Home Blog Page 393

Pembimbing Bahasa PMDG Adakan Orientasi dan Seminar Bahasa bagi Siswa Kelas 5 KMI

0

DARUSSALAM–Pada hari Jum’at, (23/12) tepatnya 2 minggu lalu, Pembimbing Bahasa Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dengan dibantu oleh Bagian Penggerak Bahasa Pusat mengadakan Orientasi dan Seminar Bahasa Arab dan Inggris di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diikuti oleh siswa kelas 5 Kulliyatu-l Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) yang dalam hal ini merupakan pengurus di seluruh asrama santri. Lain daripada itu acara ini juga merupakan wujud perhatian pondok terhadap pentingnya menjaga dua mahkota pondok, yaitu bahasa Arab dan Inggris.

Acara ini dibuka langsung oleh Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan dan dihadiri oleh lima orang pemateri. Dalam materi bahasa Arab: Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A. dengan tema “Pentingnya Bahasa”, dilanjutkan oleh H. Farid Sulistyo, Lc. dengan tema “Pelik-pelik Nahwu”, lalu Muhammad Nur, Lc. dengan tema “Tela’ah Kisah Bahasa Arab”. Dan dalam bahasa Inggris: Dr. H. Imam Bahroni, M.A. MLS. dengan tema “The Importance of English in Global Era” kemudian dilanjutkan oleh Dr. H. Khoirul Umam, M.Ec.

“Siswa kelas 5 KMI merupakan pelopor bahasa di pondok ini, mereka mempunyai andil besar dalam menjaga mahkota kita.” ujar K.H. Syamsul Hadi Abdan dalam sambutannya. ikami86

 

Language Is Our Crown

0

           “Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan itulah pendidikan “ ini merupakan filsafat hidup gontor yang selalu tertanam pada seluruh penghuni kampung nan damai. Dengan melihat, santriwati bisa mengapresiasikan, dengan mendengar, santriwati bisa berkata-kata. Salah satu pendidikanya adalah diadakanya ”Opening Language” . Dengan dibukanya kegiatan ini maka santriwati akan berlatih berbicara ataupun  berbahasa arab dan bahasa inggris .

Persembahan dari bagian bahasa dan pembimbing bagian bahasa
Persembahan dari bagian bahasa dan pembimbing bagian bahasa

      Tepat pada hari Jum’at,  (30/16) Opening Language yang bertempatkan di Auditorium dibuka secara resmi oleh Ustadz Muhammad Abdullah Bajuri, Lc. Pembukaan pada pagi jum’at ini diikuti oleh seluruh guru dan santriwati Gontor Putri Kampus 3. Acara ini begitu menarik dengan persembahan kalam jama’I, telling story, dan lainnya.

     Seluruh kegiatan di Pondok Modern Darussalam Gontor sepenuhnya mengacu kepada pendidikan santriwati yaitu untuk peningkatan bahasa santriwati, mengasah otak serta meningkatkan potensi dan skill santriwati . setelah dibukanya kegiatan ini, pemberian kosa kata asing secara rutin akan berlangsung setiap hari seusai sholat subuh bersama bagian bahasa rayon. Tujuan pembukaan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan bahasa dan menambah wawasan santriwati. Dengan suasana yang meriah dan beberapa modifikasi serta inovasi dari para santri. Miftahul Hamida

 

Menanamkan Panca Jiwa Pondok Dengan Kegiatan Kepramukaan

0

         Karangbanyu- Seusainya liburan awal tahun menandakan seluruh kegiatan akan diaktifkan kembali. Salah satunya ialah kegiatan kepramukaan. Kamis (22/12), diadakan Upacara Pembukaan Kegiatan Kepramukaan yang Bertempatkan di depan Auditorium Gontor Putri Kampus 3 dan diikuti seluruh santriwati Darussalam. Pembukaan kali ini sekaligus membuka acara Perkajum (Perkemahan Kamis –Jum’at).  Al-Ustadz Aris Helmi Hulaimi, S.Th.I bertindak sebagai inspektur upacara yang turut membuka kegiatan kepramukaan akhir tahun 1438 H.

