K.H. Hasan Abdullah Sahal bermain gitar mengawali Mahadasa Show yang dilaksanakan Jumat (4/10) malam di BPPM.
DARUSSALAM – Tepat pada Jum’at (4/10/13), panggung pentas Mahasiswa Pondok Modern Darussalam Gontor, Mahadasa Show sukses digelar. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) ini merupakan kegiatan tahunan PMDG yang ditujukan untuk menggali potensi diri para mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam (ISID), khususnya dalam bidang seni musik. Adapun panitia pelaksana acara ini adalah jajaran guru tahun ke-3 dengan jumlah 60 orang, yang diketuai oleh Garaudi Al Mujahid, Andris Saiful Muslim, dan Febri Ramadhan.
Petikan gitar nan diiringi suara yang merdu, dibawakan oleh Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, sebagai simbol pembukaan acara ini. “Ternyata, santri dan mahasiswa di Gontor juga main musik, bahkan Pak Kyai pun juga, betul-betul modern, Masya Allah”, ucap salah seorang hadirin dari jajaran wali santri yang turut menyaksikan jalannya acara.
Dengan bermotokan “Menembus Imajinasi Dengan Musik Berkualitas Bernuansakan Islami”, serta background yang dikonsep bolak-balik rangkap tiga, MAHADASA SHOW pada tahun 2013 ini, mampu mencuri hati para pemirsa, dan mengajak mereka untuk senantiasa menyadari, bahwa, nilai-nilai Keislaman harus tetap ada dalam segala hal. We Are Musician, But We Are Moslem. sazza
Mahakarya seni akbar Panggung Gembira Smart Generation mampu melukiskan malam itu dengan penampilan-penampilan yang dikolaborasikan dan dikemas dalam sebuah tema “Dengan Peradaban Gontori Mencetak Kader Umat dan Mengislamkan Dunia”. Kemegahan panggung dan acara yang elegan, membuat para penonton menancapkan pandangan mereka pada kreasi-kreasi yang ditampilkan oleh seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. “Presiden, Gubernur, Bupati, tidak akan bisa membuat acara ini, tapi anak Gontor mampu dan bisa”, tutur KH. Hasan Abdullah Sahal dalam sambutan pembukaan Panggung Gembira.
Cuaca yang mendukung menambah semangat para pemain untuk meningkatkan perform mereka diatas panggung. Berbagai tari-tarian, drama, dan paduan suara ditampilkan dengan maksimal diatas panggung seluas 6 meter itu. “Tahun ini panggung yang biasanya seluas 8 meter dikurangi menjadi 6 meter, hal tersebut melihat siswa-siswa yang tampil di tahun-tahun sebelumnya belum dapat memanfaatkan panggung secara maksimal” tutur Azhar Amir selaku pembimbing kelas enam.
Acara yang menjadi puncak dari Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy ini menelan dana ±300 juta rupiah. Dana tersebut terkumpul dari tiap personil kelas enam, beberapa sponsor, dan proposal yang dicari oleh beberapa siswa. “Namun sampai saat ini dana yang sudah dikeluarkan baru ±27 juta”, tutur Fakih Nizom selaku bendahara Panggung Gembira.
Hal terbaru dalam Panggung Gembira tahun ini antara lain penggunaan sound system yang menjadi produk sendiri, tanpa harus meminjam dari luar. “Pondok ini harus terus belajar mandiri, maka untuk acara Drama Arena dan Panggung Gembira harus sudah bisa menggunakan sound milik pondok, tidak lagi meminjam luar” tutur KH. Hasan Abdullah Sahal. Setelah hal tersebut diterapkan, hasilnya sangatlah memuaskan, dilihat dari nilai sound system Drama Arena dan Panggung Gembira tahun ini mendapat sepuluh.
