PALANGKA RAYA-Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, hadir di Kota Palangka Raya pada Sabtu hingga Minggu (18/11) lalu. Kehadiran beliau untuk pertama kalinya dalam rangka penerimaan tanah wakaf seluas 300 ha dari H. Asep Sulaiman Sabanda yang merupakan alumni Gontor tahun 1995, kehadiran beliau juga disambut hangat oleh segenap pengurus IKPM Kalimantan Tengah dan sekitarnya.
Acara Silaturrahim dan penyerahan tanah wakaf secara seremonial bertempat di ballroom hotel Luwansa Palangka Raya pada Sabtu malam, dihadiri oleh segenap tokoh masyarakat dan sebagian alumni Gontor yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan, kemudian dilanjutkan dengan inspeksi dan peninjauan tanah wakaf di desa Hampangin, Kab. Katingan, secara langsung keesokan harinya.
Pada sejarahnya, pengusaha alumni tersebut membeli tanah seluas 1000 ha dari Bupati Katingan, H. Ahmad Yantenglie, S.H., kemudian dengan berbagai pertimbangan, akhirnya beliau mewakafkan tanah seluas 300ha yang berlokasi di Desa Hampangin, Kab. Katingan, Kalimantan Tengah ke Gontor melalui Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam (YPTD).
Selain hadir dalam rangka penyerahan tanah wakaf, Pimpinan Gontor juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke sebuah Pondok di tepi kota Palangka Raya yang diasuh oleh Al-Ustadz Harmain Ibrahim; Pondok Hidayatul Insan fi Ta’limiddin. Semoga kunjungan beliau dan beserta rombongan lainnya bisa bermanfaat dalam kemajuan Islam di Indonesia. Sand88
Kiai Hasan Hadir di Palangka Raya
Gontor Bekali Kader Pemimpin Umat dengan Gerakan Pramuka
Darussalam — Kegiatan Kepramukaan merupakan suatu hal yang tak bisa dipisahkan dari Pondok Modern Darussalam Gontor. Sejak berdirinya, Gontor telah memberikan perhatian yang besar terhadap kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk membangun karakter dan jiwa kepemimpinan dalam diri santrinya. Salah satunya adalah kegiatan kepanduan yang sekarang bernama Gerakan Pramuka. Kegiatan kepramukaan merupakan ekstra-kurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri PMDG. Suka maupun tidak, setiap anak dituntut untuk berkecimpung dalam kegiatan rutin setiap hari kamis siang tersebut. Berseragam lengkap dan bernyanyi bersama menjadi ciri khas para Pramuka yang selalu terlihat riang dalam setiap aktivitasnya.

Kamis (22/12) kegiatan kepramukaan di Gontor diaktifkan kembali, setelah kurang lebih satu setengah bulan para santri difokuskan dan disibukkan dengan Ujian Semester pertama. Upacara pembukaan kegiatan kepramukaan ini dilaksanakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dan diikuti oleh seluruh adika dan pembina Gugus Depan 15089. Bertindak sebagai insperktur upacara yakni Al Ustadz Sunarto, S.Ag. Dalam pidhatonya, beliau menyampaikan bahwasanya Gerakan Pramuka/ Kepanduan ada bersamaan dengan lahirnya Pondok Modern Darussalam Gontor, sehinggga peran Gerakan Pramuka dalam proses pendidikan di Gontor sangatlah besar. ”Pramuka bukanlah sekedar hura-hura atau bersenang-senang saja, tetapi merupakan wadah untuk memupuk kebersamaan dan jiwa kepemimpinan,” Tegas beliau.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Gerakan Pramuka Gontor telah menelurkan tokoh-tokoh yang mampu memimpin umat, baik tingkat daerah maupun nasional. Salah satu alumni Gontor yang dulu aktif dalam kegiatan kepramukaan adalah Dr. H. Hidayat Nur Wahid, M.A, wakil ketua MPR-RI saat ini. Bahkan, ketika duduk di kelas 6 KMI (setingkat dengan kelas 3 SMA), beliau menjabat sebagai Ankuset (Andalan Koordinator Urusan Kesekretariatan) dalam Koordinator Gerakan Pramuka PMDG. Kepiawaiannya dalam memimpin organisasi, baik Partai Politik maupun Lembaga Tinggi Negara tak lepas dari pengalamannya ketika bergerak dalam kegiatan kepramukaan di Gontor. Semoga dengan terus berjalannya pendidikan melalui Gerakan Pramuka, Gontor dapat melahirkan calon-calon pemimpin umat di masa yang akan datang. Tentunya, menjadi pemimpin muslim yang jujur dan adil, serta cerdas dalam membawa rakyatnya ke arah kebaikan.Brada89
Ujian Semester Pertama Alami Kenaikan
GONTOR-Ujian semester yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sangatlah berbeda dengan ujian yang ada di sekolah luar. Gontor selalu menanamkan nilai kejujuran dan ketertiban dalam ujian, baik dari peserta ujian maupun pengawas ujian. Sistem ini sudah berjalan bertahun-tahun semenjak berdirinya Kulliyatu-l-‘Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) pada tahun 1936 silam. Pada tahun ini, Ujian Semester Pertama di Gontor mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Beberapa faktor kenaikan nilai ujian ini, diantaranya; Peran para Asatidz dalam mengajar dan membimbing anak didik serta semangat belajar santri dalam menghadapi ujian semester ini.
