Language is our crown. Bagaikan sebuah mahkota indah, bahasa adalah kunci dari terbukanya wawasan yang luas. Pengalaman tak terhingga dapat terjembatani dengan kemampuan berbahasa yang baik. Oleh karena itu, Pondok Modern Darussalam Gontor mendisiplinkan kegiatan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lain untuk memudahkan penambahan ilmu pengetahuan.
Muhadasah pagi kembali diaktifkan setelah masa liburan awal tahun dengan agenda pembukaan secara resmi oleh K.H. Umar Sa’id Wijaya, M.A. (30/11) Motivasi berbahasa beliau sampaikan di hadapan para santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Beliau juga berbagi pengalamannya melancong ke negara lain dan bertemu dengan masyarakat dunia. Kemampuan berbahasa sangat berguna untuk mempermudah komunikasi dan membuka potensi.
Sebuah inovasi baru dalam agenda kali ini, Guardian Generation mempersembahkan ilustrasi penggunaan bahasa dalam performa sederhana nan unik dalam bentuk drama. Dari tokoh-tokoh yang menyampaikan bahasa resmi dalam percakapan dan nyanyian, para santriwati diharapkan dapat lebih termotivasi untuk selalu melatih kemampuan berbahasa dalam perbincangan di setiap harinya. NISAHABIBA
Mantingan, Rabu,(28/11/2018) Beranda Damaskus Sebagai saksi awal semangat baru bagi santriwati dalam perjalannya menuntut ilmu. Pembukaan belajar malam diresmikan oleh Wakil Pengasuh Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd dan dihadiri oleh seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2, segenap asatidz dan ustadzah ikut serta dalam pembukaan ini. Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga, ”Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga,” (HR Muslim).
Dengan Belajar malam meningkatkan ruh santriwati dalam hausnya menuntut ilmu dan meningkatkan kualitas diri untuk membangun niat baru yang kokoh untuk menyambut masa depan yang baik dan tertata,
Dalam pembukaan ini Al-Ustadz Umar Said Wijaya, M.Pd membacakan jendral belajar malam dan tempat tempat belajar santriwati sesuai dengan angkatan masing-masing. Dan diakhiri oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz,Lc serta membaca takbir bersama-sama agar semangat santriwati lebih kokoh dan terjaga.Berjuang, perjuangan yang ikhlas. Belajar, Pelajaran yang ikhlas untuk mempertebal ozon keberkahan yang menyelimuti dunia pondok pesantren. FANI
Darussalam-Suasana pagi kala itu hiruk pikuk dengan ramainya derap langkah para santriwati yang berbondong-bondong menuju halaman Gedung Cairo, demi mengikuti upacara pagi pembukaan tahun ajaran baru. Upacara yang diadakan pada hari Selasa (27/11) ini menjadi pembuka seluruh kegiatan pondok baik belajar-mengajar maupun kepengasuhan. Dalam upacara tersebut, Bapak Wakil Direktur Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah, Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc. membuka resmi semester ganjil akhir tahun ajaran dengan mendentangkan bel, diikuti oleh sorakan takbir yang menggema dari seluruh santriwati.
Momentum pembukaan tahun ajaran baru ini memang selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu, setiap saat setelah berakhirnya masa liburan. Tujuan dilaksanakannya upacara resmi ini adalah untuk menyegarkan kembali segala keadaan. Memperbarui niat, menggugah semangat baru dalam berkompetensi untuk segala kebaikan. Sehingga masing-masing santriwati dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi segala tantangan dalam masa-masa pencarian ilmu dan pendidikan.
Kini setelah menikmati liburan selama 10 hari, saatnya santriwati kembali berkonsentrasi untuk menimba ilmu dan mengenyam pendidikan di Gontor secara utuhnya. Dalam sambutan yang disampaikan oleh bapak wakil pengasuh, beliau menuturkan pesan kepada segenap santriwati dan guru agar dapat memulai kegiatan dengan maksimal. Beliau juga kembali mengingatkan bahwa target tahun ini adalah yang disebut dengan tahun peningkatan. Segala aspek harus meningkat, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Karena barangsiapa yang lebih baik dari hari sebelumnya, maka ia termasuk orang-orang yang beruntung. Addien
Gontor Putri 1– Al-Ma’hadu La Yanamu Abadan. Meskipun dalam suasana liburan namun, Pondok tidak pernah berhenti. Selama masa liburan 10 hari, sejumlah 712 santriwati kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) Gontor Putri Kampus 1 menghadapi ujian Akhir Siswi KMI Gelombang Pertama yang diadakan selama lima hari pada hari Selasa (20/11) sampai Ahad (25/11), bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1.
