Home Blog Page 381

Ujian Lisan Tahap Akhir Bagi Calon Alumni

0

Mantingan-Perjuangan untuk menjadi seorang alumni Gontor memang tidak mudah. Usai menjalani praktek mengajar (amaliyah tadris), para siswi kelas 6 KMI harus menghadapi ujian lisan tingkat akhir. Ujian lisan sendiri merupakan pemanasan sekaligus persiapan siswi akhir KMI sebelum menghadapi ujian tulis.

IMG_9828
suasana ujian lisan kelas 6

Ujian lisan bagi kelas 6 berlangsung mulai tanggal 14-28 Maret 2017. Materi yang diujikan meliputi semua materi pelajaran KMI yang telah diajarkan mulai kelas 1 hingga kelas 6. Materi-materi tersebut dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari beberapa mata pelajaran. Kelompok tersebut adalah Bahasa Arab 1 (Muthola’ah, Nahwu dan Shorof), Bahasa Arab 2 (Mahfudzot, Balaghoh, Tarikh Adab Al-Lughoh), English (Reading, Grammar, Conversation), Tarbiyah (Tarbiyah wa al-Ta’lim, Tarbiyah ‘Amaliyah, Psikologi Umum dan Pendidikan), ‘Aqidah (Al-Tauhid & Muqaranatu al-Adyan), Fiqh (Masa’il Fiqhiyah, Bidayatul Mujtahid, Ibadah Amaliyah, Ibadah Qouliyah), dan Al-Qur’an (Qira’ah, Tajwid, dan doa sehari-hari).

Ujian lisan tingkat akhir lebih menekankan pada pemahaman dan penguasaan seluruh materi yang diujikan. Tidak seperti ujian lisan kelas 1-5 KMI, ujian lisan tingkat akhir berlangsung dengan 2 peserta ujian dan 2 guru penguji senior. Termasuk Wakil Pengasuh dan Wakil Direktur KMI yang ikut andil langsung dalam menguji calon alumninya pada materi Tauhid dan Bahasa Arab. kholifah

Alhamdulillah, Acara Zakir Naik di Gontor Sukses!

0

WhatsApp Image 2017-04-05 at 05.27.32UNIDA GONTOR–Acara “International Public Lecture” di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada Selasa (4/4) malam berjalan lancar dan sukses. Memang, sempat dikhawatirkan akan turun hujan karena sejak siang hingga sore harinya langit berawan cukup tebal, bahkan setelah Ashar sempat turun gerimis kecil beberapa menit. Namun, menjelang acara, secara perlahan cuaca berubah cerah. Cuaca baik semalam patut disyukuri Gontor karena telah menjadi bagian dari kesuksesan acara yang dihadiri sekitar 15 ribu orang tersebut.

Zakir Naik benar-benar terkesan dengan penyambutan Gontor. Setiba di tempat acara, Selasa (4/4) siang, ia disambut barisan mahasiswa UNIDA Gontor. Lebih dari itu, ia merasa tersanjung dikawal ratusan pasukan pengamanan yang terdiri dari aparat kepolisian dan TNI. Karena itu, setelah makan siang, Dr. Zakir Naik menyempatkan diri mengungkapkan rasa terima kasihnya di hadapan polisi dan tentara yang sedang mengadakan apel persiapan pengamanan acara di halaman Masjid Jami’. Setelah itu, ia berkeliling barisan menyalami anggota pasukan satu per satu.

Malamnya, acara diawali dengan tausiyah oleh putra beliau, Fariq Naik, tentang aneka bukti kasih sayang umat Islam di zaman kaum Salafus Saleh. Saat putranya memulai ceramah, Dr. Zakir Naik secara spontan berjalan menuju barisan penonton. Rupanya, ia menuju tempat operator audio-visual dan sound system. Setelah memastikan pengaturan kamera dan audio oleh Panitia sudah tepat dan tidak ada masalah, ia dikawal menuju tempat duduk di depan panggung bersama tuan rumah. Zakir Naik memulai tablignya setelah sambutan dari Rektor UNIDA Gontor dan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Zakir Naik mengawali ceramahnya dengan ungkapan kegembiraan dan apresiatif terhadap peran Gontor dan perguruan tingginya. Ia merasa sangat senang mendengar adanya fakultas di UNIDA Gontor yang berkonsentrasi mengajarkan ilmu perbandingan agama, termasuk perbandingan mazhab dan hukum. Apalagi, jurusan perbandingan agama di UNIDA Gontor mendapat predikat terbaik se-Indonesia sebagaimana disampaikan Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi saat memberikan sambutannya.

