Home Blog Page 384

Kuota Penuh, Pendaftaran Peserta “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” Resmi Ditutup

0

17352154_1452983744721292_5472096795273070939_nGONTOR–Panitia Penyelenggara acara “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menyatakan bahwa mulai hari Jum‘at ini, 24 Maret 2017, pendaftaran peserta secara resmi ditutup, walaupun acaranya masih seminggu lagi, yaitu tanggal 4 April 2017 mendatang. Menurut pernyataan resmi dari Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Wahyudi, kuota peserta yang ditargetkan mencapai 10.000 orang telah terpenuhi.

“Sebenarnya, kami merasa sangat terhormat dengan kepercayaan dan minat masyarakat yang tinggi untuk hadir di acara “International Public Lecture” ini, namun kuota yang kami sediakan untuk 10.000 peserta sudah penuh, bahkan jumlah peserta yang terdaftar sampai hari ini sudah lebih dari kuota yang kami tetapkan tersebut.”

“Setelah memperhitungkan kapasitas tempat acara dan segala bentuk persiapannya, maka dengan sangat berat hati, kami umumkan bahwa pendaftaran peserta acara “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” secara resmi ditutup mulai hari Jum‘at, 24 Maret 2017,” ujar Wahyudi.

Memang, sejak pendaftaran peserta dibuka mulai tanggal 11 Maret 2017 lalu, baik via website www.unida.gontor.ac.id maupun via aplikasi WA dan SMS, peserta yang terdaftar langsung membludak mencapai ribuan orang. Animo masyarakat dari berbagai daerah untuk menghadiri dan melihat secara langsung acara Dr. Zakir Naik ini sungguh luar biasa.

Dari informasi yang dirilis Panitia Penyelenggara “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” di UNIDA Gontor, peserta yang telah terdaftar mencapai 10.213 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan masyarakat, dari daerah yang berbeda-beda, tidak hanya laki-laki, tapi juga kaum wanita, dan tidak hanya kaum Muslim, tapi juga ada non-Muslim. Panitia masih melakukan rekapitulasi peserta sampai saat ini, dan diharapkan selesai tidak lama lagi agar bisa segera dirilis.

Alhamdulillah, kuota peserta yang disediakan untuk acara ini telah terpenuhi. Dengan demikian, saat ini kami sedang melakukan perapian data peserta agar bisa segera kami unggah atau di-upload ke database yang bisa diakses secara online melalui website www.unida.gontor.ac.id. Nantinya, para peserta yang merasa dirinya sudah terdaftar bisa mengecek namanya di website tersebut.”

“Jika database tersebut sudah bisa diakses, kami informasikan dengan segera kepada masyarakat atau para peserta agar seluruhnya bisa mengecek keikutsertaannya sebelum hari H. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut terkait kebijakan penerimaan peserta, silakan menghubungi kami melalui email ini: [email protected],” terang Wahyudi di akhir penjelasannya. shah wa

Dr. Zakir Naik: Sang Dokter yang Mengislamkan Ratusan Ribu Orang

0

Zakir NaikSebagai seorang saintis (dokter) sekaligus salah satu ulama terkemuka dunia, Dr. Zakir Naik seringkali mengutip kata-kata Albert Einstein ini: “Sains tanpa agama adalah pincang, agama tanpa sains adalah buta.” Ternyata, agama dan sains memang tak bisa dipisahkan.

Tahukah Anda bahwa Dr. Zakir Naik pernah menjadi seorang dokter? Namun, akhirnya ia fokus mendalami agama dan berkonsentrasi menjadi pendakwah Islam. Mari kita mengenalnya lebih jauh.

Pada awalnya, Dr. Zakir Naik berprofesi sebagai seorang dokter yang memang sesuai dengan pendidikan formalnya. Ini dikarenakan sejak kecil orang tuanya menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan kepadanya. Oleh karenanya dia bercita-cita untuk mempunyai pekerjaan yang dapat memberikan kebaikan kepada sesama, menurutnya dokter adalah pekerjaan yang terbaik untuk mewujudkan cita-citanya.