Dalam ujian semester ini diikuti oleh santri kelas 1-5 dengan jumlah 4059 orang. Berikut lampiran perbandingan nilai ujian semester pertama;
|
No |
Kelas | Semester Pertama | Selisih | Keterangan | |||
| 1437/2015 | 1438/2016 | Angka |
Prosentase |
||||
|
1 |
1 | 5.78 | 5.74 | -0.04 | -0.70 | % | Turun |
|
2 |
1 Intensif | 6.60 | 6.79 | 0.19 | 2.80 | % |
Naik |
|
3 |
2 | 5.94 | 5.96 | 0.02 | 0.34 | % |
Naik |
|
4 |
3 | 6.03 | 6.02 | -0.01 | -0.17 | % |
Turun |
|
5 |
3 Intensif | 5.88 | 5.89 | 0.01 | 0.17 | % |
Naik |
| 6 | 4 | 6.39 | 6.36 | -0.03 | -0.47 | % |
Turun |
|
7 |
5 | 5.63 | 5.72 | 0.09 | 1.57 | % |
Naik |
|
Jumlah |
42.25 | 42.48 | 0.03 | 0.53 | Naik | ||
|
Rata-rata |
6.04 |
6.07 |
|||||
Untuk menambah semangat dan motivasi dalam belajar, raport ujian semester ini dibagikan ke seluruh santri pada Sabtu (24/12) yang lalu. Usai ujian ini harapan Gontor adalah peningkatan dan kesungguhan dalam belajar santri agar lebih baik dari tahun sebelumnya.fuadfahmi
13 Anggota Badan Wakaf Hadiri Sidang yang Ke-79
GONTOR – Sidang Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor yang ke-79 dihadiri oleh 13 anggota sidang : K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Syamsul Hadi Abdan, K.H Akrim Mariyat, K.H. Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., K.H. Masyhudi Subari, M.A., K.H. Masruh Ahmad, M.B.A., K.H. Dawam Sholeh, K.H. Abdullah Said Baharmus, L.c., dan K.H. Rusdy Bey Fannanie. Dr. K.H. Din Syamsuddin, Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid, M.A., Drs. K.H. Rusydi Bey Fannani, dan Prof. Dr. K.H. Aflatun Muchtar. Dalam sidang ini ada anggota badan wakaf yang berhalangan hadir yaitu : Drs. K.H. Kafrawi Ridwan,
Sidang ini dilaksanakan pada Kamis dan Jum’at (6-7/1) di Aula Wisma Badan Wakaf tepat sebelah timur Gedung Wisma Darussalam. Pada sidang kali ini membahas tentang program-program pondok serta program jangka panjang Gontor ke depan.
Usai Sidang yang ke-79 ini, harapan Gontor adalah perkembangan dan kemajuan di bidang akademis dan non akademis. Serta Gontor mampu bersaing di medan Internasional dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran.fuadfahmi
Silaturahmi Kapolda Jatim Dengan 3 Pilar Plus di Pondok Modern Darussalam Gontor
GONTOR – Selasa (27/12) pagi, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Drs Anton Setiadji, menghadiri acara Silaturahmi Tiga Pilar Plus se-eks Karesidenan Madiun, yang digelar di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo.
Pada kesempatan tersebut, dalam pantauan kami, bahwa ratusan orang mulai dari kepala desa, tokoh masyarakat, bupati atauwali kota se-Madiun Raya, aparat Polres se-Madiun Raya, hingga anggota TNI ikut berpatisipasi untuk menghadiri acara tersebut.

Acara silaturahmi ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Jatim, Danrem 081 DSJ Madiun, Bupati se-eks Karesidenan Madiun, Kapolres jajaran Korwil V Madiun, Dandim jajaran DSJ 081 Madiun, guru-guru Pondok Modern Gontor, serta Pimpinan Pondok Modern Gontor lengkap menghadiri acara tersebut, Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, KH. Hasan Abdullah Sahal, dan KH. Syamsul Hadi Abdan.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Modern Darrusalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal menegaskan dan menjamin bahwa seluruh santri-santrinya sangat mencintai NKRI, bahkan rela mati untuk selalu membelanya. Dan pihak Gontor sendiri menyatakan ikut bertanggung jawab menjaga keutuhan NKRI.