Memasuki evaluasi, Panggung Gembira tahun ini mendapat nilai 9,5. Masih ada beberapa kekurangan disetiap acara, antara lain yang menjadi perhatian juri adalah masalah waktu yang terlalu lama, sehingga membuat penonton bosan, kurangnya pemanfaatan fasilitas di atas panggung, acara yang masih jauh dari tema PG sendiri, dan banyaknya tarian-tarian yang masih mendominasi. “Tapi satu hal yang membuat PG tahun ini mahal, yaitu selesai diwaktu yang tepat, tidak kurang dan tidak lebih”, tutur KH. Hasan Abdullah Sahal diakhir evaluasi. toms
KEDIRI–Bersamaan dengan Pagelaran Apresiasi Seni Panggung Gembira (PG) di Gontor Pusat, Sabtu (5/10) lalu, salah satu cabang Pondok Modern Darussalam Gontor yang berlokasi di Sumbercangkring, Gurah, Kediri, Pondok Modern “Darul Ma‘rifat” Gontor 3, juga menggelar acara yang sama. Pagelaran seni yang diselenggarakan seluruh siswa Kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor 3 ini berlangsung di halaman Gedung Syria. Dengan background megah tiga dimensi yang dilengkapi gemerlap warna-warni cahaya lampu panggung, para siswa Kelas 6 tampil memukau dengan segala bakat yang mereka miliki. Penampilan yang spektakuler, tidak kalah dengan pertunjukan teman-teman seangkatan mereka di PG Gontor Pusat pada malam itu juga.
Tidak jauh berbeda dengan PG-nya, Drama Arena (DA) yang dilaksanakan siswa Kelas 5 dua hari sebelumnya, Kamis (3/10) malam, juga mempertunjukkan berbagai penampilan kreativitas seni siswa yang secara khusus dipersembahkan siswa-siswa Kelas 5 KMI. Acara berlangsung di tempat yang sama dengan background tiga dimensi yang tak kalah megahnya, dengan nuansa hijau yang sangat kentara. Di bawah kerlap-kerlip cahaya lampu, mereka tampil ceria dan penuh semangat serta kegembiraan yang mampu membuat para hadirin tidak beranjak dari tempat duduk.
Drama Arena Siswa Kelas 5 KMI Gontor 3
Seiring dengan terlaksananya kedua pagelaran seni ini, Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA) di Gontor 3 pun telah berakhir karena kaduanya merupakan acara terakhir dari rentetan acara PKA. Maka, para santri dan guru mulai memusatkan perhatian mereka pada pelaksanaan program-program pondok setahun ke depan, terutama di bidang pendidikan dan pengajaran. Melihat kesuksesan PKA beserta acara-acara di dalamnya, terutama pada penyelenggaran DA dan PG dengan segala kebersamaan dan nilai-nilai pendidikannya, Gontor 3 optimis menghadapi program-program pondok selanjutnya. shah wa
MAGELANG–Pondok Modern “Darul Qiyam” Gontor 6 sukses menggelar Pagelaran Apresiasi Seni Panggung Gembira (PG) 688 sebagai acara puncak Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy. Acara yang dihelat pada Kamis (3/10) malam tersebut bertemakan “Cerdas Membangun Bangsa Bernafaskan Karakter Islami”. Dengan ini, minat dan bakat santri tersalurkan dengan baik untuk mengembangkan diri agar siap terjun di masyarakat kelak sesuai dengan tema yang diusung.
Pagelaran seni yang berlangsung di Lapangan Hijau Pondok Modern “Darul Qiyam” Gontor 6 ini dilaksanakan segenap siswa Kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor 6 yang berjumlah 104 orang. Dengan dibantu sejumlah siswa dari Kelas 1–4 KMI, acara berjalan lancar dan meriah selaras dengan panggung dan background PG nan megah.
