Home Blog Page 300

Santri PMDG Adakan Watching Bersama Film G30S/PKI

0

GONTOR–Ahad malam (30/9), seluruh santri dan Guru Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat mengadakan watching bersama film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Acara tersebut digelar di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) untuk seluruh santri, sedangkan para guru bertempat di Aula Rabithah dikoordinir oleh pengurus Dewan Mahasiswa (Dema).

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan, beliau turut menyaksikan bersama seluruh santri di depan BPPM. Walaupun durasi film tersebut sangat panjang, seluruh santri tetap tertib menyaksikan hingga selesai.

Tak lain bahwa pemutaran film tersebut merupakan sarana pendidikan sejarah bagi para santri, di mana mereka akan mengetahui kebiadaban PKI terhadap para ulama, pahlawan revolusi, dan juga pondok ini. Selain itu, para santri juga bisa memahami bahwa komunisme adalah paham berbahaya dan dilarang di Indonesia. AbuFariz

English Course dengan Al-Ustadz Feri Hidayat

0

Gontor Putri Kampus 1Gontor merupakan pesantren yang terkenal dengan kepiawaian santrinya dalam berbahasa. Sebagaimana semboyan pondok, Language is our crown, maka dalam menunjang peningkatan bahasanya terutama dalam bahasa Inggris,  diadakanlah pelatihan bahasa Inggris yang dipandu oleh Al-Ustadz Feri Hidayat. Pelatihan ini ditujukan untuk seluruh santriwati, khususnya bagian Peningkatan Bahasa Rayon dan anggota Language Club, serta ustadzah pengampu materi bahasa Inggris.

Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu hari Jum’at-Sabtu (14-15/09). Saat hari pertama, Jum’at (14/09), acara ini dipusatkan di aula Kulliyatu-l-Banat Gontor Putri Kampus 1 dengan peserta seluruh santriwati yang merupakan bagian Peningkatan Bahasa Rayon dan anggota Language Club. Sang ustadz mengajarkan bagaimana pelafalan kata yang benar, cara untuk meningkatkan penggunaan bahasa Inggris, serta menumbuhkan antusiasme dan kesadaran santriwati dalam berbahasa Inggris. Seluruh santriwati tampak antusias dalam menanggapi keseluruhan materi yang diajarkan beliau. Sebagai followback, para santriwati menginginkan agar acara ini dapat dilakukan kembali di masa yang akan datang.

Keesokan harinya, Sabtu (15/09), acara ini pun dilanjutkan untuk sesi bersama ustadzah pengampu materi bahasa Inggris yang bertempat di aula ‘Aisyah. Seluruh ustadzah yang hadir pada pelatihan ini adalah 92 orang. Pada kesempatan kali ini, ustadz Feri mengajarkan bagaimana mengajarkan bahasa Inggris secara efektif dan efisien, serta berbagi pengalaman dan kesulitan yang dialami para ustadzah.  Sehingga setelah adanya pelatihan ini, para ustadzah tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengajar.fayra

Rakor Penulis Wardun Kedua Sukses Dilaksanakan

0

GONTOR–Panitia Penerbitan Warta Dunia (Wardun) Pondok Modern Darussalam Gontor (PM Gontor) kembali adakan Rapat Koordinasi Penulis Berita pada Sabtu-Senin, 19–21 Muharram 1440/29 September–1 Oktober 2018, bertempat di Aula Aligarh PM Gontor Kampus Pusat. Rakor kali kedua tersebut dihadiri oleh total 36 orang penulis berita dari setiap kampus Gontor dan dibuka oleh Al-Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud., selaku Pemred Wardun.

Rapat Koordinasi (Rakor) kedua ini dibagi menjadi 5 sesi:

Sesi

Hari/Tanggal Waktu Kegiatan

Petugas

I

Sabtu, 19 Muharram 1440/29 September 2018

Pagi Sambutan dari Pimpinan Redaksi Wardun 2019 Hasib Amrullah, M.Ud.

