Home Blog Page 299

K.H. Syamsul Hadi Abdan: Keikhlasan Adalah Jiwa Gontor

0

Mari kita syukuri bahwa keikhlasan para kyai dan guru masih cukup tinggi, dibandingkan dengan para guru di lembaga-lembaga pendidikan atau pondok pesantren di luar Gontor. Para santri ikhlas diarahkan, diawasi, diajari, dievaluasi, dikritik, dan dihukum. Para guru ikhlas mengarahkan, ikhlas mengawasi, ikhlas mengajar, mengevaluasi, mengkritik, dan menghukum. Guru-guru di Gontor tidak dibayar. Inilah cara Gontor untuk menanamkan jiwa keikhlasan. Trimurti mengikhlaskan tanah warisan kepada umat, dikala miskin. Santri dan guru hidup berdampingan dalam satu komplek pesantren. Saling membantu, bekerja sama. Begitulah Gontor hidup selama Sembilan puluh tahun. SPP tidak digunakan untuk membayar guru. SPP digunakan untuk membiayai listrik, membeli meja dan bangku, membangun ruang kelas. Tidak sepeserpun untuk membayar para guru.

Pada masa kepemimpinan Trimurti, seorang santri yang mendapat tugas mengajar oleh kyianya atau mendapat lowongan mengajar di suatu madrasah, mereka amat sangat senang walaupun tanpa imbalan. Guru-guru yang sangat ikhlas mengajar di Gontor, seperti: K.H. Shoiman Lukmanul Hakim, K.H. Imam Badri, K.H. Ibrahim Thoyyib, Ust. Hasuna, Ust. Sirman Nur Salim dan lain sebagainya, telah mengajar di Gontor selama bertahun-tahun bersama Trimurti dengan istiqomah tanpa mengharap imbalan apapun. Selain di Gontor, mereka juga membina dan mengajar di madrasah-madrasah sore (sekolah arab) di daerah masing-masing juga tidak mengharap imbalan apapun.

K.H. Shoiman Lukmanul Hakim, K.H. Imam Badri, K.H. Ibrahim Thoyyib, Ust. Imam Subani sebelum mengajar di Gontor, adalah alumni PP. Tegal Sari. Walaupun tak mendapat ihsan yang banyak, mereka tetap ikhlas mengajar sampai akhir hayat. Tetapi Gontor tidak pernah membiarkan guru-gurunya tanpa kesejahteraan, oleh karena itu pada tahun 1960 telah dibangun Perdos (Perumahan Dosen) di belakang gedung Saudi. Ada empat buah rumah, sehingga dapat tinggal dan membantu Trimurti dalam membina santri dan guru selama 24 jam. Namun, kesejahteraan mereka tetap terbatas, dengan penuh keyakinan, kehidupan mereka tetap dijamin oleh Allah. Keikhlasan yang menjiwai para guru tersebut membuat kemajuan Gontor hingga saat ini.

Pada guru dengan segala keterbatasannya tetap dalam suasana keakraban dan keikhlasan. Dengan buku-buku dan munjid yang hargannya mahal, mereka tetap mengajar dengan penuh kesungguhan, tak pernah putus asa. Istilah malaikatan menjadi jiwa perjuangan mendidik para santri yang akan datang dari segala penjuru dunia, yaitu ikhlas tanpa mengharap imbalan sedikit pun. Kalaupun ada imbalan/ihsan, itu menjadi hal yang tabu bagi nilai perjuangan pendidikan mereka.

Semua keikhlasan terjalin karena kesederhanaan dalam hidup. Semua guru terbiasa dengan hidup yang sederhana yaitu hidup secara wajar. Apa yang dimiliki, semuannya disyukuri dan digunakan semaksimal mungkin.

