GONTOR–Usai pelaksanaan acara pemilihan utusan di masing-masing konsulat (31/1), seleksi ketua Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) berlanjut ke tahap berikutnya. Tahap seleksi yang terdiri dari sepuluh orang siswa kelas V KMI tersebut yang kemudian menghadap ke Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Lantas, dengan pertimbangan dan musyawarah yang matang, Bapak Pimpinan menentukan secara mutlak ketua dan wakil ketua baru untuk OPPM dan KGP.
Periode ini (1437-1438 H), ketua terpilih untuk OPPM adalah Faiz Abu Faris, siswa kelas VE asal Jakarta sebagai ketua, dan Fikri Mirfaqo, siswa kelas VC dari Semarang sebagai wakil. Adapun untuk KGP, Ajra Ibrahim, siswa kelas VB asal Jakarta sebagai ketua, dan Dellian Erlangga, siswa kelas 5C dari Malang sebagai wakilnya.
Selama satu minggu, para ketua terpilih dikarantina untuk menyusun dan menentukan formasi organisasi. Karena pergantian pengurus dan Serah Terima Amanat Jabatan akan segera dilaksanakan, yaitu pada Selasa depan (9/2). Serah Terima Amanat dari pengurus lama (siswa kelas VI) ke pengurus baru (siswa kelas V). Dengan demikian, estafet kepemimpinan di Gontor tidak akan pernah terputus. Begitu pula dengan kaderisasi, yang akan terus sambung-menyambung hingga generasi yang akan datang. B. Dasasta
BANDAR BARU NILAI – Kegiatan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) merupakan kegiatan tahunan Mahasiswa UNIDA Gontor. Pada Jum’at (15/1) Mahasiswa UNIDA Gontor Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum Semester 6 adakan SPL di 3 Negara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa UNIDA Gontor, Khususnya di Bidang Syari’ah dan Hukum. Kegiatan ini diikuti oleh 32 Mahasiswa/i dan 2 Dosen Pembimbing, yaitu; Al-Ustadz Imam Iskarom, Lc. dan Al-Ustadz Ridwan Chisae, S.Pd.I. untuk menuju ke Malaysia kami berangkat dari Bandara Yogyakarta, Adisutjipto, penerbangan mulai pukul 17.10 WIB. Sampai di Malaysia Pukul 21.30 Waktu Setempat.
Selaku Pembimbing SPL, Al-Ustadz Imam Iskarom, Lc. menerima Cinderamata dari Kepala Balai Cerap Teluk Kemang (Kantor Pusat Hilal) Malaysia.
Pada saat kegiatan ini kami bertempat tinggal di Kampus USIM, tepatnya di Bandar Baru Nilai, Malaysia. Dan ini merupakan objek pertama kegiatan ini. Beberapa objek yang telah dikunjungi Mahasiswa/i UNIDA Gontor Semester 6 ini diantaranya; Internatioanal Islamic Universitiy Malaysia (IIUM), Balai Cerap Telok Kemang Kompleks Baitul Hilal, Fakultas Syariah dan undang-undang (FSU) di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Institut Fatwa Dunia, Istana kehakiman Putrajaya, KLCC (Kuala Lumpur Convention Centre), dan Army Museum (Museum Tentara Darat).
Usai Kegiatan SPL di Malaysia, Mahasiswa/i UNIDA Gontor
Mahasiswa Unida Gontor saat kunjungan ke Institut Pengurusan Dan Penyelidikan Fatwa Sedunia di Bandar Baru Nilai, Malaysia.
melanjutkan perjalanan menuju Thailand. Jarak tempuh sekitar 10 jam. Beberapa objek yang ada di Thailand, diantarnya; Konsulta Jendral Indonesia di Thailand yang terletak di Songkhla, Yala Rajabath University, Pattani University, Princess of Naradhiwats University di Thailand Selatan, Majelis Agama Islam Pattani dan Halal Food Center, Rumah Kediaman mantan Menteri Komunikasi dan Transportasi Thailand Wan Muhammad Noor Matha, Yayasan Abu Bakar, dan Pondok Modern Rasmianusorn (Darul Anwar). Di Negara Thailand, Islam memang sebagai minoritas. Akan tetapi ada 4 Propinsi dengan rata-tata 85 % Penduduk beragama Islam. Diantaranya; Pattani, Yala, Narathiwa, dan Petung.