      Kegiatan kepramukaan merupakan salah satu sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan ini bertujuan menanamkan panca jiwa pondok dalam diri santriwati, seperti yang disampaikan Bapak Wakil Pengasuh dalam pidatonya, “Seluruh kegiatan yang diadakan di Pondok ini untuk menanamkan Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor, Jiwa Keikhlasan, Kesederhanaan, berdikari, Ukhuwah Islamiyah dan Kebebasan”.

           Acara ini berlangsung secara khidmat, dengan diikuti ketertiban seluruh santriwati. Pembukaan kegiatan kali ini menggunakan bahasa arab guna meningkatkan kualitas santriwati dalam berbahasa khususnya. Acara ini diakhiri dengan pelantikan kenaikan pangkat, lalu dilanjutkan dengan penampilan scout dance. Qudwatun Hasanah

GSD: Bahasa, Seni dan Mentalitas

0

Sarana pendidikan di Gontor bukan hanya dari sisi akademis saja, namun juga non akademis yang memicu pembentukan karakter santriwati. Hal inilah yang ditekankah oleh Wakil Direktur KMI, Ustadz Fairuz Subakir Ahmad dalam pembukaan Gebyar Seni Darussalam (GSD) pada Jum’at (23/12) lalu. GSD merupakan perlombaan persahabatan antar kelas empat dan tiga intensif yang dibungkus dalam bentuk drama dua bahasa, yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris. Bukan hanya dari aspek bahasa saja, penilaian juga memperhatikan aspek kreativitas serta nilai-nilai yang terkandung dalam drama. Ustadz Fairuz juga mengatakan bahwa GSD ini sebagai pembentukan mental disamping karakter.

GSD yang dilaksanakan lima hari setelah perpulangan awal tahun ini memang membutuhkan persiapan ekstra dari kelas empat dan tiga intensif. Pada tahun ini kelas empat tampil pertama dengan tema Muslim di Korea Selatan, sedangkan tiga intensif mengusung cerita fiktif mengenai dua kerajaan Hindu dan Islam di India. Selepas siang juri mengumumkan nilai dan beberapa evaluasi dari acara ini. “GSD bukan ajang untuk mengetahui siapa yang lebih baik dari siapa. Namun GSD adalah sarana kalian untuk belajar lebih dalam beberapa aspek kesenian dan bahasa,” tutur Himmatul, salah satu dewan juri. Kelak di tahun depan segala evaluasi dalam GSD ini akan melengkapi kedua angkatan tersebut saat sudah menjadi kelas lima di Drama Arena. Tampil menjadi aktris terbaik dalam GSD ini adalah Flora Riski (3 intensif C) dan Imama Umu (4B) dee

Menambah wawasan menuju universitas yang bermutu dan berarti; UNIDA GONTOR Kampus Mantingan Adakan Seminar

0

UNIDA Gontor merupakan salah satu realisasi perjuangan Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, sedangkan para mahasiswa dan mahasiswi -yang mayoritasnya juga merupakan guru KMI (Kulliyatu-l-mu’allimin al-Islamiyah)- tentunya juga memiliki andil dalam memajukan UNIDA Gontor menuju universitas bermutu dan berarti yang melahirkan manusia-manusia unggul. Salah satu usaha merealisasikannya adalah dengan meluaskan wawasan mereka.

Kemarin (Jumat 30/12seminar-pku-unida-gontor-putri-1 2016) Beberapa mahasiswi peserta PKU (Program Kaderisasi Umat), menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan di UNIDA Kampus Mantingan tentang beberapa judul yang sangat menarik; diantaranya adalah Dampak Positif Dan Negatif Wanita Karir Bagi Psokologi Anak; Sistem Pendidikan Multikulturalisme; Serta Tafsir Kata “Auliya’” Pada Surah Al-Maidah Ayat 51.  Demi efisiensi waktu seminar ini dilaksanakan pada tiga tempat sekaligus yaitu Aula Aisyah, Aula Mesir dan juga Kwait. Sedangkan peserta seminar merupakan mahasiswi dari berbagai fakultas seperti Tarbiyah, Syari’ah, Ushuluddin, Gizi, Farmasi, Humaniora maupun Manejemen Bisnis.

