Home Blog Page 314

Ajang Pertukaran Budaya Melalui Pelangi Antar Nusa

0

Gontor Putri Kampus 1– Gontor merupakan Pondok Pesantren Modern yang mana seluruh santri-santrinya berdatangan dari seluruh penjuru daerah Indonesia dan juga mancanegara, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Belanda, Jepang, dan lainnya. Maka, sesuai dengan pepatah “Tak kenal maka tak sayang”, para santri dikenalkan dengan seluruh budaya yang ada di Indonesia melalui acara Pelangi Antar Nusa.

Acara ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang telah diawali oleh pembukaan PORSENI pada hari Jum’at (13/07). Dengan bertemakan Glorius of Indonesia (Kemewahan Indonesia), para anggota konsulat ditantang untuk menampilkan budaya dan adat dari daerah mereka masing-masing.

Salah Satu Penampilan dari Daerah Jawa Barat
Salah Satu Penampilan dari Daerah Jawa Barat

Salah satu penampilan dari daerah Jawa Timur
Salah Satu Penampilan dari Daerah Jawa Timur

Acara ini dibuka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I dan Bapak Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1, Dr. KH. Fairuz Subakir, M.A di Aula BPPM Gontor Putri Kampus 1. “Gontor  itu lembaga pendidikan, bukan lembaga sosial, bukan lembaga pergerakan, bukan lembaga politik, bukan lembaga ekonomi, tapi Gontor adalah lembaga pendidikan. Karena itu, kita fokus untuk mendidik. Kegiatan-kegiatan kita adalah kegiatan-kegiatan pendidikan.Meskipun wujudnya adalah pelangi antar nusa, ya’ni al-isti’rodh al-fanni asy-sya’bi bayna al-konsuliyyat, penampilan seni daerah dari konsulat-konsulat yang ada di pondok ini, baik di Indonesia maupun luar negeri, tapi ini pun untuk pendidikan,” ucap Bapak Wakil Pengasuh dalam pidato sambutannya.

Konsulat-konsulat yang akan tampil dibagi ke dalam beberapa daerah, antara lain: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, Indonesia Timur, dan Luar Negeri. Seusai penampilan dari seluruh daerah yang ada, konsulat yang meraih juara dalam acara ini antara lain: Juara 1 diraih oleh Jawa Barat, Juara 2 diraih oleh Indonesia Timur, dan Juara 3 diraih oleh Sumatra. Fayra

 

Dema Kampus Rabithah Adakan Pemilihan Ketua Baru

0

Patah tumbuh, hilang berganti,sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti, itulah salah satu filsafat pondok yang telah lama ditanamkan oleh Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Nilai-nilai pondok tersebut selalu diestafetkan dari generasi tua ke generasi muda, agar pondok senantiasa hidup, meskipun telah ditinggal mati oleh pendirinya. Nilai inilah salah satu di antara semua nilai yang masih tetap dipegang teguh oleh PMDG.Termasuk dalam keorganisasian, salah satunya adalah Organisasi Dewan Mahasiswa (DEMA). DEMA adalah organisasi yang mengurus semua kegiatan mahasiswa, baik yang akademis, maupun non akademis. Pergantian pengurus DEMA dilaksanakan pada hari Selasa pagi (17/7).

Acara yang bertempat di Aula Rabithah ini, dihadiri oleh segenap mahasiswa  Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) kampus Rabithah dan beberapa utusan dari kampus putri. Selain itu, bertugas sebagai panitia mahasiswa semester 3 yang berjumlah sekitar 70 orang. Adapun kandidat ketua DEMA kampus Rabithah tahun ini adalah:

  1. Karya Nata Buana.
  2. Aminuddin.
  3. Nurman Sattar
  4. Amin Abdullah
  5. Khalif Rizqi Ghifari

Mereka berlima adalah mahasiswa UNIDA Gontor semester 7.

Para kandidat dipilih oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang hadir, yaitu dengan menuliskan nama kandidat di atas kertas yang telah disediakan oleh panitia, setiap pemilih hanya boleh menulis 2 nama kandidat, mengantri satu persatu di tempat yang telah disediakan oleh panitia, kemudian kembali ke tempat masing-masing dengan tertib.

