Home Blog Page 534

Wujudkan Universitas Darussalam, Gontor Pererat Jalinan Kerjasama dengan Universitas Qatar

0
Workshop dan MoU antara ISID dengan Universitas Qatar
Workshop dan MoU antara ISID dengan Universitas Qatar

DOHA–Sebanyak 14 orang dosen Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Darussalam Gontor mengikuti workshop yang diadakan oleh Markaz Al-Qardhawi li Al-Wasathiyyah Al-Islamiyah wa Al-Tajdid, Qatar. Mereka adalah Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., Dr. H. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phil., Dr. H. Dihyatun Masqon, H. Mulyono Jamal, M.A., Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A., Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., K.H. Masyhudi Subari, M.A., H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.L.S., Dr. H. Abdul Hafidz Zaid, M.A., H. Yoyok Suyoto Arief, M.S.I., H. Abu Darda’, M.Ag., H. Setiawan bin Lahuri, M.A., Hj. Rosyda Diana, Lc., M.Ag., dan Hj. Alfiah Rahmawati, Lc., M.A. Workshop ini membahas tentang Islam Moderat dan Pembaharuan (Al-Wasathiyyah wa Al-Tajdid), diadakan selama lima hari, dimulai pada hari Ahad (3/11) dan berakhir pada Kamis (7/11) ini.

Pada hari Ahad (3/11), sesi pertama, yang digelar sesaat setelah acara dibuka, membahas tentang Hiwar Al-Adyan. Pembahasan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Mohamed Khalifa Hassan. Dilanjutkan dengan sesi kedua, tentang Makaanatu Al-Wasathiyyah fii Al-Fikrii Al-Islamiy, yang dibawakan oleh Prof. Dr. ‘Ali Al-Qara Daaghiy. Kemudian K.H. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. melanjutkan sesi ketiga dengan membawa materi pembahasan tentang Nahwu Nidhomi Ta’liimy Mutakaamil Tajribatu Jaami’atu Daar As-Salam Gontor. Workshop pada hari pertama ditutup dengan kunjungan ke KBRI Qatar dan bersilaturahim dengan Duta Besar RI di Doha, Bapak H.E. Mr. Deddy Saiful Hadi.

Sesi keempat, tentang Maqaashid As-Syarii’ah fii Dhau’i Al-Wasathiyyah oleh Dr. Jasser Auda, digelar pada Senin (4/11) pagi. Dilanjutkan sesi kelima oleh Prof. ‘Abdul Salam Basynuniy tentang Min Qadhaayaa Al-Da’wah Al-Islamiyah. Dr. H. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phil. melanjutkan sesi keenam dengan Dirasah Al-Hadharah Al-Gharbiyyah fii Indonesia sebagai materi pembahasannya. Sebagai penutup kegiatan workshop hari kedua, rombongan ISID Gontor mengunjungi Markaz Dauhah Al-Dauly li Ihwar Al-Adyan.

Kegiatan pada hari ketiga, Selasa (5/11), tidak kalah padatnya dengan hari pertama dan kedua. Dimulai dengan mengikuti sesi ketujuh oleh Prof. Dr. Monzer Kahf dengan materi pembahasan Ba’dhu Qadhaayaa At-Tamwiil Al-Islaamiy. Sesi kedelapan tentang Min Qadhaayaa Al-Iqtishaad Al-Islaamiy dibawakan oleh Prof. Dr. Abdul Rahman Yasree Ahmad. Kemudian, pada sesi kesembilan, Prof. Dr. Yusuf Qardhawi menyampaikan materi tentang Fiqh Al-Wasathiyyah wa At-Tajdiid. Padatnya kegiatan pada hari ketiga diakhiri dengan pembahasan tentang Dirasaat Al-Lughah Al-‘Arabiyah fii Indonesia oleh Dr. H. Abdul Hafidz Zaid, M.A.

