradisi pemikiran Barat, itulah yang harus diislamisasi. Maka itulah pentingnya epistimologi.”
Selain banyak menarik perhatian para mahasiswi dengan pikiran-pikirannya, beliau juga banyak menyampaikan pesan kepada mahasiswi agar mereka berjuang dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti aktifitas perkuliahan, khususnya pada satu semester mendatang.
Gontor Putri Kampus 2- Alunan musik mengiringi langkah para finalis Duta Nisaiyah pada Jum’at (7/12) menuju panggung kehormatan. Bak putri sehari para finalis yang merupakan perwakilan dari setiap rayon di haruskan mengenakan kostum yang bertemakan barbie gown untuk kategori shigor dan gaun kerajaan untuk kategori kibar. Dengan penuh keyakinan serta bakat dalam diri, melangkahkan para putri sitti-l-kull menuju kompetensi sesungguhnya di panggung final Duta Nisaiyah 2019, setelah melalui proses seleksi ketat selama dua gelombang di rayonnya masing-masing.
Perlombaan yang bertujuan untuk meningkatkan bakat santriwati dari segala bidang khususnya pada bidang keputrian, serta dapat melahirkan santriwati yang berkarakter muslimah, memiliki bakat yang sitti-l-kull, dan memiliki budi pekerti yang luhur ini terbagi menjadi dua kategori yaitu kibar dan shigor yang berjumlah 20 finalis. Finalis kibar berjumlah 10 orang yang terdiri dari kelas 1 Intensif, 3 Intensif, dan kelas 4. Sedangkan finalis shigor berjumlah 10 orang yang terdiri dari kelas 1, 2, dan 3.
Acara Duta Nisaiyah 2019 kali ini terdiri dari 6 babak, yang diawali dengan perkenalan masing-masing peserta. Babak pertama merupakan pertanyaan tertulis, babak kedua sesi pertanyaan rebutan, babak ketiga showing talent, babak keempat mempresentasikan hasta karya
yang telah di tentukan oleh pa
nitia, babak kelima pembuatan ketupat untuk kategori kibar dan pembuatan bucket makanan untuk kategori shigor dan babak terakhir adalah showing gown.
Doa yang di pimpin oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2
Setelah perhitungan nilai dan musyawarah para dewan juri, maka Duta Nisaiyah Gontor Putri Kampus 2 tahun 2019 untuk kategori kibar di raih oleh Kautsar Jilan/4C perwakilan rayon Madinah, di susul oleh Serene Fawas/4B perwakilan rayon Syanggit Bawah, dan Qomariyah/4B perwakilan rayon Santiniketan Atas Dan untuk kategori shigor di raih oleh Vikri Nuriqmah/3B perwakilan rayon Santiniketan Bawah, di susul oleh Nur Syain/3B perwakilan rayon Syanggit Atas dan Naswah Zuhaira/3B perwakilan rayon Alighar Atas .The best gown kategori kibar di raih oleh rayon Iskandaria A dan untuk shigor di raih oleh rayon Damaskus A. hasnab
DARUSSALAM–Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali gelar sidang untuk yang ke-83. Sidang tersebut dilaksanakan selama dua hari, Jum‘at-Sabtu, 29-30 R. Awwal 1440/7-8 Desember 2018, berlokasi di Wisma Badan Wakaf PMDG.
Anggota yang hadir berjumlah 10 orang dari jumlah keseluruhan 15 orang, mereka adalah: Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, K.H. Abdullah Said Baharmus, Lc., K.H. M. Masruh Ahmad, M.B.A., Drs. K.H. M. Dawam Saleh, Prof. Dr. K.H. Aflatun Muchtar, M.A., dan K.H. M. Nasir Zein, M.A. Adapun anggota yang berhalangan adalah Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, dan Dr. K.H. M. Hidayat Nurwahid, M.A. Selain melakukan pertemuan, anggota Badan Wakaf juga mengadakan inspeksi singkat ke menara baru PMDG pada Sabtu pagi (8/12).
