Home Blog Page 434

Darussalam FC Rebut Juara Umum

0

DARUSSALAM—Bagian Olahraga Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) di bawah arahan staf Pengasuhan Santri mengadakan Comas Cup dengan mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni Sepakbola, Futsal, Bulu Tangkis dan Bola Basket. Turnamen yang hanya diselenggarakan dalam tempo satu hari ini, Jum‘at (25/9), merupakan program tahunan untuk menjaga semangat sportivitas serta persaingan sehat antarklub olahraga di Pondok Modern Darussalam Gontor. Hal ini berhubungan dengan kekhawatiran para pengurus sektor keolahragaan santri tentang melemahnya semangat dan minat para santri dalam berolahraga tanpa diadakannya acara tahunan seperti ini. Selain alasan tersebut, diadakannya Comas Cup ini juga bermaksud memantau bibit-bibit unggul dalam berbagai cabang olahraga.

Adapun para pemenang pada acara ini antara lain, Juara umum cabang Sepak Bola: Darussalam FC, Juara umum cabang Bola Basket: Lakers BBC, Juara Umum cabang futsal: Atomic FC, Juara umum cabang Bulu tangkis: Young Star BC. Para pemenang berhak mendapatkan piala yang sudah mereka perjuangkan.biibmufassir

Pameran Seni Tumbuhkan Minat dan Bakat Seni Santri

0

DARUSSALAM—Bagian Kesenian Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) menggelar pameran seni dan keterampilan yang disebut dengan Art and Handycraft Show, Jum’at (2/10),  di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara ini melibatkan siswa kelas 3 Intensif, kelas 4 dan kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dari setiap kursus kesenian dan keterampilan di bawah koordinasi Bagian Kesenian OPPM.

Acara Art & Handycraft Show ini merupakan gabungan dari kursus-kursus kesenian dan keterampilan yang terdapat di Gontor. Kursus-kursus yang terlibat dalam acara ini adalah Darussalam Musicians (DAMS) Family, Seni Hadrah Darussalam (Senhada), Asosiasi Kaligrafer Darussalam (Aklam), Lintas Imajinasi Santri (Limit), Art Gallery, Persatuan Bela Diri Darussalam (Perbeda) dan Association of Reanimation Moslem Artist Darussalam (ARMADA). Dan juga ada beberapa klub yang ditampilkan di luar gedung BPPM, seperti Persada, DBBG, MBGND, dan beberapa klub olahraga.

Tidak hanya santri yang ikut berpatisipasi dalam acara pameran seni kali ini, karena terlihat juga banyak Guru-guru yang sekedar mampir untuk melihat, hingga ikut menunjukkan kebolehan di bidang-bidang seni yang memang mereka kuasai.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Ustadz H.Ahmad Fauzi Hidayatullah tersebut diadakan dengan tujuan menggali potensi seni dan keterampilan para santri. Hal ini diterangkan salah satu staf bagian kesenian kepada kami saat ditanya tujuan utama dilaksanakannya acara ini. ”Maka, setiap kursus yang ada akan membuka pendaftaran bagi para santri yang berminat untuk mengikuti salah satu dari kursus-kursus yang banyak ini. Bagi yang merasa mempunyai bakat dan tertarik pada salah satu bidang seni atau keterampilan tersebut, dan ingin mengembangkan potensi dirinya, tentunya akan segera mendaftarkan diri,” katanya.

Untuk meramaikan acara sekaligus memperlihatkan kelebihan setiap kursus, baik Armada, Dams, maupun kursus-kursus lainnya memberikan suguhan penampilan-penampilan yang menarik untuk ditonton. Misalnya, Armada mempersembahkan sebuah pertunjukan yang berasal dari tarian pantomim. Perbeda tak mau kalah, kursus bela diri yang satu ini menampilkan pertunjukan jurus-jurus yang dikemas secara unik. Begitupun dengan yang lainnya, dari masing-masing setiap jurusan kesenian yang dipamerkan, pasti mereka mempersembahkan hal unik dan mengesankan, hingga menarik banyak perhatian dari warga Darussalam yang berkunjung kesana.biibmufassir

Tatar Santri, Gontor Ciptakan Manajer dan Organisator yang Handal

0

GONTOR–Demi terciptanya sesosok manajer dan organisator yang handal, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar acara Penataran Manajemen dan Keorganisasian. Agenda tahunan yang diikuti oleh seluruh ketua, sekretaris, dan bendara tiap bagian OPPM itu berlangsung selama lima hari, Kamis hingga Senin (8-12/10) di Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM). Selain itu, utusan dari tiap klub, kursus, instansi, rayon, dan konsulat juga turut berpartisipasi mensukseskan acara tersebut.

