Unggun Gembira Meriahkan Penutupan LP3 XXX
Gontor – Acara Unggun Gembira menandakan selesainya acara LP3 yang pada tahun ini dimenangkan oleh kontingen KOSTRADAMA (Kontingen PMDG kampus 3) dengan status juara umum: juara satu di kategori penggalang dan juara dua dikategori penegak. Adapun juara favorit diraih oleh 15089-01.
Kegiatan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) merupakan salah satu dari rentetan acara Khutbatu-l-Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pada pelaksanaannya yang ke-30 ini, LP3 mengambil moto “Scout Raises The Nation’s To Uphold Islamic Civilization”. Kegiatan perkemahan tersebut diselenggarkan untuk seluruh pondok alumni se-Indonesia yang diikuti oleh lebih dari 1000 adika pramuka baik penggalang maupun penegak, dimulai pada hari Rabu (1/8) sampai hari Senin (6/8).
Unggun gembira kali ini dibuka oleh Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. yang bertempat di halaman gedung Rabithah, Acara malam hari ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Satya Dharma Pramuka, setelah itu setiap pondok menampilkan performa masing-masing yang telah diseleksi oleh panitia. Berikut beberapa acara yang ditampilkan oleh para peserta LP3:
- Drama Kabaret 15089-01
- Musik Dawu Al-Amien Madura
- Sajodel Darul Muttaqien Bogor
- Amazing Shadow Darel Qolam
- Topeng Ireng Gontor Kampus 6
- Tobelo Gontor Kampus 13
- Step Up Revolution Al-Istiqomah
Acara ini ditutup oleh renungan yang dipimpin oleh panitia LP3.AbuFariz
Seminar “al-Multaqa as-Tsaqafy fi al-Lughati al-‘Arabiyah wa al-Injiliziyah” Tingkatkan Kualitas Bahasa Kelas 5
Mantingan-Language is our crown, istilah ini sudah tidak asing lagi di Gontor. Ibarat mahkota, bahasa menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan Gontor, karena kegiatan di pondok penuh dengan unsur pendidikan linguistik (bahasa). Ia akan menjadi kunci utama untuk memperdalam ilmu pengetahuan, baik selama di pondok atau di luar pondok nantinya.
Dalam rangka peningkatan bahasa Arab dan Inggris di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Bagian Pembimbing Bahasa atau Language Advisory Council (LAC) mengadakan Seminar “al-Multaqa as-Tsaqafy fi al-Lughati al-‘Arabiyah wa al-Injiliziyah” pada Jum’at (10/08) kemarin. Acara berlangsung di Auditorium dan dibuka oleh Bapak Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz Dr. Fairuz Subakir Ahmad, M.A.
Seminar diadakan dalam 2 sesi dan 3 pemateri. Sesi yang pertama Jum’at pagi oleh Al-Ustadz Yoke Suryadarma, M.Pd.I membawakan materi dengan tema “Ahammiyatu al-Lughoh al-‘Arabiyah”, dilanjutkan oleh Al-Ustadz Dr. Hafidz Zaid, M.A dengan tema “Lughotu al-Ahbar wa al-Id’ah”. Sesi selanjutnya siang hari oleh Al-Ustadz M. Taufiq Affandi, M.Sc dengan tema “Debate in Bilingual Language”.
Seminar ini diikuti oleh seluruh santriwati kelas 5 KMI sebagai pengurus rayon. Kelas 5 sebagai mudhabbiroh yang berperan penting dalam menegakkan disiplin bahasa terutama di rayon. Selain untuk meningkatkan kualitas bahasa, tujuan lain adalah agar para pengurus rayon memperbaiki niat dan keseriusan dalam mengajarkan bahasa pada seluruh santriwati Darussalam. Seminar ini juga merupakan wujud perhatian pondok terhadap pentingnya menjaga dua mahkota pondok, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris.Salsabila
LPJ PBS: Agar Kelak Santriwati Tidak Segan dan Canggung Bermasyarakat
Masih dalam rentetan acara PKA (Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy) seperti Haflah Wuddiyah, Pekan Olahraga dan Seni Darussalam (POD), Apel
Tahunan, dsb. Langsung setelah beberapa babak kuliah umum PKA, dilanjutkan dengan acara keorganisasian, yaitu Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawal (LPJ PBS) dan Serah Terima Amanat dari PBS ke Pengurus OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka.