Terpilih dari lima nama tersebut Karya Nata Buana dan M. Aminuddin, mereka berdua menggantikan ketua sebelumnya, yaitu M. Hanif Al-Farisi dan Indra Setiawan. Pimpinan PMDG selalu menyampaikan pesan di setiap even pergantian pengurus, bahwasanya ini adalah amanat, bukan jabatan, suatu saat bisa dicopot, dan suatu saat bisa digantikan.

Begitulah organisasi di Pondok Modern Darussalam Gontor, selalu mengestafetkan nilai kepada generasi selanjutnya, sehingga dinamika pondok tetap berjalan dengan dinamis dan lancar. Faruq

 

 

K.H. Hasan Abdullah Sahal: Menghidupkan Bahasa Arab Adalah Jihad

0

DARUSSALAM-Kata tersebut adalah salah satu pesan yang disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal saat mengawali pembukaan kegiatan bahasa di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Seluruh santri dari yang lama maupun yang baru berbondong-bondong menuju ke depan Aula Pertemuan (BPPM) setelah menunaikan shalat shubuh. Acara ini dilaksanakan pada hari Jum’at pagi (29/6).

Kegiatan bahasa ini dimulai dengan sambutan dari K.H. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya, beliau menyampaikan berbagai pesan dan motivasi yang membangun semangat para santri. Di antara pesan-pesan yang beliau sampaikan adalah “Menghidupkan Bahasa Arab adalah jihad”, selain itu, beliau juga menyampaikan “Al-Qur’an akan tetap ada sampai hari Kiamat, Bahasa Arab akan tetap ada sampai hari kiamat, Syari’at Islam akan  tetap ada sampai hari kiamat.”

Dengan dibukanya kegiatan bahasa ini, seluruh santri lama Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) diwajibkan menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari. Adapun untuk santri baru, di 3 bulan pertama ini mereka akan terus digembleng dengan pemberian kosakata (mufradat) dan susunan kata bahasa arab (uslub), kemudian setelahnya, mereka mulai diwajibkan bebicara dengan bahasa resmi (Arab dan Inggris).

Dengan kegiatan ini, seluruh kegiatan bahasa akan berjalan sebagaimana mestinya, baik kegiatan harian, maupun mingguan. Adapun aktivitas bahasa yang dilakukan setiap hari adalah penyampaian kosa kata (mufradat), susunan kata bahasa Arab (uslub), mahkamah bahasa, dan lain sebagainya. Kemudian untuk kegiatan mingguannya seperti acara bahasa Jum’at pagi, muhadatsah Selasa pagi, dan beberapa kegiatan lainnya.

Bagian pembimbing bahasa telah menyiapkan empat puluh komputer lebih di dalam Lab Bahasa, tentunya untuk memfasilitasi para santri untuk meningkatkan bahasa dalam berbagai acara. Mudah-mudahan dengan dibukanya kegiatan bahasa di Pondok Modern Darussalam Gontor, santri-santri kembali bersemangat dalam meningkatkan bahasa, sehingga mereka dapat menguasai bahasa Arab dan Inggris dengan baik. Faruq

Senam Antarrayon: Ajari Santri Hidup Sehat

0

GONTOR– Lomba senam antarrayon merupakan salah satu dari rentetan acara Khutbatul-Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor. Perlombaan ini diikuti oleh 20 orang utusan dari tiap rayon yang seluruhnya berjumlah 21 rayon.

Acara yang berlangsung di lapangan hijau PMDG pada Jum’at (13/7) itu, bertujuan untuk menjaga kesehatan santri, baik jasmani maupun rohani serta mengenalkan pada santri baru kegiatan-kegiatan yang ada di pondok. Selain itu, kegiatan ini juga melatih santri belajar hidup sehat. “ Sehat “ menurut kamus kita adalah sehat jasmani dan rohani. Dengan slogan Mensana In Corpore sano yang berarti akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat, Gontor mendidik para santrinya betapa penting menjaga kesehatan. Health is not everything. But, without health everythings is nothing.

