Home Blog Page 426

Pupuk kebersamaan, Dema adakan Camp untuk guru-guru

0
Peserta Super Camp sedang asik bermain bola
Peserta Super Camp sedang asik bermain bola

Jamus–Menjelang pergantian pengurus OPPM dan Koordinator Dema mengadakan Supercamp. Acara yang berbentuk camping untuk guru-guru ini dipanitiai oleh mahasiswa semester keempat. Acara ini tergolong baru dan mengikutsertakan seluruh mahasiswa dan strata satu (S1), karena tahun sebelumnya Dema mengadakan “Wirakarya” yang hanya diikuti oleh semerter 2 dan 4.

Supercamp dimulai dari hari Selasa (9/2) sampai hari Kamis (11/2). Dimulai dengan pelepasan oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. di depan Gedung Asia pukul 14.45 WIB. Peserta yang sudah terdaftar sampai hari terakhir berjumlah 130 orang. Rombongan berangkat menggunakan 3 bis besar. Mereka mulai berangkat pukul 16.00 WIB dan sampai di tempat Supercamp, kebun teh Jamus, kec. Sinei, kab. Ngawi, pukul 21.00 WIB. Perjalanan ke Jamus biasanya ditempuh hanya 2 jam, tapi karena jalannya sempit dan juga gelap maka perjalanan kali ini lebih lama.

Keesokan paginya, panitia memulai kegiatan dengan senam bersama, dilanjutkan dengan berbagai macam lomba. Ada lomba mengisi air pada pipa yang sengaja dilubangi pinggirnya, pertandingan bola, dan yang paling menarik adalah lomba tanding bola dangdut, dimana pemain bola hanya bermain di saat lagu dimatikan, dan jika lagu menyala maka semua peserta wajib berhenti. Hari itu berjalan penuh kegembiraan hingga siang hari.

Malamnya, api unggun mewarnai Supercamp ini. Semua peserta bergembira, berbaur tanpa mengenal perbedaan. mereka bersama menyanyikan lagu setiap angkatan. Api unggun berakhir pukul 22.00 WIB, lalu ada yang langsung istirahat, ada juga yang membakar ubi dan jagung. Hari terakhir, Kamis (11/2) panitia mempersiapkan hiking sebagai acara penutup.

Acara ini berhasil mempererat kebersamaan mahasiswa guru di Gontor. itu terllihat dari perlombaan, acara, serta kegiatan yang ada. Berkat acara ini mahasiswa guru kembali refresh untuk mengerjakan kegiatan yang ada di Pondok.AaRum

PMDG Kampus 14, Meriahkan Lubuk Jering dengan Pentas Seni

0

LUBUK JERING–Sabtu 13 Febuari 2016 malam, dinamika kegiatan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 14 terus berjalan sesuai yang diinginkan, mulai dari aktifitas satu ke aktifitas lainnya. Sedikit berbeda, acara yang melibatkan seluruh penghuni PMDG Kampus 14 tanpa terkecuali ini memakan waktu latihan selama 8 hari. Pentas Seni Islam Santri kami menyebutnya.

Diadakan dilapangan depan kelas  PMDG Kampus 14, dimulai pada pukul 20:15  WIB. Dihadiri beberapa Tokoh masyarakat diantaranya: M. Syarifuddin, Anggota Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, H. Muslim, Ketua Lembaga Adat Melayu Sungai Mandau, Kiyai Eri, Ketua Jama’ah Hidayah Asia Tenggara, Azril. Z Pj,  Penghulu Sungai Mandau dan anggota Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Riau (Pekanbaru dan Siak). Pentas Seni Santri ini dimulai dengan Sambutan oleh Bapak Wakil Pengasuh PMDG Kampus 14,  Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I, dan dilanjutkan dengan bapak Rosyid, Kepala Seksi Sungai Mandau yang Mewakili Camat Sungai Mandau.

