Home Blog Page 382

Siaga Satu, Panitia Adakan Pengarahan Umum dan Sosialisasi Acara Zakir Naik di UNIDA Gontor

0

WhatsApp Image 2017-03-31 at 21.03.26UNIDA Gontor–Kamis (30/3) malam, setelah shalat hajat bersama, Panitia Penyelenggara “International Public Lecture” mengadakan pengarahan umum dan sosialisasi acara untuk seluruh mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Pengarahan umum sangatlah penting mendekati pelaksanaan acara apapun juga di Gontor, termasuk acara besar bertaraf internasional ini. Hal tersebut sudah menjadi tradisi mendarah daging dan diwariskan secara turun temurun dari masa ke masa. Inilah salah satu faktor kesuksesan setiap acara yang diselenggarakan Pondok Modern Darussalam Gontor dan UNIDA Gontor.

Pada kesempatan ini, seluruh mahasiswa diarahkan Panitia untuk berperan aktif ikut serta menyukseskan acara. Salah satunya dalam penyambutan Dr. Zakir Naik beserta rombongannya yang dijadwalkan tiba di kampus UNIDA Gontor pada Selasa (4/4) pagi. Sejumlah mahasiswa telah dipersiapkan untuk menjadi pagar betis saat Dr. Zakir Naik datang, sebagai bentuk penghormatan untuk para tamu.

“Kita harap jangan sampai ada mahasiswa yang merasa bukan orang penting, sehingga ia merasa tidak perlu terlibat di dalam acara ini. Ingatlah pesan Trimurti, sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu,” ujar Muhammad Taqiyuddin, Ketua Panitia Pelaksana, Kamis (30/3) malam lalu.

Dalam acara pengarahan tersebut, Panitia juga memperjelas pembagian tugas seluruh mahasiswa. Sebagian dari mereka yang tidak terlibat dalam bagian kepanitiaan maupun penyambutan tamu ditugaskan untuk menggelar bazar, baik untuk segala sesuatu bersifat kenang-kenangan maupun yang bersifat kebutuhan makan dan minum.

Panitia juga menyampaikan segala hal teknis terkait penyelenggaraan acara pada hari H. Berdasarkan rekapitulasi data peserta yang akan hadir, kampus UNIDA Gontor diperkirakan akan dipadati 15 ribu orang. Karena itu, partisipasi segenap mahasiswa UNIDA Gontor sangat diharapkan demi kelancaran jalannya acara beserta kesuksesannya.

Gelar Shalat Hajat Bersama, Gontor Berharap Acara Zakir Naik Sukses

0

WhatsApp Image 2017-03-31 at 21.03.25UNIDA GONTOR–Segala upaya telah dikerahkan Panitia Penyelenggara “International Public Lecture” yang akan dihadiri dai kondang asal India, Dr. Zakir Naik, pada Selasa malam, 4 April 2017 mendatang, di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kesuksesan acara besar yang menjadi bagian dari Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini sangat diharapkan berbagai pihak, termasuk pemerintah RI. Karena itu, bagi Gontor, tidak ada daya dan upaya melainkan dengan kehendak dan pertolongan Allah. Maka, pada Kamis (30/3) malam, Panitia menggelar shalat hajat bersama setelah shalat Isya’ tepat di Masjid Jami’ UNIDA Gontor.

“Shalat hajat bersama ini diimami oleh Dr. H. Mulyono Jamal, M.A. Seluruh mahasiswa UNIDA Gontor bersama para dosen dan asatidz mengikuti acara malam hari ini. Setelah shalat, Panitia memberikan pengarahan umum kepada seluruh mahasiswa terkait penyambutan Dr. Zakir Naik pada hari H nanti,” ujar Kharis Majid, salah satu Ketua Panitia Pelaksana, Jum‘at (31/3) pagi.

Majid mengakui, shalat hajat bersama ini menjadi momentum yang tepat untuk mengajak seluruh mahasiswa menyerahkan segala urusan kepada Allah. Panitia menyadari sepenuhnya segala kekurangan yang mungkin ada dalam penyelenggaraan acara besar ini. Terlebih lagi, ini merupakan acara besar perdana yang berlokasi di kampus UNIDA Gontor dengan dihadiri lebih dari 10 ribu orang. Untunglah, sebagain besar anggota Panitia telah memiliki pengalaman menyelenggarakan acara-acara besar semacam ini di Kampus Gontor Pusat.

