Home Blog Page 551

YPPWPM

0

Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) adalah lembaga yang bergerak dalam bidang penggalian dana, pemeliharaan, perluasan, dan pengembangan wakaf Pondok . Saat ini Pondok Modern telah memiliki tanah wakaf 1025 ha, dan berbagai macam usaha ekonomi produktif untuk menopang kemandirian Pondok. Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern adalah K.H. Imam Shobari, S.Ag.

Di antara unit usaha ekonomi produktif yang dikembangkan oleh YPPWPM adalah: pusat produksi (percetakan dan penerbitan buku, air minum kemasan, konveksi pakaian, pabrik roti, mie, sandal, tempe, tahu, selep, pabrik es), pertokoan (toko bahan bangunan, kelontong, kebutuhan konsumsi sehari-hari, alat-alat olah raga, buku bacaan dan pelajaran, apotik, foto copy, perkulakan sayur-sayuran, pemotongan ayam, kantin makanan dan minuman, pusat grosir), jasa (Wisma Darussalam, balai kesehatan, travel dan transportasi, wartel, dan computer centre), pertanian (ratusan hektar sawah), perkebunan (550 hektar kebun kelapa sawit, coklat dan merica), dan pengelolaan hutan (90.000 hektar), serta peternakan (penggemukan sapi dan sapi perah). Unit usaha ekonomi produktif ini selain didirikan di kampus pusat, juga dikembangkan di kampus-kampus cabang lainnya.

Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI)

4

KMI merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program akademis bagi santri Gontor pada jenjang pendidikan menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Lembaga ini dipimpin oleh seorang Direktur KMI yaitu K.H. Masyhudi Subari, M.A, yang dibantu seorang wakil yaitu Dr. H. Nurhadi Ihsan, MIRKH.

Lembaga yang yang didirikan pada tanggal 19 Desember 1936 ini merupakan lembaga pendidikan guru Islam yang mengutamakan pembentukan kepribadian dan sikap mental serta penanaman ilmu pengetahuan Islam.

a.      Program Pendidikan

Terdapat dua macam program yang ditempuh siswa di KMI: program reguler dan program intensif.  Program Reguler diperuntukkan bagi siswa lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtida’iyah, dengan masa belajar 6 tahun. Sedangkan Program Intensif diikuti oleh siswa-siswa lulusan SMP atau MTs dan di atasnya, dengan masa belajar 4 tahun.

b.      Kurikulum

Prinsip penyusunan kurikulum pengajaran di KMI adalah keseimbangan yang proporsional antara pengetahuan agama dan umum, serta integrasi antara intra, ekstra dan co-kurikuler.

c.       Kegiatan KMI

KMI mempunyai banyak kegiatan, ada yang bersifat mingguan, tengah tahunan, tahunan serta kegiatan co-kurikuler sebagai penunjang utama. Diantaranya adalah: pertemuan evaluasi kemisan guru; penataran guru; pembekalan dan penyiapan guru untuk menguasai materi yang diajarkan (ta’hil al mudarrisin); pengawasan dan evaluasi program belajar-mengajar; bimbingan belajar malam; ulangan umum dan ujian-ujian semester; kajian kitab turats; ujian praktek mengajar; praktek manasik haji; pelatihan membuka kamus-kamus; penulisan karya ilmiah; diskusi umum; rihlahilmiahiqtishadiyah, dan lain-lain.

d.      Fasilitas

Di antara fasilitas penunjang keberhasilan proses pembelajaran di KMI adalah: perpustakaan santri dan perpustakaan referensi untuk guru, laboratorium Fisika, Biologi, Komputer, dan Bahasa, perkantoran, ruang belajar yang representative, dan berbagai alat peraga pengajaran.

e.      Persamaan Ijazah KMI

Ijazah Kulliyatu-l-Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) telah mendapat persamaan dari Departemen Pendidikan Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 105/O/2000. Selain itu,juga telah mendapat pengakuan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. E.IV/PP.03.2/KEP/64/98 yang diperbaharui pada tahun 2009.

Namun, jauh hari sebelum memperoleh pengakuan dari Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama, Ijazah KMI telah diakui oleh berbagai lembaga pendidikan internasional, diantaranya:

1)      Unversitas Al-Azhar dan Perguruan Darul Ulum di Universitas Kairo Mesir.

2)      Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Quro Mekah, Saudi Arabia.

3)      International Islamic University Islamabad dan University of The Punjab Lahore, Pakistan.

4)      Aligarh Muslim University, India.

5)      International Islamic University Kuala Lumpur, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Malaya, Malaysia.

Pengasuhan Santri

8

Lembaga ini membidangi pendidikan dan pembimbingan santri secara keseluruhan yang mencakup pembinaan, penerapan disiplin, peningkatan ibadah, pembentukan mental dan karakter, hinga berbagai aktivitas ekstra kurikuler penunjang pendidikan. Lembaga yang langsung ditangani oleh Bapak Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A dan K.H. Hasan Abdullah Sahal, membawahi tiga organisasi santri:

  1. Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), yaitu organisasi siswa KMI yang terdiri dari 21 bagian.
  2. Koordinator Gugus Depan (Gudep) Pondok Modern Darussalam Gontor, yakni organisasi kepramukaan siswa KMI, dengan 8 andalan Gudep dan 10 Sub-Gudepnya.
  3. Dewan Mahasiswa (DEMA), yaitu organisasi untuk mahasiswa ISID dengan 9 departemennya.

