Home Blog Page 343

Queen and Princess of Language; Peningkatan dalam Bidang Kebahasaan

0
Pembukaan Queen and Princes
Pembukaan Queen and Princes

“Al-ma’hadu laa yanaamu abadan” , inilah kalimat pembuka yang disampaikan Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I pada pembukaan ajang pemilihan Princess and Queen of Language. Dari kalimat pembuka tersebut kurang lebih dapat dipahami bahwa pondok tidak pernah tidur; tidak pernah kosong dari kegiatan selalu dinamis, pondok selalu dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan yang sengaja diadakan dalam rangka menciptakan miliu yang mendidik dan mengembangkan potensi santriwati dalam berbagai bidang. Salah satu bidang tersebut adalah bidang kebahasaan.

Bidang kebahasaan merupakan bidang yang sangat penting, salah satu alasannya karena bahasa (arab dan inggris) merupakan bahasa pengantar dalam pembelajaran di Pondok Modern Gontor bahkan lebih dari itu bahasa merupakan kunci untuk membuka dunia. Dalam rangka mendukung peningkatan potensi kebahasaan para santriwatinya, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus 1 mengadakan berbagai acara kebahasaan seperti Fun Friday, Master of Language, kursus bahasa serta ajang pemilihan Princess and Queen of Language.

Queen of Language
Queen of Language

Perlombaan Princess and Queen of Language baru diadakan pada Jum’at (22/12/2017) lalu bertepatan dengan acara Perkajum (Perkemahan Kamis Jum’at). Meskipun acara tersebut diadakan bersamaan, namun antusiasme santriwati dalam menyambut acara ini tidak kalah dengan peserta perkemahan, hal ini terbukti dengan semaraknya penonton dan peserta mulai dari seleksi pertama, kedua hingga babak final pada jum’at kemarin. Berikut adalah rekapitulasi perombaan ini.

Princess of Language

Juara Nama Kelas Asal
1 Ariella Agsha 4B Blitar
2 Nayla Hafizha 4B Jakarta
3 Amidatul Izzah 3 Int. B Surakarta

Queen of Language

Juara Nama Kelas Asal
1 Anisa Kirani 1 Int. B Sidoarjo
2 Ainul Jameela 2F Malaysia
3 Nur Izzatul Fariha 2F Malaysia

Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan untuk para peserta tetapi seluruh santriawati Pondok Modern Darussalam Gontort Putri Kampus 1. Acara ini merupakan salah satu usaha pondok dalam memotivasi para santriwati dalam peninggatan bahasa dan juga pribadi yang kompetitif. Pearl.

Inspiring Gontor Olympiad

0

DARUSSALAM–Belum lama setelah berakhirnya Liburan Pertengahan Tahun, para santri kader pemimpin bangsa di Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) sudah disibukkan dengan kegiatan dan perhelatan besar. Kegiatan tersebut merupakan Gontor Olympiad 2018. Penunjukan panitia sudah dilaksanakan sejak 4 hari sebelum berakhirnya liburan, tepatnya pada hari terakhir Ujian Siswa Akhir KMI. Dengan demikian, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk mempersiapkan acara ini dari segala sisinya.

Namun demikian, Pembukaan Gontor Olympiad (GO) 2018 berjalan lancar, meriah, spektakuler, dan penuh dengan nilai-nilai pendidikan. Acara dimulai pada pukul enam pagi. Sebelum para tamu undangan datang, lapangan sudah terkondisikan, mulai dari background besar, tiang dengan pemancangnya, maskot berukuran raksasa, serta obor besar setinggi gedung lantai dua sudah berada di posisinya masing-masing.

Ada dua nuansa baru dalam GO tahun ini, yaitu saat pengibaran bendera olimpiade dikibarkan. Sebelumnya, pengibaran bendera dilaksanakan dengan hening, dan pada tahun ini, pengibaran bendera tersebut diiringi dengan Mars GO dengan ketukan yang bagus dan semangat serta penuh pesan pendidikan. Nuansa baru yang lain adalah ketika protokol membacakan nama-nama petugas upacara sebelum upacara tersebut dimulai. Dengan demikian, upacara yang diadakan di lapangan hijau ini serasa seperti acara resmi kenegaraan di halaman istana negara.

