GONTOR–Dalam rangka peningkatan kemampuan santri dalam hal keorganisasian, Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) yang dibimbing oleh staf Pengasuhan Santri mengadakan acara Penataran Manajemen dan Keorganisasian.
Acara ini dibuka langsung oleh Pimpinan Pondok, yaitu K.H. Syamsul Hadi Abdan sekaligus mengisi materi tentang dinamika keorganisasian di Pondok Modern. Beliau menyampaikan, bahwa dalam berorganisasi, baik itu di rayon, klub, instansi, maupun OPPM haruslah dilaksanakan dengan serius tanpa ada main-main. Karena itu semua merupakan amanat yang harus dipertanggung jawabkan, sekaligus akan mendidik para santri untuk latihan berorganisasi.
Acara yang dilaksanakan mulai dari hari Sabtu (19/10) hingga Rabu (23/10) malam itu bertempat di aula Robithoh dan BPPM. Adapun materi yang diberikan untuk para santri yaitu tentang keorganisasian, kesekretariatan, administrasi, leadership, dsb.
Para perwakilan dari pengurus rayon, OPPM, Koordinator Gerakan Pramuka, klub-klub, instansi, dan kursus yang ada di Pondok Modern diwajibkan untuk mengikuti acara penataran ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para santri dapat meningkatkan kualitas mereka dalam menjalankan organisasi yang ada di pondok ini. fei
GONTOR–Bersamaan dengan pelepasan peserta Perkemahan Kamis-Jum‘at (Perkajum) ke bumi perkemahan di Desa Wilangan, Sambit, Ponorogo, Kamis (24/10) siang, Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A., mewakili Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), berkesempatan memberangkatkan kontingen Pramuka PMDG ke acara Jambore dan Raimuna (Jamrana) di Pondok Pesantren La Tansa, Parakansantri, Lebakgedong, Lebak, Banten. Kegiatan Jamrana yang bertajuk Perkemahan La Tansa Gali Inovasi (Pelangi) VI ini diselenggarakan selama lima hari, Sabtu–Rabu, 26–30 Oktober 2013, bertempat di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren La Tansa.
Di samping memenuhi undangan dari panitia pelaksana, keikutsertaan Gontor dalam acara ini bertujuan memperluas wawasan tentang kepramukaan dan menambah pengalaman berpramuka. Tidak hanya itu, ada satu hal yang lebih penting, yaitu dalam rangka menjalin silaturrahim dan ukhuwah islamiyah antar-pondok pesantren peserta Jamrana ini. Lebih dari itu, melalui kegiatan ini, Gontor berupaya menyebarluaskan syiar dan nilai-nilai pondok ke seluruh pelosok Nusantara.
Dengan mengangkat tema “Berani Bergerak Menyatukan Perbedaan”, Pelangi VI ini diikuti 60 kontingen yang berasal dari sejumlah pondok pesantren di berbagai daerah. Selain Gontor, pondok pesantren yang juga berpartisipasi dalam kegiatan ini berasal dari daerah Jawa Barat, Banten, Jabotabek, dan Sumatera.
Para peserta akan berkompetisi dalam tiga kategori lomba. Pertama, keterampilan dan ketangkasan, yang meliputi SMS (sandi, morse, dan semaphore), LKBB, halang rintang, solving cube, tarik tambang, hasta karya, maket, lampu kreasi, kreasi lilin, panjat pinang, pioneering, master chef, pizza hut, cross country, P3K, janur mahakam, danboo, dan beat box.
Kategori kedua adalah bidang mental dan spiritual. Kategori lomba yang satu ini meliputi nasyid akapela, MSQ, MHQ, pidato, broadcasting, adzan, pelatihan, lomba bindamping, penyiar radio, dan puisi musikal.
Ketiga, kategori pengetahuan, seni, dan budaya. Kategori ini meliputi kaligrafi, lukis, logo, graffiti, perspektif, lukis wajah, telur hias, karikatur, karnaval, body music, dan KIR.
Menghadapi berbagai jenis lomba tersebut, kontingen dari Gontor telah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Mereka siap beradu kreativitas dan keterampilan dengan kontingen-kontingen lainnya. Namun demikian, kemenangan bukanlah tujuan utama dan segala-galanya. Wawasan dan pengalaman lebih berharga dari hanya sekadar mendapatkan gelar ataupun piala. shah wa
GONTOR–Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 15809 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mengadakan kegiatan Perkemahan Kamis-Jum‘at (Perkajum). Salah satu aktivitas kepramukaan yang membina kekompakan dan memupuk nilai-nilai kebersamaan ini diselenggarakan untuk pertama kalinya setelah selesainya pelaksanaan rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA) beberapa minggu yang lalu. Perkemahan perdana ini dilaksanakan di bumi perkemahan yang terletak di Desa Wilangan, Sambit, Ponorogo, pada Kamis (24/10) dan Jum‘at (25/10) ini.
