Home Blog Page 347

Guna Mengukur Kualitas Akademik Mahasiswa, Unida Gontor Adakan Ujian Akhir Semester (UAS)

0

GONTOR–Universitas Darussalam (Unida) Gontor Kampus Rabithah adakan Ujian Akhir Semester (UAS), diawali dengan Ujian Tahfidz Al-Qur’an dilanjutkan dengan ujian tulis, Ujian ini diadakan untuk seluruh mahasiswa aktif pada hari Jum’at (15/10). Hal ini digiatkan untuk menambah bekal para mahasiswa, khususnya dalam bidang hafalan Al-Qur’an.

Ujian Hafalan Al-Qur’an adalah syarat bagi mahasiswa UNIDA untuk mengikuti ujian akhir semester, barang siapa yang belum lulus dalam ujian ini, maka tidak diperbolehkan baginya mengikuti ujian akhir semester hingga ia lulus pada ujian ini.

Unida Gontor Kampus Rabithah pada semester ganjil kali ini menyelenggarakan UAS selama satu minggu, Sabtu – Kamis, (11–16/11), dengan memanfaatkan waktu sore dan malam hari. Penentuan waktu tersebut disesuaikan dengan kegiatan mahasiswa guru, selain menjadi peserta ujian, para mahasiswapun juga terlibat sebagai pengawas ujian tulis pada pagi harinya.

Ujian berlangsung secara bersamaan dengan kampus lainnya. Adapun di kampus pusat (Siman), UAS akan dilaksanakan pada pertengahan November nanti

Sebagaimana dilaksanakan pada umumnya, UAS di Gontor ditujukan untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah diajarkan oleh para dosen dalam satu semester, juga mengukur kualitas akademik para mahasiswa/i.Muis

Kado Indah 70 Tahun Usia KH. Hasan Abdullah Sahal dan 40 Tahun Usia Pernikahannya

0

GONTOR – Ahad pagi (12/11) merupakan momen spesial bagi keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, khususnya keluarga KH. Hasan Abdullah Sahal. Alfi Radhia Lilla, putri ke-5 Pimpinan Pondok Modern Gontor ini, melangsungkan salah satu sunah Rasulullah SAW, yakni pernikahan dengan seorang pria asal Ciledug, Tangerang bernama Fathurachman Dzufadli, yang juga merupakan alumni Gontor tahun 2008. Momen ini menjadi sangat spesial karena pada tahun ini, Kiai Hasan telah menginjak usia yang ke-70 tahun. Disamping itu, 40 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 11 November 1977 merupakan hari pernikahan KH. Hasan Abdullah Sahal dengan Hj. Siti Abidah Mufarichah.

Hal ini, sebagaimana yang diungkapan Roghiebah Jadwa Faradisi (Putri ke-2 Kiai Hasan) dalam akun facebook-nya (Rose Sea). Ia mengunggah sebuah foto yang menunjukkan kehangatan dan keharmonisan Kiai Hasan dengan sang istri.

KH. Hasan dengan istri saat di Inggris
KH. Hasan dengan istri saat di Inggris

Caption

 

 

Dalam caption-nya ia menulis, “11.11.77.. 40 tahun yang lalu.. Berdua dipertemukan dalam karunia Alloh SWT, menyempurnakan agama..
Ibu yang begitu Unique bertemu dengan Bapak yang Superb. What a wonderful couple..
Suka, duka, tangis, tawa, hiburan, cobaan, hadiah, musibah dihadapi bersama..
Dengan anugerah-Nya, hadirlah kami bertujuh melengkapi hidup Bapak&Ibu. Anak pertama yang pintar dan tegas, anak kedua yang manis dan imut (halah!), anak ketiga yang kalem dan penurut, anak keempat yang gagah dan supel, anak kelima yang cantik dan unik, anak keenam yang rajin dan pujanggawati, anak ketujuh yang polos dan alim, semuanya menjadi hiburan dan tantangan Bapak&Ibu..
Kini, di 40th anniversary-nya, insyaalloh Bapak&Ibu dapat hadiah pernikahan anak kelima esok hari.
Pak, Bu.. selamat hari ulang tahun pernikahan yang ke-40. Tak ada lagi yang bisa saya berikan selain doa terpanjang untuk kebahagiaan Bapak&Ibu..
#mom&dad #anniversary #couplegoals