Selanjutnya, Dr. Zakir Naik membacakan Surah Ali Imran ayat 64: “Katakanlah (Muhammad): ‘Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama yang lain tuhan-tuhan selain Allah.’ Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka): ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim’.”

Berdasarkan ayat tersebut, Dr. Zakir Naik menyatakan kepada seluruh hadirin bahwa ia akan membahas konsep mengenai Tuhan, baik di Yahudi, Kristen, Hindu, maupun Islam.

“Penting sekali memulai pembicaraan tentang konsep mengenai Tuhan di Yahudi, Kristen, Hindu, Islam, dan lain sebagainya,” kata Dr. Zakir Naik di awal ceramahnya.

“Jika ditanya ada berapa dewa, maka kaum Hindu akan menjawab ada banyak dewa. Namun, bisa juga berarti satu Tuhan. Matahari, bulan, dan lain-lain itu bagi mereka adalah Tuhan atau dewa, semuanya adalah God (Tuhan). Sedangkan Islam mengatakan itu semuanya adalah God’s (milik Tuhan).”

“Untuk dapat dipersatukan, perlu mengacu ke ayat di atas. Sebenarnya, di kitab Hindu ada penegasan tentang hal ini, bahwa tidak boleh ada penyerupaan (termasuk gambar, patung, dan lain sebagainya) dan tak mungkin ada yang serupa, sebenarnya.”

“Brahma, adalah Creator, Al Khallaq (Pencipta). Wisnu adalah Sustainer, Al Muhaimiin (Pemelihara, Perawat). Ini diterima Muslim. Ada dalam Asmaul Husna. Namun Muslim tidak mungkin menerima penggambaran-Nya, termasuk pernyataan mempunyai banyak tangan, menaiki garuda, dan lain sebagainya. Ini sebenarnya dilarang.”

“Hal Ini juga sebenarnya ditegaskan di Kitab Keluaran dan Bilangan di Bibel pada 10 Perintah Tuhan.”

“Jadi, sebenarya ada larangan demikian di dalam agama Hindu, Yahudi, dan Kristen.”

“Muslim percaya penuh bahwa ‘Isa (Esau, Yeshua, Yesus) bin Maryam ‘alahissalaam adalah seorang rasul terkemuka, lahir tanpa ayah, dengan banyak mu’jizat, termasuk sebagai Al Masih di akhir zaman nanti, dan lain sebagainya. Namun, seorang Muslim tidak mungkin menerima bahwa beliau adalah Tuhan karena di Bibel sendiri hal ini juga ditolak. Misalnya di Yohanes 10:30, Matius 5:17, dan masih banyak lagi di ayat-ayat lainnya.”

“Jika terdapat di Bibel pernyataan bahwa Yesus mengatakan dirinya Tuhan, maka saya bersedia masuk Kristen,” kata Dr. Zakir Naik.

“Yesus menyatakan kepada umatnya untuk mengikuti Hukum Taurat di Matius 5:17 dan di beberapa ayat lainnya, serta mengikuti jalan kebenaran, sunnah beliau, sebagaimana tercantum di Yohannes 14:6.”

“Bagi kita, Surah Al Ikhlas di dalam Al Qur’an adalah dasar dari keagamaan (theology) dan penguji seluruh aneka agama yang dikenal manusia. Inilah tauhid.”

“Sementara ini ada banyak yang disebut sebagai God (Dewa), bahkan di negara saya saja (India) ada ribuan. Lebih dari itu, ada juga yang sampai mengaku sebagai Dewa atau Tuhan.”

“Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tidak perlu menjadi manusia, makhluk, agar mengerti apa rasanya menjadi manusia atau makhluk karena Allah-lah yang menciptakannya beserta segala yang ada di langit dan di bumi.”

