Home Blog Page 335

Usai Tujuh Pekan Menuntut Ilmu, Santri Gontor 2 Diuji

0

KAMPUS 2 – Setelah kurang lebih selama tujuh pekan menjalani kegiatan belajar mengajar efeketif, Gontor mengadakan Ulangan Umum bagi para santrinya. Ulangan Umum dilaksanakan hanya selama lima hari, karena tidak semua materi pelajaran diujikan pada Ulangan Umum.

MeskipunUlangan Umum, semua santri tetap mengerjakannya dengan penuh keseriusan
Meskipun Ulangan Umum, semua santri tetap mengerjakannya dengan penuh keseriusan

Dimulai dari hari Sabtu (27/1) sampai dengan hari Rabu (31/1), Ulangan Umum mendapat perhatian lebih dimata seluruh santri. Sebab dengan Ulangan Umum dapat dilihat tingkat pemahaman santri akan materi yang mereka pelajari dikelas. Sehingga para Asatidz dapat melakukan evaluasi mengenai metode pembelajaran yang mereka terapkan dikelas.

Pada tahun ini, tidak semua kelas mengikuti Ulangan Umum. Mengingat kelas enam akan menghadapi Ujian Akhir, sehingga mereka tidak diikutsertakan menjadi peserta Ulangan Umum. Untuk itu para siswa kelas enam tetap menjalankan aktifitas belajar dikelasnya masing-masing. Demikianpun para Asatidz yang mengampu pelajaran kelas enam, mereka tetap mengajar meski menjadi pengawas ruangan Ulangan Umum. EMHA DIT

Pembangunan Rumah Sakit Islam Darussalam (RSID) Gontor sudah mencapai 50 Persen

0

GONTOR-Kamis (25/1), sudah 5 bulan pembangunan Rumah Sakit Islam Darussalam (RSID) Gontor berjalan. Alhamdulillah dapat terlaksana dengan lancar, termasuk pembangunan lainnya. Sampai saat ini pengecoran bangunan rumah sakit sudah mencapai lantai 3, dan akan memulai pemasangan bambu-bambu pranca pada lantai 4 bagian utara lalu ke timur. Para pekerja yang sebelumnya hanya terfokuskan pada pengecoran lantai 3, sekarang sebagian dari mereka sudah bisa memulai perataan semen pada dinding-dinding bangunan di lantai 1. Secara umum pembangunan RSID sudah mencapai angka 50%.

“Gedung yang menjadi tempat BKSM sekarang akan dipindahkan ke RSID lantai 1 setelah bangunan dan ruangan-ruangan siap pakai. Maka sesegera mungkin akan kami selesaikan proyek kami pada lantai 1 RSID. Kami bersama Dokter Rumah Sakit Islam Surabaya  masih merancang konstruksi bangunan RSID dan memusyawarahkan peletakan bangunan yang berada di tengah-tengah pemukiman desa Gontor ini”, ujar Al-Ustadz Farid Izda Iskandar selaku staf Pembangunan PMDG.

Adapun biaya yang sudah dikeluarkan pondok untuk membeli bahan bangunan dan pengecoran RSID hingga saat ini, ialah sebesar 4 milyar. rukh

Kenalkan Sistem Kepramukaan Melalui Laporan Pertanggungjawaban Koordinator

0

Gontor Putri Kampus 1- Aula auditorium tampak penuh dengan busana pramuka. Tampak para santriwati serius memperhatikan pelapor yang berdiri di panggung. Acara ini adalah Laporan Pertangggungjawaban Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) yang diadakan pada Senin, 22 Januari 2018 sampai Selasa pagi, 23 Januari 2018. Acara ini merupakan kelas besar yang diadakan untuk mendidik santriwati selain pada Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Seluruh santriwati diliburkan dari kegiatan belajar mengajar guna mendapatkan ilmu yang lebih besar lagi.

