GONTOR — Suasana khidmat menyelimuti Auditorium Robitoh, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Rabu (5/11) pagi. Sebanyak 136 guru Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) penerima beasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir, gelombang VII dan VIII resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke Negeri Piramida itu.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan PMDG, K.H. Akrim Mariyat, M.A., menyampaikan pesan mendalam kepada para penerima yang akan berangkat. “Setelah menunggu lama, dengan harap-harap cemas, saya pun dulu pernah merasakannya. Betul-betul kita terima apa yang Allah berikan kepada kita,” ujar beliau di hadapan para hadirin.

Kiai Akrim menekankan pentingnya kesabaran, militansi, dan keberanian dalam menghadapi kehidupan di negeri orang. “Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja,” tutur beliau.
Kiai Akrim juga berpesan agar para penerima beasiswa tidak hanya mencari ilmu, tetapi juga memperkaya diri dengan pengalaman. “Hidup ini adalah pendidikan. Life is education, education is life,” tambah beliau.

Selain menegaskan pentingnya niat dan keikhlasan, beliau mengingatkan santri untuk mampu beradaptasi dengan budaya Mesir. “Jangan hanya bergaul dengan orang Indonesia atau sesama alumni Gontor. Itu tidak internasional berpikirnya.”
Menurut Kiai Akrim, setiap pengalaman di Mesir akan menjadi pelajaran berharga bagi santri. “Kesempatan ini tidak akan datang dua kali. Pegang kuat-kuat. Kamu membawa nama pondok, jagalah itu baik-baik,” pesan beliau menutup amanatnya.

Pelepasan ini menjadi bagian dari tradisi panjang Gontor dalam mengirim kader-kader terbaiknya ke Universitas Al-Azhar. Hingga kini, ribuan alumni Gontor telah menimba ilmu di Mesir dan berperan aktif dalam dakwah serta pendidikan di berbagai penjuru dunia.
(Kontributor: Ghazi, Fathur, Dejuan, Editor : Winka, Alif)
Related Articles :
Penerima Beasiswa Al-Azhar Kairo Jalur PMDG Gelombang ke 8