Hari keempat, Rabu (6/11), menjadi inti kegiatan ini, yaitu penandatangan MoU antara ISID dan Universitas Qatar. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Seni Islam di Qatar dan TV Al-Jazeera. Sesi kesebelas, tentang At-Ta’liim Al-Islaamiy li Al-Banaat fii Indonesia, digelar sebagai penutup kegiatan pada hari keempat.

Rombongan ISID Gontor berkunjung ke Kantor Al-Syabakah Al-Islamiyah pada hari Kamis (7/11). Lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Al-Wasathiyyah fii Fikri Al-Syaikh Al-Qardhawi oleh Prof. Fikriy Makky. Sesi terakhir dari rentetan kegiatan workshop ini dibawakan oleh Prof. Hassan Al-Diin Khaliil tentang Al-Fatwa: Ahammiyatuhaa wa Dhawaabithuhaa wa Tathbiiquhaa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah untuk mewujudkan ISID menjadi Universitas Darussalam. Universitas berbasis pesantren yang diharapkan mampu menjaga nilai–nilai Islam dan meninggikan agama Allah. Universitas dambaan umat yang para mahasiswanya selalu berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist, Amin. farouq

Gontor Tanamkan Jiwa Fotografi Melalui Kursus dan Seminar Sehari

0

IMG_0504GONTOR–Bagian Fotografi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) mulai menanamkan jiwa–jiwa fotografi melewati kursus yang mereka adakan selama satu pekan. Acara yang melibatkan kurang lebih 150 orang peserta ini diawali dengan seminar sehari yang diadakan pada hari Jum’at (24/10). Dalam seminar tersebut, para peserta mulai dikenalkan dari sejarah awal fotografi sampai jenis–jenis kamera yang digunakan dalam dunia fotografi. “Seminar sehari ini sebagai pemanasan sebelum mereka mempelajari dunia fotografi lebih dalam lagi. Mereka akan dikenalkan dengan beberapa hal secara ringkas,” tutur Asep Sofyan selaku pembicara seminar sehari tersebut.

Selama kursus berlangsung, para peserta difasilitasi notebook, snack, dan id card. Di samping itu mereka mendapatkan pengajaran materi selama tiga hari dan praktik empat hari. Materi yang diajarkan mulai dari pengenalan kamera, jenis-jenisnya, dan bagian-bagiannya, kemudian cara pengambilan gambar, seperti komposisi dan kreasi. “Untuk para pemateri, kami mengandalkan para pembimbing Bagian Fotografi sendiri,” tutur Ulya, selaku staf Bagian Fotografi. Setelah melalui masa pengenalan, para peserta mulai terjun untuk praktik langsung menggunakan kamera dengan pengawasan staf Bagian Fotografi.

Kursus yang sudah berjalan selama seminggu ini ditutup pada hari Jum’at (1/11) di Aula Robithoh. “Alhamdulillah selama kursus berlangsung, tidak terlalu ada kendala yang kita alami, karena kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang,” tutur siswa kelahiran Sulawesi itu. Kriteria peserta kursus terbaik dibacakan ketika penutupan. Hal itu dilihat dari kesungguhan dan keaktifan yang ditunjukkan selama pelatihan berlangsung. Adalah Miftahul Falah yang mendapat predikat peserta kursus terbaik tahun ini.  toms

Gontor Ikuti Rapat FKPM di Pondok Pesantren Tremas

1

Gontor Ikuti Rapat FKPMDalam rangka penyempurnaan formula PMA (Peraturan Menteri Agama) RI tahun 2013 tentang Satuan Pendidikan Muadalah (Mu’adalah). FKPM (Forum Komunikasi Pesantren Muadalah) mengadakan rapat koordinasi pada Jum’at, (25/10). Kali ini Pondok Pesantren Tremas, Pacitan menjadi tuan rumah dalam rapat tersebut. Selain formula PMA RI, Forum memusyawarahkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2013 tentang Pengakuan Pemerintah terhadap Penyelenggaraan Satuan Pendidikan yang Tidak Mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan. Jenjang pendidikan Muadalah terkait terbagi menjadi dua, yakni pondok pesantren Salafiyah (Salaf) dan Ashriyah (Modern).