Pelantikan Pengurus Koordinator Baru
Pelantikan Pengurus Koordinator Baru

 

Acara ini dimulai dengan sambutan Bapak Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1. “Di Gontor itu kita dididik secara total dan pendidikan di Gontor itu komprehensif! Pendidikan intelektualitas ada, pendidikan spiritualitas ada, pendidikan kemasyarakatan ada, leadership, kepemimpinan ada, organisasi ada, kecakapan ketrampilan ada, keputrian ada, kepramukaan ada, olahraga ada, apa yang tidak ada? Ibaratnya pokoknya Gontor itu seperti mall yang super lengkap. Pendidikannya apa saja ada disini. Sudah begitu murah lagi ya! Masya Allah! Luar biasa! Anak-anakku sekalian, itu yang pertama. Ini bagian dari pendidikan. Ini adalah kelas besar. Meskipun kita hari ini tidak masuk kelas, tapi kita sepakat disini kita akan banyak belajar!,” ucap al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, MA dalam pidato sambutannya. Acara ini pun dilanjutkan dengan laporan dari setiap bagian, baik pembina gugusdepan (Bindep) hingga ketua Koordinator.

Serah Terima Amanat Dari Pengurus Lama Ke Pengurus Baru
Serah Terima Amanat Dari Pengurus Lama Ke Pengurus Baru

Pada Selasa pagi, setelah berakhirnya laporan para pengurus lama, Bapak Pengasuh Pondok Modern Gontor Putri Kampus 1 melantik para pengurus baru Koordinator Gerakan Pramuka dihadapan Bapak Wakil Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyyah, seluruh Asatidz dan Ustadzat, serta para santriwati. Kepengurusan yang baru ini diketuai oleh Feby Amanda (5C) dan Ariza Rizki (5C) dengan jumlah 42 pengurus. Fayra

Kiai Hasan Isi Tausiyah dalam Apel Milad Dar El-Qolam

0

Gintung- Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal hadir dan memberi tausiyah dalam Apel Milad Pondok Pesantren (PP) Daar El-Qolam, Jayanti, Gintung. Apel ini diselenggarakan pada Ahad (20/1) bertempat di lapangan Dar El Qolam 4. Dimulai pukul 08.40 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku, lalu pembacaan Panca Jiwa dan Moto Pondok.

Setelah pembacaan sejarah singkat Daar el-Qolam dan ucapan syukur oleh Pengasuh Pondok, Kiai Ahmad Syahiduddin, Kiai Hasan berdiri di mimbar dan menyampaikan tausiah. Beberapa diantaranya adalah: pondok pesantren berdiri berabad-abad untuk membentengi umat dari penjajahan dan kekafiran. Pondok pesantren yang tidak anti penjajahan dan kekafiran, palsu. Yang membedakan pesantren dengan sekolah lainnya adalah sakralnya kehidupan, suci, ibadah lillah. Beliau melanjutkan, ada 3 hal yang menjadi dasar Pesantren: keislaman, keillmuan, dan kemasyarakatan, maka ketiga ini wajib ada dalam pesantren manapun.

Hadir juga bersama kiai Hasan, Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Rektor Unida Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., Ketua I Badan Wakaf PMDG, K.H. Akrim Mariyat, Dipl. A.Ed., Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A., dan lebih dari 400 kiai dari ponpes-ponpes alumni Gontor.