Acara ini penting karena merupakan wadah atau sarana dalam mendidik santriwati, khususnya dalam bidang keorganisasian. Pendidikan tentang keorganisasian dan kepemimpinan di Pondok Modern Darussalam Gontor dinilai sangat penting, karena kedua hal tersebut akan ditemui di masyarakat nanti, sehingga hal tersebut dirasa perlu untuk diajarkan kepada para santriwati sejak dini agar kelak mereka tidak canggung bermasyarakat termasuk berorganisasi. Seperti yang disampaikan oleh KH. Ahmad Suharto, M.Pd. bahwa semua yang akan ditemui santriwati di masyarakat (organisasi) tentu akan diajarkan di pondok. Beliau juga menambahkan bahwa isi pondok ada tiga; yang pertama keislaman, yang kedua keilmuan dan yang ketiga kemasyarakatan.
Acara ini diadakan pada hari Selasa (07/09) malam sampai Rabu (08/09) di Auditorium Gontor Putri Kampus 1, dihadiri oleh segenap santriwati dan guru Gontor Putri Kampus 1. Adapun laporan pertanggungjawaban setiap bagian dari OPPM dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka, dibacakan secara bertahap dan simak oleh seluruh santriwati dan guru-guru, juga diberikan beberapa komentar oleh ayah tercinta; Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd. dan Al-Ustadz KH. Fairuz Subakir Ahmad, M.A., sebagai wujud kritik, saran dan juga motivasi agar menjadi lebih baik.
Sebenarnya pendidikan keorganisasian dan kepemimpinan tidak hanya ada pada acara ini, bahkan jauh sebelum acara ini, santriwati telah diajari bagaimana mengonsep, membuat program kerja, menyusun anggaran, melakasanakan program dan akhirnya mempertanggungjawabkan hasil dari program-program yang telah dilaksanakan tersebut. Begitulah Gontor mendidik santri dengan kegiatan, kegiatan yang edukatif, sarat akan nilai pendidikan, untuk mencetak generasi yang akan mengawal nilai-nilai pesantren bagi kejayaan umat dan bangsa.pearl.
Pembacaan Hasil Ketetapan Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator
Telah berakhir masa bakti Panitia Bulan Syawwal dengan berakhirnya pembacaan Laporan Pertanggungjawaban serta Serah Terima Amanat yang kembali kepada OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) serta Koordinator Gerakan Pramuka. Kini pemegang kendali keorganisasian telah kembali diambil alih oleh OPPM serta Koordinator, sebagai penanggungjawab utama.

Dengan kembali bermula dari awal yang baru serta niat yang bersih, maka langkah awal yang ditempuh adalah Pembacaan Hasil Ketetapan Musyawarah Kerja yang sebelumnya telah diproses dan disahkan pada bulan Sya’ban ketika pada saat itu para pengurus masih menduduki kelas 5 KMI. Merekapun mampu membuktikan dedikasi serta kerja keras yang baik sehingga tersusunnya segala program kerja dan strukturalisasi dengan rapi.
Pagi hari Kamis (9/8), seluruh santriwati berkumpul di aula outdoor ala Gontor Putri Kampus 2 untuk bersama-sama mendengarkan Hasil Ketetapan Musyawarah Kerja OPPM dan Koordinator. Tujuan utama adanya pembacaan hasil musyawarah kerja ini adalah agar semua santriwati menyaksikan dan mengetahui dengan detil program kerja yang telah disahkan dan menjadi amanat di tangan pengurus OPPM dan Koordinator. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan sosialisasi bagi program baru yang belum pernah ada sebelumnya yang juga berkaitan dengan kedisiplinan pondok. Dengan begitu, santriwati pun akan memahami nilai pendidikan yang akan didapatkan dalam kedua organisasi utama itu. Addien

Santriwati Kelas 5: Awali Kebersamaan di Pra KMD
Gontor Putri– Bukan menjadi Jum’at yang biasa untuk santriwati kelas 5 (27/7), Majelis Pembimbing Koordinator Gerakan Pramuka Harian (Mabikori) menggelar acara pra KMD guna untuk memberi gambaran secara umum tentang kegiatan KMD. Acara Kursus Mahir tingkat Dasar (KMD) ialah acara kepramukaan yang wajib diikuti seluruh santriwati kelas 5 di Gontor tanpa terkecuali sebagai syarat menjadi mudaribat di gugus depan gerakan PRAMUKA.
Acara Pra KMD berlangsung selama satu hari penuh, terdiri dari 5 sesi materi umum mencakup baris-berbaris, menaksir benda, peta pita, tali temali dan P3K. Sedangkan tutor pada acara pra KMD ialah asatidzah yang telah mengikuti Program KML (Kursus Mahir tingkat Lanjut) dan KPD (Kursus Pembina tingkat Dasar). KMD tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2018 tepat setelah acara “Drama Arena” usai. Jumlah peserta yang akan mengikuti acara KMD tahun ini ialah 735 peserta yang terdiri dari santriwati kelas 5 Gontor Putri Kampus 1 dan 2.
