Karangbanyu- Drama Arena merupakan salah satu acara tahunan Pondok Modern Darussalam Gontor yang diselenggarakan oleh Santriwati Kelas 5 yang berjumlah 463 Santriwati. Acara ini bertujuan melatih mental, meningkatkan kebersamaan dan kreatifitas santriwati. Selain itu juga melatih santriwati kelas 5 membagi waktu mereka, karena peran mereka dirayon, konsulat juga sebagai santriwati yang menimba ilmu.
Drama Arena kali ini diadakan diLapangan Hijau Gontor Putri Kampus 3 setelah sebelumnya diadakan di Depan Auditorium pada tanggal 27 Dzulqo’dah 1439 H/9 Agustus 2018 M, dihadiri oleh seluruh warga Darussalam dan beberapa wali santriwati yang ikut menyaksikan acara spektakuler ini. Dibuka secara simbolis oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag dengan memukul bedug dilanjutkan oleh Grand Opening dan acara-acara menarik lainnya. “Pejuang Cahaya Islam” merupakan Tema yang diangkat santriwati kelas 5 dalam Drama Arena ini.
Hal menarik yang ada di Drama Arena kali ini adalah Acara Drama yang mengangkat Kisah Fiktif menceritakan Sang Nyai yang mempunyai Pondok Al-Quddus dan dijajah oleh pemerintah Jepang yang menginginkan aset persenjataan, namun keteguhan hati Sang Nyai yang kuat berhasil mempertahankan Pondok tersebut sampai titik penghabisan darah terakhir. Santriwati sangat antusias menyaksikan Pagelaran Seni ini, terlihat dari kesemangatan dan tidak adanya santriwati yang mengantuk hingga acara berakhir. Acara ini diakhiri dengan evaluasi oleh Dewan Juri dan Pemberian Nilai dan Drama Arena tahun ini mendapat nilai 8,69 meningkat 0,2 dari tahun sebelumnya 8,67. Dengan segala usaha dan do’a, acara ini berjalan lancar setelah sore harinya turun rintik-rintik hujan membasahi bumi Darussalam. @Qudwah8830
Karangbanyu- الراحة في تبادل الأعمال. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 terus dipenuhi dengan berbagai macam kegiatan, termasuk peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Gontor Putri Kampus 3 ikut merayakan Kemerdekaan Indonesia pada hari Jum’at, 17 Agustus 2018 di Depan Auditorium diikuti oleh seluruh santriwati dan Dewan Guru.


Perlombaan baris-berbaris ini sengaja diadakan dan terkhususkan kepada segenap santri di asrama/rayon yang belum melibatkan dirinya dalam kegiatan kepramukaan secara mendalam, agar mereka juga mampu melakukan kegiatan baris-berbaris, yang merupakan salah satu ilmu dasar kepramukaan. Maka yang diharapkan untuk dikuasai adalah terbiasanya para santri dalam hal melakukan baris-berbaris dengan baik, menciptakan kreativitas para santri, dan latihan menjadi pemimpin yang tegas dalam bersikap dan berperilaku.