Sekarang, seberapa besar keikhlasan kita, selama berjuang di pondok ini? Perlu dipertanyakan. Apakah sebanding dengan keikhlasan para Trimurti dan para pendahulu yang lain. Di tengah segala keterbatasan, mereka begitu ikhlas mengajar dan bertugas. Mewakafkan pondok di dalam keadaan yang kekurangan, adalah contoh keikhlasan yang sangat luar biasa. Sebagai generasi penerus, kita harus mengikuti keikhlasan Trimurti dalam membangun pondok ini.

Begitulah keikhlasan yang dicontohkan oleh para Trimurti dan Guru-guru Gontor Lainnya. Kita harus tahu dan ingat untuk selalu mewarisi jiwa keikhlasan, kemandirian serta kesederhanaan Trimurti dalam membangun dan membantu pondok dalam setiap aspek kegiatan dan kehidupannya.*aff

 

Dikutip dari buku Embun Keikhlasan, Hal. 1-3

Seminar Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Santriwati

0

Gontor Putri Kampus 1– Kesehatan merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap manusia. Tanpa adanya kesehatan yang baik, tentu aktifitas seseorang dapat terganggu. Sebagaimana hal tersebut, Gontor amat memperhatikan kualitas kesehatan santrinya. Meskipun memiliki santri ribuan orang, segala kebutuhan yang berhubungan dengan kesehatan mereka tetaplah difasilitasi dengan baik. Salah satunya pengadaan seminar kesehatan guna meningkatkan pengetahuan santriwati.

Seminar kesehatan yang bertemakan “Hygiene Organ Kewanitaan” ini diadakan pada hari Senin, 1 Oktober 2018 di Aula Kulliyatu-l-Banat Gontor Putri Kampus 1.  Acara ini diisi oleh dr. Nadia Alaydrus, S. Ked dan Al-Ustadzah Rafiah Rusyda, S. H. dengan peserta dari seluruh kelas 5 dan 6 serta beberapa dari ustadzah. Dokter Nadia menjelaskan secara jelas dan singkat mengenai penyakit-penyakit yang biasa menyerang organ kewanitaan beserta sebab-sebabnya. Tak lupa pula, dokter Nadia menambahkan mengenai kiat-kiat dalam menjaga organ kewanitaan agar selalu dalam keadaan yang baik. Lalu, pembicara dilanjutkan oleh Al-Ustadzah Rafiah Rusyda, S. H. Ustadzah Rafiah, begitu beliau disapa, merupakan founder sekaligus owner dari CV. Yuspin yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembalut kain wanita. Alumni Gontor Putri ini menjelaskan asal-usul adanya perusahaan ini, serta menjelaskan akan pentingnya penggunaan pembalut kain dibandingkan pembalut sekali pakai yang tersebar di pasaran. Sebagaimana yang diketahui oleh masyarakat, bahwa pembalut sekali pakai mengandung bahan yang berbahaya serta dapat mengganggu kesehatan wanita.

Selama acara ini berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tampak memperhatikan penjelasan, baik dari dokter Nadia maupun Ustadzah Rafiah, dengan sangat baik. Sebagai tambahan di akhir acara, MC mengadakan games yang berhadiah paket pembalut kain Yuspin. Acara pun berakhir dengan sangat baik. Besar harapan melalui acara ini, para santriwati dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan mereka, terutama organ dalam, dengan baik. Fayra

Sujud Syukur 30 Tahun Pesantren Darul Muttaqien Bersama KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Gontor

0

PARUNG, BOGOR – Pada hari Senin (1/10) siang, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal bertolak dari Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom menuju Pondok Pesantren Darul Muttaqien (PPDM) Parung guna menghadiri acara Sujud Syukur Milad ke-30 Tahun Pesantren tersebut. Acara yang dihadiri oleh seluruh dewan guru, santri, dan santriwati PPDM itu diselenggarakan di Masjid Putri Ponpes Darul Muttaqien.

Tepat pukul 14.05 WIB siang, Kiai Hasan tiba di Darul Muttaqien, kedatangan beliau pun disambut hangat oleh santri-santri PPDM yang sembari melantunkan nasyid indah “thala’al badru ‘alaina” secara bersama-sama.