II

Malam Pengarahan Penulisan Berita Tekstual Drs. H. Nasrullah Zainul Muttaqin

III

Ahad, 20 Muharram 1440/30 September 2018

Pagi Pengarahan Penulisan Berita Tekstual Drs. H. Nasrullah Zainul Muttaqin

IV

Malam Pengarahan Pemilihan Bahan Berita Bergambar Muchammad Taufiq Affandi, M.Sc.

V

Senin, 21 Muharram 1440/1 Oktober 2018

Pagi Penutupan Rapat Koordinasi Tim Penulis Wardun 2019 Hasib Amrullah, M.Ud.

 

Adapun latar belakang dari diselenggarakannya rakor ini adalah seringnya Panitia Penerbitan Wardun mendapati kendala-kendala dalam pencetakan: kurang validnya data, terlambatnya pengiriman berita dari kampus cabang, minimnya kemampuan penulis berita, dan berbagai kesalahan teknis lainnya.

Diharapkan dari diadakannya rakor tersebut kemampuan penulis bisa meningkat dan proses penerbitan Wardun bisa berjalan lebih baik. sand88

ULANGAN UMUM-Ukur Paham Santri

0

Darussalam- suara hafalan santriwati belajar yang dengan seriusnya masih terdengar nyaring hingga melampaui hari bekerja, jam 11 malam. Tak kenal kantuk, pun mengobrol, semua berpaku pada lembaran kertas yang tertulis cacatan dari ustadzah  pengajar. Ulangan umum pertengahan tahun sudah dimulai sejak sabtu (1/8) yang selesai pada rabu (5/8), sebagai satu dari agenda yang menjadi titik tolak ukur paham santri dan acuan untuk menghadapi Ujian Awal Tahun nantinya.

Santriwati mengerjakan ulangan umum dengan serius
Santriwati mengerjakan ulangan umum dengan serius

Siap. Ulangan umum diikuti oleh seluruh santri dari kelas 1 hingga kelas 6 yang siap. Ulangan umum dilaksanakan di gedung Kairo, Qatar, Sudan, Andalusia, Istanbul, dan aula Beirut dari jam 07.00 pagi sampai jam 12.20 siang terkecuali kelas 6. Ulangan umum kelas 6 selesai pada jam 10.30 yang dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar.

tempat ulangan umum awal tahun yang di tempel di papan pengumuman
tempat duduk santriwati pada ulangan umum awal tahun yang di tempel di papan pengumuman

Proses pembelajaran tidak benarnya hanya untuk mengerjakan soal ujian, karena benarnya menjadikan ujian sebagai satu proses pembelajaran. Seperti apa yang selalu dikatakan oleh bapak pimpinan bahwa, “Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”.Ketika seseorang belajar untuk ujian, keluar dari ruang ujian semua apa yang dipelajari akan hilang terbawa waktu. Dan ketika belajar adalah belajar apa dengan sebenar-benarnya, maka dia bisa menjadi ilmu yang bermanfaat pada diri sendiri awalnya dan lebih baik jika apa yang pelajaran direalisasikan dalam kehidupan agar dapat memberi pengaruh untuk lingkungan dan menjadi amal jariyah. hieb

 

Gontor Putri Ajarkan Dakwah dengan Desain Grafis

0

Darussalam Gontor merupakan Pondok Modern. Pondok yang meskipun modern, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur pesantren. Maksud dari modern menurut Pondok adalah selalu berkembang dan tidak jamid; dalam sistem pendidikannya yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, bahkan mendahului zamannya dan telah menjadi established. Materi yang diajarkan di Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya tentang Dirosah Islamiyah dan Lughowiyah, tetapi juga materi eksakta dan teknologi.

Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 berusaha mencetak ulama yang intelek dan mundzirul qoum; yang mampu menghadapi perkembangan zaman serta mampu berdakwah tidak hanya dengan ceramah di masjid-masjid, bahkan bisa dengan berbagai cara; seperti video, gambar maupun tulisan. Untuk itu, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 mengadakan Pelatihan Desain Grafis.