Dulu di sini hutan, tidak dikenali karena letaknya jauh dari ibu kota kabupaten. Tapi sekarang, menjadi filter pendidikan bagi masyarakat. Dan semua kegiatan yang dilaksanakan di PMDG Kampus 14 ini diarahkan untuk mendidik, mempersiapkan generasi unggulan, begitu juga acara pada malam hari ini.” ujar Bapak Rosyid dalam sambutannya.

Penyerahan Kenang-kenangan dari pihak pondok kepada Bapak Wakil Camat Kepala Seksi Sungai Mandau dan pemukulan gong sebagai simbolis dibukanya acara. Penampilan hadrah dari grup Senhada menjadi pembuka acara, dilanjutkan Musikalisasi Puisi, Akustik Indonesia Pusaka, Paduan Suara, Drama Anak Durhaka, Tari Campursari, Tari Zapin, Tari Kombinasi, M.I.D (Moslem Islamic Dance) dan Ndutz Dance. serta menyatu dengan kolaborasi seni Aktraksi Terdiri dari Pantomim, Jabawkez dan Akrobat Islam Darussalam. Drama Kabaret menjadi penutupan acara Pentas Seni Islam Santri.

“Secara keseluruh acara Pentas Seni Islam Santri pada malam ini mendapatkan nilai 8,5. Namun, acara ini memiliki berbagai nilai tambahan serta pengaruh positif yang dapat membuatnya menjadi prima. Maka saya angkat nilai ini menjadi 9.” penilaian Bapak Wakil Pengasuh PMDG Kampus 14, di penghujung acara.

Tujuan diadakannya Pentas Seni Santri ini adalah untuk menjadikan santri terus aktif di berbagai macam bidang, sehingga mampu melewati tantangan zaman dan bisa memperbaiki karakter anak bangsa yang semakin hari semakin tidak terkendali. Sesuai ajaran dan identitas Pesantren yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist dan sekaligus wadah untuk berdakwah kepada masyarakat sekitar. ibnushadik

Festival Unida 2016: Termin Pertama untuk Kategori Olah Raga

0

GONTOR–Guna mencapai tujuan pendidikan, Universitas Darussalam (Unida) Gontor menyelenggarakan sebuah kegiatan yang sangat bergengsi di kalangan mahasiswa, Festival Unida 2016. Kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa Unida Gontor seluruh kampus tersebut, terdiri dari empat kategori, yaitu: Olah Dzikir, Olah Fikir, Olah Raga, dan Olah Rasa.

Pelaksanaan Festival Unida tahun ini dibagi menjadi dua termin. Pertama, pada hari Jum’at (12/2) sebagai masa penyisihan untuk kategori Olah Raga. Sedangkan untuk tiga kategori lainnya dan final kategori Olah Raga, direncanakan akan berlangsung pada Jum’at (19/2).

Pada termin pertama, mahasiswa Unida Gontor Kampus Rabithah mendominasi kemenangan dalam penyisihan kategori Olah Raga dengan sistem klasemen. Mulai dari Sepak Bola, Futsal, Voli, Basket, dan Sepak Takraw. Disusul dengan Kampus Siman, yang pula menjadi juara pada hampir di semua klasemennya. Namun, hasil tersebut masih tampak abu-abu hingga partai final pada pekan depan ini.

Dengan adanya kegiatan ini, seluruh mahasiswa diharapkan mampu melatih dan meningkatkan potensi diri masing-masing. Dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding, hingga terciptanya miliu yang terus terpenuhi dengan unsur dan nilai pendidikan. B. Dasasta

 

Jelang KKN, Mahasiswa UNIDA Gontor Ikuti Pembekalan Intensif

0

SIMAN-Menjelang kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa Unida Gontor semester 6 mengikuti pembekalan intensif tentang materi KKN di Gedung Terpadu Unida Gontor. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian seorang mahasiswa kepada masyarakat, juga termasuk salah satu dari Tri Dharma Perguruan tinggi. Tujuan diadakan pembekalan ini untuk memberikan wawasan, serta menanamkan urgensi nilai-nilai dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini dibuka oleh Al-Ustadz Noor Syahid, M.Pd.I. selaku Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat. Dalam sambutanya, beliau menuturkan, “untuk mencari objek KKN, Mahasiswa harus memperhatikan 3 M; Mushalla, Masjid, dan Madrasah”. Kemudian disusul dengan 2 pemateri, yaitu; Dr. Miftahul Ulum, M.A. dan Dr. Mohammad Mukhlas, M.Pd.

