Home Blog Page 360

Art Handycraft and Sport Show : Pembukaan Pendaftaran Anggota Baru Syu’bah dan Firqoh di Pondok Modern Darussalam Gontor

0

Darussalam–Jum’at pagi (8/9), diselenggarakan acara Art Handycraft and Sport Show di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), timur BPPM dan depan Gedung Aligarh. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menunjukkan kepada santri Darussalam bahwa pondok ini menyediakan banyak sekali sarana dan prasarana untuk melatih bakat, potensi serta meningkatkan kemampuan yang dimiliki para santri. Disini seluruh syu’bah dan firqoh membuka stand pendaftaran mulai pagi hari hingga menjelang ashar bagi para santri yang berminat untuk belajar pada bidang yang ia sukai tersebut.

Pengurus tiap-tiap syubah dan firqoh mulai mendirikan standnya sejak malam hari sesuai pembagian yang telah ditetapkan oleh Pengasuhan Santri. Adapun syu’bah yang mendirikan stand pendaftaran di dalam dan timur BPPM adalah sebagai berikut : GASTRADA, AKLAM, LIMIT, ARMADA, Hadroh, PERBEDA, DAMS Family dan MBGND. Dan firqoh yang mendirikan stand di depan gedung Aligarh adalah sebagai berikut : Seluruh firqoh Bola, Basket, Futsal, Pingpong, Bulu Tangkis, Volly Ball dan PERSADA.

Inspeksi Stand Syu'bah dan Firqoh usai Pembukaan Acara oleh Al-Ustadz Firdaus Ilham Astria, S.Th.I.
Inspeksi Stand Syu’bah dan Firqoh usai Pembukaan Acara oleh Al-Ustadz Firdaus Ilham Astria, S.Th.I.

Pukul 08.00 pagi di depan BPPM, acara ini resmi dibuka oleh Al-Ustadz Firdaus Ilham Astria, kemudian dilanjutkan dengan inspeksi barisan stand tiap-tiap syu’bah dan firqoh guna melihat persiapan para pengurus menyambut santri-santri yang akan berdatangan mendaftarkan dirinya menjadi anggota mereka, sekaligus penilaian stand terbaik pada acara Art Handycraft and Sport Show ini. Adapun stand terbaik pada acara kali ini diraih oleh syu’bah PERBEDA (Persatuan Bela Diri Darussalam), disusul dengan Aklam dan Armada diposisi terbaik kedua dan ketiga. Acara berjalan dengan sangat meriah karena pada sela-sela waktu pendaftaran ditampilkan beberapa pertunjukkan kreativitas seni dari ARMADA, PERBEDA, PERSADA dan DAMS Family. rosikh

 

Ribuan Peserta Cilik Manasik Haji di Gontor Kampus 2

0

KAMPUS 2 – Pagi ini Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2, menjadi tempat untuk manasik haji santriwan & santriwati TPA se-kabupaten Ponorogo. Sejumlah kurang lebih 3000 peserta manasik haji memadati tanah lapang Gontor Kampus 2 ini.

praktek thawaf
praktek thawaf

Kegiatan manasik haji dibuka secara resmi oleh bapak wakil direktur KMI Gontor Kampus 2 yaitu Al-Ustadz H. Zaini Hasan. Apel pembukaan kegiatan dilaksanakan di depan masjid jami Gontor Kampus 2 pada jam 08:00 WIB.

Rentetan acara manasik haji dari miqot, wuquf, lempar jumroh, sa`i dan lain sebagainya berjalan dengan lancar dan berakhir pada jam 10:30 WIB. Dalam acara ini, diharapkan para peserta didik TPA bisa mengenal dan mengetahui bagaimana kegiatan acara di manasik haji. Dan tentunya sebagai acuan semangat untuk bisa beribadah haji untuk menyempurnakan rukun Islam.  fianmahdy

 

Reformasi dan Kaderisasi, untuk Kebaikan Organisasi

0

Disebut organisasi karena bagian-bagian yang ada di dalamnya laksana organ tubuh, saling membutuhkan dan bersinergi satu dengan yang lainnya. Semua harus berjalan seirama, sesuai dengan peran, fungsi dan tugasnya masing-masing. Oleh karena itu, jika ada suatu bagian yang mengalami kendala  karena sebuah organ yang sudah tidak prima lagi dalam tubuh organisasi, maka harus diambil tindakan khusus, salah satunya dengan reformasi bagian. Segala hal ada papan empannya,  tak lain dan tak bukan, demi tercapainya kemajuan untuk kemaslahatan bersama.