Desain Grafis atau rancang grafis merupakan salah satu proses berkomunikasi dengan berbagai elemen, seperti gambar, tulisan atau bentuk, dimana elemen-elemen ini dapat menciptakan persepsi tentang pesan yang ingin disampaikan. Pelatihan Desain Grafis ini dilaksanakan selama satu minggu (16-20 September), pada siang, sore dan malam hari. Adapun sasaran utama pada kegiatan ini pengenalan kepada santriwati kelas 4 dan 3 intensive seputar desain grafis, yang dikhususkan pada materi gambar (seperti; logo, lambang, dsb.) menggunakan program Coreldraw.

Pada hari pertama, pelatihan ini dilaksanakan di aula Kulliyatu-l-Banat, dihadiri oleh seluruh peserta, adapun materinya berupa penjelasan tentang konsep-konsep dasar desain grafis yang disampaikan oleh Ustadzah Sella Amadya. Kemudian pada hari-hari berikutnya dilanjutkan dengan praktek langsung oleh peserta secara bergilir antar kelas di student computer center (SCC).pearl

Bapak Pimpinan Buka Pekan Fathu-l-Kutub Gontor Putri Kampus 3

0

Karangbanyu- “Target Trimurti mendirikan lembaga persemaian guru-guru Islam atau Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah adalah santri bisa membaca kitab berbahasa Arab serta dapat memahaminya sendiri, mengajarkan pelajaran agama dan umum, berbahasa Arab dan Inggris, bahkan bisa  menjadi kyai” Kyai Syamsul Hadi Abdan, S.Ag dalam membuka pekan Fathu-l-Kutub di Gontor Putri Kampus 3 pada Sabtu (22/9).2

Dalam sambutannya, Pak Kyai menyampaikan kepada santriwati maksud diadakannya Usbu’u Dirosah fi Fathi Kutubi Turost di Gontor. Beliau menjelaskan perbedaan maksud ‘membaca’ kitab turost di Gontor dan di luar Gontor. Beliau juga berpesan kepada santriwati agar tidak fanatik terhadap satu madzhab, tetapi harus mengetahui semua madzhab. “Ketika kita sudah fanatik terhadap satu madzhab, kita akan menyalahkan madzhab lainnya, sedangkan semua madzhab tersebut adalah benar” Bapak Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Drs. Muhammad Fauzi, M,Ud melanjutkan pengarahan season kedua setelah Bapak pimpinan.UmiKalsum89

 

Siswi Kelas 6 Dibekali Pengalaman ‘Membaca’ Kitab Turost Dalam Sepekan

0

Karangbanyu-Sejumlah 471 siswi akhir KMI 2019 Gontor Putri Kampus 3 mengikuti Usbu’ud Dirosah fi Fathi Kutubi Turost atau pekan pembelajaran kitab turost yang diselenggarakan di Auditorium Gontor Putri Kampus 3 dan sekitarnya. Dalam satu pekan tersebut siswi kelas 6 KMI ini sengaja diliburkan dari kegiatan belajar mengajar di kelas untuk mendapatkan ilmu dengan cara yang lain.

4Kegiatan ini terdiri dari pengarahan pada Kamis (19/9); dilanjutkan dengan pembukaan yang dibuka langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz Syamsul Hadi Abdan, S.Ag pada Sabtu (20/9); pembahasan pada Sabtu-Selasa (20-25/9); ditutup dengan Diskusi Umum dan penulisan pesan kesan pada Rabu (26/9). Dari 36 kelompok yang terdiri atas 13 siswi, siswi kelas 6 ini dibagi lagi menjadi empat kelompok kecil. Dalam waktu pembahasan yang berlangsung selama 4 hari, setiap kelompok mendapatkan 6 permasalahan – yang terdiri dari materi Aqidah, Fiqih, Tafsir, dan Hadist – yang harus didiskusikan.

Setelah ketua kelompok mendapatkan judul permasalahan dari panitia, ketua beserta anggota kelompok mencari pembahasan permasalahan dalam kitab-kitab turost yang telah disediakan oleh panitia di dalam auditorium. Setelah menemukan kitab yang membahas judul dari panitia, anggota kelompok kecil tadi berdiskusi memahami pembahasan kemudian mempresentasikannya di depan anggota kelompok kecil lainnya bersama dua ustadzah pembimbing bagi setiap kelompok.