Gemuruh yel-yel santriwati kelas 5 mewarnai setiap sudut tempat di kampung nan damai, menyambut acara pra KMD ini dengan penuh kesemangatan dan kegembiraan. KMD di Gontor Putri bukan hanya menjadi kursus pembentukan santriwati sebagai pembina PRAMUKA saja, namun menjadi waktu yang tepat untuk menyatukan ayunan langkah santriwati kelas 5 dalam menghadapi ribuan kegiatan setahun kedepan. Kekompakan dan kesatuan santriwati kelas 5 adalah hal yang penting bagi kesuksesan seluruh acara pondok, karena merekalah yang membimbing anggota Darussalam untuk turut serta melancarkan kegiatan-kegiatan pondok.
Setelah acara pra KMD selesai, santriwati kelas 5 mulai mempersiapkan hal-hal apa saja yang mereka butuhkan untuk menyambut KMD yang sangat mereka tunggu-tunggu. Persiapan tersebut dalam segi akomodasi, fisik, pengetahuan dasar kepramukaan maupun mental spiritual. Persiapan akomodasi seperti pasak tenda, bambu tenda, aksesoris-aksesoris kepramukaan, persiapan spiritual seperti adanya wajib hafalan At-ta’awudzat, adapun persiapan pengetahuan dasar materi kepramukaan seperti Dasadharma dan Trisatya sebagai syarat untuk mengikuti acara KMD di Gontor Putri, semua itu perlu disiapkan secara matang demi lancarnya acara. Audita_
Syanggit Raih Juara I CC Antarrayon
Darussalam- Juara I Lomba Cerdas Cermat (CC) antarrayon tahun ini diraih oleh Rayon Syanggit, dengan total skor 1.050 Syanggit mengalahkan finalis lainnya, yaitu: Indonesia 2 Lt 2 (650), Syiria Lt. 4 (800), Saudi 1 Lt. 2 (500), dan Palestina (950). Di bawah kepemimpinan juri: Ustadz Dadang Irsyamuddin, S.E, Ustadz Wisnu Imam, S.E, dan Ustadz Rahmadani Adiyatma. Lomba yang diprakarsai oleh Panitia Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (P3KA) ini diadakan pada hari Ahad (8/7), bertempat di BPPM.
Lomba ini dibagi menjadi 2 tahap: tahap penyisihan dan tahap final. Tahap penyisihan diadakan sore hari di hari yang sama. Materi yang dilombakan mencakup 3 kategori, yaitu: Pelajaran KMI, Wawasan umum, dan Kepondokmodernan. “Lomba ini diadakan untuk mengembangkan wawasan santri dan membangkitkan semangat mereka untuk belajar” Jelas Panita.
Berbeda dari lomba tahun lalu, tahun ini final lomba CC lebih spesial. Panitia membuatkan video perkenalan finalis dari setiap rayon, juga panitia membuat score board di layar proyektor. AaRum
Gontor Mengawal Sistem dan Nilai Pesantren bagi Kejayaan Umat dan Bangsa
Ahad 05 Agustus 2018 lalu, telah diadakan upacara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 dan 2. PKA merupakan kegiatan yang hukumnya wajib di Gontor, maka dari itu setiap tahun acara ini dilaksanakan disetiap kampus Gontor pusat maupun cabang. Pekan Perkenalan ini dimeriahkan dengan rentetan acara-acara sebelum dan sesudahnya, seperti Pekan Olaharaga Darussalam (POD), Haflah Wuddiyah, LPG/TPi (Lomba Perkemahan Galang/Tegak Putri), Pelangi Antar Nusa (PAN), Drama Arena maupun Panggung Gembira. Meskipun PKA rutin diadakan setiap tahun, namun PKA bukan sekedar rutinitas. PKA mengandung arti dan manfaat yang luar biasa bagi segenap penduduk Pondok Modern Darussalam Gontor, karena PKA memahamkan segenap santri dan guru-guru tentang bagaimana Pondoknya, apa tujuannya, bagaimana dinamikanya, apa prinsipnya, siapa saja yang ada didalamnya, bahkan bagaimana sejarahnya.