Sidang Badan Wakaf ini diselenggarakan 2 kali dalam setahun, yaitu pada semester pertama dan kedua tahun ajaran KMI PMDG. Sidang ini adalah pembahasan hasil usaha Pimpinan Pondok selama 1 semester, serta langkah-langkah yang akan dilalui PMDG ke depannya. Sand88
Mantingan– “Ar-rahatu fi tabaduli al-a’mal”, begitulah syi’ar tersebut digaungkan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Syi’ar itu mengindikasikan bahwa Gontor tak akan pernah beristirahat, kecuali didalamnya terdapat pergantian dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Maka dari itu, meski masa liburan baru saja berakhir pada 26 November lalu, namun segudang aktivitas dan acara telah menunggu para santriwati kembali. Dalam rangka penstabilitasan acara pondok, semua kegiatan harian santriwati pun dibuka kembali, termasuk latihan kepramukaan.
Latihan yang berlangsung pada hari Kamis setiap minggunya ini dibuka kembali pada tanggal 29 November 2018 lalu. Para andika gugus depan berkumpul di tempat latihan tiap gugus depan. Acara ini dibuka langsung oleh para ustadzah pembimbing gugus depan selaku wakil dari bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 dalam memberikan pembukaan dan pengarahan mengenai latihan kepramukaan. Setelah pembukaan dan pengarahan telah diberikan, para andika pun langsung memulai latihan bersama ketua gugus depan dan para pembinanya. Mereka pun menikmati dan menerima setiap materi yang diberikan oleh para pembina.
Latihan kepramukaan ini amatlah penting dalam pendidikan santriwati. Karena dalam kepramukaan inilah para andika atau santriwati diberikan pembinaan mental yang baik dan pelatihan kerjasama (teamwork) yang kuat. Selain hal tersebut, para santriwati dilatih untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri masing-masing dari kepramukaan ini. Mereka harus dapat mewujudkan pramuka Islami yang memiliki jati diri, sebagaimana syiar “Kami Pramuka tapi Kami Muslimah” selalu digaungkan di setiap acara kepramukaan. Fayra
Usai liburan semester pertama yang berlangsung selama 10 hari lalu, kegiatan pelajaran jam ke tujuh dan latihan pidato di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 kembali di aktifkan. Kegiatan ini di awali dengan pengarahan dan pembagian tugas pada Jum’at (31/11), yang di adakan di pelataran Rayon Damaskus dan di hadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh, Bapak Wakil Direktur KMI, Ustadzah Pembimbing Pelajaran Jam ke Tujuh dan Latihan Pidato serta seluruh siswi Akhir KMI.
Pelajaran ini di adakan pada siang hari, mulai pukul 13.55 hingga 14.45 WIB. Pelajaran jam ke tujuh merupakan penunjang bagi seluruh siswi KMI tanpa terkecuali. Mulai dari siswi kelas 1 hingga kelas 5 KMI, dan kelas 6 sebagai pengajar materi-materi tertentu.
Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc menyampaikan bahwa pelajaran pagi dan sore adalah satu bagian yang tidak bisa di pisah-pisahkan, sehingga kurikulumnya harus saling berhubungan.hasnab
Suatu pencapaian seseorang tentu melalui sebuah proses panjang. Proses yang mengajarkan berbagai hal, proses yang berjalan sebegitunya hingga yang dinantipun tiba, akhir perjuangan itu. Menyisakan do‘a dan tawakkal yang harus dijalani tanpa henti.
Usai liburan 10 hari kemarin, kini saatnya siswi KMI berhak menerima dan menikmati hasil daripada usahanya dahulu, menghadapi ujian awal tahun 1 bulan penuh. (2/12/18) seluruh santriwati lagi segenap dewan guru, asaatidz maupun ustadzaat bekumpul di pelataran Gedung Damaskus, bersama mendengarkan kalimat taujihat, pesan, serta wejangan oleh Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI, sebelum akhirnya rapot awal tahun dibagikan di kelas masing-masing. Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya selaku wakil pengasuh, menyampaikan banyak hal yang darinya beliau juga menjelaskan salah satu kunci kesuksesan , “dalam menuntut ilmu, ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu, kita harus tau cara belajar masing-masing karena al- thariqatu ahammu min al-maddati ”, ujar beliau dalam pidatonya lalu.