Mahasiswa Unida Gontor sedang fokus mengerjakan soal materi KKN
Mahasiswa Unida Gontor sedang fokus mengerjakan soal materi KKN di Aula Gedung Terpadu Unida Gontor

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 219 orang, yang datang dari Kampus Pusat dan Cabang. Kampus Pusat; 70 Mahasiswa, Kampus Gontor; 80 Mahasiswa, Kampus Kediri; 33 Mahasiswa, dan Kampus Magelang 29 Mahasiswa.

Usai kegiatan ini, muncul harapan besar bagi Kampus Unida agar Mahasiswa dapat memahami kegiatan ini dan dapat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan baik. aflah19

Jajal Skill, Pormada Adakan Latih Tanding di Magelang

0

Gontor– Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tournament sepak bola 90th Gontor, Persatuan Olahraga Mahasiswa Darussalam (Pormada) cabang sepak bola, mengadakan latih tanding di kota Magelang pada hari Rabu–Kamis (9-10/2). Setelah mendapatkan persetujuan dari Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal, sebanyak 15 orang anggota Pormada fc berangkat menuju Magelang pada Selasa (9/2) Siang hari. Dan rombongan tiba di Magelang pada malam hari.

Dalam latih tanding kali ini, Pormada fc mengadakan uji tanding melawan klub Putra Mandiri Magelang di Stadion Moch. Soebroto. Selama 2 kali 45 menit pertandingan berlangsung dimulai pada pukul 15.00 WIB. Setelah 90 menit pertandingan berlangsung, Pormada fc harus mengakui ketangguhan tim tuan rumah dengan skor 0-3.

Pada pukul 19.00 WIB, rombongan langsung bertolak ke pondok guna mengikuti kegiatan pondok selanjutnya.brahma84

Jelang KKN, Mahasiswa UNIDA Gontor Ikuti Pembekalan Intensif

0

SIMAN-menjelang kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa Unida Gontor semester 6 mengikuti pembekalan intensif tentang materi KKN di Gedung Terpadu Unida Gontor. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian seorang mahasiswa kepada masyarakat, juga termasuk salah satu dari Tri Dharma Perguruan tinggi. Tujuan diadakan pembekalan ini untuk memberikan wawasan, serta menanamkan urgensi nilai-nilai dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini dibuka oleh Al-Ustadz Noor Syahid, M.Pd.I. selaku Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat. Dalam sambutanya, beliau menuturkan, “untuk mencari objek KKN, Mahasiswa harus memperhatikan 3 M; Mushalla, Masjid, dan Madrasah”. Kemudian disusul dengan 2 pemateri, yaitu; Dr. Miftahul Ulum, M.A. dan Dr. Mohammad Mukhlas, M.Pd.

Mahasiswa Unida Gontor sedang fokus mengerjakan soal materi KKN
Mahasiswa Unida Gontor sedang fokus mengerjakan soal materi KKN.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 219 orang, yang datang dari Kampus Pusat dan Cabang. Kampus Pusat; 70 Mahasiswa, Kampus Gontor; 80 Mahasiswa, Kampus Kediri; 33 Mahasiswa, dan Kampus Magelang 29 Mahasiswa.