“Dan ‘Allah’ adalah satu kata dalam bahasa Arab. Muslim harus menggunakan ini untuk merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, bagi orang yang tidak mengerti Bahasa Arab, saya tidak keberatan menerjemahkannya ke bahasa lain, agar orang itu mengerti. Akan tetapi, kata ‘God’ bukanlah penerjemahan yang tepat.”

“Kita perlu menerapkan hukum syariat. Ini juga bukan soal potong tangan yang banyak dikesankan sebagai aturan orang barbar. Renungkanlah, bahwa negara yang paling rendah tingkat kriminalitasnya di dunia ini adalah negara Islam Arab Saudi.”

“Misalnya juga tentang hukum hijab. Ini utamanya bukan hanya untuk perempuan. Namun utamanya justru (pertama kali) adalah kepada lelaki. Lelaki dinasihati dan diperintahkan kepadanya agar menundukkan pandangannya terlebih dahulu, bukan malah mengumbar pandangannya kepada kaum perempuan. Sementara kaum perempuan juga perlu menahan dirinya dari mengumbar auratnya, serta harus memakai hijab atau jilbab. Hal ini untuk melindungi mereka dari gangguan. Perumpamaannya adalah seperti sepasang saudara kembar yang sama cantiknya. Salah satunya memakai hijab Islami, satu lagi memakai baju terbuka hingga terlihat aurat ala Barat. Mereka berdua sama-sama melewati jalan kecil dipenuhi lelaki berandalan. Yang manakah yang akan diganggu?” Tanya Dr. Zakir Naik kepada hadirin.

“Si perempuan kedua, yang memakai baju ala Barat dan terbuka auratnya itulah yang kemungkinan besar diganggu,” jawab hadirin.

“Dan ingatlah, negara yang paling banyak terjadi kasus pemerkosaan adalah USA (Amerika Serikat) berdasarkan berbagai laporan. Jika dirata-rata secara statistik, ada tiga kasus pemerkosaan dalam 1 menit,” lanjut Dr. Zakir Naik.

“Jika saja hukum syariat diterapkan di Amerika Serikat, maka angka itu akan menurun. Karena itu, Islam menunjukkan jalan salaamah, jalan keselamatan. Karena itu pula Islam berarti salaam, peace, kedamaian.”

Di akhir ceramahnya, Dr. Zakir Naik menutup dengan Surah An-Nahl ayat 125: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan hingga jam satu malam lebih. Ada dua orang penanya non-Muslim yang akhirnya bersyahadat memeluk agama Islam. Allahu akbar!

Koordinasi Panitia UNIDA Gontor dengan Protokoler Dr. Zakir Naik

0

Panitia berkoordinasi dengan protokoler Dr. Zakir Naik untuk acara penyambutan di Universitas Darussalam Gontor selepas acara di UMY, Senin, 3 April 2017.

Doakan, Semoga Acara Zakir Naik di UNIDA Gontor Sukses!

0

Zakir Naik - Youtube-2GONTOR–Acara “International Public Lecture” yang dinanti-nantikan semua orang sudah di ambang pintu. Persiapan acara sudah dilakukan semaksimal mungkin oleh Panitia di Universitas Darussalam Gontor. Pada Selasa malam nanti, 4 April 2017, semua berharap acara berjalan lancar dan sukses.

Untuk memenuhi harapan itu, seluruh anggota Panitia beserta Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor mengharapkan ketulusan doa dari Anda semua, terutama umat Islam di seluruh dunia. Doakanlah agar acara Dr. Zakir Naik di Universitas Darussalam Gontor pada hari H nanti berjalan sukses tanpa hambatan apapun, serta memuaskan kita semua.

Semoga Allah memberkahi acara ini dengan menghadirkan manfaat yang tak terhingga bagi Gontor dan masyarakat Indonesia. Persiapan semaksimal apapun tanpa pertolongan Allah tak akan berarti apa-apa. Karena itu, doa tulus dari lubuk hati terdalam patut kita panjatkan kepada Sang Penguasa semesta dan tawakkal kepada Allah patut kita lakukan. Mudah-mudahan Allah memberi taufik kepada kita semua. Amin.

Ayo, Segera Dapatkan ID-Card Anda untuk Acara Zakir Naik!

