Home Blog Page 550

Karantina Tingkatkan Kebersamaan dan Intensitas Belajar Siswa Akhir KMI 2013

0

Karantina Tingkatkan Kebersamaan dan Intensitas Belajar Siswa Akhir KMI 2013GONTOR – Sebagai pemusatan ruang lingkup belajar Siswa Akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dalam rangka menghadapi ujian akhir yang sudah di depan mata, pembimbing Siswa Akhir KMI 2013 bekerja sama dengan Pengasuhan Santri melaksanakan karantina di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Program tahunan ini ditujukan guna memudahkan kontrol bagi para pembimbing dan menciptakan lingkungan belajar kondusif Siswa Akhir KMI.

Melatih Kreasi dan Kreativitas, Koordinator Gelar Praktek Pengayaan Lapangan (PPL)

0

PPLFaishal Hamzah, santri kelas 4 KMI, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Layaknya kelas 4 pada umumnya, ia menjalankan kegiatan kepramukaan dengan baik. Satu hal yang membedakannya adalah, tepat pada Kamis (10/4), ia mendapat amanah untuk menjadi salah satu peserta dari 30 peserta Praktek Pengayaan Lapangan (PPL) Perdana. “saya dilatih bagaimana mencoba keberanian dalam menyampaikan kreasi di depan adika-adika, mampu berkreativitas dan dituntu agar mampu menyelesaikan tugas dengan segera”,tuturnya.

Merupakan kegiatan extrakulikuler, merujuk kepada ranah kepramukaan. PPL merupakan salah satu pendidikan kognitif di PMDG, dengan arti lain pendidikan yang memberi perhatian khusus kepada proses pemikiran seorang pelajar, seperti kemahiran berfikir secara kritis, kreatif dan memotivasi diri sendiri.

Dalam hal ini, Koordinator Gerakan Pramukalah sebagai tim penilai, bagaimana seorang peserta dikatakan lulus. Rutinias kepramukaan tahunan ini, diwajibkan bagi seluruh santri PMDG kelas 3 intensif dan kelas 4 KMI. Diselenggarakan dibeberapa sudut kampus PMDG.

Bagaimana PPL dikatakan sukses?, peserta dinyatakan sukses dalam PPL, apabila memenuhi aspek-aspek penilaian dewan juri, diantaranya; ketrampilan, kerapian, kreasi, penyampain materi, respon adika pramuka dan hasil karya. Berikut kategori penilaiannya:

  1. Nilai 1-80              : Tidak lulus;
  2. Nilai 85-160          : Lulus bersyarat dan;
  3. Nilai 165-240        : Lulus

Inilah Pramuka Gontor, media pelatihan dan pendidikan kepemimpinan,  kemasyarakatan, mental dan karakter. elfah

Siswa Akhir Penuhi Syarat Mengajar dengan ‘Tarbiyah Amaliyah’

0
Amaliyah perdana (2)
Nampak seorang siswa akhir KMI sedang melaksanakan ‘Tarbiyah Amaliyah’ Perdana yang dilaksanakan pada Selasa (6/4/2013) di Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor.

GONTOR – Sudah menjadi sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor bagi seluruh siswa akhir Kulliyyatu-l-Mu’alliminal-l-Islamiyyah (KMI) untuk mengikuti program Tarbiyah Amaliyah yang menjadi syarat mutlak untuk menjadi seorang pengajar. Setiap siswa diberi waktu kurang lebih 3 hari untuk membuat persiapan mengajar (I’dad) yang akan disampaikan saat mengajar. “Kami akan terus memberitahukan siapa saja yang akan mengajar setiap setelah sholat zuhur melewati bagian penerangan di Masjid” ucap al-Ustadz Zaki Mubarok selaku penanggung jawab Tarbiyah Amaliyah.

