Home Blog Page 312

Tumbuhkan Kebersamaan Ukhuwah Islamiyah, Gontor Adakan LP3

0

DARUSSALAM–Kegiatan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) antara Pondok Alumni se-Indonesia yang ke-XXX ini merupakan satu dari banyaknya kegiatan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) setiap tahunnya, dan kegiatan ini merupakan salah satu rentetan acara Khutbatu-l-Arsy di PMDG yang sekaligus menjadi ajang untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan dan membekali diri peserta yang mengikutinya untuk mendapatkan pendidikan, khusunya dalam kepramukaan.

Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.
Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.

Pada pelaksanaannya yang ke-30 ini, lomba tahunan tersebut mengambil tema “Modern Islamic Scout”, dengan bermotokan “Scout Raises The Nation’s To Uphold Islamic Civilization” Acara yang diselenggarakan pada hari Rabu–Senin, (1-6/8) dibuka oleh  Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., dan bertempat di bumi perkemahan Kampus PMDG. Adapun peserta dalam perlombaan LP3 tahun ini berjumlah 56 kontingen Penggalang dan 54 kontingen Penegak dari seluruh Indonesia dengan total 1.245 orang.

Adapun maksud dan tujuan diselengarakan acara ini adalah menumbuhkan kebersamaan ukhuwah islamiyah dan mengembangkan bakat, minat, prestasi, dan semangat sportifitas para pengikut LP3 dalam kegiatan kepramukaan, dan meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka bagi santri-santri dan mengembangkan mental, disiplin, fisik, ilmu pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan.

Perlombaan disuguhkan dalam beberapa kategori; skill, ketangkasan, keterampilan, kesenian, dan wawasan. Adapun lomba-lomba yang diselengarakan adalah; outbound, jumanji jugle, paint ball, memanah, sniper shoot, ninja warior, table soccer, mini golf, master chef, dan lomba-lomba lainya.

Acara ini ditutup oleh Al-Ustadz Ismail, sekaligus mengumumkan pemenang dan peraih juara di LP3 antara Pondok Alumni se-Indonesia ke-XXX, adapun pemenagnya sebagai berikut;

Para Pemenang LP3 keXX
Para Pemenang LP3 keXX

Golongan Penggalang

Juara 1: PMDG Kampus 3

Juara 2: Darunnajah 2

Juara 3: Gudep 15.089-13

Harapan 1: Assalam

Harapan 2 : PMDG Kampus 2

Harapan 3 : Tazakka

 

Golongan Penegak

Juara 1: Latansa

Juara 2: PMDG Kampus 3

Juara 3: Gudep 15.089-01

Harapan 1: Darunnajah 2

Harapan 2: PMDG Kampus 6

Harapan 3: Arridho

 

JUARA UMUM:

PMDG Kampus 3

JUARA FAVORIT:

Gudep 15.089-01

 

Adika Teladan Penggalang

Ihsan Fahroni/ PMDG Kampus 11

Nanang/ Al-Amien

Saddad/ Gudep 15.089-13

 

Adika Teladan Penegak

Eko Wahyudi/ PMDG Kampus 6

Ronal Hidayat/ Darussalam Garut

Naufal Bagus/ Gudep 15.089-19

 

Bindamping Teladan

Ka Fatturoyan/ PMDG Kampus 11

Ka Irawan Faizal/ Al-Ihsan Bandung

Ka M. G. Nova Taufiqi R/ Gudep 15.089-13

 

PANGGUNG GEMBIRA 6 2019 : Melatih dalam Berfikir Inovatif dan Kreatif

0

Gontor Putri kampus 1– Suasana lapangan hijau auditorium tepat pada selasa malam 14 Agustus 2018 tampak begitu gemerlap dan meriah pada setiap sisinya. Pagelaran Seni Maha karya Panggung Gembira yang diikuti oleh seluruh santriwati kelas 6 KMI (Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah), telah diselenggarakan dengan penuh kemeriahan dan kegemahan (14/8) terutama  background panggung megah dan elegan yang menjadikan acara semakin meriah. Dan langsung dibuka oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal dan Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Al-ustadz KH. Ahmad Suharto M.Pd.I

أنا يقين أنّ فيه تدريبا وتعليما وترقية المجتمع لطلب العلم والمعرفة وتدريبة على الحياة الاجتماعية

“Saya yakin bahwasanyicua di dalamnya (Panggung Gembira) terdapat aspek-aspek pelatihan, pembelajaran dan pengembangan kemasyarakatan dalam menuntut ilmu, pengetahuan dan pelatihan kehidupan sosial.” ujar Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Al-Ustadz KH Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya pada acara tersebut.