Dia menempuh pendidikan di St. Peter’s High School (ICSE) di kota kelahirannya, Mumbai, India. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Kishinchand Chellaram College dan melanjutkan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai India untuk mempelajari kesehatan. Selanjutnya Zakir Naik melanjutkan kuliahnya dengan mengambil jurusan kedokteran di University of Mumbai dan dari Universitas ini dia memperoleh gelar MMBS (Bachelor of Medicine Bachelor Of Surgery). Setelah lulus, kemudian bekerja sebagai dokter di Kota Mumbai.

Setelah beberapa waktu bekerja sebagai seorang dokter, pada tahun 1991 Dr Zakir Naik kemudian memutuskan untuk berhenti dari profesinya dan mendalami bidang dakwah. Salah satu alasan yang melatarbelakangi keputusannya tersebut karena dia terinspirasi oleh Ahmed Deedat, seorang pendakwah yang cerdas dan aktif berdakwah selama lebih dari 40 tahun. Menurut Ahmed Deedat, Dr. Zakir Naik hanya membutuhkan 4 tahun saja untuk meraih apa-apa yang dicapai oleh gurunya selama 40 tahun. Selain itu, sebagai seorang Muslim dia merasa bertanggung jawab untuk mengingatkan sesama muslim tentang dasar-dasar ajaran Islam yang mulai luntur dalam konteks modernitas. Saat itu dia berkonsentrasi pada remaja muslim berpendidikan yang mulia meragukan agamanya sendiri dan merasa agamanya telah kuno, dan kurang percaya diri terhadap agamanya sendiri.

Dalam sebuah wawancara, Dr. Zakir Naik mengatakan bahwa dia tidak pernah berencana untuk menempuh jalan yang sekarang dia jalani, semua itu adalah rencana Allah. Jalur dakwah dan perbandingan agama yang dia tempuh saat ini juga tidak serta merta terjadi. Sebagai seorang dokter medis, pada awalnya dia hanya menggunakan sedikit waktunya untuk berdakwah dan mendalami ilmu perbandingan agama. Secara berkelanjutan, waktunya untuk berdakwah dan mendalami ilmu perbandingan agama semakin bertambah. Hingga akhirnya dia menggunakan seluruh waktunya untuk berkonsentrasi dalam berdakwah dan mendalami ilmu perbandingan agama.
Dr. Zakir Naik kemudian meninggalkan profesinya sebagai dokter medis dan beralih profesi menjadi dokter spiritual. Saat menjadi dokter medis dia merasa senang ketika mengobati pasiennya. Namun kesenangannya berlipat-lipat ketika ia dapat membantu pasiennya secara spiritual.

Keberhasilannya saat ini sebagai seorang orator, pendakwah, dan ahli dalam perbandingan agama yang berpengaruh, tidak terlepas dari impiannya di waktu kecil, yang kemudian dikabulkan oleh Allah SWT. Saat masih kecil, Dr. Zakir Naik merasa tidak bisa berbicara di depan orang banyak. Dia sering terbata-bata ketika berbicara di hadapan orang. Saat itu, selain bercita-cita menjadi dokter, dia kemudian mempunyai impian untuk dapat berbicara di depan banyak orang dan saat ini Allah telah mewujudkan impiannya tersebut, bahkan melebihi dari yang pernah dia bayangkan sebelumnya.

Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam menyampaikan dakwah dan ilmu pengetahuan, kini Dr. Zakir Naik mampu berbicara di hadapan puluhan ribu orang. Setiap ceramah dan dakwah yang dia sampaikan selalu dihadiri oleh banyak orang. Bukan hanya kaum muslim saja yang mengikuti dakwahnya, namun pengikut agama lain dan orang-orang ateis juga antusias ceramahnya telah dilihat dan diikuti oleh jutaan orang. Maka tidak berlebihan jika Dr. Zakir Naik disebut sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh di abad ini. Sebagai seorang yang berlatar belakang akademisi, Dr. Zakir Naik mampu melakukan pendekatan ilmiah dalam setiap ceramahnya. Bahasa yang ia gunakan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan, dan dengan penguasaan berbagai ilmu pengetahuan, membuatnya mampu memasuki lintas sektoral. hutama

 

Sumber: Diambil dari buku berjudul “Dr. Zakir Naik: Dokter yang Mengislamkan Ratusan Ribu Orang” oleh Albi K. dkk.