“Saya tadi malam baru pulang dari Moskow Rusia, di sana semua ada, tapi orang masih sangat menghargai disiplin, tahun kemaren saya di Inggris, Eropa. Di sana ketemu Mesut Oezil (pesepak bola muslim Jerman) di restoran halal. Orang-orang di sana cara hidup, cara makan, bergaul yang islami yang halal laku. Di Indonesia banyak orang, tokoh, pemimpin menganjurkan umat Islam meninggalkan agama. Pergaulan ga usah (diatur) agama, makan ga usah (diatur) agama, memilih (pemilu) ga usah (diatur) agama…..Ya Allah. Kalau tidak diatur agama, kita tidak akan ke surga. Sebaik-baik hidup ya, yang diatur agama, maka….”Wahai jiwa yang tenang, kembali ke jalan Allah dengan hati yang ridho, maka, masukklah ke dalam golongan hamba-hamba-Nya dan masuklah ke dalam surga-Nya’ (QS. Al-Fajr 27-30). Jadi, otakmu, pikiranmu, hanya untuk Allah semata” pesan Kiai Hasan dalam tausyiahnya.
“Subhanallah, subhanallah…ini saja, maka kehidupan ini nikmat sekali, kamu nikmati pondok pesantren (Darul Muttaqien yang 16 ha), makanya saya senang sekali kalau yang putra dengan putri ini dipisah, yang wanitia dididik nilai-nilai yang maksimal, yang laki-laki juga maksimal; kepemimpinan, ketangguhan, tanggung jawab, tangkas. Wanita dengan keterampilan, ketulusan, kelembutan dan rasa malu yang tinggi. Saat ini kepemimpinan laki-laki tipis sekali dan rasa malu perempuan juga sangat tipis, makanya bersyukur kalian dididik di pondok pesantren”, lanjut Kiai Hasan.

“Masya Allah, 30 tahun Darul Muttaqien, saya untuk pertama kali kemari, senang sekali saya menyaksikan ini. Doakan saya selalu sehat, bisa mendidik, mengawal dan mengawasi anak-anak semuanya”.
Deem15Nilai-nilai yang disampaikan Kiai Hasan yang disisipkan dalam humor ala santri, benar-benar menginspirasi dewan guru, anak-anak juga pengurus Yayasan Darul Muttaqien yang hadir, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc (alumni Gontor, Pimpinan Darunnajah 2 Cipining Bogor) H. Noor Badri, BA (alumni Gontor, Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta) dan beberapa alumni Gontor (IKPM) yang hadir. Di akhir acara, Kiiai Hasan memimpin doa dan diaminkan oleh seluruh jamaah yang hadir.
“Ya Allah….RahmatMu lebih luas dari dosa-dosa kami, karunia-Mu lebih luas dari maksimat kami, Ya Allah janganlah dosa-dosa kami, maksiat-maksiat kami, menjadi penghalang terkabulnya doa-doa kami untuk mendapatkan rahmat dan ridho-Mu”

Seusai acara, Kiai Hasan didampingi oleh Pimpinan Ponpes Darul Muttaqien, Drs. KH. Madroja Sukarta, juga berkesempatan untuk meresmikan Gedung Olahraga (GOR) Terpadu Santri Putra yang juga berlokasi di dalam komplek Pondok tersebut. habibur_hmz

Akselerasi Pelatihan Jurnalistik, 2 Hari Cetak Wartawan

0

Ponorogo, Gontornews –  “Pelatihan ini berhasil membuat program akselerasi dalam pelatihan jurnalistik, dulu saya pelatihan jurnalistik dua bulan dengan target dan berbagai beban tugas yang harus diselesaikan. Dari sisi biaya juga sangat mahal, hampir menghabiskan puluhan juta. Sedangkan sekarang sangat luar biasa, hanya pelatihan 2 hari para peserta sudah bisa memperlihatkan hasil yang cukup baik dalam hal reportase dan penulisan berita,” papar Redaktur Majalah Gontor Dedi Junaedi saat penutupan Pelatihan Jurnalistik dan Evaluasi Pendataan bagi santri Gontor di Aula Gedung Rabithah, Sabtu (22/9).