Sebelumnya, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sempat menjadi tuan rumah pada (14/3). Rapat bertempat di Kampus Pusat Institut Studi Islam Darussalam (ISID), Siman. Adapun perwakilan PMDG yang menghadiri acara rapat di Tremas. Mereka itu adalah al-Ustadz Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. (Ketua FKPM), al-Ustadz H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A., al-Ustadz Agus Budiman, M.A.

Adapun peserta acara kali ini, adalah perwakilan pondok–pondok pesantren Salafiyah dan Ashriyah. Diantaranya:

  1. Drs. K.H. Ahmad Subchan Salim, M.Ag. (PP. Mathali’ul Falah, Kajen, Pati);
  2. K.H. Lukam Hakim (PP. Tremas, Pacitan);
  3. Drs. K.H. Saifurrahman Nawawi (PP. Al Amien, Prenduan);
  4. Dr. K.H. M. Tata Taufiq, M.A. (PP. Al Ikhlas, Kuningan);
  5. Drs. K.H. Musthofa Hadi Chirzin (PP. Darunnajah, Jakarta);
  6. Al-Ustadz Imam Mustaqim (PP. Al Fitrah, Surabaya);
  7. Al Ustadz Toha Ma’sum (PP Miftahul Mubtadi’in, Nganjuk) dan;
  8. Al Ustadz Wazir Tamam (PP. Ta’mirul Islam, Solo);
  9. Al-Ustadz Rosyidin Bina, S.Ag. (PP. Al-Barokah, Nganjuk).

Pra rapat berlangsung K.H. Luqman Hakim, yang akrab disapa Gus Luqman, mengajak seluruh peserta untuk shalat maghrib berjama’ah bersama para santri-santri, kemudian dilanjutkan dengan majelis ilmu. Dimana para santri duduk bersama mendengarkan tausiyah agama yang disampaikan langsung oleh ketua FKPM, Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. dalam tausiyahnya, beliau bertutur: “Pak Sahal, dulunya pernah mondok di pesantren Tremas, ini. Jadi, Tremas dan Gontor memiliki ikatan keluarga dan sejarah yang kuat.” Seraya para santri bertepuk tangan.

Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. selaku ketua FKPM, berharap agar formula yang dibahas pada rapat kali ini bisa diperbaharui, sehingga menjadi bahan utama untuk di ajukan kembali ke (KEMENAG RI) Kementerian Agama RI dan DEPDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional) pada waktunya. Adapun pembahasan pada rapat FKPM terkait kurikulum Salafiyah dan Ashriyah, juga fungsi pesantren, status, jenis, syarat pendirian serta kelulusan dan ijazah tidak terlalu menjadi prioritas utama, karena sudah rampung pada rapat-rapat sebelumnya. Harapan besar, pembaharuan tersebut bisa menyetarakan status pondok pesantren Salafiyah dan Ashriyah tak terkecuali para alumninya. elfah

Comas Cup Tanamkan Jiwa Olahraga Para Santri

0
Comas Cup Tanam Jiwa Olahraga Para Santri
Suasana Pembagian Piala pada Penutupan Comas Cup 2013 oleh al-Ustadz Hendro Risbiyantoro, S.Pd.I. di Lapangan Hijau PMDG

GONTOR—Bagian Olah Raga (Bagor) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di bawah bimbingan staf Pengasuhan Santri menyelenggarakan Comas Cup dengan mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni Sepakbola, Futsal, Bola Basket, dan Bulu Tangkis. Turnamen hanya diselenggarakan dalam kurun waktu sehari, tepatnya pada Jum‘at (9/11).  Comas Cup merupakan program tahunan untuk menanam jiwa olahraga di dalam diri setiap santri serta membentuk persaingan sehat antarklub olahraga. Dengan tujuan tidak lain menjaga dan memelihara kesehatan seluruh santri. Selain alasan tersebut, diadakannya Comas Cup ini juga bermaksud memonitor bibit-bibit unggul dalam berbagai cabang olahraga. Acara ini dibuka oleh staf Pengasuhan Santri, al-Ustadz Hendro Risbiyantoro, S.Pd.I.