Selain reformasi bagian OPPM dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka, malam ini (9/ 9) juga diadakan pengangkatan beberapa kader bagian dari kelas 5. Bagian-bagian tersebut antara lain Bagian Koperasi Toko Pelajar, Bagian Kafetaria, Bagian Koperasi Dapur dan Bagian Penerangan. Diadakan kaderisasi agar ilmu dan kepernahan dapat terus diestafetkan. Sehingga meskipun masinis organisasi terus berganti setiap masa jabatan, rel-rel prinsipil tetap konsisten terjalankan.

Acara yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Gontor Putri Kampus 2 ini dihadiri oleh seluruh santriwati kelas 5 dan 6. Setelah selesai mengerjakan Ulangan Tengah Semester pada pukul 20.00 WIB, para guru juga datang untuk menghadiri acara penting tersebut. “Dimanapun ditempatkan, semua harus ikhlas mengamalkan tugas yang diberikan!” red, pesan al-Ustadz Muhammad Fauzi, M. Ud ditengah sambutannya.

Inilah demokrasi yang ada di Gontor. Bukan demokrasi praktis, atau bahkan materialis. Yang ada di Gontor, adalah demokrasi terpimpin dalam alam pendidikan. Semua ditujukan untuk mendidik santriwati 24 jam. Cakap, terampil dan amanah, sebagai bekal pengabdian kepada umat dan negara di masa yang akan datang. MIA

Kepramukaan di Gontor Resmi diaktifkan Kembali

0

Gontor–Kepramukaan di Gontor diaktifkan kembali, setelah kurang lebih tiga bulan lamanya ditutup, guna memfokuskan para santri dalam persiapan rentetan acara Khutbatul Arsy. Kamis siang ,(9/8) Upacara pembukaan kegiatan kepramukaan ini dilaksanakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dan diikuti oleh seluruh adika dan pembina Gugus Depan 15089 yang baru menyelesaikan Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD). Bertindak sebagai inspektur upacara Al-Ustadz Suraji Badi’, S.Ag.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar dan Metodenya, dimana sasaran akhirnya adalah pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti. Adapun Kepramukaan di Gontor dilaksanakan dengan keselarasan antara sistem pendidikan kepanduan dengan ajaran-ajaran Islam. “We are scout but we are muslim”.

Kepramukaan juga merupakan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri PMDG. Suka maupun tidak, setiap anak dituntut untuk berkecimpung dalam kegiatan rutin pada Kamis siang tersebut. Berseragam lengkap dan bernyanyi bersama, menjadi ciri khas para Pramuka yang selalu terlihat riang dalam setiap aktivitasnya. Kepramukaan mendidik segala aspek kehidupan, mulai dari kemandirian, keteladanan, keterampilan, dan kebersamaan. Pramuka adalah salah satu sarana hiburan untuk para santri, bermain sambil belajar adalah ciri khas yang terdapat di Pramuka. “Scout is Joly Game”.Muis

Dubes Inggris utus Seorang Mahasiswa ke Gontor

0

 

GONTOR-Tahun ini, Gontor mengalami kebanjiran tamu, dalam negeri maupun luar negeri, berbagai kesan baik tersampaikan selama mereka di Gontor. Pada kali ini, Gontor kedatangan seorang mahasiswa yang diutus oleh Dubes Inggris, beliau adalah Mr. Yusuf Ur-Rehman, pria muslim berkelahiran Jerman ini merupakan salah seorang mahasiswa di King’s College University London, beliau juga merupakan Head CSR Dominos Pizza di London. Selain itu, Mr. Yusuf juga mempunyai hobi bermain bola, beliau juga mempunyai channel di YouTube yang bernama ‘YusVlogs’.