Pemimpin Redaksi Gontornews.com Rusdiono Mukri mengatakan para santri Gontor semuanya memiliki bakat untuk menjadi wartawan dan didukung oleh banyaknya acara di Pondok Gontor yang bisa dijadikan bahan berita.

“Pondok Gontor dengan semua aktivitas dan keunikannya, sangat disayangkan kalau tidak ada yang mengabadikannya dalam bentuk beritau,” ujar Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Gontor itu.

Pelatihan Jurnalistik dan Evaluasi Pendataan ini menghadirkan narasumber Pemimpin Redaksi Gontornews.com Rusdiono Mukri, Redaktur Majalah Gontor Dedi Junaedi, Bagian Distribusi dan Sirkulasi Bambang Suherman, dan Sekretaris Redaksi Al Hafidh.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu dihadiri pesarta utusan dari Pondok Modern Gontor pusat dan cabang yang berjumlah 50 orang Putra dan Putri. Mereka adalah: Gontor Pusat, Gontor 2 Ponorogo, Gontor 5 Banyuwangi, Gontor Putri 1 Ngawi, Gontor Putri 2 Ngawi dan Gontor Putri 3 Ngawi.

Berbeda dengan pelatihan tahun sebelumnya, kali ini diadakan lomba reportasi dan penulisan berita. Terpilihlah lima terbaik putra-putri sebagai pemenang. Meraka adalah:

Putra:

  1. Muhammad Fahrur Rozi/Gordapos https://gontornews.com/2018/09/26/kopontren-perkulakan-usaha-memenuhi-berbagai-kebutuhan-pangan-santri/
  2. Fatah Mubin/Gontor 5 Banyuwangi https://gontornews.com/2018/09/23/240-komputer-untuk-santri-agar-melek-teknologi/
  3. Syam/Gontor Pusat

Putri:

  1. Khadijah Srikandi/GP3 https://gontornews.com/2018/09/24/ukk-menyejahterakan-guru/
  2. Dzakiyah Fikra/GP3 https://gontornews.com/2018/09/24/sekpim-tugas-kami-melayani-pimpinan-pmdg/

“Pelatihan ini bertujuan membentuk para pendakwah di era milenial dan menciptakan wartawan yang Islami, walaupun ada beberapa pondok cabang yang tidak bisa hadir karena alasan tertentu,” papar Ketua Panitia Ustadz Nuris Fakhmi Zakky kepada Gontornews.com.

Kepanitiaan pelatihan ini diketuai Ustadz Nuris Fakhmi Zakky  dengan krunya Ustadz Taufiq Ridho Maghriza, Azhar Haliwungan dan Firman Nugraha.  [Sumber dari Al Hafidh]

Kiai Syamsul: Fathul Kutub adalah Ujian

0

Darussalam- Rabu (26/9) K.H. Syamsul Hadi Abdan hadir dalam penutupan Fathul Kutub Siswa Akhir 2019. Beliau hadir bersama Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. dan kedua wakilnya. Acara penutupan ini dibagi menjadi dua sesi: sesi penulisan kesan-kesan (al-Inthiba‘at) dan sesi penutupan Fathul Kutub. Pada sesi pertama, seluruh siswa mendapat dua kertas folio, lalu mereka menuliskan kesan mereka menggunakan bahasa Arab dengan harakat sempurna. Pada 30 menit terakhir, Bapak Direktur menguji beberapa siswa untuk maju dan membacakan kesan-kesannya. Beberapa mendapat pujian dan berberapa perlu perbaikan lagi, namun secara keseluruhan Bapak Direktur bangga dengan kemampuan Kelas 6 tahun ini.