Kiai Hasan adalah sahabat dari pendiri Pondok ini, K.H. Ahmad Rifa’i Arief, beliau berdua pernah mengenyam masa pendidikan di kelas yang sama selama 2 tahun. “Saya kenal betul Kiai Rifai,” jelas Kiai Hasan. Istiqomah, kegigihan, dan kesabaran kiai Rifa’i harus ditiru oleh para penerusnya, pesan beliau. Pondok yang didirikan tanggal 20 Januari tahun 1968 ini menjadi bukti dari semua itu. Kini sudah 50 tahun lamanya Pondok ini berdiri, tetap eksis dalam membina umat, mendidik umat, dan bermanfaat bagi umat. Semoga tambah berkah sampai akhir nanti. AaRum

Kiai Hasan Hadiri Sarasehan Forum Pesantren Alumni Gontor

0

JAYANTI–Kiai Hasan, setelah sekian tahun lamanya tidak berkunjung ke Pondok Pesantren Daar El Qolam Tangerang, kahirnya menyempatkan diri untuk hadir dalam momen Peringatan 50 tahun Miladnya, tepatnya pada acara apel dan Rapat Kerja dan Sarasehan Internasional Kiai serta Pimpinan Pesantren Alumni Gontor dan Alumni Daar El Qolam di Tangerang, Banten.

Acara yang dimulai dengan pembukaan usai Apel 50 tahun Ponpes Daar El Qolam ini, dihadiri 1.500 santri dan banyak Kiai Pimpinan Pesantren se-Indonesia, agenda tersebut juga dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin pada Sabtu pagi, 20 Januari 2018 pukul 08.00 WIB di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Jayanti, Tangerang, Banten.

Pimpinan Ponpes Gontor Kiai Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya pada apel tersebut mengatakan, ponpes merupakan lembaga yang paling bisa diandalkan untuk mendidik generasi bangsa.

Berbagai kegiatan digelar diusia setengah abad ini Daar el-Qolam sebagai refleksi rasa syukur kepada Allah SWT karena Daar el-Qolam masih tetap eksis mengemban visi dan misinya sebagai lembaga pendidikan Islam. Sand88

Jalin Ukhuwwah Islamiyyah, Dema adakan Militant Camp Wirakarya untuk Mahasiswa Guru

0

Tawangmangu – Guna mengisi kekosongan ketika acara pergantian pengurus OPPM dan Koordinator, Dewan Mahasiswa (Dema)  Kampus Gontor mengadakan  kegiatan Wirakarya yang bertempat di Tawangmangu Camp Resort. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan nilai keislaman dalam kebersamaan  para mahasiswa guru, mendidik dan  melatih kecakapan mahasiswa guru dalam kepemimpinan, kerjasama, tanggungjawab, dan semangat bekerja keras, dan meningkatkan jalinan Ukhuwwah Islamiyyah di antara para mahasiswa guru.

Militant Camp Wirakarya 2018 dimulai dari hari Selasa (16/1) sampai hari Kamis (18/1). Diawali dengan pelepasan oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. di depan Gedung Asia pukul 14.30 WIB.  Diikuti oleh 91 orang  peserta dan 42 orang panitia serta pembimbing dari Staf  Dema Kampus Gontor.

Beberapa acara yang diadakan seperti, camping, outbound, hiking, api unggun, senam pagi, dan berbagai perlombaan. Ada lomba Futsal air, Memasukkan paku dalam botol, Memindahkan air menggunakan ember, Mengeluarkan bola dari paralon yang berlubang menggunakan. Hari itu berjalan penuh kemeriahan hingga siang hari.

Malam harinya, panitia mengagendakan acara api unggun dan renungan.  Semua peserta berbaur dalam kegembiraan, mereka bersama menyanyikan lagu-lagu. Api unggun berakhir pukul 22.00 WIB, kemudian ada yang langsung istirahat, ada juga yang membakar ubi dan jagung. Di hari terakhir, Kamis (18/1) panitia mengumumkan hasil dari beberapa perlombaan yang telah dilaksanakan..

