Home Blog Page 297

Pelatihan Ilmu Mawarits Mudah Menyenangkan

0

1Gontor Putri“At-thoriiqoh ahammu min-al-maaddah, wa al-mudaaris ahammu min-at-thoriiqoh, wa ruuh-u-l-mudaaris ahammu min-al-mudaaris.” metode pembelajaran lebih penting daripada materi pelajaran, guru lebih penting dari pada metode pembelajaran, dan ruh mengajar seorang guru lebih penting dari pada gurunya sendiri.

Itulah selogan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada santriwatinya. Berkaitan dengan metode dan ruh mengajar Kulliyatul Mu’alimaat Al-Islamiyyah gelar pelatihan ilmu faroidh angkatan ke-2 untuk asatidzah Gontor Putri kampus 1,2 dan 3 yang berlangsung selama 2 hari (7-8/10) dan dilanjutkan untuk siswi akhir KMI selama 1 hari (9/10).

      Pelatihan ilmu faroidh yang dilaksanakan selama 3 hari bersama Al-Ustadz Jabal Alamsyah,Lc,M.A bertujuan untuk memperluas wawasan tentang hukum waris, menanamkan karakter kepada guru pengajar ilmu faroidh dan siswi KMI bahwa pelajaran ilmu faroidh sama dengan menjalankan perintah Allah SWT yang bermanfaat bagi kesejahteraan, keharmonisan dan kebahagiaan keluarga, dan juga untuk meningkatkan derajat nilai kelulusan mata pelajaran ilmu faroidh untuk siswi kelas 6 KMI. “Alhamdulillah, nilai mata pelajaran ilmu faroidh kelas 6 tahun lalu meningkat setelah mengikuti pelatihan ini, semoga tahun ini nilainya bisa lebih baik lagi” Ujar beliau.

            Metode yang digunakan dalam menyampaikan materi faroidh ini dikemas dengan sangat menarik, menyenangkan dan memudahkan. Salah satunya dalam menghafalkan 5 materi inti, beliau membuat strategi menghafal 5 materi tersebut dengan psikomotorik yaitu melalui gerakan tangan, sehingga siswi KMI kelas 6 lebih mudah dalam menghafal materi inti ilmu faroidh tersebut. Pelatihan untuk guru pengajar faroidh dinamakan “Sekolah Mahir Mawarits Level 5”  yang sengaja dipersiapkan untuk lebih mendalami materi tersebut, dan juga menguasai metode yang tepat dalam pengajaran faroidh, sehingga guru dapat lebih tenang dalam menghadapi persoalan dalam proses belajar mengajar.IMG_8959

            Beliau dan Anggota Center for Mawarits (Center for Mawarist yang bertempat di gedung Pusdiklat Mawarits Asean Kampus UNIDA, Siman) bukan hanya mengadakan kegiatan edukasi untuk pelajaran ilmu faroidh, namun dilengkapi dengan kegiatan research dan penerbitan. Pada tahun ini buku pelajaran ilmu faroidh KMI telah direvisi, sehingga lebih menarik, dan lebih mudah dalam mempelajarinya. Seluruh kegiatan Center For Mawarits ini bukan hanya untuk guru dan siswi KMI melainkan untuk seluruh umat didunia, maka motto yang dicanangkan adalah “From Gontor to the World”, membantu segala permasalahan yang berhubungan dengan waris mewaris.

            Follow Up setelah diadakannya pelatihan bersama Al-Ustadz Jabal Alamsyah,Lc,M.A yaitu kelas 6 dibuatkan kelompok secara acak dan didampingi oleh ustadzah yang telah mengikuti pelatihan Mawarits lalu melakukan pertemuan minimum 6 kali dan maksimum 8 kali pertemuan untuk menyetorkan hafalan tentang 5 materi inti faroidh, seperti hafalan hifdzul Qur’an. “Kita buat materi ini bukan dengan menghafal saja, tapi dengan mengulang ngulang hingga hafal” ujar beliau.  _Audita90

 

Danrem Adakan Kunjungan Kerja ke Gontor

0

GONTOR–Komandan Resort Militer (Danrem) 081, Kol. Inf. Masduki sekalian istri, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Tujuannya untuk mempererat silaturrahim dengan segenap keluarga besar PMDG, mengingat kunjungan Danrem ke Gontor selalu diadakan setiap kali pergantian.