Tepat pukul 09.30 WIB tibalah waktu untuk sesi kedua. Kiai Syamsul langsung menaiki podium dan memberi nasihat. Dalam nasihatnya, beliau menjelaskan setidaknya ada 4 kriteria alumni Gontor. Pertama, Alumni Gontor harus mampu menjadi guru yang baik, baik dalam mengajar ilmu umum maupun ilmu agama. Kedua, mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Ketiga, mampu membaca dan memahami kitab-kitab berbahasa Arab. Keempat, harus siap menjadi kiai. Fathul Kutub ini berkaitan dengan kriteria yang ketiga.

“Inilah di antaranya untuk menguji kalian sampai dimana kemampuan kalian dalam membaca kitab-kitab Arab.” Jelas Kiai Syamsul. Untuk menyelesaikan masalah, santri dituntut untuk menggunakan seluruh kemampuan bahasanya, baik nahwu-sharf-nya, fathul mu‘jam-nya, dan juga perbendaharaan mufradat.

Acara yang berlangsung selama 7 hari ini melibatkan 748 orang siswa dan 66 orang pembimbing. Dimulai dengan pengarahan materi oleh asatidz senior pada Rabu–Kamis (19–20/9) dan bahtsul masail dari Sabtu–Rabu (22–26/9). AaRum

P3Dema Pusat Berjalan Lancar

0

Gontor–Pergantian Pengurus Pusat Dewan Mahasiswa (P3Dema) merupakan bagian dari agenda mahasiswa dan mahasiswi UNIDA Gontor untuk memilih ketua baru Dema Pusat Universitas Darussalam Gontor, sebelum Dema Pusat dipilih, terlebih dahulu diadakan pemilihan Dema wilayah, maka ketua Dema Pusat ini bertugas mengontrol semua Dema wilayah yang ada di setiap kampus cabang.

Acara yang bertajuk “Kaderisasi mengestafetkan nilai kepemimpinan untuk menciptakan generasi pejuang” ini dilaksanakan pada Jum’at (28/9) dan dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan. Inti dari agenda ini yaitu pemilihan ketua baru serta pembacaan laporan pertanggung jawaban, diakhiri dengan serah terima amanat pengurus lama kepada pengurus baru Dema Pusat.

Dengan dilantiknya 3 nama terpilih (M. Hanif Al-Farisi, M. Maulana Malik, dan Indra Setyawan) oleh Pimpinan Pondok, maka mereka secara defacto telah resmi disahkan sebagai ketua baru Dema Pusat Universitas Darussalam Gontor. AbuFariz

 

Gontor Adakan Seminar Photography

0

GONTOR–Bagian Fotografi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) selenggarakan Seminar Photography di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Jum’at (28/9) pagi. Al-Ustadz Khoirul Atqiya yang menjadi pembicara pertama dalam seminar menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini benar-benar dibutuhkan oleh para santri, karena dengan ini minimal mereka dapat mengetahui anatomi kamera dan teknik pengambilan gambar yang baik.

Acara ini berlangsung selama satu minggu, dari Jum’at (28/9) hingga Jum’at (5/10) mendatang. Pada sesi pertama Pembimbing Fotografi, Al Ustadz Khoirul Atqiya memaparkan berbagai materi dasar dalam fotografi, dimulai dari sejarah fotografi, anatomi kamera, aksesoris kamera. Sedangkan pada sesi kedua, Al-Ustadz Maulana dan Al-Ustadz Masau Dito berturut-turut menjelaskan tentang editing foto dan sinematografi.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari kelas 1-6 KMI. Setelah seminar selesai, kegiatan ini berlanjut ke tahapan berikutnya yaitu praktek pengambilan gambar. Setiap peserta mendapatkan giliran untuk mengambil gambar dengan materi praktek yang berbeda, dimulai dari foto studio, foto outdoor, foto kreasi outdoor, praktek foto indoor, dsb.