“Dengan bertawakkal kepada Allah, kita semua berharap acara ini sukses seperti halnya acara-acara besar yang diselenggarakan di Kampus Gontor Pusat,” harap Majid.

Tarbiyah Amaliyah Membentuk Guru Islam yang Handal

0

MADUSARI Kulliyatu-l-mu’allimin al-islamiyah (KMI), atau persemaian guru-guru islam. Itulah bagaimana Pondok Modern Darussalam Gontor menyebut sistem pendidikan, dan pengajarannya. Sebagaimana namanya, Gontor menuntut santri-santrinya untuk  tidak hanya mampu belajar, namun juga mengajar. Bukan hanya siap dididik, namun juga siap mendidik. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap siswa akhir KMI diuji kesiapannya menjadi seorang guru dalam Ujian Praktek Mengajar yang biasa disebut dengan Tarbiyah Amaliyah.

Dalam Tarbiyah Amaliyah  seluruh siswa akhir akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Dalam satu kelompok setiap siswa akan mendapatkan pelajaran, dan materi yang berbeda sebagai bahan ajar. Sedangkan anggota kelompok yang lain bertugas untuk mengkritik temannya  yang sedang mengajar dalam darsu-n-naqdi dilaksanakan setelah praktek mengajar selesai. Tentu saja dengan bimbingan  2 ustadz yang sudah cukup senior.

Sebelum semua hal itu dilaksanakan, satu orang akan dipilih sebagai percontohan bagi seluruh kelas 6. Darsu-n-naqdi pun dilaksanakan bersama-sama dengan bimbingan langsung dari Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Muhammad Hudaya, Lc. Pada tahun ini, siswa yang mendapat kesempatan untuk menjalani Tarbiyah Amaliyah perdana tersebut adalah Farkhad Basyiban kelas 6C dari Bengkulu.

Kegiatan ini berjalan kurang lebih 2 minggu lamanya, seluruh kelas 6 menunggu giliran mereka mengajar dengan sabar dan ikhlas. Bukan hanya diuji dalam keilmuan, tapi mereka juga diuji mental dalam menyampaikan pelajaran kepada para santri. Kegiatan ini adalah langkah pertama mereka sebelum memasuki ujian akhir kelas 6 tahap selanjutnya.IhsanJJ

Manasik Haji Perdalam Pemahaman Santri Kelas 1 KMI

0

KAMPUS 2 – Demi meningkatkan pemahaman dan juga sebagai pendalaman pelajaran santri kelas 1 pada materi Fiqh, pada hari sabtu dan ahad (18/02) diadakan praktek Manasik Haji. Ini dikarenakan pada bab ibadah haji ini memang membutuhkan praktek secara real agar tidak berkutat pada teori buku semata.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 gelombang, yang pertama terdiri dari kelas 1B dan 1C serta gelombang kedua dari kelas 1D dan 1E. Dalam pelaksanaan Manasik Haji, seluruh santri kelas 1 dikawal langsung oleh para pengajar materi fiqh tiap-tiap kelas yang telah diberikan pengarahan terlebih dahulu. Area yang digunakan dalam praktek ini adalah seluruh area PMDG Kampus 2, mulai dari lapangan Sintesa hingga Masjid Jami’.

Untuk miniatur Ka’bah sendiri terletak didalam Masjid Jami’, yang menjadi pusat dalam pelaksanaan praktek ini. Mereka semua melaksanakan acara ini dengan penuh semangat, dari thawaf, sa’yi, hingga lempar jumroh meskipun diiringi dengan terik matahari yang cukup menyengat badan.bhiel

MUGUS Penentu Kesuksesan Pembina Pramuka Tahun Depan

0

KAMPUS 2 – Para pramuka penegak satuan Gugus Depan 04093 PMDG Kampus 2 menggelar kegiatan MUGUS (Musyawarah Gugus Depan) 2017, kamis (23/2) di lapangan sekitar Masjid Jami’. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh andika pramuka penegak yang terdiri dari kelas 3 intensif dan kelas 4.