Merlion Park salah satu objek utama wisatawan asing di Marina San Bay, Singapura.
Selepas kegiatan SPL di Negara Thailand, mereka melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Tepatnhya di kediaman Al-Ustadz Imam Awaludin yang berdekatan dengan kampus USIM. Usai rehat sejenak, mereka pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Singapura, dengan jarak tempuh sekitar 6 jam.
Beberapa objek yang mereka kunjungi di Singapura. Diantaranya; Marina Bay Sands, Merlion, Merlion Park, dan Masjid Sultan (Masjid pertama di Singapura).
Kunjungan diakhiri di Singapura serta Mahasiswa/i UNIDA Gontor Kembali ke Malaysia tepatnya di Bandara. Dan mereka pun bersiap untuk kembali ke Indonesia. aflah19
DARUSSALAM – Guna untuk memacu imajinasi serta kreatifitas pengurus dan anggota dari setiap rayon sekaligus meningkatkan jalinan ukhuwwah islamiyyah diantara mereka, pada hari Jum’at (9/1/2016) lalu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan lomba Vocal Group Antarrayon di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).
“Apa yang kita lihat, kerjakan dan rasakan saat ini adalah merupakan pendidikan. Maka daripada itu seluruh santri PMDG harus bersungguh-sungguh dalam menghadapi perlombaan ini.” Ujar Hanif Hafidz, salah seorang guru senior yang mewakili Pimpinan Pondok saat membuka resmi acara ini.
Rayon Wisma Hadi (‘asrama setara anak SLTP’) berhasil meraih gelar Juara I sekaligus Juara Umum pada ajang yang bergensi ini. Kemudian disusul Rayon Aligarh 1 Lantai 2 (GBS) dan Syiria Lantai 3, sebagai Juara II dan III. Adapun untuk katagori rayon santri kibar (‘setara SLTA’), Juara I diraih oleh Rayon Saudi 1 Lantai 2, kemudian Aligarah 1 Lantai 1 (GBK), dan Indonesia 3 sebagai pemenang kedua dan ketiga. ikami86
GONTOR–Guna meningkatkan kualitas berpidato dan berbicara santri sekaligus menggali serta meningkatkan kreatifitas dan mental santri, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyelenggarakan lomba pidato tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Kegiatan rutinan PMDG yang biasa disebut dengan Public Speaking Contest (PSC) itu, diselenggarakan pada hari Ahad, (7/1) untuk Bahasa Indonesia dan pada hari Kamis, (14/1) untuk Bahasa Arab dan Inggris
Dalam sambutannya, Ustad Riza Azhari, M.Pd.I. menyampaikan, bahwa apa yang dilihat, dilakukan dan dirasakan santri di pondok ini adalah pendidikan. Dan yang terdidik dalam perlombaan ini, bukan hanya para peserta, namun juga para penonton, karena mereka harus menjadi penonton yang baik.
Keluar sebagai juara kategori Bahasa Indonesia, yakni: Wowo Wiarto Kelas 2B sebagai juara pertama, Dwi Wira Bakti Kelas 3 Intensif J, dan Husni Rojabi Abdul Malik Kelas 3 Intensif B, sebagai pemenang kedua dan ketiga. Adapun para juara katagori Bahasa Arab adalah: Juara satu diraih oleh Taufikkurahman Kelas 3 Intensif F, dan Juara Kedua diraih oleh Amin Naufal kelas 1 Intensif. Dan untuk katagori Bahasa Inggris, Juara kesatu diraih oleh Hanif Sabila Rosyad, dan Juara Kedua diraih oleh Ahmad Radhitya Rahmat. ikami86
MADUSARI–Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML) kali ini juga diselenggarakan di bumi perkemahan Madusari Siman Gontor Kampus 2. Berlangsung selama satu minggu (23–28/1), KML diikuti oleh 406 orang peserta, yang terbagi menjadi 6 Unit, dengan masing-masing unit membawahi 6 RT. Adapun pelatihnya, berasal dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Ponorogo dan beberapa guru Gontor yang telah bersertifikat pelatih, dengan jumlah 27 orang pelatih.
Peserta diberangkatkan secara resmi oleh Ustadz H.Mulyono Jamal, M.A., salah seorang guru senior Pondok Modern Darussalam Gontor menuju area dengan berjalan kaki. Tahun ini, sesi latihan lebih banyak melibatkan interaksi langsung dari pihak peserta. Mulai dari pengadaan seminar, diskusi antar kelompok, workshop, dll.
Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan lanjutan dan pengalaman dalam membina adika pramuka. Diharapkan, para peserta KML untuk dapat selalu mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari. sahir8
GONTOR–Haflah Tilawati al-Qur’an (HTQ) merupakan salah satu rentetan acara Gontor Olympiade yang diadakan rutin setiap tahunnya di Pondok Modern Darussalam Gontor. Peserta berasal dari utusan masing-masing rayon. Perlombaan dibagi menjadi enam kategori: Murattalah, Mujawwadah, Hifdzu al-Quran, Fahmu al-Qur’an, Syarhu al-Quran, Kaligrafi, dan Adzan.
Acara ini dibuka oleh Ustadz H. Farid Sulistiyo, Lc., wakil direktur KMI, pada hari Kamis (21/1) di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Pada kesempatan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal juga turut hadir guna meninjau jalannya acara. sahir8
GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mencetak pendidik dengan kebaikan. Kebaikan yang tidak hanya memberi manfaat untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Pimpinan, K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam seminar Program Kaderisasi Ulama (PKU) dengan materi Kepondokmodernan. “Gontor mendidik seluruh santrinya agar menjadi pendidik yang membawa kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain”.
Dalam seminar yang diselenggarakan di kampus Unida Gontor pada Rabu malam (13/1) tersebut, para peserta PKU mendapat kesempatan untuk mendalami kepondokmodernan secara langsung dari pakarnya. Selain menjelaskan tentang kepondokmodernan, beliau juga memaparkan beberapa hal yang terjadi di luar pondok, seperti munculnya kelompok-kelompok negatif yang mulai berdiri dan memperluas jaringannya, serta beberapa faham-faham sesat yang tersebar dewasa ini. Beliau juga dengan tegas mengingatkan seluruh peserta agar selalu waspada terhadap isu-isu kontemporer yang kerap terjadi.
Pembekalan intensif ini sangat bermanfaat bagi segenap peserta PKU Unida Gontor. Diharapkan, semua peserta PKU dapat lebih memahami nilai-nilai kepondokmodernan, serta mampu mempertahankan dan melestarikannya. sand88
GONTOR–Tepat pada hari Ahad (31/1), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan acara Pemilihan Utusan Konsulat. Mengingat betapa pentingnya acara ini, hingga proses belajar mengajar pada hari itupun ditiadakan, melainkan hanya dua jam pertama saja. Selanjutnya, pada jam ketiga hingga akhir digunakan untuk pengarahan sekaligus pemilihan utusan konsulat di tempat-tempat yang telah ditentukan. Hari itu, pada pukul 09.00 WIB, seluruh santri berkumpul di Masjid Jami’ guna mendengarkan pengarahan dan nasehat dari Bapak Pimpinan PMDG dengan penuh khidmat.
Berbeda halnya dengan penerapan sistem demokrasi di luar pesantren. Di Gontor, demokrasi memiliki identitas yang sangat unik. Karena, memang seluruh santri memiliki hak suara, tapi pada akhirnya Kiailah yang menentukan.
“Seandainya kamu ditanya, apakah di Gontor ada demokrasi ? Ya, Jawabannya adalah pasti ada, tapi demokrasi pondok, demokrasi ala pesantren, demokrasi kiai. Semua dari kita mempunyai suara, namun sekali lagi yang menentukan adalah Kiai, itulah konsep demokrasi ala pesantren. Maka jangan salah berucap, jangan salah menilai. ” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam pengarahannya.
Perlu diketahui bahwa pemilihan utusan konsulat ini ditujukan untuk menyaring dan mendaftarkan beberapa nama santri kelas 5 yang akan diajukan menjadi calon Ketua Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Setiap konsulat akan mengutus beberapa nama santri kelas 5 yang terpilih untuk lanjut ke tahap berikutnya. Sehingga, sebelum menuju tahap akhir akan ada 10 orang yang tersisa. Selanjutnya, dari kesepuluh orang tersebut akan dipilih langsung oleh Pimpinan Pondok untuk menjadi ketua OPPM. biibmufassir
Gajah, Maskot GO, menari bersama penyanyi OST Gontor Olimpiad
GONTOR-Acara demi acara bergulir silih berganti di PMDG, baik yang intrakulikuler, co-kulikuler, maupun yang ektrakulikuler, termasuk acara Gontor Olympiad. Dengan motto “dengan Sportifitas, wujudkan Ummat Islam yang beridentitas” diharapkan acara akbar ini bisa mengubah pandangan tentang lomba buta yang hanya mengincar kemenangan. Acara ini memberikan motivasi tersendiri bagi peserta, mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik di bidangnya tanpa menyampingkan sportifitas.