Apel tahunan PKA diadakan dilapangan depan auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 1, diikuti oleh seluruh santriwati
PMDG Putri kampus 1 dan 2 serta segenap guru dan tamu undangan. Acara berlangsung dengan khidmat dengan dukungan cuaca yang cerah dan penampilan para petugas upacara yang optimal, tentunya setalah persiapan yang matang. Begitupun pada akhir-akhir acara ini lebih meriah lagi dengan penampilan atraksi-atraksi oleh para santri, mulai dari penampilan MBGND (Mercing Band Gema Nada Darussalam, Reog Ponorogo, atraksi pramuka (480 santriwati), senam kreasi (360 santriwati), dan yang terakhir yaitu tari masal (240 santriwati). Penampilan-penampilan tersebut disajikan dengan berbagai inovasi baru yang sarat akan kreativitas, mulai dari kostum, gerakan, musik hingga formasinya.
Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy tahun ini mengangkat tema “Gontor Mengawal Sistem dan Nilai Pesantren bagi Kejayaan Umat dan Bangsa.” Dalam pidatonya, K.H. Hasan Abdullah Sahal banyak menyinggung terkait peran Gontor dalam mengawal nilai-nilai islam dan kepesantrenan harus benar-benar maksimal. Seluruh elemen PMDG, khususnya para kader harus memiliki militansi yang tinggi dalam mengawal dan mempertahankan nilai Pondok Modern Gontor. “Pelaksanaan isi Piagam Penyerahan Wakaf PMDG 1958, ide, nilai-nilai, sistem, isi, dan misi dari Trimurti (pendiri PMDG) sudah baku, pakem, solid, konsisten, dan disiplin dalam pelaksanaannya.” Tegas Kiai Hasan.Auziya
Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal (PBS)
Patah tumbuh hilang berganti sebelum patah sudah tumbuh sebelum hilang sudah berganti merupakan salah satu falsafah Pondok Modern Darussalam Gontor yang masih dipegang teguh hingga saat ini sebagai pedoman keorganisasian.

Seiring dengan berakhirnya Bulan Syawwal, maka berakhir pula tanggung jawab dan tugas yang diemban oleh Panitia Bulan Syawwal (PBS). Oleh karena itu, pada Selasa, 7 September 2018 dilaksanakan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban oleh tiap-tiap bagian Panitia Bulan Syawwal (PBS). Yang dilanjukan dengan serah terima amanat dari Panitia Bulan Syawwal ke Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka. Acara ini berlangsung selama dua hari dan di akhiri dengan pembacaan Hasil Ketetapan Musyawarah Kerja Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka pada Rabu, 8 September 2018.

Dengan di adakannya Panitia Bulan Syawwal ini bertujuan untuk pemerataan kepernahan bagi santriwati kelas enam. Dan sebagai sarana pendidikan agar memiliki rasa tanggungjawab dalam mengemban amanat yang telah diberikan oleh pondok.hasnab
Bhineka Tunggal Ika Internasional di Gontor Kampus 2
Madusari-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2, berhasil menggelar Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA) dengan tema “Gontor mengawal sistem dan nilai pesantren bagi kejayaan ummat dan bangsa”di Lapangan Hijau PMDG Kampus 2, Madusari, Siman pada Rabu (1/8). Acara ini juga digelar di kampus putra lainnya secara serempak.
Wakil Pengasuh PMDG Kampus 2, Al-Ustadz Muhammad Hudaya, Lc., M.Ag., mengatakan, pihaknya sangat bangga, bahagia, dan senang dapat bertemu secara langsung bersama Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Rektor Unida Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., Ketua YPPWPM Al-Ustadz H. Imam Shobari, S.Ag., serta semua guru yang hadir dari berbagai kampus.
”Dalam Apel Tahunan yang ke-4 ini, ada banyak penampilan yang digelar untuk menunjukan ciri dari persatuan dan kebersamaan, Acara Bhineka Tunggal Ika, semuanya berbaur menjadi satu” jelas Ustadz Hudaya, Rabu (1/8).
Di samping tarian-tarian daerah Nusantara, terdapat dua penampilan baru yang menjadikan PKA ini berbeda dengan kampus lainnya, yaitu tarian Muang-Thai dari Thailand dan Tari India.
Kiai Hasan mengatakan, Acara PKA di PMDG Kampus 2 sudah memenuhi kriteria penampilan yang baik, di antaranya ada 3; Penyelenggaran, Penampilan, dan Fasilitas. “Alhamdulillah anak-anak mampu mengerjakan semuanya dengan baik” jelas Kiai Hasan.
“Kalau ingin NKRI, kalau ingin bhinneka tunggal ika maka datanglah ke Gontor, tapi di sini penampilan baik, very good, tidak hanya nasional, tapi internasional, di sini tidak hanya bhinneka tunggal ika, tapi bhinneka tunggal ika internasional “ tambah Kiai Hasan di Kuliah Umum babak pertama. Rakafadel