Program yang berjalan selama kurang lebih 1 bulan ini melibatkan seluruh guru tahun ke lima sampai guru senior untuk menjadi pembimbing. Setiap siswa yang akan menjalani amaliyah harus melaporkan persiapannya ke pembimbing senior untuk diperiksa. “Mereka harus mendatangi setiap pembimbingnya ditempat dan waktu yang sudah ditentukan untuk memberikan I’dad yang sudah mereka tulis untuk diperiksa” tutur staf KMI itu.

Panitia membagi seluruh siswa menjadi 46 kelompok dengan 15-16 anggota setiap kelompoknya. Setiap siswa yang sedang menjalani amaliyah akan disimak oleh teman-teman sekelompoknya guna mencari beberapa hal yang tak sesuai dengan buku pedoman selama mengajar. Hal ini mencakup beberapa hal, antara lain metode mengajar, materi yang disampaikan, keadaan guru, dan kecakapan guru.

Penguasaan materi dan bahasa yang kurang baik menjadi kendala yang biasa terjadi hal itu dikarenakan setiap pengajar harus bisa menggunakan bahasa dan istilah-istilah yang tepat untuk menyampaikan materinya. “Tidak semua kelas enam memiliki kemampuan berbahasa yang baik, sehingga kurangnya kosakata bahasa arab menjadi masalah besar buat mereka ketika mengajar, khususnya bagi mereka yang mendapat pelajaran bahasa arab” tuturnya.

Pelajaran yang digunakan untuk amaliyah ini antara lain Mutholaah, Muhadatsah, Tarjamah, Reading, Ushul Fiqh, Mahfudzot, Khot, dan Imla. Siswa harus siap untuk menerima pelajaran yang sudah ditentukan oleh panitia.

Melihat pentingnya program ini, siswa yang berhalangan harus seizin Bapak Direktur. “Kalau mereka dalam keadaan sakit yang parah, amaliyah mereka akan diakhirkan, sampai kondisinya membaik dan siap mengikuti, jadi tidak ada yang terlewat, karena ini salah satu syarat mereka untuk bisa lulus dari KMI” ucapnya dengan tegas. toms

Kampus Robithoh Sabet Juara Umum dan Favorit Olimpiade Ekonomi Syariah

0
Tim dari Gontor 1 dan Gontor 2 berpose bersama para dosen
Tim dari Gontor 1 dan Gontor 2 berpose bersama para dosen

GONTOR – Kampus Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Robithoh menjadikan Olimpiade Ekonomi Syari’ah tahun ini sebagai ajang pembuktian diri. Dalam gelaran tersebut, kampus ISID Robithoh yang diwakili oleh tim mahasiswa syariah dari Gontor 1 dan Gontor 2 berhasil mendapatkan juara umum dan juara favorit.

Predikat ini didapatkan setelah Gontor 1 berhasil memenangkan beberapa perlombaan, diantaranya juara 1 lomba debat, cerdas cermat hukum, firqotul mujtahidin dan lomba akutansi. Selain perlombaan-perlombaan tersebut, Gontor 1 juga meraih juara 3 untuk lomba cerdas cermat ekonomi. Sementara itu, Gontor 2 berhasil mendapatkan juara favorit setelah salah satu mahasiswanya, Adia Nugraha menjadi peserta terbaik dalam acara tersebut.

Acara yang dilaksanakan pada Kamis-Jumat (11-12/4/2013) tersebut, digelar di Kampus ISID Siman. Melibatkan 8 perlombaan dan ratusan peserta dari seluruh kampus ISID putra maupun putri.arbie

KMI Adakan Praktik Manasik Haji

0
Para santri sedang melaksanakan praktik manasik haji
Para santri sedang melaksanakan praktik manasik haji

GONTOR – Salah satu kurikulum pengajaran Kulliyyatu-l-Mu’allimina-l-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor adalah praktek manasik haji bagi santri kelas satu dan kelas satu intensif. Al-Ustadz Arif Irfanuddin, pembimbing kegiatan manasik ini mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendidik santri bagaimana melaksanakan ibadah haji sesuai tuntunan. Tak hanya diajarkan dalam kelas, materi haji ini juga harus dipraktekkan di luar kelas. Hal ini ditujukan agar materi tersebut benar-benar terpatri dalam ingatan santri.