Melihat dengan kondisi nilai awal tahun ini, Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc. mengatakan bahwasanya, apa yang didapat masih jauh daripada yang diharapkan, belum cukup atau kurang memuaskan, dalam artian PM. Gontor Putri Kampus 2 masih memiliki potensi yang mampu ditingkatkan kembali dari segi pengajaran maupun pembelajaran. Dengan itu, peluang yang ada pada setengah tahun terakhir ini, sekiranya para santriwati memiliki rasa cinta belajar dan haus akan ilmu lebih tinggi lagi agar dapat menyeimbangi nilai mereka di awal tahun. Sebelum beliau mengakhiri kalimatnya, diumumkan pula nama-nama peraih rata-rata nila tertinggi tiap angkatannya, mereka ialah:
Niskhotu Anti Wahidah 1B 8,93
Ain Brilliantika 1 Int B 8,39
Alycia Dinara 2B 8,02
Vikri Nuriqmah 3B 8,07
Fathya Zulfa 4B 8,14
Umaymatun Az-Zauraa 3 Int B 7,60
Khoirunnida Salsabila 5B 7,67
Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan hadiah sebagai penghargaan atas prestasinya. Adanya pemberian ini tak lebih agar siswi lain termotivasi karena yang didapatkan merupakan hasil usaha sendiri dan juga salah satu buah dari kejujuran dalam menjalani ujian. Usai pembagian rapot, siswi diberi waktu untuk merenungkan apa yang didapat dan agar merencanakan langkah-langkah yang harus dijalani untuk menempuh setengah tahun akhir.“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11. Shafira
Darul Qiyam, 5 Desember 2018 santri-santri dari kelas 3-6 KMI gotong royong melakukan pengecoran gedung baru secara bergantian dari pagi sampai malam hari. Santri yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, akan dizinkan untuk meninggalkan kelas dan kegiatan pondok lain. Hal ini merupakan salah satu pendidikan yang tidak diajarkan di dalam kelas, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan, pengorbanan, dan tenggang rasa.
Susasana santri kelas 6 sedang mengecor
Gedung dua lantai ini, berkapasitas 10 ruangan yang nantinya akan digunakan sebagai lokal kelas. Pembangunan gedung ini ditargetkan akan selesai sekitar bulan Januari-Februari.
Suasana pengecoran ketika malamSemangat santri kelas 5 dalam mengecor
Tujuan dari pembangunan gedung ini yaitu untuk mendukung sarana dan prasarana santri. Dikarenakan masih kurangnya ruangan untuk beberapa bagian OPPM dan Koordinator.
Pembukaan Seminar Hemat Kelas 1 dan 1 Intensif oleh Al-Ustdz Umar Sa’id Wijaya, M.Pd.I
Rabu(5/12), Bagian Bendahara OPPM Gontor Putri Kampus 2 kembali mengadakan seminar hemat yang diwajibkan untuk kelas 1 dan 1 Intensif. Seminar dibuka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz Umar Sa’id Wijaya, M.Pd.I. Beliau menuturkan bahwasanya seminar ini diadakan bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada santriwati baru bagaimana membagi uangnya dengan hemat dan cermat, karena biasanya anak perempuan lebih susah untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan sehingga tanpa disadari telah menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang yang ia inginkan.
Santriwati Bertanya Tentang Cara Mengatur Uang dengan Cermat
Usai sambutan singkat yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh untuk mengawali seminar ini, kemudian dilanjutkan oleh Al-Ustadzah Ika Prasetya, S.H.I dengan tema inti seminar hemat. Beliau menjelaskan dengan detail bagaimana cara membedakan antara keinginan dan kebutuhan, serta beberapa trik agar santriwati kelas 1 dan 1 Intensif bisa menghemat uang mereka sehingga dapat menambah jumlah nominal ditabungan.
Seminar berlangsung selama lebih dari satu jam ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian penghargaan oleh panitia kepada peserta teraktif pada seminar ini. Semoga dengan adanya seminar ini, para santriwati dapat mengatur uangnya dengan lebih cermat lagi.-khoir-