Materi ujian yang diujikan pada gelombang pertama ini sebanyak 15 mata pelajaran, antara lain: Faraidh, Tarikh Islam, Adyan, Dinul Islam, Kasyful Mu’jam, Imla’, Khot, Al-Qur’an, Geografi, Kimia, Berhitung, Biologi, Sosiologi, Dictation dan Qishasu-l-An-Biyaa’ (Kisah-kisah Nabi dan Rasul).
Acara pembukaan ujian langsung dibuka oleh Bapak Direktur KMI Al-Ustadz Dr. K.H Fairuz Subakir Ahmad, M.A dilaksanakan yang kemudian dilanjutkan dengan dimulainya ujian siswi akhir KMI. “Hari ini, sejarah hidupmu akan terukir. Jangan pernah putus asa. Harus yakin, hari esok bisa melakukan ya[highlight][/highlight]ng terbaik. Hari ini puas. Maka lakukan yang lebih baik esok. Hari ini belum puas, maka lakukan yang terbaik esok hari. Jika kamu lengah ingatlah Orangtuamu yang menunggu kesuksesanmu.” Al-Ustadz Dr. K.H Fairuz Subakir Ahmad, M.A dalam pembukaan Ujian Siswi Akhir KMI 2019. Alya.
Mantingan- Gontor Putri Kampus 1 adakan rihlah untuk santriwatinya yang memilih untuk menetap di pondok (mukim), kegiatan ini diadakan pada Ahad, 18 November 2018 diikuti oleh 80 santriwati yang menetap di Pondok selama liburan awal tahun ini. Kegiatan ini diadakan di Karanganyar, Argo Wisata Amanah. sebagai bentuk simpatik Pondok agar para santriwatinya dapat memulai niat dan semangat baru di tahun ajaran berikutnya.
Para santriwati sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain liburan tentu menjadi momentum baik setelah mereka melewati Ujian Tengah Semester selama satu bulan para santriwati mukimat tak merasa sedih karena tidak dapat pulang ke rumah mereka masing-masing, namun mereka begitu bersyukur karena diberikan waktu lebih untuk dapat menyelami kehidupan damai di Pondok tercinta.
Boleh saja santrinya diliburkan. Namun, Pondok tetap hidup dan menjaga stabilitasnya dengan mengadakan pembangunan dan perbaikan di beberapa sarana dan prasarana yang harus di perbaiki untuk menunjang kenyamanan. Alya.
Gontor Putri 1- Liburan Semester Pertama resmi diumumkan oleh Bapak Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1 Al-Ustadz Dr. K.H Fairuz Subakir Ahmad, M.A di Auditorium Gontor Putri Kampus 1, Jumat 16 November 2018. Liburan Semester Pertama ini berlangsung selama 10 hari dari tanggal 17 November sampai dengan 26 November 2018 dengan liburan ini diharapkan dapat merefresh semangat baru para santriwati dengan pertemuannya dengan orangtua mereka, sekaligus refreshing setelah perjuangan melewati masaujian selama 1 bulan di Pondok.
Seluruh santriwati tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena telah melewati rentetan ujian yang lalu. Sebelum perpulangan, para santri dibekali dengan pesan dan nasihat dari para Asatidz. Dalam kesempatan ini, Para Asatidz menyampaikan banyak hal tentang etika-etika bermasyarakat kepada seluruh santriwati. Tidak hanya menyampaikan materi saja, para santriwatipun diperlihatkan contoh etika yang baik dan buruk agar seluruh santriwati mengetahui etika baik untuk diterapkan dikeseharian mereka dan untuk menghindari etika buruk.
Jum’at 16 November 2018 dini hari, Pondok sangat ramai dengan bus-bus konsulat yang akan berangkat menuju tujuan masing-masing, para santri terlihat sangat gembira melepas penat di masa ujian. Dalam liburan ini Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku pengasuh Gontor Putri Kampus 1 selalu berpesan untuk menjaga diri serta menjaga nama baik pondok. Liburan bukan berarti berhenti dari segala aktifitas, namun melalui liburan mereka diharapkan dapat melakukan kegiatan yang positif dan memperbaharui niatnya kembali. Alya.