Seminar berlangsung dengan penuh antusiasme dengan adanya beberapa mahasiswi mangajukan pertanyaan dan ada juga yang memberi saran kepada pembicara. Meskipun berlangsung sangat singkat –pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB – seminar ini sarat akan pengetahuan yang tentunya menambah wawasan para mahasiswi UNIDA Gontor kampus Mantingan ditengah-tengah kesibukan dalam mengajar dan mendidik. pearl

PENSI Mahasiswi UNIDA 2017: Ajang Kreatifitas Para Mahasiswi Guru

0

penampilan-koor Pentas Seni UNIDA 2017Gontor putri- senin malam, 26/12/16. Auditorium Gontor Putri 1 sesak dipenuhi oleh ribuan santriwati demi melihat acara Pentas Seni (PENSI) Mahasisiwi Unida 2017. Pentas Seni (PENSI) Mahasisiwi Unida merupakan ajang kreatifitas para mahasiswi guru dalam menyalurkan bakat dan kreatifitas. Acara yang dimulai dari jam 20.00–23.00 WIB ini berlangsung cukup meriah. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan pada awal tahun, tetapi karena padatnya acara pondok yang berhubungan dengan peringatan seperempat abad Gontor Putri dan 90 tahun Gontor, akhirnya PENSI ini di adakan di akhir tahun. Selepas dari semua itu, santriwati sangatlah antusias dalam menyaksikan acara ini.

Acara ini dibuka langsung oleh bapak Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahma d Suharto, M.Pd.I, serta turut hadir pula Al-Ustadz Nur Hadi Ihsan, MIRKH. Selaku penanggungjawab UNIDA Putri. Acara ini di ikuti oleh mahasiswi UNIDA yang menyajikan beberapa acara diantaranya: hadrah, Grand Opening, KOOR, OVJ, acara wisudawati, Puisi Kolosal, Tari Daerah, Mush Up, Double Dance, Fashion Show, Tari Kombinasi, dan Pop Singer. Disertai dengan konsep panggung dan background yang menarik dan sederhana, mampu mencuri hati para penonton dari kalangan mahasiswi, santriwati, dan juga guru senior.

Dalam pidatonya, bapak Pengasuh mengatakan bahwasanya seluruh acara pondok harus mengandung unsur pendidikan, karena harakaatuna ‘ibadatun, wa fannun, wa dzauqun, wa akhlaaqun, wa tarbiyatun (gerakan kita adalah sebuah ibadah, seni, rasa, akhlak, dan juga pendidikan). Dari PENSI ini diharappentas-seni-unida-gontor-divisi-mantingankan agar para santriwati tidak beranggapan bahwasanya seni  bukanlah hanya menari, menyanyi, dan musik saja, tetapi bisa dilihat dari penataan taman, background, kaligrafi dan hal-hal lain yang mengandung unsur seni.  Nisa

Rapot Cerminan Diri

0

KAMPUS 2A`ti kulla dzi haqqin haqqohu. Prinsip Gontor dalam memberikan nilai. Memberikan nilai sesuai dengan hak yang harus didapatkan. Kalau haknya mendapatkan nilai yang kecil, maka diberikan nilai yang kecil, dan jika haknya mendapatkan nilai yang besar, maka diberikan nilai yang besar pula.

Telah terlaksana dengan baik dan lancar, pembagian rapot hasil ujan semester 1 pada hari Sabtu (24/12). Sebelum pembagian rapot ujian, diadakanlah perkumpulan guna untuk memberikan pengarahan dan pencerahan tentang pembagian rapot hasil ujian, yang disampaikan oleh bapak wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 Al-Ustadz H. M. Hudaya Lc. M.Ag. Pertemuan ini diikuti oleh seluruh santri dan para asatidz di pondok ini.