Penyusunan materi yang dipresentasikan pada penataran ini sangat variatif. Dimulai dengan materi tentang ‘Dinamika Keorganisasian di Pondok Modern’ oleh Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abdan. Dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu tentang ‘Leadership’ oleh H. Yoyok Suyoto Arief, M.Si., dosen tetap di Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Lalu sesi ketiga tentang ‘Perilaku Organisasi dan Manajemen Islam oleh Ahmad Saifullah, M.Pd., dosen tetap Unida Gontor.

Kemudian, materi selanjutnya tentang ‘Profil Sekretaris, Fungsi, dan Tugasnya dalam Organisasi’ oleh Zaki Annafiri, S.Pd.I., staf Sekretaris Pimpinan. Lalu tentang Profil Bendahara, Fungsi, dan Tugasnya dalam Organisasi’ oleh Alfian Riswanda, S.Pd.I., staf Administrasi. Dan pada sesi terakhir (keenam), panitia menentukan materi tentang ‘Administrasi, Korespondensi, dan Kearsipan’ oleh Aip Wahid Dzullatif, staf Pengasuhan Santri.

Menurut pak Kiai, pengadaan acara ini tidak telepas dari nilai dan sunah PMDG. Maka beruntunglah bagi peserta yang telah berkesempatan mengikuti acara ini.

“Acara ini adalah acara pondok yang tidak terlepas dari nilai dan sunahnya. Dan kalian termasuk orang yang beruntung karena bisa mengikuti acara ini. Bersungguh-sungguhlah, insya Allah acara ini akan bermanfaat sebagai bekal hidup kalian nanti.” Ucap Kiai Syamsul saat pembukaan acara, Kamis (8/10).

Adapun waktu pelaksanaan acara ini cukup padat dan melelahkan, yaitu siang (14.00-16.00) dan malam (20.00-22.00). Kendati demikian, penyampaian yang kreatif oleh tiap narasumber menjadikan kegiatan ini asyik dan ringan. Sehingga para peserta yang terdiri dari siswa Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) Kelas IV hingga Kelas VI mampu menangkap materi dengan baik dan menyeluruh.

Kegiatan penataran ini termasuk salah satu upaya PMDG untuk menjaga kesakralan akan hidup di lingkungan pesantren. Kehidupan yang penuh dengan pendidikan dengan segala jenisnya. Pendidikan yang tidak hanya diterapkan di dalam kelas. Pendidikan yang tidak diajarkan tanpa adanya keteladanan. Baik yang bersifat formal ataupun non-formal. Demi terlahirnya para ‘mundziru-l-Qoum’ bagi agama, nusa, dan bangsa. B. Dasasta.

Cetak Generasi Ulama Intelek dalam Usbu’u-r-Riyadhy

0

MANTINGAN – “Jadilah ulama yang intelek bukan intelek yang tahu agama”. Dalam rangka mencetak generasi ulama intelek, Gontor Putri 1 menyelenggarakan lomba cerdas cermat yaitu Usbu’ Riyadhy. Pekan eksak atau yang sering disebut Usbu’ Riyadhy merupakan lomba cerdas cermat tentang materi-materi mafikib (matematika, fisika, kimia dan biologi). Lomba ini juga  merupakan salah satu media untuk memulihkan stabilitas belajar santriwati Gontor Putri 1 dalam rangka menyambut ulangan umum pertengahan tahun. Mengingat beberapa bulan terakhir santriwati disibukkan dengan rentetan acara PKA.

Usbu-r-Riyadhy di Gontor Putri Kampus 1.
Usbu-r-Riyadhy di Gontor Putri Kampus 1.

Lomba yang diperuntukkan untuk kelas satu sampai kelas enam dilaksanakan dengan dua tahap yaitu babak penyeleksian di setiap kelas guna menentukan utusan setiap kelas yang kemudian akan maju dalam babak final. Dalam babak ini dipilih tiga santriwati sebagai utusan dari kelas masing-masing. Puncaknya yaitu babak final (27/09) yang diselenggarakan antarmarhalah, dalam babak ini setiap utusan kelas beradu kemahiran dalam materi eksak yang telah ditentukan.