Kegiatan ini merupakan wadah untuk menjalin Ukhuwwah Islamiyyah antara satu dengan yang lain. Diharapkan mahasiswa dapat mengambil manfaat dan pelajaran dari kegiatan ini, dan dapat lebih mensyukuri indahnya ciptaan Sang Ilahi.AhsyFOTO

Mahasiswi UNIDA Gontor Cicipi Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Brunei Darussalam

0

BRUNEI DARUSSALAM- Dalam prinsip mengokohkan tali persaudaraan dan bertujuan untuk berbagi beberapa ilmu pengetahuan dalam bidang perekonomian, politik, dan sosial budaya, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kampus Mantingan, fakultas Ekonomi dan Manajemen,  prodi Ekonomi Islam,  mengirimkan 28 mahasiswinya  untuk berkunjung ke Negara Brunei Darussalam dalam kegiatan Studi Akademik.

Kegiatan ini dibimbing oleh Al-Ustadz Taufiq Affandi, M.Sc dan Al-Ustadzah Atika Masrifah, M.E.Sy yang dibantu oleh segenap jajaran Universitas Islam Sultan Sharif ‘Ali (UNISSA) serta didukung oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IK27153279_1957399390955720_91402278_nPM) Brunei Darussalam. Studi Akademik usai berjalan 2 hari silam, dengan beberapa kegiatan yang menarik dan mengesankan, hal ini terbukti dari para kesemangatan mahasiswi yang turut antusias dan tak lelah bertanya demi mendapatkan beberapa informasi seputar ekonomi, politik, dan sosial budaya yang berbau Brunei Darussalam.

Kegiatan terus berlanjut, pada hari jum’at (19/01), perjalanan Studi Akademik mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor semester 4, tidak patah semangat meskipun dimulai dengan suasana yang dingin dan hujan, semua ini tidak melunturkan kesemangatan dan membuat kebahagiaan para mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) sirna. Para mahasiswi memulai aktivitasnya dengan evaluasi yang disampaikan oleh al-Ustadz Taufiq Affandi, M.Sc, dan dihidupkan dengan sedikit motivasi dan dorongan di akhir ucapnya.

Para mahasiswi pun berlomba-lomba menyiapkan pertanyaan yang akan ditujukan ke beberapa tempat tujuan, yaitu Muzium Royal Regalia, dan juga Embassy of Indonesia. Kedatangan mahasiswi UNIDA pada Muzium Royal Regalia, sangat dimanfaatkan untuk menanyakan hal-hal yang terkait dengan silsilah kesultanan, Perekonomian Brunei, Pembangunan Infrastruktur Negara, Sosial budaya, dan hal-hal yang bersinggungan dengan Brunei Darussalam.

Negara Brunei Darussalam, adalah Negara yang tak asing dengan kemakmuran masyarakatnya, itu semua dikarenakan kestabilan perekonomian Brunei Darussalam yang memiliki penghasilan Sumber Daya Alam (SDA) di bidang Minyak bumi dan Gas. Itulah titik utama penghasilan masyarakat Brunei Darussalam, yang menjadi income Negara dan disubsisdikan ke seluruh masyarakatnya dengan membagi ke beberapa kepentingan masyarakat, seperti Rumah Sakit yang bebas biaya bagi warga Negara Brunei walau hanya membayar administrasi sebesar 1 dolar, Jalan raya, air, bensin, pendidikan dan lain halnya pun termasuk dalam subsidi yang diberikan oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah selaku Perdana Menteri, Menteri Perekonomian, dan Menteri Pertahanan.

Berbeda dengan Indonesia dengan sistem pemerintahan yang akan berganti setiap 5 tahun sekali, Sultan Haji Hassanal Bolkiah adalah Sultan yang ke-29 dengan masa jabatannya yang bertahan Selama 50 tahun, sultan pun melakukan beberapa pergerakan baru dengan mengeluarkan beberapa titah (perintah raja) yang menyeru masyarakatnya untuk selalu berbuat kebijakan dan berlaku baik. Seperti halnya, perjanjian kesetaraan ekonomi antara Brunei Darussalam dan juga Singapura yang menjadikan adanya kestabilisasian nilai uang diantara keduanya dan titah bagi masyarakat Brunei Darussalam yang diseru untuk meningkatkan pergerakan ekonominya dibidang Enterpreneurship (Kewirausahaan). Karena, sultan berharap agar masyarakat Brunei sendiri, tidak bergantung dengan subsidi Negara yang dihasilkan oleh Minyak dan gas. Karena itu, masyarakat Brunei sedang meningkatkan usahanya dalam perniagaan. Terlihat dari beberapa universitas di Brunei Darussalam yang mengadakan beberapa kegiatan Mahasiswa/i yang berhubungan dengan segi perniagaan dan perekonomian, salah satunya seperti Universitas Islam Sultan Sharif ‘Ali (UNISSA).