Lokasi Acara “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” di UNIDA Gontor

0

Hari H penyelenggaraan acara “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sudah di ambang pintu, yaitu tanggal 4 April 2017. Acara berlokasi di lapangan terbuka, tepatnya di depan Gedung Utama UNIDA Gontor. Panitia menyiapkan tempat acara dengan sebaik-baiknya. Penataan dan pengaturan tempat sudah mulai dilakukan dengan intensif. Dengan ini, diharapkan acara bisa berjalan lancar dan maksimal.

Dr. Zakir Naik dan Semangat Dakwahnya

0

17474508_120300002715439344_1244659418_nDari beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada Panitia “Internasional Public Lecture”, ada yang bertanya tentang siapa sebenarnya Dr. Zakir Naik itu? Kenapa datang ke Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor?

Dari beberapa sumber, panitia sudah mencari sumber-sumber yang terpercaya tentang biografi singkat Dr. Zakir Naik.

Dr. Zakir Naik adalah seorang ulama yang berasal dari India, dilahirkan pada tanggal 18 Oktober 1965 yang bernama lengkap Zakir Abdul Karim Naik. Sejak kecil, orang tuanya menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan kepadanya. Ia juga sering dikenal sebagai seorang cendikiawan muslim, orator yang tegas dan juga pendakwah yang mendalami studi perbandingan agama. Ia seorang yang taat sekali dengan agama Islam, seperti yang dinyatakan olehnya bahwa “Agama itu masuk akal, terlebih agama Islam, semua ajarannya pasti masuk akal.” Bukan hanya itu, bahkan ia juga dikenal dengan sosok yang fenomenal karena memiliki kemampuan hafalan dan pemahaman yang kuat terhadap al-Qur’an, hadits, serta kitab-kitab agama lain.

Di saat umat Islam terpecah belah dan diuji dengan berbagai fitnah, Dr. Zakir Naik memberi semangat baru. Dengan kemampuan public speaking yang memukau, ia berhasil menjadi pendakwah internasional. Tak hanya itu, dia juga mendapatkan banyak pujian dari seluruh dunia untuk presentasi dakwah yang menarik dengan pendekatan logika dan sains.

Pernyataan beliau tentang ateis sangat menarik. Dia tidak langsung menghakimi dan memusuhi para penganut atheis. Menurutnya, ateis adalah seperempat dari Islam. Karena seorang muslim diwajibkan mengucapkan 2 kalimat syahadat, sementara ateis sudah mengucapkan seperempat kalimat syahadat, yaitu Asyhadu an Laa Ilaaha (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan). Berarti tinggal menambahkan sisanya saja, yaitu Illallah (selain Allah), dilanjutkan Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah (dan Muhammad adalah utusan Allah). Jadi menurut Dr. Zakir Naik, apabila berdialog dengan orang ateis, seperempat pekerjaannya dalam berdakwah sudah selesai, tinggal menambahkan sisanya saja. Ia juga berusaha untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang ajaran Islam dan mendakwahkannya ke seluruh muka bumi.

Nah, inilah mengapa Gontor mengundang Dr. Zakir Naik, salah satunya untuk memberikan pencerahan kepada umat Muslim, serta mengenalkan retorika dakwahnya kepada masyarakat. Maka, hadirilah acara “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” dengan tema “Religion in Right Perspective” pada hari Selasa, tanggal 4 April 2017, pukul 19.30 WIB di Kampus UNIDA Gontor Ponorogo. hutama

Panitia “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” Berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian

0

Menjelang kedatangan Dr. Zakir Naik ke Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam rangkaian safari dakwahnya di Indonesia, Panitia Penyelenggara “International Public Lecture” di UNIDA Gontor terus berbenah. Panitia juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, demi kelancaran pelaksanaan acara yang diisi salah satu ulama terkenal dari India tersebut. Salah satunya dengan pihak keamanan.

Rabu (22/3) sore, petugas kepolisian meninjau lokasi pelaksanaan acara di Kampus UNIDA Gontor. Mereka terdiri dari Wakapolres Ponorogo, Intelijen Polri, dan Kabag Ops. Inspeksi lapangan mulai dilakukan pada pukul 15.30 WIB dengan ditemani panitia.

Berita selengkapnya… http://unida.gontor.ac.id/jelang-kedatangan-zakir-naik-unida-gontor-berkoordinasi-dengan-pihak-kepolisian/

Rapat Koordinasi Panitia “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” dengan Rektor UNIDA Gontor

0

Pada Rabu (22/3) malam, Panitia “International Public Lecture by Dr. Zakir Naik” mengadakan rapat koordinasi untuk kesekian kalinya. Untuk kali ini, rapat dihadiri Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.