Pada akhir acara tersebut, panitia mengumumkan para pemenang dari perlombaan ini, keluar sebagai juara lomba senam antarrayon tahun ini rayon Shigor : Indonesia 1, Indonesia 3, dan Indonesia 2, sedangkan dari rayon Kibar : GBK (Gedung Baru Kibar), Sholihin 2, dan Sholihin 1. Untuk The Best Player pada lomba senam antarrayon tahun ini dimenangkan oleh Akhi Adam. R santri kelas 2 Kmi. Ahsy

Harapan JK Untuk Gontor Kampus 13 Poso

0

Poso-Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Poso, Sulawesi Tengah, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkesempatan hadir untuk meresmikan gedung Auditorium dan menutup acara Peringatan 10 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 13 Ittihadul Ummah, Poso Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya Wakil Presiden RI itu berharap agar Pondok Gontor di Poso yang dibangun pasca konflik Poso ini bisa melahirkan generasi yang cinta damai dan bisa memberikan makna yang besar untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Kita harap generasi muda dapat lebih memahami Islam sebagai rahmatan lil alamin. Islam yang saling bersaudara, saling bersahabat dan kita memberikan makna yang besar untuk kemajuan kita bersama,” jelasnya.

Selain itu JK mengungkapkan kesyukurannya karena Gontor Poso yang usianya baru memasuki 10 tahun ini telah mengalami perkembangan. “Kampus ini sudah jauh lebih lengkap dibanding sebelumnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, perkembangan Gontor Kampus 13 ini atas upaya dari para kiai, pemda dan masyarakat sekitar Poso yang menerima Gontor Poso sebagai sesuatu yang baik.

Berkat perjuangan ustadz-ustadz yang mengabdi di Gontor 13 ini pula JK menyampaikan terima kasihnya untuk mereka.

“Terima kasih kepada para ustadz yang datang dari jauh, yang mengajar di sini untuk bersama-sama memajukan daerah ini,” ujarnya.

Baginya, ilmu pengetahuan sangat menentukan kemajuan suatu bangsa. Namun, semua itu bisa diperoleh dari pendidikan yang baik.

“Kita semua menghargai Gontor yang selalu menunjukkan kemajuan di mana pun berada. Menunjukkan dorongan agar santri-santri belajar dengan baik dan hidup dengan baik dengan etika yang baik,” ucapnya.

Lanjut JK berharap dengan kehadiran Gontor di Poso bisa membantu memperbaiki dan melengkapi suasana damai yang sudah terjalin di Poso.

“Setelah konflik, tentu kita mengalami suasana penuh dengan kecurigaan, penuh dengan kadang-kadang balas dendam. Oleh karena itu, kita harus membina masyarakat Poso ini dengan sebaik-baiknya untuk melihat jauh ke depan,” tuturnya.

Dijelaskannya, masa lalu adalah masa lalu. Sedangkan masa depan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan yang maju adalah harapan bersama.

“Masa depan itu dipunyai anak-anak kita, cucu-cucu kita, yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tentunya maju,” tandasnya.

13 Orang Anggota Badan Wakaf Hadiri Sidang yang Ke-81

0

DARUSSALAM–Dalam usianya yang akan genap 92 tahun, Pondok Modern Darussalam Gontor terus berupaya mengembangkan dirinya dalam berbagai aspek; pendidikan, pembangunan, dsb. Dalam hal ini, Pimpinan Pondok tidak mengambil kebijakan sendiri, tapi semua kebijakan tersebut didasari berbagai pertimbangan Sidang Badan Wakaf. Alhamdulillah, Sidang Badan Wakaf sudah berjalan sebanyak 81 kali sejak berdirinya majelis tertinggi ini. Semua kebijakan terkait perubahan teknis pelaksanaan kegiatan dan lain sebagainya di Gontor dimusyawarahkan secara bersama-sama.

