SIMAN-Guna meningkatkan perkembangan perkoperasian pondok pesantren, Kementrian Agama RI memberikan pelatihan kepada seluruh perwakilan pondok pesantren di Indonesia. 30 peserta dari 30 provinsi perwakilan pimpinan pondok pesantren se-Indonesia mengunjungi unit-unit usaha yang dikelola oleh Pondok Modern Darussalam Gontor pada Ahad (02/09).

Tim yang diketuai oleh Ustadz Ismail Kadir dari Pondok Pesantren Ummushabri Kendari Sulawesi Tenggara hendak belajar dari keberhasilan Gontor dalam mengelola unit-unit usaha, bisnis pondok serta kopontren, sehingga memiliki kemandirian dalam hal pendanaan. Tim Diklat melihat secara langsung beberapa unit usaha Gontor seperti percetakan Darussalam Press, pabrik air kemasan “Amidas”, pusat penggilingan padi (Selep) Gontor dan BMT (Baitul Maal wat Tamwil) Gontor.
Semua peserta antusias dalam mendengarkan pemaparan dari Ustadz Drs. H. Imam Mukhtar di unit usaha Amidas dan Selep Gontor. “Unit usaha ini menunjukkan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor bisa hidup mandiri dalam mengembangkan pondok. Itu baru mampu memenuhi kebutuhan di dalam, kita belum sempat menerima order dari luar pondok” imbuhnya.

Sejatinya unit usaha yang dimiliki Pondok Pesantren itu dijadikan sarana untuk membentuk kemandirian dan pengelolaan, organisasi serta menjadi media bagi pondok untuk melakukan praktik berwirausaha, sehingga terdapat keseimbangan pada pendidikan agama dan pendidikan kewirausahaan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Y. Suyoto Arief, M.S.I. saat materi tentang pelayanan prima anggota kopontren pada kegiatan Diklat Teknis Substantif Perkoperasian Pondok Pesantren di Hall Unida Inn, Universitas Darussalam Gontor.
Saat ini, Gontor sudah memiliki 32 unit usaha, Ada unit usaha yang diluar koperasi yaitu perseroan. Beberapa pengembangan kopontren Gontor antara lain SPBU yang dikelola oleh Pondok Modern Gontor di Wonosobo.
Kunjungan di hari ketiga adalah unit usaha Latansa Gontor, yang terletak di jalan Sultan Agung No.21, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo. Unit usaha ini dialokasikan dalam satu gedung yang terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama terdiri dari tiga unit usaha, diantaranya Latansa Toko Peralatan Olah Raga dan Latansa Apotik. Lantai kedua terdapat Latansa Book Store, dan lantai ketiga merupakan ruangan untuk staf dan karyawan.*Atika R. Masrifah

tujuanya adalah untuk menambah semangat seluruh ustadzah agar dapat lebih giat dalam perkuliahannya khususnya bagi ustadzah tahun ke empat atau mahaisiswi guru yang telah duduk di semester 7 yang sedang berusaha menyelesaikan skripsi sebagai syarat menjadi seorang wisudawati.
Sebagai ajang pengenalan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 kepada santriwati-santriwatinya.
Perlombaan perkemahan ini ditutup pada 11 Juli 2018 dan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang perlombaan-perlombaan. Dan juara umum Perlombaan Perkemahan Penggalang Penegak Antar Pondok Cabang dan Pondok Alumni 2018 ini di raih oleh Kontingen Gontor Putri Kampus 3. UmiKalsum89
Pagi yang cerah diawali dengan semangat baru para mujahidah fi sabilillah, iyalah mereka santriwati yang baru saja menginjakkan kaki di Gontor Putri Kampus 3 untuk melanjutkan perjuangan mereka agar dapat menjadi mundzirul qoum di masa depan nanti.Hentakan langkah mengiringi mereka menuju Auditorium untuk menyimak pembekalan yang akan disampaikan oleh Al-Ustadz Suwarno TM S. Ag dan juga Al-Ustadz Dr. H. Muhammad Fauzi M. Ud.
guna untuk meyakinkan meraka bahwa pembagian kelas bukanlah untuk membedakan mereka antara yang pintar dan yang bodoh tapi karna ketidakcukupnya ruangan yang harus memuat jumlah mereka yang banyak dalam satu kelas, dan juga untuk memudahkan mereka dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh para asatidz dan ustadzah.
Rentetan tersebut dilaksanakan dari tanggal 12 Juli 2018 hingga tanggal 21 Juli 2018. Bertempatkan di Auditorium Gontor putri kampus 3 dan lapangan untuk LKBB. Dari sinilah diambil peraih juara umum dari Angkatan kelas 4, dari Konsulat Jawa Barat, dan dari Rayon Hijaz.