Meskipun acara ini diadakan selang beberapa hari setelah Idul Adha yang juga dimeriahkan dengan kegiatan padat, kesemangatan para peserta dan penonton, guru maupun santri sama sekali tidak berkurang. Hal ini terbukti dengan antusiasme para para pendudung setiap kelas dalam menyanyikan yel-yel penyemangat untuk utusan kelas masing-masing. Di akhir acara, dewan juri mengumumkan kelompok pemenang lomba dan juga kelas tersemangat dalam acara tersebut.pusdatgp1

Seleksi Tahap Kedua: 57 Santri Lulus Seleksi ke Jakarta

0
Suasana Seleksi Tahap Kedua Olimpiade Matematika
Suasana Seleksi Tahap Kedua Olimpiade Matematika

Gontor- Seleksi Nasional Olimpiade Matematika Fakhruddin Ar-Rozi ke-5 memasuki tahap kedua. Setelah sebelumnya seleksi pertama dengan jumlah peserta 210 santri, sekarang peserta yang mengikuti tahap kedua ini berjumlah 78 santri. Mereka terdiri dari kelas 1 berjumlah 28 santri, kelas 2 berjumlah 22 santri, kelas 3 berjumlah 28 santri. Acara ini diadakan di 35 kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor dan kota-kota besar lainnya.

Dilaksanakan di Aula Saudi, pada hari Ahad, (20/9) seluruh pengikut Olimpiade ini berusaha keras untuk menjawab semua soal, karena yang ditanyakan tidak hanya tentang Matematika, tetapi juga meliputi pengetahuan agama Islam. Mereka menyiapkan olimpiade ini dengan sungguh-sungguh, bahkan staf Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) sampai menyiapkan jadwal tambahan khusus untuk mereka. Pada waktu khusus itu setiap hari dari pukul 20.00–20.45 WIB mereka menjawab soal latihan secara berdiskusi.

Tepat pada tanggal 4 Oktober, panitia mengumumkan santri Gontor Ponorogo yang lulus seleksi ke Jakarta berjumlah 57 santri. Terdiri dari Kelas 1 berjumlah 24 santri, Kelas 2 berjumlah 14 santri, dan kelas 3 berjumlah 19 santri. Bapak Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. juga mengumumkan hal ini di depan bapak-bapak Guru KMI ketika pertemuan mingguan. Beliau tidak bisa menutupi rasa syukur ini, dan berpesan agar anak-anak yang lulus harus ditingkatkan lagi keilmuan agama dan keilmuan umumnya.

“Awalnya kami kurang PD, karena Matematika bukan pelajaran yang banyak peminatnya di Gontor,” komentar salah satu guru Matematika, Al-Ustadz Untung Purwandi, “namun melihat semangat mereka, lambat laun keadaan itu berubah, kami menjadi yakin bisa memenangi Olimpiade ini.” Ini akan menjadi motivasi bagi santri yang lain. Agar santri-santri tahu, Matematika bukanlah pelajaran yang sulit.  Lomba ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, tepatnya saat dimulai pendalaman materi Matematika untuk guru-guru KMI.

“Antusisas mereka luar biasa,” ungkap salah satu panitia penyelenggara, Al-Ustadz Syarif Hidayat, setelah ditanya, mayoritas motivasi mereka adalah ingin membanggakan orang tua dengan prestasi. Menurutnya, jumlah yang sebanyak ini sudah merupakan prestasi besar untuk Gontor, karena ini kali pertamanya Gontor mengikuti olimpiade dan sudah mengirimkan peserta sebanyak itu. Aa Rum

Kursus Mahir Tingkat Dasar Ciptkan Pramuka Sejati

0

GONTOR–Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) merupakan sarana pembentukan kader-kader pramuka muslim yang senantiasa berpegang teguh pada nilai, sunnah, dan identitas Gontor. Kegiatan yang diikuti oleh 836 orang santri kelas 5 KMI ini, berlokasi di Bumi Perkemahan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2. Yang dibagi lagi menjadi sepuluh Unit, dengan tiap unit terdiri dari delapan Rukun Tetangga (RT).