Panggung Gembira merupakan salah satu rangkaian dari acara acara Pekan Perkenalan Khutbatul  ‘Arsy, di mana santriwati kelas 6 sebagai siswi akhir KMI akan mempersembahkan pentas seni yang spektakuler sebagai persembahan terakhir mereka untuk pondok tercinta ini dan menjadi pengawal dan contoh bagi adik-adiknya di pagelaran seni lainnya.

Acara ini bukan hanya sekedar acara pentas seni dan hiburan semata, melainkan didalamnya terdapat aspek pendidikan yang sangat tinggi yaitu membina mental dan moral yang kuat, melatih untuk dapat berfikir inovatif  dan mengeksplorasi kreatifitas santriwati dengan penampilan yang spektakuler yassssng bernuansa Islami” ujar Kamalin Mastura selaku ketua Panggung Gembira 6 2019, Guardian Generation.

Acara Panggung Gembira 6 2019 Guardian Generation ini diketuai oleh Arifah Billah, Kamalin Mastura dan Mutiara Erisqi, dengan motto mereka, ”Mendidik generasi untuk mengawal nilai Islam demi  kejayaan ummat dan bangsa,” dengan harapan agar mereka dapat menjadi pengawal generasi yang istimewa bagi ummat dan bangsa.

Penampilan dalam acara ini meliputi choir, tari india, cabaret, martial arts, fashion show, pantomime, pop singer, twin show, uv light, dll. Dan dengan kekuatan santriwati kelas 6 yang berjumlah 713 orang dan pembimbing yang berjumlah 90 orang dapat membuat acara Panggung Gembira ini terkesan meriah dan megah.Andighariza

Satu Malam Demi Satu Tahun, Musyawarah Kerja Rayon

0

Darussalam- Malam Senin (20/8) adalah malam sebelum dilaksanakannya wukuf di Arafah bagi yang sedang melakukan ibadah haji, bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1439. Dan bagi yang tidak melaksanakannya, saat itu pula dianjurkan untuk berpuasa Arafah yang memiliki banyak kebaikan. Bertepatan dengan menyambut hari penuh ampunan untuk satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 pada malam itu menyelenggarakan Musyawarah Kerja untuk setiap rayon.

DSC_2914

Musyawarah Kerja ini diikuti oleh para pengurus rayon yang merupakan siswi KMI kelas 5. Musyawarah dilaksanakan untuk membahas rencana dan program kerja yang akan dilakukan oleh bagian-bagian organisasi dari masing-masing rayon. Bagian keamanan rayon, misalnya, memiliki peraturan bagi anggota rayon untuk berangkat ke sekolah pada pukul 06.30 WIB dan tidak lagi berada di lingkup rayon. Maka tiap-tiap bagian yang bekerja pada bidangnya masing-masing memiliki peraturan tersendiri pula, yang mana dibahas dan dimatangkan untuk satu kali masa jabatan dalam setahun.

Seperti musyawarah kebanyakan, yang terdiri dari sidang pleno, komisi dan paripurna. Ketiga sidang tersebut diselesaikan dalam satu malam, yang kemudian disahkan untuk satu tahun ke depan. Waktu berkisar dari jam 20.00 WIB sampai jam 03.00 WIB pagi berikutnya, atau bahkan lebih. Sehingga para pengurus yang mengikuti musyawarah ini umumnya melakukan sahur bersama untuk berpuasa Arafah setelah musyawarah terselesaikan. Maka diharapkan hasil terbaik musyawarah yang disepakati mampu membawa rayon masing-masing kepada pendidikan yang terbaik pula bagi anggota-anggota rayonnya. Addien.