Pada tahun ini, Siswa Akhir KMI 2018 Inspiring Generation sebagai panitia pelaksana acara menggunakan rusa sebagai maskot. Adapun filosofi yang ada pada binatang ini adalah bahwasannya rusa merupakan mamalia yang berkecepatan tinggi. Dengan ini, para peserta dan semua yang terlibat diharapkan memiliki kemampuan untuk menjadi yang tercepat dalam berprestasi. Selain itu, rusa merupakan hewan yang hidup berkelompok. Artinya, selain berpacu dalam prestasi, seluruh santri diharapkan menjunjung tinggi kebersamaan.

Perhelatan ini dibuka oleh Al-Ustadz Imam Kamaluddin. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga pelajaran penting dalam kegiatan ini: kejujuran, ketekunan, dan persaudaraan atau ukhuwwah. Beliau menjelaskan bahwa kejujuran adalah akhlak mulia yang juga merupakan sifat utama para nabi dan rasul. Berkaitan dengan ukhuwwah, beliau berkata, “Lambang olimpiade berupa lima lingkaran yang tersambung merupakan simbol persaudaraan dari seluruh negara di lima benua. Dengan demikian, kita harus menjunjung tinggi nilai persaudaraaan atau ukhuwwah.”

Beberapa saat setelah api olimpiade dinyalakan, atraksi Grand Opening mulai menyihir seluruh hadirin. Diawali dengan teatrikal keadaan anak-anak Palestina di bawah tekanan pasukan bersenjata yang diiringi lagu atouna el toufule mengingatkan hadirin untuk tidak melupakan keadaan kaum muslim di tanah Quds. Atraksi dilanjutkan dengan parade barisan pembawa bendera raksasa berwarna merah, hijau, dan putih serta barisan santri yang membentuk huruf GO. Grand Opening ditutup dengan penampilan lagu OST GO 2018 yang penuh semangat.

Selain itu, ada beberapa penampilan atraksi lain, di antaranya adalah: Marching Band Gema Nada Darussalam dengan tiga lagunya (Darussalam, Berkah, Berkibarlah Benderaku), Persatuan Bela Diri Darussalam (Perbeda), Persatuan Senam Darussalam (Persada), dan Tabloid Olahraga atau (Tablo). Begitulah, adanya perhelaan besar ini merupakan bentuk perhatian Gontor untuk mendidik para santrinya. Melihat semangat panitia dan seluruh santri pada umumnya, seakan memberikan pesan kepada kita bahwa hidup ini adalah lapangan perjuangan untuk menggapai ridha Allah sesuai dengan salah satu jargon kelas enam tahun ini, “Berkarya Tanpa Lelah, Berjuang Lillah”.

Perdana, Gontor Putri Kampus 2 Adakan Gontor Olympiad

0
Paskibra Pembukaan Gontor Olympias
                                                         Paskibra Pembukaan Gontor Olympiad

Gontor Putri Kampus 2, Ngawi — Al-ma’hadu lâ yanâmu abadan, adalah sebuah ungkapan terbaik untuk menggambarkan perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor yang begitu dinamis. Berbagai acara dan kegiatan tertata rapi, terlaksana dengan sangat sempurna. Mengawali perjalanannya di semester kedua, Gontor serentak menyelenggarakan acara tahunannya Gontor Olympiad, yang mengandung nilai pendidikan dan pengajaran yang efektif, inovatif, serta menyehatkan. Jum’at 22 Desember, tepat pukul 06.00 WIB, bertempat di lapangan hijau, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 membuka acara ini dengan sebuah upacara pembukaan yang sangat meriah dan sempurna. Upacara ini dipandu oleh dua orang master of ceremony, yaitu Ummi Kulsum dan Firdausin Nuzula yang keduanya merupakan siswi kelas 5D. Kepemimpinan upacara kali ini diamanatkan kepada Amalia Japana, siswi kelas 3C. Para santriwati serentak merapikan barisannya sesaat setelah pemimpin upacara memberikan sebuah komando lantang, sebagai tanda bahwa upacara telah dimulai, dengan khidmat mereka mengikuti jalannya upacara.

Komandan Pleton Upacara Pembukaan Gontor Olympiad
                                 Komandan Pleton Upacara Pembukaan Gontor Olympiad

              Merupakan kebanggaan dan kesyukuran besar bagi Gontor Putri Kampus 2, karena mendapat sebuah kepercayaan sehingga secara mandiri mampu melaksanakan acara Gontor Olympiad perdananya di tahun ini. Mengusung tema “Harmony In Diversity”, yang diintegrasikan dengan sebuah visi mulia, yaitu bersatu padu dalam keanekaragaman untuk mencapai keharmonisan demi menjunjung keselarasan hidup para pencari kedamaian. Untuk mewujudkan visi tersebut, Gontor Putri Kampus 2 menetapkan moto “Let’s Travelling By Language, Health By Sport, Rich By Knowledge, Coloring By Art To Conquer The World”.