Selepasnya berbincang mengenai Brunei Darussalam, mahasiswi UNIDA mengunjungi Embassy of Indonesia. Yaitu salah satu perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia disebuah Negara, yang memiliki hubungan diplomatik. Adapun KBRI bertugas dan berwewenang penuh atas beberapa permasalahan masyarakat Indonesia yang berjumlah + 100.000 jiwa di Brunei Darussalam.

Mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA), disambut ramah dan hangat, menjadikan suasana begitu bersahabat bak satu keluarga yang mengunjungi sanak saudaranya. Kesemangatan pun tetap terlihat di raut wajah para mahasiswi yang menanyakan perihal kehidupan masyarakat Indonesia di Negara Brunei Darussalam. Dari segi perekonomian, adat istiadat Indonesia, dan juga kehidupannya. Semua itu, guna membandingkan dan menerapkan segala ilmu yang ada, tuk jadikan usaha-usaha yang berguna dan bermanfaat.

Kegiatan pun berhujung di Pasar Pelbagai Barangan Gadong, yang konon katanya, terkenal dengan pusat kuliner yang murah di pusat kota. Dengan menawarkan berbagai macam harga mulai dari 1-15 dolar Berbagai makanan dan minuman dijual disana. Seperti di Indonesia, kita dapat menjumpai berbagai macam makanan dan minuman seperti cendol, durian, terang bulan, dan bakso. Tetapi, dengan sebutan dan rasa, bahkan jenis yang memiliki ciri khasnya sendiri.

Sembari menunggu kumandangnya Maghrib, mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, menghabiskan waktu senjanya di pasar tersebut, kesatuan dan kebahagiaan mahasiswi terasa lengkap dengan ilmu yang didapatkan beserta pengalaman yang dirasakan di Brunei Darussalam yang bersifat Islami. Seperti ucapan Al-Ustadz Taufiq Affandi, M.Sc “Sebagai mahasiswa ekonomi, kita dapat melihat sudut pandang perekonomian suatu negara dari segala aspek kehidupan, politik, dan sosial budaya-nya, itulah ilmu yang dapat kita dapatkan disetiap kegiatan yang ada.”. Selmd

Gontor Sabet Juara Umum Jambore & Raimuna 2018

0

BANTEN-Pondok  Modern Darussalam Gontor (PMDG) memborong juara dalam Jambore dan Raimuna antar Pesantren Se-Jawa dan Sumatera yang digelar di Bumi Perkemahan Daar el-Qolam, Tangerang, Banten. Acara ini berlangsung sejak tanggal 15-18 Januari 2018 dalam rangka memeriahkan milad Pondok Pesantren Daar el-Qolam ke-50 tahun.

Gontor mengirimkan 2 kontingen, terdiri dari 10 siswa Tingkat Penegak dan 10 siswa Tingkat Penggalang, serta 3 orang Pembimbing Mabikori. Mereka mampu menyabet 11  wimpel sekaligus perlombaan LKBB variasi, Puisi, Semaphore, Pionering, MTQ, Morse, dsb. Dan juga meraih poin tertinggi. Dengan perolehan nilai tersebut Tim Pramuka PMDG berhasil menjadi juara 1 untuk kategori Penegak dan Penggalang serta Juara Umum Jambore dan Raimuna antar Pesantren Se-Jawa dan Sumatera tahun ini.