Dalam setiap tahapan, terlihat para peserta sangat antusias dalam mengikuti seminar dan pelatihan ini, terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang hendak bertanya ketika sesi pertanyaan seminar, serta keaktifan mereka ketika melakukan praktek pengambilan gambar bersama para pembimbing fotografi. Dengan diadakannya seminar dan pelatihan fotografi ini diharapkan, para santri mampu meningkatkan pemahaman mengenai kamera, serta dapat memperluas wawasan tentang dunia fotografi. Rakafadel

Kasyful Mu’jam Asah Bahasa Arab Siswa Kelas 6 KMI

0

GONTORKasyful Mu’jam merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Khususnya untuk siswa kelas 6 Kulliyatu-l-Muallimin Al-Islamiyyah (KMI). Kegiatan ini diadakan guna mengasah bahasa arab siswa kelas 6 KMI. Karena bahasa merupakan salah satu kurikulum di PMDG. Selain itu, Kasyful Mu’jam juga dapat memperluas wawasan santri dalam menyelami kosakata Bahasa Arab. Tepat pada hari Sabtu, (29/9) dimulainya pengarahan tentang Fathul Mu’jam dan Mu’jam Al-Mufahros di masing-masing kelas, yaitu dari kelas 6 B s.d. 6 T, Selanjutnya di hari Senin-Selasa (1-2/10) diadakan ujian Kasyful Mu’jam dan Mu’jam Al-Mufahros yang bertempat di Gedung Sudan 1.

Ujian dalam Kasyful Mu’jam ini cukup unik, karena usai para santri menyelesaikan tugasnya, lembar jawaban pun langsung dikoreksi oleh para pengawas yang masing-masing ruangan berjumlah 4 orang, sangat intensif dan relatif singkat acara seperti ini, akan tetapi nilai pendidikan yang terkadung di dalamnya sangatlah tinggi. Karena di saat itulah mereka dilatih untuk menjadi pribadi yang jujur dalam menjawab soal ujian.

Untuk Kasyful Mu‘jam ini, para siswa diharuskan menggunakan kamus “Munjid”, kamus bahasa Arab yang dijadikan pedoman segenap guru dan siswa KMI. Selain mencari arti kata bahasa Arab dari kamus “Munjid”, acara ini juga disertai dengan latihan menemukan ayat tertentu di dalam Alquran beserta suratnya dengan menggunakan Al-Mu’jam Al-Mufahras li Alfadzil Qur’an. Hal ini dalam rangka memudahkan para siswa untuk mencari rujukan ayat tertentu di dalam Alquran dengan cepat. Sehingga, pada saat kita menemukan penggalan ayat yang tidak mencantumkan nama suratnya, dengan Mu‘jam Mufahras, kita tidak membutuhkan waktu lama untuk melengkapi ayat tersebut.

Usai pelaksanaan acara ini, sangat diharapkan bagi siswa kelas 6 KMI untuk terus berlatih dan membiasakan diri untuk membuka dan mencari al Kalimat al So’bah di kamus “munjid” dan mencari rujukan ayat tertentu di dalam Alquran dengan menggunakan “al-Mu’jam Al-Mufahros”.*aff

 

Unida Gontor Kembangkan Kerja Sama dengan Rusia

0

MOSKOW-Universitas Darussalam (Unida) Gontor berkeinginan mengembangkan kerja sama dengan institusi muslim dan perguruan tinggi Rusia. Hal ini dijajaki dalam kunjungan ke Rusia pekan lalu. 

Dalam kunjungan ke Rusia pada 24-29 September 2018, UNIDA melakukan pertemuan dan penjajakan kerja sama dengan dua universitas terkemuka di Rusia, St Petersburg State University (SPBGU) di St Petersburg dan National Research University Higher School of Economics (HSE). 

Rombongan juga sempat mengunjungi Masjid Agung Moskow dan berdiskusi dengan Dewan Mufti Rusia. Demikian seperti disampaikan dalam keterangan pers KBRI Moskow yang diterima detikcom, Senin (1/10/2018).