Kunjungan tersebut diadakan pada Selasa siang (9/10), selepas acara bersama para personil Distrik Militer (Kodim) di Trenggalek sejam sebelumnya. Kunjungan beliau disambut hangat oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan PMDG. Selain itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Ponorogo, AKBP Radiant dan Komandan Distrik Militer (Dandim) Ponorogo, Made Sandy Agusto juga ikut menyambut rombongan Danrem.

Kunjungan diawali dengan ramah tamah singkat, bertempat di Kantor Pimpinan PMDG. Di tengah perbincangan hangatnya, Kolonel Masduki menyampaikan bahwa beliau sangat senang sekali dengan diterimanya kunjungan ke Gontor. Selepas ramah tamah, Kol. Masduki berfoto dengan keluarga besar PMDG dan menunaikan Shalat Ashar. Sesaat sebelum bertolak kembali ke Makorem, Danrem turut ber-selfie dengan Dandim dan Kapolres Ponorogo. Sand88

Jiwa Nasionalisme Santri Harus Terus Meningkat

0

Gontor tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas santri-santriatnya. Berbagai sarana pendidikan dioptimalkan agar dapat mencetak santri yang berbakat dan mundzirul qoum.  Seperti halnya pada hari Selasa tanggal 02 Oktober 2018, Gontor Putri Kampus 1 mengadakan  nobar (nonton bareng)  dalam peringatan bersejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang biasa kita sebut G30S/PKI.

Acara ini dilaksanakan di malam hari, setelah sholat Isya’, bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Dihadiri oleh Bapak Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I beserta para asatidz dan ustadzat.

Sebelumnya acara ini diwajibkan hanya untuk seluruh kelas 1 dan 1 INT (santriwati baru), walaupun demikian santriwati lama berbondong-bondong hadir dengan sangat antusias. Mereka begitu ingin menyaksikan bagaimana kaum komunis memberlakukan rakyat Indonesia dahulu.

Pemutaran film G30S/PKI diharap dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat dalam diri santriwati terhadap negara kita tercinta, Indonesia. Karena Indonesia butuh dibela dan diperjuangkan, layaknya nasehat yang selalu diucap oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal, bahwa generasi muda adalah pejuang yang paling tepat untuk membela negara, maka harus dipersiapkan sebaik mungkin sejak dini. Dan agar santri-santri paham betul apa yang telah terjadi di masa lalu, sehingga tidak JASMERAH (tidak tahu-menahu tentang sejarah) dan tidak salah arah mengambil jalan yang akan ditempuh nanti. Semoga anak-anak didik kita dapat menjadi mundzirul qoum yang selalu membawa pesan kebenaran dan tidak terjerumus oleh bisikan-bisikan yang menjatuhkan. Khairan

963 Santri Ikuti Acara Fathul Kutub Turoots di Gontor Putri 1

0

Taujihat Fathul Kutub Mantingan, Gontor Putri Kampus 1 (19/09) Gontor dengan dinamika pendidikan dan ragam kegiatan yang menghiasi hari-hari santri selama di Pondok tercinta ini. Tidak akan pernah dibosankan dengan kosongnya kegiatan, kegiatan yang silih berganti menyapa para santriya untuk selalu terlibat dan ikut serta dalam segala macam kegiatan.

Salah satu dari kegiatan tersebut adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah yang ditujukan khusus untuk para santriwati kelas 6 KMI. Acara ini telah diperkenalkan kepada mereka sejak duduk di bangku kelas 5 KMI. Yang mengesankan adalah para santri diajarkan untuk menyelesaikan masalah yang ada dan penyelesaiannya terdapat pada buku klasik yang sangat tebal serta berjilid-jilid.

Santriwati kelas 6 KMI yang berjumlah 713 santri dari Gontor Putri 1, sedangkan 250 santri lainnya berasal dari Gontor Putri 2 dibagi menjadi beberapa kelompok, dibimbing oleh para Asatidz dan sebagian Ustadzah dari GP1 dan 2. Tema permasalahan yang diambil berasal dari beberapa ilmu yakni, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ilmu Aqidah, serta Ilmu Fiqh.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-ustadz KH. Syamsul Hadi Abdan karena “acara ini merupakan acara yang sangat penting sekali, dan harus memang selalu dipentingkan. Karena acara ini dimulai oleh Trimurti sejak awal berdirinya KMI (1936)” berikut kutipan dari Taujihat Al-Ustadz KH. Syamsul Hadi Abdan.