Mr. Yusuf akan menetap selama kurang lebih 1 bulan di Indonesia (4 September-1 Oktober 2017), 4 hari pertama di Gontor, kemudian 2 minggu selanjutnya di UNIDA, dan sekitar seminggu setelahnya kembali ke Gontor. Beliau ditempatkan di Wisma Darussalam selama di Gontor, dan Rusun Ali bin Abi Thalib selama di UNIDA. Selama di Gontor beliau akan ditemani oleh Al-Ustadz Aymaan Sumandi, salah seorang staf Pembimbing Bagian Bahasa di Gontor dan Al-Ustadz Tabarrokal Roby Rintoko selama di UNIDA.

Panitia berencana akan mengagendakan beliau untuk mengajar bahasa Inggris bagi santri dan guru KMI selama di Gontor dan IELTS bagi dosen-dosen selama di UNIDA. Selain itu, panitia juga akan mengajak beliau untuk bertamasya ke beberapa lokasi wisata.

Kehadiran beliau di Gontor memiliki kebanggaan tersendiri, dikarenakan hal ini merupakan salah satu wujud kerjasama dengan British Council semenjak kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.R. Moazzam Malik ke Gontor. Sand88

Drama Arena : Acara Bertajuk Keberkahan

0
DSC_4734
Al-Ustadz Umar Said Wijaya, S.Ag selaku Wakil Pengasuh serta Al-Ustadz Muhammad Fauzi, M.Ud selaku Wakil Direktur dalam sambutannya pada Drama Arena, Sabtu (19/8)

Sorotan cahaya lighting organizer memenuhi langit Desa Sambirejo, Mantingan. Sabtu (19/8), semerbak keberkahan menaungi udara malam pondok bersamaan dengan diadakannya Drama Arena oleh santriwati kelas 5 2018. Sebuah acara tahunan yang menjadi salah satu rentetan agenda Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy bagi seluruh cabang Gontor, pun begitu dengan Gontor Putri Kampus 2.

Drama Arena adalah suatu pentas seni bertajuk drama yang menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh santriwati Darussalam. Diselenggarakan oleh kelas 5 sebagai apresiasi setelah diadakannya Gebyar Seni Darussalam setahun sebelumnya di  kelas 4 dan kelas 3 Intensif yang menampilkan bakat santriwati di bidang pengolahan drama dan bahasa. “Drama Arena adalah acara yang penuh dengan nilai kebersamaan, nilai ketaan, nilai kedisiplinan,  dan sederet nilai pendidikan” ujar Al-Ustadz Umar Said Wijaya selaku Bapak Wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 dalam sambutannya. Beliau menuturkan, Drama Arena adalah salah satu cara untuk meningkatkan raya tanggung jawab, peduli, dan percaya diri—khususnya untuk kelas 5—sehingga kedepannya dapat menjadi uswah bagi adik-adiknya dalam pembimbingan kelak.

Paduan Suara—salah satu acara dalam Drama Arena
Paduan Suara—salah satu acara dalam Drama Arena

Di lain sisi, kreatifitas santriwati diapresiakan disini. Dengan aroma Disney Land yang kental tercium dari segala sudut panggung, kelas 5 tahun ini membuktikan hal itu. Tarian-tarian ala kurcaci, properti mungil seperti rumah jamur, serta gaun-gaun megah ala Disney princess bertebaran sepanjang jalannya acara.

“Semoga dengan kesuksesan acara ini, dapat menyebarkan keberkahan untuk kesuksesan acara-acara pondok kedepannya” tutup Bapak Wakil Pengasuh.

 

Noorajavi

Pejuang Baru Untuk Dema Yang Lebih Baik

0

 

Laporan Pertanggungjawaban Dema
Laporan Pertanggungjawaban Dema

Selasa, (05/9/17) kalimat syahadatain menggema di seluruh ruang auditorium UNIDA. Dengan disaksikan bapak wakil direktur Kulliyatu-l-muallimat Al-Islamiyah Al-Ustadz Drs H. Muhammad Fauzi, M.Ud, Asatid dan seluruh Mahasiswi Guru UNIDA Gontor Putri Kampus 2, para pejuang Dema (Dewan Mahasiswi) baru yang dipimpin oleh Al-Ustadzah Faridah Syarifah dan Al-Ustadzah Umi Nur Vianta telah siap mengemban amanat.