Akhir klise dari usainya ujian awal tahun, yang sudah ditunggu-tunggu oleh para santriwati tentunya. Sebuah kesempatan yang berharga pun sekaligus bekal bagi santriwati ketika hari libur itu tiba. Yang sudah menjadi hal maklum adanya. Dimana ketika seluruh santriwati usai sudah dari berjibakunya dalam berkutat penuh dengan lembaran-lembaran sakral penghantar kesuksesan nan gemilang. Maka mereka akan dibekali pula dengan segelintir pelajaran tambahan yang tak kalah berharga. Berawal dengan nasehat baik penunjang kesemangatan mereka dalam berjihad di dalam, pun diakhiri pula dengan nasehat yang baik untuk melanjutkan jihad para santriwati ketika terjun langsung di masyarakat. Dalam hal ini, bapak pengasuh berharap penuh kepada santriwati pun kepada wali murid, mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan liburan.
Pada dasarnya, santriwati Gontor sudah diberikan kepercayaan, bahwasannya mereka adalah santriwati yang mahal harganya, susah dicari, pun tak akan pernah di dapati di manapun itu. Hakikat “berlibur” dalam artian Gontor ialah, istirahat dalam pergantian pekerjaan. Mereka haruslah paham, karena mereka hanyalah bagaikan sungai yang akan terus mendamba samudera, pun harus tahu kemana dan dimana tempat mereka harus bermuara.
Mereka harus, pun dapat membawa nama Gontor dengan baik. Dengan mengaplikasikan apa-apa yang telah di nasehatkan oleh bapak pengasuh. Bermula dengan berestetika dengan baik. Karena gontor telah mendidik kita dengan cara yang baik, maka yang harus dilakukan oleh santriwati adalah bersikap dengan cara yang baik pula. Dengan penuh harap, agar dapat menularkan hal-hal baik atas apa yang telah gontor ajarkan, kepada lingkungan sekitar. Dan hal terpenting adalah menjaga nama baik Gontor sekaligus mengharumkan nama baik sebagai santriwati Gontor di seluruh kalangan.NuriwandaAzizahNugraheni
GONTOR – Sebelum liburan semester pertama, para santri mengikuti acara senam bersama di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), acara yang diikuti sekitar 4000 santri ini berlangsung khidmat, karena K.H. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan PMDG turut menghadiri acara senam tersebut. Acara ini mengajarkan kepada santri tentang pentingnya olahraga, yang salah satunya di bidang senam, selain itu, agar tubuh tidak terasa sakit, perlu ada terapi gerakan senam, dan otot-otot tubuh pun tidak terasa tegang.
Acara yang dilaksanakan Jum’at pagi (16/11) ini cukup unik, karena dilaksanakan H-2 menjelang liburan santri di semester pertama. Tampak dari wajah mereka yang riang gembira, karena besok lusa mereka sudah mulai pulang ke kampung halaman dan bersua kembali bersama keluarga tercinta.
Di Gontor, acara sekecil apapun ada nilai pendidikan yang berharga bagi para santri, semisal dengan diadakannya senam ini dapat menumbuhkan jiwa kebersamaan antara kiai dan santri, guru dan santri. Selain itu, ada jiwa keikhlasan yang selalu tertuang diantara mereka, karena antara kiai dan santri sama-sama ikhlas dan tulus mengikuti acara semacam ini sehingga muncul nilai pendekatan personal (personal approach). Memang, cukup jarang kita temukan kehidupan yang harmonis seperti ini di luar pondok, karena kehidupan semacam ini lebih mudah diterapkan di pesantren yang unggul dengan ruh kebersamaanya. Usai mengikuti senam bersama, para santri bergegas kembali ke asrama dan bersiap-siap untuk masuk kelas guna mengikuti acara pembekalan ‘etiket’ (etika dan sopan santun) bersama asatidz. *aff
Gontor Putri 1 kembali membuka kiprah acara kepramukaannya. Lomba Perkemahan Penggalang Penegak Putri atau dengan nama populer LPG/TPi kembali meramaikan rentetan acara tahunan Gontor Putri. Acara ini berlangsung pada tanggal 18-25 Juni 2018 bertempat di Bumi Perkemahan Gontor Putri 1. Acara ini merupakan salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan, acara ini di bawahi oleh Majelis Pembimbing Koordinator Harian atau Mabikori. Anggota yang disiapkan-pun adalah andhika-andhika terpilih pada setiap Gugusdepan yang siap berjuang mengharumkan nama Gugusdepannya masing masing.