            Demi menjaga efektivitas dan kualitas acara besar ini, Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 membentuk sebuah kepanitiaan khusus yang terdiri dari beberapa asatidz, ustadzat dan santriwati KMI kelas 6. Al-Ustadz Muhammad Yusuf Setiawan, S.Th.I bertugas sebagai koordinator umum, dibantu oleh Al-Ustadzah Lathifah Dwi, S.E, Al-Ustadzah Rusmila Handayani, S.E dan Al-Ustadzah Marviana Rahayu NingTyas. Adapun panitia dari kelas 6 berjumlah 116 siswi, yang diketuai oleh Nurul Arafah Basri 6 E, Fajar Deny Elfianita 6 C, dan Putri Masyitoh 6 F.
Acara ini diikuti oleh seluruh santriwati KMI kelas 1 sampai dengan 5, yang terbagi ke dalam empat divisi, yaitu devisi bahasa, keilmuan, wawasan santriwati, dan olahraga. Keempat divisi tersebut memiliki tujuan yang berbeda antara satu dan lainnya. Divisi bahasa bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahasa santriwati, divisi keilmuan bertujuan untuk mengembangkan wawasan santriwati, divisi olahraga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani santriwati, sedangkan divisi kesenian bertujuan untuk mendidik santriwati agar cakap berdedikasi dan berkreasi menjadi wanita yang sitti-l-kull.

          Diharapkan dengan terselenggaranya acara ini, Pondok Modern Darsusalam Gontor Putri Kampus 2 dapat menyeimbangkan ketiga aspek penting pendidikan yang terdiri dari ruh, jasad, dan akal, dengan tetap memperhatikan unsur seni dan jasmani. Sehingga pada akhirnya dapat tercipta sebuah keseimbangan antara tarbiyah rûhiyyah, fikriyyah, dan badaniyyah. Marvi

Tim Kreasi Gontor Olympiad Gp2
                                                                  Tim Kreasi Gontor Olympiad Gp2

Bertolak ke Jakarta, Kiai Hasan Hadiri Pertemuan di Kemlu RI Bahas Isu Palestina

0

JAKARTA – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal bertolak ke Jakarta pada Selasa (19/12) pagi, guna menghadiri pertemuan singkat di Gedung Pancasila, Kementrian Luar Negeri RI bersama Menlu, Ibu Retno Marsudi yang juga didampingi oleh Wamenlu, Bapak Abdurrahman M. Fachir untuk membahas isu Palestina dan status Yerussalem.

Pertemuan yang memiliki konsep Foreign Policy Breakfast ini juga dihadiri oleh para tokoh ormas islam, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, dan para aktivis/pemerhati Timur Tengah. Yang beberapa diantaranya dapat berkesempatan memberikan pendapat serta isi pemikiran mereka terkait isu yang sedang hangat diperbicangkan oleh seluruh umat manusia di dunia saat ini.

Foreign Policy Breakfast ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dan memberikan masukan terkait langkah untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina. Dalam hal ini, Indonesia berupaya keras agar dunia melihat dan memberikan perhatian lebih kepada Palestina. Ini merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia agar Palestina mendapatkan hak-haknya sebagai sebuah bangsa dan negara.

Suasana pertemuan bertajuk Foreign Policy Breakfast yang membahas tentang isu Palestina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta
Suasana pertemuan bertajuk Foreign Policy Breakfast yang membahas tentang isu Palestina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta

Dalam isi pemaparannya, Menlu Retno menyampaikan berbagai langkah yang sudah sejak awal dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung kemerdekaan Palestina, dan menanggapi keputusan sepihak Amerika Serikat yang dinilai dapat memicu konflik baru dengan mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel.

“Saya tidak ragu dengan apa yang disampaikan Bu Menteri tadi, menggembirakan sekali karena positif buat kita (Bangsa Indonesia). Dan sejalan dengan kita, agama kita, agama kami, anti penjajahan, anti gangguan kedzaliman terhadap negara, bangsa antar bangsa, negara antar negara, manusia antar manusia.” tegas Kiai Hasan di sela-sela penyampaian pendapat beliau.