Pelaksanaan Sidang Pleno
Pelaksanaan Sidang Pleno

Meningkatkan Kualitas Pramuka, Gontor Adakan KMD untuk Santriwati Kelas 5

0

Gontor Putri 1 – Serentak Gontor Putri Kampus 1 & 2 mengadakan Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD), acara yang telah diselenggarakan mulai dari tanggal 13 Agustus 2018 diikuti oleh seluruh santriwati kelas 5 2019 Gontor Putri Kampus 1 dan 2. Setelah 6 hari berlangsung acara ini resmi ditutup pada hari Ahad, 19 Agustus 2018 menandakan Gontor telah mencetak pembina-pembina baru yang tangguh nan unggul untuk mendidik dan membawa nama Kepramukaan Darussalam.39213540_1200872576736450_5898971816793210880_o

Dengan Acara ini kita meningkatkan kualitas pramuka, karena meningkatkan kualitas pramuka dimulai dari meningkatkan kualitas para pembinanya, karena kualitas bukan hanya kecakapan, keterampilan, peng etahuan namun, mentalitasmu sebagai pembina dengan mental dan semangat baja” ujar Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 Al-ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I.

            Bersyukur. Seluruh peserta KMD 2018 merasa bersyukur akan disahkannya mereka menjadi pembina karena pada perihalnya, Gontor dapat melahirkan Pembina yang telah diijazahi KMD dalam usia santriwati yang masih dalam usia Penegak. Namun, tak melihat usia, Gontor diharapkan mampu membentuk karakter santriwati yang elite, unggul, bermental tinggi dan melahirkan pembina pramuka muslimah yang berkualitas dan berjiwa pemimpin serta dapat menjadi qudwah hasanah bagi umat dan bangsa, sebagai moto pramuka Go39146100_1200872570069784_1367826373720145920_ontor Putri yang selalu digemakan di Darussalam “Kami Pramuka Tapi Kami Muslimah”. Berpedoman pada syari’at Islam dan hukum dasar Pancasila dengan aplikasi Dasa Dharma, di alam pendidikan Gontor.

Kesemangatan yang selalu dikobarkan pada setiap harinya, menjadi bukti bahwa Pramuka dan KMD 2018, mereka mampu mengembangkan dan memajukan Kepramukaan di Bumi Nusantara di bawah pembinaan pembina-pembina handal, bermental kuat dan berkepribadian tangguh dan tidak lupa akan tugasnya sebagai seorang muslimah yang bermasyarakat. Alya

Kiai Hasan Bernyanyi, Meriahkan Mahadasa Tahun Ini

0

Gontor—Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal ikut bernyanyi dalam acara Mahadasa Gontor Got Talent (MGGT) 2018 di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Jum’at (10/8) lalu. Dalam kesempatan ini Kiai Hasan menyanyikan lagu ciptaannya “Selamat Datang” sekaligus bermain gitar di hadapan seluruh penonton.

Ketua Panitia MGGT 2018, Al-Ustadz Masau Dito Pendi menyampaikan, Ia sangat bersyukur dengan hasil yang telah diraih oleh panitia, semua individu mampu mengerjakan seluruh planning dengan baik. Rasa syukurnya semakin bertambah ketika Kiai Hasan membuka acara MGGT 2018 ini, “Kiai Hasan nyanyi saya udah seneng, apalagi seluruh penonton ikut nyanyi dan terhibur dengan Mahadasa, itu udah cukup” tambah Dito.

MGGT 2018 merupakan salah satu rentetan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di PMDG. Sebanyak 20 acara ikut memeriahkan perhelatan tahunan ini, termasuk penampilan dari The Legend dan Guru Senior yang membuat acara MGGT 2018 semakin meriah dan memukau para penonton.  Tidak hanya itu, MGGT 2018 juga memberikan beberapa penghargaan kepada mahasiswa guru yang berprestasi, diantara mahasiswa terbaik yang dipilih adalah; “The Most Active Student of The Year, The Most favourite Member of OSPEK 2018 dan Dema of The Year”. Rakafadel

 

Gontor Adakan Upacara Kemerdekaan RI ke-73

0

Gontor–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan upacara kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada hari Jum’at (17/8). Acara ini dipimpin langsung oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal selaku Inspektur Upacara.

Upacara kemerdekaan dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB ditandai dengan pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) yang berjumlah 9 orang dari siswa KMI, dengan diiringi oleh lantunan lagu Indonesia Raya.