Usai pertandingan, Nepura FC keluar sebagai juara divisi Sepakbola kelas A yang merupakan ajang pembuktian bagi para junior, dan Dharma Jaya FC menjadi juara untuk divisi Sepakbola kelas B (senior). Selain itu, dalam divisi Futsal, Futsal Fan’s Club masih mendominasi kompetisi ini dengan keluar sebagai juara. Sedangkan Young Star BC memenangkan kompetisi pada divisi Bulu Tangkis. Sementara itu, juara divisi Bola Basket diraih New Lakers BBA. Adapun pembagian hadiah untuk masing-masing pemenang diberikan langsung al-Ustadz Azhar Amir Zain tepat usai partai final sepakbola pada sore hari jum’at menjelang maghrib di lapangan hijau PMDG. elfah

LAZISWAF ISID Sumbang Beasiswa untuk 2 Santri Gontor

2
K.H. Masyhudi Subari nampak sedang berfoto bersama dengan kedua penerima beasiswa LAZISWAF.
K.H. Masyhudi Subari menyerahkan beasiswa dari LAZISWAF ISID.

DARUSSALAM–Tahun ini, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) telah menerima beasiswa untuk 2 orang siswanya, Syarif Hidayatullah dari Kelas 3-D, dan Muhammad Zainur Rohman dari Kelas 3 Intensif C. Beasiswa yang bersumber dari Lembaga Amil Zakat Infak Shadaqah dan Wakaf (LAZISWAF) Institut Studi Islam Darussalam (ISID) ini berjumlah Rp 3.060.000,00 untuk tiap orang, yang kemudian dialokasikan untuk biaya sekolahnya, yaitu setara dengan biaya satu semester.

Penyerahan beasiswa yang dilaksanakan pada Kamis (30/10) lalu, secara simbolis, telah dilakukan oleh Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), K.H. Masyhudi Subari, M.A., di Kantor KMI Saudi. “Jadikanlah ini sebuah motivasi untuk selalu meningkatkan prestasimu,” ujar Direktur KMI yang sekaligus merupakan salah satu anggota Badan Wakaf PMDG, pasca penyerahan beasiswa.

Adapun pertimbangan yang digunakan untuk menentukan penerima beasiswa terhadap dua orang siswa ini, selain karena masalah ekonomi keluarga, juga karena beberapa prestasi yang telah dicapai, salah satunya adalah prestasi dalam bidang akademik. Sehingga, dengan adanya bantuan ini, mereka tetap mampu bersaing untuk meningkatkan prestasi belajar di samping keterbatasan yang mereka miliki. sazza

Pelangi VI: Kontingen Gontor Pusat Raih Juara Umum, Gontor 2 Juara Favorit

1
Kontingen Gontor Pusat Juara Umum Pelagi VI
Kontingen Gontor Pusat Juara Umum Pelangi VI

BANTEN–Bersaing dengan puluhan kontingen pramuka dari sejumlah pondok pesantren se-Jawa Barat, meliputi daerah Banten, Jabotabek, dan juga daerah Sumatera, kontingen pramuka dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berhasil meraih prestasi tertinggi di Perkemahan La Tansa Gali Inovasi (Pelangi) VI. Pada pesta perkemahan penggalang dan penegak yang digelar di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren La Tansa ini, kontingen pramuka Gontor Pusat mampu menyabet gelar Juara Umum. Sedangkan kontingen pramuka dari Gontor 2 berprestasi membawa pulang tropi Juara Favorit.