 

Praktek Pembina Ajari Kepemimpinan Santriwati

0

            Salam Pramuka adalah kalimat pembuka yang selalu menghiasi kesemangatan santriwati Gontor Putri Kampus 3.Dari pramuka santriwati belajar ketangkasan, kecekatan, kepemimpinanan serta sifat-sifat positif. Kepramukaan  adalah proses pendidikan di luar kelas dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, dan praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, Kepramukaan juga dapat disebut dengan  sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

            Tepat pada hari kamis,09 Maret 2017/10 Jumadastani 1438 diadakan praktek Pembina di Gontor Putri Kampus 3 yang diikuti oleh seluruh calon Pembina (4 dan 3 intensif).Mengikuti praktek Pembina adalah Salah satu syarat untuk menjadi Pembina Pramuka. dan dilakukan secara berkelompok dengan menyampaikan materi 7 menit/orang.

Praktek Pembina Gontor Putri Kampus 3
Praktek Pembina Gontor Putri Kampus 3

Kesemangatan Adhika Darussalam dalam mengikuti praktek Pembina ini sangat menyenangkan dan mendukung sehingga acara tersebut menjadi lancar, tertib, dan aman.diadakanya kegiatan tersebut guna untuk pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur Santriwati. Miftahul Hamida

Mendalami Ilmu-Ilmu Ulama Terdahulu

0

         Karangbanyu- Jejeran kitab-kitab kuning menghiasi isi Auditorium Gontor Putri Kampus 3, yang membuat para siswi KMI kelas 5 makin tidak sabar untuk megetahui ‘ ada apa di Fathul Kutub? ‘. Dan program tahunan yang tak  pernah terlewati ini biasa disebut dengan usbu’ dirosah fi kutubi-t-turots. Hal baru di mata siswi KMI kelas 5 ini terlaksana pada hari Sabtu (18/02) sampai dengan kamis (23/02) yang dipusatkan di Auditorium.

         Dari sinilah siswi dapat mengembangkan kemampuan berbahasa arabnya baik dalam muhadatsah, kitabah, dan qiro’ah. Selain itu santriwati kelas lima di perkenalkan dengan beragam bentuk kutub turots atau kitab kuning dan mencoba sebisa mungkin untuk membaca dengan baik, menela’a, serta mengambil inti sari dari buku yang mereka baca. Siswi KMI kelas 5 ini dibagi beberapa kelompok agar setiap anak dapat melakukan Pembahasan permasalahan dan Berdiskusi secara bergilir. Pembahasan yang dilakukan oleh setiap siswi menimbulkan meluasnya pengetahuan mereka tentang agama islam dan permasalahan-permasalahannya, serta mereka bisa mengetahui ilmu-ilmu ulama terdahulu.

Suatu Kelompok sedang melaksanakan diskusi pembahasan permasalahan
Suatu Kelompok sedang melaksanakan diskusi pembahasan permasalahan

Seusainya siswi melaksanakan Fathul Kutub mereka diwajibkan untuk menuliskan kesan apa yang mereka dapatkan dari berlangsungnya acara ini. Maka, dari kesan yang mereka tulislah para guru mengetahui seberapa besar mereka mengambil pelajaran selama proses Fathul Kutub terlaksana. Ilmu-ilmu yang mereka baca dan serap dari kitab-kitab kuning tersebutlah yang memudahkan mereka terjun kepada masyarakat, dan membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan kehidupan. Tadzkiratul Aulia