Untuk menyamakan persepsi, para pengajar Fiqh kelas satu dan satu intensif mengadakan rapat koordinasi pada Rabu (3/4) lalu. Usai koordinasi, dilanjutkan dengan praktek bagi para pengajar pada Kamis (4/4) malam.

Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, dimulai pada Sabtu (6/4) dan berakhir pada Kamis (11/4). Demi ketertiban jalannya kegiatan ini, staf KMI telah mengatur jadwal bagi tiap-tiap kelas. Setiap hari, dua kelas dari kelas satu melaksanakan praktek manasik haji pada jam pelajaran pertama sampai jam pelajaran kedua. Dilanjutkan pada jam ketiga dan keempat oleh dua kelas dari kelas satu intensif. Demikianlah kegiatan ini berlangsung hingga hari keenam. Berurutan setiap kelas menurut abjadnya.Farouq

Pimpinan PMDG Resmikan Laziswaf ISID

2
Acara Launching Laziswaf ISID
Acara Launching Laziswaf ISID

GONTOR – Rabu (10/4) lalu, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal meresmikan Lembaga Zakat Infak Sedekah dan Wakaf (Laziswaf). Lembaga yang berdiri di bawah naungan Institut Studi Islam Darussalam (ISID) ini didirikan guna menghimpun dana Zakat Infak Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dari para muzakki lokal dan global. Selain itu juga sebagai sarana mengumpulkan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Hal ini berawal dari kepedulian salah seorang pimpinan ISID, yakni almarhum K.H. Imam Subakir Ahmad untuk menyalurkan ZISWAF di lingkungan kampus ISID. Dengan harapan dana tersebut dapat berperan dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran, khususnya bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan kuliah. Selaras dengan perjalanan waktu, gerakan yang telah dimulai tersebut diikuti oleh beberapa pimpinan dan dosen ISID. Jumlah dana ZIS yang dibayarkan melalui Laziswaf Gontor terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan besarnya potensi zakat di kalangan mahasiswa maupun jajaran dosen di ISID.binhadjid

Tamu dari Aljazair Kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor

0

GONTOR- Pondok Modern Darussalam Gontor kembali dikunjungi oleh tamu dari luar negeri. Adalah perwakilan dari Aljazair, sebuah negara yang terletak di pesisir laut tengah, Afrika Utara, yang pada kali ini mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dua orang yang merupakan Kepala Sekolah Tahfidz Qur’an di Aljazair, Al-Ustadz Yahya bin Isa dan Al-Ustadz Isa bin Qasim Ramadhan bersama seorang Dosen dari IIUM Malaysia, Al-Ustadz Soleh mengadakan kunjungan selama beberapa hari ke Pondok Modern Darussalam Gontor.

Mereka berharap, dengan adanya kunjungan ke Pondok Modern Darussalam Gontor, mereka dapat melihat, mengambil, dan memahami sistem dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan di Gontor.

DSC_0104
Tamu dari Aljazair Kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor

Adapun kunjungan mereka adalah selama 5 hari, dimulai dari hari Selasa (9/13) di kampus Gontor 1, dilanjutkan dengan kunjungan ke Gontor Putri 1, 2, dan 3 serta PLMPM. –Fei-

Graduate Music Festival Dilangsungkan di Komplek Al-Azhar

1
K.H. Hasan Abdullah Sahal turut meramaikan Graduate Music Festival
K.H. Hasan Abdullah Sahal turut meramaikan Graduate Music Festival

GONTOR – Graduate Music Festival yang dilaksanakan Jumat (5/4) lalu, berlangsung dengan semarak. Ajang pembuktian diri tiap angkatan guru Kulliyatu-l-Mu’allimina-l-Islamiyyah (KMI) dalam dunia musik ini untuk pertama kalinya digelar di depan Gedung Al-Azhar, Pondok Modern Darussalam Gontor. Pemindahan ini ditujukan guna menarik perhatian para santri dan juga para tamu yang memadati komplek Al-Azhar pada hari Jumat. Selain hal tersebut, tempat yang lama-di depan Gedung Asia-dapat menutup akses para santri yang hendak sarapan ke Dapur Umum.