Selama penyelenggaraan acara, Sabtu–Rabu, 26–30 Oktober 2013, kontingen pramuka dari Gontor bersaing ketat dengan kontingen pramuka dari Pondok Pesantren Modern Al-Mizan. Namun pada akhirnya, Al-Mizan harus mengakui keunggulan pesaing berat mereka dari Gontor. Kontingen Gontor mampu mendominasi sebagian besar jenis perlombaan dari setiap kategori yang ada, meliputi keterampilan dan ketangkasan, mental dan spiritual, serta kategori pengetahuan, seni, dan budaya.

Dari pasukan penggalang, kontingen Gontor Pusat meraih Juara I, disusul kontingen pramuka Al-Mizan dan kontingen Gontor 2 sebagai Juara II dan Juara III. Pramuka penegak dari kontingen Gontor Pusat juga sukses menjadi juara, mengungguli kontingen dari Gontor 2, yang hanya mampu meraih Juara II, dan kontingen Al-Mizan, yang harus puas sebagai Juara III. Dengan hasil ini, Gontor Pusat berhak mendapatkan predikat Juara Umum, dan gelar Juara Favorit berhasil diraih kontingen Gontor 2. shah wa

Setelah Wilangan, Gontor Kembali Berkemah di Pijeran

0
Pelepasan Perkajum ke Pijeran
Pelepasan Perkajum ke Pijeran

GONTOR–Koordinator Gerakan Pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor kembali mengadakan Perkemahan Kamis-Jum‘at (Perkajum) bagi siswa Kelas 1–4 Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI). Sebanyak 653 orang peserta Perkajum berangkat ke bumi perkemahan yang berlokasi di Desa Pijeran, Siman, Ponorogo, pada Kamis (31/10) siang, setelah mengikuti upacara pelepasan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Kegiatan Perkajum di Desa Pijeran ini merupakan perkemahan yang kedua kalinya setelah Perkajum perdana tahun ini, seminggu yang lalu, Kamis–Jum‘at, 24–25 Oktober 2013, di Desa Wilangan, Slahung, Ponorogo. Di samping bertujuan mendidik para siswa dalam berbagai keterampilan, disiplin, kepercayaan pada diri sendiri, saling menolong, dan lain sebagainya, Perkajum ini kembali diadakan untuk pemerataan kesempatan berkemah bagi siswa-siswa KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. Sekaligus, sebagai sarana berdakwah menyiarkan nilai-nilai Gontor kepada masyarakat sekitar. shah wa

Siswa Akhir KMI Kejar Wawasan Keislaman dengan Diskusi Umum

0
Diskusi Umum Kelas 6 KMI di BPPM
Diskusi Umum Kelas 6 KMI di BPPM

Darussalam–Diskusi Umum Siswa Akhir KMI tahun ini membahas masalah “Orientalisme dan Al Qur’an”. Di samping sebagai kegiatan tahunan Pondok, kegiatan ini memiliki misi untuk meningkatkan dan mengembangkan wawasan siswa tentang keislaman. “Kami sengaja memilih judul ini, untuk menyesuaikan dengan nama kelas enam sekarang “Smart Generation”, sebagai generasi yang pintar, agar mereka memahami problem-problem yang sekarang dihadapi umat Islam”, tutur Ustadz Saibani selaku pembimbing siswa akhir.

Beberapa siswa yang ditunjuk sebagai moderator dan pemakalah, sudah melakukan persiapan beberapa hari sebelum acara. Adalah Amir (6B) selaku pemakalah dan Yusron (6F) selaku moderator. Pemakalah harus mempersiapkan materi dan mengajukannya kepada Ustadz Hasib Amrullah selaku pembimbing Diskusi Umum. Setelah itu dilanjutkan dengan pelatihan diskusi dari penyampaian materi oleh pemakalah dan ketegasan moderator dalam mengatur jalannya acara hingga mereka tidak awam”, tutur pria yang sekarang di staff KMI.

Acara yang berlangsung di Aula BPPM ini melibatkan seluruh siswa akhir dan para pembimbing. “Melihat materi yang dibahas, mereka masih harus tetap diawasi agar tidak sampai salah pengertian dalam pembahasan”, tukas pria asal Magelang itu. Diawali dengan sambutan dan penjelasan singkat dari Ustadz Hasib Amrullah tentang “Orientalisme” sehingga para peserta diskusi bisa menggambarkan maksud dan tujuan dari materi yang dibahas.