Dari kegiatan ini, masing-masing siswi diharapkan dapat ‘membaca’ kitab-kitab berbahasa Arab dan memahaminya sendiri hingga menyampaikan apa yang ia pahami kepada teman-temannya. Sehingga setelah keluar dari Gontor, para alumni tidak kaget jika diminta untuk membuka kitab turost.  Dan inilah salah satu tujuan didirikannya lembaga Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) atau persemaian guru-guru Islam yang disampaikan oleh Kyai Syamsul ketika membuka acara ini secara resmi. UmiKalsum89

35 Tahun Umur Pak Wito untuk Darussalam Press

0

Gontor- 35 tahun sudah Abdi Suwito mengabdikan dirinya kepada Pondok Modern Darussalam Gontor, tepatnya sebagai pekerja di Darussalam Press (DP).
Pria yang akrab disapa dengan Pak Wito ini, memulai karirnya semenjak percetakan tersebut berdiri (1983) hingga saat ini.

Banyak hal yang membuat Pak Wito tetap eksis bekerja di DP hingga saat ini, salah satunya adalah unsur keberkahan dan jiwa keikhlasan yang ada di pondok. “DP itu surga bagi orang (pekerja) yang beriman..” ujar Pak Wito, Sabtu (22/9). Beliau memandang bahwa jiwa keikhlasanlah yang membawa berkah bagi pondok ini beserta keluarganya, satu hal yang jarang ditemukan di luar pondok.

Karir Pak Wito dilatarbelakangi oleh keluarganya yang memiliki ikatan erat dengan Gontor. Konon, orang tua beliau merupakan salah satu pejuang Gontor yang membantu Trimurti Pendiri dalam mencari santri. Selain itu, kakak Pak Wito sendiri merupakan pembantu di pondok yang mengantarkan air minum ke kamar-kamar guru. Ketika Gontor mendapatkan bantuan mesin cetak, dibutuhkanlah banyak orang untuk bekerja, maka beliaulah salah satu dari orang yang diajak untuk itu.

Mulanya pak Wito ditugaskan di bagian offset selama 20 tahun, setelah itu, pak Wito ditugaskan di bagian finishing sampai sekarang.

Selain bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Pak Wito juga mendapatkan keuntungan lain dari pekerjaannya tersebut. Suatu saat ketika DP menerima order pencetakan Surat Al-Waqiah, beliau sengaja mengambil satu lembar dan mempelajarinya, dibantu oleh Muttaqin Said, salah satu guru KMI saat itu. Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah ternyata beliau mampu menghafal semua ayat di surat tersebut. Semenjak saat itu, Pak Wito merasakan betapa melimpahnya keberkahan yang datang, banyak bantuan yang datang silih berganti.

Selain pak Wito, terdapat 2 orang pekerja lain yang terus eksis dari awal berdirinya DP hingga sekarang, mereka adalah Sugito dan Suyono.

Beliau juga menyampaikan bahwa Pak Zar (K.H. Imam Zarkasyi) semasa hidupnya selalu memantau DP setiap hari.
“Kerja itu gak usah cepat-cepat, yang penting jadinya cepat” seringkali ujar Pak Zar kepada para pekerja saat itu.

Pak Wito adalah teladan yang baik untuk ditiru, keadaan beliau dalam membantu pondok berbuah dengan berkembangnya DP secara pesat. sand88

Ujian Tahfidz Sebagai Syarat Ujian Akhir Semester UNIDA Gontor

0

Gontor Putri 3-Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor memiliki banyak program untuk meningkatkan potensi dan kualitas mahasiswinya demi menjadikan generasi Rabbani. Pada hari Jumat, (28/09) tersirat lantunan ayat suci Al-qur’an pada setiap lafadz yang dibacakan mahasiswi Gontor Putri 3 untuk mempersiapkan ujian menghafal Al-Qur’an. Persiapan yang sudah matang menambahkan semangat dan percaya diri untuk menghadapi ujian tahfidz yang mana, merupakan syarat mengikuti ujian akhir semester.