Kali ini, para peserta perkemahan terdiri dari siswa-siswa Kelas 1–4 Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI) yang jumlahnya mencapai 400 orang. Mereka dipilih secara acak, dengan rata-rata peserta dari tiap-tiap angkatan kelas berjumlah antara 60–80 orang. Mereka dibimbing para wali kelas yang berfungsi sebagai full-timer kegiatan.
Upacara pelepasan peserta Perkajum digelar di halaman depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Kamis (24/10) siang. Pada kesempatan ini, selaku inspektur upacara mewakili Pimpinan PMDG, Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A., berpesan kepada seluruh peserta perkemahan bahwa Perkajum merupakan sarana berdakwah di masyarakat, menyiarkan nilai-nilai keislaman dan memperkenalkan Gontor lebih dekat lagi. Selain itu, melalui kegiatan ini, para santri dididik untuk terampil dan kreatif dalam segala hal. Tidak hanya itu, mereka juga akan berlatih agar siap dipimpin tatkala menjadi anggota, dan siap memimpin saat diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin. We are scouts but we are Muslims, demikian tutup beliau. shah wa
GONTOR–Dinamika kegiatan di Pondok Modern Darussalam Gontor seakan berjalan begitu cepat. Tanpa terasa, segenap siswa Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI) akan segera dihadapkan pada Ulangan Umum Pertengahan Tahun 1434-1435. Kegiatan pra-ujian yang diikuti seluruh siswa KMI dari Kelas 1–5 ini direncanakan berlangsung pada Sabtu–Rabu, 9–13 November 2013. Dengan tibanya Ulangan Umum, berarti masa belajar aktif di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor menyisakan 1–2 bulan lagi menjelang Ujian Pertengahan Tahun 1434-1435, yang dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua di bulan Desember 2013 nanti.
Menghadapi Ulangan Umum Pertengahan Tahun yang sudah di ambang pintu ini, panitia yang dibentuk pada Kamis (17/10) lalu telah mengadakan acara pengarahan pembuat soal Ulangan Umum. Berdasarkan kategori materi soal yang akan diujikan pada Ulangan Umum nanti, pengarahan diadakan di tempat berbeda pada Selasa (22/10) malam.
Untuk kategori dirasah ‘arabiyah (‘pelajaran-pelajaran Bahasa Arab’), pengarahan dilaksanakan di ruang Kantor KMI bagian barat. Para pembuat soal kategori ini diarahkan oleh Ustadz Dr. H. Abdul Hafidz Zaid, M.A. dan Ustadz H. Imam Iskarom, Lc. Materi soalnya meliputi pelajaran-pelajaran Bahasa Arab seperti Insya’, Nahwu, Sharf, Muthala’ah, dan Imla’.
Sedangkan pengarahan pembuat soal kategori dirasah islamiyah (‘pelajaran-pelajaran keislaman’) dilangsungkan di aula Gedung Pakistan. Untuk kategori ini, para pembuat soal diarahkan langsung oleh Ustadz Sunanto WR, S.Ag. dan Ustadz H. Arif Irfanuddin, Lc. Materi soal kategori ini mencakup pelajaran Tauhid, Tarikh Islam, Tafsir, Tarbiyah, dan lain sebagainya.
Selain itu, untuk kategori pelajaran Bahasa Inggris yang terdiri dari Reading dan Grammar, pengarahan digelar di ruang Kantor KMI bagian timur. Dalam kesempatan ini, para pembuat soal mendapatkan pengarahan dari salah satu pakar bahasa Inggris di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ustadz Ahmad Saefullah, S.Pd.I.
Terakhir, kategori dirasah kauniyah (‘pelajaran-pelajaran eksakta’). Pengarahan untuk para pembuat soal kategori ini bertempat di ruang Kantor KMI Rabithah bersama Ustadz Suraji Badi‘, S.Ag. dan Ustadz Nurul Faizin, S.E.I.