Jalannya Diskusi Umum tidak lepas dari pantauan staff Forum Pengembangan Potensi dan Wawasan Santri (FP2WS). Sebagai staff yang menangani kegiatan diskusi siswa akhir, mereka bertanggung jawab atas kelancaran diskusi yang akan diadakan setiap malam Muhadlarah kedepannya.

Harapan setelah diadakannya acara ini, seluruh siswa akhir mulai mengetahui tata cara pelaksanaan diskusi yang baik dan benar, sehingga jalannya diskusi tidak keluar dari aturan yang ada. toms

 

Pekan ini, Mahasiswa dan Mahasiswi ISID Hadapi UTS

4
Pembukaan UTS Semester Ganjil 2013
H. Mulyono Jamal, M.A. Wakil Rektor II ISID membuka UTS Ganjil di Kampus Robitoh, Sabtu (26/10) lalu.

GONTOR – Mulai Sabtu (26/10) hingga Kamis (31/10), seluruh mahasiswa dan mahasiswi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) di Kampus Robitoh (Gontor), Kampus Kediri, Kampus Mantingan, Kampus Kandangan dan Kampus Magelang, menjalani masa Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil periode 1434-1435/2013-2014, adapun Kampus ISID Siman, UTS baru mulai dilaksanakan pada Rabu (30/10).

Khusus di Kampus Robitoh, ujian yang dilangsungkan di Gedung Robitoh Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat ini, diikuti oleh 423 orang peserta ujian. Guna kemudahan, seluruh peserta ujian dibagi dalam 11 unit ruangan, kurang lebih tiap ruangan diisi hingga 48 orang peserta ujian.

Selain itu, UTS (Kampus Robitoh) yang tahun ini diketuai oleh Ustadz Eko Nur Cahyo, M.A. dan Ustadz H. Muhammad Nur, Lc, mencanangkan untuk memperketat pelaksanaan beberapa displin dalam UTS. Diantaranya adalah dengan memajukan waktu bel 5 menit, guna mempercepat gerakan tabkir para peserta ujian. binhadjid

Kasyfu al-Mu’jam Ukur Kemampuan Sharf Siswa Akhir KMI

0

Kasyfu al-Mu’jam Ukur Kemampuan Sharf Siswa Kelas Akhir KMIDARUSSALAM – Tidak terasa aktivitas belajar mengajar di Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) sudah berjalan selama 2 bulan. Tepatnya, pada Senin (28/10) malam, siswa kelas 6 KMI berbondong-bondong menuju kelas di gedung Yaqdzah. Tujuannya tidak lain adalah untuk memperdalam kemampuan ilmu Sharf dengan kegiatan Kasyfu al-Mu’jam.

Adapun tujuannya adalah melatih para siswa dalam menggunakan Kamus Munjid dan Kamus al-Mu’jam al-Mufahras, sekaligus mengukur pengetahuan ilmu Sharf mereka. Setiap siswa diminta untuk mencari arti dari sebuah kosakata bahasa Arab di kamus Munjid dan Kamus al-Mu’jam al-Mufahras. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari dengan bimbingan dari guru-guru senior, wali kelas, dan guru-guru baru. Acara terhitung mulai hari Senin, 23–25 Dzulhijjah 1434/28–30 Oktober 2013.

Kegiatan Kasyfu al-Mu’jam tediri dari dua sesi. Pada dua hari pertama, Senin dan Selasa, para siswa menggunakan Kamus Munjid sebagai rujukan, kemudian menggunakan Kamus al-Mu’jam al-Mufahras di hari ketiganya. Ke depannya akan datang Usbu’u al-Ikhtibar, al-Imtihanu Lidarsi al- Masa’i, dan rentetan ujian lainnya yang menandakan bahwa Pondok memasuki penghujung tahun ajaran semester pertama. irba