GO (Gontor Olympiad), biasa santri-santri menyebutnya, diperuntukkan kepada semua pengikut klub olahraga seluruh cabang yang ada di bumi Darussalam. dibuka dengan upacara meriah ala santri pada Jum’at(15/2) oleh Al-Ustadz Imam Shobari, S.Ag. dihadiri oleh seluruh santri dan guru se-Darussalam. Pembukaan ini mejadi sangat meriah saat K.H. Hasan Abdullah Sahal menendang bola sebagai tanda acara GO ini dimulai. Gambar beliau sempat menggegerkan media sosial, karena dibuat meme yang disandingkan dengan megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo atau yang biasa dikenal CR7.
GO ini meliputi 5 divisi besar: divisi Olahraga, divisi kepramukaan, divisi kesenian dan keterampilan, divisi keilmuan, dan divisi bahasa. Juga meliputi lomba antarklub olahraga, antarPOT, dan antarrayon. Semua bergerak dinamis di sana-sini, tidak ada yang terlihat melamun, semua memiliki kesibukan masing-masing, bahkan tidak sedikit yang mengikuti lomba tumpang tindih karena kekurangan personil.
Untuk cabang olahraga yang paling diminati, yaitu sepak bola. Darussalam merebut juara umum dengan menjuarai peringkat 1 bagian A dan juara 2 bagian B. Untuk cabang futsal, Atomic keluar sebagai juara umum. Nominasi yang lain yang diumumkan ketika penutupan(22/2) yaitu best player diraih oleh Aga kelas 2 dari klub Darma Jaya, dan top score masih disandang dari tahun sebelumnya oleh Koncar kelas 3 dari klub Darma Jaya. AaRum
GONTOR–Sebagai ‘mundziru al-qaum’, santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dilatih untuk dapat memiliki mental kuat dan jiwa besar. Oleh karena itu, berbagai kegiatan dicanangkan secara rutin untuk mendidik santri demi tercapainya harapan mulia sebagaimana yang diajarkan dalam agama. Salah satunya adalah kegiatan latihan pidato yang diwajibkan untuk seluruh santri, baik yang suka ataupun yang tidak suka dengan kegiatan pidato.
Di samping pelaksanaannya dalam bentuk latihan, Gontor juga menyajikannya dalam bentuk lomba. Lomba tahunan yang bertujuan untuk menemukan juara dalam berpidato. Pidato dengan Bahasa Arab ataupun Inggris, yang dibagi menjadi dua gelombang, pertama untuk anggota (kelas 1-4 KMI), dan kedua untuk pengurus (siswa kelas 5 KMI).
Pada hari Ahad (24/1), lomba pidato dua bahasa yang diperuntukkan bagi siswa kelas 5 digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Panitia yang mulai sibuk sejak satu minggu sebelumnya telah mendata seluruh kontestan yang berjumlah delapan orang. Delapan orang tersebut adalah mereka yang telah lolos seleksi per-kelas pada empat bulan yang lalu.
Bukan hanya itu, panitia juga berhasil menyulap aula menjadi sebuah istana yang megah. Istana yang mampu memanjakan setiap mata penonton dengan bermacam-macam hiasan yang tertempel di dinding aula. Ditambah dengan lampu hias yang tampak kontras di setiap sudut, yang membuat orang terkesima tatkala melihatnya.
Acara berlangsung dengan penuh gairah mulai pukul 20.15 hingga pukul 22.00 WIB. Adapun pemenangnya, untuk juara pertama kategori Bahasa Arab diraih oleh Andri Ramanda siswa kelas 5F, disusul oleh Khalifaturrahman siswa kelas 5B sebagai juara kedua. Sedangkan untuk kategori Bahasa Inggris, Muhammad Xavier siswa kelas 5K berhasil menduduki peringkat pertama, dan El-Azizi Dandi Muhammad siswa kelas 5B peringkat kedua. B. Dasasta