Melalui pengarahan ini, diharapkan guru-guru yang ditugaskan untuk membuat soal-soal Ulangan Umum Pertengahan Tahun kali ini mampu menyusun soal-soal yang tepat dan proporsional untuk segenap siswa KMI dari Kelas 1–5. Sehingga, para siswa dapat mengetahui sejauh mana persiapan mereka menghadapi Ujian Pertengahan nanti. shah wa
DARUSSALAM – Kegiatan diskusi mingguan Kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor yang akan dilaksanakan setiap Kamis malam, diawali dengan acara Diskusi Umum pada Ahad (20/10) malam. Kegiatan ini melibatkan 602 orang peserta dari siswa Kelas 5 KMI.
Pelaksanaan Diskusi Umum tersebut bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dengan dibuka oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. “Diskusi itu sangat penting, maka dari itu, simaklah dengan saksama,” pesan beliau.
Acara dimulai pada pukul 20.10 WIB dengan makalah berjudul “Fanatisme Agama” yang dibawakan oleh Reza Pahlevi, salah satu siswa KMI dari Kelas 5Q yang berasal dari Lampung. Pemakalah didampingi oleh seorang pembanding, yaitu Fauzi Lisan Sidqi, siswa KMI dari kelas 5L yang berasal dari Kalimantan. Diskusi Umum berjalan dengan lancar dan penuh khidmat di bawah bimbingan Ustadz Hasib Amrullah, M.A. irba
Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.A. (nomor 3 dari kanan) berpose bersama seluruh utusan Indonesia di Bandara Internasional Narita
DARUSSALAM – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali mengirimkan kader terbaiknya dalam program Leader’s Visit to Japan 2013 atas kerjasama antara Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Kedutaan Besar Jepang. Kali ini, Gontor mengirim Al-Ustadz H. Ahmad Suharto, M.A. (Direktur KMI Pondok Modern Gontor Putri Mantingan, Ngawi) sebagai utusan dari Gontor.
Tepatnya pada Sabtu, (19/10) para utusan setiap institusi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta untuk bertatap muka dan mengadakan dialog dengan fungsionaris Kementerian Luar Negeri di Jakarta Pusat. Adapun acara di Jepang berlangsung kurang lebih selama 2 pekan, mendiskusikan masalah-masalah pendidikan regional dan global secara intensif melalui dialog, seminar, penelitian lapangan, dan bersosialisasi serta mengunjungi sejumlah lembaga pendidikan di beberapa kota di Jepang.
Sebelumnya, Penasihat Duta Besar Jepang urusan politik untuk Indonesia Dr. Shintani Naoyuki dan Dr. Ali Munhanif Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta telah mengunjungi PMDG pada Jum’at (20/9), dalam rangka seleksi calon peserta program tersebut. Program ini bertujuan sebagai media penggali intelektual publik Asia yang memainkan peran utama para pemimpin dalam memulai solidaritas pendidikan berbasis internasional.
Dengan adanya program tersebut, Gontor telah membuktikan kepada dunia bentuk aplikasi dari motto Pondok tahun ini, “Dengan Semangat dan Kebersamaan Menciptakan Pemimpin Islam Mengawal Ummat”. elfah
Salah seorang santri sedang berpidato di depan para santri pada ‘PSC Zone’, Ahad (20/10) malam.
DARUSSALAM – Guna melatih kemampuan speaking di depan orang banyak serta mencari bibit-bibit calon orator masa depan, Bagian Pengajaran Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dibantu dengan Panitia Siswa kelas 3 Intensif dan kelas 4 menyelenggarakan Public Speaking Contest (PSC). Untuk pertengahan semester pertama, PSC ini masih dalam tahap penyeleksian peserta, sehingga diselenggarakan di 10 zona. Adapun penempatan zona-zona tersebut, pada tahun ini dipusatkan di Gedung Sudan I dan Sudan II. Dalam pelaksanaannya, para panitia dan Bagian Pengajaran OPPM, mendapat bimbingan langsung dari Staf Pengasuhan Santri dan Staf Pembimbing Pidato dan Diskusi Santri.
Penyenggaraan PSC atau Lomba Pidato ini dibagi dalam 3 waktu. Ahad (20/10) malam, diperuntukkan bagi para peserta Lomba Pidato Bahasa Arab, serta pada Kamis (24/10) malam, diperuntukkan bagi para peserta Lomba Pidato Bahasa Indonesia. Adapun para peserta Lomba Pidato Bahasa Arab akan diseleksi di zona-zona tersebut pada Ahad (27/10) mendatang.