“Saya jamin sepenuhnya, jika santri-santri disini dipastikan tetap cinta NKRI,” tegas beliau.
Dalam hal ini, beliau juga tidak lupa untuk tetap selalu mengingatkan kepada seluruh anggota lapisan masyarakat yang hadir dari mulai yang tertinggi hingga yang terendah tentang dampak bahayanya jika kita terlalu mempercayai berita-berita yang tersebar mudah di media. Pada hakikatnya media yang banyak kita konsumsi hari ini, lebih condong kepada kebohongan, bertujuan ingin memajukan kepentingan satu golongan saja.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kapolda Jatim juga menerangkan dengan jelas tujuan diadakannya acara tersebut, ”Silaturahmi ini dilaksanakan bertujuan untuk mengintensifkan sinergi Tiga Pilar Plus yang mempunyai peranan penting dalam upaya menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Tiga Pilar tidak bisa menyelesaikan masalah tanpa peranan tokoh agama dan tokoh masyarakat, makanya disebut Tiga Pilar Plus,” tutur Irjen Pol Anton Setiadji.
Irjen Pol Anton menuturkan pada 4 Januari 2017, ia sudah tidak menjabat sebagai Kapolda Jatim karena sudah pensiun. Untuk itu, dirinya berterima kasih atas kerja sama semua pihak yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur selama ia menjabat sebagai Kapolda.
“Saya pamit undur diri karena tugas saya sebagai Kapolda Jatim sudah berakhir mulai Januari 2017,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Irjen Pol Anton Setiadji berpesan agar Tiga Pilar harus mengantisipasi kegiatan di akhir tahun karena Jawa Timur tidak lepas dari permasalahan. Tiga Pilar sediri mungkin harus bisa menangkap informasi, utamanya terkait terorisme dan narkoba, serta harus bisa menjelaskan jenis narkoba dan bahayanya kepada masyarakat. biibmufassir
Geliat Santri di Art, Handy Craft, and Sport Show
GONTOR–Untuk meningkatkan jiwa kreativitas santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Pengasuhan Santri, melalui Bagian Kesenian, menggelar Art, Handy Craft, and Sport Show, Jumat (30/12) lalu. Acara yang digelar di dalam, samping, dan depan Balai Pertemuan Pondok Modern ini memamerkan keahlian para santri yang tergabung dalam berbagai macam kursus kesenian, ketrampilan, dan klub olahraga.
Ragam kursus kesenian diantaranya Armada (seni teater), Perbeda (seni beladiri), Limit dan Aklam (seni rupa), Gestrada (ketrampilan), serta klub-klub olahraga dari cabang sepakbola, basket, bulu tangkis, takraw, tenis meja, senam, voli, dan futsal.
Diantara kursus dan klub tersebut, tampak memanfaatkan momen ini sebagai ajang recruitment anggota baru. Hal ini ditujukan agar regenerasi di tiap kursus dan klub terus berlanjut. Sehingga kemampuan para santri di dunia seni dan olahraga dapat selalu ditingkatkan.binhadjid
HES Unida Gontor Sambangi KJKS Walaba Kediri

Kediri-Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Semester 8 Universitas Darussalam Gontor mengadakan PPL (Praktik Pengayaan Lapangan) di Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) Walaba, Kediri. Berjumlah 9 mahasiswa dan dimulai tanggal 25 Desember s.d. 1 Desember 2017. Pihak KJKS Walaba menyambut hangat acara PPL ini.
KJKS ini dipimpin oleh Al-Ustadz Nuruddin Umar dan ibu Siti Aminah Rahman. Pada awal berdirinya koperasi ini beranggotakan 21 orang. Dengan modal pas-pasan beliau memulai KJKS ini. Saat itu keuangan nasional tahun 2004 tercatat yang syar’i hanya 1,7 %. Bagaimana bisa negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia ini mayoritas masih menggunakan ekonomi ribawi. Inilah yang menjadi motivasi para anggota koperasi untuk menjalankan usaha ini.
“Kami ingin selamatkan umat dari riba,” jelas Ustadz Nuruddin pada silaturrahim pertama hari Senin (25/12) setelah maghrib di kediaman beliau. Ini termasuk jihad, tambah beliau, bentuknya jihad amwal (jihad dengan harta) seperti yang termaktub pada surah Al-Hujurat ayat 15, belum sempurna kalau cuma sampai jihad anfus (jihad dengan jiwa dan raga) saja, harus juga dibarengi jihad amwal.