Taujihat Fathul Kutub 6Satu minggu acara ini dilaksanakan, diadakan di Aula Auditorium Gontor Putri 1. Diakhiri dengan pesan serta kesan dari para santri, sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi satriwati kelas 6 KMI, karena dari kegiatan ini mereka memperoleh banyak ilmu yang mungkin selama ini masih menyimpan tanda tanya di benak mereka masing-masing. Dan semoga dengan segudang ilmu yang telah mereka dapatkan dapat menjadi bekal kiprah mereka sebagai mujahid Islam di masyarakat kelak. Aamiin.

Fokuskan Santri Untuk Ujian, Kegiatan Bahasa Ditutup Sementara

0

GONTOR–Mendekati masa ujian semester pertama, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menonaktifkan beberapa kegiatan ekstrakulikuler seperti kepramukaan, latihan pidato, dan yang tak kalah penting adalah kegiatan bahasa. Dalam satu minggu ada beberapa kegiatan bahasa yang harus diikuti oleh semua santri di antaranya: pemberian kosakata setiap pagi, mahkamah bahasa pada malam hari, Language Encouragement setiap Jum‘at pagi, dan pembuatan majalah bahasa rutin setiap minggu.

 

Fix 2Acara Penutupan Kegiatan Bahasa dilaksanakan pada Jum‘at Pagi (12/10) di depan BPPM. Acara tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas 1-6, bahkan pembimbing bahasa senior pun turut hadir seperti Al-Ustadz M. Nur, Lc., M.A., dan Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.A. Bertindak sebagai panitia acara tersebut staf Centre Language Improvement (CLI) dari santri kelas 6, dibimbing oleh Language Advisory Council (LAC) dari guru KMI, acara ini pun berjalan dengan khidmat.

Al-lughatu Taaju-l- Ma’had (bahasa adalah mahkota pondok). Bukan berarti dengan ditutupnya kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut santri dapat bebas berbahasa Indonesia bahkan daerah, disiplin berbahasa tetap ada, seluruh santri tetap harus berbahasa resmi (Arab dan Inggris) dan apabila ditemukan seorang santri berbahasa Indonesia, maka tetap dikenakan sanksi. AbuFariz

Kawal Para Alumni Yang Mengabdi, PMDG Adakan Laporan Caturwulan

0

DARUSSALAM–Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), melalui Staf Sekretaris Pimpinan memanggil para alumninya yang ditugaskan di pondok-pondok pesantren selain kampus cabang Gontor, dari Sabang sampai Marauke untuk datang ke Gontor guna melakukan Laporan Caturwulan Guru Pengabdian Pondok Alumni yang Pertama. Acara ini sebagai wujud perhatian PMDG terhadap alumninya yang mengabdi di Pondok Alumni dan Lembaga Pendidikan yang ada di seluruh Indonesia.

Acara berlangsung pada hari Sabtu-Ahad, (6-7/10). Diawali dengan acara Peninjauan Laporan oleh Sekretaris Pimpinan, berlangsung dari pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIB, di Aula Rabithah. Setelah itu,  seluruh utusan alumni dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengikuti 3 sesi yang berbeda: sesi bimbingan konseling yang diadakan di Gedung Rabithah, sesi Orientasi dari Staf KMI dan Pengasuhan Santri. Acara diakhiri dengan Pesan dan Nasihat Pimpinan PMDG pada Ahad malam di Aula Rabithah, yang dihadiri oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan.

“Mengajar dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan yang kalian miliki, maka tujuan dari pengabdian ini adalah mengajar, di mana pun kamu mengabdi harus mengajar.” tegas Kiai Syamsul saat memberikan Pesan dan Nasihat kepada seluruh guru pengabdian.

Diadakannya acara ini guna mengawal dan mengontrol jalannya pengabdian di beberapa pondok alumni Gontor melalui program kerja dan hasil usaha yang telah dikerjakan. Jumlah Pengabdian Pondok Alumni yang datang pada laporan kali ini sebanyak 164 Orang. Muis

KEGIATAN BELAJAR MALAM; Siap Payung sebelum Hujan, Mengasah Ilmu sebelum Ujian.