4 April, International Public Lecture oleh Dr. Zakir Naik di UNIDA Gontor

0

GONTOR – Sesuai dengan koordinasi antara Panitia Gontor dan Panitia Pusat, acara International Public Lecture oleh Dr. Zakir Naik dimajukan jadwalnya, dari yang semula digelar Rabu (5/4/2017) menjadi Selasa (4/4/2017) pukul 19.30 WIB malam. Selain perubahan waktu, Panitia juga mengubah tempat pelaksanaan acara dari yang semula di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor, menjadi di depan Gedung Terpadu Universitas Darussalam Gontor, Siman, Ponorogo.
Untuk pemindahan tempat, dilakukan karena jumlah kapasitas tempat di UNIDA Gontor notebene lebih lapang dibandingkan jika digelar di dalam Pondok Gontor. Namun demikian, Panitia pelaksana acara tersebut tidak berubah, yakni para guru KMI dan mahasiswa UNIDA, di bawah arahan langsung Pimpinan Pondok Gontor.
Dr. Zakir Naik, ulama Internasional asal India, akan menggelar International Public Lecture di sejumlah kota di Indonesia dengan tema yang berbeda. Untuk di UNIDA Gontor, Dr. Zakir Naik akan menyampaikan ceramah dengan tema “Religion in the Right Perspective”.
Hingga kini, Panitia terus melakukan persiapan terkait pendaftaran peserta, pengamanan, perlengkapan, dan persiapan lainnya. Sampai berita ini diunggah, jumlah pendaftar dari masyarakat umum telah mencapai 6500 orang, dan akan dibuka hingga mencapai 10 ribu orang. Nantinya, jumlah tersebut akan ditambah dengan keluarga besar Pondok Gontor, sehingga diperkirakan peserta acara tersebut adalah sebanyak 15 ribu orang.binhadjid

Kontingen UNIDA Gontor Raih 4 Juara di SAHARA UIN Sunan Gunung Djati Bandung

0

BANDUNG- Tepat pada hari senin, 16 Februari 2017 Pusat Bahasa UNIDA Gontor bekerjasama dengan Program Studi Bahasa Arab (PBA) mendelegasikan peserta lomba Semarak Apresiasi Khazanah Bahasa Arab atau disingkat SAHARA. Delegasi dari UNIDA berjumlah 11 Peserta untuk semua mata lomba yang terdiri dari berbagai prodi yang ada, 9 Peserta dari Kampus Pusat Universitas Darussalam Gontor dan 2 Peserta dari Kampus Gontor (Kampus Rabithah). Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Ust. Agus Riyadi, S.Pd.I selaku perwakilan dari Staff Pusat Bahasa UNIDA.

SAHARA ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung terhitung mulai 16-20 Februari 2017. Peserta yang hadir merupakan delegasi dari tiap-tiap universitas ternama di Indonesia yang berjumlah 34 Universitas. Selama perlombaan semua peserta tinggal di Gedung Asrama Universitas.

Perlombaan SAHARA ini terdiri dari 5 perlombaan yaitu: 1) al-Khitobah al-Arabiyyah, 2) al-Munadzarat al-Ilmiyyah, 3) al-Insya al-Arabiy, 4) al-Syi’ru al-Arabiy, dan 5) al-Ghina al-Arabiy. Acara pembukaan dilaksanakan di hall Gedung Utama UIN SGD dan dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Ketua Prodi PBA dan Dosen dosen senior. Bapak Ketua Prodi PBA Drs. Aef Saefurrahman, M.Pd. dalam sambutan hangatnya beliau menyampaikan bahwa,” Kita akan mengikuti dan menjalani perlombaan SAHARA ini dengan penuh kesemangatan. Karena sepanjang sejarah SAHARA, Tahun ini adalah tahun yang istimewa karena di ikuti oleh kampus kampus ternama di Indonesia termasuk UII, UIN, UI dan tak kalah saing UNIDA dengan kehidupan kampus berbahasa Arabnya”. Beliau juga berpesan untuk menikmati perlombaan dan melaksanakan semua disiplin yang ada agar mencapai target yang maksimal.

Atas berkat Rahmat Allah dan diiringi dengan kesungguhan baik mentalitas maupun spiritualitas para delegasi, UNIDA Gontor meraih 4 Juara dalam lomba tersebut yaitu: Juara 1 lomba al-Syi’ru al-Arabiy, juara 2 al-Khitobah al-Arabiyyah, juara 3 al-Ghina al-Arabiy dan Juara harapan untuk lomba al-Munadzarat al-Ilmiyyah.

Perlombaan ini bertujuan mengenalkan kepada seluruh peserta untuk mencintai bahasa Arab Saudi bahasa tertua dunia. Selain itu lomba ini juga sebagai ajang silaturahim untuk mengenal berbagai universitas yang ada di Indonesia. Semoga UNIDA GONTOR bisa terus berkembang dan mempertahankan prestasinya baik nasional maupun internasional khususnya dalam bidang bahasa Arab dan bidang science yang lain pada umumnya.