MUGUS
Sambutan ketua panitia Musyawarah Gugus Depan

Mugus ini bertujuan untuk membahas dan memusyawarahkan program kerja serta jalanya kegiatan pembina pramuka ditahun yang akan datang. Ada penambahan dan pengurangan pasal serta ayat dalam musyawarah ini, untuk menciptakan kegiatan pembina pramuka yang bermutu dan berkualitas.

Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan Sidang Pleno yakni membahas tentang tata tertib sidang yang akan berjalan. Setelah itu dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang dimana para pengikut sidang dipecah menjadi beberapa GOT yang sudah ditentukan. Dan pada puncaknya adalah Sidang Paripurna, yang mana disidang utama ini penentuan sah atau tidaknya penambahan, pengurangan, atau penghapusan ayat/pasal yang dipimpin langsung oleh Ketua Koordinator.

Staf Mabikori mengawal ketat pelaksanaan musyawarah ini, dengan harapan usulan-usulan yang disampaikan oleh para peserta tidak menyimpang dari jalur yang telah ditetapkan.bhiel

Perluas Pengetahuan dengan Membaca Kutub Turast

0

KAMPUS 2 – Di Pondok Modern Darussalam Gontor, para siswa Kelas 5 KMI mulai memasuki jenjang yang lebih tinggi dalam tingkatan Fiqh. Maka saat menginjak Kelas 5, mereka sudah mengakhiri fase “Muqtasid” dan memulai untuk menjadi seorang “Mujtahid”. Bukan lagi mempelajari Fiqh dengan buku ringkasan untuk kelas 1 ataupun kitab bulughul maram untuk kelas 3 dan 4.

Diskusi kelompok dengan bimbingan bapak guru
Diskusi kelompok dengan bimbingan bapak guru

Meski sejatinya Siswa Kelas 5 di Gontor masih terlalu muda untuk menjadi seorang mujtahid, namun saat memasuki kelas 5 mereka mulai mempelajari buku “Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtasid”. Buku ini menyajikan berbagai permasalahan Fiqh ditinjau dari sudut pandang para ulama dan ahli Fiqh, yang disertai dengan dalil Qur’an dan Hadits sebagai peguat pendapat-pendapat tersebut.

Kegiatan ini terlaksana pada rabu (15/2) hingga senin (20/2), yang bertempat di gedung Riyadh lantai sebagai tempat anak-anak kelas 5 untuk mencari penyelesaian dari beberapa masalah yang akan dibahas. Sedangkan tempat diskusi kelompok menyebar dibeberapa tempat yang telah ditentukan.

Mereka semua dibagi menjadi kelompok-kelompok yang mana setiap kelompoknya dibimbing langsung oleh 2-3 bapak guru KMI. Salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah guna memperkenalkan dan memperluas wawasan siswa kelas 5 dalam pengenalan kutub turats, serta kemampuan mereka dalam berbahasa arab yang baik dan benar.bhiel

 

Saka Bhayangkara: Salah Satu Kegiatan Kepramukaan di Gontor

0

GONTOR-Pondok Modern Darussalam Gontor selalu aktif menjalankan kegiatan kepramukaan dan memberikan kontribusi yang besar dalam mendidik santri-santrinya dengan skill kepramukaan. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai keikutsertaan Gontor dalam even-even nasional, hingga Internasional, dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Juga ditunjang dengan kegiatan-kegiatan yang mendukung lainnya, berbagai pelatihan, seperti Saka Bhayangkara, Kursus Mahir Tingkat Dasar dan Lanjutan, dan semisalnya untuk memberikan wawasan kepramukaan yang luas terhadap adika Gugus Depan 15.089 Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dan salah satu kegiatan tersebut adalah Kursus Orientasi Saka Bhayangkara guna menambah dan membekali segenap adika pramuka dengan pengetahuan tentang pengetahuan ke-Bhayangkaraan yang berguna di masa depan bagi peserta didik, di mana adika sekalian diajari berbagai materi seperti PBB, Pengaturan Lalu Lintas, TPTKP, DKS, PPGD, Siskamling, Pengetahuan Narkoba, dan Penanggulangan Bencana Alam.
Tenaga pengajar dalam kegiatan ini adalah staf Polres Ponorogo. Sedangkan kegiatan ini dimulai hari Sabtu, 30 Januari 2016 sampai hari Selasa, 02 Februari 2016 dengan dari pukul 13.45 sampai dengan pukul 17.00. Peserta adalah adika Pramuka di Gugus Depan Pondok Modern Darussalam Gontor yang berjumlah kurang lebih 300 orang dari kelas 3 Intensif dan 4. sand88

