Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Begitulah sekiranya yang sering kita dengar, anjuran bagi kita untuk selalu bersemangat dalam melakukan kebaikan. Hawa persaingan sehat begitu terasa pada malam Sabtu (25/8), ketika para santriwati berkumpul di kelas masing-masing untuk mengikuti babak penyelisihan Exact Week atau biasa dikenal dengan Usbu’ Eksak.
Usbu’ Eksak adalah event perlombaan akademik yang terfokuskan pada bidang pelajaran eksak. Perlombaan ini terpisah antara angkatan, yang setiap kelasnya mengirim 3 delegasi untuk bersaing dengan kelas lain dalam satu angkatan yang sama. Model perlombaannya seperti cerdas cermat, yang setiap kelompok pesertanya akan merebutkan poin dari soal yang diberikan oleh panitia.
Sebelum menuju perlombaan final, setiap kelas melakukan babak penyisihan untuk memilih perwakilan kelas yang akan maju ke garis depan. Antusias terpancar dari wajah mereka, terlihat bahwa masing-masing individu saling memperebutkan 3 kursi yang terbatas tersebut, mengingat event ini akan menjadi pengalaman berharga bagi mereka. Babak penyisihan pun berakhir dalam dua gelombang, dan 3 nama dari setiap kelas maju sebagai finalis yang diadakan pada Jum’at (31/8).

Masing-masing angkatan secara terpisah berkumpul dalam satu tempat ketika final Usbu’ Eksak dihelat. Sorak sorai para santriwati bersahutan menyemangati perwakilan kelasnya masing-masing. Bahkan, anggota kelas memakai atribut khusus untuk menunjukkan ciri khas mereka. Sementara yang menjadi perwakilan sibuk dengan bukunya masing-masing, mempersiapkan diri untuk memperjuangkan nama kelas mereka.
Final Usbu’ Eksak dibagi menjadi 2 babak. Pada babak pertama, masing-masing kelas memilih satu amplop berisi soal wajib. Soal wajib ini bernilai 100 poin apabila terjawab, dan 0 poin jika salah atau tidak bisa menjawab. Pada babak kedua, adalah sesi soal rebutan dimana setiap kelas akan bertanding kecepatan dalam menjawab soal. Apabila benar skor bertambah 100, dan apabila salah maka akan terkurangi 25 poin.
Hasil poin terbanyak kemudian nantinya akan keluar sebagai juara 1, dan begitu berurutan dengan juara 2 dan 3. Dalam setiap perlombaan pasti akan ada kemenangan, begitu pula kekalahan. Maka anak-anak kemudian mendapatkan himbauan untuk tidak berkecil hati bagi yang menang, dan untuk tidak merasa cukup atas ilmu yang telah didapat apabila menang. Semua tetap harus kembali mengembangkan ilmu demi bekal masa depan. Addien
Pada Malam Takbiran kali ini, Bapak Pimpinan PMDG mengutus Al-Ustadz Agus Muliana untuk menyampaikan ceramahnya tentang hari Idul Adha. “Dalam berqurban kita harus ikhlas dan siap mengorbankan sebagian harta kita untuk orang lain, yang pada hakikatnya perlu kita ingat bahwa semuanya adalah milik Allah Swt. Dikarenakan ibadah qurban adalah untuk Allah Swt., maka sudah seharusnya kita memberikan hewan qurban yang terbaik yang kita punya. Prinsip ini akan menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah Swt.” berikut potongan pidato beliau pada malam takbiran tersebut. Dilanjutkan beliau bercerita tentang kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Nabi Ismail AS, dst.
Acara ini resmi dibuka oleh Prof. K.H. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., selaku Rektor UNIDA Gontor, dan dihadiri oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, dan diikuti oleh para dosen dan mahasiswa UNIDA. Acara ini bertujuan untuk menampilkan kreativitas dan kebersamaan mahasiswa serta mendidik serta menjalin hubungan di antara mereka.