Rombongan UNIDA dipimpin langsung oleh Presiden UNIDA, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Rektor UNIDA, K.H. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi. Rombongan juga sempat mengisi pengajian di depan masyarakat Muslim Indonesia di Rusia yang tergabung dalam Himpunan Persaudaraan Islam Indonesia (HPII) di Mushola KBRI Moskow.

Rektor UNIDA mengatakan bahwa kunjungannya ke Rusia bertujuan untuk dapat menjalin dan mengembangkan networking dengan perguruan tinggi di Rusia. Banyak alumni UNIDA yang memiliki kemampuan dan berkeinginan melanjutkan studinya di luar negeri. Saat ini terdapat alumni UNIDA yang studi di Rusia. Kerja sama dapat dilakukan dalam bentuk penelitian bersama untuk para dosen dan pertukaran mahasiswa.

“Alhamdulillah, perguruan tinggi Rusia menyambut baik untuk bekerja sama dengan UNIDA. Kami optimis untuk lebih intensif lagi menjalin komunikasi dengan mereka,” kata KH Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi.

UNIDA merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang unik berdasarkan sejarah pendirian dan sistem pendidikannya. Meskipun berlandaskan tradisi Islam, UNIDA berkembang sebagai sebuah perguruan tinggi swasta modern. UNIDA tidak hanya memiliki fakultas dan program studi Islam, seperti Fakultas Ushuluddin, Tarbiyah, Syariah, tetapi juga fakultas umum lainnya, yaitu Ekonomi dan Manajemen, Humaniora, Ilmu Kesehatan, serta Sains dan Teknologi. UNIDA telah memiliki kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri.

Pengembangan kerja sama dengan HSE di Moskow dapat dititikberatkan pada bidang ekonomi, manajemen, dan humaniora. Sedangkan kerja sama dengan SPBGU di St Petersburg dapat difokuskan pada bidang sejarah dan budaya Islam, selain bidang-bidang umum lainnya, baik ekonomi, humaniora, maupun kesehatan.

Dalam pertemuan UNIDA dengan Dewan Mufti Rusia dibahas pengembangan kerja sama di bidang pendidikan Islam dan upaya-upaya mendekatkan hubungan antara komunitas muslim Rusia dan Indonesia. UNIDA mengundang mahasiswa muslim Rusia untuk belajar di UNIDA.

Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia, Damir Hazrat Gizatullin menyampaikan bahwa masyarakat muslim Rusia merasa dekat dengan Indonesia dan tetap mengenang Presiden Sukarno yang pernah berkunjung ke Masjid Agung Moskow tahun 1956. Presiden Sukarno juga berjasa dalam pengembalian fungsi Masjid Agung St Petersburg sebagai tempat ibadah umat muslim setempat.

“Indonesia dapat dijadikan contoh bagi kami, seperti dalam penanganan haji. Kami juga mendukung agar mahasiswa muslim Rusia dapat belajar di Indonesia,” ungkap Damir Hazrat Gizatullin.

Setelah runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, komunitas muslim di Rusia mengalami kebangkitan. Masyarakat muslim terus berkembang. Saat ini terdapat sekitar 7 ribu masjid di seluruh wilayah Rusia. Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, kerja sama pendidikan dan keagamaan dapat turut mendekatkan hubungan antara bangsa Indonesia dan Rusia.