Mengevaluasi Pembelajaran Santri dengan Ulangan Umum

0

GONTOR 2 – Salah satu penunjang kesuksesan dalam proses pembelajaran adalah adanya evaluasi yang dimaksudkan untuk mengukur hasil belajar siswa selama proses belajar mengajar didalam kelas. Berlandaskan dengan itu telah terlaksana Ulangan Umum pada semester 2 ini, pada sabtu (11/2 ) hingga rabu (15/2).

Bukan hanya santri saja yang dievaluasi dalam pembelajaran mereka selama 2 bulan kebelakang, tetapi bapak gurupun menjadi objek penting dalam pelaksanaan Ulangan Umum ini. Yaitu, sebagai alat pengukur ketercapaian tujuan mata pelajaran dan tujuan proses belajar mengajar dikelas. Ini juga untuk mengetahui kelemahan siswa sehingga para wali kelas khususnya dapat menyelesaikan berbagai kesulitan belajar anggotanya.

Seluruh santri kelas 1-5 KMI mengikuti kegiatan ini, terkecuali kelas 6 mereka tetap memasuki kelas seperti biasanya. Siswa mengerjakan 3 mata pelajaran di 3 hissoh setiap harinya, 60 menit untuk mengerjakan soal-soal ulangan dan 30 menit untuk pengoreksian oleh para pengawas.

Ulangan Umum ini bertempat diruang kelas masing-masing, yang setiap ruang kelas diawasi 3 bapak guru KMI, setiap harinya diujikan 3 pelajaran di 3 hissoh pelajaran dengan waktu 60 menit untuk mengerjakan soal dan 30 menit untuk pengoreksian oleh para pengawas ujian. Ulangan Umum ini juga sebagai salah satu syarat wajib bagi seluruh siswa KMI untuk mengikuti ujian akhir tahun semester kedua.bhiel

Mahasiswa Guru Gontor 2 Sabet Juara Umum Festival UNIDA

0

SIMAN – Sebagai salah satu agenda rutin yang diadakan oleh DEMA Pusat setiap tahunnya, acara ini bisa dikatakan perlombaan bergengsi bagi mahasiswa UNIDA. Bukan hanya karena acara ini sebagai ajang untuk membuktikan kampus mana yang terbaik, tetapi juga melihat atmosfer persaingan antar mahasiswa setiap kampus yang begitu terasa ketat.

Penyerahan Piala Juara Umum oleh Bapak Wakil Rektor
Penyerahan Piala Juara Umum oleh Bapak Wakil Rektor kepada Ketua Dema Kampus 2

Acara yang diadakan selama 4 hari ini, hanya dilaksankan ketika hari kamis dan  jum’at selama 2 kali berturut-turut. Dibuka langsung pada Kamis (27/01) oleh Bapak Wakil Rektor UNIDA Al-Ustadz Setiawan bin Lahuri, M.A bertempat di Kampus Pusat UNIDA Siman. Acara ini diikuti oleh mahasiswa Kampus UNIDA dan cabang-cabangnya yang terdiri dari Kampus Gontor, Kampus 2 Madusari, Kampus 3 Kediri, Kampus 6 Magelang dan Kampus Management Bisnis Universitas Darussalam (MBUD) Mantingan.