Diharapkan setelah diadakannya pertemuan ini dapat lebih menguatkan isi dari sikap diplomatik Bangsa Indonesia tentang penolakan atas pengakuan sepihak Amerika dan meminta kepada semua elemen masyarakat untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina.

Jangan pernah berhenti berdoa untuk Palestina dan kedamaian dunia. Indonesia bersama Palestina. Semua kebenaran sudah tertulis di dalam kitab suci Umat Islam, Al-qur’an. Dan yakinlah bahwa Allah selalu bersama kita. Semangat merdeka untuk saudara kita Palestina. (biibmufassir)

FASTABIQUL KHOIROT!!

0

GONTOR 2- Fastabiqul khoirot !! begitulah kira-kira ungkapan yang pas untuk menggambarkan suasana di Gontor Kampus Dua. Seminggu usai berakhirnya liburan pertengahan tahun, dinamika kegiatan kembali padat dengan diadakannya Perkajum dan Art, Handycraft and Sport Show. Kini giliran Gorda Olympiade menyapa para penghuni Darussalam. Tepat pada hari Jum’at (22/12) pagi, Gontor Olympiade resmi dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Kampus 2, Al Ustadz H. M Hudaya, Lc. M. Ag dilapangan hijau Gorda.  Dan akan berlangsung selama seminggu kedepan.

Penampilan MB Al Meida pada Pembukaan Gorda Olympiade
Penampilan MB Al Meida pada Pembukaan Gorda Olympiade

Ketatnya kompetisi tidak hanya melibatkan santri berdasarkan rayon-rayon yang ada. Melainkan juga diikuti oleh semua Klub dari berbagai cabang olahraga. Seperti futsal, sepakbola, bola basket, bola takraw, bola volly dan lain sebagainya. Selain itu, tidak hanya divisi olahraga saja yang diperlombakan, juga ada divisi olahrasa dan olahdzkir. Tak ketinggalan pula dengan pertandingan Fighting pada pendekar PERBEDA ikut meramaikan jalannya kompetisi Gorda Olympiade tahun ini.

Pada tahun ini pantia penyelengara menjadikan hewan Puma berbaju hijau tosca sebagai maskot utama Gorda Olympiade. Dimaksudkan agar setiap santri dapat meniru puma yang memiliki gerakan cepat dan tangkas serta berdisiplin dalam setiap pertandingan. Selain itu puma juga hewan berkelompok yang selalu menjaga ikatan kerja sama saat berburu, sehingga diharapkan para santri bisa tetap menjalin ikatan kebersamaan meski kompetisi sedang berlangsung.

Bukanlah identitas seorang santri yang menghalalkan berbagai macam cara untuk memenangkan sebuah pertandingan. Tetapi tetap berusaha semaksimal mungkin disertai dengan bertawakkal, karena Allah yang akan menentukan hasil akhir. Tetap junjung sportivitas dan salam olahraga! emhaDit

PMDG Putri Kampus 5 Adakan “Public Speaking Training”

0

KANDANGAN, KEDIRI – Bicaralah yang penting, jangan yang penting bicara, sebuah pepatah yang sudah familiar kita dengar dalam ranah public speaking. Kemampuan berbicara di depan umum memang dibutuhkan oleh semua orang dalam segala profesi. “Dengan kekuatan kata-kata, kita bisa menghipnotis orang”, ujar Ustadz Heppy Chandrayana, M.I.Kom dalam acara public speaking training di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 5, Rabu (20/12) siang.

Acara yang diadakan oleh bagian penerangan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) ini diikuti oleh guru-guru KMI beserta para santriwati kelas 5 dan 6. Seminar yang mengangkat tema Pentingnya Kemampuan Berbicara ini disampaikan langsung oleh Ustadz Heppy Chandrayana, M.I.Kom. Beliau merupakan alumni Gontor yang merintis pengalamannya dengan menjadi anggota bagian penerangan. Dilanjut dengan pengalamannya menjadi MC di berbagai acara besar pondok. Sekarang, beliau dikenal sebagai MC istana negara, voice over TV dan public speaking trainer. Perjuangan yang keras harus beliau lakukan demi sebuah peran yang sangat andal.