0

WhatsApp Image 2017-03-31 at 11.21.07UNIDA GONTOR–Panitia acara Zakir Naik di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah membuka penukaran ID-Card sejak hari Jum‘at, 31 Maret 2017. Peserta yang hadir tanpa membawa ID-Card tidak diperkenankan Panitia memasuki tempat berlangsungnya acara. Karena itu, Panitia menghimbau setiap peserta agar segera menukarkan nomor registrasi mereka ke tempat penukaran ID-Card, yang berlokasi di sebelah barat Masjid Jami’ UNIDA Gontor.

“Bagian pendaftaran membuka penukaran ID-Card sejak Jum’at (31/3) lalu, yaitu empat hari sebelum hari H, agar peserta yang ingin menukarkan nomor registrasi mereka dengan ID-Card tidak menumpuk pada hari H, Selasa, 4 April 2017 nanti,” tutur Hifzil Haq, Panitia Bagian Pendaftaran.

Karena itu, Panitia berharap para peserta memahami situasi ini dan bersegera menukarkan nomor registrasi mereka di tempat yang telah ditentukan. hutama

Hujan Tak Halangi Acara Laksana Gembira

0

           Karangbanyu – Kamis, 17 Jumada Tsani 1438/16 Maret 2017, Hujan turun menyirami bumi Darussalam Gontor Putri Kampus 3. Tapi tidak menghambat jalannya acara Laksana Gembira adhika laksana kelas 4 dan 3 intensif Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3. Acara ini merupakan kegiatan dimana para adhika dapat berkreasi dengan tema kepramukaan, mulai dari perlombaan-perlombaan lalu disusul dengan pentas seni yang ditata secara apik, menarik dan dikemas secara professional sehingga menghasilkan sebuah apresiasi kepramukaan yang kreatif dengan tidak meninggalkan nilai-nilai islam didalamnya, sebagai pengenalan dan penghayatan yang lebih mendalam terhadap keseluruhan dinamika Pondok Modern Gontor khususnya bagi Santriwati kelas 4 dan 3 Intensif. Selain itu juga untuk membentuk watak, mental serta karakter adhika, agar tumbuh dan berkembang menjadi santriwati still-kull yang berakhlak karimah, sehingga dapat mengamalkan nilai-nilai dasa dharma.

Laksana Gembira 2017
Laksana Gembira 2017

          Acara ini diadakan di Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 3 dengan panitia dan peserta berjumlah 504 Santriwati, yang diketuai oleh Mutiara Salsabila (4B) dan Candra Amalia Zulfani (3 Int B). Tidak luput pula bimbingan dari tim sukses kelas 4 dan 3 Intensif yang ikut serta dalam mensukseskan kepanitiaan dan acara Laksana Gembira 2017. Dimulai pada pukul 14.00. Pembukaan acara secara simbolis oleh Al-Ustadz Aris Helmi Hulaimi, S.Th.I selaku Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3. Walau hujan terus turun, tidak mematahkan semangat santriwati untuk tetap tampil dan tetap menyaksikan acara yang sangat meriah ini. Acara ini berakhir pada pukul 16.15 diakhiri dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba dilanjutkan evaluasi acara oleh Al-Ustadzah Afifah Fitriandani, S.Pd.I, kemudian  sujud syukur bersama atas kesuksesan acara ini. Qudwatun Hasanah

Santriwati Simpan Pena Jawab Soalan Secara Lisan

0

               Karangbanyu – Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian selalu terngiang di Darussalam Kampung nan damai selama masa ujian. Ujian siswi akhir Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) sudah resmi dilaksanakan. Pelaksanaan ujian lisan akhir KMI merupakan tahap kedua setelah melewati Praktek Mengajar dikelas.