Festival ini bukan hanya sebagai ajang lomba dan persaingan belaka, namun juga sebagai ajang mempererat ukhuwah islamiyyah antar seluruh mahasiswa Universitas Darussalam pusat maupun cabang. Melombakan di 4 cabang katagori, yaitu olah fikir, olah dzikir, olah rasa, dan olah raga. Seluruh kampus mengutus para peserta yang sudah berkompeten dalam bidangnya masing-masing.

Keluar sebagai Juara Umum adalah Mahasiswa Guru Gontor Kampus 2, dimalam penutupan acara ini pada jum’at malam (2/2). Kemenangan ini bhak hadiah terindah bagi seluruh guru Gontor 2 pada tahun ini.bhiel

Cara Dr. Zakir Naik Mendidik Anak-anaknya

0

zakir-naikk

Dalam ceramah Dr. Zakir Naik, ada seorang wanita muda yang menanyakan kepada beliau “Bagaimana Anda membesarkan putri Anda menjadi penceramah internasional yang sukses? Sedangkan wanita dianggap lemah dan rapuh”. Dari pertanyaan tersebut, beliau menjawab dengan sangat tegas bahwa merupakan kewajiban setiap Muslim untuk berdakwah, menurut Qur’an dalam surat al-Ash ayat 1-3 disebutkan “Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan menasehati supaya menaati kebenaran dan menasehati supaya bersabar.”

Minimal ada empat syarat yang diperlukan agar manusia manapun bisa masuk jannah (surga). Yang pertama adalah iman, kedua adalah amal shaleh, ketiga adalah menasehati supaya menaati kebenaran atau berdakwah, dan keempat adalah menasehati supaya bersabar. Jadi, berdasarkan surat al-Ash, kata beliau “Jika ada salah satu yang tidak terpenuhi, kamu tidak akan masuk jannah (surga). Kita mungkin Muslim yang sangat baik, kita shalat lima waktu, mungkin berhaji, mungkin puasa di bulan ramadhan, tapi jika kita tidak melakukan dakwah, menurut surat al-Ashr kita tidak akan masuk jannah (surga).” Hanya dakwah saja juga tidak bisa, keempat-empatnya haruslah terpenuhi, yaitu iman, amal shaleh, berdakwah, dan menasehati agar bersabar. Jadi setiap muslim setidaknya harus menjadi da’i paruh waktu. Lebih lanjut al-Qur’an mengatakan dalam surat al-Imran ayat 104 “Hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” Disini Allah berfirman tentang da’i penuh waktu. Sebagaimana ada dokter penuh waktu, insinyur, pengacara, pebisnis penuh waktu. Berapa banyak da’i penuh yang ada ? Allah berfirman “Dan hendaklah diantara kamu segolongan ummat yang merupakan da’i penuh waktu, penceramah penuh waktu. Mereka orang-orang yang beruntung.”

Beliau juga menceritakan pengalaman beliau dimana yang telah selesai kuliah kedokteran, dan memilih menjadi dokter, karena beliau berfikir dokter adalah profesi terbaik di dunia. Akan tetapi, setelah bertemu dengan Syeikh Ahmed Deedad, beliau menyadari bahwa da’i adalah profesi yang lebih baik. Dan Allah berfirman dalam surat Fussilat ayat 33 “Siapa yang lebih baik ucapannya dibanding orang yang mengajak ke jalan Tuhanmu, melakukan dan berkata ‘Aku Muslim’?” ketika beliau menyadari bahwa da’i jauh lebih unggul daripada seorang dokter, maka beliau berubah dari profesi dokter tubuh menjadi dokter ruhani. Ternyata, keinginan ibunya untuk menjadi dokter seperti dr. Chris Barnard. Ia adalah seorang kardiologis pertama, ahli jantung yang pertama kali melakukan transplatansi jantung. Dan ketika Dr. Zakir Naik bertanya pada ibunya setelah bertemu dengan syeikh Ahmed Deedad yang berasal dari Afrika Selatan, “apa ibu ingin aku menjadi Syeikh Deedat atau Chris Barnard?” Ibunya menjawab: “kedua-duanya”. Kemudian ketika Dr. Zakir Naik terlibat dalam bidang dakwah dan beliau bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama, dan menjawab “aku bisa mengorbankan seribu dr.Chris Barnard untuk seorang Syeikh Deedad.”