Dalam pidatonya, Kiai Hasan menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan manusia baik lahir maupun batin, kemerdekaan adalah hadiah dari Allah SWT, dan kita wajib bersyukur atas nikmat kemerdekaan ini. “Negara ini milik bangsa Indonesia, kita semuanya harus mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah dibayar oleh semua pendahulu kita.” Ujar Kiai Hasan.

“Anak-anakku sejarah jangan sampai dilupakan, jangan mudah terkecoh oleh sejarah yang dipalsukan dan digelapkan oleh pihak lain. Negara ini adalah negara kita semuanya yang diproklamirkan oleh dua orang itu (Soekarno dan Hatta), tetapi perjuangannya melalui para ulama’, para auliya’, para pendahulu kita, yang mana mereka adalah santri-santri, dan alumni-alumni pesantren.” Tambah Kiai Hasan.

Upacara kemerdekaan ini setidaknya dihadiri lebih dari 4.500 orang dari santri, guru, dan wali santri yang tengah berada di pondok. Acara ini berlangsung lancar dan khidmat. Setelah upacara berakhir, para santri kembali melaksanakan aktivitas harian seperti biasanya. Rakafadel

 

Tulisan terkait:

Galeri Upacara Kemerdekaan RI ke-74 di PMDG

Puisi Kemerdekaan Karya Santri Gontor: Merah Putih Suci

Puisi Kemerdekaan: Di bawah Kibaran Merah Putih

Memupuk Semangat Berorganisasi Dengan Pelantikan Staf OPPM

0

DSC_2517Segala hal yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dilakukan oleh seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor harus mengandung nilai-nilai pendidikan. Tidak terkecuali dari anggota-anggota baru sampai para santriwati senior sekalipun. Kelas 4 dan 3 intensif merupakan sebuah proses awal transisi. Mereka adalah anggota paling tua di antara adik-adiknya di rayon. Oleh karenanya, persiapan untuk berorganisasi mulai ditanamkan sejak saat itu.

Pelantikan staf Organisasi Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2(17/8) dibuka secara resmi oleh Al-Ustadz K.H. Umar Sa’id Wijaya, S.Ag. selaku wakil pengasuh. Setelah beberapa arahan disampaikan, pelantikan dilaksanakan secara serentak dan dilanjutkan dengan perkumpulan-perkumpulan bersama para pembimbing bagian.

Para staf dilatih untuk memahami kinerja bagian-bagian OPPM sebagai persiapan kelak. Dan tentu saja untuk membantu terlaksananya program-program kerja dari bagian itu sendiri. Tidak semua anggota ditunjuk sebagai staf OPPM bukan berarti mereka melepas begitu saja tanggung jawab untuk belajar. Bahkan berkesempatan lebih untuk mencari pengetahuan yang seluas-luasnya. Karena Gontor akan selalu memberikan kail, bukan ikan. NISAHABIBA

Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-73 : Gontor Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

0

2Mantingan-Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I memimpin upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-73. Upacara dilaksanakan di Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 1. Acara dimulai pukul 07.30 WIB, Jum’at(17/8/2018) yang diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) dengan diiringi lagu Indonesia Raya. Upacara berlangsung dengan khidmat yang diikuti oleh seluruh santriwati dan guru-guru Gontor Putri Kampus 1.

73 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan tidak diberikan begitu saja, kemerdekaan tersebut penuh dengan perjuangan dan pengorbanan bondo bahu pikir bahkan nyawa sekalipun. Arti kemerdekaan itu sendiri adalah bentuk realisasi terhadap cita-cita nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Merealisasikan cita-cita nasional bangsa Indonesia tidak cukup sampai 73 tahun, karena perjuangan merealisasikan cita-cita nasional bangsa Indonesia adalah perjuangan yang tidak pernah berhenti sepanjang masa.

Diantara cita-cita bangsa Indonesia adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Gontor memilih ranah dan lahan perjuangannya dalam pendidikan karena Gontor sadar bahwa amanat cita-cita pendidikan nasional masih sangat jauh. Gontor akan senantiasa konsisten dan fokus untuk berjuang dalam dunia pendidikan.