Drama Arena Gontor 6 Magelang
Demikian pula halnya dengan Pagelaran Seni Drama Arena 588 yang dipanitiai siswa Kelas 5 KMI Gontor 6 dua hari sebelumnya, Selasa (1/10) malam. Acara ini berlangsung di tempat yang sama, di Lapangan Hijau Pondok Modern “Darul Qiyam” Gontor 6. Seluruh siswa Kelas 5 KMI Gontor 6 yang jumlahnya mencapai 199 orang terlibat menyukseskan acara ini. Drama Arena yang mengusung tema “Bersama Tingkatkan Diri, Bersama Meraih Mimpi, Bersama Menggapai Ridha Ilahi” ini mampu menghibur santri se-Darul Qiyam, para guru, dan masyarakat sekitar. sekpeng_g6
KENDARI–Menutup rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, Pondok Modern Gontor 7 “Riyadhatul Mujahidin” yang berlokasi di Kendari menghelat Pagelaran Apresiasi Seni Arena Gembira, sebuah acara spektakuler sekelas Drama Arena dan Panggung Gembira, Selasa (1/10) malam. Pagelaran seni yang terselenggara atas kerjasama antarsiswa Kelas 5 dan Kelas 6 ini bertajuk “Dengan Semangat Juang Santri, Kita Optimalkan Potensi, Menuju Peradaban Islami”.
Acara ini dilaksanakan di dalam Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Gontor 7, dihadiri lebih dari 700 orang tamu undangan. Sejumlah tokoh masyarakat beserta para anggota majlis ta’lim sekitar pondok juga turut menghadiri acara ini. Tidak ketinggalan, para anggota Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Kendari dan sejumlah wali santri juga hadir menyaksikan hasil kreativitas santri-santri Pondok Modern Gontor 7.
Acara yang berlangsung dikemas secara atraktif, komunikatif, dinamis, dan penuh dengan nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan Pondok Modern Darussalam Gontor kepada santri-santrinya. Akhirnya, Wakil Pengasuh Pondok Modern Gontor 7, H. Heru Wahyudi, S.Ag., memberikan apresiasi atas penampilan segenap santrinya dengan nilai 9,5 di penghujung acara. Pada kesempatan ini, beliau juga mengungkapkan bahwa potensi siswa-siswa Kelas 5 dan Kelas 6 dengan sengaja dibentuk sebagai motivasi untuk penyelenggaraan acara-acara yang akan datang, agar menjadi lebih baik dari tahun ini. sekpeng_g7
MANTINGAN–Menjelang pembukaan Pagelaran Apresiasi Seni Panggung Gembira (PG) di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, senandung lagu “Ayah” yang pernah dipopulerkan oleh Rinto Harahap membahana menyihir seluruh hadirin yang memadati Auditorium Gontor Putri 1 pada Ahad (6/10) malam. Tidak ada yang istimewa dengan lirik lagu yang dinyanyikan, akan tetapi, keistimewaan itu tercipta ketika mengetahui siapa yang menyanyikannya. “Malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu berjudul “Ayah” untuk saya persembahkan kepada siapa yang berulang tahun hari ini,” ucap K.H. Hasan Abdullah Sahal selepas memberi sambutan. Di tengah-tengah beliau menyanyi, Nava, putri beliau, berjalan naik ke atas panggung menghampiri beliau dengan membawa karangan bunga mawar merah di tangan kanannya. Para hadirin seketika terkesima saat beliau menerima karangan bunga tersebut dan mengajak Nava bernyanyi bersama beliau. Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai terdengar memenuhi seluruh penjuru Auditorium.
Ternyata, lagu “Ayah” yang dinyanyikan K.H. Hasan Abdullah Sahal tersebut merupakan hadiah persembahan beliau untuk sang putri tercinta, yang kebetulan berulang tahun pada hari itu. Hari yang sungguh sangat istimewa, karena pada malam hari itu pulalah Nava dan teman-temannya dari segenap siswi Kelas 6 KMI Gontor Putri 1 menggelar Pagelaran Apresiasi Seni PG.
K.H. Hasan Abdullah Sahal menyanyikan lagu “Ayah” bersama sang putri tercinta.