Pembukaan ujian tahfidz diselanggarkan di Auditorium Gontor Putri 3, acara dibuka dengan pengarahan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Fauzi, M.Ud. Ujian tahfidz ini diikuti oleh 177 Mahasisiwi dan 55 Penguji, dan terbagi menjadi 55 Kelompok, dan setiap kelompoknya berjumlah 9 orang. Batas-batas ujian tahfidz dilihat dari tingkat semester yang didudukinya. Batas ujian tahfidz Semester 1 yaitu setengah juz dari juz 29, semester 3  setengah dari juz pertama, dan semester 3 setengah juz dimulai dari juz 2, semester 5 setengah juz dimulai dari juz 3.2

Seluruh mahasiswi harus menempuh batas-batas hafalan yang telah ditentukan. Apabila nilai dari hasil ujian tahfidz tidak mencukupi, maka mahasiswi harus mengulang/memperbaiki kembali ujian tersebut. Adapun nilai-nilai yang didapat dari hasil ujian tahfidz terbagi menjadi A+, A, A-, B+, B, B-, C+, C, C-. dan bagi mahasiswi yang mendapat nilai dibawah dari B- maka diwajibkan bagi mahasiswi unutk memperbaiki nilai tersebut dengan mengulang kembali ujia tersebut. Pembagian nilai hasil ujian tahfidz langsung dibagikan pada malam harinya.

Unida maju selangkah karena telah mangadakan ujian tahfidz yang mana memiliki banyak manfaat dan hikmahanya. Sekarang sudah tidak asing lagi pagi para sekolahan dan universitas di Indonesia yang menerapkan sistem target mengahafal Al-Qur’an, karena adanya batas menghafal memicu para mahasiswi untuk menghafal lebih giat. Disamping itu hikmah dari menghafal Al-Qur’an kita dapat menjaga kesucian dari Al-Qur’an itu sendiri dan terhindari dari penyelewengan ayat Al-Qur’an. Gryselda91

 

Jum’at Barokah Mahasiswi Guru dengan Seminar “Super Fast Memorizing Al-Qur’an”

0

Karangbanyu-Guna memotivasi para mahasiswi guru menghadapi ujian tahfidz yang akan diselenggarakan pada Jum’at (28/9), Dewan Mahasiswi Unida divisi Karangbanyu mendatangkan seorang Qori’ah dan Hafidzoh Nasional Siti Nurpadilah Maulida untuk mengisi seminar “Super Fast Memorizing Al-Qur’an” pada Jum’at (21/9). IMG_4991

Sekitar 200 mahasiswi guru Gontor Putri Kampus 3 lebih memilih mengisi hari liburnya dengan mengikuti seminar Super Fast Memorizing Al-Qur’an yang diadakan di Aula Mini Gontor Putri Kampus 3. Acara ini dibuka secara simbolis oleh Al-Ustadz H. Suwarno, TM S.Ag selaku Bapak wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 yang diwakili oleh Al-Ustadz Anwar Fathoni, S.H.

“Memang asyik memang asyik hafal Qur’an, hafal Qur’an memang asyik, memang hafal Qur’an asyik, hafal Qur’an.” Demikianlah lagu yang diajarkan Siti Nurpadhilah Maulida atau yang biasa dipanggil Neng Dilla kepada para mahasiswi guru peserta seminar saat mengawali materinya. “Lagu tersebut memang hanya berisi lirik yang diulang-ulang, ketika pertama dan kedua kali kalian menyanyikan lagu ini apa kalian bisa langsung hafal? Tidak. Begitu pula dengan menghafal Al-Qur’an kita hanya perlu banyak banyak membaca ayat yang kita hafalkan berkali-kali.” Kata Neng Dilla melanjutkan penyampaian materi. Selain memberikan kiat-kiat menghafal cepat, Neng Dilla juga barbagi pengalaman-pengalaman manis sebagai pengahafal Al-Qur’an yang memotifasi dan membuat peserta seminar semakin mantap menghafal Al-Qur’an bukan hanya untuk mengahdapi ujian tahfidz Unida, namun benar-benar ingin menjadi hafidzoh. UmiKalsum89