Sidang yang terakhir ini (ke-81) dilaksanakan selama dua hari, Jum’at-Sabtu, 14-15 Dzulqa’dah 1439/27-28 Juli 2018, berlokasi di Wisma Badan Wakaf PMDG. Anggota yang hadir berjumlah 13 orang dari jumlah keseluruhan 15 orang. Adapun peserta sidang yang berhalangan adalah Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, dan Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin; Kiai Syukri dan Kiai Kafrawi hingga saat ini masih dalam proses pemulihan kesehatan, adapun Kiai Din berhalangan karena sedang menjalani tugas penting di sektornya.

Sidang Badan Wakaf ini diselenggarakan 2 kali dalam setahun, yaitu pada semester pertama dan kedua tahun ajaran KMI PMDG Pusat. Fokus sidang ini adalah membahas berbagai hasil usaha Pimpinan Pondok selama 6 bulan, serta langkah-langkah yang akan dilalui ke depannya, sampai diselenggarakannya sidang selanjutnya. Sand88

Senam Antarrayon: Ajari Santri Hidup Sehat

0

GONTOR– Lomba senam antarrayon merupakan salah satu dari rentetan acara Khutbatul-Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor. Perlombaan ini diikuti oleh 20 orang utusan dari tiap rayon yang seluruhnya berjumlah 21 rayon.

Acara yang berlangsung di lapangan hijau PMDG pada Jum’at (13/7) itu, bertujuan untuk menjaga kesehatan santri, baik jasmani maupun rohani serta mengenalkan pada santri baru kegiatan-kegiatan yang ada di pondok. Selain itu, kegiatan ini juga melatih santri belajar hidup sehat. “ Sehat “ menurut kamus kita adalah sehat jasmani dan rohani. Dengan slogan Mensana In Corpore sano yang berarti akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat, Gontor mendidik para santrinya betapa penting menjaga kesehatan. Health is not everything. But, without health everythings is nothing.

Pada akhir acara tersebut, panitia mengumumkan para pemenang dari perlombaan ini, keluar sebagai juara lomba senam antarrayon tahun ini rayon Shigor : Indonesia 1, Indonesia 3, dan Indonesia 2, sedangkan dari rayon Kibar : GBK (Gedung Baru Kibar), Sholihin 2, dan Sholihin 1. Untuk The Best Player pada lomba senam antarrayon tahun ini dimenangkan oleh Akhi Adam. R santri kelas 2 Kmi. Ahsy_MG_5596

Vocal Grup Antarrayon Memukau Penonton

0

Gontor–Pondok Modern Darussalam Gontor  (PMDG) menggelar lomba Vokal Grup antarrayon, Jum’at (20/7). Lomba tersebut diikuti sedikitnya 21 rayon. Lomba yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) itu berlangsung meriah, seluruh rayon menampilkan kreasi yang memukau para penonton.

Dari estimasi waktu yang diberikan panitia, seluruh pengurus rayon belajar untuk menampilkan yang terbaik, dimulai dari penambahan penari di depan barisan paduan suara, penampilan puisi, hiasan berupa tulisan, hingga ornamen berbentuk matahari, awan, bulan, dsb.

Guru Pembimbing, Al-Ustadz Wilujeung mengatakan, Lomba Vokal Grup menghadirkan penampilan baru, yaitu pemilihan lagu daerah untuk lagu wajib setiap rayon “biasanya kita menggunakan lagu luar seperti Wali Band, namun untuk tahun ini kami sepakat untuk menggunakan lagu daerah berjudul “ilir-ilir” menjadi lagu wajib bagi seluruh rayon yang tampil” ujarnya.

Sementara itu Dewan Juri, Al-Ustadz Arif Nur Wijaya mengatakan, tujuan lomba Vokal Grup ini untuk memberikan kesempatan dan memberikan ruang kepada para pengurus serta santri dari setiap rayon  dalam menumbuhkembangkan kecintaan akan seni dan kreatifitas mereka khususnya dalam melatih kebersamaan dalam vokal grup ini

Dalam perlombaan Vokal Grup antarrayon tahun ini, Rayon Wisma Hadi berhasil menjadi juara pertama sekaligus juara umum. Adapun juara pertama bagi rayon kibar yaitu GBK, lalu Saudi 1 lt. 3, dan Saudi 1 lt. 2, sedangkan di tingkat rayon sighar yaitu Wisma Hadi, Syiria lt. 3, dan Syiria lt. 2. Rakafadel