Acara ini dibuka oleh Ustadz Sutrisno Ahmad Dipl.A, Wakil Direktur KMI, di depan Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor (BPPM) pada Senin (14/09). Dalam acara yang berlangsung selama satu minggu ini, para peserta ditempa untuk dapat menjadi Pembina di Gugus Depan 15089. Oleh karena itu para peserta KMD ini diberikan sepaket materi yang bersangkutan dengan kepramukaan.

Setiap paginya mereka mengadakan apel pembukaan, kemudian disusul dengan pemberian materi-materi sampai tiba waktu Dzuhur. Selepas Shalat Dzuhur, para peserta KMD masih harus mengikuti materi dari pukul 14.00-15.00. Kemudian dilanjutkan dengan Shalat Ashar berjama’ah di Masjid. Setelah Shalat Ashar para peserta KMD kembali mengikuti materi sore mulai pukul 15.30.16.30. Selepas materi sore, mereka bersiap untuk melaksanakan Shalat Maghrib berjama’ah. Dilanjutkan dengan makan dan Shalat Isya’.

Usai Shalat Isya’, para peserta KMD bergegas untuk mengikuti sesi latihan malam yang diadakan mulai pukul 19.45-21.30. Setelah itu, barulah mereka dapat menikmati istirahat di pulau kapuk. Seluruh rentetan acara ini bertujuan untuk memebentuk kepribadian Pembina pramuka yang tangguh dan militan.

Dan kegiatan Kursus Mahir Tingkat Dasar ini ditutup dengan acara yang sangat meriah sekali, yakni dengan adanya api unggu gembira. sahir8

Muker Ajarkan Santri Bermusyawarah

0

GONTOR–Tepat pada hari Senin (21/09) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan sebuah acara besar yakni Musyawarah Kerja (Muker) Rayon. Acara yang berlangsung di Gedung Rabithah ini, diikuti oleh seluruh anggota (bagian) tiap rayon, seperti Ketua Rayon, Bagian Sekretaris, Bendahara, Keamanan, Bahasa, Kesehatan, Kesenian, Olahraga dan segenap Ketua Kamar pada tiap-tiap rayon.

Acara ini dimulai pukul 19.45 WIB hingga tengah malam yang kemudian ditutup dengan sahur untuk puasa Arafah. Muker ini diawali dengan pembacaan hasil muker rayon tahun kemarin dari tiap-tiap bagian. Kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno, dimana anggota rayon memberikan usulan-usulan untuk tiap-tiap bagian. Selepas sidang pleno, dimulailah sidang paripurna, di mana Ketua Rayon selaku pimpinan sidang mengesahkan ataupun tidak mengesahkan usuln-usulan dari anggota. Dan keputusan siding ini tidak terlepas persetujuan pimpinan sidang dengan seluruh anggota rayon.

Acara ini diadakan guna mengajarkan kepada santri untuk mencapai sebuah kata mufakat dengan cara musyawarah. Dan dengan adanya muker rayon ini, diharapkan rencana rayon untuk setahun kedepan dapat terprogram dengan rapi. sahir8

Diskusi Umum Kelas 5: Ungkap Tuntas Pengaruh Media Massa

0

GONTOR–Guna meningkatkan wawasan dan intelektual santri, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengelar acara Diskusi Umum pada Kamis (1/10). Acara yang bertempat di Balai Pendidikan Pondok Modern (BPPM) ini, secara khusus diikuti oleh siswa Kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI).

Tema yang diusung oleh pemakalah Haykal Adha Al-Ghifari siswa Kelas 5B adalah “Pengaruh Media Massa di Masyarakat”. Mengingat begitu besarnya dampak media bagi masyarakat, baik positif ataupun negatif.

“Memang media massa adalah salah satu hasil usaha manusia untuk memudahkan dalam mempublikasikan berbagai informasi kepada seluruh khalayak ramai. Namun di sisi lain, ia dapat menjelma menjadi musuh yang sangat berbahaya bagi beberapa pihak, tergantung kepada kuat tidaknya prinsip yang dianut oleh media tersebut, termasuk prinsip pemilik sahamnya.” Ucap pemakalah Haykal dengan nada tegas sebagai wujud penekanan.

Selain itu, ia juga menyampaikan betapa kita harus waspada terhadap media massa. Karena ternyata tidak sedikit media massa yang bisa ‘dibeli’. Yang digunakan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Sehingga informasi yang disajikannya pun cenderung bersifat ‘berat sebelah’.