0

Man ‘Arofa Bu’da Safari Ista’adda, adalah istilah yang tepat untuk kegiatan yang dilakukan tepat pada Hari Sabtu (06/10) oleh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 diakhir kegiatan belajar mengajar yang efektif ini. Yaitu, Belajar Malam yang dilakukan oleh seluruh siswi kelas 6 KMI bersama para ustadzah yang membimbing mereka disetiap kelas belajar malam. Terdapat 18 kelas, yang siap digunakan oleh siswi akhir KMI untuk melaksanakan kegiatan belajar malam. Setiap kelasnya akan diajarkan, dibimbing dan dilatih oleh para ustadzah yang juga mendalami serta menguasai pelajaran yang diajarkan.

Adapun pelajaran-pelajaran yang diajarkan oleh guru pengampu adalah pelajaran yang akan mereka hadapi saat datangnya ujian akhir KMI di awal November bulan depan. Pelajaran tersebut adalah Biologi, Geografi, Kimia, Berhitung, Faro’idh, Adyan, Dinu-l-Islam, dan lainnya. Siswi Akhir KMI ini, terihat sangat antusias dengan adanya kegiatan belajar malam bersama para pembimbing. Itu semua terbukti disaat siswi akhir KMI sangat berpartisipasi dalam kegiatan tanya-jawab mengenai pelajaran yang sedang dipelajari. Karenanya, mereka dapat lebih mengasah, memahami, dan mengerti pelajaran-pelajaran apa saja yang belum mereka pahami untuk menghadapi datangnya ujian gelombang I bagi siswi akhir KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1.

Kegiatan ini, menjadi suatu persiapan bagi siswi akhir KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 sebelum menghadapi Ujian Akhir KMI Gelombang I. Jam 20.00-22.00 adalah waktu yang digunakan untuk kegiatan tersebut, tepat 2 jam siswi akhir KMI dibimbing didalam kelas, selanjutnya akan diteruskan secara individual oleh masing-masing siswi akhir KMI. Kegiatan ini berhujung pada hari Selasa (23/10). Dirasakannya, bahwa kegiatan ini mengandung banyak manfaat untuk mendidik dan mengasah kembali pelajaran-pelajaran siswi akhir KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1. Dengan harapan, bagi siswi akhir KMI dapat mencapai target terbaik dalam Ujian Siswi Akhir KMI gelombang I nanti. Selmd

ARABIC CAMP; Cara Gontor Mengembangkan Skill Berbahasa Arab

0
Penyerahan Penghargaan Kepada Peserta
Penyerahan Penghargaan Kepada Peserta

Mantingan- Al-Lughatu Ta’ju-l-Ma’had.  Bahasa adalah mahkota pondok. Mengingat akan motto pondok kita, bahasa adalah hal yang sangat penting dan diutamakan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Berkenaan dengan hal ini, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 kembali bergerak dalam mengerahkan kegiatan bahasa Arab. Arabic Camp namanya, kegiatan ini telah diadakan pada tanggal (08/09) silam. Tak kalah baiknya dengan kegiatan ‘English Camp’ yang telah usai diadakan selama 2 pekan sebelumnya, kegiatan ini juga berlangsung selama 2 pekan dengan berbagai kegiatan terkonsep yang diadakan didalamnya. Seperti Syi’ar, Khitobah, Dobtu’l’Maqalah , Maharatu-l-Istima’, Drama, Debat, dan lainnya. Peserta diikuti oleh para santriwati-santriwati terpilih dari kelas 2 hingga kelas 6, mereka dibagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari 12 orang dengan angkatan yang berbeda-beda. Mereka dibimbing dan diarahkan dengan baik serta teratur bersama ustadzah-ustadzah pembimbing yang juga mahir dalam berbahasa Arab. Para peserta sangat menikmati jalannya kegiatan ‘Arabic Camp’, dengan suasana yang khidmat dan sangat antusias dalam menekuni berbagai ilmu didalamnya, mereka pun sanggup tuk menguasai semua ilmu yang telah diterapkan dalam kegiatan ini.