 

Penyerahan Cindramata
Penyerahan Cindramata

Acara ini dibuka oleh master ceremony Al-Ustadzah Maulida Izzatul Amin dan Al-Ustadzah Zuna Zakinah. Dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggung jawaban dan hasil usaha selama mengemban amanah di dewan mahasiswa oleh Al-Ustadzah Umi Lathifah, S.Pd dan Al-Ustadzah Kiki Azkiatul Muslimah, S.Pd. Dengan kerja keras dan rasa amanah yang dimiliki setiap pengurus Dema, menghasilkan suatu hasil usaha yang maksimal. Hal ini terlihat dari banyaknya seminar dan perlombaan yang diadakan.

 

Dengan adanya serah terima amanat ini, diharapkan para pengurus Dema baru mendapatkan pembelajaran dan pengalaman organisasi baru. Dan semoga Dema periode 2017-2018 lebih baik dan inovatif dalam usaha mencetak para pejuang muslim sejati. Patah tumbuh hilang berganti, siap dipimpin dan siap memimpin, inilah pepatah yang selalu dipegang erat oleh gontor dalam mendidik generasi Rabbani. fani

Pelantik Dema Al-Ustadz K.H Muhammad Fauzi, M.Ud
Pelantik Dema Al-Ustadz K.H Muhammad Fauzi, M.Ud

Gontor Gelar Penyuluhan “Santri Sehat”

0

Gontor – Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) menggelar penyuluhan bertajuk “Santri Sehat” bagi seluruh santri Pondok Modern Gontor. Kegiatan yang dilaksanakan sejak Senin (4/9) hingga Rabu (13/9) mendatang ini, merupakan gagasan para staf BKSM terhadap peningkatan mutu kesehatan santri.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan dengan metode diskusi, tanya jawab, sharing, dan evaluasi. “Dengan metode diskusi anak-anak bisa lebih aktif dalam bertanya kepada pembicara” tutur Dr. Adikara Pagan Pratama, salah satu dokter di BKSM Gontor. Penyuluhan ini dimulai pukul 20.00 – 22.00 WIB, kegiatan yang digelar di Aula Robitoh dan Masjid Jami’ Gontor ini, dalam pelaksanaannya terbagi kedalam beberapa zone rayon, dimulai dari zone anak baru, rayon shigar, sampai rayon kibar.

Dalam penjelasannya dokter lulusan Universitas Airlangga ini menyampaikan, tujuan diadakannya penyuluhan ini agar santri dapat menambah wawasannya terkait penyakit yang sering diderita, mampu meminimalisir keluhan yang ada, serta timbul kesadaran akan pentingnya kesehatan dalam diri santri.

“Harapan kami derajat kesehatan santri-santri meningkat, paling tidak kesadaran mereka tentang sakit itu ada, kalo sudah ada keluhan langsung ke BKSM untuk berobat, jangan menunggu hingga penyakitnya parah, dan bagi penyakit yang menular, penularanannya bisa dicegah.” Tutur dokter Adikara. Rafa

Diklat Mahasiswa dan Mahasiswi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang

0

Tebuireng–Selasa (5/9), KH. Hasan Abdullah Sahal selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengisi acara Diklat Pondok Pesantren (PP) Tebuireng yang bertempat di daerah Jombang, setelah sebelumnya menghadiri acara walimah di Jakarta. Acara Diklat ini adalah yang keempat kalinya diselenggarakan oleh PP. Tebuireng bagi para mahasiswa dan mahasiswinya yang duduk di semester 7 bangku perkuliahan dan berlangsung selama 30 hari pada bulan september, dengan harapan dapat memantapkan ilmu yang sudah didapat selama menjadi santri dan memberikan pembekalan ilmu tambahan kepada para mahasiswa dan mahasiswinya agar dapat memberikan dampak positif di kehidupan bermasyarakat kelak.
Setibanya di pondok, kiai Hasan disambut dengan ramahnya oleh keluarga dan asatidz yang mewakili Ir. KH. Solahuddin Wahid selaku Pimpinan PP. Tebuireng yang sedang menunaikan haji di tanah suci. Setelah sedikit berbincang-bincang, kiai Hasan langsung berangkat menuju lokasi tempat diselenggarakannya acara diktat ini.