Para juara pertama di tiap zona-zona tersebut, selanjutnya akan mengikuti perlombaan yang lebih bergengsi, yakni PSC yang akan diselenggarakan di Aula BPPM. Adapun PSC di Aula BPPM tersebut, akan diselenggarakan pada awal pertengahan semester kedua. binhadjid
DARUSSALAM – Pada Jum’at (18/10) malam, Pondok Modern Darussaam Gontor (PMDG) menggelar acara tasyakuran atas selesainya kepanitiaan ibadah kurban tahun ini. Panitia menyediakan berbagai menu hidangan yang meliputi sate, gulai, tongseng, dan lain sebagainya. Untuk keperluan ini, sebanyak 16 ekor kambing disembelih.
Acara yang diselenggarakan di Aula Wisma Darussalam (Wisda) ini dihadiri oleh seluruh panitia pelaksana ibadah kurban PMDG. Selain itu, panitia juga mengundang segenap guru senior, beberapa guru muda, dan ketua-ketua dari setiap rayon, konsulat, kelas, dan bagian-bagian Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM).
Di samping perwujudan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas segala kelancaran penyelenggaraan ibadah kurban, acara ini juga bertujuan memberikan apresiasi kepada para panitia yang telah ikhlas membantu PMDG dalam menyukseskan kepanitiaan. Acara diawali dengan pengajian oleh Ustadz Taufiqurrahman. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan. sazza
DARUSSALAM – Al-ma’hadu laa yanaamu abadan, adalah semboyan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam semua kegiatan. Setelah acara Lomba Vocal Group Antarkelas pada Selasa (15/10) lalu berakhir, kegiatan pondok dilanjutkan dengan acara Art, Sport, and Handy Craft Show yang diadakan pada Jum’at (18/10) di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara ini dipanitiai oleh Bagian Kesenian (Bakesen)dan Bagian Olahraga (Bagor) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM).
Acara ini diikuti oleh semua klub dan instansi, dengan tujuan memperkenalkan kepada santri semua kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor. Sehingga, santri dapat memilih kegiatan apa yang ingin diikuti dan diminatinya agar mampu mengembangkan bakat dan kreasi yang ada pada diri masing-masing.
Acara ini dibuka oleh Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc. mewakili Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Dalam pidatonya, beliau mengatakan, “Adanya kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan upaya untuk mengisi kekosongan santri. Karena inna as-syabaaba wa al-faraagha wa al-jidata mafsadatun li al-mar’i ayya mafsadatin. Di samping itu, acara ini juga merupakan bagian dari khutbatu-l-‘arsy,” tuturnya. ikami86
Shalat jenazah untuk Ustadz H. Ahmad Tauhid Sahal di Masjid Jami’
GONTOR – Awan kelabu kembali menyelimuti Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor pada Rabu (16/10) malam. Tepat sehabis Isya’, pukul 20.30 WIB. Ustadz H. Ahmad Tauhid Sahal berpulang ke rahmatullah. Berita duka yang sangat mengejutkan warga Darussalam di tengah-tengah semaraknya perayaan Idul Adha dan ibadah kurban.
Bahkan, tidak ada seorang pun yang memperkirakan putra kedelapan dari K.H. Ahmad Sahal kelahiran Ponorogo, 27 Juli 1951 silam tersebut akan bertemu sang Khalik sebegitu cepatnya. Kenyataannya, beliau terlihat sehat-sehat saja sebelum ini, tidak pernah mengeluhkan apapun. Sungguh kenyataan yang memilukan hati.
Namun demikian, kita hanya bisa mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un, kullu nafsin dzaiqatul maut. Tidak ada yang bisa menebak kapan ajal akan datang menjemput, tidak mengenal usia muda ataupun tua, dalam keadaan sehat ataupun sakit, kematian datang tak terkira. Maka, sekali lagi, tidak ada yang bisa kita katakan selain inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un. Demikianlah Allah telah berkehendak yang terbaik untuk hamba-Nya.
Banyak kenangan yang telah ditinggalkan beliau bagi segenap santri dan guru-guru Pondok Modern Darussalam Gontor. Bagi mereka yang mengenal Ustadz Tauhid dengan baik, pastilah mereka akan mengatakan bahwa bapak dari tiga orang putra dan satu orang putri ini adalah orang yang sangat ramah dan jujur, yang bersikap apa adanya dan berbuat sesuai dengan hati nurani. Beliau sangat senang mengajarkan hadits, terutama hadits-hadits di Kelas 3 KMI. Beliau pun senang bercengkerama dengan guru-guru, bertutur dengan ciri khas beliau yang penuh semangat dalam menyampaikan pendapat dan pemikirannya. Kini, semuanya telah menjadi kenangan yang terus membekas di benak santri-santri dan para guru.