Mengapa di Gontor diadakan ujian? Maksud nya adalah untuk perbaikan ilmu, akhlak dan disiplin untuk bekal hidup yang akan datang nanti. Sebab, salah satu orientasi pondok yang tidak boleh berubah, yaitu kemasyarakatan. Dan rapot kita yang sebenarnya, akan kita dapatkan ketika hidup bermasyarakat, karena rapot itu merupakan cerminan diri kita.

Segala pesan, nasehat, motivasi yang diberikan oleh bapak wakil pengasuh kepada kami semua, kami jadikan untuk memperbaharui niat kami di semester 2 ini. Beliau berpesan “Bagi anak yang  mendapatkan nilai baik, pertahankan! tingkatkan lagi! dan jangan sombong. Dan bagi anak yang mendapatkan nilai yang kurang baik, jangan putus asa! jadikanlah sebagai batu loncatan sebagai acuan dan motivasi kamu untuk satu semester kedepan ini.”

Perkumpulan ini, ditutup dengan acara pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi yang mendapatkan nilai terbesar per angkatan. Pemberian penghargaan ini tidak hanya dilihat dari nilai akademis saja, namun akhlak dan disiplinnya juga dinilai. Penghargaan yang diberikan berupa beasiswa biaya sekolah selama 6 bulan. fianmahdy

Suasana Pengarahan Pembagian Rapot
Suasana Pengarahan Pembagian Rapot

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut merupakan nama-nama santri yang mendapatkan beasiswa tersebut:

NO KELAS STAMBUK NAMA DAERAH RATA-RATA
1 1-D 67336 Naufal Azmi Ramadhan Bandung 7,88
2 1 Int B 67383 M. Syahin Azizi Hazami Tangerang 8,10
3 2-B 65000 Raihan Muhammad Ikbal Bima 7,69
4 3-B 62477 Bimo Akbar Pangestu Ponorogo 7,79
5 3 Int B 65060 Rayhan Ramadhan Abidin Pekanbaru 7,22
6 4 B 59552 Ahmad Faisal Bandung 7,82
7 5 B 55395 Nurcholis Madjid Cirebon 7,25

Gontor Putri Kampus 5 Ikut Pecahkan Rekor Indonesia

0
Seminar "Basic Life Support"
Seminar “Basic Life Support”

Kandangan-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 5 bersama Divisi kegiatan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sukses adakan seminar dan pelatihan masal “Basic Life Support” untuk awam di PMDG Putri Kampus 5 pada hari Ahad (25/12). Kegiatan yang terdiri dari seminar dan pelatihan pijat jantung ini menandakan adanya kerja sama antara UNAIR dan Pondok Modern Darussalam Gontor.

“Kami bersyukur, acara ini bisa terselenggara tepat waktu sebagaimana terjadwal serta berjalan dengan lancar dan sukses”, tutur Fina, mahasiswi semester 7 Fakultas Kedokteran Unair. Seminar ini diselenggarakan di aula terbuka Gontor Putri Kampus 5 yang diikuti oleh kurang lebih 600 santriwati yang terdiri dari kelas 4, 3 Intensif, 5 dan 6.  Dengan jumlah instruktur sebanyak 300 orang.

Kegiatan yang serempak dilakukan dalam waktu satu hari ini berhasil menciptakan rekor. Pertama, rekor pelatihan massal yang diikuti sekitar 1.656 santriwan dan santriwati. Kedua, di Gontor Putri 5, rekor yang dipecahkan adalah pelatihan massal dengan instruktur dan peserta seluruhnya perempuan terbanyak yakni 600 orang. Ketiga, di kedua tempat, pijat jantung massal tanpa berhenti selama 15 menit dengan total 198.000 kali pijatan. Dengan menggunakan maneken sebagai alat bantu peraga dalam pelatihan ini.