Dengan adanya KJKS ini masyarakat sekitar terbantu. Salah satunya, ada nasabah yang memulai usahanya dengan menjual buah. Dimulai tahun 2008 KJKS meminjamkan modal sebesar 6,5 juta lalu sekarang nasabah ini sukses dan sudah memiliki aset rumah, mobil keluarga, dan 2 mobil untuk operasional. AaRum
Bapak wakil pengasuh : “Hari ini, kalian dididik dengan nilai-nilai pendidikan yang luar biasa”

KAMPUS 2 – Embun pagi di atas daun seakan tidak ingin jatuh dari permukaan daun itu. Dan mentari pagi malu menampakkan sinar nya untuk menyinari kampung nan damai. Pada pagi hari ini (6/1), telah resmi dibuka acara Gontor Olympiad. Acara ini dibuka dengan upacara pembukaan yang berlangsung dengan hikmat dan ditutup dengan penampilan-penampilan yang menghibur.
Gontor Olympiad merupakan acara bergengsi tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang melombakan beberapa devisi perlombaan. Antara lain yaitu devisi olahraga, kesenian, kepramukaan, dan ketrampilan.
Semua lini aktivitas ekstrakulikuler non akademis di pondok ini diperlombakan utntuk menumbuhkan jiwa dan mental seorang pemenang, bukan seorang pecundang. Dengan semboyan al-`aqlu salim fil jismi salim yang artinya akal yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat pula. Semua santri berlatih dengan keras untuk mempersiapkan perlombaan ini dengan sebaik-baiknya.
Acara ini diadakan selama 1 minggu lamanya, tanpa menggangu kegiatan proses belajar mengajar di kelas. Semua penduduk di kampung damai ini, berperan aktif dalam menyukseskan acara ini. Para asatidz berperan sebagai pemimpin yang mengurusi santri-santri , memberikan motivasi dan inovasi, di dalam bimbingan nya. Selalu memberikan evaluasi dan solusi di setiap kegiatan.
Dengan segala gerak dinamika di pondok ini yang penuh dengan pendidikan, semua elemen penduduk di kampung damai ini juga ikut dididik oleh pondok. “Kita melakukan segala kegiatan di pondok ini harus disertai dengan 3 hal, yaitu: khusyu, optimis dan melaksanakannya dengan penuh disiplin. Dengan 3 hal tersebut dapat terlaksana dengan baik, kita akan mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan.” Pesan bapak wakil pengasuh di akhir upacara pembukaan Gorda Olympiad.fianmahdy
Alam Terbentang Luas Jadikan Guru
Selamat Jalan, Kiai Rusydi Bey Fannanie
GONTOR–Drs. K.H. Rusydi Bey Fannanie, Putra dari K.H. Zainuddin Fannanie (Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor), Sabtu (7/1/2017) siang pukul 13.59 WIB, menghembuskan nafas terakhir di usia 81 tahun. Kepergian beliau menjadi duka mendalam bagi keluarga, santri, guru, dan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.
Kiai Rusydi, sapaan akrab beliau, pada Jumat dan Sabtu (6-7/1), sebagai salah satu Anggota Badan Wakaf Gontor, masih mengikuti Sidang Badan Wakaf ke-79. Beliau turut menjadi saksi salah satu momen bersejarah, yakni ditandatangani dan disetujuinya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Badan Wakaf oleh seluruh Anggota. Dan Kiai Rusydi, turut mendatangani AD dan ART tersebut.
Usai sidang, sekitar pukul 13.00 WIB, beliau minta diantar ke kamar mandi, untuk buang air besar, mandi, dan bersih-bersih. Keluar dari kamar mandi, beliau minta untuk diganti semua pakaian dan sandalnya dengan yang baru dan bersih. Kemudian duduk di atas tempat tidur dengan kondisi nafas cepat, lalu menjatuhkan kepala dan badan di lengan dan pangkuan putri beliau, Ustadzah Ruskiah Oktavia. Kiai Rusydi di-talqin dan dituntun untuk mengucapkan kalimat tahlil, alhamdulillah, beliau dapat mengucapkannya dengan baik. Lalu, beliau menarik nafas panjang dan menutup mata. Saat dibawa ke RS. Darmayu, Ponorogo, beliau dinyatakan meninggal dunia.
Kiai Rusydi meninggalkan seorang istri, 9 orang anak, dan 21 cucu. Di mana salah satu putra beliau adalah Ustadz Husnan Bey Fannanie, Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan. Selain itu, Kiai Rusydi, menurut catatan, telah menyelesaikan studi S1 Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia.
“Kepergian Kiai Rusydi indah sekali. Beliau menyelesaikan rentetan acara Sidang Badan Wakaf, ikut menandatangani AD dan ART Badan Wakaf, meninggal di tempat yang mulia, dan dimakamkan di sanding makam ayahanda, K.H. Zainuddin Fannani,” tutur K.H. Hasan Abdullah Sahal, Ahad (8/1) pagi, saat melepas keberangkatan jenazah sebelum dishalatkan di Masjid Jami’ oleh para santri.
Semoga segala amalan almarhum diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.binhadjid