“Kerja sama pendidikan dan keagamaan juga dapat berdampak positif pada kerja sama ekonomi, perdagangan dan pariwisata. Rusia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di Eropa dengan jumlah sekitar 20-25 juta orang. Oleh karena itu, kerja sama dengan Rusia terkait bidang keagamaan, khususnya Islam, juga sangat potensial. Tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga bagi pemasaran beragam produk halal Indonesia,” ucapnya. Rakafadel

 

https://news.detik.com/internasional/4237490/universitas-darussalam-gontor-kembangkan-kerja-sama-dengan-rusia (Novi Christiastuti. detik.com)

 

Seminar Talk Show Jurnal Internasional

0

Darussalam-“Ketika ikhtiar sudah di garis batas, biarkanlah doa dan takdir yang bertarung di langit”. Begitu bunyi salah satu kutipan buku yang di tulis oleh Fatturroyhan, bertajuk Never Quit. Sang penulis mengungkapkan bahwa ada banyak keajaiban dan kekuatan di dalam do’a. Bahwa pertolongan Allah sangatlah dekat dengan kita, selama kita senantiasa bersandar kepada pertolongan-Nya. Hal ini ia ungkapkan berdasarkan pengalaman berharga yang ia bagi bersama para peserta Seminar Talk Show Jurnal Internasional hari Selasa (2/10).

Seminar ini diselenggarakan bagi mahasiswi-mahasiswi aktif Universitas Darussalam Gontor Divisi Mantingan Gontor Putri Kampus 2, dengan panitia penyelenggara Dewan Mahasiswa (DEMA). Seminar yang mengangkat tema kepenulisan jurnal internasional ini diharapkan dapat memberikan motivasi lebih bagi para mahasiswi untuk menulis. Membaca tulisan adalah perkara mudah, tetapi menciptakan tulisan adalah sesuatu yang luar biasa. Semua orang dapat membaca, tapi tidak semua bisa menulis dengan baik.

Dipartisipasi oleh mahasiswi guru Gontor Putri Kampus 2
Dipartisipasi oleh mahasiswi guru Gontor Putri Kampus 2

Penulis kelahiran 1994 ini kemudian berbagi banyak pelajaran hidup yang ia alami sejak mengenyam bangku KMI sampai saat ini menjabat sebagai seorang guru di pondok cabang Gontor Kampus 6 Darul Qiyam. Sosok ayah dan ibu menjadi pembangkit semangat dikala dirinya dirundung keputusasaan. Fatturroyhan kemudian, mampu menyelesaikan skripsinya dalam waktu genap 4 minggu alias 1 bulan. Kuliah jenjang S1 pun terselesaikan dalam waktu 3,5 tahun.

Dengan kelulusan yang diraih lebih cepat dibandingkan teman-teman seperjuangannya, ia mulai mengikuti dengan aktif kegiatan menulis jurnal berskala Internasional. Melalui event-event Youth Education and Entrepreneurship Summit (YEES), Friendship Forum Indonesia (FFI), sampai ditarik untuk mempresentasikan paper ilmiahnya di Paris, Perancis. Tak henti disitu, ia kemudian diundang ke acara PPI Australia untuk kembali mempresentasikan papernya dengan judul yang berbeda lagi.

Bukan mudah, jalan yang ditempuh seorang guru KMI ini tidak selalu mulus. Bahkan terjal dan berliku. Banyak kendala yang harus dihadapi, salah satunya adalah economy supporting.Tetapi sekali lagi, pertolongan Allah sangatlah mudah didapatkan ketika kita telah berusaha maksimal yang berkejaran dengan do’a pada Yang Maha Kuasa. Mengeluh tak akan memberi jawaban, keputusasaan hanya akan menghancurkan.

Selain motivasi, penulis ini kemudian membagikan tips-tips kepenulisan jurnal yang dapat menembus kancah internasional. Bagaimana kita dapat memberikan nilai tambah pada tulisan, contoh dari sebuah personal statement yang baik, juga berbagi jejaring internet yang dapat menampung tulisan-tulisan kita untuk didiskusikan oleh orang-orang dari belahan dunia. Sekali lagi, ia menyampaikan, kunci dari mimpi adalah konsisten, sebelum konsisten haruslah didapatkan tekad dan keberanian. Tak berani memulai sekarang, lalu kapan lagi? Addien

Penyerahan Cinderamata
Penyerahan Cinderamata