Acara akad nikah dan walimah juga tak kalah khidmat dan penuh kehangatan. Beberapa Pimpinan Pondok dan tokoh masyarakat turut memberikan doa restu kepada mempelai dengan menghadiri prosesi akad nikah dan Walimatul ‘Urs. Diantaranya para Pimpinan PP Darunnajah Jakarta, Dandim Ponorogo, Kapolres Ponorogo, KH. Hidayat Nur Wahid, KH. M. Nasir Zein, dan tokoh-tokoh besar lainnya. KH. Hidayat Nur Wahid sempat menyampaikan khutbah walimah di tengah resepsi kesyukuran yang diselenggarakan di depan rumah mempelai wanita (Selatan Masjid Jami’ PMDG) dan dihadiri oleh kurang lebih 1000 orang itu, setelah sebelumnya, KH. Nasir Zein juga menyampaikan tausyiah kepada kedua mempelai dan para hadirin saat prosesi akad nikah di lantai 1 Masjid Jami’ Pondok Modern Gontor, pagi harinya.

Dalam tausyiahnya, KH. Hidayat Nur Wahid banyak berpesan kepada kedua mempelai untuk selalu istiqomah dalam merajut bahtera rumah tangga. Beliau juga mendoakan kedua mempelai agar selalu dikaruniai Allah SWT. rahmat dan keberkahan, sehingga mampu menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Semoga seluruh keluarga besar PMDG, khususnya keluarga para Pimpinan Pondok, keturunan, dan penerusnya senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah, sehingga mampu melanjutkan estafet pendidikan Gontori, sesuai amanat wakaf para pendiri pndok ini.brada89

11 Hari yang Menentukan

0

KAMPUS 2 – Tepat pada pukul 06.00 WIB pagi, seluruh santri PMDG Kampus 2 berkumpul di lapangan Sintesa guna mengikuti pembukaan ujian tulis pertengahan tahun 1439 H. Pada hari ahad itu (12/11), seluruh santri khidmat mendengarkan nasehat dan pengarahan Bapak Wakil Pengasuh. Disamping mendengarkan pengarahan, banyak diantara mereka sibuk membaca dan menghafal buku yang ada ditangan mereka.

Kelas 6 mendengarkan pengarahan dengan seksama.
Kelas 6 mendengarkan pengarahan dengan seksama.

“Gontor tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, lebih dari pada itu. Gontor mengajarkan dan mendidik kepada kita totalitas kehidupan, karena memang cita-cita, visi dan misi para pendiri pondok adalah mempersiapkan santri-santri untuk menjadi kader pemimpin ummat yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas”, nasehat Bapak Wakil Pengasuh.

Ujian tulis pertengahan tahun ini akan berlangsung selama 11 hari, dengan dijeda dengan satu hari musamahah. Dalam hari-hari tersebut, para santri dituntut bisa mengatur waktu mereka dalam belajar diseluruh materi yang diujikan.

Setelah acara seluruh santri kelas 1-5 meninggalkan tempat menuju ruang ujian masing-masing dengan didampingi kelas 6 sebagai pengawas ruang ujian. Semoga semua santri dan guru dimudahkan dalam menjalankan amanat ujian ini.amiin.bhiel

 

Ujian Pertengahan Tahun pun Dimulai

0

KAMPUS 2 – Ujian merupakan hal wajib yang harus dilaksankan bagi sebuah lembaga pendidikan manapun di Indonesia, tak terkecuali Gontor. Tepat pada tanggal (30/10) ujian lisan mulai dilaksanakan di PMDG Kampus 2, yang berlangsung selama 8 hari. Dalam hari-hari tersebut para santri diuji dalam 3 materi yang berbeda, yaitu Al-Quran, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Terkecuali anak baru yang hanya diuji di 2 materi, Al-Quran dan Bahasa Arab.

Persiapan sebelum memasuki ruang ujian lisan.
Persiapan sebelum memasuki ruang ujian lisan.

Salah satu tujuan utama pelaksanaan ujian ini adalah sebagai media atau cara untuk mengetahui mutu dan kualitas keilmuan, kesungguhan, keikhlasan, ketahanan (dalam disiplin dll), spiritualitas santri dan seluruh penghuni pondok secara keseluruhan, seperti yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh dalam pengarahan ujian.