Meskipun menghadapi berbagai pesaing yang cukup tangguh, Tim Cobra PMDG mampu mengeluarkan seluruh kemampuan dan akhirnya menjadi juara. “Alhamdulillah, Selamat atas prestasi yang diraih. Mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan. Saya harap ini juga menginspirasi pelajar kita, khususnya di Bidang Kepramukaan untuk menorehkan prestasi-prestasi lainnya” tutur Ustadz Iqbal, Pembimbing Mabikori Gontor. Rakafadel

Jambore

Tim Cobra PMDG tengah mengikuti lomba LKBB Variasi
Tim Cobra PMDG tengah mengikuti lomba LKBB Variasi

Gontor Sabet Juara Umum Jambore & Raimuna 2018

0

BANTEN-Pondok  Modern Darussalam Gontor (PMDG) memborong juara dalam Jambore dan Raimuna antar Pesantren Se-Jawa dan Sumatera yang digelar di Bumi Perkemahan Daar el-Qolam, Tangerang, Banten. Acara ini berlangsung sejak tanggal 15-18 Januari 2018 dalam rangka memeriahkan milad Pondok Pesantren Daar el-Qolam ke-50 tahun.

Gontor mengirimkan 2 kontingen, terdiri dari 10 siswa Tingkat Penegak dan 10 siswa Tingkat Penggalang, serta 3 orang Pembimbing Mabikori. Mereka mampu menyabet 11  wimpel sekaligus perlombaan LKBB variasi, Puisi, Semaphore, Pionering, MTQ, Morse, dsb. Dan juga meraih poin tertinggi. Dengan perolehan nilai tersebut Tim Pramuka PMDG berhasil menjadi juara 1 untuk kategori Penegak dan Penggalang serta Juara Umum Jambore dan Raimuna antar Pesantren Se-Jawa dan Sumatera tahun ini.

Meskipun menghadapi berbagai pesaing yang cukup tangguh, Tim Cobra PMDG mampu mengeluarkan seluruh kemampuan dan akhirnya menjadi juara. “Alhamdulillah, Selamat atas prestasi yang diraih. Mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan. Saya harap ini juga menginspirasi pelajar kita, khususnya di Bidang Kepramukaan untuk menorehkan prestasi-prestasi lainnya” tutur Ustadz Iqbal, Pembimbing Mabikori Gontor. Rakafadel

 

Pergantian Pengurus OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern)

0

Karangbanyu-Setelah sebelumnya diadakan Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Amanat kepada pengurus baru oleh Koordinator. Dilanjutkan setelahnya Laporan Pertanggungjawaban oleh OPPM hari Rabu, 29 Rabi’u Tsani 1439 H/17 Januari 2018. Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag mengawali dengan sambutan dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban oleh masing-masing bagian OPPM. Dalam laporan tersebut, Ketua Bagian melaporkan hasil usaha selama mengemban amanat tersebut. Berlangsung di Auditorium selama 2 hari, diikuti oleh seluruh Santriwati dan Dewan Guru.

Berakhir dengan penyerahan amanat dari Pengurus OPPM Lama ke Pengurus OPPM Baru pada hari Kamis, 1 Jumadal Ula 1439 H/18 Januari 2018 dengan. OPPM tahun ini diketuai oleh Nada Muhda Imana 5B dan Chandra Amalia 5B. Pergantian Pengurus OPPM merupakan salah satu cara Gontor mengajarkan santriwatinya berorganisasi dan menjadi generasi yang siap memimpin dan siap dipimpin. Acara ini berjalan khidmat, seluruh santriwati mengikutinya dengan serius dan mendengarkan dengan seksama laporan yang disampaikan oleh masing-masing bagian dengan harapan seluruhnya ikut terdidik dan termotivasi dengan adanya acara ini. Qudwah_14