Berkaitan dengan pertanyaan diatas, beliau mengatakan akan menjadikan semua anak-anaknya, entah itu putra maupun putri, beliau menjadikan sebagai penceramah, alasannya bahwa itu profesi terbaik. Inilah profesi para anbiya’ (nabi-nabi Allah SWT). Dan ketika ia mendirikan sekolah yang ada di Bombay bahwa mendirikan sekolah yang mengedukasikan antara dunia dan akhirat. Ketika anak-anak belajar di sekolah yang di bangun oleh Dr.Zakir Naik, ia memberikan mereka edukasi untuk dunia dan akhirat. Jadi ketika seorang anak bergabung dengan sekolah ini pada umur 2 setengan tahun, ketika dia masuk play group, dari playgroup diajarkan anak itu bahasa Arab dan Inggris. Dan juga diajarkan bahasa lokal lainnya, Hindi, urdu, Marathi, yaitu 5 bahasa. Tapi dalam 2 bahasa mereka dibuat sangat kuat, bahasa internasional adalah bahasa inggris, dan bahasa al-Qur’an adalah bahasa Arab. Kemudian urdu, hindi, Marathi. Ketika mereka kelas 5, mereka telah paham al-Qur’an, mereka diajarkan untuk menjadi hafidz al-Qur’an, dan ketika di umur mencapai 9 atau 10, mereka bisa menerjemahkan sebagian besar al-Qur’an. Kebugaran fisik itu wajib, setiap murid baik pria maupun wanita saat mereka kelas 6 mereka harus sudah sabuk hitam dalam bela diri. Dan ketiga anaknya adalah hafidz al-Qur’an, kedua putri dan putranya pemegang sabuk hitam dalam beladiri, dan juga bisa bahasa Arab dan Inggris, serta mengajarkan cara bicara dihadapan public dari umur 4 tahun. Ketika anak-anaknya berumur 5,6,7 mereka bisa ceramah di Peace TV depan ribuan orang, mereka tidak demam panggung.

Di sela-sela jawaban Dr.Zakir Naik, ia bertanya kepada audience “kapan paling awal kamu mulai berfikir menjadikan anakmu, terlepas dari kapan kamu menjadikannya sebagai da’i? ada beberapa audience yang menjawab di umur 15, bahkan ketika saat dia lahir. Dr.Zakir Naik mengapresiasi atas jawabannya yang sangat bagus namun tidak sempurna kata beliau. Ternyata jawaban terbaik adalah ketika memilih pasangan hidup. Jika menginkan anak-anaknya sebagai da’i atau profesi apapun, maka memilih ketika memilih pasangan hidup. Karena ibu adalah guru yang terbaik. Jadi, baik yang laki-laki maupun perempuan harus mempunyai niatan dari umur muda dan pertolongan paling baik datang dari Allah SWT. Menurutnya bahwa, bukan berarti da’i hanyalah orang yang bisa bicara, namun juga bisa ahli dalam menulis, dia bisa menjadi penulis yang baik, bisa menjadi pembicara yang baik, dan bisa menjadi pemikir yang baik.

Di sela-sela akhir jawabannya, bahwa kemampuan materi yang dikuasi mungkin hanya 7%, sedangkan keahlian berpresentasinya 93%, caranya berbicara, caranya mengatur nada bicara, gestur tangannya, gerakan matanya, semua iniberpengaruh 93%. Ia juga mengatakan bahwa “Jika anda ingin anak-anak anda menjadi da’i, maka sekolahkan anak-anakmu yang mempunyai visi tersebut.”

Pada Selasa malam, tanggal 4 April 2017, Dr. Zakir Naik dijadwalkan mengisi acara “International Public Lecture” di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Berdasarkan informasi valid dari Panitia UNIDA Gontor, check-in untuk peserta yang telah terdaftar dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Peserta diharuskan membawa ID-Card saat check-in nanti. Adapun nomor registrasi peserta untuk mendapatkan ID-Card dapat dilihat di unida.gontor.ac.id/zakirnaik/hutama

Diambil dari: https://www.youtube.com/watch?v=hmkF9tCYdUY