            Tepat pada hari kamis (16/17) / 17 Rajab 1438 Ujian kelas 6 dilaksanakan dan berlangsung selama 13 hari, dan akan diakhiri pada 28 Maret 2017/ 29 Rajab 2017 yang kemudian akan dilanjutkan dengan ujian tulis. Berikut adalah pelajaran dan materi ujian lisan siswi akhir KMI, diantaranya:

  1. Bahasa Arab 1 dengan materi insya’, Muthola’ah, Nahwu dan Shorof
  2. Bahasa Arab 2 Dengan materi Balaghoh, Tarikh Adab, dan Mahfuhot(1-6)
  3. Fiqih dengan Materi Masa’il Fiqhiyah, Ibadah Amaliyah dan Ibadah qouliyah
  4. Tarbiyah dengan materi Tarbiyah(1-6) dan Psikologi Pendidikan
  5. Bahasa Inggris dengan materi Composition, Reading dan Grammar
  6. Aqo’id dengan materi Tauhid dan Adyan
  7. Al-qur’an dengan Materi Tilawah Murottalah, Tilawah Mujawwadah, Tajwid dan juz Amma

 

Ujian Lisan Siswi Akhir KMI
Ujian Lisan Siswi Akhir KMI

Pelaksanaan ujian lisan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 melibatkan seluruh siswi akhir KMI (456) dan  guru sarjana dengan dibantu oleh guru tahun ke-4 di gedung Madinah dan Auditorium Gontor putri Kampus 3.

         Dengan ujian akan melahirkan sosok wibawa seseorang jikalau bisa untuk menjawab soal dari seorang penguji, dan akan menyebabkan kurangnya wibawa seseorang karena belum bisa menjawab soal ujian dengan semestinya. Disamping itu ujian lisan bertujuan untuk melatih mental, tingkat intlektual dan  rasa percaya santriwati . Hamida

50 Tahun PERSEMAR : Gontor Harus Terus Hidup dan Tegak dengan Nilai-nilainya

0

GONTOR-Hari-hari ini Pondok Modern Darussalam Gontor sedang khidmat memperingati peristiwa 19 Maret 1967 yang dikenal dengan istilah PERSEMAR. Seluruh kampus dalam Jawa dan luar Jawa mengadakan acara peringatan sesuai waktu yang telah ditentukan oleh Bapak Pimpinan. Tepat pada tanggal 19 Maret 2017, perkumpulan untuk memperingati peristiwa tersebut digelar di PMDG Kampus Pusat Ponorogo. Seluruh guru dan santri PMDG Kampus Pusat dan Kampus 2 berkumpul di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) untuk mendengarkan wejangan dari Bapak Pimpinan, sekaligus menyimak kembali peristiwa kelam itu. Kegiatan belajar mengajar di KMI pagi itu ditiadakan.

PERSEMAR merupakan peristiwa memalukan yang terjadi di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo 50 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 Maret 1967, dimana beberapa santri melakukan demonstrasi kepada Bapak-bapak Kyai yang menjadi pendiri dan pengasuh Pondok Modern Gontor ketika itu. Demonstrasi tersebut didalangi oleh santri kelas 5 yang berasal dari kelas eksperimen (lulusan SMP/sederajat) dan beberapa guru praktek. Peristiwa diawali dengan munculnya fitnah-fitnah terhadap Pondok, terutama yang ditujukan kepada Pengasuh Pondok Modern. Mulai dari protes mengenai lauk pauk, kesejahteraan guru, personal pimpinan Administrasi, hingga soal pribadi Pimpinan Pondok. Mereka berdemo dengan cara-cara yang di luar kepribadian santri yang telah belajar ilmu agama. Ada yang berteriak-teriak dengan kata-kata kotor, mencorat-coret serta merusak sarana dan prasarana, memukul-mukul bel dan piring, dan kelakuan yang tidak terpuji lainnya. Mereka menuntut Pimpinan untuk turun dari jabatannya, lalu menggantinya dengan calon yang telah mereka siapkan. Benar-benar pemberontakan untuk mengambil alih Pimpinan Pondok Modern. Bahkan muncul ‘ide gila’, yaitu rencana untuk memaksa Pimpinan Pondok untuk menyerahkan kekuasaan dengan jalan kekerasan, kalau perlu dengan cara pembunuhan. Akibatnya, seluruh santri (kurang lebih 1500 anak) dan guru dipulangkan saat itu. Pondok diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan, menunggu suasana stabil kembali. Demikianlah, paparan ringkas tentang peristiwa yang memalukan umat islam tersebut.