Menurut penuturan pihak keluarga, usai shalat Subuh, Selasa (15/10), Ustadz Tauhid bersin-bersin dan merasakan sakit di pinggangnya. Badannya terasa kaku hingga beliau tidak bisa mengikuti shalat Idul Adha. Menjelang siang, pandangan beliau menjadi kabur. Menyadari kondisi ini, salah seorang putra beliau memanggil staf Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) untuk memeriksa ustadz yang telah mengabdikan dirinya untuk pondok selama 38 tahun ini.
Ternyata, kondisi Ustadz Tauhid semakin memburuk. Beliau mengalami kejang-kejang dan tensi darahnya mengalami kenaikan drastis hingga mencapai angka 230. Kenyataan ini membuat pihak keluarga mengambil keputusan untuk segera merujuknya ke rumah sakit. Pada pukul 13.30 WIB, setengah jam setelah diketahui tensi darahnya naik, beliau langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit ‘Aisyiyah Ponorogo. Sesampai di Rumah Sakit, tensi darah kembali mengalami kenaikan dari 230 menjadi 250. Namun, beberapa jam kemudian, tensi darah beliau sempat turun di angka 220. Pada hari itu, beliau pun diopname untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Keesokan harinya, Rabu (16/10), kondisi Ustadz Tauhid masih belum stabil. Akan tetapi, beliau masih bisa sadar dan dapat mengenali orang-orang yang menjenguknya. Namun, selanjutnya beliau sempat tidak sadarkan diri beberapa kali. Pada saat inilah keluarga besar almarhum K.H. Ahmad Sahal berkumpul mendoakan beliau di rumah sakit.
Menjelang malam, sejak pukul 19.30 WIB, keadaan Ustadz Tauhid semakin mengkhawatirkan. Tensi darahnya menurun di angka 47. Kemudian sempat naik mencapai 60 hingga ke titik aman di angka 67. Namun, tensi darah kembali naik menjadi 100. Akhirnya, dengan kondisi yang terus memburuk hingga pukul 20.13 WIB, beliau menghembuskan napas terakhirnya di hadapan segenap anggota keluarga, termasuk sang kakak, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yang terus berada di sisi beliau sejak pagi hari.
Tak bisa dipungkiri, kepergian Ustadz Tauhid ini melengkapi rasa kehilangan Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada bulan Ramadhan lalu, Gontor juga baru saja ditinggalkan salah satu putra terbaiknya yang telah bertahun-tahun lamanya mengabdi untuk pondok, yaitu H. Imam Sukadi. Bahkan, kurang dari setahun yang lalu, pondok ini juga telah ditinggal pergi K.H. Imam Subakir Ahmad dan H. Edi Kusnanto. Mereka adalah para sesepuh pondok yang berperan penting dalam proses pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Pemakaman jenazah di Makam Keluarga Trimurti
Demikianlah, satu per satu, guru-guru senior pondok ini pergi mendahului kita. Generasi pertama pondok ini sudah lama meninggalkan kita dengan mewariskan nilai-nilai dan filsafat hidup yang harus selalu dijaga dan diamalkan. Kini, generasi kedua pondok ini mulai meninggalkan kita satu demi satu. Namun demikian, estafet harus terus berlanjut, sebagaimana yang seringkali ditegaskan K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam berbagai kesempatan. Kader-kader pondok telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk menjadi generasi penerus perjuangan Trimurti. Patah tumbuh, hilang berganti. Sebelum patah, sudah tumbuh. Sebelum hilang, sudah berganti. Demikian kata pepatah lama yang sudah tidak asing lagi di telinga santri-santri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Selamat jalan, wahai ustadz-ustadz kami! Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor dan seluruh umat Islam akan selalu mendoakan engkau. Semoga amal ibadah dan pengabdian engkau diterima di sisi Allah SWT, serta dosa-dosa engkau diampuni. Semoga Allah menempatkan engkau semua dengan rahmat-Nya di tempat tertinggi milik-Nya. Generasi setelah engkau berharap, semoga diberikan kemampuan oleh Allah untuk meneruskan perjuanganmu. Amin. shah wa