Suasana Fun Friday oleh Arabic Camp
Suasana Fun Friday oleh Arabic Camp
Pagi, Siang dan malam menjadi pilihan waktu yang tepat untuk belajar dan berlatih kembali. Hingga akhirnya, kegiatan ini ditutup pada tanggal (21/09) akhir pekan, dengan diselenggalarakannya Fun Friday, yakni sebuah acara bahasa yang diadakan disetiap hari Jum’at, yang mana menjadi bukti pendalaman peserta dalam mengikuti kegiatan ‘Arabic Camp’. Para peserta mengapresiasikan ilmunya dengan berbagai penampilan berbahasa Arab yang diperlihatkan kepada seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. Adapun kegiatan ini digerakkan, demi meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan serta skill santriwati PMDG Putri dalam berbahasa Arab. Karena, mengingat kembali bahwa motto Pondok Modern Darussalam Gontor Putri dalam berbahasa, ialah “Language is Our Crown”. Selmd

Penulis Buku Api Sejarah Kunjungi Gontor

0

GONTOR – Rabu pagi (3/10), Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, penulis buku Api Sejarah kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau bersilaturahim dengan Pimpinan PMDG di Kantor Pimpinan pada pukul 10.00 WIB. Kunjungannya kali ini, tekait undangan dari Universitas Darussalam Gontor yang mengadakan seminar nasional bertemakan Sejarah Islam di Nusantara pada hari Kamis (4/10). Dalam kunjungannya beliau didampingi oleh sang istri.

KH. Hasan Abdullah Sahal menyambut baik kedatangan pakar sejarah perjuangan ulama dan santri di Nusantara ini. Beliau menyampaikan kepada Prof. Mansur bahwa inti dari berdirinya Pesantren adalah untuk membentengi umat dari penjajahan dan kekafiran. Maka, tak heran jika pada masa-masa pejuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah, santri berdiri di garda terdepan untuk melakukan perlawanan. Hal ini diaminkan oleh Prof. Mansur yang pada tahun ini usianya sudah menginjak 87 tahun.

Pada kesempatan itu, tak lupa Prof. Mansur menunjukkan kepada KH. Hasan Abdullah Sahal dan KH. Syamsul Hadi Abdan hasil karya tulisnya, yakni Buku Api Sejarah 1 dan 2. Di dalam Api Sejarah 1, Prof. Mansur sempat membahas tentang Trimurti Pendiri PMDG, dan sepak terjang Gontor secara umum. Bahkan, di cover Api Sejarah 1 dimuat kata pengantar dari salah satu Pimpinan PMDG, yaitu Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. Sebelum kembali ke UNIDA, beliau menyempatkan untuk menjenguk Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. di kediamannya.

Setelah berbincang cukup lama, Prof. Mansur berpamitan sekaligus memohon doa dan dukungan, untuk penulisan karya-karya berikutnya. Ia berharap, dengan karya-karyanya, para pemuda Indonesia betul-betul mengetahui sejarah Indonesia yang sebenarnya, dimana umat Islam memiliki peran yang sangat besar dalam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. ”Bangsa Indonesia harus tahu api dari sejarah, bukan hanya abunya.” tegas Prof. Mansur.brada

 

KH. Syamsul Hadi Abdan Menghadiri Takziyah Ibu Al-Ustadz Ahmad Suharto

0

CEPU – Kamis sore (27/9), K.H. Syamsul Hadi Abdan dan rombongan bertakziyah ke kediaman orang tua dari Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd. di Cepu. Selain rombongan dari PMDG Kampus Pusat, turut hadir pula di waktu yang sama rombongan dari PMDG Putri Kampus 2 dan 3 yang berada di Ngawi, Jawa Timur.

Tepat satu hari sebelumnya, yakni hari Rabu (26/9), Ibunda dari Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, Hj. Marchamah telah berpulang ke haribaan Allah Subhanahu wata’ala. Almarhumah dinyatakan wafat pada pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Cepu, Jateng.

Rumah duka beralamatkan di Dsn. Sudagaran, Ds. Balun, Kec. Cepu, Kab. Blora, Jawa Tengah, tepatnya di bantaran sungai Bengawan Solo, dan merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Setelah berbincang beberapa saat, Kiai Syamsul mengakhiri takziyahnya dengan memimpin doa bersama untuk almarhumah. Semoga seluruh amal baiknya diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala, segala dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan dikaruniai kesabaran dan keikhlasan.brada