Penghargaan ini ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Direktur LEPRID kepada Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. dan Bapak Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 5, Al-Ustadz Drs. H. Hamim Syuhada’, M.Ud. Seminar ini diliput oleh beberapa stasiun tv, seperti AG TV, Metro TV dan TV One.

Tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada para santriwati agar mampu mengaplikasikan bantuan hidup dasar di masyarakat, dimana mereka dapat  menghadapi kondisi emergency yang bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Sekpongp5

Tanamkan Jiwa ‘Cinta Alam’, Gontor Adakan Perkajum Gel. 1 untuk Santri

0

MLARAK–Untuk menanamkan jiwa ‘Cinta Alam’ pada santrinya, secara rutin Pondok Modern Darussalam Gontor selalu mengadakan acara Perkemahan Kamis-Jum’at (Perkajum). Pada hari Jum’at (30/12), dipimpin oleh salah seorang guru senior Gontor, Ustadz Fauzi Hidayatullah, S.H.I., peserta perkajum resmi diberangkatkan menuju bumi perkemahan. Bumi perkemahan yang dipilih untuk pelaksanaan perkajum pertama pada semester II ini adalah Kelurahan Suren Kecamatan Mlarak. Tepatnya adalah 6 km ke arah Timur dari Kampus Gontor.

Berbeda dengan perkajum sebelum-sebelumnya. Perkajum kali ini, dikhususkan untuk adika utusan dari masing-masing asrama. Bukan pasukan khusus tim pramuka (POT). Dengan jumlah peserta 430 orang, terdiri dari 400 orang dari asrama, dan 30 orang dari asisten Koordinator (Pasukan Garuda, Dewan Kerja Koordinator, Marching Band, dan Andalan Koordinator Urusan Perpustakaan).

Adapun waktu pelaksanaannya, dimulai dari hari Kamis siang hingga Jum’at sore. Dengan kegiatan yang terdiri dari Unggun Gembira, Hiking, Perlombaan, Uji Mental, Memasak, dll. b.Dasasta

Stabilisasi Totalitas Kehidupan

0
Pembukaan Kegiatan Bahasa
Pembukaan Kegiatan Bahasa

KAMPUS 2Al-ma`hadu la yanamu abadan, kalimat yang sering diucapkan oleh bapak kiyai Pondok Modern Darussalam Gontor. Bahwasanya segala kegiatan di pondok ini tidak pernah berhenti, tidak ada habis nya. Yang itu semua merupakan pendidikan bagi kita, mulai dari kita bangun tidur sampai tidur kembali banyak pendidikan yang kita dapatkan dengan segala kegiatan yang dinamis dan idealis.

Segala kegiatan di pondok ini telah resmi dibuka. Mulai dari pembukaan latihan pramuka (22/12) yang

Pembukaan Latihan Pramuka
Pembukaan Latihan Pramuka

dibuka oleh Ust. Jazmi Dzulhelmi Putera dan pembukaan latihan pidato malam (22/12), kemudian pembukaan kegiatan bahasa (23/12) yang dibuka oleh Ust. Nur Salis dan art handy craft and sport show (23/12) yang dibuka oleh Ust. Hudaya. Dengan semangat dan niat yang baru di tahun ajaran semester 2 ini, para santri bersemangat dalam mengikuti segala kegiatan pondok yang akademis maupun non akademis.

Tidak hanya santri saja, para asatidz pun mulai melaksanakan kegiatan perkuliahan kembali di Universitas Darussalam, dengan diadakan upacara pembukaan kuliah (23/12) yang bertempat di aula gedung robitoh Gontor. Lengkap sudah segala rutinitas di pondok ini, dengan segala aspek kehidupan dan pendidikan.

Stabilisasi totalitas kehidupan di pondok ini harus stabil kembali seperti sedia kala, guna mengajarkan kepada santri bahwasanya waktu itu sangat berharga. Kita dituntut untuk terus berjalan dan terus bergerak, bukan berjalan di tempat. Malas tertindas, lambat tertinggal, berhenti mati. fianmahdy