“Jangan cepat-cepat terpancing oleh berita yang beredar di sekeliling kita. Informasi yang ada jangan lantas ditelan mentah-mentah. Harus lebih waspada. Karena banyak media massa, baik cetak atau audio visual, yang sudah ‘miring’.” Tegasnya ketika mengakhiri presentasi pada malam itu.

Diharapkan setelah acara ini, seluruh warga PMDG khususnya siswa Kelas 5 agar selalu berhati-hati dalam memanfaatkan media massa dengan segala bentuknya. B. Dasasta

Mendekati Ujian Pertengahan Tahun di PMDG, KMI Adakan Ulangan Umum

0
yes
Suasana Ulangan Umum Pertengahan Tahun

GONTOR–Seiring dengan semakin dekatnya Ujian Pertengahan Tahun di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kulliyatu-l Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) adakan Ulangan Umum Pertengahan Tahun 1436-1437 atau yang kini dikenal dengan istilah “Al-Ikhtibaar Al-‘Aam li Nishfi As-Sanah”.

Program evaluasi pembelajaran semisal pre-test kali ini diselenggarakan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, kegiatan ini diikuti oleh Siswa Kelas 1–5, dan tahun ini kegiatan ini diikuti oleh seluruh Siswa KMI dari Kelas 1–6.

“Materi yang diujikan buat Siswa Kelas 6 adalah materi-materi yang akan diujikan pada Ujian Siswa Akhir KMI Gelombang Pertama yang akan datang.” ujar Alfarid Fedro, Ketua Panitia Ulangan Pertengahan Tahun kali ini.

Kegiatan pra-ujian ini berlangsung selama lima hari, dimulai pada Sabtu (3/10) hingga Rabu (7/10). Setiap hari para siswa dihadapkan pada tiga materi ujian yang diselingi dua kali waktu istirahat. Sementara itu, setiap materi yang diujikan diberi alokasi waktu selama 90 menit.

Melalui program ini, KMI berupaya meningkatkan prestasi belajar siswa selama satu semester. Guru-guru pun dapat mengukur kemampuan setiap anak didik dalam memahami dan menguasai pelajaran selama tiga bulan ini. Merujuk hasil Ulangan Umum nanti, dewan guru akan segera mengevalusi belajar siswa sebagai persiapan menghadapi Ujian Pertengahan Tahun nanti. Dan begitu juga dengan siswa-siswa KMI, mereka akan menyadari kekurangannya dalam belajar dan mereka pun akan bersegera membenahinya sebelum waktu ujian tiba. ikami86

Gontor Putri 1 Mencetak Generasi Ulama Intelek dalam Usbu’u-r-Riyadhy

0

IMG_4141“Jadilah ulama yang intelek bukan intelek yang tahu agama”. Dalam rangka mencetak generasi ulama intelek, Gontor Putri 1 menyelenggarakan lomba cerdas cermat yaitu usbu’ riyadhy. Pekan eksak atau yang sering di sebut usbu’ riyady merupakan lomba cerdas cermat tentang materi-materi mafikib (matematika, fisika, kimia dan biologi). Lomba ini juga merupakan salah satu media untuk memulihkan stabilitas belajar santriwati Gontor Putri 1 dalam rangka menyambut ulangan umum pertengahan tahun. Mengingat beberapa bulan terakhir santriwati disibukkan dengan rentetan acara PKA.

Lomba yang diperuntukkan untuk kelas satu sampai kelas enam dilaksanakan dengan dua tahap yaitu babak penyeleksian disetiap kelas guna menentukan utusan setiap kelas yang kemudian akan maju dalam babak final. Dalam babak ini di pilih tiga santriwati sebagai utusan dari kelas masing-masing. Puncaknya yaitu babak final (27/09) yang diselenggarakan antar marhalah, dalam babak ini setiap utusan kelas beradu kemahiran dalam materi eksak yang telah ditentukan.

IMG_4251Meskipun acara ini diadakan selang beberapa hari setelah Hari Raya Idul Adha yang juga dimeriahkan dengan kegiatan yang padat, kesemangatan para peserta dan penonton, guru maupun santri sama sekali tidak berkurang. Hal ini terbukti dengan antusiasme para para pendudung setiap kelas dalam menyanyikan yel-yel penyemangat untuk utausan kelas masing-masing. Diakhir acara dewan juri mengumumkan kelompok pemenang lomba dan juga kelas tersemangat dalam acara tersebut.