Usai kegiatan ini, muncul harapan besar bagi Kampus Unida agar Mahasiswa dapat memahami kegiatan ini dan dapat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan baik. aflah19

 

 

 

K.H. Syamsul Hadi Abdan: “Keikhlasan Adalah Jiwa Guru Gontor”

0

Mari kita syukuri bahwa keikhlasan para Kyai dan guru masih cukup tinggi. Para santri ikhlas diarahkan, diawasi, diajari, dievaluasi, dikritik, dihukum. Para guru ikhlas mengarahkan, ikhlas mengawasi, ikhlas mengajar, mengevaluasi, mengkritik, menghukum. Guru-guru di Gontor tidak dibayar. Inilah cara Gontor untuk menanamkan jiwa keikhlasan. Trimurti mengikhlaskan tanah warisan kepada umat, dikala miskin.

Santri dan guru hidup berdampingan dalam satu komplek pesantren. Saling membantu, bekerja sama. Begitulah PMDG hidup selama sembilan puluh tahun. SPP tidak digunakan untuk membayar guru. SPP digunakan untuk membaya listrik, membeli meja dan bangku, membangun ruang kelas. Tidak sepeserpun untuk membayar para guru.

Pada masa kepemimpinan Trimurti, seorang santri yang mendapat tugas mengajar oleh kyainya atau mendapat lowongan mengajar disuatu madrasah, mereka amat sangat senang walaupun tanpa imbalan. Guru-guru yang sangat ikhlas mengajar di PMDG, seperti: K.H. Shoiman LH., K.H. Imam Badri, K.H. Ibrahim Thoyyib, Ust. Hasuna, Ust. Sirman Nur Salim dan lain sebagainya, telah mengajar di PMDG selama bertahun-tahun bersama Trimurti dengan istiqomah tanpa mengharap imbalan apapun. Selain di PMDG, mereka membina/mengajar di madrasah-madrasah sore (sekolah arab) didaerah masing-masing juga tidak mengharap imbalan apapun.

K.H. Shoiman LH., K.H. Imam Badri, K.H. Ibrahim Toyyib, Ust. Imam Subani sebelum mengajar di PMDG, adalah alumni PP. Tegal Sari. Walaupun tak mendapat ihsan yang banyak, mereka tetap ikhlas mengajar sampai akhir hayat.

Tetapi PMDG tidak pernah membiarkan guru-gurunya tanpa kesejahteraan, oleh karena itu pada tahun 1960 telah dibangun Perdos (Perumahan Dosen) di belakang gedung Saudi. Ada empat buah rumah, sehingga mereka dapat tinggal dan membantu Trimurti dalam membina santri dan guru selama 24 jam. Namun, Kesejahteraan mereka tetap terbatas, dengan penuh kayakinan kehidupan mereka tetap dijamin oleh Allah. Keikhsalan-keikhlasan yang menjiwai para guru tersebut membuat kemajuan PMDG hingga saat ini.

Pada guru dengan segala keterbatasannya tetap dalam suasana keakraban dan keikhlasan. Dengan buku-buku dan munjid yang harganya mahal, mereka tetap mengajar dengan penuh kesungguhan, tak pernah putus asa. Istilah Malaikatan menjadi jiwa perjuangan mendidik para santri yang datang dari segala penjuru dunia, yaitu ikhlas tanpa mengharap imbalan sedikit pun. Kalaupun ada imbalan/ikhsan, itu menjadi hal yang tabu bagi nilai perjuangan pendidikan mereka.

Semua keikhlasan terjalin karena kesederhanaan dalam hidup. Semua guru terbiasa dengan hidup yang sederhana yaitu hidup secara wajar. Apa yang dimiliki, semuanya disyukuri dan digunakan semaksimal mungkin.

Sekarang, seberapa besar keikhlasan kita, dalam berjuang? Perlu dipertanyakan.  Apakah sebanding dengan keikhlasan para Trimurti dan para pendahulu yang lain. di tengah segala keterbatasan, mereka begitu ikhlas mengajar dan bertugas. Mewakafkan pondok di dalam keadaan yang kekurangan, adalah contoh keikhlasan yang sangat luar biasa. Sebagai generasi penerus, kita harus mengikuti keikhlasan Trimurti dalam membangun pondok ini.