Setelah diadakannya peringatan di PMDG Kampus Pusat, Pimpinan Pondok mengutus beberapa guru senior yang menjadi saksi hidup peristiwa bersejarah itu untuk mengisi acara peringatan PERSEMAR di Kampus-kampus cabang dalam dan luar Jawa. Berikut adalah para asatidz yang bertugas :

  1. Al Ustadz Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. (Kampus 6 Magelang, Kampus 14 Siak, Kampus Putri 3 Ngawi, dan Kampus Putri 7 Riau)
  2. Al Ustadz Abdullah Rofi’i (Kampus 9 Lampung, Kampus 10 Aceh, dan Kampus Putri 5 Kediri)
  3. Al Ustadz Syarif Abadi (Kampus 11 Padang dan Kampus 12 Jambi)
  4. Al Ustadz Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi (PMDG Kampus 3 Kediri)

Selain itu, Pimpinan Pondok Modern Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan juga mengisi di beberapa kampus baik dalam dan luar Jawa. Kyai Hasan mengisi di PMDG Kampus 7 Kendari, Kampus Putri 1 & 2 Ngawi, dan Kampus Putri 4 Kendari. Sedangkan Kyai Syamsul berangkat ke PMDG Kampus 5 Banyuwangi, Kampus 13 Poso, dan Kampus Putri 6 Poso.

Alhamdulillah, acara peringatan PERSEMAR tahun ini dapat diselenggarakan dengan baik dan lancar. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan, adalah supaya generasi penerus bisa belajar dari kejadian itu dan tidak mengulanginya. Semoga dengan diadakannya peringatan semacam ini, bisa menyadarkan seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor agar selalu waspada terhadap pengaruh-pengaruh buruk dari pihak luar, sehingga Gontor bisa tetap tegak dengan nilai-nilainya, terus mendidik dan mencetak kader-kader pemimpin umat, demi kejayaan Islam. Seperti yang Kyai Hasan pesankan, “Gontor harus terus hidup dan tegak dengan nilai-nilainya.”Brada89

 

 

Penukaran ID-Card Peserta Acara Zakir Naik Telah Dibuka

0

WhatsApp Image 2017-03-31 at 11.22.09UNIDA GONTOR–Panitia “International Public Lecture” Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah membuka stan penukaran ID-Card peserta mulai hari ini, Jum‘at, 31 Maret 2017. Peserta yang telah mendapatkan nomor registrasi bisa segera menukarkannya dengan ID-Card yang digunakan untuk melakukan check-in. Seperti diberitakan sebelumnya, check-in peserta dibuka pada hari H, Selasa, 4 April 2017, mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

“Kami mulai membuka stan di sebelah barat Masjid Jami’ UNIDA Gontor untuk penukaran ID-Card bagi para peserta yang telah mendapatkan nomor registrasi mulai hari ini, Jum‘at, 31 Maret 2017 sampai hari H nanti, tepatnya sebelum check-in pada hari Selasa (4/4) nanti,” ungkap Indra Ari Fajari, selaku Sekretaris Panitia, Jum‘at (31/3) pagi.

Indra menghimbau, saat menukarkan nomor registrasi untuk mendapatkan ID-Card tersebut, para peserta jangan sampai lupa membawa KTP. Panitia berkewajiban melakukan verifikasi pendaftaran dengan menggunakan KTP milik peserta yang ingin mendapatkan ID-Card. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk menjaga keamanan dan kelancaran acara.

Selain itu, Indra mengungkapkan, Panitia tidak dapat memberikan akses masuk ke tempat acara alias check-in bagi siapapun yang belum terdaftar. Pendaftaran sudah ditutup seminggu yang lalu, tepatnya mulai hari Jum‘at, 24 Maret 2017, karena kuota memang sudah penuh. Jadi, mereka yang tidak berkesempatan menjadi peserta diharapkan memakluminya.

“Terus terang, kapasitas peserta untuk acara Zakir Naik ini sudah penuh. Demi kenyamanan dan ketertiban bersama, kami tidak bisa memberikan akses masuk bagi siapapun yang tidak terdaftar,” kata Indra.

Terakhir, Indra memberikan informasi kepada setiap peserta bahwa Panitia akan membuka bazar dan kantin di dalam kampus UNIDA Gontor pada saat acara nanti. Dengan adanya bazar dan kantin tersebut, Panitia berharap bisa memenuhi segala kebutuhan peserta pada saat acara berlangsung.