Secara keseluruhan ujian pertengahan tahun ini akan memakan waktu sekitar satu bulan penuh, dalam melaksanakan ujian lisan dan tulis. Di Gontor bukan hanya diuji secara keilmuan saja, tetapi santri juga diuji mentalitas mereka. Karena dengan ujian akan memuliakan atau bahkan menghinakan seseorang.bhiel

Expo dan Drama Kontes meriahkan Tahun Baru Hijriyah

0

KAMPUS 2 – Untuk memeriahkan momen Tahun Baru Hijriyah 1439 ini, Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan berbagai kegiatan bagi para santrinya. Salah satunya adalah Drama Kontes Bahasa Arab yang diikuti oleh para santri dari masing-masing asrama kibar dan shigor. Ada juga Expo Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) yang semuanya bertempat di lapangan sintesa.

Di karenakan tahun baru Hijriyah jatuh pada hari kamis, ada perbedaan waktu pelaksanaan antara Expo OPPM dan Drama Kontes utuk tahun ini. Expo OPPM terlaksana pada kamis (21/10) sedangkan untuk Drama Kontes pada hari jum’at (22/10). Expo dimulai kamis pagi, dilanjutkan kamis malam lomba puisi dan lomba bernyanyi bahasa arab. Dilanjutkan lagi jum’at pagi dengan Drama Kontes.

Drama Kontes dan perlombaan lainnnya merupakan ajang bagi para santri untuk meningkatkan skill dan kemampuan dalam berbahasa, dan juga merupakan salah satu usaha pondok untuk menjaga mahkotanya, yaitu Bahasa. Sebagaimana yang telah diketahui oleh para santri, bahwasanya bahasa (Arab dan Inggris) merupakan mahkota pondok yang harus selalu dijaga oleh seluruh penghuningya.

Keluar sebagai juara umum adalah rayon Makkah dan juara favorit disabet oleh rayon Al Azhar lantai 1 yang juga dinobatkan sebagai cerita dengan bahasa yang paling baik.bhiel

Tahun Baru sebagai Momentum Perubahan

0

KAMPUS 2 – Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharram tahun baru bagi kalender Hijriyah. Dan Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi kalender Hijriyah.

Guna memperingati hari besar tersebut, pada rabu malam (20/9) PMDG Kampus 2 menggelar acara “Malam Peringatan 1 Muharram 1439 Hijriyah” yang bertempat di Masjid Jami’. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang dan menggali hikmah yang terkandung pada peristiwa tersebut sekaligus sebagai pembelajaran bagi seluruh santri.

Bertugas sebagai penceramah adalah Al-Ustadz Fauzul Halim, S.Pd.I yang banyak menyampaikan sejarah terjadinya hijrahnya Rasul. “Tahun Baru Hijriyah yang terambil dari kata hijrah memiliki 2 makna, dimaknai secara fisik dan secara maknawi. Secara fisik adalah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah atas perintah Allah SWT, sedangkan arti hijrah secara maknawi adalah meninggalkan hal-yang buruk didalam diri kita dan menggantinya dengan hal yang baik”,  imbuh penceramah.

Malam peringatan ini ditutup dengan mendengarkan pesan dan nasehat yang disampaikan oleh Bapak Pengasuh yang bersangkutan dengan tahun baru Hijriyah kali ini.bhiel

Pembagian Tugas Awali Ujian Tulis Semester Pertama di Gontor

0

GONTOR—Setelah berakhirnya pelaksanaan Ujian Syafahi (Ujian lisan) untuk siswa kelas 1—5 Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, kini para santri PMDG bersiap menghadapi Ujian Tahriri (Ujian Tulis) yang sudah dimulai pada Ahad (12/11) lalu dan berakhir pada Sabtu (25/11). Sebelum ujian dimulai, segenap dewan guru beserta seluruh siswa akhir KMI Kelas 6 mengikuti acara pengarahan dan pembagian tugas di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Sabtu (11/11) kemarin. Dalam kesempatan ini K.H. Hasan Abdullah Sahal, banyak memberikan arahan dan nasihat kepada khalayak yang hadir “Semua orang mempunyai cita-cita, latar belakang, masalah, dan program masing-masing, semoga kita semua bisa menjalankan tugas-tugas tersebut dengan benar, laa haula wala quwwata illa billah” tegas beliau dalam kesempatan kemarin.