The Performance of MBGND

1
Marching Band Gema Nada Darussalam
Salah satu penampilan Marching Band Gema Nada Darussalam

Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor mendidik para santrinya tidak saja di dalam kelas, melainkan melalui berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan santri di dalam kampus. Seluruh kegiatan santri selama perputaran waktu 24 jam disetting untuk kepentingan pendidikan. Sejak bangun pagi pada pukul 03.30 hingga waktu tidur pada pukul 21.30, berbagai macam aktivitas dijalankan santri. Dari sinilah lahir dinamika kehidupan kampus yang menjadi salah satu pilar pendidikan di Gontor.

Salah satu kegiatan santri di bidang seni yang cukup menarik dan banyak diminati adalah Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND). Melalui kegiatan ini para santri dilatih dan dibiasakan untuk memiliki karakter disiplin yang kuat, mampu bekerja secara team, menghargai orang lain, mengutkan ukhuwwah, dan tentu saja mempertajam jiwa seninya. AbuNuya

Kemenlu RI Lanjutkan Kerjasama dengan PMDG

0
Kunjungan Deplu
Firdaus Dahlan, Deputi Kemenlu RI berpose bersama Pimpinan PMDG

GONTOR – Guna melanjutkan kerjasama dengan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mengadakan kunjungan silaturahim dengan Pimpinan PMDG, Rabu (3/4) malam bertempat di kantor pimpinan. Kunjungan singkat ini ditujukan guna melanjutkan kerjasama dalam pengiriman utusan dari PMDG, untuk mengikuti program Kemenlu dalam ke luar negeri beberapa waktu mendatang.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Kemenlu guna memberikan kesempatan kepada para pelajar di Indonesia untuk bertukar pengalaman dengan para pelajar di luar negeri. Sebagai salah satu Pondok Pesantren terbesar di Indonesia, PMDG diberi kesempatan untuk mengirim utusannya guna mengikuti program ini. Tahun lalu, PMDG juga turut serta mengirim utusan dalam program Kemenlu ke Jepang yang pada saat itu diwakili oleh Zaki Mubarok (Alumni KMI 2011).binhadjid

PKU ISID Angkatan VI Akhiri Masa Studi

0
PKU Angkatan 6
Para peserta PKU berpose bersama Pimpinan PMDG

GONTOR – Usai menjalani berbagai macam kegiatan selama 6 bulan , peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) Angkatan IVmengakhiri program dengan bersilaturahim bersama di Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kamis (28/3) lalu. Sebelum berpamitan, para peserta PKU yang berjumlah 24 orang ini menyempatkan untuk mendengarkan pesan dan nasehat dari K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimipinan PMDG pada Rabu (27/3) malam sebelumnya.

Hingga saat ini, Program kerjasama antara Institut Studi Islam Darussalam (ISID) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini telah melahirkan 6 angkatan. Tiap-tiap angkatan terdiri dari 20 hingga 30 orang yang masing-masing merupakan utusan dari Pondok-Pondok Pesantren, Sekolah Tinggi hingga cabang-cabang MUI di seluruh Indonesia.

Selain itu, program yang terdiri dari bermacam-maca kegiatan ini bertujuan melahirkan ulama-ulama muda masa depan yang tahan terhadap terpaan perang pemikiran saat ini. Diantara kegiatan-kegiatan PKU adalah kuliah-kuliah intensif dari para dosen ISID dengan materi tentang pemikiran-pemikiran-pemikiran dalam theologi Islam.binhadjid

Nilai Ulangan Umum Akhir Tahun Meningkat

5
Ulangan Umum AKhir Tahun
Nampak para santri serius mengerjakan Ulangan Umum Akhir Tahun

GONTOR – Guna memantapkan persiapan para santri menjelang Ujian Akhir Tahun Kulliyyatu-l-Mu’allimina-l-Islamiyyah, seperti tahun-tahun sebelumnya Pondok Modern Darussalam Gontor melaksanakan Ulangan Umum Akhir Tahun. Ulangan yang dilaksanakan sejak Sabtu (30/3) hingga Rabu (3/4) menghasilkan nilai rata-rata keseluruhan yang cukup baik, yakni 5,45. Hasil ini dikatakan baik, melihat dari hasil Ulangan Umum Akhir Tahun 2012, yakni sebesar 5,43. Sehingga hasil ulangan umum kali ini mengalami peningkatan sebesar 0,02 atau 0,37 persen.

Peningkatan ini dikarenakan beberapa hal, diantaranya adalah kesadaran para anggota dalam belajar serta aktifnya pembinaan dari para wali kelas maupun asisten-asistennya.