Betulah keikhlasan yang sudah dicontohkan oleh para Trimurti dan guru-guru Gontor yang lainnya. Kita harus tahu dan ingat untuk selalu mewarisi jiwa keikhlasan, kemandirian serta kesederhanaan Trimurti dalam membangun dan membantu pondok dalam setiap aspek kegiatan dan kehidupannya.brahma84

Laboratorium Prodia, Madiun, Adakan Check Up bagi Keluarga Pondok

0
IMG_20160205_073342
Suasana saat istri guru senior menunggu panggilan untuk check up

GONTOR–Pada hari Jum’at, 5 Februari 2016 yang lalu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) adakan Check Up Massal bagi Pimpinan Pondok dan guru-guru senior beserta istrinya. Tradisi ini sudah lama diadakan, dan hal ini merupakan salah satu wujud perhatian Pondok terhadap para gurunya. Tujuan diadakannya check up massal ini adalah untuk mengetahui dan mengontrol kondisi kesehatan para guru. Sehingga, jika terdapat gejala gangguan kesehatan segera dapat diantisipasi dan diobati.

“Yang melaksanakan pengecekan kesehatan bagi Pimpinan Pondok dan guru-guru senior beserta istrinya pada tahun ini adalah dari pihak Laboratorium Prodia, Madiun.” ujar Robi Syuhada, S.Pd.I., salah seorang staf Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM). ikami86

Jaga Eksistensi, Pramuka PMDG Bekali Adika Skill Bhayangkara

0

DARUSSALAM – Ada banyak hal yang membuat Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dikenal oleh masyarakat. Salah satuya adalah kepramukaan yang sudah menjadi bagian dari PMDG sejak awal berdirinya. Karena demikian, guna menjaga dan meningkatkan kualitas kepramukaan di PMDG, Majelis Pembimbing Harian (Mabikori) Gugus Depan 15089 PMDG bekerjasama dengan Polres Ponorogo menyelenggarakan kursus dan orientasi Saka Bhayangkara. Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini meliputi siswa kelas tiga Intensif sampai dengan kelas enam Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) serta guru-guru. Dalam kegiatan ini segenap peserta akan memperoleh pengetahuan dan pelatihan berupa: PBB, Pengaturan Lalu Lintas, TPTKP, DKS, PPGD, Siskamling, Pengetahuan Narkoba, dan Senam Polri.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin, 6 – 8 Februari 2016 yang berlokasi di Kampus PMD7G Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta dan 8 pengajar dari Polres Ponorogo. irba

Asah Bahasa Santri Gontor Melalui English Drama Contest

0

DARUSSALAM–Bahasa merupakan mahkota pondok yang harus dijaga dan digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Salah satu cara mengasah bahasa santri, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris, adalah dengan melalui kegiatan English Drama Contest. Tepat pada hari Jum’at (5/2), Gontor mengadakan kegiatan English Drama Contest. Acara yang dilaksanakan dua kali dalam setahun ini berlangsung meriah di Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Kegiatan ini dibuka oleh Al-Ustadz Muhammad Ikhwanudin, S.H.I. yang sekaligus bertindak sebagai dewan juri. Kontes ini diikuti oleh 21 asrama, setiap asrama mengutus kurang lebih 20 santri yang akan menjadi pemeran dalam English Drama Contest. Kegiatan ini didesain secara apik dan menarik oleh panitia dari siswa Kelas 5 Kulliyatu-l-Muallimin Al-Islamiyyah (KMI).

Pemenang dari kontes ini dibagi menjadi 2 bagian; Bagian Asrama Kibar dan Sighor. Pemenang dari asrama sighor; Juara 1: Gedung Baru Sighor, Juara 2: Wisma Hadi, dan Juara 3: Darul Hijrah. Asrama Kibar; Juara 1: Saudi 1 lantai 2, Juara 2: Gedung Baru Kibar, dan Juara 3: Saudi 3 lantai 2.

Usai kegiatan ini, muncul harapan besar agar bahasa Arab dan Inggris di Gontor semakin berkembang, dan santri-santri turut menjaga dan membiasakan percakapan dengan bahasa resmi.aflah19