Ujian Tulis yang diikuti seluruh siswa dari kelas 1—5 KMI kali ini melibatkan 450 orang guru KMI. Di samping melibatkan dewan guru, ujian tahriri juga melibatkan siswa akhir KMI kelas 6. Diantara mereka ada yang mendapatkan tugas untuk membantu guru-guru menjadi pengawas ujian, membantu panitia ujian, dan menjadi piket di beberapa sektor pondok.

Banyak pendidikan yang diperoleh segenap santri dan guru KMI dalam pelaksanaan ujian tulis ini, santri mendapat pendidikan berjuang belajar demi menjawab soal-soal ujian tanpa kecurangan; Guru dan Siswa Akhir yang mengawas, terdidik dari segi ketelitian dan kewaspadaan, serta kesabaran; Siswa Kelas 6 yang piket di sektor-sektor tertentu mendapat pendidikan bertanggungjawab serta ilmu baru. sand88

Inspiring Generation, Inspiring Olympiade

0

          “Inspiring Generation More Innovation” kalimat ini tak hentinya menggetarkan bumi Darussalam, ditambah dengan senyum semangat sore para siswi akhir KMI kelas 6 yang sudah tak sabar menunggu dibukanya acara Sixth Grade Olympiade yang diselenggarakan pada hari senin (16/10) didepan Auditorium Gontor Putri Kampus 3. Tepukan tangan dan hentakan kaki mengiri dimulainya pembukaan disore hari tersebut walau kabut hitam melapisi birunya langit tapi semangat merah inspiring tetap membara.

            Al- Ustadz Muhammad Abdullah Bajuri Lc berdiri sebagai pembuka acara ini, beliau memaparkan akan manfaat dan tujuan dari diadakannya Sixth Grade Olympiade . tepat setelah dibukanya acara perlombaanpun mulai diadakan yang mana acara ini dipanitiai oleh kelas 6 sendiri. Perlombaanpun meliputi antar kelas, rayon,  dan konsulat.

            Sesuai dengan rencana acara ini pun diakhiri pada hari Jum’at (20/10) dengan makan bersama didepan Auditorium, juga diselipkan dengan menonton video Kaleidoskop Inspiring Generation. Juara umum pada olimpiade kali ini diraih untuk antar kelas yaitu kelas 6H, antar rayon yaitu Rayon Hijaz dan konsulat yaitu konsulat Jabotabek. Tadzkiratul Aulia14

Kiai Syamsul Hadi Abdan Hadiri Pelantikan Pengurus IKPM Cabang Malaysia 2017-2018

0

Kuala Lumpur — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Syamsul Hadi Abdan, beserta Ibu, melakukan kunjungan ke Malaysia dalam rangka memenuhi undangan silaturrahim dan pelantikan pengurus IKPM Cabang Malaysia Periode 2017-2018. Dalam kunjungan ini, beliau didampingi oleh Ketua II PP IKPM, Drs. H. Rifat Husnul Ma’afi, MA., dan Sekretaris PP IKPM, H. M. Adib Fuadi Nuriz, M.Phil.

Dalam sambutannya, Ketua IKPM Cabang Malaysia periode 2017-2018 menyatakan bahwa acara pelantikan ini sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok dan dilantik langsung oleh PP IKPM. Maka bentuk dukungan ini harus dijadikan sebagai momentum penting dalam meningkatkan kinerja pengurus dalam menggerakkan semangat dakwah dan ukhuwah Gontor di Malaysia.

KH. Syamsul Hadi Abdan dalam sambutannya, berpesan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan penting karena berisi kepondokmodernan yang sejatinya tidak hanya saja disampaikan kepada santri namun juga alumni, bahkan wali murid, tukang ojek, dan polisi pun harus mendapatkan apa yang dinamakan kepondokmodernan.