Acara ini adalah salah satu perantara dalam pendidikan Kepramukaan. Sebagaimana yang dituturkan oleh Bapak Pemimpin “Mati Urip Pramuka Wajib” Dimana kepanduan adalah sesuatu yang wajib di Gontor. Begitu pula acara LPG/TPi yang mengandung banyak sumber pendidikan didalamnya. Kekompakkan, jiwa Intelektual, ukhwah islamiyah, kecerdasan, kerja sama, kesabaran, keuletan, perjuangan dan sebagainya adalah buih-buih yang tertanam dalam diri anggota LPG/TPi. Sorakan semangatpun selalu berkumandang di setiap latihannya. Tidak kenal capek tidak pula letih. Pagi, sore bahkan malampun mereka rela meneteskan keringatnya demi harumnya Gugusdepan tercinta.
Acara pun dibuka dengan nasihat oleh Bapak Pengasuh, Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I. Dilanjutkan dengan seminar psikologi yang di sampaikan oleh Dr. Hj. Asriana Kibtiyah, M.Si dengan tema seminar “Be On You” Lalu perlombaan dibuka pada hari kedua sampai hari keenam. Dalam acara ini panitia menyediakan 25 perlombaan, ada penegak ada pula penggalang. Diantara perlombaannya adalah Miss Scouting, Chatt me, P3K, I’m just want attention, SMS, Listen me by well, Puzzle, Scout dance, Beautiful line, dan masih banyak lagi. Penutupan lomba adalah karnaval atau dengan nama khususnya “This is us”. Semua anggota diwajibkan ikut serta dan berpakaian kostum yang harus bernilai kreatif dan unik namun tetap syar’i. Dan dihadapan juri mereka harus bergaya selucu mungkin untuk menarik tawa dari masing-masing juri di setiap posnya.
Cross Country. Belom afdhol rasanya jika Pramuka tanpa penjelajahan. Acara ini pun dibuka dengan upacara di depan Auditorium lalu dilanjutkan dengan penjelajahan di sekitar pedesaan di Sambirejo yang masih asri dengan kehijauan alamnya. Tidak sembarang jelajah, namun diwajibkan atas anggota menemuka poin-poin yang tersebar rahasia di sepanjang jalannya dan juga menjawab pengetahuan-pengetahuan kepramukaan yang dibagikan oleh panitia.
Hari puncak, 27 Juli 2018. Adalah ajang mendebarkan para peserta LPG/TPi. Pada hari inilah penentuan akan perjuanagan mereka. Disampaikan langsung oleh Kak Mabikor Al-Ustadz Zainul Arifin, S.Ag dan juara umumpun diraih oleh Gugusdepan 17-70 dengan ketua Gugusdepan Kak Ashfia Husna dan Juara favorit diraih oleh Gugusdepan 17-16 dengan Ketua Gugusdepan Kak Cahaya Fitriana. ghariza
Ngawi – Gontor sebagai lembaga pendidikan memiliki orientasi dan tujuan jelas yang tergabung dalam fitur Pondok Modern Darussalam Gontor. Salah satu fitur tersebut adalah khittoh, yaitu program-program besar yang disebut dengan panca jangka, salah satunya khizanatullah. Pondok memiliki sibghah atau jati diri berupa kemandirian disegala bidang, baik bidang kurikulum maupun bidang ekonomi, hal ini membuat Gontor tidak bergantung pada sumbangan ataupun satu pihak tertentu, namun tidak pula menolak sumbangan untuk menopang segala kebutuhan, sehingga Gontor menggunakan sistem ekonomi protektif.
Pondok Pesantren Internasional yang tidak pernah absen dari kehadiran para tamu. Di hari pertama ujian tulis (1/11/18), Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja dalam rangka penakaran lele bioflok yang dipimpin langsung oleh Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Bapak Vifa Yoga Mauladi, M.S.I. Rombongan Komisi IV DPR RI berserta seluruh mitra kerja bermaksud membahas perihal pertanian dan perikanan yang berlokasi di Bumi Perkemahan (Outbond) Gontor Putri Kampus 1.
Pada kunjungan kerja tahun ini beliau akan memberikan 2 paket bibit ikan lele dan mesin pembuat pakan pelet, serta 5 ton pakan untuk ikan. Untuk pertanian, beliau ingin mengusahakan sebuah program unit pengolahan pupuk organik (bio gas) dengan memberikan beberapa ekor sapi untuk menambah ilmu pengetahuan praktek bagi para santriwati. Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan tanya jawab untuk mendengarkan beberapa keluhan, kritik, dan saran dari kelompok pembudidayaan ikan dan pihak Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1.
Dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menunjang perkembangan sumber daya masyarakat khususnya dibidang perikanan dan pertanian, serta dapat mendorong terealisasinya program-program melalui APBN. Kunjungan diakhiri dengan pemberian cendramata dari pihak Pondok Moden Darussalam Gontor dan juga pihak Komisi IV DPR RI.Salsabila