Pada kesempatan emas inilah Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyanyikan lagu “Ayah” sekaligus membuka acara hasil kreativitas siswi Kelas 6 KMI Gontor Putri 1 tersebut. Selanjutnya, acara berjalan sangat meriah dan menakjubkan mengiringi kebahagiaan Nava dan teman-temannya yang kini sudah duduk di Kelas 6, dan berhasil menyelenggarakan PG yang sudah lama mereka tunggu-tunggu sejak di bangku Kelas 1 KMI.
Kreativitas Siswi Kelas 5 dalam Drama Arena
Beberapa hari sebelum penyelenggaraan Pagelaran Apresiasi Seni PG, tepatnya pada Kamis (3/10) malam, segenap siswi Kelas 5 KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 mengawali kreativitas kakak kelas mereka melalui penampilan spektakuler Drama Arena. Seperti dua tahun sebelumnya, Drama Arena kali ini kembali dilaksanakan secara outdoor di depan Auditorium Gontor Putri 1.
Drama Arena pada tahun ini membawakan tema tentang kemerdekaan Indonesia. Hal ini terlihat pada setiap penampilan yang menunjukkan berbagai macam kebudayaan dan keunikan yang dimiliki Tanah Air tercinta, Indonesia. Grand Opening, Choir, Tarian Daerah, Drama, dan beberapa penampilan lainnya disajikan dengan rapi dan mengesankan. Kreativitas para siswi dalam setiap penampilan tersebut memperlihatkan nilai-nilai pendidikan dari sebuah pagelaran seni yang dirangkai secara apik dan menarik.
Penampilan Drama Arena Gontor Putri 1
Dalam pidatonya, Wakil Direktur KMI Gontor Putri 1, H. Ahmad Suharto, M.Ag. mengatakan, “Menyaksikan Drama Arena berarti menyaksikan proses pendidikan yang ada di pondok ini.” Maka melalui Drama Arena ini, diharapkan para siswi Kelas 5 KMI Gontor Putri 1 yang jumlahnya mencapai 600 orang tersebut mampu memaksimalkan bakat dan kemampuan mereka untuk menjadi teladan bagi segenap santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1. irba
Sebagai sarana pendidikan dan pengajaran milik umat, Gontor selalu berbenah diri untuk mempertahankan loyalitas estafet kepondokmodernan sehingga tidak sedikitpun dari nilai, jiwa dan filsafat hidup pondok terputus atau tidak tersalurkan kepada kader-kader penerus perjuangan Gontor. Maka,upaya penanaman dan penjiwaan terhadap nilai, jiwa dan filsafat hidup pondok bagi seluruh penghuninya menjadi sangat penting, karena tata kehidupan Gontor di gerakkan dan diwarnai oleh nilai-nilai tersebut.
Berbekal 14 tahun berdiri sebagai tempat pengenalan, pembinaan dan pembekalan calon pelajar Gontor Putri, kini saatnya Gontor Putri 2 berdiri dan memulai sejarah baru menjadi cabang KMI Gontor Putri yang akan dijadikan sebagai contoh dan tolak ukur menuju Gontor Putri yang Ideal, sehingga santriwati-santriwati yang dipindah dari Gontor Putri 1 & 3 (Kamis, 29/8) merupakan anak-anak kelas atas dan pilihan. Mereka disebar dalam 5 rayon dan 52 kelas.
Dengan jumlah 799 orang santriwati pilihan ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur lingkungan serta mekanisme pendidikan elite muslimah Gontori yang sarat akan nilai, jiwa dan filsafat hidup pondok Modern Darussalam Gontor.
Guru pembimbing Konsulat Priangan memberikan pengarahan kepada anggota konsulat.
DARUSSALAM – Perkumpulan Konsulat merupakan suatu kegiatan rutinitas di Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara ini dilaksanakan sebulan sekali tepatnya pada Jum’at malam. Akan tetapi berhubungan dengan acara pondok yang sangat padat, maka staf Pengasuhan Santri mengambil inisiatif untuk mengadakan perkumpulan konsulat perdana pada pertengahan tahun ini, pada Ahad (6/10) malam.
Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim dan persaudaraan antara anggota konsulat yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor, dan juga agar setiap anggota saling mengenal satu sama lain, hal ini sesuai dengan Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor yang ke-4, yaitu “Ukhuwah Islamiyah“.
Pada perkumpulan konsulat ini, anggota setiap konsulat membahas program kerja mereka yang akan datang, evaluasi, dan sedikit arahan dari guru pembimbing. Adapun jumlah konsulat yang ada sekarang adalah sebanyak 37 konsulat. Dan tempat – tempat yang digunakan untuk perkumpulan meliputi Gedung Yaqdzah, Rabithah, Saudi 6, Satelit, BPPM, dan Masjid Jami’. ikami86
Al-Ustadz Drs.H. Sutrisno Ahmad Memberikan Sambutan pada Pembukaan KMD
GONTOR – “Al-ma’hadu laa yanaamu abadan” , begitulah semboyan yang selalu dikumandangkan di Pondok Modern Darussalam Gontor kepada seluruh santri-santrinya. Setelah beberapa rentetan acara besar, mulai dari Drama Arena yang dipertunjukan oleh siswa Kelas 5 KMI, disambung dengan Mahadasa Show yang dipanitiai oleh para mahasiswa semester 5, dan ditutup oleh Pagelaran Seni Akbar Panggung Gembira siswa-siswa Kelas 6. Sehari setelah acara tersebut, tepatnya pada hari Ahad (6/10), Koordinator Gerakan Pramuka langsung mengadakan Pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi seluruh siswa Kelas 5 KMI.
Acara pembukaan tersebut diadakan di Aula Rabithah, dengan diikuti oleh seluruh siswa Kelas 5 yang berjumlah 686 orang dan 15 orang siswa Kelas 6 yang belum pernah mengikuti KMD. Seluruh pelatih dari dalam dan luar pondok mengikuti acara pembukaan tersebut, termasuk di dalamnya Kwarcab Ponorogo yaitu Ka’ Sumadi Harsono, sekaligus membuka acara KMD yang akan dilaksanakan di Pondok Gontor 2 itu. Adapun panitia KMD tahun ini adalah para siswa Kelas 6 dari bagian Koordinator Gerakan Pramuka yang seluruhnya berjumlah 81 orang dan dibantu oleh 20 orang fulltimer dari guru pembimbing.
KMD pada tahun ini akan diadakan mulai pada hari Ahad – Sabtu (1-7 Dzulhijjah 1434/6 – 12 Oktober 2013). Sementara tema yang diusung KMD pada tahun ini adalah “Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Membentuk Karakter Pemimpin Umat”. brahma84
KANDANGAN – “Never Ending Movement towards the Best Generation of Gontor”. Inilah tema yang diusung Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 5 pada pagelaran seni bertajuk Mahakarya Seni Akbar Arena Gembira (AG) 5688. Acara hasil kolaborasi siswi Kelas 5 dan Kelas 6 Kulliyatu-l-Mua’allimat Al-Islamiyah (KMI) berlangsung pada Kamis (3/10) malam, bertempat di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 5. Pentas seni yang menyerupai Pagelaran Apresiasi Seni Panggung Gembira ini bertujuan membangun kebersamaan dan jiwa ukhuwah islamiyah yang erat di antara santriwati Kelas 5 dan Kelas 6.
Dengan tabuhan bedug yang diiringi takbir dan gelegar musik grand opening, acara ini dibuka Wakil Pengasuh Gontor Putri 5, H. Agus Mulyana, S.Ag. Pada tahun ini, AG Gontor Putri 5 menyuguhkan rangkaian acara menarik dan memukau, seperti choir, wayang effect, on the G-5 spot, excollaborative dance, ma’hadi voice, dan acara-acara kreatif lainnya. Penampilan siswi Kelas 5 dan 6 KMI Gontor Putri 5 tahun ini benar-benar memukau para penonton, hingga gemuruh tepuk tangan tak henti-hentinya mengiringi pertunjukan mereka. data_gp5