Ustadz Heppy Chandrayana, M.I.Kom saat menyampaikan pemaparan beliau dalam acara "Public Speaking Training" di depan para Ustadzah dan santriwati.
Ustadz Heppy Chandrayana, M.I.Kom saat menyampaikan pemaparan beliau dalam acara “Public Speaking Training” di depan para Ustadzah dan santriwati.

Rentetan pengalaman yang dipaparkan oleh narasumber mampu menghipnotis para peserta. Tak heran, antusias dan perhatian yang besar pun turut disuarakan oleh seluruh peserta. Suasana yang khidmat pun juga terlihat selama acara ini berlangsung. Alhasil, banyak ilmu pengetahuan baru yang dapat dipetik melalui acara ini.

Pada kesempatan kali ini, para peserta dijelaskan tentang luasnya makna dari public speaking. Tidak hanya sebatas berpidato di atas mimbar saja, namun penyampaian materi dan diskusi antar sesama pun juga termasuk dan menggunakan ilmu ini. “Dengan penguasaan diri yang baik melalui pikiran, hati dan kesemangatan, akan muncul perilaku dan perkataan yang membuat lawan berbicara tertarik dengan pembicaraan kita”, lanjut beliau.

Diharapkan dengan diadakannya acara ini, warga Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 5 dapat memahami teori berbicara di depan umum dengan baik agar tercipta da’iyah yang andal untuk kemajuan umat Islam. Selain itu, juga dapat menyalurkan energi positif untuk meraih masa depan yang gemilang. Amin.

(dataGP5)

68 % Menara Gontor Rampung

0

Gontor-Pembangunan menara baru Masjid Jami’ Gontor terus berlangsung. Saat ini Rabu (20/12) sudah setinggi 66 Meter dari 82 Meter yang direncanakan. Tahapan demi hadapan mulai terselesaikan. Dan sekarang kontraktor Menara sedang menyelesaikan pengecoran gardu pandang pertama dan tangga lantai 3, pengacian kolom praktis, dan pembuatan mal kubah. Di sisi yang lain, Staf Pembangunan PMDG sedang bernegosiasi dengan pihak pembuat penangkal petir, PT Mandiri di Aula Aligarh.
Dengan ketinggian menara yang seperti ini Kiai Hasan, Pimpinan PMDG, khawatir dengan pekerja yang berada di puncak menara. Beliau selalu berdo’a dan minta do’a kepada para seluruh santri agar semua pekerja di proyek ini diberi kemudahan dan keselamatan.
Rencananya, di ketinggian 55 meter, tepat di bawah gardu pandang kedua, akan dipasang jam raksasa. Jam ini berdiameter 4 m dan akan dipasang di setiap sisi menara. Berjumlah 4 buah. Dipesan dari PT. Yasa persada G Clock. Proyek ini sudah menghabiskan 6.5 M. Semoga menara ini bisa rampung sesuai harapan. AaRum

Menara Gontor tampak dari bawah
Menara Masjid Jami’ Gontor tampak dari bawah

Geliat Santri di Art, Handy Craft, and Sport Show

0

GONTOR–Untuk meningkatkan jiwa kreativitas santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Pengasuhan Santri, melalui Bagian Kesenian dan Bagian Olahraga, menggelar Art, Handy Craft, and Sport Show, Jumat (15/12) lalu. Acara yang digelar di dalam, samping, dan depan Balai Pertemuan Pondok Modern ini memamerkan keahlian para santri yang tergabung dalam berbagai macam kursus kesenian, ketrampilan, dan klub olahraga.

Ragam kursus kesenian diantaranya Armada (seni teater), Perbeda (seni beladiri), Limit dan Aklam (seni lukis), Gastrada (ketrampilan), serta klub-klub olahraga dari cabang sepakbola, basket, bulu tangkis, takraw, tenis meja, senam, voli, dan futsal.