Selain itu, dalam pelaksanaan Ulangan Umum Akhir Tahun ini, Ustadz Syafaatul Jamal selaku Ketua Panitia mengakui ada beberapa kendala yang ditemui dalam beberapa hal. Diantaranya adalah tidak validnya data yang masuk, terutama santri-santri yang baru dipindah dari Gontor 2 pada akhir tahun, adanya beberapa santri yang tidak mengikuti ulangan umum disebabkan masalah personal hingga karena masih melaksanakan ibadah umroh.Binhadjid

Fathul Kutub Tingkatkan Bahasa Kelas 5 KMI

1

DSC_0017Kampung Damai – Untuk meningkatkan skill bahasa kelas lima KMI, Pondok Modern Darussalam Gontor adakan program fathul kutub. Lagi, hal ini juga mengajarkan para siswa tentang ilmu pengetahuan yang ditinggalkan oleh para ulama yang terdahulu sebagai warisan yang tak ternilai harganya bagi generasi sesudahnya. Maka, sudah menjadi sunnah bagi seluruh siswa kelas lima dan kelas enam KMI untuk mengikuti program ini. Dalam program ini para siswa kelas lima dituntut untuk membahas 138 masalah tauhid, 95 masalah hadits, dan 157 masalah fiqh, dengan membuka kitab-kitab kuning yang disediakan. Setelah para siswa menemukan masalah yang akan dibahas, mereka harus menulisnya di buku tulis, kemudian didiskusikan bersama dengan anggota kelompok. Minimnya kosakata bahasa arab yang dimiliki dan tulisan arab yang gundul menjadi kendala untuk bisa membaca dan memahami permasalahan yang ada.  “Banyak kata-kata dan kalimat-kalimat baru, yang saya belum pernah dengar sebelumnya, sehingga menyulitkan kita untuk memahami permasalahan” ujar Akmal Izati salah satu siswa kelas lima asal Jakarta. Disamping itu Bapak Direktur juga menyatakan “hal yang lebih penting dari fathul kutub ini adalah melatih kemampuan berbahasa kelas lima”.

Acara yang dikoordinir oleh Al Ustadz Imam Iskarom, Lc, Al Ustadz Sunanto, S.Ag., Al Ustadz Hasib Amrullah, Al Ustadz Arif Irfanuddin, Lc., Al Ustadz Aris Hilmi Hulaimi, S.Pd.I., Al Ustadz Sunan Autad, dan Al Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc, berlangsung selama 5 hari, terhitung dari hari Sabtu (6/4) sampai hari Rabu (10/4). Seluruh siswa kelas lima dibagi menjadi 36 kelompok, yang setiap kelompoknya terdiri dari 15 sampai 16 siswa dari kelas yang berbeda-beda, dan setiap pembimbing memegang satu kelompok yang telah di tentukan oleh panitia.

Beberapa poin yang membedakan antara fathul kutub kelas lima dan kelas enam, diantaranya kitab yang digunakan pada kelas lima lebih terbatas dibandingkan kelas enam, kemudian isi kitab yang digunakan tidak terlalu membicarakan adanya perbedaan yang mencolok antara mazhab yang satu dengan yang lainnya, dan pembahasan masalah pada kelas lima hanya berkisar pada pemahaman masalah, bukan pada kebenaran hukum. toms

Senja di Kampung Damai

11
C360_2013-03-27-18-43-58_org-1
Senja di Pondok Modern Darussalam Gontor: Seluruh santri berada di masjid untuk membaca al-Qur’an menjelang maghrib. Ketenangan, kedamaian, kekhusu’an begitu terasa di saat-saat seperti ini.

Si Jago Merah lahap Pabrik Roti Pondok Modern Darussalam Gontor

0

DSC_0022 Gontor-Peristiwa kebakaran melanda pabrik roti Pondok Modern Darussalam Gontor tadi malam (6/4) pukul 21.30 malam. Api yang diduga karena arus pendek ini telah menghabisi seluruh ruangan pembuatan roti dan barang-barang para staf yang tinggal disana. Sebelum terjadi kebakaran, listrik sempat padam, kemudian salah satu staf sempat berteriak “kebakaran-kebakaran”, setelah dilihat, ternyata api menyala dengan cepat dari kamar staf dan menjalar ke seluruh ruangan. “Waktu itu sebagian staf sedang pada keluar, jadi tidak ada yang tinggal di kamar” ujar Baban salah satu guru Gontor yang bertugas di pabrik roti tersebut. Melihat besarnya api, hanya ada beberapa barang saja yang bisa diselamatkan antara lain, 1 unit mobil, 2 unit motor, dan pakaian yang masih dikenakan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kerugian yang ditaksir kurang lebih ratusan juta rupiah yang meliputi sarana dan prasarana milik pribadi dan pondok. “Apinya sudah menjalar dengan cepat ke seluruh ruangan, jadi sudah tidak mungkin lagi ada yang bisa diselamatkan” ujar guru kelahiran Bandung itu.

Dengan bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan tenaga para santri, api dapat dipadamkan pada pukul 00.30 malam. Akibat kebakaran ini, pembuatan roti akan dialokasikan ke pabrik es untuk sementara waktu, “alat pembuatan rotinya masih bisa digunakan, dan hari Rabu nanti insya allah sudah siap produksi lagi”, ucapnya. toms