Beliau juga menyampaikan bahwa Gontor ini memang unik, bahkan seperti ijazah saja tidak akan diberi oleh Kyai jika tidak diminta oleh santri, dan itupun belum tentu diberikan. Ijazah yang sesungguhnya adalah pengakuan masyarakat atas perjuangan dan pengabdian santri di masyarakat.

Mengenai keberhasilan Gontor dalam dunia pendidikan hingga saat ini, lanjut beliau, adalah karena keikhlasan Trimurti, pendiri Gontor. Seperti pada tahun 50-70 an, istri-istri Trimurti sendiri juga ikut ikhlas menjual barang-barang berharga yang dimilikinya untuk menutupi kekurangan biaya santri. Banyak santri tidak bisa membayar uang makan karena kondisi saat itu memang serba minim. Jiwa inilah yang harus diambil sebagai nilai yang sangat berharga dalam berjuang.

Melengkapi sambutan Pimpinan Pondok Modern, Ustadz Rif’at Husnul Ma’afi menambahkan bahwa PP IKPM sudah semakin berkembang, dengan adanya Forum Pimpinan Pesantren Alumni, Forbis IKPM Gontor, dan Forum Mubaligh Alumni. Forum-forum ini dapat menjadi sarana pengembangan potensi alumni agar menjadi satu kekuatan Gontor dan media perekat ummat. Oleh karena itu, IKPM Cabang Malaysia harus lebih aktif lagi dalam meningkatkan potensi para alumni di Malaysia.

Sumber: http://ppikpm.gontor.ac.id/beritaikpm/kiai-syamsul-hadi-abdan-lantik-pengurus-ikpm-cabang-malaysia-2017-2018/

Ketua IKPM Cabang Malaysia bersama PP IKPM
Ketua Baru IKPM Cabang Malaysia bersama PP IKPM
Prosesi Pelantikan IKPM Cabang Malaysia
Prosesi Pelantikan IKPM Cabang Malaysia

Pembukaan Ujian Tulis Pertengahan Tahun 2017 : Santriwati harus Fokus, Fokus, dan Fokus!

0
Pidato oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1
Pidato oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1

Mantingan  – Ahad, 12 November 2017 Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 mengadakan Pembukaan Ujian Tulis Pertengahan Tahun yang merupakan agenda 6 bulanan di Gontor. Pembukaan berlangsung di depan Gedung Aisyah, diikuti oleh seluruh santriwati dan panitia dari ustadzah maupun dari kelas 6. Seluruh asatidz dan madamat juga turut menghadiri acara tersebut. Pidato Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 1 Ustadz K.H. Fairuz Subakir Ahmad mengawali acara ini, dilanjutkan dengan pidato yang disampaikan oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1 Ustadz K.H. Ahmad Suharto.

Ada 3 pokok utama yang diuji di Gontor: pertama adalah kapasitas santriwati dalam beribadah, karena ujian ini merupakan bagian dari menuntut ilmu yang akan menjadi amal jariyah. Kedua adalah ilmu atau kemampuan atau wawasan atau kafa’ah ‘ilmiyah santriwati. Ketiga adalah akhlaq dan mental santriwati.

“Pintu pertama untuk mendapatkan ilmu adalah diam, kalau sudah diam pasti bisa mendengar, setelah mendengar dengan baik pasti bisa memahami, dan setelah bisa memahami pasti bisa mengahafal, baru setelah itu bisa mengajar atau menyebar luaskan ilmu.” Tegas ustadz Suharto dalam pidatonya.

Orang yang sukses harus mempunyai motivasi cita-cita atau kemauan keras, harus niat beribadah lillah, harus fokus artinya hati fikiran tidak sibuk dengan hal-hal lain, harus berinteraksi baik dengan ustadzah dalam belajar, harus bertahap terus menerus, dan yang terakhir harus menjaga adab dan akhlaq, itulah kunci sukses menurut Gontor.

Santriwati berdo'a dengan hikmat
Santriwati berdo’a dengan hikmat

Selain itu, Bapak Wakil Direktur juga berpesan agar tetap fokus, jangan stres, harus teliti dalam menjawab soal dan memeriksa kelengkapan kertas jawaban sebelum dikumpulkan. Acara berlangsung lancar, ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh ustadz K.H. Ahmad Suharto dan dilanjutkan dengan pemberitahuan macam-macam bel untuk masa ujian.Salsabila