Diantara kursus dan klub tersebut, tampak memanfaatkan momen ini sebagai ajang recruitment anggota baru. Hal ini ditujukan agar regenerasi di tiap kursus dan klub terus berlanjut. Sehingga kemampuan para santri di dunia seni dan olahraga dapat selalu ditingkatkan.reyzin

Kiai Syamsul: Pernikahan Kader Gontor adalah Pernikahan Perjuangan

0

Probolinggo–Ahad (17/12), Kader Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz Andri Kurnia Putra, S.Th.I. melaksanakan akad nikah beserta resepsi bertempat di kediaman mempelai wanita, Al-Ustadzah Atika Iswidyarty, S.Pd. di Probolinggo. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Syamsul Hadi Abdan sekalian, beserta beberapa guru senior, Al-Ustadz Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., Al-Ustadz H. Suroso Hadi, Al-Ustadz H. Taufiqurrahman, S.Ag., semua hadir sekalian istri. Pada hari sebelumnya, telah diadakan penguntapan yang dihadiri Pimpinan dan Ketua Lembaga Pondok. Setelah itu, rombongan pengantin pria dan lainnya segera berangkat menuju hotel dekat lokasi acara akan berlangsung guna bermalam dan mempersiapkan diri.

Akad nikah dimulai tepat pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan sambutan K.H. Syamsul Hadi Abdan selaku Pimpinan Pondok, “Pernikahan bagi kader PMDG adalah pernikahan perjuangan, kehidupan yang akan dihadapi oleh kedua mempelai ini tidak akan selamanya berjalan mulus, pasti akan ada masalah yang menghampiri, maka keduanya harus saling memahami dan menyemangati, serta melakukan segala sesuatu dengan tulus ikhlas lillahi ta’ala.” tutur beliau dalam sambutannya.

Seusai akad nikah, kedua mempelai melakukan sesi perfotoan bersama Pimpinan Pondok dan guru-guru senior sekalian istri yang hadir saat itu. Kemudian rombongan kembali menuju hotel untuk beristirahat sejenak, kemudian pulang menuju pondok. Adapun resepsi pernikahan diselenggarakan satu jam setelah pelaksanaan akad nikah di lokasi yang sama. rukh

Gontor Cup “Sarana Gontor untuk Mendidik”

0
Club Memanah
Club Memanah

MANTINGAN – Jum’at Pagi (15/12/2017) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 menyelenggarakan Pembukaan Gontor Cup. Acara berlangsung di lapangan hijau Auditorium Gontor Putri Kampus 1, diikuti oleh para santriwati dan guru. Meskipun sebagian dari santriwati mengikuti perkajum gelombang pertama, acara ini tetap berjalan lancar dan penuh semangat.

Gontor Cup adalah acara rutin tahunan, acara ini akan berlangsung setiap sore selama satu minggu, dari 15 Desember-22 Desember 2017. Gontor Cup sebagai salah satu ajang eksplorasasi bakat santriwati dalam bidang olahraga. Diantara perlombaan yang diadakan adalah basket, volly, tenis meja, memanah, bulu tangkis, seni bela diri, kasti, dan cheers. Perlombaan tersebut dibagi menjadi 4 kategori: individu, angkatan, club olahraga, dan zona rayon.

Gontor mendidik dengan berbagai macam kegiatan yang variatif dan disiplin yang ketat sehingga memberikan kepernahan, pengalaman, kecakapan, ketrampilan, sekaligus menciptakan suasana kegembiraan terhadap santriwati. Olahraga adalah salah satu kegiatan untuk menciptakan kegembiraan.

Syiar pondok yang kedua adalah “Berbadan Sehat”, dengan berolahraga menjadikan santriwati sehat, baik sehat jasmani maupun sehat rohani. Jika tubuh sehat, maka aktivitas menjadi lancar, jiwa pun akan sehat dan pikiran jadi jernih. Dalam sambutannya, Ustadz Suharto menjelaskan,”Kalau sehat, kita bisa belajar, beribadah dengan baik, dan beraktivitas. Tapi kalau kita sakit, ibadah tidak bisa khusyuk, belajar tidak bisa masuk, beraktivitas malas. Kita butuh anak-anakku supaya sehat, supaya bisa belajar, beribadah, beraktivitas dengan baik dan lebih dari itu kalian akan menjadi ummahat sholihat murobiyat untuk generasi masa depan harus kuat dan sehat”. Ustadz Suharto juga mengingatkan agar santriwati berkompetisi yang positif dan bertanding dengan akhlaq dan adab yang baik.

Gontor Cup resmi dibuka
Gontor Cup resmi dibuka

Gontor Cup resmi dibuka setelah dipukulnya Gong oleh Ustadz Suharto dan dikumandangkannya takbir oleh Ustadz Fairuz. Acara ditutup dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Al-Ustadz K.H. Fairuz Subakir Ahmad. Pemenang dalam kegiatan ini akan diumumkan pada hari Jum’at 22 Desember mendatang.Salsabila