Dalam pidatonya, KH. Ahmad Suharto menyampaikan “Jadilah anak-anak yang cerdas lahir batin. Jadilah anak-anak yang berbudi tinggi, mempunyai karakter yang kuat, mempunyai karakter yang luhur, mempunyai akhlaq yang mulia, jadilah anak-anakku mempunyai fisik kesehatan badan, jadilah anak-anakku mempunyai wawasan pengetahuan dan pengalaman yang luas, karena kalian akan menjadi mundzirul qoum, kalian akan menjadi pendidik bangsa, mencerdaskan bangsa. Lewat pendidikanlah kita bisa merdeka dengan sebenarnya, tapi tanpa pendidikan bangsa ini akan tetap bodoh, dibodohi, dan terus hanya dijadikan sasaran oleh bangsa-bangsa asing”.

Dengan diadakannya upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia, diharapkan santriwati dapat menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan tidak melupakan perjuangan para pahlawan serta mempunyai kesadaran bahwa ditangan kitalah masa depan bangsa Indonesia.Salsabila

Gontor Mengeksplorasi Kreatifitas Santriwati Melalui Drama Arena 52019

0

Mantingan- Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 terus memberikan kreatifitas dan inovasinya melalui Pagelaran Seni Drama Arena 52019 yang diselenggarakan pada hari Ahad (12/8) mulai pukul 19.45-24.00 WIB bertempat di lapangan Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dan dibuka secara langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I.

Kelas 5 adalah puncak keorganisasaian, kepemimpinan, kemasyarakatan . Acara ini adalah internal Pondok untuk mengeksplorasi bakat dan minat mereka. Gontor mendidik melalui acara ini sebagai pendidikan kepanitiaan, perencanaan, pelatihan dan kesenian, yang mana ini menunjukan bahwa Gontor adalah lembaga pendidikan yang komprehensif, pendidikan yang menyeluruh dan sempurna sebagaimana kita tahu bahwa isi pendidikan Gontor itu ada 3 yaitu keislaman, keilmuan dan kemasyarakatan” Ujar Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto M.Pd.I dalam pembukaan Drama Arena.

Dengan bertemakan “Dengan variasi nada  berpacu menjadi satu melodi yang harmonis melantunkan inovasi bagi muslimah Darussalam” mereka mampu menyuguhkan acara yang meriah, menarik dan spektakuler namun tetap bernuansa pendidikan dan islami. Diawali dengan Nasyid dan dilanjutkan dengan MC Resmi, Tilawah Al-Qur’an, Choir, Drama, Tari Daerah, Tari Mesir, Puisi, Fashion Show, Pantomim, Modern Dance, Cabaret, Pencak Silat dan pop singer. Alhamdulillah, hingga akhir penghujung, acara ini berlangsung dengan meriah, sukses dan lancar. Fina K.

Pergantian Anggota DEMA Sebagai Wujud Estafet Tongkat Keorganisasian

0

Patah tumbuh hilang berganti.  Mau dipimpin dan siap dipimpin, begitulah motto yang sering digaungkan di bumi darussalam. Organisasi Dewan Mahasiswa cabang Gontor Putri Kampus 2 telah menjalankan tugasnya selama satu tahun penuh, maka tiba saatnya untuk mengestafetkan tongkat perjuangan kepada anggota Dewan Mahasiswa yang baru agar kegiatan kemahasiswaan tetap dapat berjalan dan menjadi lebih baik lagi.

Kamis (16/8), Farida Syarifah, S.H dan Umi Nur Vianta, S.H selaku ketua DEMA 2018 menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada seluruh mahasiswi dan asatidz Gontor Putri Kampus 2 di Aula UNIDA Putri. Laporan pertanggungjawaban berjalan dengan khidmat dan  dilanjutkan dengan pelantikan anggota DEMA yang baru oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustdz K.H Umar Sa’id Wijaya, S.Ag secara langsung.

DSC_1809
Penghargaan bagi mahasiswi berprestasi di selang acara

“Semoga kami dapat melajutkan tongkat estafet yang telah diamanahkan kepada kami, kami memohon do’a dan dukungan agar kegiatan kemahasiswaan yang sudah berjalan bisa semakin baik “ ungkap Mega Arina Manasikana selaku ketua DEMA 2019. Dalam sambutannya, Al-Ustdz K.H Umar Sa’id Wijaya, S.Ag berpesan agar apa yang sudah terjalankan perlu dipertahankan dan ditingkatkan, kalau perlu ditambah lagi agar kegiatan kemahasiswaan lebih semarak lagi.