KANDANGAN – Masa ujian telah tiba. Semangat membara pun menyebar di setiap sudut Darussalam, pondok tercinta. Ibarat seorang Thariq bin Ziyad yang membakar kapal bala tentaranya ketika akan menghadapi pertempuran, bapak Wakil Pengasuh pun tak lupa turut membakar dan memerangi segala kemalasan dan kelalaian para santriwati agar tak ada lagi pilihan selain maju dengan mental sekuat baja untuk menyelesaikan pertempuran didepan mata.
Ujian di Gontor memang ibarat pertempuran. Selain mental yang kuat, serta kesabaran yang penuh dari pangkal sampai ujung, hingga pengorbanan pun menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tentunya pengorbanan dalam ujian ini bukanlah bertaruh nyawa seperti Thariq dan pasukannya, melainkan dalam jihad mencari ilmu. Seluruh santriwati dituntut untuk rela mempertaruhkan waktu yang lebih panjang dalam usahanya untuk menguasai seluruh mata pelajaran yang akan diujikan.
Kali ini adalah potret suasana ujian lisan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 5 yang sama halnya dengan Pondok Gontor lainnya, yaitu diawali dengan ujian lisan yang saat ini akan berlangsung selama 9 hari, yakni dari tanggal 30 Oktober-8 November. Kemudian dilanjutkan dengan masa ujian tulis yang waktunya lebih lama dibandingkan ujian lisan, mengingat mata pelajaran yang diujikan pada ujian tulis berkali lipat daripada mata pelajaran yang diujikan pada ujian lisan.
Ujian lisan sendiri merupakan langkah awal dalam memasuki medan pertempuran dalam ujian di Pondok Modern Gontor. Karena disini santriwati ditantang untuk menaklukan 3-5 penguji yang siap melontarkan pertanyaan dari berbagai sisi pelajaran berbeda dengan ujian tulis. Pada dasarnya titik fokus dari ujian lisan adalah bagaimana membentuk mental santriwati yang tahan-banting atas segala hal. Dari sinilah akan terlihat sejauh mana keberanian yang dimiliki para santriwati untuk menjawab segala macam pertanyaan yang diberikan.
Adapun materi yang diujikan dalam ujian lisan ini mencakup tiga materi utama dalam kurikulum pembelajaran KMI Pondok Modern Gontor, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Al-Qur’an. Tiga materi pelajaran tersebutlah yang menjadi dasar atas penguasaan seluruh mata pelajaran yang kemudian akan diujikan pada ujian tulis.
Maka dari itu, tak heran jika persiapan yang matang menjadi hal utama yang perlu dilakukan dalam menghadapi ujian di Gontor, baik ujian lisan maupun ujian tulis. Kesiapan ini mencakup tiga elemen penting yang harus dimiliki oleh setiap santriwati, yakni siap belajar keras, siap beribadah keras, dan siap berdo’a keras. Dengan menghidupkan tiga elemen tersebut dalam jiwa santriwati, maka tak ayal jika hasil maksimal dapat tercapai.
Semoga ujian lisan pertengahan tahun ini menjadi awal yang baik untuk setiap santriwati dalam meniti langkah menghadapi pertempuran sengit di medan ujian. Semoga segala usaha dan do’a dapat dikeluarkan serta dipanjatkan secara maksimal dan penuh keikhlasan. dataGP5
Tujuan diadakannya pemilihan tersebut terhadap santriwati tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mewariskan generasi yang mempunyai bakat dan kreatifitas berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan oleh Tri Murti. Dan perlu diingat kembali, bahwa Gontor tidak pernah berhenti dari kegiatan. Berganti dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain, itulah yang dimaksud dengan istirahat. “Al-Ma’hadu Laa Yanaamu Abadan”. AzheemaHuda16
Adapun kegiatan-kegiatan selama ospek mencangkup brifing, olahraga dan psikotes di kampus masing-masing, serta season dan tahsin qiro’ah di Aula Kulliyatu-l-Banat kampus pusat yaitu di Gontor Putri Kampus 1. Pada akhirnya, ospek ditutup dengan pengangkatan mahasiswi baru secara simbolis, yaitu pelepasan co card peserta ospek dan pemakaian jas Unida secara bersama-sama.Umikalsum15
m Kepramukaan ini adhika dilatih untuk memiliki kepribadian yang kreatif dan inovatif dalam menuangkan idenya dalam segala acara perlombaan.