KH. Hasan Abdullah Sahal saat Mengisi Acara DIktat yang diikuti oleh Mahasiswa dan Mahasiswi PP. Tebuireng.
KH. Hasan Abdullah Sahal saat Mengisi Acara Diklat yang diikuti oleh Mahasiswa dan Mahasiswi PP. Tebuireng.

Tepat pukul 09.30 acara dimulai, kiai Hasan dengan semangatnya menyampaikan pidato dihadapan para mahasiswa dan mahasiswi yang haus akan tausyiah ilmu para kiai dan ulama. Pada kesempatan itu, kiai Hasan berkata, “Kita ini punya jati diri, rasa tanggung jawab. Kita ini terhormat, jangan sampai kita merusak kehormatan kita sendiri, banyak orang yang tidak terhormat, tapi dihormati, banyak orang yang tidak dihormati, tapi terhormat, kamu pilih yang mana, menjadi orang yang dihormati atau terhormat?. Yang paling dibenci orang kafir adalah pesantren, kenapa? Karena di pesantren narkoba tidak laku, yang haram yang najis, judi, zina, maksiat semuanya tidak laku, sementara yang dijual sekarang adalah maksiat. Maka kita sebagai orang pesantren, guru agama jika tidak mengatakan yang benar itu benar dan salah itu salah, maka kitalah yang pertama kali akan masuk ke neraka.”
Acara diakhiri dengan sesi perfotoan bersama 25 mahasiswa dan 10 mahasiswi peserta diktat, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah. Selepas itu, dengan segera kiai Hasan berangkat menuju gontor untuk kembali beraktivitas di pondok. rosikh

Inspirasi Menjadi Penulis dan Perempuan Sholihah bersama al- Ustadz Ma’mun Affany, M. Fil. I

0

Pukul 15.00 WIB teras depan Rayon Damaskus masih digunakan santriwati Gontor Putri Kampus 2 untuk ibadah salat ashar berjama’ah, namun tepat pukul 15.30 teras tersebut sudah rapih berubah menjadi aula pertemuan yang sederhana namun tetap bersahaja. Sore itu, (3/9) diadakan Seminar Sastra Fiktif bersama al- Ustadz Ma’mun Affany, M. Fil. I, novelis ulung yang juga alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.

            Acara seminar yang diselenggarakan oleh Bagian Diskusi Ilmiah dan Penerbitan OPPM tersebut dihadiri oleh 400 santriwati, dan beberapa dewan guru. Antusias mereka untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin jelas terlihat ketika mereka diharuskan untuk membuat refleksi singkat dari keadaan dan suasana acara, yang ditujukan untuk menjembatani pelatihan kepenulisan sastra fiktif tersebut. Kesemangatan Ustadz Ma’mun dalam menyampaikan materi juga menjadi faktor yang memupuk suksesnya acara. “Kalian harus yakin, kalau kalian bisa menjadi penulis!” nasehatnya di sela-sela seminar.

            20 menit sebelum acara usai, sesi tanya jawab dengan pembicara dibuka. Satu pertanyaan polos dari santriwati kelas 3 Intensif cukup membekas di relung hadirin yang hadir. “Ustadz, mengapa mayoritas karya antum membicarakan tentang perempuan?”-red. Sang pemateripun menjawab bahwa perempuan, ibu, adalah sekolah yang pertama lagi utama bagi anak. Karenanya beliau ingin menggambarkan bagaimana sosok perempuan sholihah yang sebenanrnya.

            Selain mendapatkan ilmu baru tentang kiat-kiat menulis sastra fiktif yang jitu, para santriwati dan segenap dewan guru yang hadir juga mendapatkan banyak inspirasi untuk menjadi perhiasan terindah di dunia. Karena dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan atasnya adalah perempuan sholihah. MIA