Festival ini menampilkan 6 grup musik yang terdiri dari angkatan guru tahun pertama hingga tahun keenam. Selain itu, ada juga penampilan khusus dari al-Ustadz Alam Mahardika yang merupakan guru angkatan tahun ketujuh. Adapun pada akhir acara, keluar sebagai penampilan terbaik, adalah guru angkatan tahun kelima yang dikomandoi oleh vokalis al-Ustadz Iqbal Vickry dan al-Ustadz Niam.

Ahmad Fauzi, ketua panitia Graduate Music Festival mengaku bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama dan etos kerja dari guru angkatan tahun pertama di bawah arahan staf Dewan Mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam Kampus Robitoh. “Meski lancar, masih ada saja beberapa kekurangan. Salah satunya adalah masalah sound system,” tutur Fauzi.Binhadjid

Mendidik Calon Mujahidah

11
Pasukan pengibar bendera merah putih
Pasukan pengibar bendera merah putih pada acara Apel Tahunan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1

Pada setiap awal tahun ajaran baru, Pondok Modern Darussalam Gontor selalu mengadakan kegiatan Usbu’utta’aruf (Pekan Perkenalan). Tidak hanya di Gontor pusat, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di seluruh Gontor Cabang, baik putra maupun putri. Program ini dimaksudkan untuk mengenalkan A sampai Z tentang kepondokmodernan kepada seluruh keluarga pondok (kyai, ustadz, dan tentu saja santri). Begitu pentingnya arti kegiatan ini, hingga mengharuskan pimpinan pondok untuk mengerahkan segala daya dan upayanya demi tercapainya tujuan program ini, yaitu share of value dalam rangka membangun integritas santri, guru, dan kyai terhadap nilai, jiwa, filsafat hidup, idealisme, dan sistem Gontor.

Salah satu kegiatan penting dalam Pekan Perkenalan adalah Apel Tahunan. Dalam apel ini, seluruh elemen pesantren berkumpul di lapangan dengan tertib. Melalui Apel Tahunan, santri (khususnya santri baru) mendapatkan gambaran umum tentang pesantrennya. Segala dinamika kehidupan kampus dikemas melalui penampilan-penampilan yang atraktif, kreatif, dan edukatif. Salah satunya adalah pengibaran bendera merah putih yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi personilnya. Sebagaimana Paskibra dalam upacara detik-detik proklamasi, pasukan pengibar bendera dalam Apel Tahunan di Gontor adalah santri/santriwati pilihan. Mereka harus memiliki fisik yang prima, mental yang kuat, teamwork capability, berdisiplin, dan leadership skill mumpuni. Spesifikasi inilah yang pada gilirannya nanti akan menjadikan mereka sebagai seorang mujahidah yang mau berjuang dan memperjuangkan, dan menjadi faktor X kesuksesan para imamnya. AbuNuya

PLMPM

0

Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) merupakan lembaga pelatihan manajemen kewiraswastaan dan pengembangan masyarakat, dipersiapkan untuk membekali para alumni KMI Gontor yang ingin langsung terjun ke masyarakat. PLMPM bertempat di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantinagan, Kabupaten Ngawi. Kantor dan Kampus PLMPM berada di atas tanah wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. Lembaga yang didirikan pada tahun 1988 ini dipimpin oleh seorang Direktur PLMPM.