HYMNE OH PONDOKKU, BUKAN SEKEDAR NYANYIAN

0

Lagu yang dilantunkan dengan indah selalu terkumandang di setiap kesempatan perkumpulan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebuah kehormatan bagi para santri untuk dapat menyanyikan lagu Hymne Oh Pondokku dengan seluruh penghayatan atas nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, pelatihan Hymne Oh Pondokku dilaksanakan untuk mengenalkan kepada santriwati baru. Tidak hanya dalam hal nada dan nyanyian, tetapi juga menjelaskan filosofi dalam sya’ir-sya’ir hymne tersebut.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari pada setiap jam pelajaran ke-6 di seluruh kelas 1 dan 1 intensif. Para santriwati baru dilatih untuk menghafal serta memaknai Hymne Oh Pondokku oleh beberapa orang guru. Setelah berlatih di kelas-kelas khusus untuk santriwati baru, pelatihan ini dilanjutkan dengan seluruh santriwati tanpa terkecuali secara serentak. Pelatihan tersebut dilaksanakan di masjid setelah Sholat Subuh berjama’ah. Dengan dicanangkannya kegiatan ini, diharapkan seluruh santriwati dapat lebih memahami makna pondok dan segala nilai-nilai mulianya yang terkandung dalam Hymne Oh Pondokku. NISAHABIBA

Kiai Hasan, “Very Good, Very Fine. Gak Mau Ikut, Cari Yang Lain!”

0

GONTOR—Keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sedang berada pada acara inti dari Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA) tahun ajaran 1439-1440/2018-2019. Setelah Ahad pagi (29/7) diadakan Apel Tahunan Pekan PKA, dilanjutkan dengan Kuliah Umum oleh Pimpinan PMDG di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Kuliah Umum yang wajib diikuti oleh seluruh keluarga besar PMDG ini diselenggarakan sebanyak 4 babak. Babak I dan II diadakan pada hari Ahad (29/7), sedangkan babak III dan IV diadakan pada hari Senin (30/7).

Seluruh nilai-nilai tentang Pondok Modern disampaikan oleh para Kiai secara lengkap dan mendalam, dari niat menuntut ilmu di Gontor, hingga cara hidup selama di Pondok. Hal ini bertujuan untuk memberi pemahaman yang baik bagi seluruh elemen yang berada di PMDG, tentang apa itu Pondok, bagaimana, dan kemana arah tujuannya. Dengan pemahaman yang baik dan benar, diharapkan para santri dan guru dapat menjalankan amanat dan tugasnya dengan maksimal, serta sesuai dengan nilai-nilai Pondok Modern.

Suasana kuliah umum oleh Bapk Pimpinan PMDG
Suasana kuliah umum oleh Bapak Pimpinan PMDG

Merupakan poin utama dari Kuliah Umum adalah pemantapan, khususnya bagi santri baru. Setelah mendapat penjelasan tentang aturan-aturan yang ada di PMDG, para santri diperkenankan untuk memilih. Apabila cocok, dipersilahkan untuk melanjutkan pendidikan dengan segala konsekuensinya. Jika tidak yakin dan kurang mantap, dipersilahkan untuk meninggalkan PMDG secara baik-baik. Pesan KH. Hasan Abdullah Sahal, “Jangan sampai kecewa, mengecewakan, apalagi mengajak kecewa!”

Gontor sudah mempunyai identitas dan ciri khas tersendiri dalam menjalankan proses pendidikannya. Tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun terhadap sistem dan nilai-nilai yang ada di Gontor. Apabila menginginkan kualifikasi yang lain, dipersilahkan untuk mendirikan atau mencari pondok/lembaga pendidikan yang lain.

“Very good, very fine. Gak mau ikut, cari yang lain!”, begitu joke Kiai Hasan menegaskan tentang pentingnya memantapkan diri dalam menuntut ilmu di Gontor.brada